NEW
Font size
WorksheetsPediatri? Siapa takut?
Total questions: 25
Worksheet time: 19mins
Anak perempuan, 8 tahun, dibawa orang tuanya ke PKM karena sering merasa lelah sejak 1 bulan terakhir. Riwayat anak selama ini tidak suka makan sayur dan daging. Keadaan umum anak tampak pucat dan lesu. Pemeriksaan fisik didapatkan TTV normal, terdapat konjungtiva anemis dan atrofi papil lidah. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,6, leukosit 4.800, Hct 25%, trombosit 176.000, MCV 75, MCH 18, MCHC 24. Apakah pemeriksaan baku emas yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis?
Hapusan darah tepi
Serum Iron, TIBC
Hb elektroforesis
Coomb's test
Analisa sumsum tulang
Seorang ibu memeriksakan anak laki-lakinya berusia 2 tahun, dengan keluhan 1 bulan terakhir sering tampak lemas dan tidak mau makan. Riwayat minum ASI ekslusif selama 6 bulan. Pada usia 7 bulan, pasien diberi MPASI berupa bubur susu 1/2 mangkuk, sering tidak habis dan dimuntahkan. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, lain-lain dbn. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9 g/dL, Leukosit 4.900, Trombosit 250.000, Hct 32%, MCV 60%, MCH 27%, MCHC 18%. Bagaimanakah penatalaksanaan yang dapat diberikan pada pasien?
Pemberian suplemen Fe selama 3 bulan
Pemberian suplemen Fe selama 6 bulan
Pemberian susu formula dengan kadar Fe tinggi
Pemberian makanan padat dengan porsi sedikit tapi sering
Pemberian makanan tambahan yang mengandung Fe
Seorang anak berusia 5 tahun dibawa ibunya ke PKM dengan keluhan lemas, lesu dan mudah lelah sejak 2 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva dan ekstremitas anemis. Dari hasil laboratorium didapatkan Hb 8, Leukosit 4.700, Trombosit 400.000, SI menurun, TIBC meningkat. Dokter PKM memberikan suplemen besi sebagai terapi pada pasien ini. Apa yang perlu di follow-up berikutnya?
Darah lengkap setelah 2 minggu terapi
Kadar Hb setelah 2 minggu terapi
Darah lengkap setelah 1 bulan terapi
Kadar Hb setelah 1 bulan terapi
SI dan TIBC setelah 1 bulan terapi
Anak perempuan, 5 tahun, dibawa orang tuanya ke PKM karena mudah lelah sejak 1 bulan terakhir. Riwayat anak sering main diluar rumah tanpa menggunakan alas kaki. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anak lemah, konjungtiva anemis, atrofi papil lidah dan koilonikia. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 5, leukosit 4.500, trombosit 155.000. Apakah jenis anemia yang dialami pasien?
Anemia hemolitik
Anemia hipokrom mikrositer
Anemia normokrom normositer
Anemia normokrom makrositer
Anemia hiperkrom makrositer
Anak laki-laki usia 7 bulan dibawa ibunya ke IGD karena kejang seluruh tubuh di rumah. Kejang berlangsung sekitar 3 menit, kemudian berhenti sendiri. Setelah kejang, pasien tertidur. Ibu pasien mengatakan bahwa pasien mengalami kejang sebanyak 3 kali sejak tadi malam. Riwayat demam sejak 2 hari ini disertai batuk pilek. Pemeriksaan fisik di IGD anak sudah tidak kejang, Nadi 110x/m, RR 36x/m, Tax 38.9. Pemeriksaan neurologis tidak didapatkan kelainan. Diagnosis?
Epilepsi
Kejang demam sederhana
Kejang demam kompleks
Meningitis
Encephalitis
Anak laki-laki usia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke IGD RS dengan keluhan kejang seluruh tubuh sekitar 10 menit. Kejang dialami 2x dalam sehari, dimana kejang pertama berlangsung 3 menit kemudian berhenti sendiri. 3 hari sebelumnya pasien mengalami demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien masih kejang, frekuensi nadi 120x/menit, RR 26x/menit, suhu 39,5 C. BB 10 kg. Obat apa yg diberikan untuk menangani kejang saat pasien di IGD?
Diazepam 5 mg per rectal
Diazepam 10 mg per rectal
Diazepam 5 mg IV
Phenytoin 200 mg loading IV
Phenobarbital 200 mg loading IV
Anak 4 tahun mengalami kejang seluruh tubuh yang berlangsung selama 5 menit, kemudian berhenti sendiri. Kejang disertai demam. Ini merupakan kejang yang pertama kali. Di rumah, anak sudah diberikan diazepam per rektal oleh orangtuanya. Sewaktu sampai di RS, pasien kembali kejang dan perawat memberikan diazepam per rektal. Jika pasien kejang kembali, terapi apa yang harus diberikan?
Diazepam 10 mg per rektal
Diazepam 0,2-0,5 mg/kgBB per oral
Diazepam 0,2-0,5 mg/kgBB IV
Phenytoin 20 mg/kgBB IV
Phenobarbital 20 mg/kgBB IV
Anak laki-laki usia 6 tahun datang ke dokter dengan keluhan lemas sejak 2 minggu. Keluhan disertai sering BAK, cepat haus dan lapar, mual muntah, gangguan penglihatan. Pemeriksaan tanda vital dbn. Hasil lab GDS 412, islet cell antibody (+), insulin antibody (+). Apakah terapi yg tepat?
Pengaturan diet
Edukasi
Metformin
Glibenclamide
Insulin
Anak perempuan usia 5 tahun dibawa ke IGD karena sulit dibangunkan sejak pagi. Sebelumnya pasien demam dan batuk sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran apatis, nadi 120x/menit, RR 36x/menit, Tax 38.5. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS: 350. Pemeriksaan urin didapatkan glukosa +3, keton +2. Pemeriksaan analisa gas darah pH 7.2, bikarbonat 10. Apakah diagnosis yang tepat?
DM Tipe 1
DM Tipe 2
Ketoasidosis diabetikum
Koma hiperosmolar non ketotik
Hiperglikemia
Seorang anak 12 tahun diantar gurunya ke dokter karena lemas dan gelisah sejak 30 menit yang lalu. Anak tidak nyambung saat diajak bicara oleh gurunya di sekolah. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 100/70 mmHg, RR 30x/menit, Tax 36.5, akral hangat, pemeriksaan lain dalam batas normal. Pemeriksaan darah: GDS 58 mg/dl. Apakah terapi yang tepat?
Larutan glukosa oral dan observasi
Infus dextrose dan observasi
Infus dextrose dan glukosa oral
Injeksi glukagon dan observasi
Injeksi glukagon dan infus RL
Anak laki-laki, 7 tahun, dibawa ibunya ke PKM dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari yang lalu. BAB 5-6x sehari, disertai dengan lendir dan darah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 105x/menit, RR 22 x/menit, Tax 37,9, mata cowong. Pada pemeriksaan feses, didapatkan bentukan protozoa dengan inklusi sitoplasma berupa sel darah merah dan kariosom sentral. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?
Siprofloksasin
Doksisiklin
Tetrasiklin
Metronidazole
Penicillin
Seorang anak berusia 9 tahun dibawa ibunya ke PKM karena diare berlendir dan berdarah sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi 10-12x per hari. Pasien juga dikeluhkan sering menangis saat BAB. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, Tax 38,5, mata cowong, turgor kulit menurun. Jika pasien dicurigai mengalami laying diarrhea, gambaran apakah yang mungkin ditemukan pada pemeriksaan penunjang feses lengkap?
Peningkatan eritrosit dan leukosit, bakteri gram negatif
Kista berbentuk bulat dengan 4 inti
Kista berbentuk oval dengan 4 inti
Tropozoit dan kista berbentuk bulat dengan makro dan mikronukleus
Tropozoit berbentuk irregular dengan pseudopoda
Anak usia 7 bulan dibawa ke dokter dengan keluhan BAB terus menerus dengan kostistensi cair, tidak berlendir, tidak berdarah. BAB keluar sebanyak 3-4 sendok dengan frekuensi 4x dalam satu hari ini. Riwayat anak minum susu formula sejak 1 minggu terakhir, sebelumnya hanya minum ASI. Riwayat ayah pasien memiliki asma. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum anak baik, tidak didapatkan tanda dehidrasi, perut kembung, bising usus normal. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas ?
Amoebiasis
Balantidiasis
Alergi susu sapi
Intoleransi laktosa
Infeksi Rotavirus
Anak 1 tahun dibawa ibunya periksa ke dokter dengan keluhan rewel dan diare terus menerus sejak 1 minggu terakhir. Diare cair tanpa lendir-darah. Riwayat ASI eksklusif 6 bulan, dilanjutkan MPASI. 1 minggu terakhir anak diberi susu formula karena ASI sudah tidak keluar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya lesi makulopapular pada pipi, tangan, kaki, dan sekitar anus. Apakah tatalaksana yang tepat?
Mengganti susu formula dengan susu terhidrolisat sebagian
Mengganti susu formula dengan susu terhidrolisat sempurna
Mengganti susu formula dengan susu soya
Mengganti susu formula dengan susu rendah laktosa
Mengganti susu formula dengan susu bebas laktosa
Seorang bayi laki-laki lahir pervaginam usia kehamilan 42 minggu di RS. Bayi lahir tidak menangis spontan dan tonus otot jelek. Setelah dihangatkan, diposisikan, dan dibersihkan jalan nafasnya oleh dokter, bayi belum bernafas spontan, tampak sianosis, dan LDJ 55 x/menit. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
Melakukan VTP
Melakukan VTP + kompresi dada
Melakukan kompresi dada
Memberikan epinephrine
Melakukan intubasi endotrakea
Seorang bayi perempuan lahir pervaginam usia kehamilan 40 minggu di PKM. Bayi lahir tidak menangis spontan dan tonus otot jelek. Telah dilakukan penanganan awal oleh dokter. Kemudian dievaluasi, bayi belum bernafas spontan, tampak sianosis, dan LDJ 82 x/menit. Dokter memutuskan untuk melalukan VTP selama 30 detik, kemudian LDJ turun menjadi 55 x/menit. Tindakan selanjutnya?
Melakukan VTP siklus kedua
Melakukan kompresi dada
Melakukan VTP + kompresi dada
Memasukkan cairan dan obat-obatan intravena
Rujuk ke RS
Seorang bayi lahir di PKM secara spontan, presentasi belakang kepala, usia kehamilan cukup bulan. Setelah lahir didapatkan bayi tidak bernapas, tonus otot lunglai dan tidak ada detak jantung. Setelah dilakukan ventilasi tekanan positif, kompresi dada, pemberian cairan dan obat-obatan selama 15 menit tetap tidak ada respons. Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Menghentikan resusitasi
Mengulang resusitasi dari awal
Memperbaiki langkah resusitasi
Melanjutkan resusitasi hingga 30 menit
Merujuk setelah meresusitasi
Bayi laki-laki lahir spontan, tidak ada usaha nafas, kulit merah tetapi ekstremitas kebiruan, ekstremitas sedikit fleksi, setelah dirangsang hanya merintih, dan nadi 90 x/menit. APGAR score bayi tersebut adalah?
4
5
6
7
8
Seorang bayi usia 3 bulan dibawa ibunya ke PKM untuk imunisasi. Dari buku KMS, diketahui bayi sudah mendapatkan imunisasi Hepatitis B0, BCG dan OPV 1. Keadaan umum bayi baik, berat badan bayi naik sesuai dengan kurva pertumbuhan, dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Imunisasi apakah yang saat ini diberikan?
DPT-HB-Hib 1 dan OPV 2
DPT-HB-Hib 1, OPV 2, dan IPV
DPT-HB-Hib 1
OPV 2 dan IPV
OPV 2
Bayi usia 4 bulan dibawa ke posyandu untuk imunisasi DPT. Dari anamnesis, diketahui bayi menderita batuk, pilek namun tidak demam sejak satu hari ini. Pemeriksaan fisik didapatkan nadi 100 x/menit, RR 30 x/menit, Tax 36,5, tidak ada ronchi dan wheezing. Bagaimana tindakan dokter?
Tunda imunisasi
Tunda imunisasi, bayi diberikan obat batuk pilek
Tunda imunisasi, bayi diberikan obat penurun panas
Dilakukan imunisasi, bayi diberi obat batuk pilek
Dilakukan imunisasi, bayi diberi obat penurun panas
Anak laki-laki usia 6 tahun dibawa ibunya ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas sejak 1 jam sebelumnya. Saat di IGD, anak tampak rewel, sesekali memanggil ibunya, sambil berlari-lari di sekitar IGD. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 110 x/menit, RR 38 x/menit, Tax 37, wheezing ekspirasi (+) di kedua lapang paru. Diagnosis?
Asma intermiten
Asma persisten
Asma serangan ringan
Asma serangan sedang
Asma serangan berat
Anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ibunya ke PKM dengan keluhan sesak nafas. Di PKM, anak tampak gelisah dan berbicara dalam penggalan kalimat saat di anamnesa. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 120 x/menit, RR 34 x/menit, Tax 36.8, wheezing (+) di kedua lapang paru. Apakah tatalaksana awal yang harus diberikan pada anak tersebut?
Pemberian salbutamol per oral
Nebulisasi salbutamol
Pemberian kortikosteroid secara IV
Pemberian aminofillin secara IV
Berikan oksigenasi nasal dan rujuk ke RS
Anak perempuan usia 6 tahun dibawa ayahnya ke IGD dengan keluhan sesak napas yang dialami 2x dalam seminggu ini. Diantara serangan tidak ada keluhan batuk. Riwayat alergi (+). Pemeriksaan fisik didapatkan Tax 36.5, RR 48 x/menit, nadi 96 x/menit. Apa klasifikasi asma yang tepat pada pasien ini?
Asma intermiten
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Asma serangan ringan
Asma serangan sedang
Anak 12 tahun datang ke IGD dengan batuk dan sesak selama 2 hari. Keluhan terutama dirasakan pada malam hari. Pasien sering mengalami gejala yang serupa. Orangtua anak sudah memberikan obat warung yang biasanya dapat menangani gejala tersebut, tapi gejala tidak membaik. Pemeriksaan fisik nadi 120 x/menit, RR 40 x/menit, Tax 36.5, wheezing (+/+). Di IGD, dokter melakukan penanganan sesuai WHO, namun tidak ada perbaikan gejala. Apa diagnosis pasien ini?
Asma serangan ringan
Asma serangan sedang
Asma serangan berat
Asma dengan ancaman henti nafas
Status asmatikus
Pasien laki-laki usia 11 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 1 hari ini. Riwayat asma (+). Pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, nadi 110 x/menit, RR 40 x/menit. Didapatkan wheezing pada seluruh lapang paru. Di IGD, pasien diberikan sudah diberi O2 2 lpm dan nebulisasi salbutamol, tetapi keluhan tidak berkurang. Tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Nebulisasi salbutamol yang kedua
Berikan kortikosteroid IV
Naikkan O2 menjadi 4 lpm
Berikan aminofillin IV
Rawat inap + lakukan nebulisasi salbutamol
