NEW
Font size
WorksheetsBahasa Indonesia X PAS Gasal 2021/2022
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 21mins
Salah satu kaidah dalam menceritakan anekdot adalah penggunaan konjungsi. Berikut merupakan kalimat yang terdapat konjungsi antar kalimat adalah …
Umi memasak ikan di dapur.
Kabayan menonton pertandingan sepak bola.
Sepertinya ibu sedang bekerja.
Dalam kondisi sakit, Gareng tetap pergi ke sekolah.
April membaca puisi, sedangkan Abi menulis cerpen.
Contoh kalimat yang menunjukkan penggunaan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu pada teks berikut adalah …
Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
Pada puncak pengadilan korupsi politik,
Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.
Saksi masih tidak menanggapi.
Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”
Cerita yang lucu dan mengesankan serta singkat dan menarik, disertai kritik biasanya mengenai orang penting berdasarkan kejadian sebenarnya, merupakan pengertian dari....
Teks Eksposisi
Teks Anekdot
Teks Laporan Hasil Observasi
Teks Negosiasi
Teks Prosedur Kompleks
Perhatikan kutipan berikut! Kelas kembali berlangsung normal. Kutipan kalimat diatas merupakan salah satu bagian struktur teks anekdot, yaitu....
Abstraksi
Orientasi
Koda
Krisis
Reaksi
Bacalah kalimat berikut!
Seorang pengusaha kaya berkunjung ke rumah temannya, sesama bisnisman sukses. Alangkah terkejutnya saat dia mendapatkan sang kawan sedang ngepel lantai rumahnya.
Konjungsi yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah ...
Pengusaha
Berkunjung
Alangkah
Mendapatkan
Sedang
Bacalah kalimat berikut!
Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.
Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...
Suatu hari
Asyik
Mengobrol
Warung kopi
Berkendara
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.
Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.
Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)
Sopir : "Itu jelas salahmu!"
Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)
Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"
Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah ...
Budi
Sopir
Seseorang
Mobil
Orang sial
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.
Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.
Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)
Sopir : "Itu jelas salahmu!"
Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)
Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"
Bagian dari cerita tersebut yang merupakan latar adalah ...
Garasi
Mobil
Tempat parkir umum
Jalan raya
Rumah seseorang
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.
Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.
Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)
Sopir : "Itu jelas salahmu!"
Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)
Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"
Nilai didik pada kutipan anekdot tersebut adalah ...
Emosi harus terkendali saat menghadapi persoalan
Jangan lekas marah kepada orang lain jika belum tahu persoalan yang sebenarnya
Semua orang tidak boleh marah
Seorang sopir yang marah
Budi seorang pemarah
Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.
"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"
tanya Andi kepada petugas.
"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.
"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.
Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...
Andi kehilangan sepeda motor
Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian
Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan
Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi
Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati
Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.
"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"
tanya Andi kepada petugas.
"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.
"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.
Sindiran yang terdapat dalam anekdot tersebut adalah ...
Tempat parkir menjadi pusat pencurian sepeda motor
Hendaknya menjaga keamanan barangnya sendiri-sendiri
Petugas kepolisian seharusnya tidak melakukan pungutan liar dalam melayani masyarakat
Ucapan terimakasih sangat berarti bagi petugas
Kehilangan motor merupakan pengalaman yang berharga
Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...
Sedangkan
Lalu
Tetapi
Dan
Kemudian
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa
yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai budaya yang ditunjukkan dalam penggalan hikayat di atas adalah ... .
Memperkenalkan ilmu saat anak sudah cukup umur
Mewariskan gelar raja pada keturunan
Mempelajari ilmu agama
Menemukan buluh perindu
Memilih penerus raja melalui sayembara
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang
terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang
akan menjadi suami tuan puteri.”
Berikut ini tanggapan terhadap nilai yang terkandung dalamn teks hikayat di atas adalah ... .
Terdapat nilai budaya
yaitu mencari menantu
melalui sayembara.
Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini.
Terdapat nilai agama yaitu mencari menantu
melalui sayembara. Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini.
Terdapat nilai budaya yaitu mencarikan menantu melalui kerabat raja
Terdapat nilai moral yaitu kewajiban orang tua untum mencarikan menantu kepada anaknya
Terdapat nilai budaya yaitu Buraksa berkuasa di sebuah kerajaan
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
antonomasia
simile
alegori
personifikasi
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .
tema
latar
sudut pandang
tokoh
alur
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Tidak mendapat fasilitas gratis
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …
Banun menobatkan diri sebagai orang kikir
Predikat Banun Kikir didasari kedengkian
Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu
Banun tidaklah kikir tetapi hemat
Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang membahas tokoh lain
