Font size
WorksheetsUAS KMB 1 TA 2020/2021
Total questions: 120
Worksheet time: 2hrs 18mins
Seorang laki-laki 45 tahun di rawat di RS X dengan keluhan sesak napas, lemah dan bengkak pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan fisik didapat edema tungkai derajat 3, distensi vena jugularis, asitesdan ronkhi pada kedua lapang paru. Tanda-tanda vital tekanan darah 160/95 mmHg, Nadi 90x/menit, pernapasan 35x/menit, Pasien Didiagnosa Gagal Jantung Kongestif dan mendapat terapi digitalis dan diuretic. Apakah pengkajian yang paling penting dilakukansebelum pemberian obat digitalis
Status cairan
Produlksi urin
Tingkat kesadaran
Kadar glukosa darah
Tanda-tanda vital terutama denyut nadi
Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di Ruang Penyaki dalam Rs X dengan Diagnosis Gagal Jantung Kongestif. Hasil pengkajian didapat riwatyat sebelumnya pasien mengalami hipertensi sejak 7 tahun yang lalu dan tidak pernah kontrol. Apakah penyebab terjadinya gagal jantung pada pasien tersebut ?
Disfungsi myocard
Beban volume berlebihan
Beban tekanan berlebihan
Hambatan pengisian ventrikel
Beban metabolisme berlebihan
Seorang laki-laki berusia 58 tahun di rawat di Ruang Penyakit Dalam dengan keluhan sesak napas yang terus menerus. Hasil pengkajian didapat pasien mengatakan sesak berkurang kalau duduk dan meningkat kalau berbaring, terdapat sianosis. Pasien didioagnosa Gagal jantung Apakah penyebab gangguan pertukaran gas pada pasien tersebut ?
Bronkospasme
Penumpukan secret
Penurunan ekspansi paru
Penurunan kadar hemoglobin
Peningkatan tekanan kapiler paru
Seorang Perempuan berusia 54 tahun datang ke Poli jantung dengan keluhan sesak napas, lemah dan kaki bengkak. Hasil periksaan didapatkan Td 150/100, frekuensi Nasi 105x/menit, frekuensi perna[asan 30 x/menit. Pasien didiagnosis Gagal jantung kongestif.
Manakah manifestasi klinik pada pasien yang menunjukkan adanya gagal jantung kiri ?
Asites
Edema
Sesak napas
Hepatomegali
Distensi vena jugularis
Seorang laki-laki berusia 48 tahun dirawat diruang ICU dengan infark miokard. Pada pengkajian hari ini didapatkan keluhan nyeri tidak ada, tekanan darah 120/70 mmHg, Nadi 88 x/ menit, laju pernapasan 22 x/ menit. Perawat sedang mengajarkan dan memotivasi pasien untuk melakukan latihan kaki dan ambulasi sesuai dengan program.
Apakah tujuan latihan yang dilakukan pada kasus di atas?
Mencegah konstipasi
Mencegah luka tekan
Mencegah serangan jantung berulang
Mencegah DVT (Deep Vein Thrombosis)
Meningkatkan rasa nyaman
Seorang laki laki 57 tahun datang ke poliklinik Jantung dengan keluhan Lelah dan sesak napas setelah melakukan aktifitas ringan seperti berjalan yang dirasakan sejak 1 bulan yan lalu. Pasien mempunyai Riwayat hipertensi seja 5 tahun yang lalu dan jarang control serta minum obat anti hipertensi. Berdasarkan keluhan tersebut, pasien mengalami gangguan fungsional jantung kelas ?
I
II
III
IV
V
Seorang perempuan usia 56 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnose Gagal Jantung Kongestif, dirawat karena asites. Terban gun malam hari karena tiba tiba terasa sesak saat tidur.
Manakah tindakan mandiri untuk mengurangi sesak napas yang akan dilakukan untuk klien ini?
Memberikan oksigen dengan nasal kanul
Mengingatkan penggunaan teknik nafas dalam bila sesak
Meninggikan posisi kepala tempat tidur
Menjelaskan perlunya pembatasan minum agar tidak sesak
Melakukan kolaborasi untuk pemberian diuretik
Seorang laki-laki berusia 52 tahun di rawat di Ruang Penyakit Dalam dengan keluhan. tidur terganggu karena sesak napas, lemah, Tekanan darah 160 / 90 mmHg, Nadi 120 x /mnt, pernafasan 28 x / menit, kedua ekstremitas bawah edema +3, terdapat distensi Vena Jugularis berat badan meningkat dalam aktu singkat
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas
Hipervolemia
Intoleransi aktifitas
Penurunan curah jantung
Bersihan jalan nafas tidak efektif.
Ganguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur
Seorang pasien berusia 59 tahun datang ke poliklinik jantung dengan keluhan cepat cape dan sesak saat beraktifitas. Kemudian dilakukan treadmill test klien dan didiagmosis Penyakit jantung koroner Sebelum pasien meninggalkan ruangan perawat memberikan penyuluhan tentang factor yang dapat dimodifikasi yang dapat mengurangi kemungkinan pasien mandapat serangan jantung
Apa factor resiko yang dapat dimodifikasi pada pasien untuk menghindari terjadinya serangan jantung?
Jenis kelamin
keturunan
Diabetes Melitus
Usia
Herediter
Seorang laki-laki (45 tahun) datang ke poliklinik Jantung untuk memeriksakan tekanan darahnya karena sudah 2 tahun didiagnosis Hipertensi. Hasil pemeriksaan tekanan darah di dapat 140/100 mmHg Apakah katagori tekanan darah yang harus disampaikan pada pasien tersebut?
ringan
sedang
berat
berat sekali
normal cenderung tinggi
Seorang perempuan berusia 48 tahun mengeluh nyeri dada hebat, dibawa ke UGD RS. X dan dilakukan pemeriksaan EKG . Hasil EKG didapatkan ST elevasi di Lead V1 -V4
Apakah area jantung yang mengalami infark berdsarakan hasil EKG ?
Inferior
Anterior
Anteroseptal
Posterior
Apikal
Seorang Perempuan berusia 54 tahun datang ke Poli jantung dengan keluhan sesak napas, lemah dan kaki bengkak. Hasil periksaan didapatkan Td 150/100, frekuensi Nasi 105x/menit, frekuensi perna[asan 30 x/menit. Pasien didiagnosis Gagal jantung kongestif.
Manakah manifestasi klinik pada pasien yang menunjukkan adanya gagal jantung kiri ?
Asites
Edema
Sesak napas
Hepatomegali
Distensi vena jugularis
Seorang perawat sedang melakukan pemeriksaan EKG dan didapatkan adanya elevasi pada segmen ST di lead II, iii dan aVF. Apa interpretasi dari gambaran tersebut ?
septal
anterior
lateral
posterior
inferior
Seorang perawat akan melakukan pemerisaan EKg dan mendapatkan kelainan pada gambaran EKG. Ditemukan gambaran Normal sinus Rhythm. Berapa Heart Rate yang dihasilkan ?
< 60x/menit
> 100x/menit
60-100x/menit
100-- <150 menit
> 150 menit
Seorang perempuan 40 tahun mengeluh nyeri dada hebat yang terus-menerus, seperti terhimpit benda berat dan menjalar ke bahu dan punggung, nyeri muncul pada saa taktifitas dan berkurang kalau istirakhat. Apakah pengkajian nyeri yang belum dikumpulkan pada pasien tersebut ?
Apakah penyebab nyeri
Apa yang mengurangi nyeri
Bagaimana pasien menggambarkan rasa nyerinya
Berapa skala nyeri yang dialami pasien
Apakah kualitas nyeri menetap dan terus –menerus
Seorang laki-laki 55 tahun dibawa ke UGD RS X dengan keluhan nyeri dada tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus disertai napas pendek , pucat, berkeringat dingin dan pusing . Apakah data yang menunjukkan bahwa pasien mengalami Myocard Infark (MCI) ?
Nyeri dada tidak hilang dengan pemberian Nitrogliserin 3 kali berturut-turut
Nyeri seperti dihimpit benda berat atau seperti terbakar
Lamanya nyeri berlangsung kaurang dari 30 menit
Nyeri dada menjalar ke leher, bahu dan lengan kiri
Istirakhat dapat mengurangi nyeri dada
Seorang perempuan 57 tahun datang ke UGD RS X dengan keluhan yeri dada seperti terhimpit benda berat yang hilang dengan istirakhat dan minum obat Nitrogliserin. Apakah hasil pemeriksaan diagnostic yang menunjukkan bahwa pasien pasien hanya mengalami angina pektoris..
Adanya peningkatan enzim CKMB
Adanya depresi pada segmen ST
Adanya elevasi segmen S –T
Gelombang T inverted
Komplek Q patologik
Seorang pasien laki laki 53 tahun dirawat di rumah sakit dengan infark Miokardium dinding inferior yang akut. Selama pengkajian pada saat masuk rumah sakit, mengeluh nyeri dada, lemah, berkeringat dingin. ia mengatakan berhenti mengonsumsi obat Digoksin 5 hari yang lalu karena ia merasa lebih baik. Apakah prioritas diagnosa keperawatan utama pada pasien tersebut ?
Kecemasan
Nyeri akut
Penurunan curah jantung
Gangguan pertukaran gas
Intoleransi aktifitas
Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang Intermediet dalam dengan keluhan nyeri dada menjalar ke punggung dan lengan kiri dengan skala 8 ( 0-10). Pasien mengeluh lemah, sesak napas, gelisah. Hasil pemeriksaan didapakan Tekanan darah 160/95 mmHg, Frekuensi nadi 90x/menit, Frekuensi Napas 28x/menit. Hasil EKG menunjukkan adanya depresi pada Lead II, III dan aVF. Apakah intervensi utama pada kasus di atas !
Membatasi aktifitas
Mengurangi asupan cairan
Menganjurkan klien Rileks
Kolaborasi pemberian Nitrogliserin
Monitoring hasil pemeriksaan Enzim jantung
Perawat merencanakan instruksi saat pemulangan untuk pasien yang diterapi takikardia ventrikular dan menganjurkan untuk makan pisang dalam mengatasi takikardi, Apakah dasar pemikiran berikut ini yang menyertakan pisang dalam diet pasien ?
Pisang mengandung tinggi karbohidrat
Pisang mengandung tinggi kalium
Pisang mengandung rendah natrium
Pisang mengandung tinggi serat
Pisang mengandung tinggi kalsium
Seorang perempuan 60 tahun mengalami keluhan dada berdebar debar dan lemah. Hasil pemeriksaan didapatkan Tekanan Darah 150/90 mmHg, Frekuensi Nadi 120x/menit, irama Reguler Frekuensi Pernapasan 25x/menit. Apakah Gngguan Irama Jantung yang dialami oleh pasien tersebut ?
Sinus Bradikardia
Sinus Takikardia
Ventrikel Takikardia
Ventrikel fibrilasi
Atrial flutter
Seorang perawat sedang mengamati gambaran irama jamtung pasien yang menunjukkan irama regular dengan kecepatan 70x/menit dan Interval PR memanjang 0.24 detik dan durasi QRS 0,08 detik. Perawat menginterpretasikan irama ini sebagai ..
Sinus Aritmia
Irama Sinus yang normal
Irama jungsional yang dipercepat
Ventrikel Ekstra sistole
Irama sinus dengan blok Atrioventrikular ( AV) derajat 1
Seorang perempuan 60 tahun mengalami keluhan dada berdebar debar dan lemah. Hasil pemeriksaan didapatkan Tekanan Darah 150/90 mmHg, Frekuensi Nadi 140x/menit, irama reguler Frekuensi Pernapasan 27x/menit. Gambaran EKG menunjukkan sinus arhytmia. Apakah penyebab terjadinya diagnosis keperawatan Penurunan Curah Jantung pada pasien tersebut ?
Perubahan irama Jantung
Perubahan preload
Perubahan afterload
Perubahan kontraktilitas
Perubahan frekuensi Jantung
Hal yang perlu diketahui tentang Hemoglobin adalah
Hemoglobin mengandung zat magnesium
Hemoglobin berikatan dengan oksigen
Hemoglobin tidak berikatan dengan karbondioksida
Hemoglobin merupakan substansi didalam trombosit
Hemoglobin terdiri dari globin
Kejadian anemia terbanyak karena defisiensi zat besi disebabkan antara lain, kecuali
Pola makan
Pola haid
Konsumsi obat tertentu
Gangguan fungsi ginjal
Konsumsi kopi
Kadar Hemoglobin normal pada wanita
12-16 gr/dL
8-10gr/dL
18-20gr/dL
10-12gr/dL
6-8gr/dL
Seorang perempuan, usia 18 tahun dirawat dengan keluhan lemas, pusing, tidak nafsu makan, wajah pucat, konjungtiva anemis. Hasil Hb 6,5 gr/dL. Pasien direncanakan akan mendapatkan transfusi darah. Fungsi transfusi darah adalah, kecuali
Memperbaiki fungsi hemostasis
Meningkatkan oksigenasi jaringan
Memelihara dan mempertahankan kesehatan donor
Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah
Sebagai terapi pada kondisi ini
Pengawasan pemberian transfusi darah yaitu dilakukan
Setiap 5 menit pertama
Setiap 10 menit pertama
Setiap 15 menit pertama
Setiap 30 menit pertama
Selama 15 menit pertama tiap 5 menit
Seorang laki-la, ki, usia 40 tahun dirawat dengan anemia. Keluhan lemah, pusing, mual dan tidak nafsu makan. Konjungtiva anemis dan mukoa bibir pucat. Nilai Hb 6,8gr/dL. BB 40 kg, TB 160cm. Pasien senang konsumsi mie instan dan tidak suka sayuran. Masalah keperawatan utama pada pasien adalah
Defisit nutrisi
Perfusi perifer tidak efektif
Nausea
Defisit pengetahuan
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Intervensi edukasi diet pada tindakan terapeutik pasien anemia adalah
Identifikasi tingkat pengetahuan saat ini
Informasikan makanan yang diperbolehkan dan dilarang
Jelaskan tujuan kepatuhan diet terhadap kesehatan
Persiapkan materi, media dan alat peraga
Rujuk ke ahli gizi
Pemeriksaan kantong darah dilakukan pada saat berikut ini, kecuali
Saat sampai di Laboratorium
Sebelum dikeluarkan dari Laborat
Saat sampai di ruangan
Sebelum di transfusikan
Setelah di transfusikan
Anemia yang disebabkan penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya disebut
Anemia defisiensi besi
Anemia megaloblastik
Anemia hemolitik
Anemia hipoplastik
Anemia akibat perdarahan
Anemia banyak terjadi pada remaja putri, hal ini disebabkan beberapa hal, kecuali
Banyak konsumsi makanan nabati
Membatasi makan
Banyak konsumsi makanan hewani
Mengalami haid setiap bulan
Kehilangan zat besi melalui feses
Nilai IMT pada remaja putri yaitu 15kg/m2. Status gizi pada remaja tersebut adalah
Kurus
Normal
Agak Gemuk
Gemuk
Obesitas
Tanda dan gejala anemia adalah sebagai berikut, kecuali
Sering mengeluh pusing
Mata berkunang-kunang
Lesu, lemah, letih
Sering sariawan
Bibir pucat
Dampak kejadian anemia pada mahasiswi adalah :
Menurunnya kemampuan dan konsentrasi belajar
Mengganggu pertumbuhan rambut
Mengganggu pola tidur
Meningkatnya panas badan
Menyebabkan diare
Sumber makanan yang berpengaruh terhadap kadar haemoglobin adalah, kecuali
Protein
Ferum {zat besi }
Asam folat
Vitamin C
Vitamin D
Tindakan terapeutik pemberian produk darah pada pasien anemia adalah sebagai berikut, kecuali :
Lakukan pengecekan ganda pada label darah
Pasang akses intravena
Berikan NaCl 0,9% sebelum transfusi dilakukan
Identifikasi rencana transfusi
Atur kecepatan aliran transfuse
Hal yang diketahui tentang Leukemia adalah sebagai berikut, kecuali :
Penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang
Proliferasi sel darah putih yang abnormal dalam darah tepi
Fungsi sel leukosit menjadi tidak normal
Fungsi lain dari sel darah normal tidak terganggu
Terjadi akibat perubahan fungsi onkogen
Faktor risiko terjadinya Leukemia antara lain
Terpapar bahan kimia “pestisida”
Senang mengkonsumsi makanan siap saji
Meminum jamu-jamuan
Terpapar hawa panas
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat
Gejala klinis Leukemia antara lain, kecuali :
Sering menderita infeksi
Merasa lemas dan Lelah
Mudah mengalami perdarahan {gusi, memar]
Nyeri persendian
Diare kronis
Kemoterapi dilakukan pada pasien Leukemia. Hal yang terkait tentang kemoterapi adalah :
Pemberian obat kemoterapi sama untuk setiap jenis kanker
Frekuensi pemberian kemoterapi selalu sama
Tidak terdapat efek samping pemberian kemoterapi
Pemberian kemoterapi dengan menggunakan APD lengkap
Pencampuran obat dilaksanakan di ruang perawatan
Tujuan pengobatan kemoterapi pada pasien Leukemia adalah
Menambah nafsu makan
Menghilangkan gejala lemas dan Lelah
Memperbaiki sel yang rusak
Meningkatkan kekebalan tubuh
Mengurangi/membunuh sel kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel kanker pada organ yang terkena
Efek samping yang umum dialami pada pasien dengan pemberian kemoterapi antara lain, kecuali :
Lemas dan Lelah
Rambut rontok
Timbul jerawat pada wajah
Kehilangan nafsu makan
Gairan seksual menurun
Fenomena pada Leukemia adalah sebagai berikut, kecuali
Terjadi pertumbuhan sel leukosit yang abnormal dan ganas
Jumlah leukosit berlebihan
Terjadi anemia
Terjadi trombositopenia
Terjadi Albuminemia
Manifestasi klinis dari Leukemia, kecuali :
Kelemahan dan keletihan
Kecenderungan perdarahan
Ansietas
Demam
Sakit kepala
Faktor endogen terjadinya Leukemia adalah :
Efek sinar radioaktif
Hormon
Infeksi
Bahan kimia
Herediter
Komplikasi pada Leukemia terjadi ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran, konsistensi atau jumlah disebut dengan :
Perdarahan
Infeksi
Hepatomegali
Limpadenopati
Splenomegali
Pengkajian tingkat keamanan pada pasien Leukemia, dengan menanyakan tentang :
Adakah perdarahan spontan
sakit kepala
Dispnea
Batuk
Nyeri abdomen
Pengkajian integritas ego pada pasien Leukemia dengan melihat adanya
Gejala :
Ansietas
Anoreksia
Penurunan koordinasi
Kurang konsentrasi
Penurunan daya ingat
Pemeriksaan darah rutin Trias Leukemia
Hemoglobin, Trombosit, Leukosit
Hemoglobin, Hematokrit, Trombosit
Hematokrit, Albumin, Eritrosit
Trombosit, Leukosit, Neutropil
Trombosit, Eosinopil, Neutropil
Pemeriksaan penunjang untuk melihat kromosom sel dari sumsum tulang atau nodus getah bening disebut :
Cytogenetics
Chest X ray
Spinal tap
Biopsi
MRI
Masalah keperawatan pada pasien Leukemia adalah :
Risiko infeksi
Gangguan eliminasi urine
Gangguan mobilitas fisik
Nyeri akut
Berduka
Hal yang berhubungan dengan DHF [ Dengue Hemoragic Fever ] adalah, kecuali :
Disebabkan oleh virus dengue tipe 1-4
demam mendadak 2-7 hari
Trombositopenia
Penurunan hematokrit 10%
Peningkatan hematokrit 20%
Ciri nyamuk Aedes Aegypti antara lain :
Menghisap darah pada malam hari
Hidup di area taman
Badan besar dengan bintik hitam
Senang hinggap pada pakaian yang bergantung dalam kamar
Bersarang dan bertelur di genangan air got
Hipovolemi pada pasien DHF terjadi akibat adanya perembesan plasma yang ditandai dengan :
Tekanan darah menurun
Kadar Hematokrit meningkat
Kadar Natrium meningkat
Terdapat pitting odema di perifer
Pasien merasa haus
Tanda dan gejala awal dari penyakit DFH pada seseorang antara lain, kecuali :
Demam dan nyeri kepala
Mual dan muntah
Pembesaran liver > 2 cm
Tes tourniquet positif
Leukopenia
Seorang laki-laki usia 18 tahun, datang ke IGD dengan keluhan demam sudah 3 hari, nyeri kepala, mual dan muntah, tanda ptekie positif. TD 110/70 mmHg, frekuensi Nadi 100x/menit, frekuensi Nafas 20x/menit, Suhu 38 C. Masalah keperawatan utama pada pasien adalah ;
Hipervolemia
Nyeri akut
Defisit nutrisi
Hipovolemia
Risiko perdarahan
Tanda dari hipovolemia pada pasien DHF yaitu :
Tekanan darah meningkat
Edema perifer
Nadi teraba lemah
Volume urine meningkat
Membrane mukosa lembab
Standar luaran Status Cairan dengan kriteria hasil meningkat yaitu
Rasa haus
Edema perifer
Intake cairan
Suhu tubuh
Membran mukosa lembab
Pasien laki-laki, usia 18 tahun dirawat dengan DHF. Keluhan demam sudah 3 hari, uji tourniquet positif, perdarahan di daerah gusi. Nilai Trombosit 98ribu/ul. TD 120/80 mmHg, frekeunsi Nadi 100x/menit, frekuensi Nafas 22x/menit, Suhu 37C. Derajat DHF pada pasien termasuk :
Derajat I
Derajat II
Derajat III
Derajat IV
Derajat DD
Pasien akan dilakukan pemeriksaan ulang trombosit. Nilai normal trombosit adalah :
50.000/ul
75.000/ul
100.000/ul
125.000/ul
150.000/ul
Edukasi yang diberikan pada pasien DHF dan keluarga terkait kebersihan lingkungan untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti adalah :
Memakan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
Membersihkan saluran got secara rutin
Menghindari gantungan baju di kamar
Menyiram bunga setiap pagi
Merapihkan kertas yang tidak terpakai
Fenomena penyakit DHF menyebabkan terjadinya keadaan berikut, kecuali
Peningkatan permeabilitas dinding kapiler
Perembesan atau kebocoran plasma
Tekanan darah rendah
Penurunan hematokrit
Terjadi hemokonsentrasi
Komplikasi DHF dapat menyebabkan, kecuali :
Perdarahan
Kegagalan sirkulasi DSS (Dengue Syok Syndrom }
Infeksi
Hepatomegali
Efusi pleura
Penatalaksanaan pasien DHF tentang kolaborasi pemberian obat – obatan yaitu :
Anjurkan banyak minum
Anjurkan banyak istirahat
Berikan antitusif
Hindari aspirin
Pantau asupan makanan
Pemeriksan diagnostik pada pasien DHF, kecuali
Uji tourniquet
Hemoglobin
Hematokrit
Trombosit
Albumin
Standar luaran Tingkat Perdarahan dengan kriteria hasil membaik adalah :
Epistaksis
Kelembapan kulit
Membran mukosa lembab
Hematokrit
Distensi abdomen
Bagian yang menjadi bantalan agar pergerakan sendi dapat bergerak dengan baik (moveable) adalah..
Tulang kartilago
Tulang kompak
kulit
membran sinovial
kapsul sendi
Apa yang menjadi penyebab RA?
Makan makanan tinggi serat
Sistim auto imun
kurang gerak
Olahraga berlebihan
Tingkat stres berlebih
Bagian apa yang mengalami peradangan pada RA?
Kulit
cairan sinovial
semua jaringan
Tulang rawan
membran sinovial
Apa manifestasi dari peradangan tersebut?
Nyeri, mual
gatal, demam
mual, bengkak
nyeri, gatal
bengkak, nyeri
apa yang dimaksud auto imun?
respon imun yang bekerja 2x dari biasanya
respon imun yang tidak berfungsi lag
respon imun yang menyerang jaringan sehat
respon imun tambahan
Istilah osteoartritis dikenal juga sebagai..
pengapuran sendi
Frakur
penebalan tulang kartilago
Penebatan sendi
Pembengkakan sendi
Salah satu penyebab osteoartritis, kecuali..
cedera
genetik
kekurangan Ca
penuaan
aktivitas berlebihan
Gout artritis disebabkan karena..
penimbunan asam urat/ kristal monosodium
genetik
Kelebihan BB
auto imun
Cereda
nyeri pada RA dirasakan..
berkepanjangan
pada malam hari
setelah beraktivitas
hanya saat serangan
dibawah ini yang sifatn nyeri akan dapat hilang dengan life style..
Rhematoid Artritis
Osteoartritis
Gout Artritis
pengapuran sendi
Tulang keropos
Ada berapa jenis sendi berdasarkan kemampuan pergerakannya..
1
2
3
4
5
Sendi yang palig banyak terserang RA adalah sendi bebas bergerak, contohnya sendi pada? kecuali
pergelangan tangan
jari
lutut
siku
tulang rusuk
Apakah nama senyawa kimia yang dikeluarkan oleh sel darah putih dan menempel pada membran sinovial memicu pengeluaran senyawa destruktif dinamakan?
limfosit
sitokain
monohidrat
monosit
eritrosit
Terciptanya pembuluh darah baru yang menebal dan dihasilkan oleh sel sinovial akan berkembang menjadi
patella
gout
pannus
radang
proses ankilosis adalah
nyeri hebat akibat radang sendi
bergesekannya 2 tulan antar sendi
sensasi panas pada sendi
menipisnya membran sinovial
Diagnosa keperawatan utama yang dapat ditegakkan untuk pasien RA adalah
nyeri akut
gangguan mobilitas
anxietas
nyeri kronis
risiko infeksi
Sel tubuh yang mengalami perubahan struktur protein akibat merokok dinamakan ..
citrulination
pannus
degenerasi
sitikolin
pilli
Kepanjangan dari SLE adalah
Systemic lupus erythematosus
Systemic lupus erythematologi
Sistematic lupus Erytrocit
Spesification lupus Erithematosus
Penyebab SLE, kecuali ?
Jenis kelamin
Life style
Genetik
Aktivitas
Antibodi pada SLE menyerang?
Self molecules
Pembuluh darah
Tulang
Jaringan lemak
Semua jaringan tubuh
Antibodi spesifik ds-DNA menyerang organ ?
Otak dan tulang
Ginjal dan kulit
Kulit dan paru-paru
Jaringan kulit saja
Otak dan paru-paru
Antibodi spesifik La menyerang organ ?
Jantung fetus
Kelamin dan rambut
Kulit dan hati
Kulit dan paru-paru
jaringan endotel pemb.darah
Sisa puing self molecules yang diahncurkan oleh antibodi akan menmpuk pada ?
Usus untuk kemudian akan dibuang melalui feses
Pembuluh darah untuk kemudian menyebabkan inflamasi pada organ yang diendapi.
Menumpuk pembuluh darah dan menyebabkan iskmia
para paru-paru dan menyebabkan sesak berat
Kerusakan sel dimana-mana akibat penghancuran oleh antibodi disebut juga
Hipersensitivitas tipe II
Hipersensitivitas tipe III
Hipersensitivitas tipe IV
Hipersensitivitas tipe V
Hipersensitivitas tipe VI
Penunpukan sisa self molucules dan kompleks imun seperti penumpukan sampah pada sungai disebut juga?
Hipersensitivitas tipe II
Hipersensitivitas tipe III
Hipersensitivitas tipe IV
Hipersensitivitas tipe V
Hipersensitivitas tipe VI
Gejala SLE disebut sebagai penyakit 1001 wajah, karena
Gejala yang banyak
Gejala yang sulit sembuh dan menular
Penyakit yang sulit untuk didiagnosa
Penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat
Pada kriteria SLE yaitu SOAP BRAIN - MD, yang dimaksud point O adalah
Oral ulcer
Otitis kronis
Odema
Obstruksi
Orofaringitis
Kriteria diagnosis lupus menurut SLICC terdiri dari
Kriteria klinis & Imunologis
Kriteria Klinis & kronologi penyakit
riwayat masa lalu & riwayat keluarga
kriteria lingkungan rumah & gejala muncul
Berapa minimal kriteria menurut SLICC yang harus muncul untuk menegakkan diagnosa SLE?
1
2
3
4
5
Apabila terdapat 2 Kriteria klinis dan 2 kriteris imunologis, apakah boleh mengangkat diagnosa SLE?
Ya, bisa ditegakkan diagnosa
Tidak
Apabila terdapat 1 kriteria klinis dan 3 kriteria imunologis, apakah dapat mengangkat diagnosa SLE ?
Ya, bisa diangkat diagnosa
Tidak
Apabila terdapat 4 kriteria klinis dan tidak ada kriteria imunologis, apakah boleh diangkat diagnosa SLE?
ya, bisa diangkat diagnosa
tidak bisa diangkat diagnosa
Kemerahan pada pipi dan hidung yang membentuk pola seperti kupu-kupu disebut?
Malar rash
Discoid lupus
eritrositosis
leukositosis
Dibawah ini yang termasuk ke dalam kriteria klinis (hematologi) adalah kecuali
AIHA
Trombositopenia
Hipertensi
Leukositopenia
Seorang laki laki 56 tahun pasien dirawat di Ruang Penyakit Dalam dengan keluhan sesak napas dan bengkak pada kedua kaki dan perut. Hasil pengkajian didapat TD 170/100mmHg, Frekuensi Nadi 110x/menit, Frekuensi Napas 30x/menit, edema ektremitas derajat 3, asites, produksi urin 500cc dalam 24 jam. Pasien mendapatkan therapi diuretik .Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat untuk memberikan rasa nyaman berkaitan dengan efek pemberian diuretik ?
(a)
Seorang laki-laki berusia 52 tahun di rawat di Ruang Penyakit Dalam dengan keluhan. tidur terganggu karena sesak napas, lemah, Tekanan darah 160 / 90 mmHg, Nadi 120 x /mnt, pernafasan 28 x / menit, kedua ekstremitas bawah edema +3, terdapat distensi Vena Jugularis berat badan meningkat dalam aktu singka. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas
(a)
Seorang perawat sedang merawat pasien dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif dan menganjurkan untuk mengurangi aktifitas fisik dan emosional pada pasien tersebut.Apakah rasional dari tindakan tersebut ?
(a)
Seorang perempuan 40 tahun mengeluh nyeri dada hebat yang terus-menerus, seperti terhimpit benda berat dan menjalar ke bahu dan punggung, nyeri muncul pada saa taktifitas dan berkurang kalau istirakhat. Apakah pengkajian nyeri yang belum dikumpulkan pada pasien tersebut ?
(a)
Sebutkan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner dengan Meytode ABCDE!
(a)
Sebutkan minimal 3 karaktristik penyerta nyeri dada pada pasien Acut Coronary Syndrom ( ACS)
(a)
Jelaskan penyuluhan pengunaan Nitrogliserin saat terjadi nyeri dada ?
(a)
Sebutkan kriteria Irama Sinus atau EKG Normal ?
(a)
Untuk menilai terjadinya perdarahan dibawah kulit pada pasien DHF, maka dilakukan
(a)
Nilai normal Hematokrit adalah
(a)
Reaksi akut ringan yang terjadi beberapa menit setelah transfusi :
(a)
Pengecekan ganda (double check) pada label darah antara lain :
(a)
Nilai Leukosit normal adalah
(a)
Pengoabatan kemoterapi pada pasien leukemia, harus dijelaskan dan dibuat surat persetujuan yang disebut dengan :
(a)
Sebutkan Diagnosis Keperawatan Utama pada pasien gagal Jantung
(a)
Sebutkan 3 manifestasi klinik gagal jantung kanan !
(a)
Jelaskan perbedaan RA, OA dan gout!
(a)
Bagaimana prinsip pengobatan SLE?
(a)
