NEW
Font size
WorksheetsPH KD 3.4 MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN NOVEL
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Penggalan novel :
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Perhatikan penggalan novel berikut, lalu jawablah pertanyaannya!
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
Sosial
Budaya
Kejiwaan
Politik
Lingkungan
Bacalah kedua kutipan teks novel berikut!
Teks 1
Tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen, bisa rubuh berantakan. Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhammadiyah dan sore untuk SMP Muhammadiah. Maka kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama sembilan tahun di sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan sebangku pun tak berubah selama Sembilan tahun SD dan SMP itu.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Teks 2
Setelah aku diwisuda sebagai sarjana ilmu hukum, aku kemudian memilih pulang ke Rimbo Pematang. Aku membantu mengajar di SMA Rimbo Parit dengan status honorer, sekolah tempatku menyelesaikan sekolah dulu. Aku memegang mata pelajaran Tata Negara dan Sejarah. Seperti ketika sekolah dulu, aku bolak-balik dari rumah ke kota kecamatan tersebut; dari rumah jalan kaki beberapa ratus meter ke dermaga penyeberangan dengan perahu di pinggir sungai, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat ke Rimbo Parit. Begitu setiap hari pulang-pergi.
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Perbandingan sudut pandang yang digunakan dalam kedua teks di atas adalah ...
Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I
Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III
Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I
Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III
Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III jamak, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III tunggal
Bacalah kutipan teks novel Berikut!
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... .
antithesis
metafora
personifikasi
hiperbola
metonimia
Bacalah paragraph berikut!
….tapi itu tak dapat dicapai dengan kenduri saja. Masa dan keadaanlah yang menentukan. Ompi yakin, masa itu pasti akan datang. Dan, ia menunggu dengan hati yang disabar-sabarkan. Pada suatu hari yang gilang gemilang, angan-angannya pasti merupa jadi kenyataan. Dia yakin itu bahwa Indra Budiman-nya akan mendapat nama tambahan dokter di muka namanya sekarang. Atau salah satu titel yang mentereng lainnya. Ketika Ompi mulai mengangankan nama dambaannya itu, diambilnya kertas dan potlot ditulisnya nama anak-anak, Dr. Indra Budiman. Dan Ompi merasa bahagia sekali. Ia yakinkan kepada para tetangganya akan cita-citanya yang pasti tercapai itu.
(A.A. Navis, anak kebanggaan)
Amanat yang terkandung dalam penggalan prosa di atas adalah….
Janganlah terlalu yakin dengan angan-angan sendiri.
Cita-cita orang tua akan tercapai kalau didukung oleh anaknya
Cita-cita pasti tercapai kalau dilandasi keyakinan akan keberhasilannya
Asal kita yakin, pengaruh dari orang lain tak ada artinya.
Hendaknya kita yakin dengan apa yang kita cita-citakan
Bacalah Kutipan novel berikut !
Kami gelagapan. (1) Tidak siap menjawab pertanyaan interogatif disenja bergerimis dalam keadaan kepayahan ini.
“Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi, tidak sabar. (2) Gerimis bercampur dengan pecikan ludahnya . Mukanya maju. Napasnya mengerubuti mukanya. Aku katupkan mataku rapat-rapat. Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku.
Melihat aku menutup mata, dia membentuk lebih keras, “Jangan takut dengan manusia, jawab!”
Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-ragu,
Maaf… maaf… Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja.
(4)“Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku.
“Dua…dua…Kak.” Jawabku terbata-bata.
“Barudua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin malam Qanun dibacakan dan kalian tahu tidak terlambat.”
*PM= Pondok Madani
*Qanun=peraturan
( Negeri 5 Menara Karya A, Faudi)
Penggambaran watak Tyson yang tegas diungkap melalui…
tanggapan tokoh lain
dialog antartokoh
pikiran-pikiran tokoh
keadaan di sekitar tokoh
secara langsung oleh pengarang
Bacalah kutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor 11 s.d. 13!
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang ketiga serbatahu
orang ketiga terbatas
Bacalah kutipan novel berikut.
(1) Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik,” (2) “Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. “Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang-orang tua. (3) Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidupkita sebagai manusia. (4) Emang berkata bahwa bahagia itu adalah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. (5) Saleh menganggap bahagia itu lain artinya. (6) Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. (7) Baginya yang dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakkan hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannyan sepenuh-penuhnya dan menyerahkannya kepada yang terasa terhadapnya dan yang termulia dalam hidup ini.”
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ....
Orang pertama sebagai pengamat
Orang ketiga bukan tokoh utama
Orang pertama sebagai pelaku utama
Orang ketiga terarah
orang ketiga serba tahu
"Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk mengakui bahwa aku punya masa lalu" bisik hatinya. Mata Lestari menerawang. Laju kereta seperti tertahan. Yogyakarta, masih empat jam lagi....
Pesan yang tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah . . .
pentingnya kesadaran akan masa lalu
pentingnya pengakuan atas kehadiran Tuhan
masa lalu lebih baik daripada masa sekarang
setiap orang punya masa lalu yang patut disyukuri
perlunya berdoa dalam setiap kesulitan agar Tuhan dapat menolong
Baca kutipan novel "Koala Kumal" di bawah ini!
Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.
Radit: "Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?"
Trisna: "Lo dimana sekarang?"
Kutipan novel di atas dibuka dengan ...
Mendeskripsikan suasana
Mendeskripsikan tempat
Mendeskripsikan waktu
Mendeskripsikan orang
Mendeskripsikan objek
Pesawat kecil itu terangkat, dari jendela kulihat ayahku melambai-lambai dengan sapu tangan yang dulu dipakainya untuk mengikat kakiku pada tuas sepeda forefernya supaya kakiku tak terjerat jari-jari ban. (8) Aku tahu aku akan meridnukan laki-laki pendiam itu, kuliat lambaiannya sampai jauh hingga tak nampak lagi, aku tersedu-sedu.
Pendeskripsian watak tokoh ayah juga seorang pendiam dalam kutipan novel tersebut adalah ...
Dialog antartokoh
Pikiran tokoh
Penjelasan tidak langsung
Tanggapan tokoh lain
Tindakan tokoh
“Lagi orang-orang malam”, kata kartini setengah dalam mulut mengeluh ia serta sambungnya, “korban kapitalisme! Mereka sampai-sampai menjual kehormatannya karena tak sanggup mencari sesuap nasi. Karena masyarakat tak sanggup mencari sesuap nasi. Karena masyarakat terlalu bobrok, tak sanggup memberi pekerjaaan yang halal kepada orang-orang yang malang itu” (mendesis-desis suaranya).
“Cih, masyarakat bobrok kayak begini mana jaminan hidup untuk warganya?”
“Atheis” Karya Achdiet Kartamiharja
Amanah pada penggalan novel tersebut adalah ….
Jangan egois
Jangan menyesali diri
Manusia selalu mempunya tanggung jawab
Jangan mengeluh
Mintalah pertolongan jika perlu
Yang bukan merupakan metode dramatik dalam penggambaran watak tokoh . . . .
melalui pilihan nama
penggambaran fisik tokoh
reaksi antartokoh
melalui cakapan (baik dialog maupun dialog)
analitik
.... Tidak Ira, tidak. Biarlah kau tetap sekolah, aku akan berusaha walaupun aku sudah lumpuh." "Ayah kurang bisa menerima realita dengan hati yang terbuka, krang bisa memahami kenyataan. Lihatlah ayah, ibu dan adik-adik. Kita butuh makan, kalau memang kita mau jadi keluarga yang ingin dihormati orang, adik-adik harus bisa sekolah dengan baik. Untuk bisa sekolah dengan baik, kita butuh biaya. Dan untuk itu semua ayah harus merelakan Ira bekerja. Sudahlah Ayah, ini juga rezeki halal.
Watak tokoh Ira dalam kutipan tersebut adalah . . . .
rajin dan pemberani
lembut dan periang
manja dan periang
teguh pendirian dan bersemangat
lembut, manja, dan teguh pendirian
. . . . Air mataku turun tanpa bisa aku tahan. Baik-baik di sana, Ella manis, batinku. Kutatap lukisan itu sekali lagi. Tante mencintaimu, Ella. Selalu. Aku mematikan lampu dan melangkah keluar. Malam masih teasa sunyi.
Latar suasana penggalan cerita tersebut adalah . . . .
kesunyian
kesedihan
kesepian
gembira
memprihatikan
