WorksheetsPKSM XII - 1
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Sumber arus listrik utama pada sepeda motor tipe DC adalah….
Accu
Alternator
Starter motor
Rotor
Semua jawaban diatas benar
Prosedur menguji kebocoran arus listrik atau disebut :
Train test
Rain test
Drain test
Dain test
Tain test
Untuk mengukur hambatan sekering posisi pada multitester mengarah …
DC 50
DC Volt
1 kilo Ohm
DC Ampere
1 Ohm
Berat jenis air acuu yang baik adalah…
1,2
1,27
2,16
0,27
2,25
Bila 2 buah batere dengan tegangan dan ampere yang sama disambung secara paralel maka hasilnya adalah….
Teganganya bertambah arusnya berkurang
Teganganya tetap arusnya bertambah
Teganganya bertambah arusnya bertambah
Tegangan dan arusnya tetap
Tegangan berkurang arusnya bertambah
Untuk mengukur berat jenis accu dipergunakan alat:
Micrometer
jangka sorong
dial gauge
Avometer
Hydrometer
Pada tutup baterai terdapat lubang ventilasi yang berfungsi untuk :
mengalirkan uap dari sistem pengisian baterai
membuang kotoran baterai
mengalirkan uap dari elektrolit baterai
mengalirkan uap dari terminal baterai
mengalirkan uap dari kotak baterai
Apabila mata anda terkena cairan baterai, pertama kali yang harus dilakukan adalah:
Pergi ke dokter
ditiup agar tidak pedih
meminta teman untuk mengusap dengan kain lap
langsung membasuh mata sesegera mungkin
dibiarkan saja sampai mengering
Hasil pengukuran berat jenis elektrolit batere 1,27 dapat disimpulkan bahwa kondisi batere tersebut….
kosong
penuh
rusak
perlu di charger
teganganya sekitar 10 V
Tinggi maksimum pengisian air baterai adalah :
Lower level
Upper level
Side level
Medium level
Maximum level
Dalam sebuah kendaraan terdapat beberapa sistem seperti dibawah ini, sistem yang berfungsi untuk memercikan bunga api pada busi adalah:
Sistem pengapian
Sistem pengisian
Sistem pemindah tenaga
Sistem rem
Sistem penerangan
Berikut adalah urutan kerja dalam sistem pengapian DC yang benar adalah:
Baterai – kunci kontak – fuse – resistor – coil – distributor – busi
Baterai – fuse – kunci kontak – coil – distributor – busi
Baterai – fuse – resistor – coil – distributor – busi
Baterai– kunci kontak – coil – distributor – busi
Baterai – kunci kontak – CDI – coill – busi
Dibawah ini adalah komponen – komponen sistem pengapian, kecuali:
Baterai
Lampu
Distributor
Kondensor
Busi
Apabila kedipan lampu sein menjadi lebih cepat dari ketentuan kemungkinan penyebabnya adalah :
Kabel penghubung dari flasher ke saklar L tanda belok putus
Daya total bola lampu tanda belok terlalu besar
Daya salah satu bola lampu terlalu besar
Ada salah satu bola lampu tidak menyala
Daya total bola lampu tanda belok terlalu kecil
Apabila soket bola lampu Rem terbalik maka akan berakibat :
Pada saat malam hari lampu kota belakang kurang terang
Pada saat malam hari terjadi perubahan intensitas cahaya dari lampu rem
Lampu kota belakang menjadi redup
Lampu rem tidak menyala
Nyala lampu kota lebih terang dari lampu rem
Pada sistem penerangan dengan sistem AC bila sistem penerangan tidak menyala maka pemeriksaan harus dilakukan sampai dengan pemeriksaan tegangan:
Baterai
Generator
Kunci kontak
Sekring
Switch
Pada sistem penerangan DC bila lampu menyala redup maka pemeriksaan harus dilakukan sampai dengan memeriksa :
Baterai
Generator
Kunci kontak
fuse
Saklar
Suara dari klakson ditimbulkan oleh :
Arus listrik DC
Resonansi membran
Getaran dari plat kontak
Kemagnetan dari kumparan
Arus listrik AC
Jika suara klakson berbunyi kurang keras, kemungkinan penyebabnya adalah :
Soket pada klakson terlepas
Kabel penghubung terlalu kecil
Tegangan baterai terlalu rendah
Resonator/membran kotor
Tegangan baterai normal
Pembangkit listrik untuk keperluan sistem pengisian pada sepeda motor disebut :
Generator arus searah
Alternator
Regulator
Stator
Rotor
Agar arus dari pembangkit dapat mengisi baterai maka arus harus disearahkan dengan :
Regulator
Rectifier
Diode
Kapasitor
Fuse
Agar tegangan baterai tidak terlalu tinggi maka pada rangkaian sistem pengisian dilengkapi dengan :
Regulator
Rectifier
Rotor
Fuse
Alternator
Pada sistem pengisian yang menggunakan magnet permanen regulasi tegangan dilakukan dengan cara :
Mengatur kemagnetannya
Memutus hubungkan arus pengisian
Memassakan arus pengisian
Memutuskan atau memassakan arus pengisian
Menggunakan sekering
Pada generator sistem pengisian ada 2 macam medan magnet yaitu magnet remanen dan magnet permanen, keuntungan generator dengan magnet remanen dibandingkan dengan generator menggunakan magnet permanen adalah :
Pada putaran rendah belum menghasilkan arus besar
Pada putaran rendah sudah dapat menghasilkan arus besar
Pada putaran tinggi baru dapat menghasilkan arus besar
Pada putaran tinggi menghasilkan arus terlalu besar
Pada putaran tinggi menghasilkan arus besar
Penyearahan 1 gelombang penuh dilakukan dengan merangkai pada ujung kumparan pembangkit dengan :
Dioda
Thyristor
Kuprox
SCR
Resistor
Baterai merupakan komponen bagian dari sistem pengisian. Untuk melakukan uji pembebanan baterai agar diketahui kondisi baterai maka pembebanan dilakukan dengan membebankan baterai dengan pemakai arus besar pada sepeda motor. Beban kelistrikan yang sesuai untuk uji
beban adalah :
Stator
Motor starter
Rotor
Lampu kepala
Lmapu rem
Pada saat uji pembebanan baterai jika diukur tegangan didapatkan tegangan akhir pembebanan ≥ 10 V maka dapat disimpulkkan bahwa :
Baterai kurang isian
Baterai kosong
Baterai baik
Baterai perlu diisi arus
Baterai rusak
Pada pengujian tegangan regulasi pada sistem pengisian dihasilkan ukuran tegangan regulasi 13 Volt, hal ini berarti tegangan regulasi :
Terlalu tinggi
Terlalu rendah
Cukup
Berlebihan
Kurang
Pada rangkaian sistem pengisian bila sekring utama putus maka akan berakibat :
Tidak terjadi pengisian
Lampu-lampu indikator tidak menyala meskipun mesin hidup
Tidak ada masalah dengan sistem pengisian
Regulator rectifier rusak
Pengisian normal
Pada sepeda motor sering terjadi setelah dipakai, baterai dapat memutar motor starter dengan normal, tetapi setelah berhenti agak lama baterai tidak mampu lagi memutar motor starter, yang perlu dilakukan adalah pengujian :
Tegangan regulasi
Pengosongan diri baterai
Kapasitas baterai
Kumparan Stator
Tegangan baterai
Arus searah dari baterai dapat dirubah menjadi gerak putar pada motor starter oleh komponen starter yaitu:
stator
rotor
carbon brush
lamel rotor
resistor
Jika motor starter diberikan arus langsung dari baterai, motor starter dapat berputar normal tetapi jika di start secara biasa berputar lambat, kemungkinan penyebabnya ….
motor starter rusak
terjadi rugi tegangan pada relai starter
baterai lemah
gigi reduksi rusak
baterai baik
Motor starter terbakar bagian kumparan rotor, maka jika dilakukan pemeriksaan dan pengukuran pada tegangan dan arus akan didapatkan :
arus besar dan tegangan rendah
arus kecil tegangan tetap tinggi
arus besar tegangan tinggi
arus kecil tegangan rendah
arus stabil tegangan tinggi
Pada motor starter terdapat komponen sikat arang/carbon brush, jika sikat arang terlalu pendek maka motor starter akan berputar lambat. Jika dilakukan pemeriksaan dan pengukuran maka akan didapatkan hasil pengukuran
arus mengalir besar dan tegangan rendah ( kurang dari 10 Volt )
arus mengalir kecil dan tegangan tinggi ( lebih dari 11 Volt )
arus mengalir besar dan tegangan tinggi ( lebih dari 11 Volt )
arus mengalir kecil dan tegangan rendah ( kurang dari 10 Volt )
arus mengalir besar dan tegangan rendah ( kurang dari 12 Volt )
Pada saat kondisi baterai lemah / kapasitas menurun tetapi dipaksakan untuk starter berulang ulang dapat mengakibatkan :
kerusakan pada kunci kontak
kerusakan pada tombol starter
kerusakan pada kumparan anker
kerusakan pada stator motor starter
kerusakan pada kumparan sekunder
Pada saat kondisi baterai lemah / kapasitas menurun tetapi dipaksakan untuk starter berulang ulang dapat mengakibatkan :
kerusakan pada kunci kontak
kerusakan pada tombol starter
kerusakan pada kumparan anker
kerusakan pada stator motor starter
kerusakan pada kumparan sekunder
Bila motor starter diaktifkan motor tidak mampu memutar mesin tetapi hanya timbul suara “klek” maka dapat dipastikan kerusakan terjadi pada ….
sikat arang atau kontak relay
baterai
tombol starter
Stator motor starter
Gir starter
Kerugian aplikasi motor starter jenis Skrup adalah dibanding starter dengan kopling jalan bebas:
Konstruksi rumit
Suara kasar pada saat gigi starter mulai bertautan
Memerlukan arus besar
Putaran lebih lemah
Bila rusak harus ganti motor starter utuh
Fungsi kopling jalan bebas pada elektrik motor starter sepeda motor adalah :
Memperkuat Torsi motor
Mempercepat putaran motor
Menghubung dan memutus putaran motor starter terhadap mesin
Memperlambat putaran mesin
Menghubungkan putaran motor starter terhadap mesin
Fungsi gigi reduksi pada motor starter adalah untuk :
Memperlambat putaran mesin
Memperbesar torsi dengan kelipatan sampai 12 kali
Meneruskan putaran motor starter ke mesin
Mengurangi torsi
Memutar mesin dengan putaran tinggi.
