Font size
WorksheetsUjian Komprehensif Rumpun Kapita Selekta PGSD IPI 2020
Total questions: 46
Worksheet time: 50mins
Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling terkait seperti di bawah ini, kecuali
Pengelolaan pembelajaran
Pengembangan profesi
Penguasaan akademik
Tingkat kecerdasan yang tinggi
Guru harus memiliki pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkembangan siswa, serta menguasai system evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Hal ini termasuk dalam jenis kompetensi
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Sosial
Kompetensi Profesional
Kompetensi Keprbadian
Dalam Peraturan Pemerintah no 19 tahun 2005 bab 1 pasal 1 ayat 1, Pendidikan di Indonesia diatur tentang Kriteria minimal sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI. Ini berarti
Lembaga Pendidikan di Indonesia memiliki kebebasan dalam mengatur standar pendidikannya
Lembaga pendidikan di Indonesia tidak memiliki kebebasan dalam mengatur standar pendidikannya
Lembaga pendidikan dituntut untuk memenuhi kriteria minimum yang telah ditentukan
Lembaga pendidikan dituntut untuk tidak memenuhi kriteria minimum yang telah ditentukan
Guru diharuskan memiliki jati diri sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Hal ini termasuk jenis kompetensi
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Sosial
Kompetensi Profesional
Kompetensi Kepribadian
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menertibkan Surat Edaran No 1 Tahun 2020 tentang kebijakan merdeka belajar. Kebijakan ini meliputi
Merdeka dalam penentuan kelulusan peserta didik
Merdeka dalam penentuan penerimaan peserta didik
Merdeka dalam penentuan pemilihan metode dan gaya belajar
A & B Benar
Peningkatan ilmu dan teknologi dapat dilakukan melalui pengembangan bebagai program pendidikan, hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan sebagai upaya untuk
Meningkatkan solidaritas bangsa
Mempertinggi peradaban bangsa
Menggali budaya bangsa
Memasyarakatkan kemajuan bidang teknologi
Salah satu model pendidikan yang dapat mengakomodir berbagai kepentingan serta aspirasi masyarakat adalah
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Multiple Intelegence
Manajemen Berbasis Sekolah
Ki Hajar Dewantoro
Manajemen Berbasis Sekolah perlu diterapkan di sekolah karena
Memerlukan standar pelayanan minimal
Mempunyai standar kompetensi guru yang jelas
Memberi arahan pada sekoah untuk mengembangkan keunggulannya
Model pendidikan yang murah dan mudah diterapkan
Yang menjadi salah satu faktor yang melandasi munculnya gerakan de-sentralisasi di Indonesia. Kecuali
Kemandirian daerah kurang berkembang
Aspirasi daerah yang beragam kurang terakomodir
Aspek budaya kurang direspon pemerintah
Hasil pembangunan kurang dinikmati daerah
Hirarki pada pemerintahan sentralisasi umumnya pengambilan keputusan ada pada tingkat
Unit yang ada dalam suatu organisasi
Diantara individu yang ada dalam organisasi
Atasan dalam suatu organisasi
Bawahan dalam suatu organisasi
Berikut adalah ciri-ciri dari sekolah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Kecuali
Visi dan Misi sekolah dirumuskan oleh kepala sekolah, guru-guru, dan stakeholder tanpa melibatkan siswa dan alumni
Penyusunan RAPBS sesuai dengan RPS yang disusun bersama kepala sekolah, guru, dan komite sekolah secara transparan
Pengambilan keputusan dilaksanakan secara partisipatif dan demokratis
Pemberdayaan seluruh potensi warga sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Mengapa dalam kurun waktu tertentu kurikulum sekolah harus selalu ditinjau kembali
Karena faktor kepentingan politik
Untuk menyesuaikan dengan keinginan Kepala Sekolah
Dikarenakan menyesuaikan dengan tuntutan perubahan zaman
Sesuai dengan arahan Presiden
Setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki pandangan hidup yang mungkin berbeda sesuai dengan nilai-nilai yang dianggap baik.
Pernyataan di atas merupakan salah satu landasan dalam pengembangan kurikulum berdasarkan
Landasan Psikologis
Landasan Yuridis
Landasan Sosial dan Budaya
Landasan Filosofis
Apakah perubahan mendasar pada kurikulum 2013
Kompetensi lulusan menekankan pada pengetahuan
Standar proses pembelajaran terdiri dari elaborasi, eksplorasi, konfirmasi
Kompetensi lulusan meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Pramuka tidak diwajibkan
Yang merupakan penguatan tatakelola dalam kurikulum 2013 adalah
Satuan pendidikan dan guru diberikan kewenangan menyusun silabus
Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar
Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus, tetapi disusun pada tingkat nasional
Standar proses pembelajaran terdiri dari elaborasi, eksplorasi, konfirmasi
Urutan hirarkis kurikulum 2013 adalah sebagai berikut
Standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator
Kompetensi inti, kompetensi lulusan, kompetensi dasar, indikator
Indikator, kompetensi dasar, kompetensi inti, kompetensi lulusan
Standar kompetensi dasar, kompetensi inti, kompetensi lulusan, dan indicator
Tujuan urutan hirarkis dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk
Keperluan penilaian
Mengembangkan RPP
Menjaga konsistensi ketercapaian kompetensi
Menentukan pendekatan pembelajaran
Teknologi pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan audio visual. Teknologi ini berkaitan dengan penggunaan alat/media/sarana yang bertujuan untuk
Mempermudah guru dalam memberikan penilaian
Mempermudah guru dalam bersosialisasi dengan siswa
Memudahkan guru dalam proses pembelajaran sehingga mendapatkan perhatian penuh dari kepala sekolah dan siswa
Memudahkan guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan
Perhatikan gambar di atas
Pernyataan yang tepat dari Kerucut Pengalaman Dale adalah
Memilih media harus disesuaikan dengan keadaan latar atau lingkungan
Memilih media harus memahami kondisi setempat serta luasnya jangkauan
Memilih media harus disesuaikan dengan karakteristik siswa atau sasaran
Memilih media disesuaikan dengan jenis rangsangan belajar yang diinginkan audio/visual/gerak
Berikut ini adalah prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran, kecuali
Menentukan jenis media yang tepat, yaitu sebaiknya guru memilih media yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang diajarkan
Menetapkan subyek dengan tepat, yaitu perlu diperhitungkan apakah penggunaan media sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik
Menyajikan media dengan tepat, artinya teknik dan metode penggunaan media harus sesuai dengan tujuan, bahan, metode, waktu dan sarana
Menempatkan media dengan waktu, tempat, dan situasi yang disesuaikan dengan keinginan guru
Dalam menggunakan media pembelajaran di kelas, guru hendaknya memperhatikan hal-hal berikut
Define (Perumusan), Evaluation (Evaluasi), Develope (Pengembangan),
Develop (Pengembangan), Define (Perumusan), Evaluation (Evaluasi)
Evaluation (Evaluasi), Define (Perumusan), Develop (Pengembangan)
Define (Perumusan), Develop (Pengembangan), Evaluation (Evaluasi)
Perubahan kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dalam SE No 4 Tahun 2020 terkait Masa Darurat penyebaran Virus Corona (Covid-19), mengatur tentang, kecuali
Belajar di rumah dengan pembelajaran daring
Pembelajaran di rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup
Bukti pembelajaran di rumah diberikan penilaian secara kuantitatif
Tugas belajar dapat bervariasi, sesuai minat dan kondisi
Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan undang – undang no 20 tahun 2003 pasal 13 ayat 1 jalur Pendidikan terdiri dari
Pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi
Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan
Pendidikan formal, non-formal dan informal
Pendidikan khusus/inklusif, homeschooling, full day school
Pemerataan Pendidikan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) masih menjadi agenda pembangunan berkelanjutan di indonesia. Pertumbuhan sumber daya manusia menjadi salh satu kunci melepas status tertinggal suatu daerah itu sendiri. Untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia, tentu perlu memperbaiki kualitas pendidikannya. Salah satu cara yang dapat dan sedang dilakukan melalui pendidikan informaluntuk penguatan pembelajaran di daerah tertinggal. Konkretnya, pendidikan informal dapat diaplikasikan juga pada pendidikan dasar di daerah 3T. Berikut alasan pendidikan informal dijadikan sebagai alternatif bentuk pendidikan di daerah 3T, kecuali.
Mengembalikan anak usia sekolah untuk mendapatkan haknya mengenyam dunia pendidikan di tanah mereka sendiri, pendidikan untuk semua
Sekolah informa tidak akan menuntut siswanya menggunakan seragam, duduk di dalam kelas mendengarkan guru mengajar sesuai kurikulum
Sekolah dengan pendidikan informal dapat diatur secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan siswa dan keadaan guru
Semua Benar
Sejak berlakunya undang – undang no 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, maka digunakan istilah pendidikan khusus dimaksud untuk peserta didik yang
Nakal
Memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa
Sering bolos sekolah
Tidak disiplin
Pendidikan anak berkebutuhan khusus yang di didik bersama sama anak lainya (normal) di sebut ..
Pendidikan formal
Pendidikan inklusi
Pendidikan luar biasa
Pendidikan khusus
Untuk mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus yang bersifat bermacam macam baik dalam hal jenis maupun kemampuanya di sebut ...
program pembelajaran individual
Perbedaan individual
Persamaan hak anak
Pengembangan kemampuan anak
Pendekatan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang mendorong untuk penguasaan kompetensi lebih optimal terhadap pada pendekatan...
Akselerasi
Kelompok
Klasikal
Remidiatif
Salah satu penyebab munculnya kebutuhan khusus bagi anak – anak tertentu adalah
Memiliki kondisi fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau kecerdasan atau bakat istimewa
Adanya perbedaan siswa satu degan siswa yang lainnya
Adanya kebutuhan umum < yang dimiliki oleh anak- anak
Kurangnya kasih sayang dari orang tua dan lingkungan anak
Untuk memenuhi semua mata pelajaran progam ke khususan anak berkebutuhan khusus adalah....
Memahami setiap ABK sebagai individu yang memiliki keunikan
Orientasi pembelajaran bertitik tolak pada anak (child centre learning)
Pembelajaran yang aktif, kooperatif,kreatif,dan efektif
Semua benar
Agar pengembangan progam pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah dapat berjalan efektif, maka beberapa unsur yang harus di pertimbangkan, kecuali....
Tujuan dan sasaran yang akan di capai
Perbedaan kemampuan anak
Materi dan lembar kegiatan
Tingkat kompetensi yang di miliki siswa saat ini
Sebelum program pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus di laksanakan, sebaiknya di lakukuan koordinasi dengan....
Semua pihak yang berkait
Siswa yang bersangkutan
Orang tua siswa
Staf sekolah
Tujuan mengapa guru harus memahami dan mengetahui kebutuhan anak yang berkelainan (kebutuhan khusus) adalah
Lebih menyayangi dan mengasihi anak – anak yang berkelainan
Mampu memahami dan bahkan memberi layanan yang sesuai
Mudah memberi semua keperluan mereka
Mudah memberi hukuman kepada mereka
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah, bertujuan agar, kecuali
Siswa dapat memperkaya dan memperluas diri
Memperluas diri ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap dan nilai-nilai
a & b benar
Sebagai media untuk mengembangkan potensi diri dan mampu mengangkat, mengharumkan nama sekolah dengan prestasinya, khususnya prestasi non akademik
Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Pengertian diatas sesuai dengan pengertian dari
Permendikbud RI Nomor 62 tahun 2013
SK Mendikbud Nomor 060/U/1993, dan Nomor 061/U/1993
SK Mendikbud Nomor 080/U/1993
SK Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/Kep/O/1992
Pada pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan ekstrakulikuler dibedakan menjadi
Kegiatan ekstrakulikuler wajib
Kegiatan ekstrakulikuler pilihan
Kegiatan ekstrakulikuler wajib dan pilihan
Kegiatan ekstrakulikuler krida
Bagaimana melaksanakan pengembangan diri di SD.
Layanan kegiatan konseling dan ekstra kulikuler
Upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri
Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dan tidak terprogram
Pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran)
Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :
Layanan dan kegiatan pendukung Konseling
Kegiatan Ekstra Kurikuler
a dan b benar
Pembudayaan dan pembiasaan
Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan sebagainya. Termasuk dalam kegiatan ekstrakulikuler.
Kegiatan ekstrakulikuler krida
Kegiatan ekstrakulikuler karya ilmiah
Kegiatan ekstrakulikuler latihan olah bakat dan minat
Kegiatan ekstrakulikuler wajib
Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan dalam berbagai lingkup, misalnya individual di mana peserta didik mengikuti kegiatan tersebut secara perorangan. Atau dapat juga kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan secara berkelompok misalnya menurut kelompok kelas, kelompok kelas paralel, atau kelompok antar kelas. Dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler pada suatu satuan pendidikan haruslah memperhatikan beberapa prinsip berikut dalam pengembangannya, kecuali
Prinsip aktif
Prinsip menyenangkan
Prinsip kebersamaan
Prinsip Aktif dan Menyenangkan
Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut, kecuali
Rutin
Spontan
Keteladanan
Semua salah
Kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu merupakan kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram, yaitu
Keteladanan
Pembudayaan
Pembiasaan
Percontohan
Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas harus dilakukan sejak dini. Adanya kegiatan OSN akan memberikan gambaran atau pemetaan kemampuan siswa di sekolah. Adapun tujuan pembinaan OSN, yaitu
Meningkatkan pengetahuan siswa SD dalam bidang sains
Meningkatkan keterampilan siswa SD dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade sains
Meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade sains
Semua benar
Berikut tahapan pembinaan OSN, kecuali
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengawasan
Evaluasi
Jelaskanlah permasalahan pendidik dan tenaga kependidikan, solusinya dan kaitannya dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan standar nasional pendidikan!
Mana sajakah ayat di bawah ini yang menjelaskan tentang pendidikan?
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
