Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Board Kompre

Total questions: 7

Worksheet time: 2hrs 45mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki, berusia 60 tahun, diantar ke IRD karena sesak napas yang dialami sejak 1 bulan lalu, terus-menerus, dan memberat jika tidur terlentang. Batuk berlendir putih 1 minggu terakhir. Lemas sejak 1 bulan lalu disertai mual dan nafsu makan hilang. Ada riwayat DM 3 tahun berobat metformin 500 mg 3x1, namun tidak rutin. Pasien sadar, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 118 x/menit, respirasi 26 x/menit, suhu aksiler 36.7oC, SpO2 99% dengan nasal kanul 3 lpm, IMT 20.9 kg/m3. Konjungtiva anemis, tampak hemitoraks kanan tertinggal saat statis dan dinamis, perkusi redup setinggi ICS 3 anterior kanan, disertai penurunan suara napas hemitoraks kanan. Didapatkan edema pretibial bilateral. Lab WBC 6100/mmk, Hb 7.5 g/dl, PLT 195000/mmk, GDS 71 mg/dl, Ureum 62 mg/dl, Creatinin 1.39 mg/dl, Protein total 3.8 g/dl, Albumin 1.8 g/dl, AGD: pH 7.336, pCO2 59.8 mmHg, pO2 103.6 mmHg, HCO3 29.8 mmol/l, SO2 97%. Foto toraks terlampir. Hasil analisa cairan pleura pasca torakosentesis: warna coklat, pH 8, bekuan positif, Rivalta positif, PMN/MN 89%/11%, lekosit 14, LDH 8800, protein total 5700, dan glukosa 1.

1. Sebutkan masalah pada pasien ini dan buat pengkajian.

2. Simpulkan hasil analisa cairan pleura.

3. Jelaskan tatalaksana pasien ini.

4. Sebutkan prognosis pasien ini.

4 lines
2.

Seorang laki-laki, berusia 58 tahun, ke poliklinik Interna dikonsulkan dari sejawat Bedah Onkologi dengan massa antebrachii kanan pasca debridement 1 minggu sebelumnya. Keadaan umum baik, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 92 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu aksiler 37oC, SpO2 98%, dan IMT 16.7 kg/m2.

1. Uraikan data anamnesis dan pemeriksaan fisis apa saja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini.

2. Jelaskan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang yang ada yaitu foto toraks dan patologi.

3. Sebutkan kemungkinan diagnosis dan diagnosis banding pada pasien ini.

3. Sebutkan pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan dan tujuan pemeriksaan tersebut.

4. Jelaskan tatalaksana pada pasien ini.

4 lines
3.

Seorang perempuan, berusia 71 tahun, diantar ke IRD karena penurunan kesadaran perlahan-lahan sejak 1 hari lalu. Demam naik turun sejak 3 hari sebelumnya, mereda setelah diberi obat parasetamol. Ada luka bernanah dan berbau busuk pada area tumit kaki kanan yang dialami sejak 2 minggu lalu sehingga pasien hanya beraktivitas di tempat tidur. Keadaan umum sakit berat, GCS E3M4V2, IMT 25.7 kg/m2, tekanan darah 160/70 mmHg, nadi 100 x/menit, respirasi 26 x/menit, suhu aksiler 37.5oC, SpO2 98% dengan nasal kanul 3 lpm. Tidak anemis, pupil isokor, suara napas bronkovesikuler, terdengar ronki di mediobasal toraks bilateral. Lab WBC 15800/mmk, N/L 85.1%/8.5%, Hb 11.7 g/dl, PLT 234000/mmk, GDS 224 mg/dl, Ureum 61 mg/dl, Creatinine 1.45 mg/dl. Hasil MSCT-scan toraks terlampir.

1. Sebutkan data anamnesis dan pemeriksaan fisis tambahan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini.

2. Sebutkan pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan pada pasien ini.

3. Dari data yang ada, sebutkan masalah pasien ini dan uraikan pengkajiannya.

4 lines
4.

Seorang laki-laki, berusia 79 tahun, ke IRD mengeluh sesak napas terus menerus, dialami sejak 1 bulan lalu yang memberat 1 minggu terakhir. Batuk berlendir yang kadang sulit dikeluarkan, dialami sejak 3 bulan lalu, tidak ada batuk darah. Nyeri dada kanan hilang timbul dialami sejak 6 bulan lalu, memberat 1 bulan terakhir. Keadaan umum pasien sakit berat, composmentis, IMT 17.93 kg/m2, tekanan darah 130/70 mmHg, nadi 90 x/menit, respirasi 28 x/menit, suhu aksiler 36.8oC, SpO2 98% dengan nasal kanul 3 lpm. Tampak venaektasi dada kanan dan pengembangan dada hemitoraks kanan tampak tertinggal saat statis dan dinamis, perkusi redup di apeks hemitoraks kanan dan fremitus taktil menurun. Bunyi napas menurun di apeks kanan, dan terdengar ronki di mediobasal bilateral. Lab WBC 11000/mmk, N/L 89.4%/5%, Hb 10.8 g/dl, PLT 406000/mmk, Natrium 112 mEq, Kalium 3.9 mEq, Klorida 72 mEq, AGD: pH 7.6, pCO2 34.6 mmHg, pO2 111.5 mmHg, HCO3 34.6 mmol/l, BE 13 mmol/l, SO2 98.9%.

1. Sebutkan data tambahan anamnesis dan pemeriksaan fisis apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini.

2. Sebutkan masalah pasien ini dan buat pengkajian.

3. Jelaskan tatalaksana pasien ini.

4. Sebutkan prognosis pasien ini dan buat edukasi bagi pasien dan keluarganya.

4 lines
5.

Seorang perempuan, berusia 32 tahun, datang ke IRD mengeluh sesak napas terus-menerus sejak 1 minggu terakhir disertai demam tinggi. Ada batuk tidak berlendir, tidak ada darah dan tidak ada nyeri dada. Keadaan umum pasien sakit sedang, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 104 x/menit, respirasi 28 x/menit, suhu aksiler 38oC, SpO2 96% dengan nasal kanul 3 lpm, IMT 28.82 kg/m2. Toraks tampak simetris, perkusi redup setinggi ICS VII bilateral, fremitus taktil kesan menurun di basal paru bilateral, terdengar ronki bibasiler, tidak ada wheezing. Pemeriksaan jantung, abdomen, ekstremitas normal. Lab WBC 7300/mmk, N/L 83.3%/9.7%, Hb 10.9 g/dl, PLT 143000/mmk, Antibodi IgM dan IgG SARS-CoV-2 non-reaktif, Dengue NS1 negatif. AGD: pH 7.59, SO2 97.9%, pO2 83.7 mmHg, pCO2 21.4 mmHg, HCO3 21 mmol/l, BE -0.8 mmol/l. MSCT-scan (gambar terlampir) kesan pneumonia bilateral, efusi pleura bilateral terutama dekstra yang mengakibatkan atelektasis komprehensif lobus inferior kedua paru.

1. Sebutkan data anamnesis dan pemeriksaan fisis tambahan apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini.

2. Sebutkan masalah pasien ini dan buat pengkajian.

3. Sebutkan pemeriksaan penunjang tambahan yang diperlukan dan tujuannya.

4. Jelaskan tatalaksana dan prognosis pasien ini.

4 lines
6.

Seorang perempuan berusia 50 tahun, ke IRD mengeluh sesak napas terus-menerus sejak 2 minggu lalu, memberat 1 hari terakhir. Demam naik turun 1 minggu terakhir. Keadaan umum tampak sakit berat, GCS 15, IMT 21.4 kg/m2, tekanan darah 200/100 mmHg, nadi 90 x/menit, respirasi 30 x/menit, suhu aksiler 36.7oC, SpO2 98% dengan masker nonrebreathing 10 lpm. Konjungtiva anemis, JVP R+4 cm pada posisi 30o. Bunyi napas menurun di basal hemitoraks kanan posterior dan terdengar ronki halus mediobasal bilateral. Pada ekstremitas bawah ada edema pretibial dan dorsum pedis bilateral. Lab WBC 14600/mmk, N/L 91.6%/3.9%, Hb 4.8 g/dl, MCV 87, MCH 26, PLT 197000/mmk, Ureum 447 mg/dl, Creatinine 20.82 mg/dl, IgG dan IgM Antibodi SARS-CoV-2 non-reaktif. AGD: pH 7.318, SO2 95.9%, pO2 135 mmHg, pCO2 16.5 mmHg, HCO3 8.5 mmol/l, BE -18.8 mmol/l. MSCT-scan toraks dan EKG terlampir.


1. Sebutkan daftar masalah pasien ini dan buat pengkajian.

2. Sebutkan pemeriksaan penunjang tambahan yang perlu bagi pasien ini.

3. Interpretasi hasil pemeriksaan EKG.

4. Jelaskan tatalaksana komprehensif pasien ini.

4 lines
7.

Seorang perempuan, 61 tahun, ke IRD mengeluh sesak napas terus-menerus sejak 6 minggu lalu, tidak dipengaruhi cuaca dan hanya bisa tidur dengan 4 bantal. Tidak ada batuk dan demam. Ada mual dan nafsu makan menurun 2 minggu terakhir. Riwayat HT 10 tahun, konsumsi Amlodipin 10 mg 1x1. Riwayat DM 5 tahun, menggunakan Levemir 10 IU malam dan Novorapid 6 IU pagi saja sejak 3 bulan lalu. Riwayat sakit jantung 3 tahun lalu, konsumsi Clopidogrel 75 mg dan Atorvastatin 20 mg. Tampak sakit berat, GCS 15, IMT 16.7 kg/m2, tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 104 x/menit, SpO2 98% dengan masker non-rebreathing 10 lpm, suhu aksiler 36.7oC. Konjungtiva anemis, bunyi napas menurun mediobasal hemitoraks bilateral disertai ronki halus. Tampak ulkus multipel regio gluteus ukuran terbesar 2x3x1.5 cm, tungkai tidak ada edema. Lab Hb 6.9 g/dl, HCT 21%, MCV 91 fl, MCH 29 pg, WBC 12300/mmk, N/L 74.6%/14%, PLT 296000/mmk, GDS 114 mg/dl, Ureum 172.5 mg/dl, Creatinine 6.58 mg/dl, Na/K/Cl 138/5.2/115 mmol/l, Alb/Glob 3.1/2.9 g/dl, SGOT/SGPT 15/12 U/L, HBsAg dan Anti-HCV nonreaktif, IgM dan IgG antibodi SARS-CoV-2 nonreaktif. MSCT-scan toraks dan EKG terlampir.


1. Sebutkan daftar masalah dan pengkajian pada pasien ini.

2. Interpretasi hasil EKG pasien ini.

3. Jelaskan tatalaksana komprehensif pasien ini.

4. Lakukan edukasi kondisi dan prognosis bagi pasien dan keluarganya.

4 lines