Font size
WorksheetsPengulangan Bahasa Kelas 6 Kuarter 3 (Puisi dan Prosa)
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Perbedaan antara puisi dan prosa yang benar adalah ... .
prosa bersifat terikat rima dan baris, sedangkan puisi tidak
puisi disusun membentuk paragraf, prosa membentuk baris.larik
prosa membentuk rangkaian larik, sedangkan puisi rangkaian kalimat
puisi membentuk larik atau baris dan bait, sedangkan prosa membentuk paragraf
Bacalah puisi berikut!
Engkau melukis langit kala malam...
Sinarmu tersenyum merekah
Mengajak manusia menerka
Menghitung berapa di sana
Meski engkau terlalu banyak
Makna kata yang bercetak miring pada puisi tersebut adalah ....
menghiasi
mewarnai
menggambar
mengecat
Bacalah prosa berikut!
Ibu adalah orang yang melahirkan kita. Ibu adalah sosok yang sangat berjasa karena telah mengandung dan merawat kita hingga besar. Kasih sayangnya sungguh sangat besar. Jasanya tak terbalaskan. Untuk itu, marilah kita berbakti padanya.
Puisi yang sesuai dengan prosa tersebut adalah ....
Kau memberiku ilmu
Tanpa lelah mengajariku
Membekaliku untuk menggapai asa
jasamu tak akan pernah kulupa
Bagai pelita menerangi dunia
Engkau bekerja tanpa lelah
Mencari nafkah
Meski keringat mengucur deras
Kau tetap berjuang
Demi kami keluargamu
Sembilan bulan engkau mengandung
Melahirkan dan membesarkanku
Menjagaku dengan penuh kasih
Jasamu tiada terkira
Melebihi besarnya gunung di sana
Tiada apa pun dapat membalasmu
Hanya bakti sebagai bukti
Kecil mungil manis senyumnya
Terbayang saat kau lahir kelak
Tangismu pasti akan terdengar
Sungguh tak sabar ku menantimu
Kan kusayang sepanjang waktu
Aku cinta olahraga permainan ini
Aku kagum
Aku suka
Catur ....
Dengan catur ku berpikir
Dengan catur ku mengasah otak dan logika.
Makna kata mengasah otak pada puisi di atas adalah . . . .
menajamkan otak
menjadi pintar
menajamkan pikiran
melatih otak
Guruku
Ilmu yang engkau berikan
Laksana pelita yang tak pernah padam
Menerangi jalan gulita
Agar kaki tak salah melangkah.
Puisi tersebut jika diubah menjadi bentuk prosa menjadi . . . .
Guruku memberikan ilmu yang bermanfaat agar aku tidak salah melangkah.
Guru memberikan ilmu seperti pelita yang tidak pernah padam dan menerangi jalan yang gelap agar kaki tidak salah melangkah.
Guru memberikan ilmu tidak pernah mengeluh agar generasi penerus tidak salah melangkah.
Sembilan bulan kau mengandungku
Merawatku sampai kudatang ke dunia
membimbingku hingga kudewasa
"Kau" dalam penggalan puisi di atas adalah ....
nenek
bibi
kakak
ibu
Peluh menetes di dahinya
Keringat membasahi tubuhnya
Membanting tulang dari subuh hingga senja
Demi anak istri yang tercinta
2 kalimat yang tepat sesuai puisi di atas adalah ....
seorang ayah yang bekerja pagi sampai malam
seorang ayah yang bekerja untuk keluarganya
seorang ayah yang bertanggung jawab pada keluarganya
seorang ayah yang selalu berkeringat karena udara panas
Teeett ... teeett ...
Suara klaksonmu membuatku meloncat
Berlari menyambut surat yang datang
Dari sahabat yang ada di pulau sebrang
Pernyataan yang tidak tepat sesuai isi puisi di atas adalah ....
Alat transportasi yang digunakan adalah sepeda.
Penulis sedang menantikan surat dari sahabatnya
Penulis terkejut mendengar suara klakson
Sahabat penulis tinggal di pulau lain
Pilihlah 2 ciri prosa !
Ide-ide ditulis dalam kalimat; kalimat dikelompokkan ke dalam paragraf.
Lebih dari satu kali bacaan untuk memahami makna.
Menggunakan tanda baca yang sesuai dengan aturan.
Terikat oleh aturan rima dan irama.
Bacalah prosa berikut!
Ibu adalah orang yang melahirkan kita. Ibu adalah sosok yang sangat berjasa karena telah mengandung dan merawat kita hingga besar. Kasih sayangnya sungguh sangat besar. Jasanya tak terbalaskan. Untuk itu, marilah kita berbakti padanya.
Puisi yang sesuai dengan prosa tersebut adalah ....
Kau memberiku ilmu
Tanpa lelah mengajariku
Membekaliku untuk menggapai asa
jasamu tak akan pernah kulupa
Bagai pelita menerangi dunia
Engkau bekerja tanpa lelah
Mencari nafkah
Meski keringat mengucur deras
Kau tetap berjuang
Demi kami keluargamu
Sembilan bulan engkau mengandung
Melahirkan dan membesarkanku
Menjagaku dengan penuh kasih
Jasamu tiada terkira
Melebihi besarnya gunung di sana
Tiada apa pun dapat membalasmu
Hanya bakti sebagai bukti
Kecil mungil manis senyumnya
Terbayang saat kau lahir kelak
Tangismu pasti akan terdengar
Sungguh tak sabar ku menantimu
Kan kusayang sepanjang waktu
