NEW
Font size
WorksheetsMenelusuri Kehidupan Praaksara di Indonesia
Total questions: 30
Worksheet time: 22mins
Kehidupan peradaban awal manusia dimulai ketika berlangsungnya zaman praaksara. Yang dimaksud dengan zaman praaksara adalah...
Sudah mengenal api
Sudah mengenal kehidupan beternak
Belum mengenal tulisan
Belum menetap di gua-gua
Belum mengenal hewan peliharaan
Mempelajari kehidupan zaman praaksara sangatlah penting sebagai..
Kesadaran akan asal-usul kehidupan manusia
Mengetahui budaya manusia praaksara
Mengetahui kepercayaan awal manusia
Mengetahui pola hunian manusia
Mengetahui sistem kemanusiaan masyarakat praaksara
Kepulauan Indonesia memiliki ras dan suku yang beraneka ragam dari yang berkulit hitam, sawo matang, kuning langsat atau pun yang berambut lurus dan keriting. Semua perbedaan itu bukanlah tanpa sebab melainkan adanya migrasi penduduk dari luar ke kepulauan Indonesia. Menurut beberapa sumber sejarah terdapat 3 bangsa besar yang bermigrasi ke Indonesia yaitu...
Proto Melayu, Negroid, Kaukasoid
Proto Melayu, Melanosoid, Mongoloid
Proto Melayu, Deutero Melayu, Mongoloid
Proto Melayu, Deutero Melayu, Melanesoid
Proto Melayu, Deutero Melayu, Kaukasoid
Suku ini biasa disebut sebagai Orang Priangan yang mendiami sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat, mulai dari kota-kota besar Bandung, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, sampai ke desa-desa. Berikut pernyataan yang benar mengenai suku tersebut...
Suku Sunda berasal dari Proto Melayu
Suku Sunda berasal dari Deutero Melayu
Suku Jawa berasal dari Proto Melayu
Suku Jawa berasal dari Deutero Melayu
Suku Gayo berasal dari Deutero Melayu
Suku ini biasa disebut sebagai Orang Priangan yang mendiami sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat, mulai dari kota-kota besar Bandung, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, sampai ke desa-desa. Berikut pernyataan yang benar mengenai suku tersebut...
Suku Sunda berasal dari Proto Melayu
Suku Sunda berasal dari Deutero Melayu
Suku Jawa berasal dari Proto Melayu
Suku Jawa berasal dari Deutero Melayu
Suku Gayo berasal dari Deutero Melayu
Suku ini merupakan etnis yang pada umumnya tinggal di pegunungan bagian utara di provinsi Sulawesi Selatan. Diperkirakan Suku ini memiliki populasi sebanyak 1 juta jiwa. Menurut bahasa bugis suku ini memiliki arti sebagai orang yang berdiam di negeri atas dan memiliki kepercayaan animisme Aluk To Dolo. Berdasarkan beberapa gambaran tersebut, maka siapa kah mereka?
Suku Gayo dari Deutero Melayu
Suku Bugis dari Proto Melayu
Suku Dayak dari Proto Melayu
Suku Minang dari Deutero Melayu
Suku Toraja dari Proto Melayu
Suku ini merupakan salah satu suku yang terbesar di Indonesia menurut badan statistik tahun 2010. Mereka bermukim dan berasal dari Pantai Barat dan Pantai Timur di Provinsi Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai bagian dari suku ini adalah Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak/Dairi, Simalungun, dan Toba. Dari pernyataan tersebut, maka siapakah mereka?
Suku Toraja dari Proto Melayu
Suku Dayak dari Proto Melayu
Suku Batak dari Proto Melayu
Suku Betawi dari Deutero Melayu
Suku Minang dari Deutero Melayu
Suku ini mendiami wilayah paling timur dari negara Indonesia yang tempatnya dikenal sebagai Irian Barat atau Irian Jaya. Mereka mendiami daerah terkaya di Indonesia yang memiliki sejuta pesona keindahan alam bak surga dunia. Sebagian besar dari suku ini masih memiliki gaya kehidupan yang primitif. Berdasarkan pernyataan tersebu, maka siapakah mereka?
Suku Papua dari Melanesoid
Suku Sasak dari Proto Melayu
Suku Bugis dari Proto Melayu
Suku Dayak dari Proto Melayu
Suku Nias dari Proto Melayu
Mempelajari perkembangan hidup manusia di muka bumi, bermula dari kehidupan manusia ppurba. Yang dimaksud dengan manuia purba adalah...
Manusia yang belum menemukan ilmu pengetahuan
Manusia yang belum mengenal hidup bermasyarakat
Manusia yang hidup dengan berburu dan meramu
Manusia yang hidup dengan berpindah-pindah tempat
Manusia yang hidup pada masa praaksara
Asal usul dan perkembangan kehidupan awal Indonesia dapat dipahami oleh seorang arkeolog dengan mempelajari bukti purbakala yang berupa...
Naskah kuno
Fosil dan artefak
Peninggalan Budaya
Wawancara dengan saksi sejarah
Benda-benda kuno di museum
Situs ini merupakan satu-satunya situs praaksara di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 5 Desember 1996. Secara goegrafis, situs ini terletak di sebelah utara kota Solo, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Situs apakah yang dimaksud?
Situs Purbakala Cipari
Situs Purbakala Sangiran
Situs Purbakala Banten lama
Situs Purbakala Munara
Situs Purbakala Aseupan
Salah satu bukti bahwa manusia purba pernah hidup di dunia ini adalah dengan adanya peninggalan berupa gua-gua yang dijadikan tempat tinggal untuk melindungi dirinya dari serangan luar. Gua-gua tempat tinggal ini biasa disebut sebagai....
Kjokkenmoddinger
Sakofagus
Flakes
Menhir
Abris Sous Roche
Sebelum menetap manusia purba pernah hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini disebabkan karena...
Manusia purba mencari daerah yang subur
Akibat seringnya terjadi bencana alam
Mereka hidup secara berkelompok
Mereka mencari daerah yang aman ditinggali
Mereka mencari binatang yang bisa dijadikan bahan makanan
Kehidupan dengan cara menetap merupakan puncak dari kehidupan manusia purba. Perubahan hidup nomaden menuju kehidupan menetap terjadi disebabkan akibat adanya....
Perubahan pola hidup dari mengummpulkan makanan menjadi memproduksi makanan
Peristiwa zaman es yang mengakibatkan manusia purba harus berlindung
Banyak manusia purba yang mati di makan bintang buas
Memudahkan pencarian makanan dibandingkan dengan berpindah-pindah
Mempermudah mendapatkan teman untuk mempererat komunikasi
Manusia purba pada masa lalu diperkirakan sudah memanfaatkan siput dan kerang sebagai bahan utama dalam membuat suatu tempat tinggal yang berupa bukit dari sampah siput dan kerang. Bukit tersebut biasa dikenal sebagai....
Sarkofagus
Abris Sous Rosche
Kjokkenmoddinger
Menhir
Dolmen
Salah satu karakteriatik pola hunian manusia purba yakni hidup berdekatan dengan sumber air. Hal ini dibuktikan dari banyaknya penemuan fosil dan artefak peninggalan yang ditemukan di pesisir air khususnya sungai. Dengan demikian, sungai dianggap hunian yang pas karena memiliki banyak manfaat sebagai...
Sumber kehidupan manusia sehari-hari untuk minum, memasak, ataupun mandi
Sumber membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Tempat rekreasi dan melakukan olahraga air
Sarana transportasi laut yang mudah diakses
Tempat melakukan meditasi dan relaksasi
Beliau merupakan seorang anatomi berkebangsaan belanda yang terkenal menganalisis sisa-sisa spesimen hominid di Indonesia. Salah satu hasil temuannya yang paling berpengaruh di dunia adalah Pithecanthropus Erectus yang berhasil ditemukan di Trinil tahun 1890. Berdasarkan pernhataan tersebut, siapakah dia?
Von Koenigswald
B.D. van Rietschoten
Eugene Dubois
Ter Haar
Oppenoorth
Manusia purba ini ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran tahun 1946 dan tahun 1941. Dari hasil rekonstruksi, para ahli kemudian mengartikan manusia purba ini sebagai manusia besar/ raksasa yang diperkirakan sebagai manusia pertama yang hidup di Jawa. Berdasarkan pernyataan tersebut, siapakah manusia purba ini?
Homo Floriensis
Homo Erectus
Homo Wajakensis
Pithecanthropus Mojokertensis
Meganthropus Paleojavanicus
Fosil manusia purba jenis Homo adalah yang paling muda dibandingkan dengan jenis manusia purba lainnya. Salah satu manusia purba jenis Homo yang ditemui adalah Homo Erectus yang dikenal sebagai....
Manusia tegak
Manusia cerdik
Manusia cerdas
Manusia raksasa
Manusia berjalan tegak
Umumnya fosil-fosil manusia purba yang ditemukan para arkeolog terdapat di daerah aliran sungai. Sungai di pulau Jawa yang sering menjadi pusat ditemukannya fosil-fosil manusia purba adalah aliran Bengawan Solo. di Hal ini dapat disimpulkan bahwa…
Adanya kehidupan masyarakat terapung di masa lalu
Adanya kehidupan bawah laut di masa lalu
Tempat suci pemakaman manusia purba berada di aliran sungai
Manusia purba beraktivitas dan tinggal di sekitar aliran sungai
Daerah tempat tinggal manusia purba berubah menjadi sungai
Corak kehidupan masyarakat manusia purba memiliki beberapa tahapan dari yang paling sederhaba hingga yang paling kompleks. Tahapan yang dimaksud adalah...
Masa berburu dan meramu, Masa bercocok tanam, dan Masa perundagian
Masa bercocok tanam, Masa berburu dan meramu, Masa perundagian
Masa perundagian, Masa berburu dan meramu, Masa bercocok tanam
Masa berburu dan meramu, Masa perundagian, Masa bercocok tanam
Masa perundagian, Masa bercocok tanam, dan Masa berburu meramu
Manusia purba jenis ini merupakan manusia purba sempurna (baik dari segi fisik, volume otak, maupun postur badannya yang secara umum tidak jauh berbeda dengan manusia modern). Kadang-kadang manusia purba ini juga diartikan sebagai manusia bijak karena telah lebih maju dalam berpikir. Berdasarkan pernyataan tersebut, siapakah dia?
Homo Erectus
Homo Sapiens
Homo Floresiensis
Pithecanthropus Mojokertensis
Meganthropus Paleojavanicus
Manusia purba di Indonesia mengalami periode zaman batu yang sangat panjang. Dalam buku yang berjudul Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I yang ditulis oleh R. Soekarno dijelaskan bahwa kebudayaan zaman batu dibagi menjadi 3 tahap, yaitu....
Arkaikum, Paleotikum, Mesolitikum
Paleotikum, Mesolitikum, Neolitikum
Paleotikum, Neolitikum, Mesolitikum
Mesolitikum, Neolitikum, Paleotikum
Neolitikum, Paleotikum, Mesolitikum
Peralatan tanduk rusa dan tulang merupakan salah satu ciri kebudayaan pada masa Batu Tua (Paleotikum) yang dikenal sebagai bagian dari salah satu kebudayaan yang bernama...
Kebudayaan Pacitan
Kebudayaan Ngandong
Kebudayaan Dongson
Kebudayaan Sa-Huynh
Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Zaman Batu Tua (Paleotikum) terbagi menjadi 2 kebudayaan yang dikenal sebagai Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. Walaupun berkembang pada periode yang sama tetapi terdapat perbedaan yang mendasar dari keduanya, yaitu...
Kapak genggam pada kebudayaan Pacitan lebih halus dan pada budaya Ngandong masih kasar
Pada budaya Ngandong sudah mengenal alat dari tulang sedangkan pada budaya pacitan belum ada
Kapak genggam pada kebudayaan Pacitan lebih kasar dan pada budaya Ngandong masih halus
Pada kebudayaan Ngandong belum adanya flakes sedangkan pada budaya pacitan sudah ada
Pada budaya pacitan sudah mengenal alat dari tulang sedangkan pada budaya Ngandong belum ada
Zaman Batu Muda (Neolitikum) dikatakan sebagai zaman perubahan karena hampir seluruh lini kehidupan manusia purba berubah menjadi lebih "modern." Salah satu ciri yang membedakan Zaman Batu Muda (Neolitikum) dengan Zaman Batu Tua (Paleotikum) adalah...
Peralatan yang digunakan sudah diasah dan dihaluskan
Peralatan yang digunakan sudah bisa diperjual belikan
Peralatan yang dibunakan sudah memakai bahan logam
Peralatan yang digunakan sudah diproduksi secara massal
Peralatan yang digunakan sudah memakai besi dan perunggu
Kapak persegi merupakan salah satu perlatan yang canggih dibandingkan peralatan sebelumnya (kapak genggam). Salah satu perubahan paling penting yang terjadi adalah..
Adanya perubahan bentuk dari bulat ke memanjang berbentuk persegi
Pemakaiannya sudah tidak lagi digenggam dan memakai tangkai
Kegunaanya sebagai alat untuk berburu dan mengumpulkan makanan
Pemakaiannya lebih mudah permanen dan tidak cepat rusak
Bisa dipakai sebagai alat untuk berbagai aktivitas kehidupan
Salah satu ciri kehidupan masyarakat berburu dan berpindah-pindah adalah kebutuhan makan mereka bergantung pada alam sehingga cara mereka mencari makanan disebut dengan nama...
Flake
Meramu
Nomaden
Food gathering
Food producing
Kehidupan sosial yang dilakukan oleh masyarakat pada masa bercocok tanam terlihat jelas pada kegiatannya yang meliputi....
Cara bekerja dengan bergotong royong
Pembuatan kapak genggam
Pembuatan kapak lonjong
Lukisan yang ada di goa
Berburu binatang
Salah satu peninggalan zaman logam yang paling termahsyur adalah Necara. Peninggalan ini merupakan hasil silang budaya Indonesia dengan kebudayaan luar negeri pada zamannya. Fungsi nekara ini sebagai....
Untuk mengambil air dari sumber mata air
Sebagai tempat sakral penyimpanan sesaji
Sebagai tanda peringatan terhadap roh nenek moyang
Sebagai alat upacara atau tanda kebesaran dari kepala suku dan pemimpin masyarakat
Sebagai alat musik untuk upacara-upacara khusus seperti upacara pemakaman
