Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS FORMULASI SEDIAAN LIKUIDA

Total questions: 50

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

Penambahan emulgator akan menurunkan tegangan permukaan yang terjadi pada bidang batas antara kedua zat cair. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori pembentukan emulsi berikut1. Penambahan emulgator akan menurunkan tegangan permukaan yang terjadi pada bidang batas antara kedua zat cair. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori pembentukan emulsi berikut

a)

Surface tension

b)

Oriented wedge

c)

Interfacial film

d)

Lapisan ganda listrik

e)

Kohesi-adesi

2.

Bagian emulgator yang memiliki karakteristik menyukai minyak disebut dengan

a)

lipofob

b)

Hidrofob

c)

Hidrofil

d)

polar

e)

Surfaktan

3.

Seorang mahasiswa farmasi akan membuat sediaan emulsi dengan komposisi pada tabel

Setelah dilakukan pembuatan diketahui bahwa terjadi pemisahan fase, setalah dilakukan pengadukan kembali diketahui tampak homogen kembali. akan tetapi setelah didiamkan beberapa saat diketahui terjadi pemisahan kembali. berdasarkan fenomena tersebut yang dapat dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah

a)

Membuat formula baru dengan perombakan total komponen formula

b)

mengganti emulgator yang digunakan disertai optimasi pengadukan

c)

Mengganti minyak ikan dengan bahan yang lain

d)

Mengurangi volume pembuatan dengan rentang konsentrasi tetap

e)

Membuat emulsi yang baru dengan komponen formula tetap tetapi meningkatkan pengadukan

4.

Seorang mahasiswa farmasi melakukan praktikum membuat emulsi dengan formula pada tabel.

Setelah dilakukan pembuatan dilakukan evaluasi fisik. Pada saat akan memindahkan emulsi dari botol ke beaker glass diketahui bahwa emulsi susah untuk dituang. Berdasarkan fenomena tersebut yang dapat dilakukan oleh mahasiswa farmasi agar terbentuk emulsi yang stabil dan mudah dituang adalah

a)

Menambahkan air di akhir pembuatan agar sediaan menjadi lebih encer

b)

Mengurani konsentrasi minyak ikan

c)

Mengurangi konsentrasi CMC Na

d)

Melakukan pembuata ulang dengan penambahan kecepatan pengadukan dengan asumsi akan semakin encer sehingga mudah dituang

e)

Meningkatkan volume pembuatan

5.

Seorang mahasiswa farmasi melakukan pembuatan sediaan emulsi dengan formula pada tabel

Prosedur yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah mendispersikan PGA ke dalam fase minyak diaduk ad homogeny dilanjutkan dengan menambahkan air sedikit demi sedikit sembari dilakukan pengadukan. Berdasarkan cara pembuatan yang dilakukan maka termasuk ke dalam metode pembuatan emulsi berikut..

a)

Metode Gom arab

b)

Metode Gom kering

c)

Metode Gom basah

d)

Metode botol

e)

Metode peleburan

6.

Berikut merupakan mekanisme kerja emulgator dalam membantu menjaga kestabilan pada sediaan emulsi

a)

Membantu terjadinya penggabungan antar partikel yang sejenis

b)

menurunkan energy bebas

c)

meningkatkan energy bebas

d)

meningkatkan Tarik menarik antara partikel

e)

membentuk lapisan bilayer pada permukaan fase terdispersi dan pendispersi

7.

Di bawah ini merupakan contoh surfaktan non ionic adalah

a)

polisorbate monostearat

b)

asam stearate

c)

Metil seslulose

d)

TEA

e)

Natrium lauryl sulfat

8.

Peryataan mengenai penentuan tipe emulsi yang tepat adalah

a)

Emulsi M/A akan berwarna biru merata jika ditambhakan metilen blue

b)

Emulsi M/A akan berfluorosensi secara menyeluruh di bawah sinar UV

c)

Emulsi A/M akan terlarut sempurna pada air

d)

Emulsi M/A akan menunjukkan warna merah merata jika ditambahkan rodamin

e)

Emulsi M/A akan menunjukkan warna merah merata jika ditambahkan metilen

9.

Di bawah ini merupakan ketidakstabilan emulsi yang bersifat reversible adalah

a)

Breaking

b)

Cracking

c)

Creaming

d)

Inversi fase

e)

Koalesen

10.

Seorang apoteker RnD perusahaan farmasi akan membuat sediaan kosmetik, lotion dengan bahan aktif olive oil. Tujuan pembuatan lotion tersebut adalah untuk membantu melembutkan kulit. Salah satu bahan tambahan yang digunakan adalah sorbiton monooleat. Pada saat dilakukan evaluasi tipe emulsi maka kemungkinan yang terjadi adalah..

a)

Lampu menyala

b)

berpendar sempurna di bawah lampu UV

c)

Terjadi warna biru merata

d)

Terjadi warna merah tidak merata

e)

Terjadi pemisahan fase

11.

Pada saat pemuatan emulsi diketahui digunakan fasa minyak yang mudah teroksidasi. Oleh karena itu diperlukan tambahan bahan di bawah ini

a)

asam stearat

b)

Na sulfit

c)

Na metasulfit

d)

Asam askorbat

e)

alfa tokoferol

12.

Di bawah ini merupakan salah satu tujuan dibentuknya system penghantaran obat nanoemulsi

a)

Memudahkan dalam prosedur pembuatan

b)

Meningkatkan bioavaibilitas obat

c)

Meningkatkan aseptabilitas px dengan warnanya yang menarik

d)

meningkatkan energy bebas sehingga menghindarkan kriming

e)

memudahkan pengemasan karena viskositasnya yang baik

13.

salah satu keuntungan system penghantaran nanoemulsi adalah

a)

memiliki kestabilan termodinamika yang baik sehingga tidak diperlukan konsentrasi surfaktan yang tinggi

b)

Karena ukuran yang kecil, nanoemulsi dapat melewati permukaan kulit yang kasar dan dapat meningkatkan penetrasi obat.

c)

Adanya system brown pada nanoemulsi meningkatkan kestabilan sediaan sehingga menghindarkan terjadinya inversi fasa

d)

Mudah diproduksi dan dipasarkan

e)

Pelepasan obat dari system perlahan sehingga tidak ada efek samping

14.

Kriteria surfaktan yang dapat digunakan untuk membuat sediaan nanoemulsi adalah

a)

dapat menurunkan energi bebas

b)

Memiliki nilai HLB yang tinggi

c)

Diperlukan dalam konsentrasi yang rendah

d)

Bisa bekerja secara tunggal atau tidak diperlukan adanya tambahan ko-surfaktan

e)

Surfaktan yang diperlukan adalah yang berantai tunggal

15.

Di bawah ini merupakan cara pembuatan sediaan nanoemulsi adalah

a)

Metode botol

b)

Metode triturasi

c)

Metode High pressure homogenisation

d)

Metode GOM basah

e)

Metode pengadukan dan pelelehan

16.

Alat yang digunakan untuk mengamati ukuran partikel pada nanoemulsi disertai penampakan morfologi dua dimenasi adalah adalah

a)

Scanning electron microscopy

b)

Mouisture balance analyzer

c)

TEM

d)

Particle size analyzer

e)

Viscometer cone and plate

17.

Salah satu aspek farmasetika yang harus diperhatikan dalam membuat sediaan adalah safety. Oleh karena itu dilakukan karakterisasi berikut dalam pembuatan nanoemulsi dengan rute transdermal

a)

In vitro skin permeation studies

b)

Tes iritasi kulit

c)

Studi in vivo

d)

Studi stabilitas termodinamika

e)

Karakterisasi permukaan

18.

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawet adalah surfaktan dan makromolekul. Hal-hal di bawah ini yang sesuai adalah…

a)

Surfaktan kationik efek kuat anti mikroba

b)

Surfaktan anionik meniadakan efek pengawet

c)

Surfaktan anionik efektik untuk bakteri gram negative dan jamur

d)

Surfaktan non ionik memiliki efek sedang

e)

Surfaktan anionik efek kuat anti mikroba

19.

Dalam pemilihan pengawet perlu diperhatikan disosiasi pengawet, hal ini berkaitan dengan …

a)

Derajat keasaman (pH) pengawet

b)

Kemungkinan interaksi

c)

Koefisien partisi

d)

Sumber cemaran

e)

Rasio pengawet bebas

20.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur adalah…

a)

Temperatur umumnya optimum pada 37°C

b)

Nutrisi --> C,N,S,P,Na,K,Mg, vitamin, air

c)

Temperatur --> umumnya 20° - 30°C

d)

pH --> umumnya optimum pada 7,4

e)

Kelembaban 20 %

21.

Beberapa sediaan liquid menggunakan pengawet campuran dalam formulasinya. Yang bukan merupakan tujuan pemberian pengawet campuran adalah…

a)

Memperluas spektrum antimikroba

b)

Memperkecil dosis pengawet

c)

Memperbesar koefisien partisi

d)

Potensiasi efek pengawet

e)

Tercapainya toksisitas yang rendah

22.

Contoh pengawet pada golongan kuartener adalah…

a)

Asam benzoate

b)

Formaldehida

c)

Benzalkonium Klorida

d)

Klorobutanol

e)

Metil paraben

23.

Contoh pengawet pada golongan ester adalah…

a)

Asam benzoate

b)

Formaldehida

c)

Benzalkonium Klorida

d)

Klorobutanol

e)

Metil paraben

24.

Mekanisme kerja asam benzoat sebagai pengawet adalah …

a)

Sintesa asam nukleat

b)

Denaturasi protein

c)

Denaturasi enzim

d)

Lisis membrane sel

e)

Lisis sitoplasma

25.

Oleum sesami dan oleum arachidis sering dimanfaatkan pada sediaan liquid, termasuk golongan …

a)

Asam lemak jenuh

b)

Asam lemak tidak jenuh

c)

Asam lemak

d)

Asam lemak berkelanjutan

e)

Asam lemak tunggal

26.

Gliserin sering digunakan sebagai kosolven dalam formulasi sediaan liquid. Gliserin termasuk lipid golongan…

a)

Fatty Alcohol

b)

Fatty Aldehid

c)

Fatty amine

d)

Wax

e)

Asam lemak

27.

Fosfolipid dapat mengemulsikan lemak dalam air karena fosfolipid bersifat …

a)

Hidrofil

b)

Lipofilik

c)

Amfoter

d)

Amfifatik

e)

Netral

28.

Minyak ricini adalah salah satu contoh golongan asam lemak yang berbentuk cair, dan apabila berbentuk padat maka disebut..

a)


Waxes

b)

Oleum

c)

Minyak

d)

Lemak jenuh

e)

Lemak tak jenuh

29.

System penghantaran obat dengan menggunakan basis lipid yang merupakan campuran minyak dan surfaktan, yang dapat beremulsi secara spontan untuk menghasilkan partikel emulsi minyak dalam air saat kontak dengan fase air dibawah pengaruh pengadukan adalah…

a)

Microemulsi

b)

Liposom

c)

Self emulsifying

d)

Misel

e)

Nanopartikel

30.

Suatu aplikasi system penghantaran obat yang menggunakan prinsip sistem yang stabil secara termodinamika dan transparan, merupakan dispersi dari minyak dan air yang distabilkan oleh lapis tipis (film) molekul ampifilik (surfaktan dan kosurfaktan) adalah…

a)

Microemulsi

b)

Liposom

c)

Self emulsifying

d)

Misel

e)

Nanopartikel

31.

Pada pembuatan sediaan dengan penambahan minyak dapat menyebabkan minyak berbau tengik sehingga perlu ditambahkan antioksidan. Tengik pada minyak disebabkan karena …

a)

Dijenuhkan dengan cara hidrogenasi

b)

Terjadinya hidrolisis lemak

c)

Terjadinya saponifikasi

d)

Terurai (teroksidasi) menjadi asam-asam lemak rantai pendek

e)

Terjadinya reaksi dengan halogen

32.

Polietilen glikol seringkali digunakan dalam disolusi obat yang tidak larut air, hal ini dikarenakan polietilenglikol lebih bersifat…

a)

Hidrofil

b)

Lipofilik

c)

Amfoter

d)

Amfifatik

e)

Netral

33.

Di bawah ini merupakan contoh sediaan steril dengan pengemasan single dose unit adalah

a)

Ampul

b)

Vial

c)

Infus

d)

Tetes mata

e)

Larutan irigasi

34.

Salah satu kelebihan digunakannya rute parenteral adalah

a)

Respon segera

b)

Bisa dilakukan oleh px sendiri

c)

Meningkatkan kepatuhan karena kemudahan pemakaian

d)

Efek samping lebih minimal

e)

Harga terjangkau

35.

sediaan yang didesain digunakan dengan menggunakan bantuan alat serta tidak melewati saluran cerna adalah

a)

sediaan parenteral

b)

sediaan enteral

c)

sediaan nutraceutical

d)

sediaan per rektal

e)

sediaan non-konvensional

36.

salah satu pelarut non air yang tidak bercampur dengan air adalah bersumber dari minyak tumbuhan, diketahui minyak tersebut mudah tengik. Yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut adalah

a)

melakukan penyimpanan sedemikian rupa agar tidak mudah teroksidasi

b)

menambahkan BHA/BHT

c)

menggunakan wadah coklat

d)

ditutup dengan penutup karet

e)

menambahkan dapar sitrat

37.

Penambahan bahan tambahan dalam sediaan parenteral yang memiliki tujian untuk menhindarkan adanya kontaminasi dari pirogen adalah

a)

dapar sitrat

b)

alpha tokoferol

c)

natrium sulfit

d)

natrium benzoate

e)

propilenglikol

38.

beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sediaan parenteral adalah

a)

Tidak mengandung pirogen pada sediaan parenteral

b)

Hampir semua bahan obat mudah dibuat dalam bentuk sediaan parenteral

c)

Sediaan parenteral merupakan sediaan yang ideal untuk menghantarkan bahan aktif berupa protein

d)

Tidak diperlukan pengawasan khusus utnuk keberadaan endotoksin

e)

Pengemasan lebih mudah dibanding sediaan non parenteral

39.

Suatu industri farmasi akan mengembangkan formula Krim Terkonazol yang memilik efek anti-mikotik., menggunakan bahan tambahan Tween yang merupakan suatu surfaktan. Apa peran bahan tambahan tersebut dalam formulasi emulsi?

a)

Stabilisasi emulsi untuk sediaan oral

b)

Stabilisasi emulsi dengan menghasilkan lapisan monomolekular pada antarmuka fasa internal dan eksternal

c)

Memperoleh emulsi O/W yang stabil dengan nilai HLB 5

d)

Stabilisasi emulsi dengan menghasilkan lapisan polimolekular pada antarmuka fasa internal dan eksternal

e)

Stabilisasi emulsi dengan meningkatkan energi bebas antarmuka emulsi

40.

Seorang apoteker di industri farmasi melakukan trial pengembangan bentuk sediaan emulsi minyak ikan yang stabil. Bahan manakah di bawah ini yang dapat ditambahkan untuk menurunkan? sehingga memperoleh nilai W yang kecil?

a)

Natrium etilen diamin tetra asetat

b)

Butyl hidroksitoluena

c)

Poli etilen glikol 4000

d)

Poli vinil pirolidon

e)

Polioksietilen sorbitan monooleat

41.

Seorang apoteker akan membuat emulsi paraffin 30% (HLB 12). Emulgator yang digunakan sebanyak 5% yang merupakan campuran tween 80 (HLB 15) dan span 80 (HLB 4,3). Jika emulsi paraffin yang akan dibuat sebanyak 100 mL, berapa tween 80 yang diperlukan?

a)

0,6 gram

b)

1,6 gram

c)

2,6 gram

d)

3,6 gram

e)

4,6 gram

42.

Terjadinya kelompok-kelompok globul yang letaknya tidak beraturan dalam suatu emulsi disebut...

a)

Flokulasi

b)

Creaming

c)

Koalesen

d)

Demulsifikasi

e)

Breaking

43.

Beberapa obat golongan antibiotika dibuat dalam

sediaan suspensi sirup kering dengan pertimbangan ………

a)

Stabilitas zat aktif dalam air

b)

Kelarutan zat aktif

c)

Incompabilitas dengan bahan tambahan

d)

Rasa kurang enak

e)

Memperlama masa kerja

44.

Sediaan suspensi dapat di formulasi untuk

memperlama masa kerja dengan menggunakan cairan pembawa minyak seperti

pada rute pemberian….

a)

Oral

b)

Topikal

c)

Opthalmic

d)

Otic

e)

Parenteral

45.

Ukuran partikel obat yang disuspensikan untuk

sediaan tetes mata dan injeksi harus dalam bentuk ……

a)

Granul

b)

Serbuk

c)

Kristal

d)

Micron

e)

Nano

46.

Berikut ini adalah salah satu factor yang tidak mempengaruhi stabilitas sediaan suspense

a)

Ukuran partikel fase terdispersi

b)

Viskositas

c)

Konsentrasi fase terdispersi

d)

Muatan listrik fase terdispersi

e)

Volume

47.

Medium pendispersi pada sediaan suspense selain

air juga dapat digunakan alcohol tetapi terbatas pemakainya untuk …..

a)

Oral

b)

Topikal

c)

Otic

d)

Opthalmic

e)

Parenteral

48.

Bahan pembantu dalam sediaan suspense berikut ini

ditambahkan untuk menjaga stabilitas senyawa aktif dari mikroorganisme

a)

Pengawet

b)

Antioksidan

c)

Dapar

d)

Pengental

e)

Pembasah

49.

Hampir sebagian besar sediaan suspense

diformulasi dengan cara pembuatan mucilago terlebih dahulu atau dikenal

dengan metode ……

a)

Triturasi

b)

Salting Out

c)

Granulasi

d)

Dispersi

e)

Presipitasi

50.

Parameter berikut ini tidak perlu dievaluasi pada

sediaan suspense sirup kering ……

a)

Sedimen

b)

Ukuran partikel

c)

pH

d)

Viskositas

e)

Kerapuhan