wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FARMASI FISIKA SEM 3

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Pernyataan berikut ini tidak benar tentang hubungan temperatur terhadap teori viskositas dan fluiditas :

a)

Viskositas gas meningkat dengan naiknya

temperatur, sedangkan viskositas cairan menurun jika temperatur dinaikkan.

b)

Fluiditas cairan meningkat dengan turunnya

viskositas cairan dan naiknya temperatur.

c)

Viskositas cairan naik dan fluiditas menurun jika

temperatur diturunkan.

d)

Menurunnya temperatur akan menurunkan fluiditas

dan viskositas cairan.

e)

Fluiditas cairan meningkat dengan meningkatnya

temperatur.

2.

Berikut ini merupakan alat viskometer yang tepat untuk mengukur viskositas larutan Non Newton adalah :

a)

Viskometer Hoeppler dan Viskometer Ostwald

b)

Viskometer kapiler dan Viskometer Bola Jatuh

c)

Viskometer Rotovisko dan Viskometer Hoeppler

d)

Viskometer Stormer dan Viskometer Hoeppler

e)

Viskometer Stormer dan Viskometer Ferranti – Shirley

3.

Jika waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir antara kedua tanda pada viskometer Ostwald adalah 45 detik dan untuk air adalah 100 detik pada suhu 25°C. Diketahui densitas aseton 0,786 g/cm³ dan densitas air 0,997 g/cm³ pada 25°C dan viskositas air 0,8904 cps. Berapakah viskositas aseton pada suhu 25°C ?

a)

0,32

b)

0,34

c)

0,36

d)

0,38

e)

0,40

4.

Suatu bola gelas/besi jatuh ke bawah dalam suatu tabung gelas yang hampir vertikal, mengandung cairan uji pada temperatur konstan yang diketahui. Laju jatuhnya bola yang mempunyai densitas dan diameter tertentu merupakan fungsi balikan viskositas sampel.

a)

Hoeppler

b)

Cup & Bob

c)

Ostwald

d)

Brookfield

e)

Stromer

5.

Berikut ini yang merupakan contoh koloid liofobik adalah :

a)

Albumin

b)

Gelatin

c)

Karet

d)

Perak iodida

e)

Polistiren

6.

1. Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan kinetika koloid yang didasarkan pada gerakan partikel dalam medium dispers yang dapat mempengaruhi stabilitas dari sistem koloid :

a)

Gerakan partikel yang disebabkan oleh panas (Gerak Brown, Difusi dan Osmosis)

b)

Gerakan partikel yang disebabkan oleh gravitasi (sedimentasi)

c)

Gerakan partikel yang disebabkan oleh semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin rendah energi kinetik suatu partikel.

d)

Gerak partikel yang diberikan secara eksternal (viskositas)

e)

Gerakan partikel yang dipicu secara elektris.

7.

10 gram granul dikeringkan hingga diperoleh berat kering granul 4 gram. Berapa nilai Loss on Drying (LOD) dan Moisture Content (MC)?

a)

LOD 250% dan MC 40%

b)

LOD 40% dan MC 250 %

c)

LOD 150% dan MC 60%

d)

LOD 60% dan MC 150%

e)

LOD 40% dan MC 150%

8.

Pernyataan berikut ini yang tidak sesuai dengan stabilitas sistem koloid adalah :

a)

Stabilitas dapat diperoleh dengan memberikan muatan listrik pada partikel-partikel terdispersi.

b)

Stabilitas dapat diperoleh dengan melapisi tiap partikel dengan suatu selubung pelarut pelindung.

c)

Sol liofobik secara termodinamika tidak stabil, partikel hanya dapat distabilkan dengan penambahan muatan listrik pada permukaannya.

d)

Sol liofilik dan sol gabungan bersifat stabil secara termodinamika

e)

Penambahan elektrolit dalam jumlah besar pada sol liofilik/ gabungan tidak menyebabkan koagulasi.

9.

Gerak Brown merupakan sifat kinetika koloid yang didasarkan pada gerakan partikel. Pernyataan berikut ini yang tidak sesuai dengan gerak Brown :

a)

GeraK acak yang ditemukan oleh Robert Brown

b)

Merupakan gerak partikel acak/ tidak beraturan yang dapat diamati pada partikel-partikel sebesar kira-kira 5 μm.

c)

Kecepatan partikel menurun dengan semakin kecilnya ukuran

partikel.

d)

Gerak

Brown terjadi karena pemboman partikel-partikel oleh molekul-molekul

medium dispersi.

e)

Viskositas

medium dapat diperoleh dengan menambahkan gliserin untuk menurunkan dan

menghentikan gerak dari partikel

10.

Diketahui sebuah serbuk X mempunyai bobot 5 gram dan dikeringkan pada suhu 105 C, sehingga mengalami penurunan bobot 3 gram. Berapakan nilai LOD serbuk tersebut..

a)

40 %

b)

42 %

c)

46 %

d)

48 %

e)

50 %

11.

Diketahui sebuah serbuk Y mempunyai bobot 5 gram dan dikeringkan pada suhu 102 C, sehingga mengalami penurunan bobot 3 gram. Berapakan nilai MC serbuk tersebut..

a)

40 %

b)

50 %

c)

55 %

d)

66,7 %

e)

68 %

12.

Diketahui 1 mol Na2HPO4. 2H2O mengandung 142 g Na2HPO4 dan 2 x 18 g H2O. Berapa kadar air yang terkandung dalam Na2HPO4. 2H2O ?

a)

25,35 %

b)

20,22 %

c)

12,68 %

d)

10,11 %

e)

25,53 %

13.

Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan sensitisasi dan kerja dari koloid pelindung dalam meningkatkan stabilitas sistem koloid adalah :

a)

Penambahan

koloid hidrofilik pada koloid hidrofobik yang mempunyai muatan berlawanan

cenderung mensensitisasi/ mengkoagulasi partikel karena penurunan zeta

potensial.

b)

Stabilitas sistem koloid meningkat dengan

penambahan koloid liofilik dalam jumlah yang kecil.

c)

Penambahan

koloid hidrofilik dalam jumlah besar akan menstabilkan sistem koloid.

d)

Teradsorpsinya

koloid hidrofilikl pada partikel hidrofobik mampu berperan sebagai pelindung.

e)

Sifat

koloid pelindung dinyatakan dengan bilangan

emas.

14.

Bilangan emas merupakan berat minimum jumlah koloid pelindung (mg) yang dibutuhkan untuk mencegah perubahan warna dari merah menjadi lembayung dalam 10 ml sol emas pada penambahan 1 ml NaCl 10%. Berikut ini bahan yang mempunyai bilangan emas paling besar adalah :

a)

Gelatin

b)

Albumin

c)

Tragacant

d)

Acasia

e)

Sodium oleat

15.

Berikut ini yang merupakan jenis koloid amfifilik tipe anionik adalah :

a)

Cetil trimetil ammonium bromida

b)

Polioksietilen lauril eter

c)

Sodium lauril sulfat

d)

Dimetildodesilammonia propan sulfonat

e)

Tertiari amina etoksilat

16.

Pernyataan berikut yang tidak benar tentang interaksi antara fase dispers dan medium dispers dari jenis koloid :

a)

Pada koloid amfifilik, bagian hidrofil dan lipofil mengalami solvasi tergantung medium dispers.

b)

Sedikit interaksi (solvasi) pada jenis koloid liofobik

c)

Dalam medium dispers air, koloid amfifilik akan mengalami solvasi pada bagian lipofilik

d)

Terjadi solvasi pada jenis koloid liofilik

e)

Bagian hidrofil pada koloid amfifilik mengalami solvasi dalam medium dispers air

17.

Partikel suspensi pada dispersi kasar yang merupakan gumpalan lunak dan ringan dari partikel partikel yang bersatu karena gaya van der waals yang lemah disebut :

a)

Flokulat

b)

Agregat

c)

Caking

d)

Koagulan

e)

Sedimentasi

18.

Terjadi karena pertumbuhan dan peleburan kristal bersama- sama dalam endapan membentuk suatu agregat padat adalah

a)

Flokulat

b)

Agregat

c)

Caking

d)

Koagulan

e)

Sedimentasi

19.

Pernyataan berikut ini yang tidak sesuai untuk sistem dispersi kasar adalah :

a)

Suspensi dan emulsi merupakan

sistem dispersi kasar

b)

Ukuran lebih besar dari 0,5 μm

c)

Dapat terlihat dengan mikroskop

biasa

d)

Tidak dapat melewati kertas saring

e)

Dapat melewati membran

semipermeabel

20.

Pada sistem dispersi kasar, densitas pendispers/ pembawa dapat ditingkatkan dengan penambahan:

a)

polyvinyl pyrolidone

b)

Acacia

c)

Tragacanth

d)

Bentonit

e)

Gliserin

21.

Berikut ini yang bukan merupakan cara membuat sistem terflokulasi pada dipersi kasar adalah :

a)

Penambahan

elektrolit yang dapat menurunkan nilai zeta potensial

b)

Penambahan

elektrolit yang akan

memperbesar barier elektrik

sehingga partikel terflokulasi.

c)

Menambahkan

Surfaktan.

d)

Menambahkan

bahan yang dapat meadsorbsi permukaan sehingga terjadi jembatan antar partikel.

e)

Penambahan

polimer pelindung

22.

Media disolusi yang digunakan untuk uji pelepasan dan disolusi obat pada saluran intestinal sesuai USP 26 mempunyai pH ...

a)

6

b)

6,8

c)

8,6

d)

1,2

e)

2,1

23.

Gambar disamping adalah tipe alat disolusi yang berupa:

a)

Keranjang diam, dayung berputar untuk pelepasan sediaan oral

b)

Sel dialisis berputar

c)

Keranjang diam, dayung berputar dimodifikasi untuk pelepasan suppositoria

d)

Keranjang berputar, dayung berputar

e)

Keranjang berputar, sel dialisis berputar

24.

Gambar disamping adalah tipe alat disolusi yang berupa:

a)

Keranjang diam, dayung berputar untuk pelepasan sediaan oral

b)

Sel dialisis berputar

c)

Keranjang diam, dayung berputar dimodifikasi untuk pelepasan suppositoria

d)

Keranjang berputar, dayung berputar

e)

Keranjang berputar, sel dialisis berputar

25.

Bingham Bodies tidak akan mengalir jika yield value belum terlampaui

a)

Aliran Pseudoplastis

b)

Aliran Dilatan

c)

Tiksotropi

d)

Tiksotropi negatif

e)

Aliran plastis

26.

Menunjukkan adanya pemecahan struktur yang tidak terbentuk kembali dengan segera jika stress dihilangkan atau dikurangi

a)

Aliran Pseudoplastis

b)

Aliran Dilatan

c)

Tiksotropi

d)

Tiksotropi negatif

e)

Aliran plastis

27.

Viskositas sistem berkurang dengan meningkatnya laju geser.

a)

Aliran Pseudoplastis

b)

Aliran Dilatan

c)

. Tiksotropi

d)

Tiksotropi negatif

e)

Aliran plastis

28.

Sistem geser pemekat, jika tegangan di hilangkan akan kembali ke fluiditas asal

a)

Aliran Pseudoplastis

b)

Aliran Dilatan

c)

Tiksotropi

d)

Tiksotropi negatif

e)

Aliran plastis

29.

Partikel koloid yang banyak berinteraksi dengan medium dispers adalah

a)

Koloid Amfifilik

b)

Koloid liofilik

c)

Koloid lofobik

d)

Koloid Anion

e)

Koloid Kation

30.

Jika konsentrasi koloid ditingkatkan maka akan terjadi agregasi yang disebut misel adalah

a)

Koloid Amfifilik

b)

Koloid liofilik

c)

Koloid lofobik

d)

Koloid Anion

e)

Koloid Kation

31.

Partikel koloid yang saling tarik menarik antara fase dan medium dispersi kecil adalah

a)

Koloid Amfifilik

b)

Koloid liofilik

c)

Koloid lofobik

d)

Koloid Anion

e)

Koloid Kation

32.

Padatan yang terjadi peningkatan secara substansial pada 40% RH disebut..

a)

Sangat higroskopis

b)

Moderately hygroscopic

c)

Slightly hygroscopic

d)

Non hygroscopic

33.

Padatan yang terjadi peningkatan kadar air ≤ 5% pada penyimpanan dibawah 60% RH; sesudah penyimpanan satu minggu pada > 80%, kurang dari 50% kelembaban.

a)

Sangat higroskopis

b)

Moderately hygroscopic

c)

Slightly hygroscopic

d)

Non hygroscopic

34.

Tidak terjadi peningkatan kadar air, jika disimpan pada < 80% RH sesudah disimpan satu minggu.

a)

Sangat higroskopis

b)

Moderately hygroscopic

c)

Slightly hygroscopic

d)

Non hygroscopic

35.

Tidak terjadi peningkatan kandungan air, jika disimpan pada < 90% RH.

a)

Sangat higroskopis

b)

Moderately hygroscopic

c)

Slightly hygroscopic

d)

Non hygroscopic

36.

Bukan merupakan bentuk sediaan yang dikarakterisasi berdasarkan pelepasan in vitro adalah

a)

Bentuk sediaan rektal seperti suppositoria

b)

Bentuk sediaan pulmoner (penghantaran melalui paru-paru.

c)

Bentuk sediaan pelepasan dimodifikasi

d)

Bentuk sedian liquid

e)

Bentuk sediaan semi padat

37.

Sedian yang diformulasikan untuk menghasilkan obat yang tersedia dalam waktu lama setelah ingesti. Bentuk sediaan ini memungkinkan pengurangan frekuensi dosis..

a)

Pelepasan termodifikasi

b)

Pelepasasn diperpanjang

c)

Sediaan salut gula

d)

Salut enterik

e)

Pelepasan segera

38.

Obat yang masuk dalam BCS Class I adalah

a)

Ranitidin

b)

Ketoprofen

c)

Atenolol

d)

Propanolol

e)

Furosemide

39.

Obat yang masuk dalam BCS Class II adalah

a)

Ranitidin

b)

Ketoprofen

c)

Atenolol

d)

Propanolol

e)

HCT

40.

Obat yang masuk dalam BCS Class IV adalah

a)

Ranitidin

b)

Ketoprofen

c)

Atenolol

d)

Propanolol

e)

HCT