wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Cerpen 2

Total questions: 31

Worksheet time: 1hrs 2mins

Name
Class
Date
1.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

2.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat yang terdapat pada cerpen tersebut adalah ...

a)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

b)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

c)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

d)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

3.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.

Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….

a)

Tingkah laku tokoh kamu

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh kamu

d)

Dialog tokoh aku

4.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois

5.

Bacalah teks berikut ini!

. . .

“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”

“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”

Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”

“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.

Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…

a)

Orientasi

b)

Resolusi

c)

Komplikasi

d)

Koda

6.

Sebuah penyajian permasalahan dalam sebuah cerita hingga sampai puncak masalah disebut ...

a.

b.

c.

d.

a)

komplikasi

b)

resolusi

c)

rangkaian peristiwa

d)

Orientasi

7.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.

“ Bapak, bangun, Pak.”

“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”

Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.

Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas . . . .

a)

Metafora

b)

Personifikasi

c)

Metonimia

d)

Hiperbola

8.

Perhatikan kutipan teks cerita berikut!

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu itu hanyalah bayangannya. Tapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tapi sungai. Ketika dia selamat sampai di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang dibawanya malah hilang. Dia pun akhirnya menyesali apa yang baru saja terjadi lalu menyadari betapa bodohnya dirinya.

Seekor anjing yang mendapatkan tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke tempatnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya yang terpantul dari air bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa tulang yang lebih besar dari miliknya.

Tema yang terkandung dalam teks tersebut adalah ....

A.

B.

C.

D.

a)

Terburu-buru

b)

Berpikir itu penting

c)

Bayangan membawa penyesalan

d)

keserakahan

9.

Bacalah kutipan cerpen di bawah ini!

O, alangkah girangnya Marni mendapatkan sandal baru untuk berlebaran. Sandal kecil bekas pakai. Barang itu lalu dibungkus dan diserahkan kepada Marni. Lihatlah betapa gembiranya gadis cilik itu. dipeluknya bungkusan dengan erat, seakan takut barang itu lepas daripadanya.

Diciumnya dan ditimang-timangnya. Senandung kecil terdengar dari mulutnya yang mungil.....

Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerpen di atas adalah

a)

duka cita

b)

riang gembira

c)

sedih

d)

pilu

10.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Lampu-lampu mulai dinyalakan. Mereka larut dalam tawa dan obrolan yang tak jelas arahnya. Aku memandangnya dari balik meja yang penuh makanan dan minuman. Aku mencoba ingin ditatap mereka dengan menumpahkan segelas minuman, tapi tak ada yang mengalihkan perhatian padaku, semua sibuk dengan kegembiraan ini. Keputusan untuk ke luar dan mengamati keceriaan anak-anak berkejaran di halaman ternyata keputusan yang tepat.


Latar waktu dan tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ...

a)

malam hari, di halaman rumah

b)

malam hari di ruang pesta

c)

sore hari di dalam rumah

d)

sore hari di ruang makan

11.

Pahami dengan baik kutipan berikut!

Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.

Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...

a)

Orang ketiga

b)

Orang ketiga pengamat

c)

Orang pertama pelaku utama

d)

Orang pertama bukan pelaku utama

12.

Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!

Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makanan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Marahlah hatinya, karena tidak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang kasar. "Dasar anak keturunan ikan!" Seketika itu juga, isteri dan anaknya hilang dengan gaib. Ia menyesal atas perbuatanya. Karena ucapannya tersebut, ia telah melanggar janji pada isterinya.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...

a)

Karena nila setitik akan rusak susu sebelanga.

b)

Jangan mudah marah agar tidak menyesal.

c)

Selesaikan segala persoalan dengan bermusyawarah.

d)

Biasakan hidup sederhana jangan foya-foya.

13.

Bacalah dengan saksama!

Di Kantor Pos

Oleh: Muhammad Ali

“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”

“Mana bisa keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.

“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”

“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”

“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”

“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”

“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”

“Nona!” sela si pegawai cepat.

Kutipan cerpen tersebut bertema ….

a)

Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.

b)

Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang.

c)

Kejujuran seseorang dalam hidup.

d)

Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos.

14.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat!

“Wah, kau sudah punya anak gadis sekarang, ya,” kata om Ical pada ibu sambil menepuk-nepuk pundakku. “Sayang, Ita sudah kuliah, sedangkan anak saya yang laki-laki baru kelas 3 SMP. Kalau sepantaran, kita kan bisa besanan!” Lanju om Kal sambil mengunyah dan menghabiskan bakpia di meja dengan lahapnya.

Ibu hanya tersenyum. Untung saja, pikirku. Kalau ayahnya seperti ini, sudah bisa kubayangkan seperti apa anaknya.

Makna bagian terakhir dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Penolakan tokoh aku karena anak dari seorang ayah itu banyak bicara.

b)

Penolakan tokoh aku karena membayangkan anak dari seorang ayah itu rakus.

c)

Tokoh aku membayangkan bahwa anak dari seorang ayah itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.

d)

Tokoh aku menolak karena ayahnya rakus.

15.

Cermati dengan baik kutipan cerpen berikut!

Sejak dahulu Andy memang jahat. Ia memaksa Aston menyerahkan kunci mobil kantor pada suatu malam untuk dipakai gila-gilaan. Esoknya, Aston kena marah sebab mobil itu ditemukan menabrak orang sampai mati. Karena mobil kantor, majikan Aston kena getahnya. Aston juga mendapat peringatan keras. Sejak itu Aston sama sekali tidak berani memberikan kunci kepada Andy. Andy marah, lalu berusaha memfitnah Aston.

Andy dalam penggalan novel tersebut berwatak . . .

a)

Sosial

b)

Bijaksana

c)

Ceroboh

d)

Bandel

16.

Cermati dengan baik kutipan cerpen berikut!

Sejak dahulu Andy memang jahat. Ia memaksa Aston menyerahkan kunci mobil kantor pada suatu malam untuk dipakai gila-gilaan. Esoknya, Aston kena marah sebab mobil itu ditemukan menabrak orang sampai mati. Karena mobil kantor, majikan Aston kena getahnya. Aston juga mendapat peringatan keras. Sejak itu Aston sama sekali tidak berani memberikan kunci kepada Andy. Andy marah, lalu berusaha memfitnah Aston.

Andy dalam penggalan novel tersebut berwatak . . .

a)

Sosial

b)

Bijaksana

c)

Ceroboh

d)

Bandel

17.

Pak Bima selalu mengawali pagi dengan minum kapal api

Kalimat tersebut bermajas

a)

metonimia

b)

personifikasi

c)

metafora

d)

alegori

18.

Bulan pun tersipu malu untuk menampakkan kecantikannya.

Kalimat di atas merupakan majas …

a)

perumpamaan

b)

personifikasi

c)

metafora

d)

metonimia

19.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. Di rumah lima jari mendarat di pipiku. Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”

“Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.

“Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”

Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Jangan mencuri karena tidak baik!

b)

Sebaiknya diam jika dinasihati orang tua!

c)

Jika dimarahi ayah haruslah menangis!

d)

Jangan membuat kesal orang tua!

20.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus pada ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus pada pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” jawab Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” jawab Fikri. “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” jawab Rio dengan terbata-bata.

Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu dan menahan malu.


“Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Amanat yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Kita harus jujur dalam bersikap!

b)

Saat belajar harus konsentrasi!

c)

Kita harus berbagi dengan sesama!

d)

Meminjam milik orang lain harus permisi!

21.

3. Bacalah kutipan anak berikut!

"Orangtua Ari ingin Ari pindah ke Kota Malang untuk melanjutkan SMP di sana. Memang orangtuanya tinggal di Malang, sedangkan di sini Ari tinggal bersama neneknya."


Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi. "Oh, Lasmi, berpisah dengan teman-teman sekolah itu biasa. Kan, tidak selamanya kalian dalam satu sekolah, lama kelamaan kau akan melupakan Ari juga."


"Ah, tidak bisa, Bu. Ibu tahu selama ini Ari sudah seperti saudara sendiri," kata Lasmi terbata-bata.


Konflik pada kutipan cerita tersebut adalah ...

a)

Lasmi sangat kesal karena ibu mengizinkan Ari pindah ke Malang.

b)

Lasmi ingin ikut pindah ke Malang jika Ari melanjutkan SMP di sana.

c)

Lasmi tidak dapat menerima atas kepindahan Ari ke Malang.

d)

Lasmi menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa.

22.

Bacalah kutipan cerita berikut!

“Maaf Bu!” pintaku santun pada Bu Laras. “Saya mengantuk, Bu”.

“Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka kalau kau mengantuk, Sab!”

Serentak seisi kelas menertawakanku dan membuatku malu serta kesal pada diriku sendiri. leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku.

“Sudah-sudah! Anak-anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk.” Nasihat Bu Laras dengan lembut dan tenang.

Konflik kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Permintaan Sab kepada Bu Laras.

b)

Bu Laras mempersilakan Sab mencuci muka.

c)

Sab kesal ditertawakan seisi kelas.

d)

Bu Laras menghibur Sab yang kesal.

23.

Bacala kutipan teks cerita berikut!

Kalau tidak, tentu telah berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. Dua hari yang lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yang sudah tidak muat lagi mereka kenakan. Aku yang menyisihkan pakaian-pakaian tua milikku, begitu juga milik istriku. Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yang dia terima. Kami sebenarnya bukanlah orang yang mampu. Tapi kebiasaan seperti itu telah ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Konflik yang dialami oleh tokoh dalam kutipan cerita tersebut adalah ...

a)

Aku kehilangan pekerjaan.

b)

Tukang kebun yang kehilangan pekerjaan.

c)

Tukang kebun tidak mendapatkan bantuan.

d)

Aku tidak mampu bayar upah tukang kebun

24.

Malin Kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang, ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.


Sudut pandang pengarang pada cuplikan cerita tersebut adalah...

a)

Orang ketiga di dalam cerita

b)

Orang ketiga di luar cerita

c)

Orang pertama pelaku utama

d)

Orang pertama pelaku sampingan

25.

Pemandangan kamar Yuli cukup indah. Hiasan dinding dan poster-poster dipasang menarik. Tempat tidur selalu dibersihkan dan tertata rapi. Di samping tempat tidur, terdapat meja belajar yang diberi hiasan keramik. Setiap pagi pintu kamar selalu dibuka sehingga udara segar masuk ke kamar, membuat suasana kamar sejuk.

Sudut pandang pengarang cuplikan cerita tersebut adalah...

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga sebagai pengamat

d)

Orang ketiga serba tahu.

26.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang. Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)

Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah …

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


“Ya,” kata Grela, “Orang Gipsy bagian dari sejarah.” Dalam pandangan ayahnya yang untuk sesaat semakin kelam, Grela memalingkan mukanya dan memandang keluar jendela. Gelap semakin menjadi semakin pekat. Ada kesepakatan untuk tidak boleh membicarakan hal-hal yang hilang: sejarah yang mengalir dalam darah, sungai, tanah subur di tepi sungai, rumput, daun-daun birke yang gugur. Orang tidak juga berbicara tentang pengetahuan …


Perasaan Grela yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ….

a)

sedih dan tertekan

b)

pasrah dan penuh harapan

c)

putus asa dan dendam

d)

cemas dan dendam

28.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)


Tema penggalan cerpen tersbut adalah …..

a)

sesuatu yang jauh tidak akan ada pernah dekat

b)

pasang surut nasib orang

c)

nasib harus diperjuangkan

d)

kita harus menerima kenyataan hidup

29.

Cermati kutipan teks cerpen Berikut!


Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran.

Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007


Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ….

a)

abstrak

b)

orientasi

c)

komplikasi

d)

resolusi

30.

Joni masih memakai pakaian kerjanya tadi siang. Ia mempersialakan orang-orang itu untuk mengganyang makanan dan kopi. Lalu ia menjelaskan maksudnya. Tatang mondar-mandir saja sehingga Joni terpaksa membentaknya. Ia kemudian menggabungkan diri dengan orang banyak meskipun kelihatan terpaksa sekali.

(Putu Wijaya, Pabrik)

Amanat yang dapat dipetik dari penggalan novel tersebut adalah . . .

a)

Kita harus ramah terhadap semua orang.

b)

Kita harus rajin bekerja siang dan malam.

c)

Kita harus berani bertindak terhadap orang yang suka mengganggu.

d)

Kita harus dapat bergabung dengan semua orang.

31.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Nina pun segera keluar kelas. Tangga demi tangga ia telusuri, hinga akhirnya ia sampai di ruang parkir. Sesampainya di tempat itu, Nina benar-benar kaget karena sepedanya tidak ada.

“Aduuuh, sepedaku mana?”

Latar tempat kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

di ruang kelas

b)

di kantin Sekolah

c)

di tempat parkir

d)

di halaman sekolah