Font size
WorksheetsTO 100
Total questions: 100
Worksheet time: 33mins
Primipara usia 35 tahun dengan komorbid cardiomyopathy idiopathic. waktu yang paling potensial wanita ini mengalami gagal jantung kongestif akibat peningkatan cardiac output adalah
Pasa saat usia gestasi antara 30 dan 32 minggu
Pada persalinan kala 3 saat bayi baru dilahirkan
Pada puncak kontrakai uterus persalinan kala 2
Selama proses persalinan kala 1
Pada waktu usia gestasi aterm yitu usia gestasi 40 minggu
Seorang laki-laki usia 32 tahun dengan hemodinamik yang stabil dengan TD 110/70 N: 82x dengan hasil Laboratorium yang normal. Dilakukan operasi ORIF tibia dan fibula sinistra dipilih penggunaan epidural kateter untuk anestesi. Setelah itu dilakukan test dose untuk memastikan tempat yang tepat. Pernyataan yang tidak tepat mengenai test dose klasik adalah:
Menggunakan lidokain 1.5% sebanyak 3 cc
Untuk mendeteksi injeksi intratekal
Dosis epinefrin yang dipakai adalah 0.005 mg/cc
Epinefrin obat ideal untuk marker injeksi intravaskular
Untuk mendeteksi kemungkinan injeksi intravascular
Wanita 52 tahun direncanakan pembedahan karena fraktur femur. Riwayat sakit liver karena konsumsi kronis alcohol. Pada pemeriksaan pasien sadar baik, jaundice tapi tidak ada tanda encefalopati, tidak ada ascites. Pemeriksaan kimia darah: serum bilirubin 1,5mg/dL, serum albumin 3,6g/dL. Status nutrisi baik. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan perkiraan mortalitas perioperatif?
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 10%
Kriteria Child’s , kondisi pasien termasuk klasifikasi C dengan mortalitas < 1%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas <1%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi A dengan mortalitas < 3%
Kriteria Child’s, kondisi pasien termasuk klasifikasi C dengan mortalitas 2,5%
Setelah cidera otak dan dirawat di ICU, seorang pria 37 tahun mengalami poliuria dan pemeriksaan natrium 159 mEq/L. Patologi apakah yang menyebabkan kondisi pasien tersebut
Syndrome of inappropriate anti diuretic hormone
Diabetic ketoasidosis
Cerebral salt wasting syndrome
Central diabetes insipidus
Nephrogenic diabetes insipidus
Seorang perempuan berusia 26 tahun dengan diagnosis fibroadenoma mammae direncanakan tindakan operasi biopsi eksisi. Berdasarkan anamnesis didapatkan riwayat 2 anggota keluarganya meninggal saat dilakukan indakan operasi akibat peningkatan suhu tubuh saat operasi. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang tidak didapatkan kelainan. Bagaimana perencanaan obat obatan anestesi yang akan anda gunakan untuk induksi dan rumatan pada pasien ini?
Induksi propofol, atracurium, fentanyl, rumatan halothan
Induksi midazolam,rocuronium, pethidine, rumatan isoflurane
Induksi propofol, atracurium, pethidine, rumatan propofol kontinyu (TIVA)
Induksi midazolam, succinylcholine, fentanyl rumatan propofol kontinyu (TIVA)
Induksi midazolam, rocuronium, fentanyl, rumatan sevoflurane
Kondisi klinis dibawah ini akan menyebabkan kurva disosiasi hemoglobin ke kanan
Penurunan suhu tubuh
Peningkatan pH darah
Penurunan kadar 2 3 DPG di sel darah merah
Pada waktu darah melalui kapiler paru
HbF (hemoglobin fetal) berubah menjadi HbA (hemoglobin adult)
Seorang laki laki 50 th dengan luka di bagian tangan kanan akan dilakukan pembersihan dan penjahitan. Rekan anda melakukan pembiusan dengan memberika Lidocaine 2% di sekitar luka. Setelah 30 menit pasien kembali mengeluh kesakitan di tempat luka operasi.
Hal tersebut disebabkan karena :
Saluran Cl kembali terbuka karena efek Lidocaine sudh habis
Blokade kanal Natrium oleh obat lokal anestesi sudah hilang
Stimulasi nyeri luka dialirkan melalui saraf lain yang tidak terapapar obat
Resting membrane potensial menurun karena pemberian lidocaine
Lidocaine inaktif karena peningkatan pH disekitar luka
Seorang dokter anestesi mendapatkan konsulan operasi cito dari dokter bedah mulut. Pasien laki laki, 34 th, dengan abses submandibula, pasien hanya dapat membuka mulut 2 jari, malampati 2, BB 80 kg tb 155 cm. TD 145/90 HR 110x/m RR 24x/m, direncanakan untuk evakuasi abses dan odontektomi. Dokter anestesi merencanakan persiapan intubasi sulit. Saat mulai induksi, dokter anestesi mengalami kesulitan ventilasi dengan masker, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan sesuai tatalaksana DAS adalah :
Melanjutkan induksi dengan segala risiko
Panggil bantuan, lakukan invasive surgical airway
Lakukan cricothyroidektomi lalu konsul bedah untuk trakeostomi
Pertimbangkan penggunaan LMA
Bangunkan pasien, batalkan program
Pada pasien dengan hipovolemia berat terjadi :
Penurunan alveolar arterial oxygen difference
Penurunan volume semenit
Penurunan arterio venous oxygen difference
Peningkatan PCO2 arteri
Peningkatan physiological dead space
Dibandingkan dengan anak yang lebih besar, neonatus meningkatkan ventilasi paru dengan cara bernapas lebih sering daripada lebih dalam, disebabkan :
Koordinasi upaya pernapasan dengan cara gerakan mengisap (sucking)
Total respiratory compliance yang tinggi
Otot pernapasan yang belum sempurna
Kemoreseptor pernapasan yang belum sempurna
Asidosis metabolik yang terjadi pada neonatus
Pernyataan yang tepat berikut ini mengenai ruang epidural yaitu :
Dimulai di foramen magnum
Berbentuk cincin
Pada regio lumbar, bagian terluas terdapat pada bagian posterior
Untuk bedah sesar, diperlukan lebih dari 20 ml 0.5% Bupivacaine
Untuk bedah sesar diperlukan blok dari T11 hingga ke S1
Pernyataan yang tepat mengenai sistem pernapasan Mapleson A berikut ini adalah :
Merupakan non-rebrething system
Membutuhkan fresh gas flow yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan sistem Mapleson pada ventilasi manual
Merupakan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Magil dari desain asli Mapleson
Membutuhkan fresh gas flow setara dengan dengan besarnya dead space
Memiliki katup ekspirasi yang dekat dengan pasien
Seorang perempuan primigravida umur kehamilan 31-32 minggu yang direncanakan akan dilakukan SC emergensi karena pecah ketuban dan gawat janin, pasien mengeluh napas cepat dan agak berat saat tidur terlentang, pasien didapatkan dengan status fisik ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Kondisi fisiologis kardiovaskuler yang mengarah pada kondisi di atas adalah:
Peningkatan absorpsi Natrium dan retensi air sehingga terjadi relative hypervolemia
anemia yang timbul akibat produksi sel darah merah yang relative kurang
sampai kehamilan aterm volume plasma dapat meningkat sampai 30%
penurunan produksi renin, angiotensin, dan aldosterone sehingga terjadi retensi air
hormone progresteron berhubungan dengan peningkatan konsentrasi protein plasma
Pria 70 tahun berat badan 60 kg dengan diagnosis hidronefrosis dextra akan direncanakan tindakan URS. Dari pemeriksaan ditemukan kadar serum kreatinin 6 mg, pemeriksaan lain-lain dalam batas normal. Sebelum dilakukan tindakan anestesi, dokter yang merawat ingin tahu besarnya creatinine clearance. Berapakah creatinine clearance pada pasien ini?
19.72
9.72
0.872
72
97.2
Pria 45 tahun dengan riwayat kanker testis direncanakan laparotomy dengan anestesi umum. Pasien mendapat terapi bleomycin untuk metastasis kanker testis. Apakah pertimbangan pengelolaan anestesi berkaitan dengan toksisitas bleomycin di paru?
perlu pemeriksaan penunjang fungsi paru
pengaturan ventilator mengurangi frekuensi napas
konsentrasi oksigen gas anestesi kurang dari 30%
jangan menggunakan nitros oxide
I:E ratio 1:3
Seorang laki laki pasca bedah ditransfer ke ICU untuk ventilasi mekanik. Saat transport pasien menggunakan ventilator portable yang membutuhkan aliran oksigen 2 l/menit dari silinder E untuk menjalankan sistim katup yang dikontrol secara mekanik. Indikator tekanan silinder 2000 psi. Pengaturan ventilator portable volume tidal 500 ml dan frekuensi 10 kali/menit. Jika kebutuhan tekanan silinder minimal 200 psi agar bisa tetap berfungsi, berapa lama ventilator tersebut bisa berfungsi?
120 menit
60 menit
80 menit
40 menit
30 menit
Bayi laki-laki berusia 3 bulan masuk ruang operasi elektif untuk dilakukan tindakan di daerah leher. Dari pemeriksaan fisis didapatkan frekuensi napas 40 kali/menit, saturasi oksigen 98% dengan udara ruangan, laju nadi 150 kali/menit. Dilakukan pembiusan dengan intubasi endotrakeal dan pemeliharaan anestesi halothan. Sesaat setelah dilakukan penyuntikan campuran anestesi lokal dan adrenalin, tampak laju nadi 220 kali/menit ireguler. Berapakah dosis maksimal adrenalin yang bisa diberikan pada pasien tersebut?
1mcg/kg
100 mcg/kg
10 mcg/kg
0.01 mcg/kg
0.1mcg/kg
Pasien anak-anak 5 tahun berat 20 kg dengan diagnosis otitis media kronis dilakukan operasi timpanoplasti, induksi dilakukan dengan propofol, fentanyl, pelumpuh otot untuk intuasi digunakan atracurium. Rumatan anestesi dengan isofluran + N2O + oksigen. Pembedahan lancer tanpa perubahan hemodinamik yang berarti. Dilakukan ekstubasi dalam dan pasien agak batuk sedikit. Pasca bedah diberikan dexamethasone dan NSAID. Di ruangan diperiksa ternyata graft dari membrane timpani tertarik ke dalam. Kemungkinan penyebabnya adalah
Penggunaan NSAID dan steroid bersamaan
Perdarahan telinga tengah karena gangguan faal pembekuan
Selama pembedahan kedalaman anestesi kurang adekuat
Penggunaan nitrous oxide yang tidak tepat
Ekstubasi kurang dalam sehingga pasien batuk
Seorang wanita 70 tahun akan dilakukan pembedahan knee arthroplasty. Anestesi blok n.femoralis menggunakan Bupivacain 0,5% sebanyak 20 ml. Setelah penyuntukan Bupivacain, pasien tidak memberikan respon terhadap rangsangan dan nadi carotis tidak teraba. Segera dilakukan resusitasi, dan diberikan obat yang spesifik terhadap kondisi tersebut, yaitu:
1 ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 15 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 5 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 15 menit
1 ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 10 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 10 menit
Pasien 40 th dengan ventilasi mekanik, dilakukan hiperventilasi hingga PaCO2 21 mmHg. Berapakah nilai HCO3 jika terjadi penurunan maksimal sebagai kompensasi respiratorik alkalosis tersebut?
12 mEq/L
14 mEq/L
18 mEq/L
20 mEq/L
10 mEq/L
Pria 64 tahun masuk ke ruang ICU pasca bedah laminektomi tumor myelum. Intraoperasi terjadi pendarahan masif hinggal 3 L, hingga sempat terjadi kondisi syok hipovolemik. Operasi berlangsung selama 12 jam, sehingga pasca bedah dilakukan pemanjangan ventilasi mekanik. Pasien dilakukan ekstubasi pipa endotrakheal keesokan harinya dan pasien mengeluh gangguan penglihatan. Berdasarkan riwayat penyakit tidak didapatkan gangguan penglihatan sebelumnya, pada pemeriksaan funduskopi tidak didapatkan kelainan. Berdasarkan data diatas, kondisi apa yang mungkin terjadi pada pasien tersebut?
Cortical Blindness
Anterior Ischemic Optic Neuropathy
Retinal detachment
Posterior Ischemic Optic Neuropathy
Ophtalmic venous obstruction
Anak usia 11 tahun obese telah dilakukan pembedahan tonsilektomi. Pada waktu petang tampak pucat dan hipotensi, nampak cemas. Diagnosis pendarahan pasca tonsilektomi, direncanakan ekplorasi perdarahan. Setelah resusitasi cairan, metode induksi yang disarankan untuk kasus tersebut adalah :
Rapid Sequence intubation dengan etomidate dan succinylcholine
Rapid sequence intubation dengan thiopental dan rocuronium
Induksi inahalasi dengan desflurane posisi ‘head down’
Induksi inhalasi dengan sevoflurane posisi ‘head down’
Rapid sequence intubation dengan propofol dan rocuronium
Pria 60 tahun mengalami penyulit laryngospasme pada hari pertama pascabedah thyroidectomy total karena carcinoma thyroid. Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis penyebab laryngospasme dan terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah:
Serum calcium
Electrocardiogram
Nasendoscopy untuk menilai fungsis plica vocalis
Serum magnesium
Serum TSH
Pria 60 tahun mengalami penyulit laryngospasme pada hari pertama pascabedah thyroidectomy total karena carcinoma thyroid. Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis penyebab laryngospasme dan terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah:
Serum calcium
Electrocardiogram
Nasendoscopy untuk menilai fungsis plica vocalis
Serum magnesium
Serum TSH
Anak usia 3 tahun menjalani operasi tonsilektomi. Setelah operasi selesai dan pasien sudah bernafas secara spontan, dilakukan ekstubasi pipa ET. Beberapa saat paska ekstubasi pasien nampak sesak, refraksi sela iga, disertai suara batuk ‘croupy’. Saturasi turun hingga 90%. Pernyataan yang tepat dari keadaan tersebut adalah :
Intubasi trakhea menggunakan pipa endotracheal ID 4.5
Saat intubasi pipa mudah masuk glottis tapi sesak setelah lewat glottis
Situasi tersebut disebabkan stimulasi sensorik n. glossopharyngeal
Merupakan gejala yang spesifik dari spasme larynx
Terjadi edema pada jalan nafas level cartilage cricoid
Wanita umur 65 tahun dirawat di ICU setelah mnejalani operasi evakuasi hematome intrakranial. Pasien belum dapat bernafas dengan adekwat sehingga pernafasan pasien dibantu dengan ventilator. Dua jam setelah tersambung ke ventilator didapatkan hasil analisa gas dara sebagai berikut: pH 7.59. PCO2 15 mmHg, PaO2 253 mmHg, TCO2 15.30 mmol/L, HCO3 14.80 mmol/L, BEecf -7.8, SpO2 99%. Pasien diberikan carian NaCL 0,9% 30 cc/kgBB habis dalam 24 jam. Pada pasien ini jika fungsi ginjalnya masih baik, bagaimanakan respon ginjal unuk mengkompensasi keadaan diatas?
Mengeksresi ion bikarbonat
Mengabsorsi ion bikarbonat
Reabsorsi ion kalium meningkat
Pada awalnya ginjal akan mengekskresi natrium selanjutnya diikuti dengan pengabsorbsian ion bikarbonat.
Tidak melakukan kompensasi apapaun karena kompensasi akan dilakukan oleh paruparu
Seorang pria 72 tahun dengan riwayat perokok berat mengeluh nyeri kronis tungkai bawah. Pada pemeriksaan klini didapatkan ulkus iskemik di kedua tungkainya. Oleh ahli bedah vaskuler dikonsulkan ke klinik nyeri untuk pengelolaan nyerinya. Terapi yang paling efektif untuk pasien tersebut adalah :
Blok serabut saraf
Steroid epidural lumbal
Blok plexus hipogastik superior
Simpatektomi kimiawi lumbar
Morpin regular
Pria 45 tahun berat badan 60 kg riwayat perokok berat dan penderita asma bronkiale, diantar keluarga ke IRD karena serangan asma. Dokter IRD yang merawat akan memberikan obat aminofilin dengan mempertimbangkan berbagai hal termasuk dalam asap rokok terkandung polycyclic hydrocarbons yang berpengaruh terhadap metabolisme berbagai obat di hepar. Apakaha pengaruh asap rokok terhadap aminofillin pada pasien diatas?
Menurunkan kebutuhan dosis aminofillin
Tidak merubah kebutuhan dosis aminiofillin
Menyebabkan toleransi terhadap aminofillin
Meningkatkan kebutuhan dosis aminofillin
Menyebabkan takifilaksis terhadap aminofillin
Wanita usia 35 tahun G2P1A0 hamil usia kandungan 39 minggu datang atas rujukan dari puksesmas karena mengalami partus laama. Tekanan darah 122/78 mmHg, frekwesni denyut nadi 90x/m frekwensi nafas 24x/m, suhu 37 C. Pasien kemudian direncanakan operasi SC cito. Perubahan fisiologi antara lain penurunan FRC rata2 sebesar
30%
40%
20%
50%
10%
Organ tubuh yang paling banyak mendapat aliran darah per-satuan berat per-satuan waktu adalah
Ginjal
Tulang
Jantung
Hepar
Kulit
Pria 58 tahun dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan otot kaki yang cepat menjalar keatas, namun fungsi kandung kencing tidak terganggu. Pada pemeriksaan didaptkan kelumpuhan flasid dan neuropati perifer tungkai bawah. Pemeriksaan cairan serebrospinal: hitung sel normal tapi protein meningkat. Diagnosis yang sesuai dengan pasien tersebut adalah :
Myasthenia gravis
Penyakit menyangkut ‘motor neurone’
Gangguan keseimbangan elektrolit berat
Tranverse myelitis
Guillain-Barre syndrome
Tentang fungsi fisiologis dari sel endothel yang mengatur tonus vaskuler
Vasodilator, vasoactive mediatornya thromboxane A2
Vasodilator, vasoactive mediatornya leukotriene
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya nitric oxide
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya angiotensin converting enzyme
Vasoconstrictor, vasoactive mediatornya prostacycline
Stimulasi medullary chemoreceptors untuk meningkatkan ventilasi :
Reaksi dari peningkatan ion hidrogen di cairan cerebrospinalis
Diakibatkan oleh rendahnya PaO2
Merupakan reflex dari aktivitas diaphragma
Rangsangan dari penurunan pH darah arterial
Rangsangan terkuat oleh peningkatan PaCO2
Seorang pasien mendapat terapi oksigen dari silinder ukuran E dengan aliran 3 liter/menit. Pengukuran tekanan silinder menunjukkan angka 1000 psi yang menunjukkan kapasitas oksigen dalam silinder tinggal separuh. Dengan terapi oksigen pada pasien tersebut maka isis silinder akan habis dalam waktu :
30 menit
60 menit
75 menit
90 menit
110 menit
Mekanisme dantrolene sebagai terapi malignant hypethermia yang disebabkan oelh pemberian succinylcholine adalah :
Menghambat pelepasan ion calcium dari sarcoplasmic recticulum
Pengaruh tidak langsung terhadap relaksasi otot bergaris
Meningkatkan derajat metabolis succinylchloline
Antagonis dari ikatan succinylchloline pada reseptor nicotinic
Secara central akan menurunkan suhu tubuh
Pria 60 kg dengan komorbid hipertensi dimasukkan ICU setelah pembedahan darurat laparotomy karena kebocoran pembedahan oesophagectomy sebelumnya. Di ruang pulih sadar pasien cenderung hipertensi dan hipotermi, namun dengan penghangatan menggunakan matras dan selimut udara sekarang nomotermi. Pemeriksaan lain, tekanah darah 95/40 mmHg, frekwensi denyut jantung 110x/menit. Cardiac index 3.2 L/m, PAOP 4 mmHg, SVR 50 dynes/cm/sec, base excess -7 mmol/L, 2 jam terakhir produksi urine 30 ml. Tindakan apakah yang tepat untuk kondisi terakhir dari pasien tersebut?
Pemberian furosemide 40 mg iv
Pemberian mannitol 0.5g/kg iv
Pemberian norepinephrine
Pemberian cairan kristaloid untuk ‘fluid challenge’
Pemberian dobutamine
Pria 70 tahun direncanakan oesophagectomy approach thoracoabdominal, memerlukan teknik ventilasi ‘one lung’ menggunakan ‘double lumen endotracheal tube’. Perubahan fisiologis akibat teknik ventilasi ‘one lung’ dengan memasang ‘double lumen endotracheal tube’ adalah :
Terjadi ‘left-to-right intrapulmonary shunt’
Mempresempit perbedaan PO2 di arterial dan alveoli
Hipokapnia mengurangi intrapulmonary shunting melalui inhibisi ‘hypoxic pulmonary vasoconstriction’
Hipoksia disebabkan atelectasis paru yang tidak dilakukan pembedahan
‘Hypoxic pulmonary vasoconstriction’ menurunkan aliran darah pada ‘dependent
lung’
Pria 55 tahun dengan diagnose myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendpatkan terapi cholinesterase inhibitor dan prenidsolone. Pemeriksaan penunjang normal. Pengelolaan anestesi yang dianjurkan untuk pasien ini adalah :
Ventilasi mekanis pasca bedah
RSI menggunakan suxamethonium
Harus diberikan obat ‘reversal’ cholinesterase inhibitor
Dosis obat pelumpuh otot non-depolarizing untuk intubasi harus dikurangi
Pasca bedah masukkan ke ICU
Pria berusia 24 tahun datang ke rumah sakit dibawa oleh temannya karena tidak sadarkan diri di depan rumah temanya. Riwayat obat yang diminum sebelumnya tidak diketahui. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, tekanan darah 105/52, frekwensi denyut nadi 52x/m, frekwensi napas 10-12x/m, SpO2 96% binasal kanul 3 L/m. Kedua pupil mata miosis. Terapi apa yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut?
Terapi bilas lambung
Dilakukan renal dialysis
Dilakukan intubasi dan ventilasi mekanik
Dilakukan pemberian obat acetylcysteine
Dilakukan pemberian obat naloxone
Pria usia 24 tahun berat badan 54 kg direncanakan pembedahan tonsilektomi. Pasien alergi ikan laut dan udang. Induksi propofol dan rocuronium setelah preoksigenasi, rumatan sevoflurane suplemen analgetik fentanyl. Cairan rumatan RL 1000mL. Operasi berlangsung selama 90 menit. Pasca intubasi pasien mengalami laringospasme. Saat dirawat di ruang pemulihan, pasien mengeluh sesak nafas dan auskultasi paru menunjukkan ronkhi halus di kedua lapangan paru. Penyebab kondisi ini adalah:
Overhidrasi cairan rumatan ringers laktat
Pendarahan ulang dari luka operasi intraoral
Edema paru pasca laringospasme
Pemasangan ETT dengan ukuran yang terlalu besar
Pelepasan histamine yang hebat karena penggunaan rocuronium
Seorang wanita 70 tahun akan dilakukan pembedahan ‘knee arthroplasty’. Anestesi blok n. femoralis menggunakan bupivacaine 0.5% sebanyak 20 ml. Setelah penyuntikan bupivacaine, pasien tidak memberikan respon terhadap rangsangan dan nadi carotis tidak teraba. Segera dilakukan resusitasi, dan diberikan obat yang spesifik terhadap kondisi tesebut, yaitu:
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 1 menit
1.5ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 5 menit
1ml/kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1 menit
1ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 1 menit
Keuntungan ‘Laryngeal Mask Airway’ dibanding intubasi trakea
Perlindungan terhadap jalan nafas lebih baik
Melindungi kemungkinan aspirasi
Tidak diperlukan gerak leher yang bebas
Jarang terjadi spasme bronchus tapi sering terjadi spasme larynx
Mengurangi kemungkinan distensi lambung
Primipara usia 26 tahun, dilakukan analgesia persalinan dengan teknik epidural kontinyu. Kardiovaskular ibu stabil dan ibu diberi oxytocin iv kontinyu. Dua jam setelah pemberian obat anestesi terjadi bradikardi fetal. Tindakan yang paling tidak efektif untuk resusitasi fetus tersebut adalah:
Diberikan terbutaline subkutan
Menghentikan pemberian obat epidural kontinyu
Ibu diposisikan ke lateral kiri
Menghentikan pemberian oxytocin
Ibu diberikan terapi oksigen
Wanita 35 tahun dibawa ke UGD karena diduga intoksikasi amitriptyline. Kesadaran menurun dengan GCS 6 dan tekanan darah 90/45. Pada perekaman jantung 12 sandapan kemungkinaan menunjukkan :
Complete heart block
Atrial fibrillation atau tall T
Sinus tachycardia dan prolonged QRS complex
Sinud bradycardia dan prolonged QRS complex
Ventricular tachycardia
Transmisi rangsang propioseptif melalui :
Serabut A-alpha
Serabut C
Serabut B
Serabut A-gamma
Serabut A-beta
Pria 52 tahun dengan diagnosis phaechromocytoma direncanakan reseksi kelenjar suprarenal. Pasien telah mendapat terapi phenoxybenzamine 2 x 40 mg selama 10 hari. Pemeriksaan pasien 3 hari yang lalu frekwensi denyut jantung sekitar 110-120x/menit, tekanan darah 146/86 mmHg telentang dan 110/68 mmHg jika duduk. Terapi yang perlu diberikan berdasarkan data pemeriksaan terakhir tersebut adalah :
Tambahan propranolol
Stop phenoxybenzamine ganti dengan phentolamine
Tingkatkan dosis phenoxybenzamine
Pembedahan bias dilakukan
Tambahkan enalapril
Pria 62 tahun dilakukan pembedahan laparotomy karena ileus obstruktif. Riwauat penyakit: hipertensi dan depresi terkontrol dengan ACE inhibitor enatapril dan MAO inhibitor phenelzine. Selama pembedahan tekanan darah turun 65/30 dari 140/90, frekuensi denyut jantung 120 kali/menit. Dilakukan pemberian cairan namun tekanan darah hanya meningkat 70/40. Tindakan lain yang paling tepat untuk memperbaiki tekanan darah adalah :
Infus nonadrenaline dengan pemantauan tekanan arterial
Bolus intravena ephedrine 10 mg
Bolus intravena metaraminol 500 mcg
Pemberian phenylephrine secara titrasi
Infus vasopressin dengan pemantauan tekanan arterial
Obat antagonis adrenergic dengan efek alpha dan beta adalah :
Esmolol
Atenolol
Labetanol
Propranolol
Metoprolol
Seorang remaja kecelakaan lalu lintas dibawa ke instalasi rawat darurat. Kesadaran baik, mengeluh nyeri di bagian belakang leher. CT scan terdapat ‘non-displaced’ fraktur cervical 4 dan 5. Pemeriksaan fisik, tidak ada reflek otot bisceps bilateral dan rasa raba bahu berkurang. 8 jam kemudian SpO2 turun menjadi 90%, Analisa gas darah PaO2 60, PaCO2 51. Penyebab dari kondisi tersebut adalah :
Depresi pusat nafas
Paralisa otot diaphragm
Paralisa otot intercostal bilateral
Overdosis morphine
Aspirasi isi lambung ke paru
Peningkatan nadi dan tekanan darah pada penggunaan ketamine melalui mekanisme
Percepatan metabolism katekolamin darah
Inhibisi reuptake norepinefrin pada saraf terminal
Inhibisi saraf parasimpatik
Inhibisi reuptake asetilkolin pada saraf terminal
Reuptake adrenalin pada saraf preganglionic
Salah satu resiko pada pasien trauma di unit gawat darurat adalah adanya perdarahan dari organ tubuh. Tanda dan gejala perdarahan kelas II, adalah
Menurunnya curah jantung (cardiac output)
Menurunnya denyut jantung
Meningkatnya tekanan darah diastolik sebagai respons vasokonstriksi
Perdarahan diperkirakan <15%
Oligouria sampai anuria
Penanganan penderita yang mengalami cedera kepala (traumatic brain injury) yang adekuat dapat menyebabkan penurunan kesadaran akibat terjadinya cedera otak tersebut terutama disebabkan oleh
Hiperglikemia
Hiperkarbia
Hipernatremia
Hipotermia
Asidosis atau alkalosis
Tujuan utama pemberian obat obat yang bersifat simpatomimetik adalah
Meningkatkan tekanan darah
Meningkatkan laju nadi
Meningkatkan aliran darah otak
Meningkatkan aliran darah koroner
Meningkatkan curah jantung
Pada cedera tulang belakang (spinal cord injury) salah satu yang harus diwaspadai adalahgangguan pada traktus simpatikus yang dapat menimbulkan kejadian syok neurogenik yang ditandai dengan
Tekanan darah menurun disertai peningkatan laju nadi
Disritmia
Total AV block
Hipotensi disertai dyspnea pada cedera daerah thorakal 4 (Th4)
Tekanan darah menurun disertai bradikardia
Indikasi pemasangan ventilasi mekanik darurat untuk manajemen jalan nafas dan terapi oksigen pada pasien yang mengalami luka bakar adalah
Luka bakar pada daerah thorax
Luka bakar pada wajah (facial burn)
Luka bakar dengan luas >20%
Luka bakar yang disertau suara parau dan takipnea
Luka bakar pada daerah abdomen
Absorpsi obat anestesi lokal paling lambat terjadi pada
Pemberian intravena
Pemberian intra trakea
Blok intercostal
Blok epidural
Blok pleksus brachial
Salah satu cara untuk mempercepat onset obat anestesi lokal adalah dengan
Menaikkan volume anestesi lokal
Asidisasi (menurunkan pH)
Alkalinisasi
Menambahkan opioid
Menambahkan vasokonstriktor
Mekanisme kerja dari anestesi lokal adalah
Menurunkan permeabilitas kanal natrium
Menaikkan kecepatan depolarisasi
Mempengaruhi resting transmembran potential
Mempengaruhi ambang batas potential
Memblok voltage dependent kanal potasium
Obat anestesi lokal yang mengalami metabolisme paling lambat adalah
Lidocaine
Prilocaine
Bupivacaine
Ropivacaine
Procaine
Salah satu efek farmakologik dari obat golongan simpatomimetik
Vasokonstriksi (otot otot skeletal)
Vasodilatasi (terutama di kutaneus)
Glicogenesis hepatic
Stimulasi SSP
Mengganggu koagulasi
Obat di bawah ini yang memiliki efek meningkatkan tekanan darah paling signifikan adalah
Efedrin
Dopamine
Dobutamine
Epinephrine
Norepinephrine
Obat agonis adrenergik berikut yang paling selektif terhadap reseptor a1 adalah
Phenylephrine
Efedrin
Isoproterenol
Terbutaline
Fenoldopam
Contoh obat-obatan antikolinergik sintetis adalah
Glycopirolate
Atropine
Scopolamine
Sugammadex
Dantrolene
Teknik kaudal anestesia pada anak
Posisi pasien harus selalu lateral decubitus
Jarum disarankan ukuran 25 Gauge
Sudut awal insersi 45 derajat diarahkan ke cephalad
Test dose mutlak dilakukan untuk menghindari komplikasi
Injeksi intraoseus tidak dapat menyebabkan toksisitas sistemik
Mediator yang mensensitisasi, mengeksitasi nosiseptor dan bertindak lanjut sebagai mediator inflamasi adalah
Dopamin
Adenosin
Serotonin
Endorphin
Enkefalin
Tipe saraf yang menghantarkan nyeri adalah:
Aα
Aβ
Aγ
B
C
Tentang nutrisi enteral
Karbohidrat merupakan sumber energi sampai dengan 60%
Formulasi lemak lebih rendah pada pasien dengan maldigesti
Pada pasien dengan sirosis hepatis, konsentrasi asam lemak darah yang tinggi dapat menyebabkan ensepalopati hepatikum
Formulasi protein tetap dalam rentang yang normal pada pasien dengan disfungsi renal
Formulasi protein atau asam amino lebih tinggi pada pasien dengan
Yang termasuk local anestesi golongan ester adalah
Bupivacaine
Lidocaine
Ropivacaine
Prilocaine
Procaine
Obat induksi yang menyebabkan rasa sakit pada saat penyuntikan adalah
Thiopental
Propofol
Morphine
Etomidate
Ketamine
Pilihan obat adrenergic agonist pada pasien CHF dengan peningkatan peripheral vascular resistance dan heart rate adalah
Dopamin
Dobutamin
Epinephrine
Atropine
Efedrin
Pada pasien luka bakar > 48 jam, pemberian pelumpuh otot yang dapat mengakibatkan kenaikan serum kalium yang berakibat lethal adalah
Suksinilkolin
Rocuronium
Vecuronium
Atracurium
Pancuronium
Pada wanita hamil yang akan menjalani pembedahan dengan appendektomi anestesi dengan anestesi spinal lebih banyak dipilih dibandingkan dengan anestesi epidural oleh karena anestesi spinal dapat memberikan keuntungan sebagai berikut
Tidak menimbulkan nyeri kepala pasca spinal
Durasi anestesia lebih lama
Dapat dikombinasikan dengan opioid untuk nyeri pasca bedah
Resiko injeksi obat lokal anestesi ke intravascular minimal sehingga tidak terjadi intoksikasi
Risiko goncangan hemodinamil minimal
Gangguan elektrolit yang mempengaruhi pemulihan dari blokade neuromuskular antara lain
Hypermagnesemia
Hypokalemia
Hyperkalemia
Respirasi alkalosis
Hiponatremia
Sirkuit pernafasan Mapleson yang paling efisien untuk ventilasi spontan adalah
Mapleson A
Mapleson B
Mapleson C
Mapleson D
Mapleson F
Perubahan fisiologi sistim pernafasan pada neonatus sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan oksigen adalah
Meningkatkan volume tidak sehingga meningkatkan volume ventilasi semenit
Meningkatkan frekuensi nafas sehingga ventilasi semenit meningkat
Meningkatkan afinitas oksigen terhadap hemoglobin fetus
Meningkatkan produksi surfaktan sehingga fungsi recoil alveoli lebih baik
Meningkatkan volume kapasitas paru dengan hiperventilasi
Berikut ini yang benar terkait dengan persistent pulmonary hypertensive of the newborn :
Adalah suatu kondisi dimana sirkulasi bayi kembali seperti saat fetal atau terjadi persistensi sirkulasi fetal setelah bayi lahir
Hipoksia dan asidosis bukanlah penyebabnya
Terjadi bi-directional shunting
Terjadi L to R shunt yang melewati foramen ovale, ductus arteriosus atau keduanya
Terjadi peningkatan functional residual capacity
Berikut merupakan prinsip efek farmakologis dari benzodiazepine, kecuali :
Anxiolysis
Sedation
Antikonvulsan
Supresi adrenocortical
Amnesia anterograde
Waktu paruh eliminasi midazolam adalah
0, 15 – 0,3 mg
6-8 ml/kg/menit
1-4 jam
10 – 20 jam
1-37 jam
Hal berikut berkaitan dengan efek midazolam pada system saraf pusat antara lain :
Menghasilkan peningkatan CMRO2 dan aliran darah serebral analog dengan barbiturate dan propofol
Midazolam menyebabkan perubahan pada aliran darah serebral regional di daerah otak yang berhubungan dengan fungsi normal, atensi, dan memori
Cerebral vasomotor responsiveness terhadap oksigen dipertahankan selama anestesi midazolam
Pasien dengan penurunan kompliasn intracranial menunjukkan perubahan pada TIK ketika diberikan midazolam dengan dosis 0,15-0,27 mg/kg IV
Midazolam bukan alternative dari barbiturate untuk induksi anestesi pada pasien dengan patologi intrakranial
Prostaglandin yang memiliki efek menurunkan sekresi lambung adalah :
Iloprost
Leukotriene
Prostacyclin
Misoprostol
Tromboxane
Berapakah konsumsi oksigen pada neonates :
2 ml/kg/menit
3 ml/kg/menit
4 ml/kg/menit
5 ml/kg/menit
6 ml/kg/menit
Yang merupakan penyakit yang sering ditemui pada geriatri yang berkaitan dengan disfungsi diastolik adalah :
Hipertensi sistemik
Diabetes mellitus
Penyakit ginjal kronis
Kardiomyopati
Semua benar
Mekanisme penyebab keluarnya panas dari tubuh, paling banyak disebabkan oleh :
Konduksi
Radiasi
Konveksi
Evaporasi
Fasilitas konduksi
Temperatur tubuh dikendalikan oleh :
Post optic nucleus of the anterior hypothalamus
Post optic nucleus of the posterior hypothalamus
Pre optic nucleus of the anterior hypothalamus
Post optic nucleus of the posterior hypothalamus
Post optic nucleus of the hypofisis
Yang berhubungan dengan shivering thermogenesis adalah:
Disebut juga chemical thermogenesis
Metabolisme lemak coklat
Lebih banyak pada infant disbanding dewasa
Dapat meningkatkan produksi panas sampai dengan 200% pada infant
Aktifitas otot skelet
Alimentasi terhadap saluran cerna lebih diutamakan dibanding pemberian intravena atau nutrisi parenteral disebabkan oleh hal2 berikut, kecuali
Mengurangi terjadinya sepsis karena kateter
Mempertahankan integritas saluran cerna
Mengurangi translokasi bakteri dari saluran cerna
Mempertahankan absorbsi dari usus halus
Biaya yang diperlukan lebih mahal
Pasien dengan stres minimal .... kal/kg perhari untuk mempertahankan keseimbangan energinya
80-100
50-80
35-45
25-30
10-20
Manakah diantara cairan dibawah ini yang memiliki kandungan natrium paling rendah?
Ringer Laktat
NaCl 0,9%
Dextrose 5% dalam RL
Dextrose 5% dalam Nacl 0.9%
Dextrose 5% dalam Nacl 0.45%
Aliran darah ke hepar berasal dari suplai pembuluh darah berikut ini
Vena porta dan vena jugularis eksterna
Vena porta dan vena femoralis
Vena porta dan arteri iliaka comunis
Vena porta dan arteri hepatica
Vena porta dan arteri abdominalis
Yang manakah dibawah ini yang bukan fungsi dari hepatosit
Absorpsi nutrien dari darah vena porta
Penyimpanan dan pelepasan karbohidrat,protein dan lipid
Eksresi garam empedu
Sintesis plasma protein,glukosa,kolesterol,dan osteosit
Metabolisme bahan endogen dan eksogen
Tekanan vena porta adalah rata-rata sekitar
7-10 mmHg
13-16 mmHg
19-22 mmHg
25-28 mmHg
31-34 mmHg
Seorang laki-laki 65 tahun pasca bedah ruptur aneurisma aorta dibawa ke ICU untuk ventilasi mekanik. Tekanan inspirasi 25 cm H2O dan PEEP 18 cmH2O. Pasien diberi nitroprusside 10mcg/kg/mnt untuk jaga sistoliknya <110 mmHg. Napas terkontol venti f12, FiO2 60%, SaO2 98%. Pada hari ketiga mendadak tekanan darah menjadi 60/40 dari sebelumnya 120/70. Saturasi perifer turun 85%. Kausa yang sesuai untuk skenario tersebut adalah :
Toksisitas cyanida
Acute myocardial infarct
Tension pneumothorax
Hiperventilasi
Perdarahan intraabdominal
Seorang anak umur 1 tahun dengan Tetralogi Fallot dilakukan pembedahan herniotomi inguinal dengan anestesi umum. Anestesi yang dipilih karena paling kecil pengaruhnya terhadap fungsi kardiovaskuler adalah :
Sevoflurane dan N2O
Fentanyl dan N2O
Desflurane dan oksigen
Ketamine
Isoflurane dan oksigen
Penentu primer ‘myocardial oxygen demand’ dari yang paling meningkatkan adalah :
Preload > afterload > heart rate
Heart rate > preload > afterload
Afterload > preload > heart rate
Heart rate > afterload > preload
Preload > heart rate > afterload
Inervasi motorik untuk otot cricothyroid adalah :
N. Trigeminus
N. Glossopharyngeus
N. Laryngeus recurrens cabang eksternal
N. Laryngeus superior cabang eksternal
N. Vagus
Serabut saraf presinaptik inhibitorik yang menuju tractus digestivus berasal dari :
C3 – C5
T1 – T4
T5 – T12
T10 – L1
S2 – S4
Obat-obat dibawah ini diggunakan untuk terapi nyeri neuropatik. Yang bekerja dengan inhibisi selektif reuptake serotonin & norepinephrine adalah :
Duloxetine
Gabapentin
Carbamazepine
Mexiletine
Phenytoin
3 hari setelah arthroscopy dengan anestesi spinal, pasien mengeluh penglihatan double dan gangguan pendengaran. Gejala lain yang biasanya menyertai adalah :
Headache
Febris
Kelemahan tungkai bawah
Gangguan mental
Parestesi lengan
Para-aminobenzoic acid merupakan metabolit dari :
Mepivacaine
Ropivacaine
Bupivacaine
Procaine
Lignocaine
Wanita 50 tahun dengan diagnosis struma nodosa non toksik akan dilakukan pembedahan strumektomi. Penderita mempunyai riwayat penyakit jantung dan pada saat ini terdapat aritmia. EKG 12 lead terdapat ventrikel ekstra systole 2x semenit. Rencana anestesi umum dengan intubasi. Obat yang paling minimal mempengaruhi hemodinamik ketika dilakukan induksi adalah
Thiopental
Propofol
Morphine
Etomidate
Ketamin
