wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Askeb Persalinan dan BBL

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

. Seorang perempuan umur 27 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke BPM dengan keluhan mules yang sering disertai keluar lendir darah dar jalan lahir. Hasil pemeriksaan TD : 120/80 mmHg, N 92 x/menit, S 36,5 °C, P 16 x/menit, TFU 30 cm, penurunan kepala 2/5, kontraksi 4x/10’/40”, DJJ 125 x/menit teratur. Pembukaan 7 cm, selaput keuban utuh, HIII, UUK depan. Apakah presentasi pada kasus tersebut?

a)

A. Muka

b)

B Dahi

c)

C. Dagu

d)

D. Puncak

e)

E. Belakang kepala

2.

. Seorang perempuan umur 25 tahun G1P0A0 usia keamilan 37 minggu datang ke BPM dengan keluhan perut mules disertai rasa ingin meneran. Hasil pemeriksaan : tampak vulva membuka dan perineum menonjol, PD pembukaan 10 cm, selaput ketuban pecah, penurunan kepala HIV, UUK depan. Apakah tindakan yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

A. Memantau DJJ

b)

B. Mengatur posisi ibu

c)

C. Mempersiapkan alat

d)

D. Mengajarkan meneran

e)

E. Memimpin persalinan

3.

Seorang bayi perempuan, baru lahir di BPM 30 menit yang lalu, riwayat kelahiran normal. Hasil pemeriksaan : gerakan aktif, ekstremitas kemerahan, FJ 140 x/menit, P 45 x/menit, S 36,4° C. apakah tindakan awal yang ahrus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

A. Melakukan IMD

b)

B. Memberi salep mata

c)

C. Menjaga bayi tetap hangat

d)

D. Melakukan penghisapan lender

e)

E. Memberikan suntikan vit K1 mg

4.

.Seorang perempuan umur 41 tahun G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu, datang ke poskesdes dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan : TFU 36 cm, kepala belum masuk PAP, PD : pembukaan 2 cm, selaput ketuban sudah pecah. Apakah tindakan yang sesuai untuk kasus tersebut?

a)

A. Observasi tanda-tanda persalinan

b)

B. Observasi kesejahteraan janin

c)

C. Obser vasi tanda-tanda infeksi

d)

D. Melakukan persiapan persalinan

e)

E. Melakukan rujukan ke RS

5.

Seorang wanita hamil anak ke 1 dengan Uk 39 minggu datang kebidan dengan keluhan akan melahirkan pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 3 cm, eff 25%, ket (+), penurunan kepala HII. Berapa lama fase tersebut berlangsung?

a)

A. 8 jam

b)

B. 10 jam

c)

C. 12 jam

d)

D. 9 jam

e)

E. 11 jam

6.

.Seorang perempuan umur 29 tahun G1P0A0, usia kehamilan 38 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan perut mules sejak 3 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan TD : 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,9 °C, P 24 x/menit, TFU 32 cm kontraksi 2x/10’/30”, DJJ 128 x/menit teratur. Apakah pemeriksaan yang relevan dikaji untuk menegakkan diagnose pada kasus tersebut?

a)

A.Pengeluaran pervaginam

b)

B. Posisi punggung janin

c)

C. Pembukaan serviks

d)

D. Posisi janin

e)

E. Moulase

7.

.Seorang perempuan umur 28 tahun G2P1A0, usia kehamilan 38 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir disertai mules. Hasil pemeriksaan TD : 110/70 mmHg, N 78 x/menit, S 36,8 °C, kontraksi 4x/10’/50”, DJJ 140 x/menit teratur. PD pembukaan lengkap, selaput ketuban pecah, warna jernih, posisi UUK kiri depan, HII. Apakah langkah yang dilakukan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

A. Memimpn meneran

b)

B. Melakukan episiotomy

c)

C. Mengatur posisi litotomi

d)

D. Menganjurkan mobilisasi

e)

E. Menunggu kepala bayi crowning

8.

Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu sedang dalam proses persalinan di RS. Saat ini pasien merasa ingin meneran. Hasil pemeriksaan kontraksi 4x/10’/50”. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

A. Memimpin persalinan

b)

B. Memasang alas bokong

c)

C. Mengajarkan teknik relaksasi

d)

D. Memastikan pembukaan lengkap

e)

E.Memberitahu hasil pemeriksaan

9.

Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu sedang dalam proses persalinan di BPM sejak 6 jam yang lalu. Saat ini pasien merasa ingin meneran. Hasil pemeriksaan perineum menonjol, tampak kepala janin membuka vulva 5-6 cm, ketuban pecah spontan, PD pembukaan lengkap. Alat dan penolong sudah siap. Apakah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

A. Anjurkan ibu mengambil posisi yang nyaman

b)

B. Memasang alas di bawah bokong ibu

c)

C. Meletakkan handuk di atas perut ibu

d)

D. Memakai sarung tangan DTT

e)

E. Membuka bak instrument

10.

Seorang perempuan umur 27 tahun G2P1A0, usia kehamilan 39 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan keluar lendir dan darah dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan TD : 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 36,5 °C, TFU 32 cm, puki, presentasi kepala sudah masuk PAP, DJJ 150 x/menit, PD pembukaan 3 cm, ketuban utuh, kepala HII. Apakah diagnosis bidan pada kasus tersebut?

a)

A. Persalinan kala I

b)

B. Persalinan kalaI fase laten

c)

C. Persalinan kalaI fase aktif

d)

D. Persalinan kala III

e)

E. Persalinan kalaIV

11.

Seorang perempuan umur 25 tahun G2P1A0, usia kehamilan 34 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan mules-mules sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan TD : 110/70 mmHg, N 76 x/menit, P 20 x/menit, S 36,5 °C, TFU 30 cm, kontraksi 4x/10’/45”, DJJ 168 x/menit, hasil PD pembukaan 7 cm, ketuban utuh, kepala HIII. Apakah tindakan yang dilakukan untuk kasus tersebut?

a)

A. Episiotomy

b)

B. Amniotomi

c)

C. Atur posisi

d)

D. Pasang infus

e)

E. Rujuk ke RS

12.

Seorang perempuan umur 37 tahun G2P1A0, usia kehamilan 37 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan mules dan keluar cairan dari jalan lahir sejak 6 jam. Hasil pemeriksaan TD : 110/70 mmHg, N 76 x/menit, P 22 x/menit, S 36,9 °C, kontraksi 3x/10’40”, DJJ 145 x/menit, PD pembukaan 6 cm, selaput ketuban pecah,. Apakah tindakan yang dilakukan kasus tersebut?

a)

A. Melakukan observasi kala 1 persalinan

b)

B. Memberikan oksigen 4 liter per menit

c)

C. Menyiapkan pertolongan persalinan

d)

D. Kolaborasi dengan dokter SPOG

e)

E. Memberikan antibiotika oral

13.

Seorang perempuan umur 25 tahun G2P1A0, usia kehamilan 39 mingggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan mules sejak 5 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan TFU 40 cm riwayat persalinan pertama normal, BB 3500 gram, TD : 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 24 x/menit, S 37 °C, hasil USG TBJ 4100 gram. Apakah masalah potensial pada persalinan tersebut?

a)

A. Tali pusat menumbung

b)

B. Distosia bahu

c)

C. Lilitan tali pusat

d)

D. Distosia jalan lahir

e)

E. Tali pusat menumbung.

14.

.Seorang perempuan umur 28 tahun G2P1A0, usia kehamilan 39 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan sakit perut bagian bawah hingga pinggang belakang disertai keluar lendir darah dari vagina. Hasil pemeriksaan TD : 100/70 mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, S 37 °C, TFU 34 cm, DJJ 140 x/menit, PD portio tebal pembukaan 5 cm, ketuban utuh, presentasi kepala UUK kiri depan. Kapan evaluasi ulang kemajuan persalinan pada kasus tersebut?

a)

A. 1 jam

b)

B. 2 jam

c)

C. 3 jam

d)

D. 4 jam

e)

E. 5 jam

15.

Seorang perempuan umur 31 tahun G3P2A0, usia kehamilan 39 mingggu, datang ke BPM dengan keluhan mules yang bertambah kuat disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, gerakan janin berkurang. Hasil pemeriksaan TD : 120/80 mmHg, N 82 x/menit, P 24 x/menit, S 36,7 °C,penurunan kepala 2/5, DJJ 115 x/menit tidak teratur, PD pembukaan 3 cm. apakah tindakan yang sesuai dengan kasus tersebut?

a)

A. Mempersiapkan untuk menolong persalinan

b)

B. Menganjurkan untuk ganti posisi nyaman

c)

C. Menganjurkan ibu untuk berjalan jalan

d)

D. Memantau kemajuan persalinan

e)

E. Memberikan oksigen 6lt/Menit.

16.

Seorang perempuan umur 24 tahun P1 A0, meninggal karena mengalami perdarahan setelah bersalin yang ditolong oleh dukun, darah yang keluar dari jalan lahir berwarna merah tua, kontraksi uterus lembek, Apakah penyebab utama kasus tersebut

a)

A. Atonia uteri

b)

B. Inversio uteri

c)

C. Robekan portio

d)

D. Rotensio plasenta

e)

E. Robekan jalan lahir.

17.

Seorang wanita G2P1A0 inpartu di BPS mengeluh merasakan ingin meneran, pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 10 cm, ket(+), kepala H1V Memasuki kala berapa wanita tersebut

a)

A. Kala I

b)

B. Kala II

c)

C.kala III

d)

D. kala IV

e)

E. nifas awal

18.

.Seorang perempuan umur 27 tahun G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu datang ke BPM dengan keluhan mulas di sertai keluar cairan sejak 5 jam yang lalu, hasil pemeriksaan TD 120/70 mmHg, N 84 x,mnt, S 37 C, P 22x/mnt, TFU 33 cm, penurunan kepala 2/5 DJJ 134x/mnt, teratur, PD pembukaan 4 cm, selaput ketuban pecah teraba bagian yg berdenyut, apakah tindakan yg sesuai dengan kasus tersebut

a)

A. Menyiapkan alat persalinan

b)

B. Memantau kemajuan persalinan

c)

C. Merujuk ibu dengan posisi knee chest

d)

D. Menunggu untuk menolong persalinan

e)

E. Baringkan ibu dengan miring kiri

19.

Seorang perempuan usia 34 th anak kedua usia kehamilan 7 bulan, datang bersama bidan ke RSB mengeluh keluar darah dari jalan lahir, tidak terasa sakit. Hasil pemeriksaan : TFU (normal), hasil palpasi bagian terbawah teraba bokong dan belum masuk PAP. DJJ (+) Terdengar, perdarahan tidak nyeri dan berwarna merah Apakah diagnosis pd kasus tersebut?

a)

A. Plasenta previa

b)

B. Vasa previa

c)

C. Solutio plasenta

d)

D. Plasenta incarserata

e)

E. Plasenta suksenturiata

20.

Seorang ibu G1P0A0 datang ke BPM dengan keluhan sudah 1 hari mengeluarkan cairan , tidak ada rasa mulas. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan hasil lakmus menjadi biru . Apakah diagnosis pada kasus tersebut ?

a)

A. KPD

b)

B. KPSW

c)

C. Prematur

d)

D. Prematur Kontraksi

e)

E. Inpartu.

21.

Seorang perempuan G3P1A1 inpartu di BPS mengeluh merasakan ingin meneran, pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 10 cm, ket(+), kepala 3/5 bagian. Kapankah kala tersebut berakhir

a)

A. Saat bayi lahir

b)

B. Saat kepala lahir

c)

C. Saat placenta lahir

d)

D. Saat ketuban pecah

e)

E. setelah 2 jam bayi lahir

22.

Seorang ibu umur 32 tahun G2P1A0 inpartu sudah dipimpin mengejan dari jam 10.00 sampai jam 11.00 WIB bayi belum lahir, DJJ 140x/menit, kontraksi uterus 3x/10 mnt/40 detik, KU ibu baik. Kandung kemih agak penuh. Sambil menunggu kelahiran bayi ibu tersebut bidan perlu melakukan

a)

A. Melindungi perineum

b)

B. Memperluas jalan lahir

c)

C. Menekan fundus dengan keras

d)

D. Monitoring DJJ setelah kontraksi uterus

e)

E. Beri makan dan minum bila ada his

23.

Seorang perempuan umur 34 tahun datang ke BPS, G1A0 hamil 39 minggu janin hidup tunggal intra uteri dengan letak kepala. Ibu mengatakan perut mules teratur 1 jam yang lalu. Dari hasil pemeriksaan diperoleh TFU 32 cm. TD 120/70 mmHg, N 84x/menit, RR 22x/mnt, S 37,50C, his kuat, 5x/10 menit lama 45 detik, VT pembukaan 6, kepala turun di H III. Ibu merasakan nyeri dan gelisah, 2 jam kemudian bayi lahir spontan.Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu adalah

a)

A. Infeksi

b)

B. Atonia uteri

c)

C. Ruptura uteri

d)

D. Perdarahan postpartum

e)

E. Perlukaan luas pada jalan lahir

24.

Seorang perempuan usia 22 tahun hamil ke-2 tidak pernah keguguran hamil 40 minggu datang bersama keluarga ke RS dengan riwayat DM. Anak prertama lahir dengan BB 3,8 kg hasil pemeriksaan : fundus teraba di 2 jari bawah PX pada saat memasuki tahap inpartu kala II, kepala janin lahir dan tidak diikuti dengan putaran paksi lain. Apakah diagnosis pada kasus tersebut

a)

A. Lilitan tali pusat

b)

B. Prolapsus foeniculli

c)

C. Distocia bahu

d)

D. Kala II memanjang

e)

E. Partus tak maju.

25.

Seorang perempuan saat ini hamil yang pertama dan usia kehamilan 10 bulan datang ke bidan ditemani paraji dengan keluhan sudah dipimpinan persalinan 1,5 jam hasil pemeriksaan : DJtJ 158-160 x / mnt, His (+) adekuat, tampak lingkaran bandl, hasil v/t : pembukaan 9-10 servik edema, ketuban (-) caput succedanum (+) moulage (++) Apakah diagnosis pada kasus tersebut ?

a)

A. Chepalo pelvic disproportion

b)

B. Gawat janin

c)

C. Penurunan bagian janin menetap

d)

D. Obstruksi kepala

e)

E. Tetania uteri

26.

Seorang ibu G1P0A0 datang ke BPM dengan keluhan sudah 1 hari mengeluarkan cairan , tidak ada rasa mulas. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan hasil lakmus menjadi biru . Apakah diagnosis pada kasus tersebut ?

a)

A. . KPD

b)

B .KPSW

c)

C. .Prematur

d)

D..Prematur Kontraksi

e)

E. Inpartu.

27.

Seorang perempuan G3P1A1 inpartu di BPS mengeluh merasakan ingin meneran, pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 10 cm, ket(+), kepala 3/5 bagian. Kapankah kala tersebut berakhir

a)

A. Saat bayi lahir

b)

B.Saat kepala lahir

c)

C.Saat placenta lahir

d)

D.Saat ketuban pecah

e)

.Setelah 2 jam bayi lahir.

28.

Seorang perempuan usia 31 tahun kehamilan pertama bersama keluarga datangn ke BPM. Mengeluh sudah keluar air-air sejak 1 jam lalu setalah suami memberikan larutan rumput patimah [ Anastacica hierochuntica ] sebanyak 300 cc. Ibu merasa mules kuat dan dan kesakitan, hasil pemeriksaan : His : 4 x 10 x 50 – 55; DJJ [+] 155 x/mnt, v/t : Pembukaan [7 - 8 ], tampak adanya rembesan cairan ketuban bercampur mekonium .

Apakah hasil pemeriksaan yg mengindikasikan adanya kegawatdaruratan maternal kasus tersebut?

a)

A. His : 4 x 10 x 50 – 55’

b)

B. DJJ (+) 155 x/mnt

c)

C. v/t : Pembukaan (7 – 8)

d)

D. Mekonium

e)

E. Primi.

29.

Seorang ibu umur 32 tahun G2P1A0 inpartu sudah dipimpin mengejan dari jam 10.00 sampai jam 11.00 WIB bayi belum lahir, DJJ 140x/menit, kontraksi uterus 3x/10 mnt/40 detik, KU ibu baik. Kandung kemih agak penuh. Sambil menunggu kelahiran bayi ibu tersebut bidan perlu melakukan

a)

A.Melindungi perineum

b)

B.Memperluas jalan lahir

c)

C.Menekan fundus dengan keras

d)

D.Monitoring DJJ setelah kontraksi uterus

e)

E.Beri makan dan minum bila ada his

30.

.Seorang perempuan umur 34 tahun datang ke BPS, G1A0 hamil 39 minggu janin hidup tunggal intra uteri dengan letak kepala. Ibu mengatakan perut mules teratur 1 jam yang lalu. Dari hasil pemeriksaan diperoleh TFU 32 cm. TD 120/70 mmHg, N 84x/menit, RR 22x/mnt, S 37,50C, his kuat, 5x/10 menit lama 45 detik, VT pembukaan 6, kepala turun di H III. Ibu merasakan nyeri dan gelisah, 2 jam kemudian bayi lahir spontan.Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu adalah

a)

A .Infeksi

b)

B.Atonia uteri

c)

C.Ruptura uteri

d)

D.Perdarahan postpartum

e)

E.Perlukaan luas pada jalan lahir

31.

. Seorang perempuan usia 22 tahun hamil ke-2 tidak pernah keguguran hamil 40 minggu datang bersama keluarga ke RS dengan riwayat DM. Anak prertama lahir dengan BB 3,8 kg hasil pemeriksaan : fundus teraba di 2 jari bawah PX pada saat memasuki tahap inpartu kala II, kepala janin lahir dan tidak diikuti dengan putaran paksi luar. Apakah diagnosis pada kasus tersebut .

a)

A.Lilitan tali pusat

b)

B.Prolapsus foeniculli

c)

C.Distocia bahu

d)

D.Kala II memanjang

e)

E.Partus tak maju.

32.

Seorang perempuan umur 27 tahun, G4P3A0 usia kehamilan 39 minggu datang di BPM dengan keluhan mules teratur disertai keluar cairan. Hasil pemeriksaan : TD 110/80 mmhg, N 88x/menit, S 36,8° C, P 20 x/menit. TFU 32 cm dan ketuban. pecah, penurunan kepala HIII+, teraba jari-jari di samping kepala Apakah tindakan yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

A. Memantau denyut jantung janin

b)

B. Mengatur posisi ibu miring kiri

c)

C. Mendorong jari bayi ke dalam

d)

D. Lanjutkan observasi kala 1

e)

E. Merujuk ke RS

33.

Seorang perempuan umur 38 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 39 minggu datang ke RS rujukan dari dukun. Telah dipimpin meneran 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan : TD 90/60 mmhg, N 100 x/menit, S 37,5° C, P 20 x/menit, kontraksi 2x/10’/30”, DJJ 150 x/menit teratur. PD : pembukaan lengkap, ketuban pecah, kepala HIII, posisi UUK depan. Apakah tindakan segera pada kasus tersebut?

a)

A. Kolaborasi dokter SPOG

b)

B. Memimpin ibu meneran

c)

C. Melakukan episiotomi

d)

D. Mengatur posisi ibu

e)

A. Mempersiapkan SC.

34.

Seorang perempuan umur 32 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu inpartu kala II dan suami di ruang bersalin BPM dengan keluhan ingin meneran.. Hasil pemeriksaan : TD 110/70 mmhg, N 80 x/menit, kontraksi 4x/10’/45”, DJJ 128 x/menit teratur. PD : pembukaan lengkap, ketuban pecah, kepala kepala HIII+, UUK kiri depan. Apakah asuhan yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

A. Merubah posisi

b)

B. Memimpin meneran

c)

C. Menganjurkan ibu untuk istirahat

d)

D. Memfasilitasi kebutuhan hidrasi

e)

E. Menganjurkan ibu untuk tarik nafas dalam.

35.

Seorang perempuan umur 26 tahun, G2P0A1 usia kehamilan 40 minggu inpartu kala II di ruang bersalin RS. Hasil pemeriksaan : kontraksi 4x/10’/45”, ibu sedang dipimpin meneran, kepala sudah lahir dan tidak terjadi putaran paksi luar. Ibu diposisikan Mc. Robert.

Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

A. Episiotomi

b)

B. Perasat rubin

c)

C. Perasat wood

d)

D. Perasat Masanti

e)

E. Perasat Kristeller

36.

.Seorang perempuan umur 29 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu di ruang bersalin BPM mengeluh keluar air-air dari jalan lahir. Keluhan disertai mules yang kuat. Hasil pemeriksaan : TD 110/70 mmhg, N 88 x/menit, S 36,5° C, P 24 x/menit, kontraksi 4x/10’/45”, DJJ 145 x/menit teratur. PD : pembukaan 10 cm, ketuban pecah, presentasi kepala, penurunan kepala HIV

Apakah asuhan yang sesuai pada kasus tersebut?

a)

A. Memenuhi hidrasi

b)

B. Memenuhi hidrasi

c)

C. Mengatur nafas dalam

d)

D. Memfasilitasi pendampingan

e)

E. Meneran pada saat kontraksi kuat

.

37.

Seorang ibu 21 tahun melahirkan anak pertama secara normal 10 menit yang lalu, setelah plasenta lahir uterus tidak segera kontraksi, perdarahan 500 cc.

Keadaan ibu dapat dikatakan atonia uteri apabila uterus tidak berkontraksi dalam waktu

a)

A. 5 detik

b)

B. 10 detik

c)

C. 15 detik

d)

D. 20 detik

e)

E. 25 detik.

38.

.Ibu Ny.L G1P0A0 UK-32 mgg,datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak jam 07.00,bidan memeriksa ternyata ketuban ny.l sudah pecah. Lalu bidan menjelaskan kepada ibu bahwa air ketuban ny.l pecah sebelum waktunya. Ibu menanyakan kembali kepada bidan dampak apa yang akan terjadi pada keadaan ibu?

a)

A. Robekan jalan lahir

b)

B. Janin hypoksia.

c)

C. Prematuritas

d)

D. IUFD,IUGR

e)

E. Partus lama, perdarahan post partum, mortalitas dan mordibitas.

39.

Seorang ibu Inpartu hasil pemeriksaan dalam (VT) pada ibu teraba UUK maka mekanisme persalinan yang terjadi adalah

a)

A. Engagement, fleksi, putar paksi dalam, ekstensi, putar paksi luar

b)

B. Engagement, fleksi, putar paksi dalam, restitusi, putar paksi luar

c)

C. Engagement, fleksi, ekstensi, resititusi, putar paksi dalam, putar paksi luar

d)

D. Engagement, fleksi, pleksi, resititusi, putar paksi dalam, putar paksi luar

e)

E. Engagement, putar paksi luar, fleksi, restitusi, putar paksi dalam.

40.

Seorang wanita G2P1A0 inpartu di BPS mengeluh merasakan ingin meneran, pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 10 cm, ket(+), kepala H1V lalu 1 Jam kemudian lahirlah seorang bayi laki laki 15 menit lahirlah placenta .Memasuki kala berapa wanita tersebut

a)

A.Kala I

b)

B.Kala II

c)

C.kala III

d)

D.kala IV

e)

E.Nifas awal