wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Keepfight 4

Total questions: 100

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.
Seorang pria 35 tahun dengan riwayat demam reumatik baru saja menjalani operasi penggantian katup mitral. Terapi profilaksis sekunder yang anda rencanakan untuk pasien ini adalah:
a)
Penicillin V 2x250 mg peroral seumur hidup
b)
Eritromisin 2x500 mg peroral seumur hidup
c)
Benzathine benzylpenicillin 1,8 juta unit intramuscular setiap 4 minggu seumur hidup
d)
Eritromisin 2x1000 mg peroral seumur hidup
2.
Seorang wanita berusia 25 tahun datang berkonsultasi kepada anda. Sebelumnya datang kepada anda, dia sudah pernah berobat ke dokter lain dan didiagnosis gagal jantung. Saat ini pasien mengeluh sesak napas bila beraktifitas berat dan tidak ada nyeri dada. Pasien sejak lama menggunakan kursi roda dan memiliki skoliosis yang parah. Tidak ada riwayat dyslipidemia di keluarganya. Dari pemeriksaan fisik anda mendapatkan ronkhi aru bilateral, bunyi jantung S3, tidak ada sianosis. Pemeriksaan EKG menunjukkan Gelombang R yang tinggi di V1-V2 dengan QS yang dalam di V5-V6. Pemeriksaan ekokardiografi yang anda mintakan kemudian melaporkan adanya disfungsi berat ventrikel kiri dengan penurunan ejeksi fraksi. Diagnosis yang paling mungkin berdasarkan data-data tersebut adalah:
a)
Ischemic cardiomyopathy
b)
Duchenne’s muscular dystrophy
c)
Amyotrophic lateral sclerosis
d)
Atrial septal defect
e)
Chronic thromboembolic disease
3.
seorang pria 72 tahun dengan riwayat merokok puluhan tahun datang ke praktek anda mengeluh sesak yang bertambah berat sejak 3 minggu terakhir. Pasien mengeluh batuk nonproduktif ringan, anoreksia, tidak ada demam, berkeringat ataupun menggigil. Pada pemeriksaan fisik tanda vital normal, saturasi oksigen udara ruangan normal, DVS normal, pemeriksaan jantung didapatkan normal kecuali bunyi jantung yang menurun. Posisi trakea di tengah dan tidak terdapat limfadenopati. Pemeriksaan paru kiri bawah didapatkan penurunan taktil fremitus, perkusi pekak, dan penurunan suara napas. Paru kanan normal. Tindakan selanjutnya yang anda lakukan adalah:
a)
merencanakan bronchoscopy
b)
USG dada
c)
Foto polos dada
d)
Torakosintesis
e)
Memberikan antibiotik intravena
4.
Laki-laki 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 1 hari lalu. Keluhan sesak nafas sudah dialami sejak muda terutama bila terpapar debu dan membaik bila menggunakan salbutamol sejak 1 tahun terakhir keluhan sesak nafas dirasakan muncul setiap hari. Pasien mengaku sering merokok sejak umur 20 tahun dan berhenti 4 tahun lalu. Pasien merokok sekitar 2 bungkus per hari. Pada pemeriksaan paru didapatkan sela iga melebar, suara nafas bronkhial, disertai wheezing. Pada pemeriksaan FEV1 2,3L/menit dan post bronkhodilator FEV1 2,4 L/mnt. Diagnosis yang paling mungkin
a)
PPOK
b)
Asma bronkhial
c)
CHF
d)
Pneumonitis interstitial
e)
ACOS
5.
Laki-laki 45 tahun datang berobat dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 3 hari. Sesak nafas tidak berkurang dengan istirahat dan pasien lebih nyaman berbaring ke sisi kiri. Batuk berdahak kehijauan sejak 1 minggu, disertai demam dan menggigil. Dari pemeriksaan fisik didapatkan perkusi pekak dan suara napas menurun di mediobasal hemithorax kiri. Ronkhi di medial hemithorax dextra. Pemeriksaan analisa cairan pleura: warna purulen, protein 3.5 gr/dl, LDH 400 u/l, glukosa 30 mg/dl, rivalta (+), WBC 50.000 (dominan PMN), RBC 3000. Foto thorax (terlampir): Tatalaksana yang anda berikan untuk pasien ini adalah:
a)
Bedrest
b)
Antibiotik + Mukolitik + Antipiretik+rawat ICU
c)
Antibiotik + Mukolitik + Antipiretik
d)
Antibiotik + WSD
e)
Antibiotik + Torakosintesis
6.
Seorang pria usia 26 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk berkonsultasi , pasien sadar baik, demam tidak dijumpai tidak nafsu makan, buang air kecil normal, badan terasa lemas. Riwayat sebelumnya bepergian ke Jayapura untuk urusan pekerjaan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan RDT malaria (+). Pemeriksaan preparat hapus darah tebal masih ditemukan schizon p.falciparum. Pasien sudah dirawat dan mendapat pengobatan malaria pada 10 hari lalu. Pemeriksaan tanda vital saat ini tekanan darah 120/80 mmHg, mmhg frekuensi nadi 90 x /menit ; frekuensi nafas 20 x /menit ; suhu 37,20C. Klasifikasi respon pengobatan disebut sebagai?
a)
late treatment failure
b)
early parasitological failure
c)
Late parasitological failure
d)
Late clinical failure
e)
Early treatment failure
7.
Pasien wanita umur 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 3 hari, pasien sadar, tampak pucat, mual, tidak nafsu makan, tampak kurus dengan berat badan 48 kg, sakit kepala, tidak mengeluh adanya kejang, buang air kecil warna kuning muda dengan jumlah cukup banyak, badan terasa lemas hingga tidak kuat duduk/berjalan. Pasien warga asli papua. Pemeriksaan preparat hapus darah tebal ditemukan schizon P.falciparum dengan jumlah 4500 parasit per 200 leukosit. Pasien dirawat dan mendapat terapi ACT dan Primakuin. Pasien kemudian dipulangkan setelah pada hari keempat perawatan tidak ditemukan parasit malaria dalam preparat hapus darah tipis dan tebal serta klinisnya membaik. Dalam evaluasi pengobatan selanjutnya, didapatkan pasien mengeluh demam dengan suhu 39°C pada hari ke lima belas, dari pemeriksaan preparat hapus darah tebal ditemukan schizon P.falciparum dengan jumlah 200 parasit per 1000 leukosit. Kemungkinan patofisiologi yang mendasari keadaan diatas adalah?
a)
Munculnya kembali tropozoid
b)
Kegagalan imunitas seluler dalam memfagosit eritrosit berparasit (EP) di hepar
c)
Munculnya kembali hipnozoit
d)
Reinfeksi oleh P.falciparum
8.
Seorang ODHA datang ke praktek anda untuk berkonsultasi. Dia ingin berlibur ke Raja Ampat bersama teman-temannya namun mengkhawatirkan status daerah endemis malaria di Papua. Selama ini penyakit HIV pasien berada dalam kondisi stabil, tidak dijumpai adanya infeksi oportunistik, dan CD4 di atas 200. Apa anjuran yang anda berikan terhadap pasien ini?
a)
Berikan profilaksis kotrimoksazol dan anjurkan pasien supaya menggunakan personal protection seperti lotion anti nyamuk, kelambu.
b)
Berikan profilaksis doksisiklin dan anjurkan pasien supaya menggunakan personal protection seperti lotion anti nyamuk, kelambu
c)
Lanjutkan ARV dan berikan doksisiklin selama 12 minggu
d)
Lanjutkan ARV dan berikan doksisiklin selama 12 minggu
e)
ARV tetap dilanjutkan, tidak perlu kemoprofilaksis malaria cukup menggunakan personal protection seperti lotion anti nyamuk, kelambu.
9.
Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam yang didahului menggigil. Pasien mengaku baru kembali setelah perjalanan ke daerah papua. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4M6V; TD 110/80 mmHg; frekuensi nadi 100x /menit; frekuensi napas 20x /menit; suhu 38.8 C; konjuctiva pucat; sklera ikterik; tidak didapatkan hepato-splenomegali. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 4,5 g/dl; Ht 30%; leukosit 11.000/uL; trombosit 115.000/uL; bilirubin serum 2.5 mg/dL, GDS 110 mg/dL. Apusan darah tepi terlihat seperti pada gambar. Terapi yang anda berikan untuk pasien tersebut adalah:
a)
Artesunat 2,4 mg/kgBB intravena
b)
DHP tablet 3 hari + Primakuin 14 hari
c)
DHP tablet 3 hari + Primakuin 1 hari
d)
Artemeter 2.4 mg/kgBB intravena
10.
Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke IGD karena terjatuh di kamar mandi dan buang air besar hitam. Pasien dengan riwayat penyakit jantung dengan riwayat minum aspirin. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 114x/menit, dan konjunctiva pucat. Setelah dilakukan resusitasi cairan, dan pemberian Vit K 1 ampul, TD tetap 90/60 mmHg, dan frekuensi nadi 100x/menit. Penatalaksanaan selanjutnya pada pasien ini adalah:
a)
Gastroskopi dan tindakan hemostatik
b)
High dose PPI, dan transfusi darah
c)
Transfusi darah dan pemberian Somatostatin
d)
Anamnesis lebih lanjut untuk mencari riwayat sirosis hati, resusitasi cairan, dan gastroskopi
11.
Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 3 bulan yang lalu. Pasien membawa hasil endoskopi 1 minggu yang lalu dimana didapatkan antral gastritis ringan dengan hasil pemeriksaan kuman H. Pylori (+). Tatalaksana eradikasi H. Pylori yang anda berikan adalah:
a)
Esomeprazole 2x20 mg + Amoksilin 2x1000 mg + Metronidazole 3x500 mg selama 1 minggu
b)
Lansoprazole 2x30 mg + Metronidazol 3x500 mg + Tetrasiklin 4x250 mg selama 1 minggu
c)
Rabeprazole 2x10 mg + Amoksisilin 2x1000 mg + Klaritromisin 2x500 mg + Collodial bismuth subcitrate 4x120 mg selama 1 minggu
d)
Pantoprazole 2x40 mg + Amoksisilin 2x1000 mg + Klaritromisin 2x500 mg selama 1 minggu
e)
Omeprazole 2x20 mg + Amoksisilin 2x1000 mg + Tetrasiklin 4x250 mg selama 1 minggu
12.
Seorang pasien wanita, 58 tahun, datang kontrol rutin di Poli Penyakit Dalam. Pasien menderita DM sejak 10 tahun lalu. Pasien baru saja menjalani PCI dengan pemasangan stent pasca serangan jantung 2 bulan yang lalu. Saat ini pasien mengonsumsi obat rutin aspilet 1x80 mg, clopidogrel 1x75 mg, concor 1x2,5 mg, ramipril 1x5 mg, atorvastatin 1x40 mg, metformin 3x500 mg, dan gliquidone 1x15 mg. Pasien tidur dengan 3 bantal, mudah lelah bila berjalan jauh. Pasien mengaku nafsu makannya bertambah 1 bulan terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan IMT 29 kg/m2, terdapat edema pitting ringan kedua kaki. Pasien membawa hasil lab terbaru: GDP 160 mg/dL, GD2PP 245 mg/dL, SGOT 85 U/L, SGPT 110 U/L, HbA1c 9.5%, ureum 28, creatinine 1.5 mg/dL. Pasien saat ini tinggal berdua dengan suaminya, meminta Anda untuk memberikan obat terbaik untuk mengontrol gula darahnya. Terapi yang paling tepat diberikan pada pasien:
a)
Metformin diturunkan menjadi 2x500 mg, tambahkan liraglutide 1x0.6 mg
b)
Terapi tetap, metformin dinaikkan menjadi 3x850 mg
c)
Terapi dilanjutkan, tambahkan insulin basal 8 unit
d)
Terapi tetap, naikkan dosis gliquidone menjadi 2x15 mg
13.
Perempuan 65 tahun dibawa ke IGD oleh keluarganya karena sulit dibangunkan sejak 2 jam sebelumnya. Pasien memiliki riwayat diabetes sejak 20 tahun dan rutin berobat menggunakan glimepirid 4 mg sekali sehari. Sejak 3 hari sebelumnya pasien mengeluh mual dan muntah sehingga asupan makan menurun. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu menunjukkan 40 mg/dl. Yang termasuk ke dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap kondisi ini adalah
a)
Insulin menurun
b)
Hormon pertumbuhan menurun
c)
Kortisol menurun
d)
Katekolamin menurun
e)
Glucagon menurun
14.
Seorang laki-laki 66 tahun dengan riwayat DM dan HT 5 tahun terakhir rutin berobat dengan metformin 500mg 2x sehari datang ke poliklinik untuk konsultasi saat ini pasien mengeluh sering sesak terutama saat beraktivitas. PF TB 160 cm BB 70 kg TD 150/90 mmHg, DVS R+3, rhonkie minimal pada basal paru, dan ekstremitas didapatkan edema pretibial. Hasil Lab GDP 190 mg/dl GD2PP 290 mg/dl Kol tot 289 mg/dl TG 290 mg/dl; HDL 37 mg/dl; LDL 190 mg/dl; Ur 59; Cr 1,8; eGFR 32 ml/menit; HBA1C 10,1% terapi farmakologis yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
a)
Metformin stop, Kombinasi Pioglitazone dengan Gliclazide, statin, ARB
b)
Tambahkan Linagliptin, statin, ARB
c)
Metformin stop, kombinasi Insulin basal dengan linagliptin, fibrat, ACEI
d)
Metformin stop, kombinasi Insulin basal dengan Gliclazide, statin, ARB
e)
Tambahkan Linagliptin, statin, ARB
15.
Seorang wanita 45 tahun datang kontrol ke Poli Penyakit Dalam. Pasien diketahui memiliki obesitas dan didiagnosis diabetes melitus tipe 2 sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sudah berupaya untuk mengatur pola makan dan berolahraga namun gagal untuk menurunkan berat badan. BMI pasien 30 kg/m2 dan kadar HBA1c 7.5%. Pasien kemudian memulai terapi metformin, namun 3 minggu kemudian pasien menghentikan pengobatannya karena sering mengalami diare. Pasien kemudian meminta anda untuk memberikan obat yang terbaik sesuai kondisinya sekarang. Golongan obat yang anda anjurkan untuk pasien ini adalah
a)
Agonis GLP-1
b)
inhibitor DPP-4
c)
Sulfonilurea
d)
insulin
e)
acarbose
16.
Seorang pasien Pria 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan batuk berdahak berwarna hijau sejak 1 hari yang lalu.Enam hari yang lalu, pasien berobat ke dokter dan didiagnosa influenza. Keluhan sempat membaik, tetapi sejak 1 hari yang lalu batuk bertambah sering dan produktif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39,2 C, RR 30x/mnt, ronkhi pada lapangan bawah paru kiri. Pada foto rontgen thorax didapatkan infiltrate di paru kiri bawah. Pasien menderita DM dan insufisiensi ginjal sejak 3 tahun terakhir ini. Sebenarnya penyakit yang diderita pasien tersebut bisa dicegah dengan melakukan:
a)
Pemberian vaksinasi influenza setiap tahun
b)
Pemberian vaksinasi pneumokok polisakarida setiap tahun
c)
Pemberian vaksinasi pneumokok konjugat setiap tiga tahun
d)
Pemberian vaksinasi influenza setiap tiga tahun
17.
Laki-laki 30 tahun datang ke poliklinik karena dirujuk oleh Departemen Bedah. Pasien pasca menjalani splenektomi karena trauma limpa, vaksin yang dapat diberikan yaitu:
a)
Varisella, pneumokokus, MMR,tifoid
b)
Meningokokus, pneumokokus, hemofilus influenza B
c)
Meningokokus, pneumokokus, Varisella
d)
Varisella, pneumokokus, MMR
18.
Seorang penderita Asma berusia 22 tahun, datang ke dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan vaksinasi Influenza. Pasien dalam pengobatan Asma dengan Steroid inhalasi dan SABA. Kapan waktu yang tepat untuk diberikan vaksinasi pada pasien diatas?
a)
Vaksinasi Influenza diberikan setelah 2 minggu terapi Asma dihentikan
b)
Vaksinasi Influenza diberikan setelah steroid inhalasi dihentikan
c)
Vaksinasi Influenza diberikan setelah 2 minggu terapi Asma dihentikan
d)
Vaksinasi Influenza dapat diberikan langsung
e)
Sodium bicarbonate
19.
Seorang perempuan 25 tahun dengan riwayat penyakit SLE datang ke poliklinik penyakit dalam untuk berkonsultasi. Pasien ingin berangkat haji dan ingin melakukan vaksinasi. Saat ini tidak ada keluhan dan pasien mendapat terapi metilprednisolon 8 mg selang sehari, vitamin D3 dan calcium. Pernyataan yang benar terhadap pasien ini?
a)
Diberikan vaksin influenza dan meningococcal saat itu juga
b)
Hanya diberikan vaksin meningococcal
c)
Hanya boleh vaksin influenza
d)
Vaksin diberikan setelah 1 bulan berhenti minum obat
20.
Seorang laki-laki usia 50 tahun, datang berobat ke IGD RS dengan keluhan demam sejak 1 hari SMRS. Pasien sebelumnya menderita limfoma non-hodgkin dan baru pulang dari rumah sakit 1 minggu yang lalu untuk menjalani kemoterapi RCHOP siklus ke-1. Selain demam pasien mengeluh menggigil, disertai dengan batuk. Ada mual namun tidak muntah. Saat di IGD pemeriksaan fisik tensi 100/60 nadi 110 rr 24x/menit suhu 39C, ditemukan ronki basah kasar di paru kanan. Dari pemeriksaan Lab Hb 9,2 gr/dL, Hct 30%, leukosit 290, Trombosit 165.000. GDS 123, SGOT 34 SGPT 32, Na 139 K 3,4 Cl 101 Ur 46 cr 1,3 Asam urat 11, UL : ph 6,7 Bj 1,020 leukosit 2-4 eritrosit 1-2 LE: trace, Nitrit Negatif. Rontgen Thorak : infiltrate di lapang tengah paru kanan. MASCC Skor 21. Tatalaksana antibiotik empirik yang paling sesuai untuk pasien tersebut di atas adalah:
a)
Cefepim 3x2gr iv
b)
Levofloxacin1x750 mg iv+Amikasin 1x1gr iv
c)
Meropenem 3x1gr+Amikasin 1x1gr
d)
Amoxyclave 3x625mg + Moxifloxacin 1x400mg.
e)
Levofloxacin 1x500 mg po
21.
Laki-laki 62 tahun dirawat dengan keluhan demam yang naik turun selama 2 hari di rumah, lemas, lesu dan didapatkan berat badan turun 6 kg dalam 2 bulan terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 390C, konjungtiva pucat, tidak terdapat perdarahan pada kulit, juga tidak ditemukan pembesaran limpa. Pada pemeriksaan darah didapatkan Hb 7.4 gr/dl, leukosit 1200/uL, trombosit 132.000/uL, limfosit 60%, neutrophil 30%, kreatinin 1.6, ureum 80 mg/dl. Oleh dokter diberikan antibiotik ceftriakson dan gentamisin selama 4 hari dan masih demam. Kultur mikrobiologi masih belum keluar. Tatalaksana selanjutnya yang paling tepat adalah:
a)
Mengganti antibiotik dengan karbapenem
b)
Menambahkan vankomisin
c)
Mengganti antibiotik dengan karbapenem dan aminoglikosida
d)
Mengganti antibiotik dengan piperacilin tazobactam dan aminoglikosida
e)
Mengganti antibiotik dengan karbapenem dan flukonazol
22.
Seorang lelaki berusia 56 tahun diantar keluarganya ke IGD dengan keluhan utama sesak napas. Sesak napas tidak dipengaruhi udara dingin, namun pasien merasa lebih nyaman pada posisi duduk. Pasien mempunyai riwayat diabetes melitus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan napas cepat dan dalam, pemeriksaan paru dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 10,2 g/dL; Ht 31,5 %; leukosit 13.000/uL; trombosit 445.000/uL; Na serum 135 mEq/L; K serum 3,61 mEq/L; ureum 120 mg/dL; kreatinin 3,7 mg/dL; AGD : pH 7,224; pC2 28,3 mmHg; pO2 99,6 mmHg; HCO3 16,4 mEq/L; saturasi O2 99,5%. Patofisiologi gangguan asam basa pada pasien ini adalah:
a)
Gangguan ekskresi asam pada ginjal
b)
Retensi CO2 pada paru
c)
Gangguan reabsorbsi bikarbonat pada tubulus ginjal
d)
Peningkatan ekskresi bikarbonat pada tubulus ginjal
e)
Produksi asam laktat yang berlebihan pada tubuh
23.
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari. Terdapat riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu, namun pasien jarang kontrol. Pasien juga sering minum jamu pegal linu. Pada pemeriksaan fisik konjungtiva pucat, tekanan darah 160 / 90 mmHg; frekuensi nadi 110 x/menit ; frekuensi napas 30x/menit,cepat dan dalam, terdapat ronchi basah di semua lapangan paru . Hasil laboratorium menunjukkan Hb 9 gr/dL ; ureum 200 mg/dL ; kreatinin 6 mg/dL ; AGD : pH 7,10 ; PO2 80 mmHg ; pCO2 23 mmHG ; [HCO3-] 10 mEq/L. Pasien dianjurkan dialisis , namun keluarga belum seetuju. Target koreksi asidosis metabolik dengan pemberian larutan natrium bikarbonat pada pasien ini adalah:
a)
Kadar [HCO3-] mencapai 20 -24mEq/L
b)
Kadar [HCO3-] > 15mmol/L
c)
pH naik 20 % dan hasil AGD awal
d)
pH naik 10 % dan hasil AGD awal
e)
pH normal
24.
Seorang laki-laki 24 tahun dengan riwayat kecelakaan sepeda motor dikonsulkan dari bagian bedah. Pasien mengalami fraktur iga multipel dan flail chest, dan telah mendapat narkotik untuk mengontrol nyerinya. Dari pemeriksaan didapatkan kesadaran somnolen, TD 130/86, nadi 100 x/m, respirasi 16 x/m, saturasi O2 99% pada udara ruangan. Pemeriksaan laboratorium: [Na+] 135 mmol/ L, [K+] 4.8 mmol/ L, [Cl−] 100 mmol/ L, [HCO3 −] 25 mmol/ L, BUN 24 mg/ dL, kreatinin 1.0 mg/ dL, pH darah 7.32, PCO2 49 mmHg, and PO2 90 mm Hg. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
a)
Asidosis respiratorik akut
b)
Alkalosis respiratorik akut superimposed asidosis metabolik
c)
Asidosis respiratorik kronik superimposed alkalosis metabolik
d)
Alkalosis respiratorik kronik
e)
Asidosis respiratorik kronik
25.
Seorang laki-laki 54 tahun dibawa ke IGD dengan kondisi lemas, muntah-muntah dan diare. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/50 mmHg; frekuens nadi 120x/menit, regular, tidak kuat angkat; frekuensi nafas 30x/menit, cepat dan dalam. Pemeriksaan neurologi tidak didapatkan kelainan. Hasil laboratorium: natrium 133 mEq/L; kalium 2,5 mEq/L; klorida 118 mEq/L; ureum 52 mg/dL; kreatinin 3,4 mg/dL. Analisis gas darah: pH 7,168; PCO2 17,2; HCO3 5 mEq/L. Gangguan asam basa yang dialami pasien ini adalah:
a)
Asidosis metabolic dengan peningkatan anion gap dan alkalosis respiratorik
b)
Asidosis metabolic tanpa peningkatan anion gap
c)
Asidosis respiratorik dengan asidosis metabolik
d)
Asidosis metabolic dengan peningkatan anion gap
e)
Asidosis metabolic dengan peningkatan anion gap dan asidosis respiratorik
26.
Seorang wanita usia 30 tahun datang ke Poli Penyakit Dalam dengan keluhan benjolan di leher yang hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan demam yang tidak begitu tinggi, nyeri pada sendi dan sakit kepala. Keluhan ini biasanya muncul diawali dengan adanya nyeri tenggorokan. Pasien adalah seorang sekretaris direktur pada sebuah perusahaan yang sedang berkembang dan selama 3 bulan terakhir sering lembur untuk menyelesaikan target perusahaan. Pasien juga sering terbangun tengah malam dan sulit untuk tidur kembali, sehingga ketika bangun pagi pasien merasa lelah dan sulit berkonsentrasi terhadap pekerjaannya, pasien selama ini sudah mencoba beristirahat serta meminum obat-obatan yang dibeli di depot namun keluhan lelah tidak berkurang. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 98x/menit, RR : 20 x/menit, Suhu : 37,5 0C pada pemeriksaan fisik leher ditemukan benjolan di leher sebelah kanan ukuran 1 x 1 cmmobile, nyeri tekan (+)., faring hiperemis. Laboratorium Hb: 14,0 g/dl, Leukosit : 3500/mm3 , trombosit 350.000/mm3 , LED : 15 mm/jam, urinalisa dalam batas normal. Diagnosis dari pasien diatas adalah
a)
Sindrom Lelah Kronis
b)
Depresi Sedang
c)
SLE
d)
Fibromialgia
27.
Berikut ini yang merupakan kriteria mayor sindrom lelah kronik menurut CDC 1988:
a)
Nyeri pada limfe nodi servikal anterior/posterior atau aksila
b)
Rasa lelah yang persisten
c)
Nyeri pada limfe nodi servikal anterior/posterior atau aksila
d)
Myalgia
e)
Nyeri pada limfe nodi servikal anterior/posterior atau aksila
28.
Seorang perempuan berusia 70 tahun, mantan dosen Akademi Bahasa, oleh anaknya berobat karena sering lupa sejak 1 bulan terakhir. Pasien sebenarnya pengurus koperasi, serta aktif ikut pengajian dan senam lansia di lingkungan rumahnya. Namun sejak dipasang stent akibat serangan jantung 4 bulan silam, pasien enggan untuk keluar rumah dan mengundurkan diri sebagai pengurus koperasi. Menurut anaknya, pasien sering murung dan kadangkala menangis sejak kematian cucu yang sangat disayanginya, 2 bulan lalu. Dari pemeriksaan tidak didapatkan gangguan pendengaran, pengelihatan, atau musculoskeletal yang berarti. Indeks ADL Barthel 20/20. skor Geriatric Depression Scale 12/15; dan MMSE 22/30. Interpretasi terhadap hasil pemeriksaan status kognitif pasien yang paling mungkin adalah:
a)
Vascular Cognitive Impairment (VCI)
b)
Pseudodemensia
c)
Demensia vascular
d)
Demensia Alzheimer
e)
Age Associated Memory Impairment
29.
Seorang perempuan berusia 67 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering lupa dan sering membuat catatan sejak 5 bulan terakhir. Dalam berkomunikasi pasien sering kesulitan menemukan kata-kata yang akan digunakan. Keluarga mengatakan pasien tidak memperhatikan cara berpakaian dan tidak bisa mengerjakan aktivitas kompleks. Golongan obat yang dapat digunakkan pasien tersebut adalah:
a)
Antagonis N metil D aspartat
b)
Agonis N metil D aspartate
c)
Beta Hydroxy Beta Methylbutyrate
d)
Beta Hydroxy Beta Methylbutyrate
e)
Beta-adrenergik
30.
Seorang perempuan berusia 71 tahun dibawa berobat ke poliklinik penyakit dalam oleh anaknya dengan keluhan sering lupa sejak 2 bulan terakhir. Pasien biasanya membantu anaknya berjualan makanan di warung, namun saat ini ia mulai kesulitan, misalnya untuk menyusun menu atau daftar belanjaan. Pasien menderita hipertensi sejak 20 tidak berobat teratur. Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, skor MMSE = 25/30, Skor basic activity of daily living (ADL) Barthel = 13/20, Geriatric depression scale (GDS) = 2/15; Hachinski score = 15. Patofisiologi yang mendasari diagnosis pada pasien ini adalah:
a)
cytoplasmic inclusion intraneuron pada korteks serebri
b)
atrofi lobus temporal
c)
defisit neurotransmitter asetilkolin
d)
Infark multipel dan abnormalitas pada substansia alba
31.
ny.ayu 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan sejak 4 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan tambah hebat saat malam hari. Keluhan disertai dengan rasa kekakuan pada pergelangan tangan dan rasa kesemutan yang menjalar ke jari telunjuk dan jari tengah. Pasien adalah seorang pembantu rumah tangga yang berkerja mencuci dan menyapu di beberapa rumah.Pemeriksaan fisik yang dapat mendukung ke arah diagnosis pasien ini adalah:
a)
Phalen test (+)
b)
Yergason sign (+)
c)
Finkelstein sign (+)
d)
De Quervain sign (+)
e)
love sign (+)
32.
Seorang laki-laki berumur 46 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri hebat pada kedua lutut sejak 1 hari yang lalu. Kedua lutut Os terlihat bengkak dan kemerahan. Terdapat riwayat trauma pada kedua lutut 1 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan didapatkan Hb 12,7 g/dL, Ht 31%, leukosit 7.400/mm3, trombosit 235.000/mm3, ureum 56 mg/dL, creatinin 0,73 mg/dL, SGOT 96 mg/dL, dan SGPT 15 mg/dL, ditemukan kristal dengan bentuk rhomboid dan pada gambaran radiologi didapatkan bintik-bintik dengan garis radioopaq yang tampak pada meniskus fibrokartilago sendi lutut. Diagnosis yang paling tepat untuk kasus diatas adalah :
a)
Pseudogout tipe C
b)
Pseudogout tipe A
c)
Pseudogout tipe B
d)
Pseudogout tipe A
e)
Pseudogout tipe D
33.
Seorang laki-laki 60 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan bengkak pada gusi sejak 1,5 bulan yang lalu. Pasien dikenal menderita penyakit jantung rematik dan telah menjalani operasi penggantian katup prostetik 2 tahun lalu. Direncanakan dilakukan ekstraksi gigi 1 tahun lalu namun pasien mengeluh gatal dan bengkak setelah konsumsi obat Amoxixilin. Pilihan antibiotika profilaksis untuk pasien ini adalah
a)
Klindamisin 600 mg 1 jam sebelum tindakan
b)
Ciprofloksasin 2x500 mg per oral 1 hari sebelum tindakan
c)
Eritromisin 1 gram sebelum tindakan
d)
Gentamisin 0,1 mg/kg IV 1 hari sebelum tindakan
e)
Amoksisislin 2 gram 1 hari sebelum tindakan ditambah steroid dan antihistamin oral
34.
Laki-laki berusia 62 tahun mengeluh beberapa minggu mengalami sesak yang memburuk. Pasien juga mengalami keluhan dada seperti ditindih benda berat saat sedang menaiki tangga, disertai sakit kepala. Pasien sering mengeluh sesak di malam hari dan tidur dengan 2-3 bantal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan vena jugularis 5+3 cm H2O, murmur sistolik grade 3/6 pada proyeksi katup di sela iga 2 parasternal kiri yang menjalar ke sekitar klavikula, aksila, dan leher serta edema pitting kedua pretibial. Kemungkinan penyebab gagal jantung pada pasien ini adalah:
a)
Stenosis aorta
b)
Stenosis pulmonal
c)
Regurgitasi aorta
d)
regurgitasi pulmonal
e)
aneurisma aorta
35.
Seorang wanita 65 tahun datang ke UGD dengan nyeri dada keluhan timbul 30 menit yang lalu disaat terbangun dari tidur disertai juga keluhan muntah 5x, pusing, sakit kepala, ketika tiba tekanan darah 70/30 mmHg dengan denyut nadi 60 x / menit, tampak cemas , pada pemeriksaan paru normal. Hasil EKG di jumpai elevasi di lead 2, 3, AVF dan ST depresi di lead V1 dan V2 dengan irama sinus, foto thorax normal, ekokardiografi menunjukkan left ventricular function normal dan dilatasi ventrikel kanan. Apa terapi yang diberikan segera mungkin pada pasien diatas?
a)
Pacemaker transvenous placement
b)
Aortic counterpulsation
c)
Bolus normal salin, 500 ml
d)
Dobutamin, 5 mikrogram /kg berat badan/menit
36.
Seorang laki-laki tanpa identitas berusia kurang lebih 30-35 tahun ditemukan kondisi tidak sadarkan diri di pinggir jalan. Penderita tersebut lalu di bawa ke UGD terdekat. Dari pemeriksaan fisik umum dibadapat GCS E1V1M1, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur, pada pemeriksaan EKG awal didapatkan ventrikel fibrilasi. Penderita dilakukan RJP dan defibrilasi. Setelah defibrilasi selesai, pada monitor terlihat (gambar). Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah
a)
Defibrilasi 200 Joule diikuti resusitasi jantung paru
b)
Defibrilasi 200 Joule diikuti resusitasi jantung paru dan vasopresin 0,5mcg/kgbb/jam
c)
Defibrilasi 200 Joule diikuti resusitasi jantung paru dan amiodarone 300 mg
d)
Defibrilasi 200 Joule diikuti resusitasi jantung-paru dan epinefrin 1 mg
e)
Defibrilasi 200 Joule diikuti resusitasi jantung paru dan sulfas atropin 0,5 mg
37.
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar- debar disertai dengan rasa takut dan gelisah sejak 10 jam yang lalu. 2 jam sebelumnya mengalami sinkop tiba-tiba saat menyapu halaman rumah. Pada pemeriksaan fisik didapat kesadaran kompos mentis, tekanan darah 70/50 mmHg, nadi 120x/menit reguler, pernafasan 25x/menit, temperatur 36 C. Pada pemeriksaan auskultasi jantung suara jantung (S1) melemah. Hasil pemeriksaan EKG sebagai berikut:
a)
VT sustained dengan tindakan kardioversi 100 joule
b)
VT sustained dengan tindakan defibrilasi 200 joule
c)
AVRT dengan tindakan kardioversi 50 joule
d)
VT unsustained dengan tindakan kardioversi 100 joule
e)
AVRT dengan tindakan defibrilasi 200 joule
38.
Seorang wanita 31 tahun datang ke anda dengan keluhan sering berdebar disertai keringat dingin, gemetar dan sering merasa ketakutan semenjak adik OS meninggal 2 bulan yang lalu. Keluhan juga kadang disertai rasa tidak nyaman diperut, diare kadang-kadang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, nadi 100x/mnt, rr 20x/m dan t 36,5C. Diagnosis apa yang paling mungkin pada pasien ini?
a)
Hipotoni simpatis
b)
Hipertoni parasimpatis
c)
Hipertoni simpatis
d)
Amfotoni
e)
Ataksia vegetatif
39.
tn.nasrul usia 32 tahun datang dengan keluhan sakit kepala, nafsu makan menurun, badan letih, lekas capai. Istri pasien mengatakan bahwa pasien seringkali didapati berbicara sewaktu tidur. Keluhan dirasakan sudah menyebabkan perasaan tidak menyenangkan waktu bangun pagi hari dan mengganggu kinerja pasien di tempatnya bekerja. Gangguan yang terdapat pada pasien termasuk dalam tipe:
a)
Gangguan tidur sekunder
b)
Parasomnia
c)
Gangguan tidur bermodifikasi
d)
gangguan tidur primer
e)
mimpi basah
40.
Seorang laki-laki, usia 45 tahun, mengeluh badan lemas. Tidak didapatkan keluhan diare atau mual muntah sebelumnya. Pasien sebelumnya memiliki riwayat hipertensi tapi tidak kontrol rutin. Penggunaan diuretik sebelumnya tidak ada. Pada saat kontrol didapatkan tanda-tanda vital TD 170/100 nadi 84 x/menit RR 24 x/menit suhu 36.5°C, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil pemeriksaan penunjang GDS 127 mg/dL, kadar kalium 2,7meq/L, ekskresi kalium urin 24 jam 45 meq/L. Uji konfirmasi terhadap diagnosis kasus diatas adalah
a)
Aldosterone renin ratio
b)
Renin
c)
Serum aldosterone
d)
Kortisol
e)
Saline infusion tes
41.
Penyakit infeksi dibawah ini yang berhubungan dengan kejadian nefropati membranosa adalah
a)
HIV
b)
Hepatitis C
c)
Sifilis
d)
HIV
e)
Plasmodium malaria
42.
Seorang perempuan 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan menstruasi tidak teratur sejak 3 bulan. Tidak ada keluhan nyeri kepala atau gangguan penglihatan atau lapang pandang. Pasien sudah mempunyai anak usia 3 tahun. PF didapatkan TB 155 BB 58 pertumbuhan bulu ketiak dan bulu pubis normal. Lab estradiol 1,0 pmol/L (220-918 pmol/L), LH 0,8 IU/L (1.4-18.1 IU/L), FSH 0,3 IU/L (1.4-18.1 IU/L), prolaktin 840 ug/ml (< 20 ug/ml), dan dari hasil MRI kepala didapatkan adenoma hipofisis berukuran 0.8 cm. Tatalaksana yang tepat
a)
Radiasi
b)
Bromokriptin
c)
Operasi trans-sfenoidal
d)
Cabergoline
e)
doakan segera lekas sembuh
43.
Seorang laki 55 tahun dengan riwayat diabetes, hipertensi dan penyalahgunaan narkotik datang ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pemeriksaan laboratorium emergensi mendapatkan pH arteri 7.21, PaCO2 26 mmHg, HCO3 12, Natrium 145 meq/L, klorida 100 meq/L, glukosa 280. Apakah gangguan asam-basa yang dialami pasien ini
a)
Asidosis metabolik dengan anion gap normal
b)
Asidosis metabolik dengan peningkatan anion gap
c)
Asidosis respiratorik dengan peningkatan anion gap
d)
Asidosis campuran
44.
Seorang wanita 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut yang semakin memberat sejak 8 jam yang lalu. Nyeri dirasakan menetap di perut bagian kanan bawah dan memberat apabila pasien bergerak. Tidak ada hematemesis-melena ataupun BAB darah segar. Pasien aktif secara seksual dengan 6 orang pasangan dalam 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39oC, TD 110/75, HR 105, RR 18. Pemeriksaan abdomen mendapatkan nyeri tekan dan nyeri lepas di kanan bawah umbilikus. Bisisng usus menurun. Tes kehamilan negative. Apakah mekanisme yang mendasari terjadinya nyeri pada pasien ini.
a)
Inflamasi peritoneum parietal
b)
Distensi hollow viscus
c)
Distensi permukaan visceral
d)
dehisensi wound
e)
Rhabdomiolisis
45.
Tn. Sugiyono berusia 77 tahun datang ke RS dengan keluhan demam menggigil, muntah, dan nyeri perut kanan atas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien tampak lemah, Suhu 39 C, TD 110/70, HR 110, RR 22, SpO2 92% (udara kamar). Pemeriksaan fisik mendapatkan suara napas menurun di basal paru kanan dan nyeri tekan difus di abdomen kuadran kanan atas. Pasien ternyata memiliki riwayat kolelitiasis, namun menolak anjuran dokter untuk menjalani kolesistektomi. Pemeriksaan CT scan abdomen seperti ditunjukkan pada gambar. Manakah pernyataan yang tepat terkait kondisi pasien ini.
a)
Pasien harus menjalani drainase perkutan
b)
Pasien harus mendapat terapi empiric untuk spesies Candida
c)
Pasien harus mendapat terapi antibiotik empiric untuk organisme anaerob
d)
Alkalin fosfatase serum kemungkinan besar normal
46.
Tn. Zainal 35 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang semakin memberat dan penurunan kesadaran setelah 1 minggu menderita infeksi virus saluran pernapasan atas. Kesadaran pasien letargi, TD 88/72, HR 115, SpO2 90% (udara kamar). Pemeriksaan fisik ada didapatkan ronkhi paru, peningkatan tekanan vena jugular, S3 gallop, dan akral dingin. Pemeriksaan laboratorium mendapatkan kreatinin 2.3 mg/dL, BNP meningkat, dan laktat yang sedikit meningkat. Ekokardiografi menunjukkan LVEF 15% dengan hipokinesis global. Anda memberikan dobutamin 5 μg/kg/min dan mempersiapkan pemasangan kateter arteri pulmonal untuk pemantauan hemodinamik. Manakah parameter hemodinamik yang paling mungkin
a)
Mixed venous oxygen saturation
b)
Stroke volume
c)
Left ventricular stroke work index
d)
Cardiac output
e)
Resitensi vaskular sistemik
47.
Seorang wanita 76 tahun dengan riwayat hipertensi, PPOK, DM, dan osteoporosis datang ke IGD setelah jatuh di rumah yang diikuti dengan keluhan nyeri berat di panggul kiri. Pasien baru ditemukan oleh tetangganya setelah beberapa jam kesakitan. Pasien tidak bisa mengingat apakah dia sempat pingsan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada panggul kiri, tungkai kiri memendek dan mengalami rotasi eksternal. Membrane mucus pasien tampak kering dan turgor kulit menurun. Tekanan darah 170/80, HR 130 x/m. EKG pada monitor menunjukkan gambar. Apakah tatalaksana awal yang sesuai untuk mengatasi takikardia pada pasien.
a)
Metoprolol 5 mg IV
b)
Adenosine 6 mg IV
c)
Digoksin 250 μg IV
d)
Kontrol nyeri dan hidrasi
e)
Kardioversi DC
48.
Tn. Wisnu 38 tahun dibawa ke IGD karena mengeluh nyeri perut hebat yang mendadak. Pasien memiliki riwayat di ulu hati yang sering kambuh bila pasien makan. Terdapat penurunan berat badan sekitar 5 kg. Tidak ada riwayat konsumsi obat-obatan, kecuali antasida yang diminum untuk meredakan gejala. Pada pemeriksaan fisik TD 110/50, HR 130, RR 24, Suhu 38 C. Bising usus hilang, defans muscular (+). Foto polos abdomen menunjukkan gambaran udara bebas di bawah diafragma. Apakah penyebab peritonitis pada pasien ini?
a)
Isi lambung
b)
Enzim pankreas
c)
Garam empedu
d)
Benda asing
e)
takdir tuhan
49.
Laki-laki 65 tahun datang ke RS 2 minggu yang lalu dengan akut abdomen, hipotensi, anemia, dan gagal napas. Riwayat medis terdahulu ada menderita hipertensi dan hiperkolesterolemia dimana pasien mengkonsumsi enalapril dan atorvastatin. Pada laparotomi didapatkan perforasi duodenum dengan peritonitis dan hemoperitoneum. Kemudian dilakukan vagotomi dan Billroth I anastomosis. Kondisi pasien perlahan membaik, intake oral meningkat dan mulai bergerak. Laboratorium kontrol leukosit dan Hb normal. Sore ini sekitar 3 jam setelah makan, pasien tiba-tiba mengeluh pusing, kebingungan, palpitasi dan berkeringat. TD 120/70, HR 110, suhu 26 C, SpO2 95% (udara kamar). Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini
a)
Perdarahan gastrointestinal akut
b)
Sindrom dumping
c)
Embolli paru
d)
acute coronary syndrome
e)
kecapean
50.
Seorang pria 56 tahun masuk ke ICU dengan riwayat sesak napas disertai batuk produktif yang memberat sejak 4 hari terakhir. Pasien memiliki riwayat PPOK dengan nilai FEV1 43% prediksi. Pemeriksaan awal AGD udara ruangan mendapatkan pH arteri 7.26, PaCO2 78 mmHg, dan PaO2 50 mmHg. Pasien tampak sesak berat menggunakan otot bantu napas dan tampak retraksi di sela iga. Suara pernapasan melemah, terdengar wheezing ekspirasi dan ronkhi. Foto thorax tidak menunjukkan adanya infiltrat. Manakah dari terapi berikut yang telah terbukti paling berperan dalam mengurangi mortalitas pada pasien?
a)
Intubasi dengan ventilasi mekanik sedini mungkin
b)
Penggunaan ventilasi non-invasif tekanan positif
c)
Pemberian antibiotik spektrum luas dengan cakupan P aeruginosa sedini mungkin
d)
Pemberian glukokortikoid IV
e)
Pemberian bronkodilator inhalasi
51.
Seorang wanita 67 tahun masuk ke ICU dengan pneumonia multilobar et causa Streptococcus pneumonia dan PPOK. Pasien membutuhkan intubasi dan ventilasi mekanik. Dari semua tindakan berikut, yang tidak termasuk ke dalam pencegahan komplikasi perawatan ICU adalah:
a)
Mobilisasi dini dan terapi fisik selagi mendapat ventilasi mekanik
b)
Mobilisasi dini dan terapi fisik selagi mendapat ventilasi mekanik
c)
Kontral glukosa darah yang agresif
d)
Pemberian enoxaparin 40 mg/hari
e)
Pemberian omeprazole 20 mg/hari
52.
Tn.jerry 68 tahun masuk ICU dengan demam, hipotensi dan hipoksemia. Pasien sudah mengeluh sakit sejak 3 hari terakhir disertai sesak yang bertambah berat. Pasien memiliki riwayat PPOL, CAD 3VD post CABG, dan DM tipe 2. Pasien merokok 1 bungkus perhari dan minum bir 6 kaleng sehari. Pada pemeriksaan di ICU didapatkan SpO2 79% (udara kamar) kemudian dengan NRM SpO2 87%. TD 74/40, HR 124, setelah diberikan bolus cairan TD 86/53. Foto thoraks menunjukkan (gambar). Pasien sudah mendapat antibiotic ceftriaxone + moxifloxacin saat di IGD. Pasien kemudian diintubasi, pemberian sedasi dan dukungan vasopresor. Pemeriksaan AGD setelah intubasi pH 7.28, PaCO2 52 mmHg, PaO2 64 mmHg (FiO2 0.8). Diagnosis yang paling tepat terkait kondisi pasien ini adalah.
a)
ARDS berat
b)
ARDS moderat
c)
ARDS Ringan
d)
Gagal napas
e)
gagal nikah
53.
Seorang dokter PTT di daerah Flores NTT usia 28 tahun mengalami gigitan anjing pada betis kaki kiri saat sedang duduk di teras halaman puskesmas. Menurut pemiliknya, anjing tersebut beberapa hari terakhir terlihat lebih agresif dari biasanya dikarenakan beberapa ekor anak anjing tersebut dijual oleh pemiliknya. Dokter tersebut kemudian melakukan pencucian dan irigasi luka, kemudian segera datang dan melapor ke RSUD Kabupaten tersebut untuk dilakukan penyuntikan Vaksin. Karantina terhadap anjing yang menggigit telah dilakukan oleh petugas dinas peternakan setempat. Dari anamnesis terhadap dokter PTT tersebut, ternyata didapatkan riwayat vaksinasi sebelumnya yang sudah lengkap, saat sebelum penempatan tugas dahulu. Bagaimanakah tatalaksana pemberian vaksin yang tepat pada kasus diatas, jika ternyata setelah dilakukan karantina selama 14 hari anjing tetap hidup sehat :
a)
Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0 dan 3 saja
b)
Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0 dan 3 dan RIG
c)
Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0, 3, 7, 14
d)
Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari ke 0, 3, 7, 14, 28
e)
Dilakukan penyuntikan vaksinasi rabies di hari 0, 3, 7, 14, 28 dan RIG
54.
Seorang laki-laki usia 38 tahun dari pulau Rote NTT datang berobat dengan keluhan kaki kiri membengkak sejak beberapa bulan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan edema non piting pada tungkai bawah kiri disertai gambaran verukosa pada kulit tungkai bawah kiri tersebut. Pasien mengaku beberapa kali di daerahnya dilakukan program pengobatan massal filaria dengan dibagikan obat dosis tunggal. Pada pemeriksaan apusan darah di temukan mikrofilaria yang mirip dengan mikrofilaria brugia malayi tetapi bagian selubung mikrofilaria tidak terwarnai pada pulasan giemsa. Tatalaksana yang paling tepat pada kasus diatas adalah :
a)
Diberikan DEC 6 mg/KgBB/Hari selama 12 hari berturut turut
b)
Diberikan DEC 6 mg/KgBB/Hari selama 12 hari berturut turut + albendazol 1x400 mg selama 2 minggu
c)
Diberikan Ivermectin 200 mcg/KgBB dan albendazol 1x400 mg dosis tunggal
d)
Diberikan DEC 5 mg/KgBB/Hari selama 6 hari berturut turut
e)
observasi
55.
Seorang perempuan usia 32 tahun dikonsulkan dari sejawat bagian Obsgyn karena terdiagnosis demam tifoid, saat ini pasien diketahui hamil 34 minggu , maka pilihan terapi antibiotik yang dapat di berikan
a)
Amoksisilin
b)
Eritromisin
c)
levofloxacin
d)
doksisiklin
56.
Pasien wanita 28 tahun telah terdiagnosis Rheumatic Heart Disease, dan didapatkan mitral stenosis. Bunyi jantung yang sesuai pada pasien di atas adalah :
a)
Murmur diastolik di apeks
b)
Murmur holosistolik di apeks
c)
Murmur sistolik di apeks
d)
Murmur diastolic awal di garis sternalis kanan atas
e)
murmur murmur
57.
Pasien wanita 50 tahun datang dengan kondisi tidak sadar, diketahui sakit kencing manis 4 tahun. EKG didapatkan PEA. Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya
a)
RJP + sulfas atropin
b)
Defibrilasi
c)
RJP + epinefrin 1 mg
d)
RJP + amiodarone 300 mg iv bolus
e)
digelitikin
58.
Laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak hebat sejak 1 hari yang lalu. Sesak dirasa memberat dengan aktifitas, dan berkurang dengan istirahat. Pasien tidur dengan 2 bantal karena sesak, dan sering terbangun malam hari karena sesak. Batuk ada. Pasien juga mengeluh BAK tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan fisik pasien kompos mentis, didapatkan TD 90/70 mmHg frekuensi nadi 110x/mnt, frekuensi napas 28x/mnt, suhu 36.7, pemeriksaan JVP (5+2) mmH2O, paru didapatkan ronkhi basah halus nyaring di kedua paru, abdomen hepar teraba 2 jbac, asites (+), ekstremitas edema pretibial. EKG didapatkan kesan LVH. Tipe gagal jantung pada pasien ini adalah :
a)
Wet and warm
b)
Wet and cold
c)
Wet and dry
d)
hot and cold
e)
becek
59.
Seorang laki-laki umur 35 tahun mengeluh nyeri perut bagian bawah, terasa panas directum, , BAB cair disertai darah dan lendir sudah 10 hari, demam. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB , nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHG, Nadi 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 390 C, pada lab oratorium feses rutin didapatkan adanya eritrosit dan Polimorfonuclear. Diagnosis yang tepat untuk gejala di atas
a)
Collitis Pseudomembran
b)
Shigellosis
c)
Kolitis Amoeba
d)
Kolitis TB
e)
colitis honeymoon
60.
Seorang lelaki berusia 48 tahun dirujuk ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan lemah badan. Pasien sudah diketahui HbsAg positif selama 6 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 13,5 g/dl; leukosit 4.500/μL;trombosit 249.000/μL; SGOT 95 IU/L; SGPT 120 Iu/L; bilirubin total 1.2 mg/dL; bilirubin direk 0.6 mg/dL; HBV DNA 1,5 x 103 IU/ml; hasil pemeriksaan USG abdomen dalam batas normal. Berdasarkan data tersebut di atas, diagnosis pada pasien ini adalah:
a)
Hepatitis B kronik fase immune clearance
b)
Hepatitis B kronik fase inactive carrier state
c)
Hepatitis B kronik fase reaktivasi
d)
Hepatitis B kronik fase immune tolerance
e)
Hepatitis B kronik fase percobaan
61.
Pasien wanita 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri uluhati sejak 1 bulan SMRS. Kadang disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70, HR 80x/menit, RR 16x/menit, T 36,8◦C, dari pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan epigastrium. Dari hasil pemeriksaan endoskopi didapatkan gambaran eritema pada bagian fundus gaster, hasil Helicobacter Pylori positif. Tatalaksana yang tepat untuk eradikasi infeksi Helicobacter Pylori adalah
a)
Omeprazole 2x20mg, tetrasiklin 4x500mg, metronidazol 3x500mg, amoxicilin
b)
Omeprazole 2x20mg, klaritromisin 2x1000mg, cipprofloxacin 2x500mg
c)
Omeprazole 2x20mg, tetrasiklin 4x500mg, metronidazol 3x500mg, subsalisilat
d)
Omeprazole 2x20mg, klaritromisin 2x500mg, amoksilin 2x1000mg
62.
Seorang wanita berusia 64 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena terjatuh di kamar mandi dan buang air besar (BAB) berwarna hitam. Pasien sudah 3 bulan minum aspirin karena penyakit jantungnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi nadi 132 x/menit. Konjungtiva pucat. Bising usus meningkat. Prioritas urutan penatalaksanaan pada pasien ini adalah :
a)
Resusitasi cairan, high dose proton pump inhibitor (PPI), transfusi darah dan gastroskopi
b)
Infus somastostatin, transfusi darah dan gastroskopi <br />
c)
Gastroskopi dan tindakan hemostatik
d)
pasang PPI IV, transfusi PRC
63.
Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 hari yang lalu. Pasien sering merasa nyeri di punggung kanan atas yang hilang timbul. Sejak 10 hari yang lalu, mata pasien mulai berwarna kuning dan buang air kecil berwarna seperti teh tua. Warna tinja pucat seperti dempul. Penurunan berat badan disangkal pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36,5oC; seluruh kulit tampak ikterik, sklera ikterik, paru-paru dan jantung dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba; terdapat nyeri tekan epigastrium. Berdasarkan data klinis diatas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a)
Kolelitiasis <br />
b)
Pankreatitis
c)
Karsinoma caput pancreas
d)
Koledokolitiasis
e)
Hepatitis akut
64.
Seorang perempuan usia 60 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan kesulitan menelan makanan padat maupun cair sejak 2 bulan terakhir disertai keluhan nyeri dada dan batuk terutama malam hari, tidak didapatkan keluhan rasa asam atau pahit dalam mulut. Pasien mengeluh penurunan berat badan 15 kg dalam 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan radiologis dengan barium didapatkan gambaran dilatasi pada esofagus. Temuan berikut yang dapat ditemukan pada pemeriksaan manometri esofagus pada pasien ini adalah :
a)
Kontraksi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
b)
Relaksasi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
c)
Tonus sfinkter esofagus bawah rendah
d)
Tekanan gaster pada keadaan istirahat lebih tinggi dari korpus esofagus
e)
Peningkatan peristaltik esofagus <br />
65.
Seorang laki laki usia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas dan demam hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat dan tidak ditemukan organomegali. Hasil laboratorium: Hb 5.2 g/dL; hematokrit 16%; leukosit 800/µL (ANC 320); trombosit 8.000/µL; retikulosit 0.3%; hitung jenis 0/0/0/40/50/10. Berdasarkan hasil aspirasi sumsum tulang ditemukan sumsum tulang hiposeluler dengan banyak sel lemak. Diagnosis pasien ini adalah
a)
DIC
b)
Immune trombositopenia purpura<br />
c)
Leukemia myeloid akut
d)
Anemia aplastic
e)
chronic granulositik leukimia
66.
Seorang pria 32 tahun datang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan mudah lelah sejak dua bulan yang lalu. Pasien diketahui memiliki riwayat batuk lama dan terdapat riwayat penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal; konjungtiva pucat, ronki pada apeks paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9,5 g/dL; MCV 82 fl; MCHC 34 g/dL leukosit 9800/μL; trombosit 350.000/μL; LED 80/90 mm/jam. Protein yang berperan penting pada patogenesis anemia pada pasien ini adalah :
a)
Hemosiderin
b)
Hepsidin
c)
Transferin <br />
d)
Feroprotein
67.
Seorang wanita berusia 47 tahun datang ke praktekanda dengan keluhan kelelahan, kelemahan, dan sesak nafas saat berolahraga. Gejala ini dialami selama 2 hari. Pasien menyangkal demam, menggigil, perubahan berat badan, atau disuria. Riwayat medisnya lainnya hipotiroid. Pemeriksaan fisik ikterus (+) dan hepatosplenomegali. Pemeriksaan fungsi tiroid normal 1 minggu yang lalu.Complet blood cell normal, kecuali hematokrit 21%, dan retikulosit meningkat. Hematokritnya 36% pada 3 bulan yang lalu. Tes fungsi hati menunjukkan kadar bilirubin total menjadi 4,6 mg / dl dan kadar bilirubin indirect menjadi 4,2 mg /dl. Hasil lainnya berada dalam batas normal. Pemeriksaan lanjtan manakah yang benar terhadap pasien tersebut?
a)
Direct antiglobulin test
b)
Analisa darah tepi
c)
ANA tes
d)
Anti - DsDNA
e)
plano test
68.
ny.ayu berusia 40 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan. Pikiran pasien selalu tidak tenang karena merasa tidak menentu masa depannya. Satu bulan yang lalu pasien dikeluarkan dari tempatnya bekerja. Menurut pasien, seharusnya bosnya tidak mengeluarkannya karena kesalahan yang ia buat bukanlah kesalahannya semata. Ia merasa tidak sanggup mengerjakan pekerjaan sehari-hari dirumah. Suami dan anak-anaknya sangat menyayanginya dan memberikan semangat, tetapi sejauh ini belum mampu membuatnya bangkit dari keterpurukannya. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 37C. Hasil laboratorium dalam batas normal. Dari data klinis di atas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a)
Gangguan somatisasi
b)
Gangguan cemas menyeluruh
c)
Gangguan panik
d)
Depresi<br />
e)
gangguan seksual
69.
Seorang wanita 47 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa cemas dan takut kurang lebih 15 tahun. Perasaan cemas dan takut biasanya akan diikuti dengan rasa pusing, telapak tangan berkeringat, jantung berdebar-debar. Jika perasaan cemas dan takut muncul ini akan mengganggu konsentrasinya dalam pekerjaan rumah tangga. Pasien mengaku tidak mengetahui secara pasti, mengapa dia sering mengalami rasa cemas dan takut, tidak ada keada-an khusus tertentu yang menyebabkan perasaan cemas dan takut itu akan muncul. Karena gejala ini sudah lama pasien sudah berulang kali memeriksakan diri ke dokter dengan hasil pemeriksaan darah, fungsi tiroid, jantung dan gula darah normal. Saat ini pasien memiliki seo-rang suami dan 2 orang anak dengan kehidupan keluarga yang harmonis. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah :
a)
Fobia
b)
Gangguan cemas menyeluruh<br />
c)
Gangguan panik
d)
Gangguan seksual
70.
Sorang wanita usia 35 tahun dengan keluhan sering berdebar, gemetar, banyak berkeringat serta penurunan berat badan dalam 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan kadar TSH, peningkatang kadar FT4. Pasien kemudian dilanjutkan pemeriksaan tes raioaktif iodine uptake dan didapatkan adanya peningkatan uptake yang bersifat homogen. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut adalah:
a)
Toxic multinodular goiter
b)
Thyrotoxicosis factitia
c)
Thyroiditis<br />
d)
Graves disesase
e)
Thyrotoxicosis factitia
71.
Pasien wanita 40 tahun dengan keluhan lemas, berat badan yang semakin bertambah meskipun pasien sudah mengatur pola makannya, sulit tidur, dan hilang minat dalam melakukan hobinya. Pasien menyangkal konsumsi obat-obatan sebelumnya. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 150/90 mmHg, nadi 80x/menit, pernapasan 22x/menit, suhu 36,5, didapatkan adanya moon face, obesitas sentral, striae pada abdomen. Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan didapatkan adanya peningkatan kadar kortisol, selanjutnya didapatkan kadar ACTH yang meningkat. Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan high dose DST dan didapatkan penurunan sekresi kortisol urin setelahnya. Selanjutnya diakukan pemeriksaan MRI kepala namun tidak didapatkan adanya kelainan. Kondisi manakah yang paling tepat yang dialami pasien tersebut?
a)
Small cell lung carcinoma
b)
Belum jelas, diperlukan pemeriksaan lanjutan dengan BIPSS<br />
c)
ACTH-secreting pituitary adenoma
d)
Adenoma adrenal
e)
disfungsi seksual
72.
Yang manakah di bawah ini mekanisme yang terjadi pada renal tubular acidosis tipe II?
a)
Menurunnya reabsorbsi HCO3 di tubulus distal<br />
b)
Menurunnya reabsorbsi HCO3 di tubulus proximal
c)
Adanya defek sekresi H+ pada tubulus distal
d)
meningkatnya rearbsorbsi H+ ditubulus distal
73.
Seorang pria usia 32 tahun degan keluhan volume urin yang sangat banyak hingga mencapai 3 botol air mineral besar ukuran 1,5 L. Pasien juga banyak minum. Tidak ada riwayat trauma ataupun pengunaan obat-obatan sebelumnya. Pada pemeriksaan osmolaritas urin didapatkan 600 mOsm/24 jam. Pasien kemudian dipuasakan dan didapatkan peningkatan osmolaritas urin dari sebelumnya. Kondisi pasien ini disebabkan oleh:
a)
Polidipsi primer
b)
Diabetes Insipidus nefrogenik<br />
c)
Diabetes Insipidus sentral
d)
SIADH
74.
Laki-laki, 46 tahun, dirujuk dari Faskes tingkat pertama karena dikatakan memiliki ukuran jantung yang membesar saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Pasien saat ini tidak memilki keluhan apapun. Pasien diketahui bekerja sebagai kontraktor sehingga sering kerja di lapangan dan memiliki waktu tidur yang tidak tentu. Pasien memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus per hari sejak 10 tahun terakhir dan mengkonsumsi alkohol. Riwayat hipertensi dan diabetes sebelumnya disangkal. Pemeriksaan fisik yang dilakukan di rumah sakit pada pagi hari menunjukkan pasien TSR; CM; TD 125/78 mmHg; nadi 72 x/menit; napas 16 x/menit; BB 92 kg; TB 167 cm; dan batas kiri jantung 2 jari ke lateral dari linea mid clavicula sinistra. Pemeriksaan rontgen toraks menunjukkan adanya kardiomegali. Pasien kemudian menjalani pemeriksaan ABPM dan didapatkan tekanan darah 156/92 mmHg pada saat waktu tidur pasien. Berdasarkan data di atas, diagnosis yang tepat untuk pasien tersebut adalah:<br />A. white-coat hypertension<br />
a)
masked hypertension
b)
white-coat hypertension
c)
Hipertensi
d)
masked-uncontrolled hypertension
75.
Antivirus pada hepatitis B kronis dengan gangguan ginjal pilihan utamanya adalah :
a)
Telbivudin
b)
Entecavir
c)
Lamivudin
d)
Tenovofir
e)
jerielvir
76.
Seorang wanita 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan atas, mual, dan demam yang dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat Diabetes Mellitus sejak 2 tahun yang lalu dengan pengobatan Glimepirid 2 mg pagi hari dan Metformin 2x500mg. Pemeriksaan fisik didapatkan T : 120/80mmHg, N: 112x.menit, RR : 24x/menit, suhu 380C, hepar teraba sedikit membesar. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb : 13,8 g/dL, Hct : 45%, Leukosit : 17.500 u/L, Bilirubin total 1,8 mg/dL, SGOT 92 /U, SGPT 10/U, GDA: 285 mg/dL. Kemudian pasien dilakukan USG didapatkan lesi hipoekoik multiple di lobus kiri hepar ukuran 8cm . Penatalaksanaan yang tepat pada pasien tersebut adalah
a)
Medikamentosa dan drainase perkutan
b)
Medikamentosa dan aspirasi jarum berulang
c)
Reseksi hati<br />
d)
medikamentosa
77.
Seorang pria 65 tahun datang ke poli Geriatri dengan keluhan lemas, lemas dirasakan sejak 4 bulan yang lalu, makin lama makin memberat. Lemas disertai nafsu makan menurun (+), berat badan menurun (+) tidak tahu berapa kilogram, massa otot terlihat menurun, diare (-), tanda – tanda perdarahan (-). Pasien terlihat murung dan mulai menarik diri dari kegiatan di sekitar rumahnya. Hal ini terjadi sejak anak pasien menikah dan tinggal di luar negeri. Pasien tinggal sendirian di rumah, istri pasien telah meninggal. Dari pemeriksaan Mini Nutritional Assesment (MNA) didapatkan skor 5, dilakukan pengkajian lanjutan didapatkan skor indikator malnutrisi 15. Berdasarkan kajian nutrisi tersebut, pasien dapat digolongkan sebagai
a)
Malnutrisi
b)
Kemungkinan maknutrisi<br />
c)
Berisiko malnutrisi
d)
Normal
78.
Salah satu faktor yang berkontribusi terkait penuaan dalam instabilitas dan jatuh yaitu perubahan kontrol postural. Perubahan kontrol postural yang terjadi yaitu<br />
a)
Meningkatnya tonus otot
b)
Menurunnya ayunan postural
c)
Meningkatnya proprioseptif
d)
Melambatnya refleks
e)
Kaki terangkat cukup tinggi
79.
Seorang laki-laki 67 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lutut. Nyeri dirasakan sejak 2 tahun yang lalu, yang semakin memberat sejak 3 bulan lalu. Pada pemeriksaan lutut didapatkan krepitasi bilateral. Dari pemeriksaan lain dan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menilai adanya instabilitas dan resiko jatuh pada pasien di atas adalah:
a)
Uji The Timed Up and Go, Uji Menggapai Fungsional, pemeriksaan Rontgen Genu
b)
Uji menggapai fungsional, Uji Keseimbangan Berg, pemeriksaan Rontgen Genu
c)
Uji The Timed Up and Go, Uji Menggapai Fungsional, Uji Keseimbangan Berg
d)
Uji The Timed Up and Go, Uji Keseimbangan Berg, Uji Lingkup Gerak Sendi<br />
80.
ny.wina berusia 67 tahun datang berobat ke poliklinik geriatri dengan keluhan sulit BAB sejak 6 bulan terakhir. Pasien mengatakan bahwa ia harus mengejan saat BAB karena fesesnya keras dan sulit keluar. Pasien sering menggunakan obat pencahar supaya bisa BAB. Obat manakah yang tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang:
a)
Lactulose
b)
Bisakodil
c)
Psillium
d)
Lactulose
e)
Glyserin
81.
Seorang laki-laki usia 80 tahun diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluhan lemas badan, mual dan muntah sejak 5 hari yang lalu. Sejak 3 bulan sebelumnya pasien hanya berbaring di tempat tidur setelah terkena serangan stroke yang pertama yang membuat pasien tidak bisa berjalan dan bicara. Dari pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum tampak lemah, GCS 456, tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 100 kali/menit, laju nafas 23 kali/menit, suhu axilla 38,7 C, saturasi oksigen 98%, hemiparese kiri dan ditemukan luka di region lumbosacral seluas 10x8 cm sampai otot dan tendon disertai pus. Patofisiologi terjadinya luka diatas adalah:
a)
Imobilisasi akan meningkatkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan sumbatan total kapiler yang bersifat reversible jika tekanan dihilangkan dalam 24 jam
b)
Imobilisasi akan menurunkan tekanan pada daerah sacrum yang akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah dan hyperemia<br />
c)
Imobilisasi akan meningkatkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan sumbatan total kapiler yang bersifat reversible jika tekanan dihilangkan dalam 24 jam
d)
imobilisasi akan meningkatkan tekanan pada daerah sacrum yang menyebabkan oklusi pembuluh darah dan iskemik sel
e)
Imobilisasi akan menurunkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan akumulasi metabolit seperti ADP, H, asam laktat.
82.
Seorang perempuan usia 70 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering lupa sejak 2 bulan terakhir. Pasien menderita hipertensi yang tidak terkontrol sejak 15 tahun. Menurut anak pasien yang mendampingi pasien berobat, dua bulan yang lalu, pasien tiba-tiba bicaranya menjadi cadel dan terdapat kelemahan pada sisi tubuh sebelah kanan. Saat itu pasien tidak berobat, namun keluhan cadel dan kelemahan tubuh berangsur-angsur membaik seperti sedia kala. Pasien biasanya membantu anaknya berjualan makanan di warung, namun saat ini ia mulai kesulitan, misalnya untuk menyusun menu atau daftar belanja. Setelah dilakukan pemeriksaan MMSE, didapatkan hasil 25/30. Skor ADL Barthel 20/20. Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Patogenesis pada diagnosis geriatri di atas adalah :
a)
atrofi lobus occipital
b)
abnormalitas pada substansia alba
c)
terdapat alel e4 dari Apolipoprotein E<br />
d)
lewy body pada seluruh korteks serebral
e)
terdapat alel e4 dari Apolipoprotein E<br />
83.
Seorang wanita berusia 69 tahun dibawa ke poliklinik oleh keluarganya karena keluhan sulit untuk bisa tidur. Sejak 4 minggu yang lalu pasien sulit untuk tidur tidur hampir setiap hari, tidak mau makan, sering menyendiri di kamar, dan mengeluh lelah setiap saat. Suami pasien sudah meninggal 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan pasien terlihat lemah, tanda vital didapatkan ; tekanan darah 130/80 mmHg,denyut nadi 88 kali/menit, regular, frekuensi napas 20 kali/menit, temperatur axilla 36,5°C. Pilihan obat anti depresi pada pasien ini terkait dengan keluhan tidak bisa tidur adalahsebagai berikut
a)
Fluoxetin
b)
Amitriptilin
c)
Sertralin
d)
Sitaloparm
e)
Trazodone
84.
Seorang perempuan usia 25 tahun dengan keluhan lemas, tidak ada mual muntah, haid dalam batas normal, tidak ada ada riwayat perdarahan. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 110/80, nadi 110x/menit, kuat angkat, reguler, pernapasan 22x/menit, suhu 36,5OC, adanya konjungtiva anemis dan subikterik. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 5 g/dl, WBC 5000/mm3, trombosit 210.000/mm3, didapatkan antibodi IgM dan C3 di eritrosit. Tatalaksana selanjutnya adalah:
a)
Transfusi PRC
b)
Pemberian steroid 1-1,5mg/kgBB/hari
c)
Pemberian imunoglubulin intravena
d)
Pemberian imunoglubulin intravena
e)
Pemberian rituximab
85.
Berikut merupakan pernyataan yang benar tentang hemofilia A:
a)
Hemofilia A memberikan gambaran waktu perdarahan normal, PT normal, aPTT memanjang, Faktor IX rendah, tes ristosetin normal
b)
Hemofilia A disebut juga Christmas disease akibat defisiensi faktor VIII
c)
Kasus hemofilia A lebih sering dijumpai dibandingkan hemofilia B<br />
d)
Pasien hemofilia semuanya merupakan penyakit herediter dan tidak dapat terjadi karena mutasi spontan<br />
86.
Berikut ini merupakan faktor prognostik pada pasien mielofibrosis primer:
a)
Adanya gejala konstitusional
b)
Hb < 8 gr/ L
c)
Leukosit < 4 x 103/L
d)
Trombosit > 100 x 103/L<br />
e)
Usia < 65 tahun
87.
Kriteria purpura trombositopenia imun (PTI) dikatakan kronik refrakter adalah apabila:
a)
Angka trombosit tidak menjadi normal setelah 6-8 minggu
b)
Angka trombosit normal tetapi menurun bila dosis diturunkan (tappering off)
c)
Bila PTI menetap selama lebih 3 bulan atau gagal berespon dengan splenektomi dan trombosit < 30.000/mm3
d)
angka trombosit < 50.000/mm3 setelah 4 minggu terapi
e)
kiamat sudah dekat
88.
Seorang perempuan berusia 65 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tampak pucat dan letih. Riwayat transfusi berulang (+). Dari pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, paru dan jantung dalam batas normal, hepatosplenomegali tidak ada. Hasil laboratorium Hb 7,0 g/dL, leukosit 4.800/mm3, trombosit 75.000/mm2, hitung jenis leukosit : eosinofil 0%, basofil 0%, netrofil batang 0%, netrofil segmen 55%, limfosit 18%, monosit 25%, blast 2%. Hasil BMP : hiposeluler disertai displasia sistem hemopoeisis, sideroblas 10%, blast 15%. Berdasarkan data diatas, termasuk kriteria manakah pasien ini :
a)
Refractory anemia with excessive blasts
b)
Acute Leukemia
c)
Refractory anemia with ringed sideroblasts
d)
Refractory anemia with excessive blasts in transformation to Leukemia <br /><br />
89.
ny.achwana 19 tahun datang ke praktek dengan keluhan sering kuatir, berdebar-debar, otot tegang, tangan sering gemetar, sulit berkonsentrasi dan cepat lelah, dialami sejak 9 bulan yang lalu sejak pasien kuliah di salah satu perguruan tinggi terkenal yang sangat diinginkannya. Pasien juga mengeluh sulit tidur pada malam hari. Pemeriksaan fisik dan penunjang dalam batas normal. Kemungkinan patofisiologi yang mendasari penyakit ini:
a)
Gangguan pada reseptor 5HT-1A<br />
b)
Gangguan noradrenalin pada locus ceruleus<br />
c)
Defisit neurotransmitter serotonin
d)
Defisit neurotransmitter dopamin
e)
defisit estrogen
90.
Pasien laki-laki 33 tahun datang ke poli Penyakit Dalam dengan keluhan demam hilang timbul yang dirasakan sejak 7 bulan yang lalu, demam tidak tinggi disertai dengan nyeri sendi, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Pasien seorang pelayan di restoran yang masuk sesuai dengan jadwal yang berganti setiap harinya. Pasien juga sering terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur kembali, sehingga pada pagi hari merasa lelah dan tidak enak badan, sehingga jika bekerja pasien tidak bisa konsentrasi dan sering mendapatkan teguran dari atasannya. Pasien selama ini sudah berobat di klinik dan diberikan obat-obatan namun keluhan lelah tetap dirasakan. Pemeriksaan didapatkan TD :110/70 mmHg, HR : 98 x/menit, RR: 20 x/menit, T : 37,5 0C, pemeriksaan fisik didapatkan faring hiperemis, benjolan di leher sebelah kiri ukuran 1 x 1 cm, dan di daerah ketiak kiri ukuran 1 x 1,5 cm, mobile, nyeri tekan (+). Laboratorium Hb: 12,0 g/dl, Leukosit : 3800/mm3 , trombosit 250.000/mm3 , LED : 15 mm/jam, , SGOT 60 mg/dl, SGPT 50 mg/dl. Urinalisa dalam batas normal, Foto Thorax dalam batas normal. Penyebab kondisi pasien<br />
a)
Terdapat peningkatan immunoglobulin dan aktivitas sel natural killer
b)
Pada beberapa studi didapatkan peningkatan corticotropin releasing hormon, rerata serum kortisol yang tinggi yang dapat menimbulkan gangguan energi dan mood.
c)
Sering timbul pada orang yang mengalami infeksi kronis seperti pada TB paru
d)
Sering timbul pada orang yang mengalami infeksi kronis seperti pada TB paru
e)
Depresi ringan sampai sedang ditemukan kurang lebih pada 70% kasus
91.
Seorang wanita usia 35 tahun, datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri dan kaku pada otot-otot hampir di seluruh tubuh, serta mudah lelah sejak 5 bulan terakhir. Rasa kaku pada otot biasanya dikeluhkan saat bangun tidur dan hilang setelah beraktivitas, tetapi terkadang menetap sepanjang hari. Pasien juga mengalami sulit tidur terutama di malam hari karena keluhan ini. Penderita adalah seorang pegawai swasta yang sering merasa cemas akan kelangsungan pekerjaannya. Pada pemeriksan fisik didapatkan nyeri di supraspinatus, epikondilus lateral dan lutut. Hasil pemeriksaan ANA, Faktor Reumatoid, FT3, FT4 dan TSH dalam batas normal. Kemungkinan etiologi dan patogenesis penyakit yang tepat pada kasus diatas adalah:
a)
Penurunan gairah.
b)
Penurunan kadar ATP, ADP, dan AMP.
c)
Kadar serotonin yang rendah berkorelasi dengan tender point dan kadar triptopan yang rendah sehingga menyebabkan serotonin menurun.
d)
Neurotransmitter substansi P yang berperan pada nyeri kronik menurun dari nilai normal
92.
Seorang mahasiswa kedokteran 21 tahun terbangun pagi hari dengan sklera ikterik. Dia tidak punya masalah kesehatan sebelumnya dan tidak mengkonsumsi obat apapun kecuali acetaminophen untuk sakit kepalanya yang kadang-kadang muncul. Pasien sudah tidak tidur beberapa hari terkait dengan kegiatannya di Rumah sakit. Abangnya menderita gagal ginjal sejak usia 22 tahun. Tidak ada riwayat sakit kuning dalam keluarganya. Serologi hepatitis A dan B negatif, Bilirubin total 3,2 mg/dL, bilirubin direct 0,2 mg/dL, fungsi hati lain dan fungsi ginjal dalam batas normal. Apa kemungkinan diagnosis pasien ini:
a)
Sindrom Crigler-Najjar
b)
Sindrom Rotor
c)
Sindrom Gilbert
d)
Sindrom Dubin-Jhonson
e)
Sindrom Gitelman
93.
Seorang laki-laki 48 tahun, penderita diabetes dan gagal ginjal hemodialisa rutin 2x seminggu sejak 1 bulan yang lalu. Direkomendasikan oleh dokter sebelumnya untuk vaksinasi hepatitis B. Riwayat vaksinasi hepatitis B sebelumnya disangkal pasien. Dosis vaksinasi hepatitis B yang paling tepat :
a)
4 dosis dengan dosis 2x dosis standar
b)
5 dosis dengan dosis 2x dosis standar
c)
3 dosis dengan dosis 2x dosis standar
d)
4 dosis dengan dosis standar
94.
Seorang wanita usia 35 tahun, datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri dan kaku pada otot-otot hampir di seluruh tubuh, serta mudah lelah sejak 5 bulan terakhir. Rasa kaku pada otot biasanya dikeluhkan saat bangun tidur dan hilang setelah beraktivitas, tetapi terkadang menetap sepanjang hari. Pasien juga mengalami sulit tidur terutama di malam hari karena keluhan ini. Penderita adalah seorang pegawai swasta yang sering merasa cemas akan kelangsungan pekerjaannya. Pada pemeriksan fisik didapatkan nyeri di supraspinatus, epikondilus lateral dan lutut. Hasil pemeriksaan ANA, Faktor Reumatoid, FT3, FT4 dan TSH dalam batas normal. Kemungkinan etiologi dan patogenesis penyakit yang tepat pada kasus diatas adalah:
a)
Neurotransmitter substansi P yang berperan pada nyeri kronik menurun dari nilai normal.
b)
Kadar serotonin yang rendah berkorelasi dengan tender point dan kadar triptopan yang rendah sehingga menyebabkan serotonin menurun.
c)
Kontraksi isokinetik dan isometrik otot meningkat serta peningkatan kapasitas aerobik otot.
d)
Produksi growth hormon dan kadar prolaktin yang tinggi
95.
Berikut merupakan kriteria mayor preliminari untuk sklerosis sistemik berdasarkan American College of Rheumatology:
a)
Sklerodaktili
b)
Skelroderma proksimal
c)
Fibrosis pulmonal bibasilar
d)
Digital pitting scars
e)
Fibrosis pulmonal bibasilar
96.
Seorang perempuan 28 tahun hamil pada trimester tiga, dikonsulkan oleh departemen obstetri dan ginekologi dengan keluhan muncul benjolan kecil-kecil pada leher. Benjolan timbul sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan demam, batuk lama, batuk berdarah, penurunan berat badan disangkal. Riwayat TB sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kompos mentis, tekanan darah 120/70mmHg, nadi 75x per menit, respirasi 18x per menit, suhu 37C. Pemeriksaan leher didapatkan multipel limfadenopati, kenyal, tidak nyeri tekan, ukuran <1 cm, tidak merah. Pemeriksaan mata, paru, jantung, abdomen dan ekstremitas dalam batas normal. Pasien telah dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil Hb: 12, leukosit: 6500, trombosit: 150.000, anti toxoplasma IgG (+), anti toxoplasma IgM (+). Pasien dikonsulkan untuk tatalaksana lebih lanjut untuk memastikan infeksi toxoplasma pada pasien. Pasien menolak untuk dilakukan biopsi pada kelenjar getah bening di leher. Pengobatan yang tepat untuk kasus tersebut adalah:
a)
Spiramisin 3 gram per hari dalam dosis terbagi 3 selama 3 minggu sejak diagnosis ditegakkan hingga kelahiran
b)
Spiramisin 3 gram per hari dalam dosis terbagi 3 selama 3 minggu sejak diagnosis ditegakkan hingga bayi berusia 1 bulan
c)
Pirimetamin tunggal 25 mg
d)
Sulfadiazin 4 gram dosis tunggal sejak diagnosis ditegakkan hingga kelahiran
97.
Seorang laki laki 55 tahun ke poliklinik mengeluh batuk darah sejak 3 hari lalu disertai nyeri dada kanan yang tidak dipengaruhi aktivitas. Pasien juga mengeluh demam tidak terlalu tinggi, tidak sesak, berat badan turun 5 kg dalam sebulan terakhir. Pasien perokok aktif dan bekerja sebagai petani karet. Kesadaran komposmentis, tekanan darah120/80 mmHg, denyut nadi 86 x/menit, laju napas 22 x/menit, suhu 37,5oC. Hasil foto dan CT-scan toraks terlampir. Apakah prosedur paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?
a)
Transbronchial lung biopsy (TBLB)
b)
Bronkoskopi ultrasound
c)
Transthoracal needle aspiration (TTNA)
d)
Transthoracal biopsy (TTB)
98.
Sindrom lisis tumor adalah suatu keadaan emergensi pada bidang penyakit dalam. Keadaan ini ditandai dengan :
a)
Hiperusemia,hiperkalemia,hiperfosfatemia,hiperkalsemia
b)
Hiperusemia,hiperkalemia,hiperfosfatemia,hipokalsemia
c)
Hiperusemia,hipokalemia,hiperfosfatemia,hipokalsemia
d)
Hiperusemia,hipokalemia,hipofosfatemia,hiperkalsemia
99.
Perempuan 76 tahun dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan kesadaran menurun yang terjadi sejak tadi pagi sebelum MRS, dimana ditemukan di tempat tidur dengan seluruh badan basah oleh air kencingnya sendiri yang menggenang di tempat tidur. Menurut keluarganya sejak beberapa hari ini penderita memang terlihat lemas, badannya agak hangat, malas bangun dan terdengar sering batuk-batuk dengan lendir agak susah keluar serta nafsu makan menurun. Riwayat penyakit rematik sudah lama sehingga kedua lututnya sering bengkak. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 180/70 mmHg, denyut nadi 76 x/menit, pernapasan 26 x/menit dan suhu 37,1OC. Terdengar juga ronkhi basah halus difus kedua lapangan paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Hb 9,8 gr%, Leukosit 10.000/mm3, GDS 46 mg/dl, Albumin 2,8 gr/dl, Natrium 115 u/L. Keadaan yang membuat tidak sadar pada pasien ini adalah:
a)
Hipoglikemia + Hiponatremia + Pneumonia
b)
Hiponatremia + Hipoglikemia + Hipertensi
c)
Hipoglikemia + Hipoalbuminemia + Anemia
d)
Hiponatremia + Hiperglikemia + Hipertensi+OA
100.
Perempuan 76 tahun dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan kesadaran menurun yang terjadi sejak tadi pagi sebelum MRS, dimana ditemukan di tempat tidur dengan seluruh badan basah oleh air kencingnya sendiri yang menggenang di tempat tidur. Menurut keluarganya sejak beberapa hari ini penderita memang terlihat lemas, badannya agak hangat, malas bangun dan terdengar sering batuk-batuk dengan lendir agak susah keluar serta nafsu makan menurun. Riwayat penyakit rematik sudah lama sehingga kedua lututnya sering bengkak. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 180/70 mmHg, denyut nadi 76 x/menit, pernapasan 26 x/menit dan suhu 37,1OC. Terdengar juga ronkhi basah halus difus kedua lapangan paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Hb 9,8 gr%, Leukosit 10.000/mm3, GDS 46 mg/dl, Albumin 2,8 gr/dl, Natrium 115 u/L. Tipe Inkontinensia urin yang saat ini diderita oleh pasien ini adalah :
a)
Tipe campuran
b)
Tipe stres
c)
Tipe fungsional
d)
Tipe overflow
e)
tipe urgensi