Font size
Worksheets11 TEST OF RECORDED TRANSACTION
Total questions: 12
Worksheet time: 8mins
Untuk membuktikan efektif tidaknya pengendalian intern disuatu perusahaan, akuntan publik harus melakukan ?
compliance test
test of recorded transaction
substantive test
analytical review.
Untuk membuktikan kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan posisi keuangan dan laba rugi komparatif, akuntan publik harus melakukan ?
compliance test
test of recorded transaction
substantive test
analytical review.
Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari :
data akuntansi
semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor
informasi tertulis maupun elektronik
data bias
Untuk dapat dikatakan kompeten, bukti audit harus sah dan relevan. Keabsahan sangat tergantung atas :
Keadaan yang berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut
Bukti ekstern yang diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan dianggap lebih kuat, dalam arti dapat lebih diandalkan/dipercaya keabsahannya daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri (bukti intern).
Keadaan yang tidak berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut
Bukti ekstern yang diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan dianggap lebih lemah, dalam arti tidak dapat lebih diandalkan/dipercaya keabsahannya daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri (bukti intern).
Menurut Konrath (2002: 114 & 115) ada enam tipe bukti audit, yaitu:
Physical evidence and Evidence obtain through confirmation
Documentary evidence and Mathematical evidence
Analytical evidence and Hearsay evidence
Non Analytical evidence
segala sesuatu yang bisa dihitung, dipelihara, di observasi atau di inspeksi, dan terutama berguna untuk mendukung tujuan eksistensi atau keberadaan
Physical evidence
Documentary evidence
Analytical evidence
Non Analytical evidence
bukti yang diperoleh mengenai eksistensi, kepemilikan atau penilaian, langsung dari pihak ketiga diluar klien
Physical evidence
Documentary evidence
Analytical evidence
Non Analytical evidence
Confirmation Evidence
terdiri dari catatan-catatan akuntansi dan seluruh dokumen pendukung transaksi.
Physical evidence
Documentary evidence
Analytical evidence
Non Analytical evidence
Confirmation Evidence
merupakan perhitungan, perhitungan kembali dan rekonsiliasi yang dilakukan auditor.
Physical evidence
Documentary evidence
Analytical evidence
Mathematical evidence
Confirmation Evidence
bukti yang diperoleh melalui penelaahan analitis terhadap informasi keuangan klien. Penelaahan ini harus dilakukan pada waktu membuat perencanaan audit, sebelum melakukan substantive test dan pada akhir pekerjaan lapangan (audit field work)
Physical evidence
Documentary evidence
Analytical evidence
Mathematical evidence
Confirmation Evidence
Dalam melaksanakan compliance test, auditor harus memperhatikan hal-hal berikut:
kelengkapan bukti pendukung (supporting documents)
kebenaran perhitungan mathematis (footing, cross footing, extension)
otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang
kebenaran nomor perkiraan yang didebit/dikredit
a.kebenaran posting ke buku besar dan sub buku besar
Prosedur pemeriksaan yang dilakukan dalam substantive test antara lain:
inventarisasi aktiva tetap
observasi atas stock opname
konfirmasi piutang, utang dan bank
subsequent collection dan subsequent payment
kas opname dan •pemeriksaan rekonsiliasi bank dan lain-lain
