wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BAHASA INDONESIA

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ini yang termasuk gurindam adalah….

a)

Buah duku buah durian

Hanya kau kesayangan

b)

Buah duku buah durian

Durian matang yummy sekali

c)

Jika ingin jadi anak pintar

Setiap waktu harus belajar

d)

Jika ingin menjadi mulia

Ingatlah selalu menjadi baik

2.

1. Jika ingin mengenal orang mulia

..........

Kalimat yang tepat untuk melengkapi gurindam gurindam di atas adalah….

a)

Jangan mempermainkan teman

b)

Bantulah pada sesama

c)

Lihatlah pada kelakuannya

d)

Patuhlah pada orang tua

3.

Perhatikan gurindam berikut ini!

Sebelum bekerja pikir dahulu

Agar pekerjaan selamat selalu

Isi dari gurindam tersebut adalah…

a)

Jangan sembarangan memilih suatu pekerjaan,agar kita tidak terperosok karena pekerjaan yang salah.

b)

Bekerjalah sesuka hati kita.

c)

Bekerjalah sesuai dengan kemampuan kita.

d)

Jangan bekerja terlalu pilih-pilih, yang penting mendapatkan pekerjaan.

4.

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

Gembira hati tiada terkira

Ibu datang bawa hadiah

Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….

a)

Sari kelapa buah nira.

b)

Nira diolah untuk sedekah.

c)

Gembiara hati tiada tara

Ibu datang bawa hadiah

d)

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

5.

Perhatikan pantun berikut!

Buah cempedak buah durian

Pergi ke pekan naik sepeda

[…] (1)

[…] (2)

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …

a)

(1) Jangan ragu berbuat baik

(2) Senyum saja sudah ibadah

b)

(1) Pikir dulu sebelum bertindak

(2) Menyesal kemudian tiada guna

c)

(1) Supaya tidak sesal kemudian

(2) Diperlukan selalu sikap waspada

d)

(1) Mari kita jalin silaturahmi

(2) Untuk menambah sanak saudara

6.

Fara sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.

Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

a)

Kota Jambi kota beradat

Tempat tinggal sanak saudara

Mari kita belajar giat

Supaya kelak tidak sengsara

b)

Raja buah si raja pisang

Sedap disantap di kala senja

Riang hati bukan kepalang

Sepeda impian di depan mata

c)

Buah duku buah durian

Dibeli ibu di pasar kenari

Senang hati dapat undian

Seperti mimpi siang hari

d)

Ke Selat beli ikan selar

Beli juga tempoyak durian

Jika kita rajin belajar

Prestasi tinggi mudah diraih

7.

Perhatikan pantun berikut!

1).Pohon jati pohon bambu

2).Tumbuh rimbun menjadi pagar

3).Menangis adik di depan . . . .

4).Melihat ibu pergi ke pasar.

Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . .

a)

Pintu

b)

Taman

c)

Rumah

d)

Pagar

8.

Perhatikan larik-larik pantun berikut!

1).Mendapat kawan senang rasanya

2).Bila dimasak dan dimakan

3).Tentu boleh kita berkenalan

4).Ikan laut enak rasanya

Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . .

a)

4 – 3 – 2 – 1

b)

1 – 3 – 2 – 4

c)

4 – 2 – 1 – 3

d)

2 – 3 – 1 – 4

9.

1. Puisi berikut ini yang merupakan syair adalah …

a)

Bila kita bersama sudah,

Dunia ini terlalu indah,

Dinda cantik permata bertahta,

Cantik rupa bicara petah.

b)

Ditenun kain dengan kapas,

Bermacam-macam warna ragi,

Perahu lilin layar kertas,

Berani kulunggar lautan api.

c)

Ditenun kain dengan kapas,

Bermacam-macam warna ragi,

Perahu lilin layar kertas,

Berani kulunggar lautan api.

d)

Air dalam bertambah dalam,

Hujan di hulu belum lagi teduh.

Hati dendam bertambah dendam,

Dendam dahulu belum lagi disentuh.

10.

Usaha yang selalu ada

dapat mengubah nasib sengsara

karena Tuhan Maha Pemurah

selalu mendengar doa dan pinta

Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .

a)

baitnya terdiri atas empat baris

b)

setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata

c)

terdiri dari sampiran dan isi

d)

rima akhir berpola a-a-a-a

11.

Perhatikan kutipan syair berikut:

Wahai pemuda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil tubuhmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat juga kekal dirimu

Tema syair diatas adalah . . . .

a)

Para pemuda harus mengenali dirinya sebaik mungkin

b)

Para pemuda harus mengetahui tamsil dirinya

c)

Para pemuda harus menggunakan waktu hidupnya

d)

Para pemuda harus menyadari bahwa hidup ini sementara saja

12.

Perhatikan syair berikut ini!

Wahai ananda intan pilihan

Berterus terang janganlah segan

Apa yang benar engkau katakan

Apa yang salah engkau tunjukkan

Isi dari syair tersebut adalah …

a)

Agar kita tidak durhaka pada kedua orang tua

b)

Agar anak selalu jujur kepada semua orang, berkata tidak bohong agar selalu selamat dunia akhirat.

c)

Agar anak jangan malu-malu.

d)

Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar.

13.

Kelinci Sang Penakluk

Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya.

Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu.


“Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci.

Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.”

“Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.”

Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.


Cerita di atas tergolong fabel karena ...

a)

Singa bersifat ganas

b)

Ceritanya singkat

c)

Tokoh-tokohnya binatang

d)

Menceritakan asal usul tempat

14.

Kelinci Sang Penakluk

Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya.

Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu.


“Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci.

Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.”

“Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.”

Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.


Tema yang tepat untuk fable di atas adalah ...

a)

Singa yang malang

b)

Kecerdikan

c)

Kelinci sang penakluk

d)

Singa yang ganas

15.

Kelinci Sang Penakluk

Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya.

Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu.


“Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci.

Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.”

“Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.”

Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.

Isi fabel di atas adalah…

a)

Singa sang raja hutan yang membuat peraturan tidak mau lagi berburu dan mengharuskan binatang lain yang harus suka rela menjadi mangsa, dan kelinci yang cerdik dapat mengalahkan singa

b)

Kelinci rela berkoban demi binatang lain tapi berkat kecerdikannya dapat mengalahkan singa

c)

Singa yang tertipu oleh kecerdikan kelinci sehingga jatuh dalam jurang

d)

Kelinci mengalahkan singa yang malas mencari mangsa, karena singa bisa ditipu kecerdikan kelinci.

16.

Kelinci Sang Penakluk

Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya.

Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu.


“Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci.

Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.”

“Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.”

Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.


Kalimat berikut ini yang sesuai dengan isi fabel di atas adalah ...

a)

Singa yang ganas membuat peraturan bahwa semua binatang tidak boleh berburu di hutan

b)

Kelinci berhasil membodohi singa yang memburunya

c)

Singa yang memburu kelinci masuk ke dalam sumur

d)

Kelinci berhasil membodohi singa si raja hutan

17.

Batu Menangis


Pada zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anak gadisnya.

Anak gadis nya sangat cantik. Namun sayangnya ia memiliki sifat yang buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Segala permintaannya harus dituruti tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya. Seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ?

“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….” Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut "Batu Menangis"

Tokoh yang di ceritakan dalam cerita legenda di atas adalah ...

a)

Seorang gadis dan ibunya

b)

Batu Menangis

c)

Anak yang durhaka

d)

Seorang Janda

18.

Batu Menangis


Pada zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anak gadisnya.

Anak gadis nya sangat cantik. Namun sayangnya ia memiliki sifat yang buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Segala permintaannya harus dituruti tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya. Seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ?

“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….” Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis ".

Latar tempat dalam cerita di atas adalah ...

a)

Di pasar, di jalan, di sebuah desa yang terpencil

b)

Di kalimantan barat, di pasar

c)

Di sebuah desa yang terpencil, di sepanjang jalan

d)

Di kamar, di sebuah desa

19.

Batu Menangis


Pada zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anak gadisnya.

Anak gadis nya sangat cantik. Namun sayangnya ia memiliki sifat yang buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Segala permintaannya harus dituruti tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya. Seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ?

“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….” Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Bukti watak gadis dalam cerita tersebut durhaka adalah ...

a)

Permintaannya harus segera terpenuhi

b)

Pemalas dan kerjanya hanya bersolek

c)

Tidak mengakui ibu kandungnya sendiri

d)

Dikutuk menjadi batu

20.

Batu Menangis


Pada zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anak gadisnya.

Anak gadis nya sangat cantik. Namun sayangnya ia memiliki sifat yang buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Segala permintaannya harus dituruti tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya. Seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ?

“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….” Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Amanat yang terkandung dalam cerita di atas adalah ...

a)

Seorang gadis tidak boleh pemalas

b)

Tidak boleh durhaka pada orang tua

c)

Jika ditanya harus jujur

d)

Tidak boleh meminta sesuatu dengan memaksa

21.

1. Buah manggis buah pepaya

Dikupas adik untuk dimakan

Jadilah orang giat bekerja

Agar kita sukses di hari tua


Jenis puisi di atas adalah ....

4 lines
22.

disebuah desa bernama Sukorejo hiduplah sepasang suami isteri dan anaknya yang bernama Sumirah.

Penulisan kata disebuah desa seharusnya adalah …

4 lines
23.

Penggambaran suasana, tempat dan waktu dalam cerita disebut? …

4 lines
24.

Cerita yang mengkisahkan tentang binatang disebut …

4 lines
25.

Puisi 2 baris yang bersajak sama dan berisi nasihat disebut …

4 lines