Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

crash program Try out 1

Total questions: 100

Worksheet time: 3hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Dalam peta kuadran perilaku profesi, individu profesi yang tidak mengetahui kode etik namun berperilaku yang tidak melanggar kode etik, maka individu tersebut masuk dalam perilaku

a)

Lucky

b)

Valued

c)

Cheating

d)

Idle

2.

Manakah diantara pendekatan dibawah yang tidak termasuk pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sikap Assertivitas diri

a)

Appreciation

b)

Accurating

c)

Acceptance

d)

Accomodating

3.

Sebutkanlah apa saja perangkat etika yang dimiliki oleh BPK

a)

UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK; Peraturan BPK No. 3 tahun 2016 tentang Kode Etik BPK; Peraturan BPK No 4 tahun 2016 tentang Majelis Kehormatan Kode Etik; Peraturan BPK No 1 tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara; Keputusan BPK No. 1/K/I-XIII.2/2/2008 tentang PMP yang telah disempurnakan dengan Keputusan BPK No.5/K/I-XIII.2/10/2015 tentang Pedoman Manajemen Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (PMP BPK)

b)

Peraturan BPK No. 3 tahun 2016 tentang Kode Etik BPK; Peraturan BPK No 4 tahun 2016 tentang Majelis Kehormatan Kode Etik; Peraturan BPK No 1 tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

c)

UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK; Peraturan BPK No 4 tahun 2018 tentang Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia; Peraturan BPK No 5 tahun 2018 tentang Majelis Kehormatan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan; Peraturan BPK No 1 tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara; Keputusan BPK No. 1/K/I-XIII.2/2/2008 tentang PMP yang telah disempurnakan dengan Keputusan BPK No.5/K/I-XIII.2/10/2015 tentang Pedoman Manajemen Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (PMP BPK)

d)

UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK; Peraturan BPK No 4 tahun 2018 tentang Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia; Peraturan BPK No 5 tahun 2018 tentang Majelis Kehormatan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan

4.

Prosedur dan hubungan yang tidak biasanya atau sangat tidak realistis meliputi transaksi atau peristiwa yang terjadi pada tempat atau waktu yang tidak biasanya, merupakan jenis red flags

a)

Accounting Anomalies

b)

Internal Control Weakness

c)

Analytical Anomalies

d)

Unusual Behaviors

5.

Lemahnya pemisahan tugas, lemahnya pengamanan fisik, dan lemahnya dokumen dan catatan-catatan akuntansi, merupakan red flags fraud jenis

a)

Accounting Anomalies

b)

Internal Control Weakness

c)

Analytical Anomalies

d)

Unusual Behaviors

6.

Salah satu cara pendeteksian red flags adalah dengan menggunakan metode Job Sensitivity Analysis. Berikut ini merupakan metode pelaksanaan Job Sensitivity Analysis yang dapat dilakukan, kecuali:

a)

Pendekatan melalui identifikasi semua posisi pekerjaan dalam organisasi yang rawan fraud

b)

Analisa terhadap tingkatan pengendalian atau pengawasan rutin

c)

Pertimbangan atas karakter pribadi pegawai terkait

d)

Pengujian khusus atas kegiatan yang beresiko tinggi

7.

Salah satu behavioural red flags adalah Wheeler Dealer Attitude, contoh dari perilaku tersebut adalah

a)

Pandai meyakinkan orang lain

b)

Mempunyai kedekatan yang tidak biasa

c)

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan

d)

Mempunyai permasalahan dengan pekerjaan sebelumnya

8.

Berikut ini yang merupakan behavioural red flags yang sering terlihat pada pelaku fraud berdasarkan ACFE 2012 Report to the Nations, kecuali:

a)

Wheeler-dealer attitude

b)

Divorce/family problems

c)

Approval to take vacations

d)

Past legal problem

9.

Suatu teknik pendeteksian fraud melalui audit atas proses kegiatan yang mengarah pada gejala atau kemungkinan terjadinya fraud, yang mengarahkan auditor untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam, merupakan pendeteksian fraud menggunakan metode:

a)

Fraud Triangle Analytics

b)

Job Sensitivity Analysis

c)

Critical Point Auditing

d)

Fraud Findings

10.

Setelah pemeriksa berhasil mengenali red flags dalam pelaksanaan pemeriksaan, maka pemeriksa dapat melakukan pengujian lebih lanjut yang dibutuhkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemeriksa, kecuali:

a)

Tujuan audit yang hendak dibuktikan

b)

Hasil penelaahan informasi awal

c)

Pengaturan proses administrasi yang diperlukan untuk keperluan pemeriksaan

d)

Pendokumentasian red flags

11.

Fraud adalah suatu kejahatan (crime) yang berbeda dari kejahatan lainnya, yaitu sifatnya yang tersembunyi (hidden). Petunjuk awal kecurangan biasanya ditunjukkan oleh munculnya gejala-gejala (symptoms) yang menjadi red flags. Berikut merupakan red flags adanya fraud, kecuali:

a)

Tips and Compliance, Analytical Financial

b)

Accounting Anomalies , Analytical Anomalies

c)

Internal Control Weakness, Extravagant Lifestyle

d)

Unusual Behaviors, Tips and Complaint

12.

Salah satu metode yang dapat dilakukan pada job sensitivity analysis adalah Metode Pendekatan. Dalam metode ini pemeriksa harus mempelajari beberapa hal berikut sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi semua posisi pekerjaan dalam suatu instansi/organisasi yang rawan terhadap fraud, kecuali:

a)

Uraian tugas masing-masing pejabat

b)

Jumlah pegawai

c)

Manual akuntansi dan formulir-formulir terkait

d)

Pendelegasian wewenang

13.

Dalam pengujian lebih lanjut atas respon terhadap red flags yang terindikasi, pemeriksa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a)

Situation, Mission, Execution, Admission, Communication

b)

Situation, Mission, Execution, Administration, Communication

c)

Status, Mission, Execution, Admission, Communication

d)

Status, Mission, Execution, Administration, Communication

14.

Prosedur dan hubungan yang tidak biasanya atau sangat tidak realistis meliputi transaksi atau peristiwa yang terjadi pada tempat atau waktu yang tidak biasanya, merupakan jenis red flags:

a)

Accounting Anomalies

b)

Internal Control Weakness

c)

Analytical Anomalies

d)

Unusual Behaviors

15.

Lemahnya pemisahan tugas, lemahnya pengamanan fisik, dan lemahnya dokumen dan catatan-catatan akuntansi, merupakan red flags fraud jenis:

a)

Accounting Anomalies

b)

Internal Control Weakness

c)

Analytical Anomalies

d)

Unusual Behaviors

16.

Salah satu cara pendeteksian red flags adalah dengan menggunakan metode Job Sensitivity Analysis. Berikut ini merupakan metode pelaksanaan Job Sensitivity Analysis yang dapat dilakukan, kecuali:

a)

Pendekatan melalui identifikasi semua posisi pekerjaan dalam organisasi yang rawan fraud

b)

Analisa terhadap tingkatan pengendalian atau pengawasan rutin

c)

Pertimbangan atas karakter pribadi pegawai terkait

d)

Pengujian khusus atas kegiatan yang beresiko tinggi

17.

Salah satu behavioural red flags adalah Wheeler Dealer Attitude, contoh dari perilaku tersebut adalah

a)

Pandai meyakinkan orang lain

b)

Mempunyai kedekatan yang tidak biasa

c)

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan

d)

Mempunyai permasalahan dengan pekerjaan sebelumnya

18.

Berikut ini yang merupakan behavioural red flags yang sering terlihat pada pelaku fraud berdasarkan ACFE 2012 Report to the Nations, kecuali:

a)

Wheeler-dealer attitude

b)

Divorce/family problems

c)

Approval to take vacations

d)

Past legal problem

19.

Suatu teknik pendeteksian fraud melalui audit atas proses kegiatan yang mengarah pada gejala atau kemungkinan terjadinya fraud, yang mengarahkan auditor untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam, merupakan pendeteksian fraud menggunakan metode:

a)

Fraud Triangle Analytics

b)

Job Sensitivity Analysis

c)

Critical Point Auditing

d)

Fraud Findings

20.

Setelah pemeriksa berhasil mengenali red flags dalam pelaksanaan pemeriksaan, maka pemeriksa dapat melakukan pengujian lebih lanjut yang dibutuhkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemeriksa, kecuali:

a)

Tujuan audit yang hendak dibuktikan

b)

Hasil penelaahan informasi awal

c)

Pengaturan proses administrasi yang diperlukan untuk keperluan pemeriksaan

d)

Pendokumentasian red flags

21.

Metode yang biasanya digunakan untuk menghitung kerugian keuangan negara atas penerimaan yang tidak disetor (sebagian atau seluruhnya), pengeluaran atas pelaksanaan kegiatan fiktif, pengeluaran yang tidak didasarkan pada peraturan perundang-undangan, pengadaan barang/jasa yang tidak sesuai spesifikasi dan tidak dapat dimanfaatkan, dan sebagainya adalah:

a)

Metode Perbandingan Antara Nilai Kontrak Dengan Harga Pasar Atau Nilai Pembanding Tertentu

b)

Metode Kerugian Total

c)

Metode Biaya Produksi

d)

Metode Apple to Apple comparison

22.

Dalam hal pengelolaan pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah, yang bertugas untuk melakukan kompilasi laporan hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah adalah:

a)

Auditorat Utama Keuangan Negara

b)

Perwakilan BPK

c)

Ditama Binbangkum

d)

Ditama Revbang

23.

Yang bukan merupakan unsur-unsur perbuatan melawan hukum menurut pasal 1365 KUH Perdata:

a)

Adanya kesalahan dari pihak pelaku

b)

Adanya hubungan kausal antara pelaku dengan kerugian

c)

Adanya perbuatan yang melawan hukum

d)

Adanya kerugian yaitu bagi korban

24.

Berdasarkan ketentuan dalam Keputusan BPK Nomor 39/K/I-VIII.2/07/2007 yang menyatakan bahwa salah satu fungsi Auditama Keuangan Negara dan Perwakilan BPK adalah melaksanakan pemantauan penyelesaian ganti kerugian negara/daerah. Yang berperan sebagai reviewer pelaksanaan pemantauan penyelesaian kerugian negara adalah:

a)

Ditama Binbangkum

b)

Ditama Revbang

c)

Ditama Binbangkum dan Ditama Revbang

d)

Itama

25.

Berdasarkan ketentuan dalam Keputusan BPK Nomor 39/K/I-VIII.2/07/2007 yang menyatakan bahwa salah satu fungsi Auditama Keuangan Negara dan Perwakilan BPK adalah melaksanakan pemantauan penyelesaian ganti kerugian negara/daerah. Yang berperan selaku kompilator Laporan Hasil Pemantauan Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah adalah:

a)

Ditama Binbangkum

b)

Ditama Revbang

c)

Itama

d)

Ditama Revbang dan Itama

26.

Berikut ini yang bukan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam merancang program pemeriksaan pada tahapan eksekusi pemeriksaan investigatif adalah:

a)

Memperoleh pemahaman yang memadai atas kasus yang dibangun

b)

Menjawab tujuan pemeriksaan

c)

Memperoleh dan menganalisis bukti

d)

Mengidentifikasi alur komunikasi dengan penanggungjawab pemeriksaan

27.

Unsur kerugian keuangan negara menurut UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara , kecuali:

a)

kekurangan uang, surat berharga, dan barang

b)

jumlahnya nyata dan pasti

c)

sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.

d)

Kesalahan administrasi

28.

Teknik-teknik berikut yang digunakan pemeriksa dalam menghitung kerugian negara dapat menggunakan pertimbangan profesional dalam rangka mendapatkan bukti yang cukup, kompeten dan relevan, kecuali:

a)

Melakukan pemeriksaan fisik

b)

Meminta konfirmasi

c)

Memeriksa dokumen

d)

Pemberian Keterangan Ahli

29.

Terdapat beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam melakukan perhitungan kerugian negara. Dalam hal pelaksanaan perhitungan kerugian negara untuk kasus pengadaan barang yang bersifat unik dan sulit untuk menemukan barang sejenis sebagai pembanding, maka metode yang cocok digunakan adalah:

a)

Apple to apple comparasion

b)

Cost of production

c)

Total lost

d)

Perbandingan kontrak dengan harga pasar

30.

Salah satu tahapan dalam pemeriksaan investigasi adalah tahap eksekusi pemeriksaan. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang program pemeriksaan investigative, kecuali:

a)

Memperoleh pemahaman memadai atas kasus terkait

b)

Menjawab tujuan pemeriksaan

c)

Memperoleh dan menganalisis bukti

d)

Mengidentifikasi alur komunikasi dengan entitas pemeriksaan

31.

Tugas dan tanggung jawab Ditama Binbangkum dalam pengelolaan pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah antara lain:

a)

Bertanggung jawab atas akurasi, kebenaran, dan ketersediaan data pendukung pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah

b)

melakukan reviu atas pelaksanaan pemantauan penyelesaian kerugian negara/ daerah yang dilaksanakan oleh AKN/ Perwakilan

c)

melaporkan hasil reviu kepada Wakil Ketua BPK dengan tembusannya kepada Kaditama Binbangkum

d)

Melakukan project charter antar unit kerja terkait untuk meningkatkan kualitas pelaporan hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah dalam IHPS

32.

Yang dimaksud dengan paragraf eksposisi adalah paragraf yang:

a)

menunjukkan hubungan sebab akibat, menyatakan perbandingan, memerinci sesuatu atau memberikan contoh agar pembaca mampu melakukan sintesis atas kondisi yang ada

b)

memberikan sebab-akibat, bukti dan fakta yang memunculkan pendapat pemeriksa agar pembaca yakin terhadap isi laporan

c)

menunjukkan kronologis dan proses pemeriksaan yang bertujuan pembaca dapat mengikuti proses suatu permasalahan yang disajikan dalam kondisi

d)

paragraf yang kalimat utamanya ada di awal paragraph

33.

Dalam penulisan judul, manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan makna dari kata belum:

a)

Pernyataan tentang pengingkaran suatu tindakan yang dilakukan

b)

Tindakan tersebut masih dalam kondisi tidak dilakukan atau tidak mencapai target

c)

Suatu tindakan pada periode awal hingga periode tertentu

d)

Keadaan yang terjadi tidak mencukupi

34.

Paragraf dalam suatu laporan terdiri dari :

a)

Paragraf narasi, edukasi dan eksaminasi

b)

Paragraf deduktif, eksaminasi dan eksposisi

c)

Paragraf narasi, eksposisi dan argumentasi

d)

Paragraf argumentasi, deduktif dan edukasi

35.

Secara kebahasaan, judul laporan tidak diperkenankan

a)

Terlalu panjang dan detail

b)

Terlalu ringkas dan tidak jelas

c)

Mengandung kata dengan gradasi makna, seperti kata kurang atau belum

d)

Diawali dengan kata kerja

36.

Substansi dan kaidah serta ketentuan pelaporan yang secara umum harus dipenuhi oleh pada LHP untuk semua jenis pemeriksaan adalah

a)

Pemeriksa harus menyusun LHP secara tepat waktu, lengkap, akurat, obyektif, meyakinkan, jelas dan ringkas

b)

Jika pemeriksaan tidak dapat melaksanakan SPKN karena pembatasan lingkup yang material, hal tersebut tidak perlu diungkap

c)

Program pemeriksaan harus dimuat secara jelas di dalam LHP

d)

Khusus untuk pemeriksaan LK, kesimpulan dinyatakan dalam bentuk pernyataan kesesuaian dengan asersi manajemen

37.

Agar pengembangan kalimat menjadi efektif, hal-hal yang harus diperhatikan pemeriksa dalam menyusun LHP adalah

a)

selalu menggunakan kalimat aktif

b)

jika subyek yang melakukan suatu aktivitas tidak diketahui, gunakan kalimat aktif

c)

menyusun kalimat menggunakan format yang berbeda-beda

d)

menulis kalimat dengan lengkap dan jelas

38.

Aspek-aspek yang harus diperhatikan pemeriksa dalam mengungkap kondisi adalah

a)

ketidakkonsistenan antara judul dan kondisi

b)

ketidaksesuaian antara kondisi dengan kriteria

c)

subyek, obyek, aktivitas, waktu, dan tempat

d)

ketidaksesuaian antara kondisi dan akibat

39.

PDTT dimana simpulan pemeriksa berupa keyakinan positif merupakan PDTT yang bersifat:

a)

Reviu

b)

Eksaminasi

c)

Agreed upon procedures

d)

Interview

40.

Apakah yang dimaksud dengan paragraf eskposisi

a)

Paragraf yang menunjukkan kronologis dan proses pemeriksaan yang bertujuan pembaca dapat mengikuti proses suatu permasalahan yang disajikan dalam kondisi.

b)

Paragraf yang memberikan sebab-akibat, bukti dan fakta yang memunculkan pendapat pemeriksa agar pembaca yakin terhadap isi laporan.

c)

Paragraf yang menunjukkan hubungan sebab akibat, menyatakan perbandingan, memerinci sesuatu atau memberikan contoh agar pembaca mampu melakukan sintesis atas kondisi yang ada

d)

Paragraf yang menunjukkan kronologis dan proses pemeriksaan dan bukti dan fakta yang memunculkan pendapat pemeriksa agar pembaca yakin terhadap isi laporan

41.

Judul yang baik adalah judul yang ringkas dan jelas mewakili kondisi temuan. Berikut penulisan Judul Temuan Pemeriksaan yang baik, yaitu

a)

Terdapat Kekurangan Penerimaan yang Belum Disetorkan Sebesar Rp50.000.000,00

b)

Kekurangan Volume dan Denda Keterlambatan Pekerjaan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Kesehatan Belum Ditetapkan Sebesar Rp777.890.000,00

c)

Pemungutan Tidak dilakukan pada periode akhir Tahun sebesar Rp777.000.000,00

d)

Terdapat Belanja Pegawai yang Tidak Dicatat Sebesar Rp55.000.000,00

42.

Untuk mempersiapkan presentasi dengan matang, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, kecuali:

a)

Situation

b)

Purpose

c)

Auditory

d)

Material

43.

Yang bukan termasuk pedoman komunikasi kepemimpinan dalam memberikan instruksi, yaitu:

a)

Lakukan koreksi di depan umum

b)

Jadilah diri sendiri

c)

Mengoreksi pekerjaan siapkan fakta

d)

Lakukan koreksi dengan cara tatap muka

44.

Komunikasi pemeriksaan di mana ketua tim lebih banyak berkomunikasi dengan pihak internal tim terjadi pada saat:

a)

Perencanaan

b)

Pelaksaanaan

c)

Pelaporan

d)

Tindak lanjut

45.

Orang dengan karakteristik bila berkomentar kasar, sarkasme yang menggigit, atau pembelalakan mata pada waktu yang tepat, keahliannya adalah membuat lawan bicaranya terlihat bodoh, merupakan tipe orang yang berperilaku:

a)

Si Granat (exploders)

b)

Orang yang negatif (negativsts)

c)

Si Penembak Jitu (Sniper)

d)

Si Tank (Aggressive)

46.

Kegugupan ketika berhadapan dengan pejabat dari pihak entitas yang secara usia jauh lebih matang merupakan salah satu contoh bentuk ketakutan komunikasi pada jenis

a)

Ketakutan komunikasi bawaan/ Traitlike Communication Apprehension

b)

Ketakutan akan audien/audience Communication Apprehension

c)

Ketakutan terhadap situasi dan kondisi komunikasi/situation or state Communication Apprehension

d)

Ketakutan terhadap suasana komunikasi / Context Communication Apprehension

47.

Berbagai macam teknik dalam pengumpulan dan pengolahan data pada dasarnya bertujuan sama, yaitu memperoleh bukti yang mendukung temuan pemeriksaan. Yang tidak termasuk dalam teknik‐teknik pengumpulan data dalam pemeriksaan yaitu:

a)

Reviu

b)

Wawancara

c)

Simulasi dan Modelling

d)

Benchmarking

48.

24. Kelebihan/keunggulan:

(1) Dapat dibandingkan

(2) Transparan

(3) Dapat mengukur efisiensi ekonomi (ketika satu pilihan dapat meningkatkan efisiensi, pilihan tersebut harus diambil

Hal-hal tersebut di atas merupakan kelebihan/keunggulan dari teknis analisis data:

a)

Analisis Biaya dan Manfaat

b)

Model Logika Program

c)

Analisis Trend

d)

Simulasi dan Modelling

49.

Dalam teknik ini digambarkan bagaimana sebuah program berjalan, termasuk teori dan asumsi yang mendasari program tersebut. Teknik ini sangat membantu pemeriksa untuk memahami suatu program secara efisien dan banyak digunakan dalam pemeriksaan kinerja untuk memperoleh gambaran umum atas program yang akan diperiksa. Deskripsi tersebut sesuai untuk teknik analisis data:

a)

Analisis arus kerja dan arus komunikasi

b)

Model logika program

c)

Simulasi dan modelling

d)

Analisis konten

50.

Proses membandingkan metode, proses, prosedur, produk, dan jasa suatu organisasi terhadap organisasi dengan kategori kinerja yang sama merupakan teknik pengumpulan data yang disebut

a)

Reviu

b)

Observasi

c)

Benchmarking

d)

Focus Group Discussion

51.

Dari aseri-asersi berikut manakah yang tidak digunakan dalam pemeriksaan akun kas?

a)

Valuation

b)

Examination

c)

Allocation

d)

Presentation

52.

Dibawah ini yang bukan merupakan aspek yang mendorong penyempurnaan PMP pada tahun 2015 adalah:

a)

aspek pemenuhan kewenangan BPK

b)

aspek pelembagaan quality control dan pemerolehan quality assurance

c)

aspek keselarasan proses tindak lanjut dengan proses bisnis BPK lainnya

d)

aspek kesesuaian dengan kaidah praktik internasional

53.

Dibawah ini bukan merupakan peran Ketua Tim dalam tahapan perencanaan pemeriksaan adalah:

a)

Menyusun Laporan Hasil Perencanaan Pemeriksaan dan mengidentifikasi kebutuhan keahlian khusus dari Tenaga Ahli yang diperlukan dalam melaksanakan pemeriksaan;

b)

Mengevaluasi apakah prosedur yang dirancang oleh Tenaga Ahli akan memenuhi hasil yang diinginkan;

c)

Me‐review hasil pelaksanaan PKP yang dilaksanakan oleh Anggota Tim

d)

Me‐review konsep PKP yang dilaksanakan oleh Anggota Tim

54.

Kompetensi yang harus dimiliki oleh Ketua Tim dalam pelaksanaan pemeriksaan adalah, kecuali:

a)

Kemampuan teknis Risk Based Audit

b)

Kemampuan teknis tentang bukti audit

c)

Kemampuan teknis tentang komunikasi pemeriksaan

d)

Kemampuan teknis dalam pelaporan

55.

Apabila terdapat langkah P2 yang tidak dapat dilaksanakan atau perlu ditambahkan atau dimodifikasi, Ketua Tim dapat mengusulkan perubahan P2 kepada Pengendali Mutu melalui Pengendali Teknis. Dalam kondisi belum ada persetujuan, maka Ketua Tim

a)

Tidak dapat melaksanakan langkah sesuai dengan usulan perubahan P2, tanpa sepengetahuan Pengendali Mutu

b)

Tidak dapat melaksanakan langkah sesuai dengan usulan perubahan P2, tanpa sepengetahuan Penanggung Jawab

c)

Dapat melaksanakan sesuai dengan usulan perubahan P2, tetapi dengan sepengetahuan Pengendali Teknis

d)

Dapat melaksanakan sesuai dengan usulan perubahan P2, walau tanpa sepengetahuan Pengendali Teknis

56.

Berikut Kompetensi yang dibutuhkan ketua tim dalam tahapan pelaksanaan pemeriksaan, kecuali:

a)

Kemampuan teknis dalam mengkoordinasikan jalannya pemeriksaan di lapangan

b)

Kemampuan teknis tentang bukti audit serta pengumpulan dan analisis data informasi

c)

Kemampuan teknis komunikasi pemeriksaan

d)

Kemampuan teknis dalam pelaporan

57.

Prosedur analitis awal yang dilakukan dengan cara menguji ketepatan penjumlahan antar akun dan kecukupan pengungkapannya merupakan

a)

Teknik prediktif

b)

Analisa rasio

c)

Analisa data

d)

Analisa tren

58.

Yang bukan merupakan proses dalam tahapan pengelolaan kerugian negara/daerah yaitu:

a)

Proses penghitungan kerugian negara/daerah, termasuk Pemeriksaan Investigatif (PI) dan Pemberian Keterangan Ahli (PKA) (jika diperlukan)

b)

Proses penilaian dan/atau penetapan kerugian negara/daerah

c)

Proses pelaporan kerugian negara/daerah

d)

Proses pemberian pertimbangan atas penyelesaian kerugian negara/daerah

59.

Yang termasuk keunggulan dari teknik 5 Whys adalah:

a)

Membantu menentukan hubungan antara penyebab berbagai persoalan

b)

membantu menyederhanakan suatu proses yang sangat rumit dengan menyediakan detail dari setiap tahapan dalam proses tersebut

c)

mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah serta membangkitkan ide-ide untuk mengatasi permasalahan tersebut

d)

dapat digunakan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang memiliki efek terbesar pada sistem, dan membantu pengguna untuk memusatkan perhatian pada beberapa faktor penting dalam suatu proses

60.

Saat tidak ada kejelasan siapa yang menyuplai input ke dalam proses, alat bantu penyelesaian masalah yang tepat adalah:

a)

SIPOC

b)

FMEA

c)

Flowcharting of Process Flow

d)

Fishbone Diagram

61.

Hal yang perlu diingat saat menyusun diagram fishbone untuk industri barang komponennya adalah

a)

Man, money, procedures, material, method

b)

Man, money, method, market, material

c)

Money, method, market, people, policies

d)

Equipment, policies, procedures, people, method

62.

Metode yang dapat digunakan dalam pekerjaan audit, terutama audit kinerja untuk mempelajari proses bisnis entitas yang diperiksa, dan mengidentifikasi titik‐titik di mana kemungkinan terjadinya mis‐administrasi, adalah:

a)

Pareto

b)

Flowchart of Process Flow

c)

SIPOC

d)

FMEA

63.

Metode pemecahan masalah yang memperlihatkan bagaimana kuatnya hubungan antara variabel yang terlibat disebut

a)

Statistical Correlation

b)

Critical to Quality Matrix

c)

Fishbone Diagram

d)

5 Whys

64.

Yang merupakan variabel dalam metode penelitian adalah

a)

Variabel akibat (dependent)

b)

Variabel bebas (independent)

c)

Variabel yang mengganggu (intervening variable)

d)

Benar semua

65.

Berikut pernyataan terkait metode analisis pemecahan masalah yang benar, kecuali:

a)

FMEA bermanfaat dalam menganalisis permasalahan dan dampaknya untuk menentukan alternatif tindakan pemecahannya

b)

SIPOC bermanfaat untuk menganalisis sebab permasalahan (di Output‐Proses‐Input-suplier) yang mengakibatkan keluhan pengguna

c)

Lintasan kritis (Critical to Quality Matrix) adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara faktor-faktor penyebab masalah dan akibat yang ditimbulkan

d)

Diagram pareto digambarkan dengan serangkaian batangan yang mencerminkan frekuensi atau dampak dari masalah yang membantu pengguna untuk fokus pada faktor-faktor penting dalam suatu proses

66.

Berikut ini yang bukan merupakan manfaat RBA bagi pemeriksa, yaitu:

a)

Pemeriksa dapat menyusun dan melaksanakan prosedur audit lebih efektif dan efisien

b)

RBA dapat membantu pemeriksa dalam peningkatan proses manajemen, pengelolaan dan pengendalian risiko dalam rangka mencapai tujuan pemeriksaan

c)

RBA memberikan pendekatan audit sistematis dan unggul yang terfokus pada pengurangan risiko

d)

Membantu pemeriksa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik atas kegiatan operasi entitas yang diperiksa

67.

Yang bukan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko bawaan adalah:

a)

Integritas personel kunci

b)

Hubungan dengan pihak-pihak istimewa

c)

Hasil pemeriksaan sebelumnya

d)

Frekuensi penugasan pemeriksaan pada entitas sejenis lainnya

68.

Penetapan nilai materialitas dilakukan pada saat:

a)

tahap perencanaan pemeriksaan

b)

awal pelaksanaan pemeriksaan (revisi)

c)

akhir pelaksanaan pemeriksaan (evaluasi)

d)

semua benar

69.

Apabila diperoleh risiko deteksi yang rendah pada suatu akun, maka strategi pemeriksaan umum yang seharusnya dilaksanakan atas akun tersebut adalah:

a)

Menjadi fokus pemeriksaan

b)

Tidak menjadi fokus pemeriksaan

c)

Walaupun tidak menjadi fokus pemeriksaan, tetapi harus ada perhatian yang cukup

d)

Tidak ada jawaban yang benar

70.

Pengujian pemeriksaan dengan menggunakan prosedur pemeriksaan fisik (dilakukan pada tahap interim date), Prosedur analitis, Pengujian substantif atas transaksi dan saldo, dilaksanakan pada interim dan akhir tahun, dan Pengujian yang lebih terbatas atas akun atau transaksi, merupakan strategi pemeriksaan pada

a)

Tingkat Risiko Deteksi Tinggi

b)

Tingkat Risiko Bawaan Tinggi

c)

Tingkat Risiko Audit Tinggi

d)

Tingkat Risko Pengendalian Tinggi

71.

Metode yang memroyeksikan nilai estimasi dari sampel terhadap populasi dengan cara menghitung mean dari sampel kemudian diproyeksikan terhadap populasi (mean sampel dikalikan jumlah populasi N untuk menghasilkan estimasi total nilai rupiah populasi), termasuk kedalam metode

a)

Unstratified Mean Per Unit (MPU)

b)

Stratified MPU

c)

Difference Estimation

d)

Ratio Estimation

72.

Dasar penetapan materialitas yang dapat digunakan oleh pemeriksa untuk entitas nirlaba adalah:

a)

Total Aset atau total ekuitas

b)

Total penerimaan atau total belanja

c)

Total kewajiban atau total ekuitas

d)

Total nilai aset bersih atau total ekuitas

73.

Berikut ini antara lain Metode Uji Petik Variabel dalam pengujian substantif, kecuali:

a)

Mean Per Unit

b)

Ratio Estimation

c)

Monetary Unit Sampling (MUS)

d)

Fixed Sample Size

74.

Pada penugasan pemeriksaan berulang, maka risiko bawaan ditetapkan

a)

Lebih rendah

b)

Lebih tinggi

c)

Sama saja

d)

Sesuai harapan penugasan

75.

Pemeriksaan dengan tingkat DR yang tinggi, maka strategi pemeriksaan dilakukan dengan prosedur pemeriksaan berikut, kecuali

a)

Reviu Eksternal Dokumen

b)

Pemeriksaan fisik

c)

Prosedur analitis

d)

Pengujian substantif atas transaksi dan saldo

76.

Variabel yang menentukan ukuran sampel dalam Monetary Unit Sampling adalah

a)

Nilai buku saldo akun, TE, tolerable misstatement, AR, DR, dan IR

b)

Nilai buku saldo akun, TE, expected misstatement, AR, CR, dan IR

c)

Nilai buku saldo akun, EV, TE, AR, CR, dan IR

d)

Nilai buku saldo akun, TE, standar deviasi populasi, TM, dan AR

77.

Manakah pernyataan berikut yang tidak tepat terkait hubungan risiko audit dengan materialitas

a)

Materialitas tinggi maka jumlah bukti yang diperoleh sedikit

b)

Tingkat materialitas berbanding terbalik dengan banyak bukti/ukuran sample

c)

Jika Materialitas rendah maka risiko salah saji material semakin rendah juga

d)

Materialitas rendah maka sampling yang harus diambil sedikit

78.

Setelah menentukan dasar penetapan, pemeriksa harus mempertimbangkan tingkat yang akan digunakan dalam menghitung materialitas awal. Tingkat materialitas dapat ditetapkan sebagai berikut:

a)

0,5% sampai dengan 2,5% dari total penerimaan atau total belanja, untuk entitas nirlaba

b)

0,5% sampai dengan 5% dari total penerimaan atau total belanja, untuk entitas nirlaba

c)

1% dari ekuitas atau 0,5% sampai 1,5% dari total aktiva, untuk entitas yang berbasis aset

d)

0,5% dari ekuitas atau 1% sampai 2% dari total aktiva, untuk entitas yang berbasis aset

79.

Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi jika uji petik dalam pengujian substantive menggunakan Monetary Unit Sampling (MUS) adalah:

a)

Tingkat salah saji populasi adalah kecil dan jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000) serta nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan tidak lebih dari nilai buku.

b)

Data relatif homogen dan tingkat salah saji populasi adalah cukup besar.

c)

Tingkat salah saji populasi adalah besar dan jumlah populasi cukup besar (lebih dari 2000) serta nilai salah saji pada setiap deviasi yang ditemukan melebihi nilai buku.

d)

Data populasi heterogen dan jumlah populasi kecil.

80.

Hubungan materialitas dan risiko pemeriksaan serta banyaknya bukti yang harus diperoleh yang tepat adalah:

a)

Risiko salah saji material TINGGI, Materialitas RENDAH, bukti yang harus diperoleh SEDIKIT

b)

Risiko salah saji material TINGGI, Materialitas TINGGI, bukti yang harus diperoleh BANYAK

c)

Risiko salah saji material RENDAH, Materialitas RENDAH, bukti yang harus diperoleh BANYAK

d)

Risiko salah saji material MODERAT, Materialitas MODERAT, bukti yang harus diperoleh SEDANG

81.

Berikut asersi-asersi mengenai siklus transaksi dan kejadian selama periode laporan keuangan yang diperiksa, kecuali:

a)

Occurrence and completeness

b)

Posting and summary

c)

Accuracy and classification

d)

Financing and Acquisition

82.

Faktor-faktor yang membentuk lingkungan pengendalian, kecuali:

a)

Kebijakan sumber daya manusia dan penerapannya

b)

Komitmen terhadap kompetensi

c)

Mengelola perubahan yang berpengaruh pada entitas

d)

Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab

83.

Jika tingkat pengaruh kelemahan pengendalian terhadap salah saji dalam laporan keuangan adalah tidak material dan kemungkinan terjadinya kecil maka tingkat kelemahan pengendalian internal tersebut:

a)

Tidak Material

b)

Tidak Signifikan

c)

Tidak Berdampak

d)

Tidak ada yang benar

84.

Sistem Pengendalian Internal (SPI) adalah suatu proses integral yang didesain dan diimplementasikan oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap pencapaian tujuan entitas terkait dengan hal-hal sebagai berikut, kecuali:

a)

Penegakan integritas dan nilai etika

b)

Efektivitas dan Efisiensi Operasi

c)

Keandalan dari Laporan Keuangan

d)

Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan

85.

Manakah yang merupakan pendokumentasian hasil pemahaman SPI oleh pemeriksa :

a)

Narasi siklus transaksi

b)

Bagan alir (flowchart) siklus transaksi

c)

Kuesioner SPi

d)

Semuanya benar

86.

Pernyataan terkait uji petik dalam pengujian pengendalian berikut benar, kecuali:

a)

Pada uji petik nonstatistika pemeriksa tidak dapat mengkuantifikasi risiko uji petik dan proyeksi atas hasil terhadap populasi, sehingga seringkali disebut sebagai uji petik dengan pertimbangan (judgmental sampling).

b)

Pada uji petik statistika pemeriksa dapat mendesain sampel secara efisien, mengukur kecukupan bukti pemeriksaan yang diperoleh, dan mengevaluasi hasil sampel secara kuantitatif.

c)

Jika suatu entitas yang diperiksa secara keseluruhan SPI-nya efektif, metode uji petik secara statistika akan lebih tepat dan efisien.

d)

Dalam metode non statistika, risiko sampling tidak dapat diukur atau ditentukan

87.

Berikut adalah beberapa teknik yang digunakan dalam mengevaluasi implementasi SPI entitas, kecuali:

a)

Wawancara

b)

Menelaah Dokumen dan catatan

c)

Membuat kuesiones atas SPI

d)

Melakukan observasi dan walktrough atas siklus trans

88.

Dalam melakukan pengujian pengendalian, pemeriksa dapat memutuskan untuk menggunakan uji petik secara statistik atau nonstatistik berdasarkan pertimbangan biaya dan manfaat. Berikut merupakan metode uji petik secara statistik, kecuali:

a)

Fixed Sample Size

b)

Sequential (Stop or Go)

c)

Block sampling

d)

Discovery

89.

Hasil akhir dari tahapan pemahaman SPI adalah nilai awal Risiko Pengendalian (RP). Jika nilai awal RP diperoleh rendah (atau sedang) maka pemeriksa perlu memperoleh keyakinan efektivitas SPI dengan:

a)

menentukan sampel-sampel terpilih

b)

melakukan uji pengendalian (test of control)

c)

menetapkan tingkat keyakinan (confidence level)

d)

menyusun temuan sementara atas efektivitas SPI entitas

90.

Uji pengendalian dapat dilakukan setiap dua tahun sekali, apabila

a)

hasil uji pengendalian menyatakan bahwa tingkat Risiko Pengendalian (RP) adalah sedang

b)

hasil pengendalian atas risiko diperoleh dari hasil analisis Matriks Risiko Bisnis (MRB)

c)

hasil uji pengendalian menyatakan bahwa tingkat Risiko Pengendalian (RP) adalah tinggi

d)

suatu entitas secara keseluruhan sudah sangat bagus SPI-nya (low control risk) dan tidak ada perubahan atas SPI

91.

Dibawah ini karakteristik tim, kecuali:

a)

Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.

b)

Mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok

c)

Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok

d)

Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit

92.

Berikut adalah ciri kepemimpinan, kecuali

a)

Kemampuan untuk memahami bahwa manusia itu pada hakikatnya memiliki kekuatan motivasi dalam waktu yang bervariasi serta situasi yang bebeda-beda

b)

Kemampuan untuk menimbulkan semangat

c)

Kemampuan untuk mendelegasikan pekerjaan

d)

Kemampuan untuk berbuat dengan cara tertentu, sehingga menciptakan suatu suasana yang merangsang lahirnya suatu respon atau motivasi

93.

Orang-orang yang dipimpin mengikuti pemimpinnya karena apa yang telah pemimpin lakukan untuk mereka secara pribadi serta merupakan tingkat kepemimpinan yang mengubah hidup orang yang dipimpinnya, merupakan level kepempimpinan:

a)

Jabatan

b)

Hubungan/ Perkenanan

c)

Produktivitas/ hasil

d)

Reproduksi/ mengembangkan orang lain

94.

Pemimpin yang selalu meningkatkan penggunaan segala sumberdaya manusia yang ada, berusaha memberikan reaksi yang memberikan semangat dan daya kerja cepat dan semaksimal mungkin, serta selalu tampil sebagai pelopor dan pembawa perubahan, merupakan peranan dan fungsi pemimpin:

a)

Bersikap adil

b)

Memberikan sugesti

c)

Mendukung tercapainya tujuan

d)

Katalisator

95.

James A.R. Stoner dkk mendefinisikan kepemimpinan manajerial sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Berikut adalah implikasi kepemimpinan menurut James A.R. Stoner dkk, kecuali:

a)

Melibatkan orang lain

b)

Distribusi kekuasaan

c)

Bersikap adil

d)

Kepemimpinan adalah mengenal etika

96.

James A.R. Stoner dkk (p161, 1996) mendefinisikan kepemimpinan manajerial sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Berikut adalah implikasi penting dalam definisi tersebut, kecuali:

a)

Melibatkan orang lain

b)

Distribusi kekuasaan

c)

Kemampuan menggunakan orang lain untuk kepentingan organisasi

d)

Kepemimpinan adalah mengenal etika

97.

Kepemimpinan manajerial merupakan proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas anggota kelompok. Implikasi dalam definisi tersebut antara lain:

a)

Melibatkan orang lain

b)

Ditribusi Kekuasaan

c)

Kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi tingkah laku pengikut dengan berbagai cara

d)

Kepemimpinan adalah mengenal perilaku anggota kelompok

98.

Pemimpin yang berperan selalu meningkatkan penggunaan segala sumber daya manusia yang ada, berusaha memberikan reaksi yang memberikan semangat dan daya kerja cepat dan semaksimal mungkin, serta selalu tampil sebagai pelopor dan pembawa perubahan, merupakan fungsi pemimpin untuk:

a)

Mendukung tercapainya tujuan (supplying objectives)

b)

Menciptakan rasa aman (providing security)

c)

Bersikap menghargai (praising)

d)

Katalisator (catalysing)

99.

James A.R. Stoner dkk (p161, 1996) mendefinisikan kepemimpinan manajerial sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Berikut ini empat implikasi penting dalam definisi tersebut, kecuali:

a)

Melibatkan orang lain

b)

Kemampuan untuk menimbulkan semangat

c)

Distribusi kekuasaan

d)

Kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasan untuk mempengaruhi tingkah laku pengikut dengan berbagai cara

100.

Memproses data dengan bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis, dan melihat data apa adanya merupakan ciri kepribadian seseorang yang bersifat:

a)

Sensing

b)

Intuition

c)

Judging

d)

Perceiving