Font size
WorksheetsUlangan Harian 3 Menulis Cerpen
Total questions: 20
Worksheet time: 29mins
1. Jenis karya sastra yang berbentuk prosa yang bersifat fiktif yang menceritakan suatu kisah yang dialami suatu tokoh secara ringkas disertai berbagai konflik dan terdapat penyelesaian dari masalah yang dihadapi ….
Lagu
Syair
Cerpen
Pantun
Manakah yang bukan unsur intrinsik cerpen ….
Tema, alur, penokohan, latar, resolusi
Tema, latar, penohokan, amanat
Latar, penokohan, amanat, alur
Tema, sudut pandang, latar, penokohan
Tempat terjadi peristiwa dalam cerpen disebut dengan ….
Penokohan
Setting
Tema
Amanat
Hal yang paling utama ditentukan sebelum menulis cerpen/membuat sebuah karya yaitu menentukan .…
Tema
Judul
Tema
Amanat
Tujuan dasar naratif adalah …
Untuk menawarkan sebuah produk
Untuk memberitahukan sebuah informasi
Untuk mengajak khalayak berbuat sesuatu
Untuk menghibur dan memberikan pengetahuan
Manakah yang bukan termasuk struktur teks cerpen ….
Klimaks
Orientasi
Rangkaian peristiwa
Resolusi
Di bawah ini mana yang termasuk ciri-ciri kebahasaan teks naratif ….
Sudut pandang, penggunaan majas, kata benda khusus, dialog
Dialog, penggunaan majas, uraian deskriptif, penggunaan pernyataa retoris, kata-kata teknis
Sudut pandang, penggunaan majas, penggunaan pernyataan retoris, kata benda khusus, bentuk kata pasif
Dialog, sudut pandang, penggunaan majas, kata benda khusus, penggunaan etika
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!
1) Menentukan perwatakan
2) Menentukan sudut pandang
3) Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur
4) Menentukan latar
5) Menentukan tema
Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah ….
5)-2)-1)-4)-3)
5)-3)-1)-4)-2)
1)-2)-3)-4)-5)
5)-1)-2)-4)-3)
Perhatikan kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 9 – 11 !
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Politik
Sosial
Agama
Pendidikan
Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Mengenaskan
Menakutkan
Menyenangkan
Mengharukan
Watak tokoh Karjan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Mudah pasrah
Mudah mengalah
Mudah menangis
Mudah putus asa
Kutipan cerpen berikut untuk nomor 12 – 14 !
Hampir setiap hari mataku tak jemu-jemunya menjelajahi media demi media. Malah Suatu ketika temanku bertanya.
“ Sekarang apa kegiatanmu, Di?”
“Jadi pengamat pers,” lantas kulihat temanku itu keheranan dan takjub.
“Wah, hebat sekali” temanku tampak terkagum-kagum.
“Yah… begitulah, kini aku jadi pengamat pers, spesilisasi lowongan kerja.”
“ha…ha…ha…” seketika itu juga temanku terbahak-bahak dan segera meninju bahuku.
Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.
Karakter tokoh Adi yang patut di contoh yaitu ....
Pantang menyerah
Rajin belajar
Suka menolong
Selalu senyum
Cerpen di atas menggunakan sudut pandang ….
Orang ketiga
Orang kedua
Orang pertama
Orang pertama tokoh sampingan
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas yaitu ….
Belajarlah dengan rajin untuk mencapai cita-cita
Selalu membaca buku untuk menambah wawasan
Jangan mudah putus asa untuk mencapai keberhasilan
Jangan pernah berhenti berharap atas kemurahan Tuhan
Lisa mendapat telepon dari Jeni bahwa Taehyung kecelakaan dan sedang dirawat di ruangan gawat darurat. Saat itu juga Lisa duduk terhenyak, diam. Pikirannya melayang pada peristiwa-peristiwa yang silam. Taehyung telah membuatnya marah. Lisa merasa dikhianati karena Taehyung telah menggaet gadis lain. Akankah ia melupakan hal itu dan ia datang menjenguk ke Rumah Sakit? Bila ia datang berarti ia telah memaafkan Taehyung... ”tidak, tidak semudah itu aku memaafkannya.” Tapi Taehyung sekarang memerlukanku, ia perlu dorongan moril, aku harus...aku harus menjenguknya.”
Konflik pada penggalan cerpen di atas terjadi pada ....
Ketika Lisa mendapat kabar bahwa Taehyung kecelakaan
Ketika Taehyung menyakiti hati Lisa
Ketika Lisa kecelakaan
Ketika Lisa menjenguk ke rumah sakit
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Hye Kyo. Pak Jimin bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Jimin memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Jimin.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Jimin adalah ….
Dialog antartokoh
Diceritakan tokoh lain
Diceritakan pengarang
Pelukisan tindakan
Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran.
Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007.
Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian ….
Orientasi
Komplikasi
Konflik
Resolusi
Bacalah kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan Cerpen I
"Sudah saya pikir masak-masak!"
Saya terkejut.
"Pikirkan sekali lagi! Bapak kasi waktu satu bulan!"
Taksu menggeleng.
"Dikasih waktu satu tahun pun hasilnya sama, Pak. Saya ingin jadi guru!"
"Tidak! Kamu pikir saja dulu satu bulan lagi!"
Bukan hanya satu bulan, tetapi dua bulan kemudian, kami berdua datang lagi mengunjungi Taksu di tempat kosnya. Sekali ini kami tidak muncul dengan tangan kosong. Istri saya membawa krupuk kulit ikan kegemaran Taksu. Saya sendiri membawa sebuah laptop baru yang paling canggih, sebagai kejutan.
Kutipan Cerpen II
"Jadi, apa yang membawamu kemari?"
"Kenangan."
"Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap 30 kilometer saja dari sini?"
Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum katakata obrolan meluncur seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.
Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya.
Malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Teplok yang menjadi penerang ruangan diletakkan di atas meja, hampir mendekat sama sekali dengan wajahnya jika dia menunduk untuk menulis.
Di atas amben, ayahnya santai merokok. Sesekali menyalakan pemantik jika bara rokok lintingannya soak bertemu potongan besar cengkeh atau kemenyan yang tidak lembut diirisnya. Ibunya, seorang perempuan yang banyak tertawa, berada di sudut sembari bekerja memilin sabut-sabut kelapa menjadi tambang.
Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.
Komentar atas perbedaan pola pengembangan kedua kutipan cerpen tersebut adalah ….
Kutipan I menggunakan alur sorot balik. Kutipan II menggunakan alur maju
Kutipan I menggunakan alur sorot balik. Kutipan II menggunakan alur campuran
Kutipan I menggunakan alur maju. Kutipan II menggunakan alur campuran
Kutipan I menggunakan alur maju. Kutipan II menggunakan alur sorot balik
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku."
(2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.
Kalimat bercetak miring dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas ....
Metafora
Personifikasi
Metonimia
Hiperbola
