NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Harian Nilai-Nilai dalam Novel
Total questions: 20
Worksheet time: 57mins
Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. la lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya. la berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar. (Novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar)
Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah …..
kawin paksa
konflik keluarga
penolakan cinta
eratnya hubungan orang tua dan anak
kekuasaan suami yang lebih besar
Lalu, katanya "Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.
Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah….
Nyonya bertindak benar
setiap orang berbeda kepribadiannya
kita harus menghargai tamu
kita harus senantiasa berkorban
saling menghargai antarsesama
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah….
uang sebagai daya tarik pernikahan
kelakuan kasar dan bengis dari suami
kepandaian sangat utama dalam berumah tangga
penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga
ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami
(1) Lama benar ia menangis, tak hilang-hilang wajah Corrie dari pandanganmya. (2) Cintanya memang belum putus pada Corrie karena cinta itus ialah cinta yang mula-mula yang sudah dikandung semasa masih berseluar pendek ke sekolah rendah. (3) Ketika itu, hilanglah segala kesenangan hati dari Hanafi. (4) Sekiranya Corrie masih ada di Betawi, niscaya Hanafi akan keluar malam itu dari kamarnya dan akan mencari kekasih itu ke tempatnya. (5) Dan akan meniaraplah la di tanah, serta memeluk, dan mencium lutut istrinya. (Novel Salah Asuhan, Abdul Muis)
Kata penunjuk waktu tidak dijumpai dalam kalimat nomor….
1
2
3
4
5
Tapi, seketika itu, Ratna sudah mengucap pula. Sudarma, adiknya, pada siapakah ia bergantung jika Ratna tidak ada lagi? Hanya anak yang seorang itu yang akan dapat menyenangkan hati ibu bapaknya di kemudian hari bila ia telah sampai tamat belajar. Bolehkah Ratna berlepas diri, sedang tiga orang darah dagingnya mengharap-harap akan bantuannya. (Novel Pertemuan Jodoh, Abdoel Moeis)
Dalam struktur novel, cuplikan di atas termasuk bagian….
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
koda
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Cuplikan di atas berkategori sebagai evaluasi karena berisi....
penyelesaian akhir atas konflik utama
komentar pengarang atas masalah yang dialami tokoh utama
cerita dan alur yang membentuk kisah keseluruhan novel
tanggapan pengarang terhadap konflik cerita
ulasan pengarang terhadap keseluruhan masalah
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Nilai kehidupan yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah….
etika
moral
sosial
budaya
agama
(1) Sambil makan malam di dapur umum, aku diskusikan kecemasanku pada Sahibul menara. (2) Kecuali Raja, tampaknya kami semua merasakan hal yang sama. (3) Kami meringis tegang membayangkan ujian maraton sebulan penuh. (4) Atang mencoba menghibur menyemangati dirinya sendiri dan kami semua. (5) Seperti kata Kiai Rais, "Mari kita kerahkan kemampuan kita semua, setelah itu kita bertawakal."(6) "kita perbanyak juga ibadah karena ilmu yang kita pelajari itu adalah nur, cahaya."(7)"Dan nur hanya bisa ada di tempat yang bersih dan terang," timpal Dulmajid. (Negeri 5 Menari, A. Fuadi)
Bukti nilai moral saling memberi semangat, berusaha, dan berdoa dalam kutipan novel tersebut terdapat pada kalimat ....
(1) dan (3)
(2) dan (6)
(3) dan (6)
(4) dan (5)
(6) dan (7)
(1) Aku tersenyum tak percaya. "Benarkah? Yang paling tua sekarang ada di mana?" "Dumai."
(2) "Caltex?" mataku membesar, aku hanya menebak.
(3) Bapak itu menggelengkan kepala, "Rekanan Caltex, baru saja menamatkan pendidikannya di Amerika, atas biaya perusahaan."
(4) Aku tenganga. Tuhan, ini mustahil, tak bisa dipercaya.
(5) Bapak itu tertawa lagi. "Percayalah kepada Allah, atas segala sesuatu."
( "Raul", Joni A.)
Nilai religius dalam kutipan cerpen di atas terdapat pada kalimat nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Aku pun tersadar karena tiba-tiba sepasang sepatu pelanggan sudah tegeletak di depan mataku! Semua lamunanku tentang cerita Bapak lenyap sudah.
Rupanya sudah terdengar azan magrib! Kuraih sepatu pelanggan itu dan mulai menyemirnya, tanpa menoleh pada langgananku. hatiku bersorak karena aku dapat rezeki sore ini. Namun, sebelum tanganku bergerak, si pemilik sepatu mencegahku.
"Nanti saja, menyemirnya, Sableng! Kita salat dulu!"
(Masjid Raya, Joni A.)
Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
mengajak orang untuk beribadah
memberi rezeki pada orang lain
mengharap rida atas setiap pekerjaan
mengerjakan sesuatu dengan semangat
mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan
Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orang, tua di depanku mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran mereka, seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para orang tua ini sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan keluarga. Pagi ini mereka terpaksa berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekakan anak dari buta huruf. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah….
kegentaran tokoh ayah
tuntutan zaman baru
keharusan melek huruf
perang batin para orang tua
keterpaksaan para orang tua
(1) Rumah itu dibeli oleh ibu Hanafi dan di sanalah ia tinggal bersama Rafiah. (2) Karena perlu menyekolahkan Syafei, Rafiah tidak perlu bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandang sebagai ibu kandungnya. (3) Sedangkan, ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang berdua itu ke mana perginya. (4) Rafiah telah menolak hendak dipersuamikan. (5) la berkata tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Kata penggambaran pikiran tokoh seorang ibu yang menyayangi anaknya terdapat pada kalimat ke … .
1
2
3
4
5
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Hal yang menarik dari kutipan cerita di atas adalah … .
Para penumpang mendengarkan lagu
tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya
tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu
. para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan
. para tokoh menyukai musik
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah ... .
mencintai lagu pop
naik kendaraan sambil mendengarkan musik
mendengarkan musik bersama-sama
mencintai lagu daerah
mencintai lagu-lagu
Cermati kutipan teks cerita berikut!
Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran. Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007
Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian … .
abstrak
orientasi
resolusi
komplikasi
evaluasi
Rumah itu dibeli oleh ibu Hanafi dan di sanalah ia tinggal bersama Rafiah. Karena perlu menyekolahkan Syafei, Rafiah tidak perlu bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandang sebagai ibu kandungnya. sedangkan, ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang berdua itu ke mana pergiinya. Rafiah telah menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Cuplika cerita itu dapat dijelaskan kembali secara ringkas, yakni sebagai berikut ... .
Ibu tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei
Rafiah tetap menolak hendak dipersuamikan
Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak pudar
Kita harus menghormati orang tua, terutama ibu
Rumah yang dibeli ibu Hanafi ditempati Rafiah
(1) Tapi, seketika itu, Ratna sudah mengucap pula. (2) Sudarma, adiknya, pada siapakah ia bergantung jika Ratna tidak ada lagi? (3) Hanya anak yang seorang itu yang akan dapat menyenangkan hati ibu bapaknya di kemudian hari bila ia telah sampai tamat belajar. (4) Bolehkah Ratna berlepas diri, sedang tiga orang darah dagingnya mengharap-harap akan bantuannya. (Novel Pertemuan Jodoh, Abdoel Moeis)
Kata ia pada kalimat ke-3 merujuk pada … .
Ratna
Sudarma
adik Sudarma
ibu Ratna
ibu Suradma
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Sudut pandang yang digunakan pada cerita di atas adalah … .
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
Cermati kutipan novel berikut dengan saksama!
.......
” Bangsat siapa kau”, Haji Basuni membentak dengan geramnya.Ia hendak mencengkeram aku.Setengah takut aku mundur dan menjawab.”Aku teman Umi dan Latifah.”Dan tiba-tiba benciku timbul terhadap haji itu.
” Tapi, aku larang kau dekati mereka, mengerti anak miskin?” Betapa tersinggungku mendengar kata-kata terakhir dari haji itu.Tapi aku tak berani dan tak bisa berbuat apa-apa selain kecut dan mendongkol.Sesudah haji itu meninggalkan aku dan baru saja aku melangkah, dari rumah Umi terdengar suara gaduh diiringi tangis perempuan, dan itu suara Umi.Ia melolong-lolong dalam sela bentak dan rotan.
Umi Kalsum, Jamil Suherman
Konflik yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah aku … .
Melarang anaknya berhubungan dengan laki-laki
Dilarang berhubungan dengan anak Haji Basuni
Geram dan tersinggung dengan ucapan Haji Basuni
Meninggalkan rumah dengan marah-marah
Mendengar Umi dihajar bapaknya
Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.
(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")
Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ... .
pendidikan
budaya
agama
sosial
moral
