wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Assesment Dalam Rangka Pengembangan Pemeriksa OPN

Total questions: 30

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

PT A membeli peralatan kantor pada bulan Januari 2020, Faktur Pajak baru diterima pada tanggl 15 Mei 2020, perlakuan atas pajak masukan peralatan di atas adalah...

a)

Tidak dapat dikreditkan

b)

Dapat dikreditkan melalui Pembetulan SPT Masa PPN Januari 2020

c)

Dapat dikreditkan pada SPT Masa Mei 2020

d)

Dapat dikreditkan pada SPT Masa Maret 2020

2.

PT B melakukan impor peralatan kantor pada Februari 2020, atas Impor tersebut KPU BC Tanjung Priok menerbitkan surat penetapan kembali tarif dan/atau nilai pabean (SPKTNP) pada September 2020, atas SPKTNP tersebut maka PT B...

a)

Tidak dapat mengkreditkan SPKTNP

b)

Dikreditkan melalui pembetulan SPT Masa PPN Februari 2020

c)

Dikreditkan pada SPT Masa PPN September 2020

d)

Dikreditkan pada SPT Masa PPN Februari 2020

3.

Tn.A adalah non PKP, Tn. A meretur BKP kepada PT C dan memberikan nota retur tersebut kepada PT C. Perlakuan nota retur tersebut adalah

a)

Dikurangkan dari Pajak Keluaran PT C

b)

Dikurangkan dari Pajak Masukan PT C

c)

Tidak dikurangkan dari Pajak Keluaran PT C

d)

Mengurangi biaya PT C

4.

D Pte Ltd Singapura meminta Z Berhad Malaysia untuk mencarikan penjual marmer di Indonesia. Z Berhad menjadi perantara D Pte Ltd dengan PT Kalimba. Seluruh Fee Z Berhad ditanggung oleh D Pte Ltd. PPN atas skema transaksi di atas adalah

a)

Dikenakan PPN untuk ekspor marmer PT Kalimba

b)

Dikenakan PPN untuk pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean

c)

Tidak dikenakan PPN

d)

a dan b benar

5.

pernyataan berikut ini adalah benar tentang sanksi denda sebesar 2% dari dasar pengenaan pajak PPN kecuali...

a)

PKP industri manufaktur yang membuat Faktur Pajak tidak tepat waktu

b)

PKP retail yang melaporkannya Faktur Pajak tidak tepat waktu

c)

Bulog yang membuat Surat Perintah Penyerahan Barang untuk Tepung Terigu tidak tepat waktu

d)

PKP Farmasi A yang membayar pemanfaatan BKP tidak berwujud tidak tepat waktu

6.

Wajib Pajak dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT walaupun sudah dilakukan pemeriksaan sepanjang Direktorat Jenderal Pajak belum menerbitkan SKP, terhadap Wajib Pajak tersebut dikenakan sanksi berupa

a)

Denda 50%

b)

Kenaikan 50%

c)

Denda 150%

d)

Kenaikan 150%

7.

Cut off penyampaian laporan tersendiri untuk Wajib Pajak yang bermaksud mengungkapkan ketidakbenaran pengisian SPT adalah

a)

Sebelum SKPKB diterbitkan

b)

Sebelum LHP ditandatangani oleh Kepala UP2

c)

Sebelum SPHP disampaikan

d)

Sebelum Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dilaksanakan

8.

PT Asinan Agro terbukti bersalah melalui putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan kerugian negara sebesar Rp 25 milyar, putusan tersebut diucapkan pada tahun 2014 atas pidana tahun pajak 2007. Dari putusan pengadilan tersebut diketahui jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar WP adalah sebesar Rp 22 milyar, atas nilai kurang bayar sebesar Rp22 milyar tersebut maka DJP harus

a)

menyerahkan penagihanya kepada kejaksaan agung

b)

mengusulkan pemeriksaan untuk tahun pajak 2007

c)

mengusulkan pemeriksaan ulang untuk tahun pajak 2007

d)

tidak melakukan apapun karena tahun pajak sudah daluwarsa penetapan

9.

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap pos-pos laporan keuangan Wajib Pajak kita harus berpedoman pada PSAK kecuali untuk pos

a)

Omzet

b)

Laba rugi selisih kurs

c)

Harga Pokok Penjualan

d)

Aset Leasing Perusahaan

10.

Pada saat pemeriksa KPDJP hendak meminta informasi saldo Paypall Wajib Pajak kepada Paypall Indonesia maka pemeriksa akan menggunakan mekanisme

a)

Permintaan keterangan Pasal 35 ayat (1) UU KUP yang ditandatangani oleh Kepala Subdit Pemeriksaan di lingkungan Direktorat P2

b)

Permintaan keterangan berdasarkan UU Akses Informasi Keuangan yang ditandatangani oleh Kepala Subdit Pemeriksaan di lingkungan Direktorat P2

c)

Permintaan keterangan Pasal 35 ayat (1) UU KUP yang ditandatangani oleh Direktur P2

d)

Permintaan keterangan berdasarkan UU Akses Informasi Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur P2

11.

Wajib Pajak sudah kehilangan haknya untuk melakukan pembetulan SPT pada saat

a)

Instruksi Pemeriksaan terbit

b)

SP2 terbit

c)

Audit plan dan audit program ditandatangani Kepala UP2

d)

Pemberitahuan pemeriksaan disampaikan

12.

Wajib Pajak Industri Pertambangan Batubara yang dapat dijadikan objek pemeriksaan bersama antara DJP dan BPKP adalah Wajib Pajak sebagai berikut, kecuali

a)

Wajib Pajak PKP2B Generasi II

b)

Wajib Pajak PKP2B Generasi I

c)

Wajib Pajak IUP

d)

Wajib Pajak IUPK OP

13.

Dalam hal Wajib Pajak tidak meminjamkan buku, catatan, atau dokumen sehingga Pajak terutang tidak dapat ditetapkan maka pemeriksa dapat menghitung pajak terutang secara jabatan dan pada saat pembahasan akhir pemeriksa hanya akan mempertimbangkan dokumen-dokumen sebagai berikut

a)

Dokumen terkait biaya gaji karyawan

b)

TP Doc

c)

Dokumen terkait penambahan aset dan biaya penyusutan

d)

Dokumen terkait kredit pajak

14.

Dalam hal SKPKB yang diterbitkan oleh Pemeriksa dibatalkan berdasarkan ketentuan Pasal 36 ayat 1 huruf d karena pemeriksa tidak menyampaikan SPHP maka proses pemeriksaan atas SKPKB tersebut...

a)

Batal secara keseluruhan dan dimulai dengan penerbitan SP2 baru

b)

Tidak membatalkan secara keseluruhan dan Pemeriksa cukup menyampaikan SPHP untuk penerbitan kembali SKPKB

c)

Tidak membatalkan secara keseluruhan dan Pemeriksa cukup melakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan untuk penerbitan kembali SKPKB

d)

Tidak membatalkan secara keseluruhan dan Pemeriksa cukup menyampaikan SPHP serta melaksanakan pembahasan akhir untuk penerbitan kembali SKPKB

15.

Pada saat Wajib Pajak mengajukan Quality Assurance maka materi Quality Assurance terbatas pada

a)

Metode pengujian

b)

Bukti pemeriksaan

c)

Prosedur formal pemeriksaan

d)

Dasar hukum koreksi

16.

Dalam hal Tim Pemeriksa Pajak mempunyai data PNBP berupa Provisi Sumber Daya Hutan maka pos dalam SPT dan Laporan Keuangan yang paling memungkinkan untuk ditelusuri adalah

a)

Kuantitas batang kayu terjual

b)

Kuantitas total produksi batang kayu

c)

Kuantitas persediaan akhir batang kayu

d)

Kuantitas persediaan awal batang kayu

17.

Tarif PPh Badan untuk PKP2B Generrasi Pertama adalah

a)

40%

b)

20%

c)

30%

d)

35%

18.

Berikut ini adalah pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik berdasarkan PSAK 7 (Revisi 2015) maupun Pasal 18 ayat (4) UU PPh dan Pasal 2 ayat (2) UU PPN adalah

a)

Pasangan hidup

b)

Pasangan hidup yang melakukan perjanjian pemisahan harta

c)

Kakak Ipar

d)

Tanggungan dari pasangan hidup

19.

Berikut ini adalah metode paling efisien dalam menurunkan rasio DER tanpa adanya risiko atas potensi pajak baru bagi Wajib Pajak adalah

a)

melakukan konversi utang menjadi penyertaan modal

b)

melakukan revaluasi aset secara komersial

c)

melakukan revaluasi aset secara fiskal

d)

melunasi utang perusahaan

20.

Diantara tipe perusahaan manufaktur berikut ini yang seharusnya memperoleh margin paling tinggi adalah

a)

Toll manufacturer

b)

Contract manufacturer

c)

Licensed manufacturer

d)

Fully fledged manufacturing

21.

Berikut ini adalah metode transfer pricing yang dapat digunakan untuk menghitung harga wajar dalam transaksi Intra Service Group adalah kecuali

a)

Cost plus method

b)

Comparable Uncontrolled priced

c)

Transactional Net Market Margin

d)

Resale price method

22.

A ltd adalah perusahaan manufaktur alat berat dan mempunyai anak usaha di Indonesia yaitu PT A. Pada tahun 2019 A Ltd melakukan penjualan alat berat langsung kepada PT Z di Indonesia, atas transaksi tersebut maka

a)

Ditarik sebagai penghasilan PT A

b)

Merupakan penghasilan A ltd dan dipotong PPh Pasal 26

c)

Merupakan penghasilan A ltd dan tidak dipotong PPh Pasal 26

d)

Ditarik sebagai penghasilan PT A dan dipotong PPh Pasal 23

23.

Tn. A adalah PNS pada instansi X sedangnkan istrinya Ny.B adalah PNS pada instansi Y, baik Tn.A dan Ny.B mempunyai NPWP, atas penghasilan Ny.B diperlakukan sebagai

a)

Penghasilan neto istri digabungkan dengan penghasilan neto suami

b)

Penghasilan neto istri dilaporkan sebagai penghasilan final karena istri bekerja pada satu pemberi kerja

c)

Penghasilan bruto istri digabungkan dengan penghasilan bruto istri

d)

Penghasilan kena pajak istri digabungkan dengan penghasilan kena pajak suami

24.

Pada dasarnya kewenangan permintaan keterangan atau bukti kepada pihak ketiga berada pada Dirjen Pajak akan tetapi untuk permintaan keterangan atau bukti kepada pihak ketiga di Kantor Pusat DJP kewenangannya berada pada

a)

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan

b)

Kepala Subdirektorat di bidang Pemeriksaan pada Direktorat P2

c)

Direktur Penegakan Hukum

d)

Seluruh Kepala Subdirektorat pada Direktorat P2

25.

Berikut ini adalah pos yang wajib diuji dalam proses pemeriksaan yaitu

a)

Biaya Penyusutan

b)

Harga Pokok Penjualan

c)

Kredit Pajak

d)

Biaya Bunga

26.

Ketika melakukan ekualisasi antara omzet menurut SPT PPh Badan dan SPT PPN penyerahan BKP kepada cabang yang dilakukan oleh PKP yang melakukan pemusatan PPN terutang akan ... untuk menghitung penyerahan BKP selama satu tahun

a)

Ditambahkan ke omzet PPh Badan

b)

Dikurangkan dari omzet PPh Badan

c)

Tidak berpengaruh

d)

Dikurangkan dari omzet PPN

27.

Audit plan dan audit program wajib dibuat untuk

a)

Pemeriksaan tujuan lain

b)

Pemeriksaan dalam rangka menguji kepatuhan

c)

Pemeriksaan tujuan lain dan pemeriksaan dalam rangka menguji kepatuhan

d)

Audit plan dan audit program bersifat tidak wajib

28.

Teknik pemeriksaan minimal saat sedang melakukan pengujian pos penghasilan adalah sebagai berikut kecuali

a)

Tracing

b)

Pengujian keterkaitan

c)

Pengujian kebenaran perhitungan matematis

d)

Konfirmasi

29.

Berikut ini adalah cara lain untuk menghitung peredaran bruto kecuali

a)

Penghitungan biaya hidup

b)

Pertambahan kekayaan bersih

c)

Hasil pemeriksaan tahun sebelumnya

d)

Permintaan informasi keuangan kepada perbankan

30.

Pemeriksa Pajak membuat Kertas Kerja Pemeriksaan Perubahan dalam hal terdapat kondisi berikut ini, kecuali

a)

Terdapat perubahan koreksi karena adanya tanggapan Wajib Pajak

b)

Terdapat perubahan koreksi karena adanya risalah pembahasan Tim Quality Assurance

c)

Terdapat perubahan dasar hukum koreksi

d)

Terdapat perubahan koreksi karena sebab-sebab lainnya