WorksheetsSeleksi Magang Kerja KAP MWA 2021
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Yang tidak termasuk dalam akun asset adalah
Cash
Equipment
Supplies
Sales
Yang bukan merupakan ciri asset lancar adalah
Liquid
Dibeli untuk dapat digunakan secepat mungkin
Dibeli untuk digunakan dalam proses produksi
Dapat dicairkan secara tunai dalam waktu kurang dari 1 tahun
Karakteristik perusahaan persekutuan (partnership) berikut ini adalah, kecuali
Tidak ada Batasan hukum
Sulit dibentuk
Umur terbatas
Bukan merupakan subjek pajak secara terpisah
Perusahaan yang merupakan asosiasi/kerjasama antara 2 orang atau lebih yang memiliki dan mengelola suatu bisnis untuk mencari keuntungan dikenal sebagai
Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Persekutuan
Perusahaan Jasa
Perusahaan Perseroan
Pak Adi menyerahkan uangnya kepada PT. Piranha Smart Center sebesar Rp. 305.000.000,- dan 1 unit mobil dengan nilai Rp.210.000.000,- sebagai setoran dan modal awal
Kas Rp.305.000.000 (debet)
Aset Tetap - Kendaraan Rp.210.000.000 (debet)
Laba ditahan Rp.515.000.000 (kredit)
Kas Rp.305.000.000 (debet)
Aset Tetap - Kendaraan Rp.210.000.000 (debet)
Modal awal Rp.515.000.000 (kredit)
Kas Rp.515.000.000 (debet)
Aset Tetap - Kendaraan Rp.210.000.000 (kredit)
Bank Rp.305.000.000 (kredit)
Modal Awal Rp.515.000.000 (debet)
Kas Rp.305.000.000 (kredit)
Aset Tetap - Kendaraan Rp.210.000.000 (kredit)
PT. Piranha Smart Center membeli peralatan kantor (empat unit laptop sebesar Rp.22.000.000 dan 2 unit printer sebesar Rp.3.000.000,-) dengan total Rp.25.000.000, dimana sebesar Rp.15.000.000,- dibayar tunai, sisanya akan dibayar pada bulan berikutnya
Perlengkapan kantor Rp.25.000.000 (debet)
Kas Rp.15.000.000 (kredit)
Utang Usaha Rp.10.000.000 (kredit)
Kas Rp.15.000.000 (debet)
Utang Usaha Rp.7.000.000 (debet)
Peralatan kantor Rp.22.000.000 (kredit)
Peralatan kantor Rp.25.000.000 (debet)
Kas Rp.15.000.000 (kredit)
Utang Usaha Rp.10.000.000 (kredit)
Peralatan kantor Rp.10.000.000 (debet)
Kas Rp.15.000.000 (debet)
Utang Usaha Rp.25.000.000 (kredit)
PT. Piranha Smart Center membeli perlengkapan usaha seperti kertas, tinta, dan lain-lain seharga Rp.4.000.000,- melalui transfer bank
Peralatan Rp.4.000.000 (debet)
Utang Usaha Rp.4.000.000 (kredit)
Peralatan Rp.4.000.000 (debet)
Kas di Bank Rp.4.000.000 (kredit)
Perlengkapan Rp.4.000.000 (debet)
Utang Usaha Rp.4.000.000 (kredit)
Perlengkapan Rp.4.000.000 (debet)
Kas di Bank Rp.4.000.000 (kredit)
PT. Piranha Smart Center membayar biaya sewa kantor bulanan sebesar Rp.3.500.000,- secara tunai, hal ini menyebabkan
Beban bertambah, Utang betambah sebesar Rp.3.500.000
Beban bertambah, Kas berkurang sebesar Rp.3.500.000
Beban berkurang, Kas berkurang sebesar Rp.3.500.000
Beban berkurang, Kas bertambah sebesar Rp.3.500.000
PT. Piranha Smart Center membayar cetakan pamflet dan brosur untuk promosi sebesar Rp.1.035.000,- akun yang berpengaruh dalam transaksi tersebut adalah
Beban promosi bertambah, kas berkurang sebesar Rp.1.035.000
Beban promosi berkurang, kas berkurang sebesar Rp.1.035.000
Beban promosi berkurang, utang bank bertambah sebesar Rp.1.035.000
Beban promosi bertambah, utang bank bertambah sebesar Rp.1.035.000
PT. Piranha Smart Center memperoleh 2 kelas pelatihan penuh untuk 3 bulan, dimana 1 kelas berisi 30 orang dengan biaya Rp.950.000,- per orang
Kas bertambah, pendapatan usaha bertambah sebesar Rp.57.000.000
Kas bertambah, pendapatan diterima dimuka bertambah sebesar Rp.57.000.000
Pendapatan usaha bertambah, kas berkurang sebesar Rp.57.000.000
Pendapatan diterima dimuka bertambah, kas berkurang sebesar Rp.57.000.000
PT. Piranha Smart Center membayar gaji dan komisi pegawai sebesar Rp.5.000.000,-
Kas berkurang, modal berkurang sebesar Rp.5.000.000
Kas berkurang, beban berkurang sebesar Rp.5.000.000
Kas berkurang, utang bertambah sebesar Rp.5.000.000
Kas berkurang, beban bertambah sebesar Rp.5.000.000
2 orang peserta pelatihan menyatakan mundur dari pelatihan. Sesuai kebijakan perusahaan tidak ada pengembalian uang pelatihan yang sudah dibayarkan oleh peserta. Akun apa yang berpengaruh dalam transaksi tersebut?
Kas dan Pendapatan diterima dimuka
Kas dan Pendapatan usaha
Utang usaha dan Pendapatan diterima dimuka
Tidak ada yang berpengaruh
PT. Piranha Smart Center membayar deviden sebesar Rp.12.500.000,- kepada para pemegang sahamnya. Akun yang harusnya ada disisi debit adalah
Modal disetor
Dana setoran modal
Laba ditahan
Modal Saham
PT. Piranha Smart Center membayar tunai biaya listrik telepon dan wifi sebesar Rp.2.250.000,-. Akun jurnal yang benar posisinya adalah
Beban utilitas (kredit) sebesar Rp.2.250.000
Beban utilitas (debet) sebesar Rp.2.250.000
Beban operasi (debet) sebesar Rp.2.250.000
Beban operasi (kredit) sebesar Rp.2.250.000
Yang dimaksud dengan "posting" adalah
Memindah transaksi dari dokumen ke jurnal
Memindahkan transaksi dari jurnal ke buku besar
Memindahkan transaksi dari buku saldo ke kertas kerja
Memindahkan transaksi dari buku besar ke jurnal
Setelah mencatat transaksi dalam jurnal, langkah selanjutnya adalah
Jurnal Penyesuaian
Membuat Neraca
Posting Buku Besar
Perhitungan Laba Rugi
Semua transaksi keuangan yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan disebut
Buku Besar
Neraca
Jurnal
Laporan Laba Rugi
Yang bukan merupakan isi Laporan Arus Kas yaitu
Aktivitas Operasi
Aktivitas Pendanaan
Aktivitas Investasi
Aktivitas Pembayaran
Pada akhir bulan, diketahui bahwa selama bulan tersebut perlengkapan PT. Piranha Smart Center yang terpakai sebesar Rp.1.000.000
Akumulasi penyusutan perlengkapan (debet) dan Beban penyusutan perlengkapan (kredit) sebesar Rp.1.000.000
Beban perlengkapan dan Akumulasi penyusutan perlengakapan sebesar Rp.1.000.000
Beban perlengkapan (debet) dan Perlengkapan (kredit) sebesar Rp.1.000.000
Beban peralatan (debet) dan Peralatan (kredit) sebesar Rp.1.000.000
Pada akhir bulan, PT. Piranha Smart Center menyusutkan kendaraan sebesar Rp.56.000
Akumulasi penyusutan kendaraan (debet) dan Beban penyusutan kendaraan (kredit) sebesar Rp.56.000
Beban penyusutan kendaraan (debet) dan Akumulasi Penyusutan kendaraan (kredit) sebesar Rp.56.000
Beban penyusutan kendaraan (debet) dan Kendaraan (kredit) sebesar Rp.56.000
Akumulasi penyusutan kendaraan (debet) dan Kendaraan (kredit) sebesar Rp.56.000
Tarif yang mengatur pajak atas penghasilan karyawan diatur dalam PPh Pasal
PPh Pasal 21
PPh Pasal 22
PPh Pasal 23
PPh Pasal 25
Dasar pengenaan pajak pada wajib pajak badan pada komponen laporan keuangan adalah
Aset bersih
Penjualan
Laba Rugi sebelum Pajak
Beban administrasi
Situs pelaporan pajak pemerintah adalah
DJP online
BC online
KPP
KP2KP
Pajak yang dikenakan oleh perorangan disebut
Pajak Orang Pribadi
Pajak Badan
Pajak Sewa
Pajak Penghasilan
Pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak dituangkan dalam
SPT
Efilling
Ebilling
Enofa
Tarif PPN dalam negeri sebesar
5%
10%
12,5%
15%
Tarif atas pajak UMKM sebesar
0,1%
0,5%
1%
2,5%
Nomor identitas wajib pajak disebut
KTP
SIM
NPWP
API
Metode penyusutan bangunan yang diakui oleh pajak adalah
Metode garis lurus
Metode angka tahun
Metode saldo menurun
Metode accrual
Batas akhir pelaporan pemenuhan kewajiban wajib pajak badan adalah bulan
Januari tahun berjalan
April tahun berjalan
April tahun berikutnya
Maret tahun berikutnya
Alat bantu kertas kerja audit yang dibuat oleh P2PK adalah
WTB
WBS
Top Schedule
ATLAS
Berikut yang tidak termasuk dalam komponen audit berbasis risiko
Risk Assesment
Risk Response
Materialitas
Subsequence event
Prosedur substantive test dalam pengerjaan ATLAS meliputi
Mapping Prosedure
Pra perikatan
Pernyataan Independensi
Alokasi Jam jasa
Dibawah ini yang tidak termasuk opini auditor meliputi
WTP
WDP
Tidak Wajar
WBS
Berikut yang tidak ada di menu beranda kertas kerja audit P2PK dalam pengerjaan ATLAS adalah
Susunan tim perikatan
Alokasi jam kerja
NPWP
Nama AP (Akuntan Publik)
Berikut yang termasuk Standar Akuntansi klien adalah
SAK ETAP
ISO 30000
SAP
IAPI
Koreksi yang disarankan oleh auditor kepada klien disebut
Jurnal Koreksi
Jurnal Balik
Buku Besar
Neraca Saldo
Berikut yang tidak termasuk dalam komponen risk assessment dalam pengerjaan ATLAS adalah
Inherent risk
Pra perikatan
Control risk
ROMM
Berikut yang tidak termasuk dalam komponen completion dalam pengerjaan ATLAS and reporting adalah
Penelaah Mutu
Evaluasi Bukti Audit
Kelangsungan Usaha
Review LAI
Pernyataan independensi pada prosedur audit merupakan pernyataan oleh
Auditor
Rekan
Klien
TCWG
Standar Audit mensyaratkan bahwa laporan audit harus diberi judul yaitu
menunjukkan apakah auditor adalah perseorangan, kemitraan, atau berbadan hukum
tidak termasuk bahasa yang diskriminatif
menunjukkan apakah auditor adalah seorang CPA
menyertakan kata independen
Dalam melaksanakan suatu audit atas Laporan Keuangan, yang bukan tujuan keseluruhan auditor adalah
Memperoleh keyakinan yang memadai atas laporan keuangan secara keseluruhan
Keyakinan bahwa laporan bebas dari penyajian material
Melaporkan atas laporan keuangan dan mengkomunikasikannya
Memberikan opini wajar atas laporan keuangan audit
Akuntan Publik wajib menandatangani Laporan Auditor Independen dan/atau laporan hasil pemberian jasa lainnya dengan mencantumkan
Nomor Izin Akuntan Publik (NIAP) dan Nomor Izin Usaha KAP
Nomor Izin Akuntan Publik (NIAP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Nomor Pokok Wajib Pajak dan Nomor Izin Uzaha KAP
Nomor Izin Akuntan Publik (NIAP)
Opini Tidak Wajar dapat dikeluarkan oleh auditor apabila
Ditemukan salah saji yang material terhadap laporan keuangan
Auditor tidak independent
Ditemukan bukti yang tepat dan cukup atas ketidakwajaran penyajian laporan keuangan
Ditemukan tindak pidana yang terjadi pada klien
Standar Audit yang berisi tentang perumusan suatu opini dan pelaporan atas laporan keuangan
SA 700
SA 705
SA 706
SA 710
Bentuk komunikasi auditor dengan pihak klien yang melibatkan komite audit dan pihak manajemen biasanya berbentuk
Opini
Management Letter
Konfirmasi
Rekonsiliasi
Dalam pemberian opini jika subsequet event tidak berhasil diungkapkan maka opini yang tidak boleh diberikan dalam laporan klien adalah
Wajar Tanpa Pengecualian
Tidak Menyatakan Pendapat
Wajar Dengan Pengecualian
Tidak Wajar
Pernyataan yang diberikan manajemen, secara eksplisit maupun implisit, yang tertanam di dalam atau merupakan bagian dari laporan keuangan, merupakan pengertian dari
Resiko Audit
Asersi
Judgment
PSAP
Yang bukan termasuk Konsep dasar dalam Audit Berbasis Risiko yaitu
Material Misstatement (Salah Saji yang material)
Audit Scope (Lingkup Audit)
Inherent Limitation (Kendala Bawaan)
Audit Planing (Perencanaan Audit)
Ketika auditor Telah memperoleh bukti yg cukup dan tepat, membuat kesimpulan bahwa penyajian, baik secara individual maupun agregasi, adalah material, tetapi tidak pervasif, terhadap laporan keuangan, maka ia akan memberikan opini
Wajar Tanpa Pengecualian
Tidak Menyatakan Pendapat
Wajar Dengan Pengecualian
Tidak Wajar
