wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PKL 2020

Total questions: 90

Worksheet time: 1hrs 8mins

Name
Class
Date
1.

Lapisan tanah yang menyusun suatu profil tanah disebut

a)

Solum Tanah

b)

Jeluk Tanah

c)

Horison Tanah

d)

Struktur Tanah

2.

Warna tanah ditentukan berdasarkan 3 kriteria yaitu

a)

Soil-colour-munchell

b)

Hue-value-chroma

c)

7,5 YR-2,5 R-10 G

d)

Merah Kuning- Merah-Abu-abu

3.

Profil Tanah umumnya dibuat dengan ukuran:

a)

2 x 2 m

b)

1 x 3 m

c)

1 x 1 m

d)

2 x 3 m

4.

Horison Tanah yang merupakan daerah pencucian (leaching) adalah horison

a)

Horison A

b)

Horison B

c)

Horison C

d)

Horison A dan B

5.

Horison Tanah yang merupakan daerah penimbunan ialah horison

a)

Horison A

b)

Horison B

c)

Horison C

d)

Horison A dan B

6.

Selain warna tanah untuk membedakan horison A dan B dalam profil tanah ialah dengan

a)

Kedalaman profil tanah

b)

Kedalaman efektif perakaran

c)

Kepadatan Tanah

d)

Dengan Kebatinan

7.

Solum Tanah ialah kedalaman tanah pada horison

a)

A-B-C-R

b)

A-B-C

c)

A-B

d)

Semua Jawaban Benar

8.

Tanah berasal dari bahan induk tanah yang terbesar berasal dari:

a)

Pelapukan bahan oragnik yang berasal dari vegetasi

b)

Disintegrasi bahan induk tanah

c)

Perakaran yang merajai profil tanah

d)

Pelapukan batuan

9.

Warna tanah yang mengindikasikan tanah yang subur ialah

a)

Tanah yang berwarna gelap

b)

Tanah yang berwarna merah

c)

Tanah yang berwarna merah-kuning

d)

Tanah yang berwarna pink

10.

Besarnya persentase batuan di dalam horison A dan B dapat menyebabkan

a)

Perakaran menjadi kuat akibat tekanan dari batuan tersebut

b)

Pohon diatasnya efektif memecah batuan untuk mendapatkan nutrisi

c)

Akar efektif menjangkau tanah diluar batuan

d)

Rintangan mekanis bagi perkembangan perakaran

11.

Pada kegiatan identifikasi tumbuhan hutan, yang pertama kali dilihat adalah perawakan dari tumbuhan tersebut yang dikenal dengan sebutan:

a)

habitat

b)

habitus

c)

potongan

d)

arsitektur

12.

Yang termasuk kriteria pohon adalah tumbuhan yang mempunyai ciri:

a)

berukuran besar

b)

berbatang tunggal

c)

berdaun rimbun

d)

berbatang berkayu

13.

Pola percabangan batang pokok dimana cabang dan batang pokoknya sulit dibedakan disebut percabangan

a)

monopodial

b)

simpodial

c)

plagiotrop

d)

ortotrop

14.

Bila pada satu buku batang terdapat satu daun dan daun hanya duduk di kanan dan kiri batang, maka

a)

berseling

b)

bersilang

c)

berhadapan

d)

bersilang berhadapan

15.

Bila pada satu buku batang terdapat dua daun dan daun hanya duduk pada dua sisi yang sama, maka duduk daun tersebut disebut:

a)

berseling

b)

bersilang

c)

berhadapan

d)

bersilang berhadapan

16.

Daun majemuk dimana anak daun duduk pada ibu tulang daun, maka disebut daun majemuk menyirip:

a)

ganjil

b)

genap

c)

rangkap satu

d)

rangkap dua

17.

Daun majemuk dimana pada bagian ujung ibu tulang daun ditutupi anak daun, maka disebut daun majemuk menyirip

a)

ganjil

b)

genap

c)

rangkap satu

d)

rangkap dua

18.

Selain pola percabangan batang pokok, ada sifat arah pertumbuhan cabang yang harus dicatat. Bila cabang dengan batang pokok membentuk sudut 900, maka cabang dikatakan bersifat:

a)

filantropi

b)

ortotropi

c)

plagiotropi

d)

autotropi

19.

Alat tambahan pada daun yang terdapat pada pangkal tangkai daun dan akan gugur bersama berkembangnya daun disebut dengan:

a)

stipula

b)

pelepah

c)

trikoma

d)

ligula

20.

Akar tambahan yang muncul dari dahan atau cabang pohon, disebut dengan akar:

a)

banir

b)

tunjang

c)

lutut

d)

gantung

21.

Berikut ini, yang bukan merupakan maksud atau tujuan dari kegiatan ITSP adalah:

a)

Mengetahui potensi tegakan

b)

Mendata jumlah anakan pohon

c)

Mendata pohon yang dilindungi

d)

Mengetahui penyebaran pohon

e)

Mendata kondisi medan

22.

Di dalam kegiatan ITSP, pohon muda dari jenis niagawi yang akan membentuk tegakan utama untuk ditebang pada rotasi tebang berikutnya, disebut dengan istilah:

a)

Pohon yang ditebang

b)

Pohon yang dilindungi

c)

Pohon komersial

d)

Pohon indukan

e)

Pohon inti

23.

Menurut ketentuan standar TPTI, berikut ini jenis tumbuhan yang tidak didata dalam kegiatan ITSP adalah:

a)

Tumbuhan berdiameter 20 – 39 cm

b)

Tumbuhan berdiameter 40 cm ke atas

c)

Tumbuhan berdiameter 200 cm ke atas

d)

Tumbuhan berdiameter 10 – 19 cm

e)

Tumbuhan yang tinggi banirnya lebih dari 2 meter

24.

Berikut adalah teknik pengukuran diameter pohon yang tidak benar dalam kegiatan ITSP:

a)

Diameter pohon diukur pada ketinggian setinggi dada

b)

Diameter pohon berbanir diukur tepat di ujung banirnya

c)

Diameter pohon diukur dengan menggunakan Phiband

d)

Diameter pohon diukur dengan menggunakan Biltmore Stick

e)

Diameter tidak diukur langsung, melainkan dengan cara mengukur keliling batangnya

25.

Dalam kegiatan ITSP yang sesungguhnya, ITSP dilaksanakan per petak tebangan. Dimana ukuran 1 (satu) petak tebangan di hutan alam menurut standar TPTI adalah:

a)

10.000 m2

b)

1.000.000 m2

c)

1 hektar

d)

10 hektar

e)

500 hektar

26.

Berikut ini yang bukan kategori jenis pohon yang dilindungi dalam kegiatan ITSP adalah:

a)

Pohon yang harganya mahal

b)

Pohon yang ada sarang lebah madu

c)

Pohon yang buahnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar

d)

Pohon yang di atasnya tumbuh anggrek langka

e)

Pohon dari jenis langka

27.

Berikut adalah beberapa pernyataan tentang kegiatan ITSP. Satu-satunya pernyataan yang tidak benar yang terkait dengan kegiatan ITSP adalah:

a)

Penandaan pohon inti di dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan pemberian label berwarna merah

b)

Pelaksanaan inventarisasi pohon dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan intensitas sampling 100%

c)

Kegiatan inventarisasi di dalam ITSP dilaksanakan dengan sistem jalur, dimana lebar setiap jalur adalah 20 meter

d)

Salah satu tujuan dari kegiatan ITSP adalah untuk mengestimasi jumlah dan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang harus disiapkan

e)

ITSP tidak dilaksanakan di hutan tanaman

28.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam salah satu tugas dari tim atau regu ITSP adalah:

a)

Perintis jalur

b)

Pendata tumbuhan bawah

c)

Pengukur pohon

d)

Pemegang kompas

e)

Pengenal jenis pohon

29.

Di dalam kegiatan ITSP, data penyebaran pohon wajib diplotkan ke atas peta dengan skala 1 : 1.000. Dengan demikian, setiap jalur dalam kegiatan ITSP ketika digambarkan di atas peta dengan skala tersebut, lebarnya akan menjadi:

a)

2 mm

b)

2 inch

c)

20 cm

d)

2 cm

e)

2 m

30.

Berikut ini yang tidak termasuk fungsi dari peta pohon sebagai salah satu hasil dari kegiatan ITSP adalah:

a)

Memudahkan penebang pohon dalam mencari pohon yang akan ditebang

b)

Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menetapkan kawasan lindung

c)

Mengarahkan kegiatan pemeliharaan tegakan yang tersisa pasca pemanenan

d)

Sebagai panduan dalam membuat arah trace jalan angkut dan jalan sarad

e)

Sebagai bahan masukan dalam kalkulasi jumlah bibit dalam pengayaan tanaman pasca pemanenan

31.

Sekat bakar adalah suatu jalur pencegahan menjalarnya api pada peristiwa kebakaran hutan yang dibuat :

a)

Sesudah kebakaran terjadi

b)

Sebelum kebakaran terjadi

c)

Pada saat kebakaran terjadi

d)

a dan c benar

32.

Tujuan pembuatan sekat bakar adalah untuk :

a)

Mencegah atau menghalangi api agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya

b)

Memperlambat apai agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya

c)

Mematikan api agar tidak dapat menjalar lebih luas ke bahan bakar lainnya atau kekawasan lain

d)

a dan b benar

33.

Yang termasuk sekat bakar buatan adalah :

a)

Sekat bakar dengan pembakaran

b)

Sekat bakar dengan jalur hijau

c)

Sekat bakar dengan jalur kuning

d)

a dan b benar

34.

Sekat bakar yang dibuat dengan meggunakan alat manual atau mekanis disebut :

a)

Sekat bakar kimia

b)

Sekat bakar jalur kuning

c)

Sekat bakar jalur hijau

d)

a, b, dan c benar

35.

Lokasi pembuatan sekat bakar sebaiknya dilakukan ditempat yang rawan yaitu :

a)

Banyaknya bahan bakar/padang alang-alang

b)

Adanya aksesibilitas jalan

c)

Kering pada musim kemarau

d)

a dan b benar

36.

Untuk membuat sekat bakar jalur kuning pada praktek kerja lapang ini sebaiknya dengan lebar adalah :

a)

1 x tinggi bahan bakar

b)

2 x tinggi bahan bakar

c)

4 x tinggi bahan bakar

d)

a, b, dan c benar

37.

Sekat bakar yang dibuat pada prektek kerja lapang dengan lebar jalur :

a)

2 m

b)

3 m

c)

4 m

d)

5 m

38.

Kemampuan membuat sekat bakar yang dapat dikerjakan dalam 2 kelompok setiap hari rata-rata seluas :

a)

100 m2

b)

150 m2

c)

200 m2

d)

250 m2

39.

Peralatan manual yang biasa digunakan dalam pembuatan sekat bakar jalur kuning antara lain adalah :

a)

Cangkul, Palu, Garu

b)

Garu, Cangkul, Parang

c)

Palu, Cangkul, Parang

d)

a, b, dan c benar

40.

Dalam pembuatan sekat bakar jalu kuning agar berfungsi dengan baik sebaiknya :

a)

Alang-alang yang ada dijalur dibersihkan semua

b)

Pohon-pohon yang ada ditebang semua

c)

Akar alang-alang dibalik dan dibuang

d)

a dan c benar

41.

Jumlah plot yang dibuat pada saat melaksanakan identifikasi kesehatan pohon

a)

1, ukuran 20mx20m

b)

2,ukuran 20m x 20 m

c)

1,ukuran 10 mx10

d)

2,ukuran 20 mx20 m

42.

Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Persentasi (%) tanaman sehat pada plot tersebut :

a)

100%

b)

20%

c)

35%

d)

65%

43.

Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan penyakit.

a)

20 tanaman

b)

30 tanaman

c)

15 tanaman

d)

45 tanaman

44.

Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan hama

a)

20 tanaman

b)

50 tanaman

c)

30 tanaman

d)

15 tanaman

45.

Salah satu bentuk ketidaknormalan pada pohon adalah:

a)

Batang bengkok

b)

Daun berlubang

c)

Daun berair

d)

a,b. dan c benar

46.

Yang menjadi bagian GEJALA tanaman sakit adalah:

a)

Pada bagian akar terdapat tubuh buah jamur

b)

Pada bagian bawah daun terdapat benang halus berwarna putih

c)

Pada bagian bawah batang terdapat gelembung seperti tumor

d)

Ada gumpalan keras miselium

47.

Gumosis merupakan tipe gejala nekrotik pada tumbuhan, yaitu

a)

keluarnya substansi cairan berupa gom

b)

kematian jaringan kulit tumbuhan

c)

perubahan warna daun karena rusaknya kloroplast

d)

pembengkakan setempat (tumor)

48.

Tanaman endemik Kalimantan yang memerlukan naungan untuk pertumbuhannya dan berada di lokasi praktik adalah

a)

akasia

b)

ulin

c)

jabon

d)

sengon

49.

Jika diketahui keliling tumbuhan jabon adalah 110 cm,maka diameter jabon tersebut adalah

a)

30 cm

b)

35 cm

c)

40 cm

d)

45 cm

50.

Nama ilmiah dari tanaman ulin adalah:

a)

Swietenia mahagoni

b)

Antocehalus cadamba

c)

Albizia falcataria

d)

Eusideroxilon zwagerii

51.

Perhatikan siklus hidrologi berikut.


Proses adveksi dan infiltrasi pada gambar siklus hidrologi ditunjukkan oleh huruf

a)

A dan B

b)

B dan E

c)

C dan D

d)

D dan E

e)

E dan A

52.

Perhatikan gambar berikut ini!


Nomor yang menunjukkan proses infiltrasi pada gambar adalah:

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

53.

Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi di suatu daerah yaitu:

a)

Kedalaman dan permeabilitas tanah

b)

Kemiringan lereng dan permeabilitas tanah

c)

Sudut datang sinar Matahari dan kemiringan lereng

d)

Kemiringan lereng dan sedimentasi

e)

Kemiringan lereng dan kedalaman

54.

Pernyataan:

1) morfologi

2) jenis tanah/batuan

3) jumlah vegetasi penutup

4) permeabilitas topsoil

5) jenis vegetasi

Faktor yang tidak langsung mempengaruhi infiltrasi adalah nomor:

a)

1,2,dan 3

b)

1,2, dan 4

c)

1,3, dan 5

d)

2,4, dan 5

e)

3,4, dan 5

55.

Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah:

a)

tingkat resistensi batuan dan luas permukaan tanah

b)

luas permukaan tanah dan besarnya suhu udara

c)

kemiringan permukaan tanah dan vegetasi

d)

vegetasi dan besarnya suhu udara

e)

permukaan tanah dan vegetasi

56.

Peranan vegetasi hutan dalam siklus hidrologi adalah:

a)

membantu penyerapan air dalam tanah

b)

mendukung terjadinya kondensasi

c)

mempercepat penjenuhan uap air

d)

mempercepat proses penguapan

e)

meningkatkan daya ilfiltrasi

57.

Kegiatan reboisasi dengan menanami pohon pada hutan gundul mempengaruhi proses siklus hidrologi dan berdampak positif bagi pencegahan banjir. Fungsi pepohonan hutan dalam siklus hidrologi adalah:

a)

mempercepat aliran permukaan

b)

memperlambat turunnya hujan

c)

mengurangi curah hujan

d)

meningkatkan infiltrasi

e)

mengurangi penguapan

58.

Setelah tanah jenuh air, hujan akan menjadi limpasan dan mengalir ke sungai. Faktor penyebab banyaknya limpasan di suatu wilayah adalah:

a)

lamanya proses evapotranspirasi

b)

rendahnya intensitas curah hujan

c)

rendahnya kerapatan vegetasi

d)

rendahnya kemiringan lereng

e)

tingginya laju infiltrasi

59.

Infiltrasi air:

(1) Ketinggian muka air tanah

(2) Porositas tanah

(3) Kemiringan lereng

(4) Unsur kimia tanah

(5) Sifat biologis tanah

(6) Vegetasi penutup tanah

Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya infiltrasi adalah nomor:

a)

1, 2, dan 3

b)

1, 4, dan 5

c)

2, 3, dan 6

d)

3, 4, dan 5

e)

4, 5, dan 6

60.

Perhatikan gambar siklus hidrologi berikut:


Pada gambar siklus hidrologi tersebut, huruf D dan C menunjukkan proses:

a)

infiltrasi dan transpirasi

b)

transpirasi dan perkolasi

c)

evaporasi dan transpirasi

d)

presipitasi dan evaporasi

e)

perkolasi dan kondensasi

61.

Kurva Species Area (KSA) atau Area Curve Species adalah :

a)

Garis lengkung

b)

Garis lurus

c)

Histogram

d)

Grafik

62.

Kurva Species Area dibuat untuk :

a)

Memperoleh komposisi jenis tumbuh-tumbuhan di suatu habitat

b)

Menentukan luas atau jumlah petak ukur minimum untuk sampling analisis vegetasi

c)

Menentukan luas petak minimum untuk sampling analisis vegetas i

d)

Menentukan posisi petak ukur minimum di lapangan

63.

Pada praktik PKL saat ini untuk menentukan luas petak minimum untuk analisis vegetasi dilakukan dengan cara :

a)

Memasang patok-patok ukur dengan ukuran yang berbeda-beda

b)

Menghitung jumlah species yang ditemukan

c)

Membuat petak ukur 1 m x 1m, 1 m x 2 m, 2 m x 2m, 2 m x 4 m, 4 m x 4 m, dan seterusnya

d)

Membuat petak ukur terkecil dan dilanjutkan dengan membuat petak ukur kelipatan dua

64.

Data jenis tumbuh-tumbuhan yang ditemukan di dalam petak ukur yang terkecil sampai yang diperbesar yang dicatat di dalam thallysheed adalah :

a)

Tingginya

b)

Diameternya

c)

Tinggi dan diameter

d)

Penambahan jenis tumbuh2an

65.

Penghentian pembuatan petak ukur minimum dilakukan jika :

a)

Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan ≥ 5 %

b)

Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan = 5 %

c)

Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan ≥ 5 %

d)

Persentase penambahan jenis tumbuh-tumbuhan 5-10 %

66.

Misalnya luas petak ukur minimum yang diperoleh melalui kurva species area 1 Ha, maka luas petak contoh untuk analisis vegetasi (anveg) di suatu komunitas tumbuhan akan baik jika :

a)

Minimum 1 Ha

b)

Lebih dari 1 Ha asal efisien

c)

Kurang dari 1 Ha agar sedikit biaya keluar

d)

Lebih dari 1 Ha walaupun mahal

67.

Analisis vegetasi adalah cara mempelajari :

a)

Komposisi jenis tumbuh-tumbuhan

b)

Struktur tumbuh-tumbuhan

c)

Komposisi dan struktur tumbuh-tumbuhan

d)

Komposisi tumbuh-tumbuhan saja

68.

Kriteria semai dalam pelaksanaan analisis vegetasi pada praktik PKL ini adalah :

a)

Permudaan yang diameternya lebih kecil dari 1,5 cm

b)

Anakan yang diameternya kurang dari 1,5 cm

c)

Permudaan yang tingginya kurang dari 1,5 cm

d)

Anakan pohon yang tingginya kurang dari 1,5 m

69.

Kriteria pancang dalam pelaksanaan analisis vegetasi pada praktik PKL ini adalah :

a)

Permudaan yang tingginya ≥ 1,5 m sampai ≤ 3 m

b)

Anakan pohon yang tingginya 3 m

c)

Anakan pohon yang tingginya 1 – 3 m

d)

Permudaan yang tingginya ≤ 3 m

70.

Indeks Nilai Penting (INP %) adalah :

a)

Indeks yang menunjukkan dominansi jenis

b)

Indeks yang menunjukkan dominannya suatu jenis terhadap jenis yang lain

c)

Indeks yang menunjukkan dominannya suatu jenis terhadap komunitas pohon

d)

Indeks yang menunjukkan kekuasaan jenis yang dominan

71.

Seni dan praktik untuk mengembangkan teori, pengendalian serta menjaga kelanjutan pengelolaan sehingga sustainable dalam hal fungsi dan manfaat dikenal dengan istilah :

a)

Seni Kehutanan

b)

Silvikultur

c)

Ekoturisme

d)

Konservasi

72.

Tindakan silvikultur dengan tujuan memberikan ruang tumbuh yang baik dan kesempatan faktor lingkungan memberikan unsur-unsur yang diperlukan tanaman dikenal dengan istilah :

a)

Penanaman

b)

Permudaan

c)

Pemeliharaan

d)

Penebangan

73.

Pupuk yang digunakan pada saat kita prkatik lapangan adalah :

a)

TSP

b)

NPK

c)

Urea

d)

Kompos

74.

Jika kita menanam dengan jarak 5mx5m, tanpa mempertimbangkan sulaman maka dalam luasan 1 Ha kita harus mempersiapkan jumlah bibit sebanyak :

a)

200

b)

400

c)

600

d)

800

75.

Nama ilmiah dari pohon Jabon putih adalah

a)

Eusideroxilon zwagerii

b)

Swietenia mahagoni

c)

Anthocephalus cadamba

d)

Shorea macrophilla

76.

Pada saat pengisian media kedalam polybag praktikan diminta dalam jumlah tertentu, setiap kelompok mengisi sebanyak

a)

100 polybag

b)

200 polybag

c)

300 polybag

d)

400 polybag

77.

Pada luasan lahan 1.600 m, jarak tanam 4m x 4m maka keperluan tanaman yang harus disediakan sampai penyulaman, dengan asumsi hidup 75% maka harus menyediakan tanaman sebanyak :

a)

225

b)

125

c)

75

d)

25

78.

Kegiatan untuk memudahkan pelaksanaan penanaman dengan tujuan memperbaiki pertumbuhan awal dan kondisi kelembaban tanah dikenal dengan istilah :

a)

Pembersihan lahan

b)

Roundup

c)

Siring

d)

Blounder

79.

Jika ada tanaman rusak, mati atau terserang hama dan penyakit maka salah satu tindakan yang sebaiknya dilakukan pergantian tanaman untuk keberlangsungan tanaman adalah :

a)

Merintis

b)

Mendangir

c)

Menebas

d)

Menyulam

80.

Salah satu pertimbangan yang harus difikirkan dalam ukuran pembuatan lubang tanam adalah :

a)

Ukuran daun

b)

Asal tanaman

c)

Tinggi Tanaman

d)

Jumlah tanaman

81.

Teropong secara kasar dapat diarahkan ke suatu obyek menggunakan :

a)

Visier

b)

Niveau

c)

Center point

d)

Binokuler

82.

Bacaan Rambu Ukur ketelitiannya sampai satuan:

a)

Meter

b)

Desimeter

c)

Centimeter

d)

Milimeter

83.

Proyeksi posisi alat theodolit ke permukaan tanah menggunakan:

a)

Meteran

b)

Rambu ukur

c)

Bandul

d)

Patok kayu

84.

Polygon dengan bentuk segi 5 memiliki total sudut dalam sebesar :

a)

530o

b)

535o

c)

540o

d)

545o

85.

Fungsi tombol R/L adalah:

a)

Mengubah bacaan sudut Horizontal menjadi 0

b)

Mengubah arah putaran alat saat pembacaan sudut Horizontal

c)

Mengubah arah putaran alat saat pembacaan sudut Vertikal

d)

Mengubah bacaan sudut dalam menjadi sudut luar

86.

Data apa saja yang diambil pada titik Pa (titik bantu) :

a)

Elevasi dan koordinat

b)

Koordinat dan sudut horizontal

c)

Azimuth dan koordinat

d)

Elevasi dan azimuth

87.

Hasil pembacaan sudut vertikal sebesar 91˚02’15”, maka besarnya helling sebesar:

a)

1˚03’15”

b)

1˚02’15”

c)

1˚02’05”

d)

1˚02’25”

88.

Jumlah Titik Ukur minimal untuk membuat polygon tertutup adalah:

a)

4

b)

2

c)

3

d)

5

89.

Suatu titik polygon yang mempunyai azimuth sebelumnya 270˚, kemudian sudut dalamnya 250˚ maka besarnya azimuth arah garis berikutnya:

a)

160˚

b)

170˚

c)

120˚

d)

130˚

90.

Suatu titik mempunyai azimuth dari P1 ke Pa sebesar 135˚, berapakah back azimuth yang akan didapatkan:

a)

212˚

b)

315˚

c)

110˚

d)

220˚