wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Anekdot

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan teks berikut.

Seorang terpidana mati ditanya oleh petugas pelaksana eksekusi, “Apakah keinginan terakhir Anda?”Sang terpidana menjawab, “Saya hanya berharap agar hukuman ini bisa menjadi pelajaran bagi saya dan bisa membuat saya jera melakukan kejahatan lagi di masa yang akan dating.”

Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012

Anekdot tersebut mengandung amanat ….

a)

Sering-seringlah bertanya.

b)

Selalu berpikirlah tentang masa depan.

c)

Optimistis merupakan sikap yang baik

d)

Hargailah keinginan orang lain.

e)

Belajarlah dari kesalahan yang pernah dilakukan.

2.

Bacalah kutipan teks berikut.

Seorang dokter muda masuk ke dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit. Di ruang tersebut, ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi.

Dokter bertanya kepada pasien, “Apa yang sedang Anda rasakan?”

Pasien menjawab, “Saya merasa sangat takut, Dok!”

Dokter berkata, “Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk yang pertama kalinya.”

Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012


Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ….

a)

Rasa takut yang dialami oleh pasien.

b)

Rasa takut yang dialami oleh dokter.

c)

Dokter dan pasien sama-sama takut.

d)

Ruangan operasi yang menakutkan.

e)

Operasi akan segera berlangsung

3.

Bacalah kutipan teks Berikut.

Di sebuah kantor, bos sangat marah kepada sekertaris barunya karena dia mengabaikan setiap telepon yang bordering.

‘….,” katanya kesal.

“Baiklah,” jawabnya, “tetapi rasanya jadi konyol. 9 dari 10 telepon yang masuk adalah untuk Anda!”

Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012


Bagian rumpang tersebut dapat diisi dengan kalimat….

a)

Silakan anda masuk!

b)

Anda harus menjawab telepon!

c)

Anda harus lebih rajin!

d)

Ketuk pintu dulu sebelum masuk!

e)

Biarkan telepon itu bordering!

4.

Bacalah anekdot di bawah ini untuk menjawab soal nomor 4 s.d. 7

Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi. Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual.

Orang-orang pun heran. Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdas-cerdas itu yang diburu? Mengapa bukan otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi, yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis? Mengapa justru otak orang Indonesia?

Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya jarang dipakai!”

Sumber: Koleksi Putu Widjaya, Kompas Online – Senin, 9 Desember 1996


Menurut anekdot di atas, mengapa otak orang Indonesia diburu oleh calon penerima donor otak?

a)

Karena otak orang Indonesia cerdas-cerdas.

b)

Karena otak orang Indonesia mulus, jarang dipakai.

c)

Karena otak orang Indonesia seperti otak orang Cina.

d)

Karena orang Indonesia rajin memelihara otaknya.

e)

Karena orang Indonesia rajin belajar.

5.

Aspek kelucuan dan sekaligus sindiran pada teks anekdot di atas adalah ….

a)

Otak orang Indonesia jadi rebutan calon penerima donor otak manusia.

b)

Otak orang Indonesia rata-rata masih mulus karena jarang

c)

Otak orang Indonesia rata-rata masih mulus karena jarang

d)

Otak orang Cina dikenal luas lihai berbisnis.

e)

Otak orang Yahudi terkenal cerdas.

6.

Maksud dari sindiran dalam anekdot di atas adalah ...

a)

Orang Indonesia rajin berpikir.

b)

Orang Indonesia rajin merawat otak.

c)

Orang Indonesia malas berpikir.

d)

Orang Indonesia rajin belajar.

e)

Orang Indonesia malas bekerja.

7.

Amanat yang tersirat dalam teks anekdot di atas adalah …

a)

Rajinlah bekerja

b)

Tinggalkan sifat malas.

c)

Seharusnya kita malu dengan negara lain

d)

Kita harus mengasah pikiran kita agar menjadi negara yang maju.

e)

Kita harus rajin bekerja dan belajar dari negara lain.

8.

Perhatikan peristiwa-peristiwa yang dapat dikembangkan untuk menulis anekdot berikut ini, untuk menjawab soal nomor 8 s.d. 10!

1. Suatu hari Si Otong berjalan-jalan di taman kota.

2. Si Otong membaca tulisan “Fasilitas bersama mari kita jaga!”

3. Si Otong mengambil baut sebuah bangku taman yang terbuat dari besi.

4. Polisi pamong praja mengetahui perbuatan Otong dan menegurnya.

5. Terbukti Si Otong sudah mampu mengumpulkan baut satu kantung kresek yang diambil dari fasilitas umum krisis

6. Si Otong kaget ketiga ditegur polisi pamong praja dan mengatakan, “Di situ ada tulisan itu Pak! Jadi saya berusaha mengamankan baut yang mau lepas Pak!”

7. Polisi geram mendengar jawaban Otong

8. Polisi menggelendeng Otong ke mobil keamanan.


Struktur reaksi dalam anekdot dapat dikembangkan dengan peristiwa ...

a)

1 dan 2

b)

3 dan 4

c)

4 dan 5

d)

6 dan 7

e)

7 dan 8

9.

Struktur orientasi dalam anekdot dapat dikembangkan dengan peristiwa ...

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

5 dan 6

e)

7 dan 8

10.

Judul yang sesuai untuk anekdot yang dikembangkan dari peristiwa-peristiwa di atas adalah ...

a)

Menjaga Fasilitas Umum

b)

Berjalan-Jalan di Taman kota

c)

Memanfaatkan Fasilitas Umum

d)

Baut Si Otong

e)

Si Otong dan Polisi Pamong Praja

11.

Bacalah kutipan teks berikut ini!

Teks 1

Seekor kutu tinggal pada tanduk banteng. Setelah ada di sana sekian lama dan merasa ingin pindah, dia kemudian bertanya pada banteng apakah sang banteng memang ingin pindah.

“Aku tak tahu kapan kau datang, jawab si banteng, “kurasa aku pun tak perlu memberi peringatan saat kau pergi.”

Teks 2

Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-wajangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya suatu saat.

Teks 3

Saudara-saudara yang saya hormati,

beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.

Yang termasuk teks anekdot adalah….

a)

teks 1

b)

Teks 2

c)

Teks 3

d)

Teks 1 dan 2

e)

Teks 2 dan 3

12.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 12 s.d 13

(1) Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. (2) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4) “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”


Struktur isi yang terdapat dalam teks anekdot tersebut adalah ... .

a)

Abstrak, orientasi, dan krisis

b)

Reaksi, abstrak, dan koda

c)

Orientasi, krisis, dan reaksi

d)

Abstrak, koda, dan krisis

e)

Reaksi dan koda

13.

Krisis dalam anekdot di atas tergambar dalam kalimat ... .

a)

Ke-1

b)

Ke-2

c)

Ke-3

d)

Ke-4

e)

Ke-5

14.

Bacalah teks anekdot berikut untuk mengerjakan soal nomor 14 s.d.15!

... seorang duta dan malaikat berjalan-jalan diakhirat menunjukkan indikator korupsi di negara-negara dengan putaran jam. Mereka berkeliling melihat jam korupsi di seluruh dunia, sampai akhirnya duta itu bingung dan bertanya, “Kok sampai sekarang saya tidak melihat jam milik Indonesia? Apa berarti di Indonesia tidak ada korupsi sama sekali? Hebat juga, pemimpin negara di Indonesia memang saleh!”

Malaikat kesal. Ah bagaimana kamu itu, sudah berjam-jam berjalan dengan saya masih tidak sadar juga. Lihat kipas angin yang saya bawa.


Kalimat pertama dalam teks anekdot di atas belum memiliki kata penunjuk waktu. Kata penunjuk waktu yang tepat untuk melengkapi kalimat anekdot di atas adalah ...

a)

Pada suatu hari

b)

Di masa lampau

c)

Pada zaman dahulu

d)

Sebelumnya

e)

Hari ini

15.

... seorang duta dan malaikat berjalan-jalan diakhirat menunjukkan indikator korupsi di negara- negara dengan putaran jam.


Pembetulan penulisan kata yang tepat dalam kalimat di atas terdapat pada ...

a)

Diakhirat seharusnya di akhirat

b)

Seorang duta dan malaikat seharusnya diganti sorang duta bersama malaikat

c)

Idikator seharusnya indicator

d)

di negara-negara seharusnya dinegara-negara

e)

seorang duta seharusnya orang duta