NEW
Font size
Worksheetsukom kep jiwa
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Seorang laki-laki usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose Diabetes Mellitus. Terlihat ada luka gangrene di kaki kiri dan sudah dilakukan amputasi kaki kiri sampai pergelangan kaki. Ketika dikaji, klien tampak menutupi kakinya dan klien mengatakan malu jika bertemu dengan orang lain dan mengatakan hidupnya sudah tidak seperti dulu lagi. Klien merupakan kepala sekolah di SMU terkemuka.
Apakah gangguan konsep diri pada kasus di atas?
Gangguan citra tubuh
Gangguan ideal diri
Gangguan Identitas diri
Gangguan peran
Gangguan harga diri
Seorang perempuan usia 25 tahun dirawat di RSJ. Dari pengkajian, klien tampak duduk dengan tatapan kosong di sudut tempat tidurnya, penampilan tidak rapi, bicara dan tersenyum sendiri, mulut komat kamit dan malas berinteraksi dengan orang lain.
Apa tindakan pertama perawat pada kasus di atas?
Identifikasi penyebab menarik diri
Latih berdandan
Bantu mengenal halusinasi
Bina hubungan saling percaya
Latih berinteraksi secara bertahap
Seorang laki-laki usia 30 tahun dirawat di RSJ dengan kondisi gelisah, selalu mondar mandir, afek labil, kadang suka marah tanpa sebab dan terlihat ketakutan. Ketika dikaji, klien mengatakan “saya mau sembunyi di sini saja, saya takut, ada yang mengejar-ngejar saya karena saya punya arsip rahasia untuk menghancurkan Indonesia”. Klien tidak menyadari jika sedang dirawat di RSJ
Klien sudah diajarkan cara mengontrol marah, waham, dan halusinasi
Apa evaluasi tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Klien tampak tenang
Tanda-tanda marah berkurang
Tanda-tanda halusinasi berkurang
Pasien menunjukan Berorientasi realita
Tanda-tanda kecemasan berkurang
Seorang laki-laki usia 35 tahun dirawat di RSJ dengan alasan masuk suka membanting dan memecahkan barang di rumah. Ketika dikaji, tatapan mata klien tajam, wajah tegang dan memerah, berbicara dengan nada keras, penampilan tidak rapi. Klien sudah dirawat 4 hari dan sudah mampu melakukan tarik nafas dalam dan memukul kasur/bantal.
Apa tindakan perawat selanjutnya?
Latih melakukan aktivitas
Latih mengungkapkan dengan benar
Latih cara spiritual
Latih berinteraksi dengan orang lain
Latih bercakap-cakap dengan orang lain
Seorang perempuan usia 23 tahun dirawat di RSJ. klien tampak menyendiri di kamarnya, rambut berketombe, jarang mandi, ketika diajak berkomunikasi kontak mata kurang, jawaban singkat dan kadang hanya mengangguk atau menggelengkan kepala. Menurut keluarga, klien batal menikah karena calon suaminya meninggal seminggu sebelum hari pernikahannya. Semenjak itu, klien selalu mengurung diri, tidak mau makan, mandi dan kadang ngomong sendiri.
Apa tujuan tindakan keperawatan pada kasus ?
Pasien mampu mengontrol halusinasinya
Pasien mampu menjaga kebersihannya
Pasien mampu berinteraksi dengan realita
Pasien mampu berorientasi pada realita
Pasien mampu menunjukkan peningkatan harga diri
Perawat melakukan home visit ke rumah remaja perempuan usia 18 tahun yang mengalami keputusasaan dan pernah mengalami percobaan bunuh diri. Ketika dikaji, klien mengatakan dirinya sudah tidak ada gunanya lagi hidup karena dirinya sudah tidak suci lagi, klien mengatakan buat apa hidup jika dirinya sudah hancur dan hina. Klien meminta agar perawat tidak menceritakan kondisinya kepada orang lain termasuk keluarganya karena klien tidak ingin merasa terbebani. Setelah perawat home visit, keluarga menanyakan kondisi klien pada perawat
Apa prinsip etik yang harus diperhatikan oleh perawat pada kasus di atas?
Justice
Otonomy
Veracity
Non maleficience
Confidentiality
Seorang laki-laki usia 30 tahun dirawat di RSJ dengan kondisi gelisah, selalu mondar mandir, afek labil, kadang suka marah tanpa sebab dan terlihat ketakutan. Ketika dikaji, klien mengatakan “saya mau sembunyi di sini saja, saya takut, ada yang mengejar-ngejar saya karena saya punya arsip rahasia untuk menghancurkan Indonesia”. Klien tidak menyadari jika sedang dirawat di RSJ
Apa tujuan tindakan keperawatan pada kasus di atas?
Pasien mampu mengontrol halusinasinya
Pasien mampu menjaga kebersihannya
Pasien mampu berinteraksi dengan lingkungan
Pasien mampu berorientasi pada realita
Pasien mampu menunjukkan peningkatan harga diri
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat karena sering keluyuran di malam hari, jarang mandi dan sering mengurung diri di kamar. Ketika dikaji, klien mengatakan “Saya takut jika di rumah malam hari karena selalu ada keranda mayat yang terbang dan mendengar suara yang mengatakan “Kamu akan mati” “. Klien sudah mampu mengenal dan menghardik halusinasinya
Apa tindakan perawat selanjutnya pada kasus di atas?
Latih cara spiritual
Latih melakukan aktivitas
Latih bercakap - cakap dengan orang lain
Latih berinteraksi dengan orang lain
Latih mengungkapkan dengan baik
Perawat melakukan home visit ke rumah remaja perempuan usia 18 tahun yang pulang dirawat dari RSJ. Ketika dikaji, klien mengatakan dirinya sudah tidak ada gunanya lagi hidup karena dirinya sudah tidak suci lagi, klien mengatakan buat apa hidup jika dirinya sudah hancur dan hina. Klien tampak murung, tatapan kosong, penampilan tidak rapi
Apa diagnose keperawatan pada kasus di atas?
Resiko bunuh diri
Isolasi social
Deficit perawatan diri
Halusinasi
Harga diri rendah
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat dengan diagnose gagal jantung. Klien tampak lemas, sesak, murung. Ketika dikaji klien mengatakan “Saya merasa anak saya tidak terurus selama saya sakit, saya bukan seorang ibu yang baik karena tidak bisa merawat anak dengan baik”. Menurut keluarga klien sudah 3 kali dirawat dengan penyakit yang sama. Setelah didianosa gagal jantung, aktivitas sehari hari klien berubah karena cepat merasa lelah.
Apa gangguan konsep diri yang terjadi pada kasus di atas?
Ideal diri
Citra tubuh
Peran
Ideal diri
Harga diri
Seorang klien dirawat di unit kesehatan sedang menjalani pengobatan untuk perilaku psikotik, klien ditempatkan di ruang terkunci dan dilakukan tindakan restrain untuk mencegah tindakan mencederai diri dan orang lain, klien berteriak, “Biarkan saya keluar. Tidak ada yg salah dengan saya. Saya tidak seharusnya berada disini”.
Apakah gangguan dari status mental yang ditunjukan oleh klien ?
Proses pikir
Isi pikir
persepsi
Insight
kemampuan penilaian
seorang laki - laki (38 tahun) dirawat di RS jiwa sudah 21 hari. Saat dikaji dihari ke 10 klien tidak mau berbicara dan tidak mempertahankan kontak mata saat interaksi. Namun setelah interaksi 8 kali interaksi dengan perawat. klien sudah mulai berbicara walaupun masih belum bisa mempertahankan kontak mata.
Apakah jenis (TAK) yang dapat diberikan pada klien tersebut?
TAK sosialisasi
TAK orientasi realita
TAK stimulasi sensori
TAK stimulasi persepsi
TAK peningkatan harga diri
Seorang perempuan (25 tahun) dibawa keluarganya ke UGD RSJ dengan alasan sejak dicerai oleh suaminya klien sering berteriak, memukul dirinya sendiri dan mengamuk. Saat dilakukan pengkajian mata klien melotot dan pandangannya tajam, nada suara tinggi, tangan sering mengepal, tampak tegang saat bercerita dan pembicaraan klien kasar. Klien tampak berantakan. Pengukuran tanda-tanda vital dalam batas normal.
Apakah tujuan dari rencana tindakan pada masalah utama di atas?
Klien dapat membina hub saling percaya
KLien dapat mengidentifikkasi akibat perilaku kekerasan
Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan
Klien dapat menyebutkan cara mengontrol perilaku kekerasan
Klien dapat mempraktekan cara mengontrol perilaku kekerasan
Seorang perempuan berusia 34 tahun, dirawat Rumah Sakit Jiwa karena marah dan berteriak-teriak. Ketika ditanya, klien mengatakan bahwa dirinya adalah putri raja sehingga orang tidak boleh sembarangan bicara dengannya. Tiga tahun lalu, klien pernah dirawat dengan keluhan yang sama.
Apakah tujuan asuhan keperawatan pada kasus di atas?
Klien mampu bersosialisasi.
Klien mampu berorientasi sesuai realita
Klien mampu mengendalikan emosinya.
Klien mampu menilai aspek positif dan negatif dirinya
Klien mampu mengidentifikasi bahaya di sekitar dirinya.
Seorang laki – laki berusia 30 thn, saat dikaji klien tampak melamun dan tertawa sendiri, menyendiri, berdiam diri di tempat tidur dan selalu memisahkan diri dari orang lain, mengatakan bahwa ia merasa tidak enak bergaul dengan pasien lain. Perawat sudah melatih cara berkenalan dengan satu orang.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien?
Melatih kemampuan Positif
Ajarkan cara berkenalan
mempraktekan cara berkenalan
Mengali Keunntungan Berkenalan
Menggali kemampuan positif
Seorang laki - laki usia 20 thn sudah dua minggu dirawat di RSJ, hasil pengkajian di dapatkan data pasien mengatakan dirumah suka marah-marah apabila keinginannya tidak dikabulkan. Saat marah pasien suka membanting piring dan memecahkan kaca. Perawat sudah melatih cara fisik 1 dan klien sudah mampu melakukan dengan baik.
Apakah intervensi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Melatih secara spiritual
Melatih nafas dalam
Melatih secara verbal
Melatih menyakurkan energi
Melatih penyelesaian masalah
Seorang perempuan berusia 35 tthn di rawat di RSJ. Saat didekati olah perawat pasien menghindar, jika diajak komunikasi selalu diam, expresi terlihat murung, selalu memisahkan diri dari tema-teman satu kamar. Perawat menganjurkan untuk saling mengenal sesama teman.
Bagaimanakah kalimat yang tepat untuk mengajarkan pasien tersebut ?
Selamat pagi bu, perkenalkan nama saya F, saya dari bandung, nama ibu siapa?
Kenalan ya bu, nama saya F kamu siapa?
Selamat pagi bu, nama kamu siapa?
Kayaknya belum kenalan sama saya, kenalan dulu yu?
Selamat pagi bu, nama saya F, saya dari semarang?
Seorang perempuan berusia 34 tahun dirawat di RSJ. Saat dikaji, pasien mengatakan bahwa malam hari dia sering melihat bayangan suaminya dan perempuan lain di dinding, ibu pasien menambahkan bahwa pasien sering marah-marah tanpa sebab dan berteriak.
Apakah intervensi yang tepat bagi pasien?
Melatih pasien mengontrol halusinasi
Memberikan dukungan pada pasien
Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien
Menyarankan pasien akif mengikuti TAK
Mengajak pasien untuk berkenalan dengan pasien lain
Pasien laki-laki usia 50 thn, hasil pengkajian di dapatkan pasien sering tersenyum dan tertawa sendiri, kadang menggerak-gerakan bibirnya. Pasien mengatakan sering melihat bayangan hitam yang munculnya setiap sore, pasien merasakannya setiap akan datang bayangan hitam itu. Pasien belum tahu apa yang dialaminya
Apakah tindakan selanjutnya yang harus diberikan perawat?
Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan menghardik
Bantu pasien mengenal halusinasinya
Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
Mengajarkan membuat jadwal kegiatan
Mengajarkan napas dalam
Pasien laki-laki usia 50 tahun, pada saat berbincang dengan perawat didapatkan pasien selalu mengkeritik dirinya, mengatakan tidak bisa apa-apa dan selalu merasa bersalah tidak bisa memberikan yang terbaik pada keluarganya.
Apakah diagnosa yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Harga diri rendah
Resiko perilaku kekerasan
Defisit perawatan diri
Isolasi sosial
Perlaku kekerasan
Seorang laki - laki (31 tahun), setiap ditanya perawat selalu menyangkal masalah yang dirasakan nya, menekan masalah yg dialaminya kealam bawah sadar. Pasien mengatakan tidak ada massalah apa-apa. Sementara berdasarkan keterangan keluarga, pasien menunjukan perubahan prilaku setelah diberhentikan dari pekerjaan nya.
Apa mekanisme pertahanan ego yang tepat yang ditunjukan pasien?
Represi
Supresi
Regresi
Sublimasi
Reaksi formasi
Seorang laki – laki (30 th) masuk RS Jiwa, saat dikaji didapatkan data : klien mengatakan : ”saya sangat tidak berguna dan terbuang suster, saya sangat malu,....rasanya saya lebih baik tidak dilahirkan saja...”. Dari keterangan keluarga hal tersebut terjadi sejak 1 tahun yang lalu setelah klien ditinggalkan istrinya menikah lagi dengan orang lain. Dari data observasi : klien kurang mempertahankan kontak mata, wajah sedih saat bercerita.
Apakah tindakan keperawatan yang dapat dilakukan pada sdr. K?
Bina Hubungan Saling percaya
Kaji penyebab merasa malu
Identifikasi kemampuan positif
Identifikasi keuntungan punya teman
Identifikasi perilaku negatif yang ditunjukan
Seorang laki - laki (25 th) di rawat di RS mengatakan sering marah bila teman sekamarnya mengganggu dan mengambil barangnya dengan berkata ”bangsaat! kurang ajar !! jangan ambil barang saya !!” namun tidak menunjukkan perilaku yang melukai orang lain.
Perilaku apakah yg ditunjukkan pasien tersebut berdasarkan rentang respon marah?
Amuk
Mania
Agresif
Violent
Frustasi
Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke poliklinik RS Jiwa Pontianak mempunyai keluhan merasa tidak percaya diri dan malu dengan keluarganya dirumah dan teman-temannya di sekolahan karena dirinya ketahuan melakukan aborsi akibat hamil di luar nikah. Pada saat dikaji wanita tersebut tidak ada kontak mata, lebih banyak diam dan menundukkan kepala.
Apakah masalah psikososial yang tepat pada kasus di atas ?
Kehilangan/berduka
keputusasaan
Ketidakberdayaan
Gangguan citra tubuh
Harga diri rendah situasional
Wanita 25 tahun pasien ruang merpati RS Jiwa mengeluh dirinya malu dengan penampilan fisiknya yang kurus dan hitam. Keadaan ini sering menjadi bahan ejekan teman - temannya pada saat disekolah. Hal tersebut yang membuat dirinya tidak mau bergaul dengan orang lain.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus di atas ?
Harga diri rendah kronis
Gangguan peran diri
Gangguan identitas
Gangguan citra tubuh
Harga diri rendah situasional
Seorang laki-laki berusia 27 tahun masuk ke RS. H dengan alasan utama berusaha mencederai dirinya dengan memotong nadinya sendiri, tidak berinteraksi, melamun, tatapan mata kosong, afek datar, mengatakan bahwa dirinya tidak berharga
Apakah data focus yang perlu dikaji pada pasien tersebut ?
Konsep diri
Hubungan sosial
Riwayat aniaya
Pengalaman yang tidak menyenangkan
persepsi
seorang laki - laki berusia 28 tahun dirawat di RS Jiwa dengan, tatapan mata tajam, suara keras. Perawat melatih cara mengontrol perilaku kekerasan secara fisik.
Apakah tujuan tindakan keperawatan pasien ?
Klien mendapat perlindungan dari lingkungan
Klien tetap mengontrol perilakunya
Klien dapat mengungkapkan perasaannya
Klien dapat meningkatkan harga dirinya
Klien dapat menggunakan cara penyelesaian masalah yang baik
Seorang perermpuan berusia 30 tahun di rawat di RS Jiwa dengan Isolasi Sosial, terlihat menyendiri di kamar, selalu menyalahkan diri sendiri, dan tidak mau beraktivitas. Pasien dapat menyapu kamarnya, mengepel dan mengelap meja harus dengan motivasi yang kuat.
Apakah data focus pengkajian pada klien ?
Riwayat aniaya
Pengalaman yang tidak menyenangkan
Konsep diri
Hubungan sosial
Persepsi
Seorang wanita 35 tahun mengalami harga diri rendah kronis, pada saat dikaji penampilan kotor, pasien menggelengkan kepala saat ditanya sudah mandi atau belum, rambut kotor dan acak – acakan, badan bau, kuku kotor, dan tercium bau pesing di kamar mandi.
Apakah intervensi yang tepat pada kasus ?
Menjelaskan penyingnya menjaga kebersihan diri
Menjelaskan alat – alat untuk menjaga kebersihan diri
Menjelaskan cara – cara melakukan kebersihan diri
Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri
Melatih pasien berdandan dan berhias
Seorang perempuan mengalami Schizoprhenia tipe depresive, dan di bawa oleh keluarganya ke IGD RSJ karena berusaha untuk menyakiti dirinya sendiri dengan meminum obat tidur. Pada saat dikaji pasien mengatakan "ingin mati saja,kenapa suster nga membiarkan saya mati"
Apakah respon perawat yang tepat diberikan pada pasien ?
"bu, perasaan ini hanya sementara ibu pasti bisa melewatinya"?
"bu, saya tidak menegrti apa tujuan hidup ibu"?
"bu, benarkah perasaan mati itu ada"?
"Boleh bu, saya yakin kita semua akan mati kan"?
"Benarkah masalah ibu akan selesai bila mati sekarang ?"
Seorang perempuan berusia 72 tahun datang ke RSJ diantar oleh adiknya, ketika dianamnesis pasien mengatakan dia sering melihat bayangan ayahnya yang bergerak-gerak di dinding,pasien merasa kestakutan setiap kali melihat bayangan tersebut, adik pasien menambahkan bahwa pasien sering berbicara sendiri saat menghadap dinding.
Apakah intervensi yang tepat untuk klien ?
Melatih pasienmengontrol halusinasi
Memberikan dukungan pada pasien
Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien
Menyarankan pasien aktif mengikuti TAK
Mengajak pasien untuk berkenalan dengan pasien lain.
Saat perawat melakukan pengkajian pada klien di dapatkan hasil "pasien mengatakan dirinya cucu nabi muhammad, klien selalu memakai pakaian putih seperti jubah pasien juga mengatakan kadang-kadang ia mendengar suara anaknya 1 bulan yang lalu" dan melalui suara anaknya tersebut klien mendapatkan wahyu.
Manakah diagnosa utama dalam kasus tersebut?
Waham kebesaran
Waham nihilistik
waham curiga
Waham agama
Waham somatic
Seorang pemuda umur 25 tahun, SMRS sering mengamuk, memecahkan kaca memukul orang lain, dan sering menyakiti diri sendiri dengan memukul tembok sampai tangannya berdarah.
Diagnosa apa yang tepat ?
Halusinasi : Penglihatan
Resiko perilaku kekerasan
Harga diri rendah
Waham agama
Perilaku kekerasan
Seorang laki - laki berumur 28 tahun masuk RSJ cisarua saat dilakukan pengkajian "klien mengatakan melakukan sebuah kesalahan yang besar dan dia pantas untuk menerima ganjaran dari apa yang dilakukan, klien menyalahkan diri sendiri, merasa dirinya kotor".
Diagnosa apa yang tepat pada klien?
Harga diri rendah
Waham nihilistik
Waham somatik
Isolasi sosial
Resiko bunuh diri
Seorang perempuan (20 th) masuk IGD RSUD,tidak sadarkan diri karena meminum baygon dirumahnya dan telah mendapatkan perawatan intensif. Pada saat dikaji orang tua mengatakan bahwa sebelumnya anaknya pernah mengatakan ”lebih baik aku mati saja....daripada membuat malu orang tua...”dan orang tuanya pernah mendapatkan pisau dibawah bantal anaknya.
Perilaku apakah yang ditunjukkan oleh pasien?
Ide bunuh diri
Isyarat bunuh diri
Ancaman bunuh diri
Percobaan bunuh diri
Tanda-tanda bunuh diri
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di RS Jiwa karena marah-marah tanpa sebab yang jelas. Pada saat pengkajian pasien mengatakan “Saya tahu, semua orang akan meracuni saya,”
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
Gangguan proses pikir: waham agama
Gangguan proses pikir waham curiga
Gangguan proses pikir: waham somatik
Gangguan proses pikir: waham nihilistik
Gangguan proses pikir: waham kebesaran
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke poliklinik jiwa dengan keluhan utama mendengar suara. Pasien merasa ketakutan dan tampak gelisah. Pasien mengatakan kakeknya yang selalu berteriak memanggil namanya. Dua tahun lalu, klien pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan keluhan yang sama.
Apakah masalah keperawatan yang terjadi pada klien tersebut ?
Waham
Halusinasi
Harga Diri Rendah
Resiko Bunuh Diri
Perilaku Kekerasan
Perempuan berusia 30 tahun, datang ke Puskesmas, mengeluh perut terasa kembung, kadang mual, dan perih. Keluhan dirasakan sejak sebulan yang lalu. Obat yang dibelinya di warung, tidak banyak membantu. Hasil anamnese didapat bahwabahwa klien mengalami gangguan makan dan tidur ketika merasa ada masalah.
Apakah kondisi yang dialami pada kasus di atas?
Stres
Depresi.
Psikosa
Psikososial
Psikosomatik
Seorang laki-laki 31 tahun tampak berdiam diri di pojok, tidak mau bergaul, menyendiri, tidak mau beraktifitas, tidak mau makan. Dokter memutuskan untuk memberikan tindakan ECT (Electro Convulsi Therapy) pada pasien kemudian keluarga diberi informasi singkat oleh dokter. Setelah itu perawat memberikan selembar pernyataan dan memberitahukan keluarga pasien untuk menandatanangani formulir tersebut.
Apakah prinsip etik sesuai kasus?
Justice
Videlity
Veracity
Autonomy
Beneficienc
Seorang perempuan yaitu Ny.S berusia 28 tahun dirawat di RSJ Sukasenang. Berdasarkan informasi dari keluarga, Ny S dibawa ke RSJ karena Ny S bertengkar dan berkelahi dengan tetangga rumahnya. Saat dilakukan pengkajian di RSJ, muka pasien tampak merah dan tegang, wajah memerah dan tegang, berbicara kasar dan suara tinggi, serta pasien sering jalan mondar mandir. Apakah masalah pada kasus di atas?
Halusinasi
Defisit Perawatan Diri
Harga diri
Perilaku kekerasan
Ansietas
