Font size
WorksheetsPKL 2020
Total questions: 90
Worksheet time: 1hrs 8mins
Lapisan tanah yang menyusun suatu profil tanah disebut
Solum Tanah
Jeluk Tanah
Horison Tanah
Struktur Tanah
Warna tanah ditentukan berdasarkan 3 kriteria yaitu
Soil-colour-munchell
Hue-value-chroma
7,5 YR-2,5 R-10 G
Merah Kuning- Merah-Abu-abu
Profil Tanah umumnya dibuat dengan ukuran:
2 x 2 m
1 x 3 m
1 x 1 m
2 x 3 m
Horison Tanah yang merupakan daerah pencucian (leaching) adalah horison
Horison A
Horison B
Horison C
Horison A dan B
Horison Tanah yang merupakan daerah penimbunan ialah horison
Horison A
Horison B
Horison C
Horison A dan B
Selain warna tanah untuk membedakan horison A dan B dalam profil tanah ialah dengan
Kedalaman profil tanah
Kedalaman efektif perakaran
Kepadatan Tanah
Dengan Kebatinan
Solum Tanah ialah kedalaman tanah pada horison
A-B-C-R
A-B-C
A-B
Semua Jawaban Benar
Tanah berasal dari bahan induk tanah yang terbesar berasal dari:
Pelapukan bahan oragnik yang berasal dari vegetasi
Disintegrasi bahan induk tanah
Perakaran yang merajai profil tanah
Pelapukan batuan
Warna tanah yang mengindikasikan tanah yang subur ialah
Tanah yang berwarna gelap
Tanah yang berwarna merah
Tanah yang berwarna merah-kuning
Tanah yang berwarna pink
Besarnya persentase batuan di dalam horison A dan B dapat menyebabkan
Perakaran menjadi kuat akibat tekanan dari batuan tersebut
Pohon diatasnya efektif memecah batuan untuk mendapatkan nutrisi
Akar efektif menjangkau tanah diluar batuan
Rintangan mekanis bagi perkembangan perakaran
Pada kegiatan identifikasi tumbuhan hutan, yang pertama kali dilihat adalah perawakan dari tumbuhan tersebut yang dikenal dengan sebutan:
habitat
habitus
potongan
arsitektur
Yang termasuk kriteria pohon adalah tumbuhan yang mempunyai ciri:
berukuran besar
berbatang tunggal
berdaun rimbun
berbatang berkayu
Pola percabangan batang pokok dimana cabang dan batang pokoknya sulit dibedakan disebut percabangan
monopodial
simpodial
plagiotrop
ortotrop
Bila pada satu buku batang terdapat satu daun dan daun hanya duduk di kanan dan kiri batang, maka
berseling
bersilang
berhadapan
bersilang berhadapan
Bila pada satu buku batang terdapat dua daun dan daun hanya duduk pada dua sisi yang sama, maka duduk daun tersebut disebut:
berseling
bersilang
berhadapan
bersilang berhadapan
Daun majemuk dimana anak daun duduk pada ibu tulang daun, maka disebut daun majemuk menyirip:
ganjil
genap
rangkap satu
rangkap dua
Daun majemuk dimana pada bagian ujung ibu tulang daun ditutupi anak daun, maka disebut daun majemuk menyirip
ganjil
genap
rangkap satu
rangkap dua
Selain pola percabangan batang pokok, ada sifat arah pertumbuhan cabang yang harus dicatat. Bila cabang dengan batang pokok membentuk sudut 900, maka cabang dikatakan bersifat:
filantropi
ortotropi
plagiotropi
autotropi
Alat tambahan pada daun yang terdapat pada pangkal tangkai daun dan akan gugur bersama berkembangnya daun disebut dengan:
stipula
pelepah
trikoma
ligula
Akar tambahan yang muncul dari dahan atau cabang pohon, disebut dengan akar:
banir
tunjang
lutut
gantung
Berikut ini, yang bukan merupakan maksud atau tujuan dari kegiatan ITSP adalah:
Mengetahui potensi tegakan
Mendata jumlah anakan pohon
Mendata pohon yang dilindungi
Mengetahui penyebaran pohon
Mendata kondisi medan
Di dalam kegiatan ITSP, pohon muda dari jenis niagawi yang akan membentuk tegakan utama untuk ditebang pada rotasi tebang berikutnya, disebut dengan istilah:
Pohon yang ditebang
Pohon yang dilindungi
Pohon komersial
Pohon indukan
Pohon inti
Menurut ketentuan standar TPTI, berikut ini jenis tumbuhan yang tidak didata dalam kegiatan ITSP adalah:
Tumbuhan berdiameter 20 – 39 cm
Tumbuhan berdiameter 40 cm ke atas
Tumbuhan berdiameter 200 cm ke atas
Tumbuhan berdiameter 10 – 19 cm
Tumbuhan yang tinggi banirnya lebih dari 2 meter
Berikut adalah teknik pengukuran diameter pohon yang tidak benar dalam kegiatan ITSP:
Diameter pohon diukur pada ketinggian setinggi dada
Diameter pohon berbanir diukur tepat di ujung banirnya
Diameter pohon diukur dengan menggunakan Phiband
Diameter pohon diukur dengan menggunakan Biltmore Stick
Diameter tidak diukur langsung, melainkan dengan cara mengukur keliling batangnya
Dalam kegiatan ITSP yang sesungguhnya, ITSP dilaksanakan per petak tebangan. Dimana ukuran 1 (satu) petak tebangan di hutan alam menurut standar TPTI adalah:
10.000 m2
1.000.000 m2
1 hektar
10 hektar
500 hektar
Berikut ini yang bukan kategori jenis pohon yang dilindungi dalam kegiatan ITSP adalah:
Pohon yang harganya mahal
Pohon yang ada sarang lebah madu
Pohon yang buahnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar
Pohon yang di atasnya tumbuh anggrek langka
Pohon dari jenis langka
Berikut adalah beberapa pernyataan tentang kegiatan ITSP. Satu-satunya pernyataan yang tidak benar yang terkait dengan kegiatan ITSP adalah:
Penandaan pohon inti di dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan pemberian label berwarna merah
Pelaksanaan inventarisasi pohon dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan intensitas sampling 100%
Kegiatan inventarisasi di dalam ITSP dilaksanakan dengan sistem jalur, dimana lebar setiap jalur adalah 20 meter
Salah satu tujuan dari kegiatan ITSP adalah untuk mengestimasi jumlah dan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang harus disiapkan
ITSP tidak dilaksanakan di hutan tanaman
Berikut ini yang tidak termasuk dalam salah satu tugas dari tim atau regu ITSP adalah:
Perintis jalur
Pendata tumbuhan bawah
Pengukur pohon
Pemegang kompas
Pengenal jenis pohon
Di dalam kegiatan ITSP, data penyebaran pohon wajib diplotkan ke atas peta dengan skala 1 : 1.000. Dengan demikian, setiap jalur dalam kegiatan ITSP ketika digambarkan di atas peta dengan skala tersebut, lebarnya akan menjadi:
2 mm
2 inch
20 cm
2 cm
2 m
Berikut ini yang tidak termasuk fungsi dari peta pohon sebagai salah satu hasil dari kegiatan ITSP adalah:
Memudahkan penebang pohon dalam mencari pohon yang akan ditebang
Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menetapkan kawasan lindung
Mengarahkan kegiatan pemeliharaan tegakan yang tersisa pasca pemanenan
Sebagai panduan dalam membuat arah trace jalan angkut dan jalan sarad
Sebagai bahan masukan dalam kalkulasi jumlah bibit dalam pengayaan tanaman pasca pemanenan
Sekat bakar adalah suatu jalur pencegahan menjalarnya api pada peristiwa kebakaran hutan yang dibuat :
Sesudah kebakaran terjadi
Sebelum kebakaran terjadi
Pada saat kebakaran terjadi
a dan c benar
Tujuan pembuatan sekat bakar adalah untuk :
Mencegah atau menghalangi api agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya
Memperlambat apai agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya
Mematikan api agar tidak dapat menjalar lebih luas ke bahan bakar lainnya atau kekawasan lain
a dan b benar
Yang termasuk sekat bakar buatan adalah :
Sekat bakar dengan pembakaran
Sekat bakar dengan jalur hijau
Sekat bakar dengan jalur kuning
a dan b benar
Sekat bakar yang dibuat dengan meggunakan alat manual atau mekanis disebut :
Sekat bakar kimia
Sekat bakar jalur kuning
Sekat bakar jalur hijau
a, b, dan c benar
Lokasi pembuatan sekat bakar sebaiknya dilakukan ditempat yang rawan yaitu :
Banyaknya bahan bakar/padang alang-alang
Adanya aksesibilitas jalan
Kering pada musim kemarau
a dan b benar
Untuk membuat sekat bakar jalur kuning pada praktek kerja lapang ini sebaiknya dengan lebar adalah :
1 x tinggi bahan bakar
2 x tinggi bahan bakar
4 x tinggi bahan bakar
a, b, dan c benar
Sekat bakar yang dibuat pada prektek kerja lapang dengan lebar jalur :
2 m
3 m
4 m
5 m
Kemampuan membuat sekat bakar yang dapat dikerjakan dalam 2 kelompok setiap hari rata-rata seluas :
100 m2
150 m2
200 m2
250 m2
Peralatan manual yang biasa digunakan dalam pembuatan sekat bakar jalur kuning antara lain adalah :
Cangkul, Palu, Garu
Garu, Cangkul, Parang
Palu, Cangkul, Parang
a, b, dan c benar
Dalam pembuatan sekat bakar jalu kuning agar berfungsi dengan baik sebaiknya :
Alang-alang yang ada dijalur dibersihkan semua
Pohon-pohon yang ada ditebang semua
Akar alang-alang dibalik dan dibuang
a dan c benar
Jumlah plot yang dibuat pada saat melaksanakan identifikasi kesehatan pohon
1, ukuran 20mx20m
2,ukuran 20m x 20 m
1,ukuran 10 mx10
2,ukuran 20 mx20 m
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Persentasi (%) tanaman sehat pada plot tersebut :
100%
20%
35%
65%
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan penyakit.
20 tanaman
30 tanaman
15 tanaman
45 tanaman
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan hama
20 tanaman
50 tanaman
30 tanaman
15 tanaman
Salah satu bentuk ketidaknormalan pada pohon adalah:
Batang bengkok
Daun berlubang
Daun berair
a,b. dan c benar
Yang menjadi bagian GEJALA tanaman sakit adalah:
Pada bagian akar terdapat tubuh buah jamur
Pada bagian bawah daun terdapat benang halus berwarna putih
Pada bagian bawah batang terdapat gelembung seperti tumor
Ada gumpalan keras miselium
Gumosis merupakan tipe gejala nekrotik pada tumbuhan, yaitu
keluarnya substansi cairan berupa gom
kematian jaringan kulit tumbuhan
perubahan warna daun karena rusaknya kloroplast
pembengkakan setempat (tumor)
Tanaman endemik Kalimantan yang memerlukan naungan untuk pertumbuhannya dan berada di lokasi praktik adalah
akasia
ulin
jabon
sengon
Jika diketahui keliling tumbuhan jabon adalah 110 cm,maka diameter jabon tersebut adalah
30 cm
35 cm
40 cm
45 cm
Nama ilmiah dari tanaman ulin adalah:
Swietenia mahagoni
Antocehalus cadamba
Albizia falcataria
Eusideroxilon zwagerii
Perhatikan siklus hidrologi berikut.
Proses adveksi dan infiltrasi pada gambar siklus hidrologi ditunjukkan oleh huruf
A dan B
B dan E
C dan D
D dan E
E dan A
Perhatikan gambar berikut ini!
Nomor yang menunjukkan proses infiltrasi pada gambar adalah:
1
2
3
4
5
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi di suatu daerah yaitu:
Kedalaman dan permeabilitas tanah
Kemiringan lereng dan permeabilitas tanah
Sudut datang sinar Matahari dan kemiringan lereng
Kemiringan lereng dan sedimentasi
Kemiringan lereng dan kedalaman
Pernyataan:
1) morfologi
2) jenis tanah/batuan
3) jumlah vegetasi penutup
4) permeabilitas topsoil
5) jenis vegetasi
Faktor yang tidak langsung mempengaruhi infiltrasi adalah nomor:
1,2,dan 3
1,2, dan 4
1,3, dan 5
2,4, dan 5
3,4, dan 5
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah:
tingkat resistensi batuan dan luas permukaan tanah
luas permukaan tanah dan besarnya suhu udara
kemiringan permukaan tanah dan vegetasi
vegetasi dan besarnya suhu udara
permukaan tanah dan vegetasi
Peranan vegetasi hutan dalam siklus hidrologi adalah:
membantu penyerapan air dalam tanah
mendukung terjadinya kondensasi
mempercepat penjenuhan uap air
mempercepat proses penguapan
meningkatkan daya ilfiltrasi
Kegiatan reboisasi dengan menanami pohon pada hutan gundul mempengaruhi proses siklus hidrologi dan berdampak positif bagi pencegahan banjir. Fungsi pepohonan hutan dalam siklus hidrologi adalah:
mempercepat aliran permukaan
memperlambat turunnya hujan
mengurangi curah hujan
meningkatkan infiltrasi
mengurangi penguapan
Setelah tanah jenuh air, hujan akan menjadi limpasan dan mengalir ke sungai. Faktor penyebab banyaknya limpasan di suatu wilayah adalah:
lamanya proses evapotranspirasi
rendahnya intensitas curah hujan
rendahnya kerapatan vegetasi
rendahnya kemiringan lereng
tingginya laju infiltrasi
Infiltrasi air:
(1) Ketinggian muka air tanah
(2) Porositas tanah
(3) Kemiringan lereng
(4) Unsur kimia tanah
(5) Sifat biologis tanah
(6) Vegetasi penutup tanah
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya infiltrasi adalah nomor:
1, 2, dan 3
1, 4, dan 5
2, 3, dan 6
3, 4, dan 5
4, 5, dan 6
Perhatikan gambar siklus hidrologi berikut:
Pada gambar siklus hidrologi tersebut, huruf D dan C menunjukkan proses:
infiltrasi dan transpirasi
transpirasi dan perkolasi
evaporasi dan transpirasi
presipitasi dan evaporasi
perkolasi dan kondensasi
Kurva Species Area (KSA) atau Area Curve Species adalah :
Garis lengkung
Garis lurus
Histogram
Grafik
Kurva Species Area dibuat untuk :
Memperoleh komposisi jenis tumbuh-tumbuhan di suatu habitat
Menentukan luas atau jumlah petak ukur minimum untuk sampling analisis vegetasi
Menentukan luas petak minimum untuk sampling analisis vegetas i
Menentukan posisi petak ukur minimum di lapangan
Pada praktik PKL saat ini untuk menentukan luas petak minimum untuk analisis vegetasi dilakukan dengan cara :
Memasang patok-patok ukur dengan ukuran yang berbeda-beda
Menghitung jumlah species yang ditemukan
Membuat petak ukur 1 m x 1m, 1 m x 2 m, 2 m x 2m, 2 m x 4 m, 4 m x 4 m, dan seterusnya
Membuat petak ukur terkecil dan dilanjutkan dengan membuat petak ukur kelipatan dua
Data jenis tumbuh-tumbuhan yang ditemukan di dalam petak ukur yang terkecil sampai yang diperbesar yang dicatat di dalam thallysheed adalah :
Tingginya
Diameternya
Tinggi dan diameter
Penambahan jenis tumbuh2an
Penghentian pembuatan petak ukur minimum dilakukan jika :
Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan ≥ 5 %
Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan = 5 %
Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan ≥ 5 %
Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan 5-10 %
Misalnya luas petak ukur minimum yang diperoleh melalui kurva species area 1 Ha, maka luas petak contoh untuk analisis vegetasi (anveg) di suatu komunitas tumbuhan akan baik jika :
Minimum 1 Ha
Lebih dari 1 Ha asal efisien
Kurang dari 1 Ha agar sedikit biaya keluar
Lebih dari 1 Ha walaupun mahal
Analisis vegetasi adalah cara mempelajari :
Komposisi jenis tumbuh-tumbuhan
Struktur tumbuh-tumbuhan
Komposisi dan struktur tumbuh-tumbuhan
Komposisi tumbuh-tumbuhan saja
Kriteria semai dalam pelaksanaan analisis vegetasi pada praktik PKL ini adalah :
Permudaan yang diameternya lebih kecil dari 1,5 cm
Anakan yang diameternya kurang dari 1,5 cm
Permudaan yang tingginya kurang dari 1,5 cm
Anakan pohon yang tingginya kurang dari 1,5 m
Kriteria pancang dalam pelaksanaan analisis vegetasi pada praktik PKL ini adalah :
Permudaan yang tingginya ≥ 1,5 m sampai ≤ 3 m
Anakan pohon yang tingginya 3 m
Anakan pohon yang tingginya 1 – 3 m
Permudaan yang tingginya ≤ 3 m
Indeks Nilai Penting (INP %) adalah :
Indeks yang menunjukkan dominansi jenis
Indeks yang menunjukkan dominannya suatu jenis terhadap jenis yang lain
Indeks yang menunjukkan dominannya suatu jenis terhadap komunitas pohon
Indeks yang menunjukkan kekuasaan jenis yang dominan
Seni dan praktik untuk mengembangkan teori, pengendalian serta menjaga kelanjutan pengelolaan sehingga sustainable dalam hal fungsi dan manfaat dikenal dengan istilah :
Seni Kehutanan
Silvikultur
Ekoturisme
Konservasi
Tindakan silvikultur dengan tujuan memberikan ruang tumbuh yang baik dan kesempatan faktor lingkungan memberikan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dikenal dengan istilah :
Penanaman
Permudaan
Pemeliharaan
Penebangan
Pupuk yang digunakan pada saat kita prkatik lapangan adalah :
TSP
NPK
Urea
Kompos
Jika kita menanam dengan jarak 5mx5m, tanpa mempertimbangkan sulaman maka dalam luasan 1 Ha kita harus mempersiapkan jumlah bibit sebanyak :
200
400
600
800
Nama ilmiah dari pohon Jabon putih adalah
Eusideroxilon zwagerii
Swietenia mahagoni
Anthocephalus cadamba
Shorea macrophilla
Pada saat pengisian media kedalam polybag praktikan diminta dalam jumlah tertentu, setiap kelompok mengisi sebanyak
100 polybag
200 polybag
300 polybag
400 polybag
Pada luasan lahan 1.600 m, jarak tanam 4m x 4m maka keperluan tanaman yang harus disediakan sampai penyulaman, dengan asumsi hidup 75% maka harus menyediakan tanaman sebanyak :
225
125
75
25
Kegiatan untuk memudahkan pelaksanaan penanaman dengan tujuan memperbaiki pertumbuhan awal dan kondisi kelembaban tanah dikenal dengan istilah :
Pembersihan lahan
Roundup
Siring
Blounder
Jika ada tanaman rusak, mati atau terserang hama dan penyakit maka salah satu tindakan yang sebaiknya dilakukan pergantian tanaman untuk keberlangsungan tanaman adalah :
Merintis
Mendangir
Menebas
Menyulam
Salah satu pertimbangan yang harus difikirkan dalam ukuran pembuatan lubang tanam adalah :
Ukuran daun
Asal tanaman
Tinggi Tanaman
Jumlah tanaman
Teropong secara kasar dapat diarahkan ke suatu obyek menggunakan :
Visier
Niveau
Center point
Binokuler
Bacaan Rambu Ukur ketelitiannya sampai satuan:
Meter
Desimeter
Centimeter
Milimeter
Proyeksi posisi alat theodolit ke permukaan tanah menggunakan:
Meteran
Rambu ukur
Bandul
Patok kayu
Polygon dengan bentuk segi 5 memiliki total sudut dalam sebesar :
530o
535o
540o
545o
Fungsi tombol R/L adalah:
Mengubah bacaan sudut Horizontal menjadi 0
Mengubah arah putaran alat saat pembacaan sudut Horizontal
Mengubah arah putaran alat saat pembacaan sudut Vertikal
Mengubah bacaan sudut dalam menjadi sudut luar
Data apa saja yang diambil pada titik Pa (titik bantu) :
Elevasi dan koordinat
Koordinat dan sudut horizontal
Azimuth dan koordinat
Elevasi dan azimuth
Hasil pembacaan sudut vertikal sebesar 91˚02’15”, maka besarnya helling sebesar:
1˚03’15”
1˚02’15”
1˚02’05”
1˚02’25”
Jumlah Titik Ukur minimal untuk membuat polygon tertutup adalah:
4
2
3
5
Suatu titik polygon yang mempunyai azimuth sebelumnya 270˚, kemudian sudut dalamnya 250˚ maka besarnya azimuth arah garis berikutnya:
160˚
170˚
120˚
130˚
Suatu titik mempunyai azimuth dari P1 ke Pa sebesar 135˚, berapakah back azimuth yang akan didapatkan:
212˚
315˚
110˚
220˚
