WorksheetsTeks Cerpen
Total questions: 24
Worksheet time: 12mins
Berikut merupakan ciri-ciri teks cerpen adalah ....
1.2.3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Berikut yang termasuk unsur ekstrinsik adalah ....
1.2.3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Cara khas pengarang mengungkapkan kata/kalimat dalam cerita sehingga terkesan indah dan bermakna disebut ....
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Berikut merupakan jenis-jenis alur teks cerpen adalah ....
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Tokoh aku dalam kutipan teks cerpen di atas adalah ….
seorang penjual kios
seorang mahasiswa
Bunda
Nanda
Kak Ica
Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
pagi
siang
sore
senja
malam
Watak tokoh Pak Kor baik hati digambarkan melalui ….
tindakan tokoh Pak Kor
ucapan tokoh Pak Kor
perkataan tokoh lain
narasi langsung si penulis
pemikiran tokoh Pak Kor
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan di atas adalah …
Saya mencoba bertanya.
Saya tanya kegiatannya.
Saya coba mendekatinya.
Saya berbicara dengannya.
Saya ingin tahu tentangnya.
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Tema kutipan cerita tersebut adalah …
Pantang menyerah menghadapi cobaan hidup.
Perjuangan seseorang agar dihormati masyarakat.
Usaha seseorang untuk mencapai suatu tempat.
Perjuangan seseorang untuk mendapat pengakuan.
Pentingnya menjaga kewibawaan di depan banyak orang.
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Tokoh Ranum memiliki watak ….
rajin dan tegas
peduli penampilan
tegas dan sabar
jujur dan bijaksana
tanggung jawab
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Kepedulian tokoh Ranum terhadap masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
Kekhawatiran tokoh Ranum terhadap pakaiannya jika terkena air genangan.
Ketidakhadiran tokoh Ranum dalam perhelatan menimbulkan masalah besar.
Ketulusan hati tokoh Ranum saat membantu warga kampung yang kesulitan.
Ketidakpiawaian tokoh Ranum dalam menghindari banyak genangan air di jalan.
Aku segera bersiap memakai seragam setelah mandi. Listrik di rumah masih belum menyala akibat petir semalam. Tapi untungnya rumahku memiliki penampungan air sehingga aku tetap bisa mandi walaupun tidak ada listrik. Aku cukup bersemangat untuk memulai latihan pertama ini. Namun, aku mendapat berita yang mengejutkan di sekolah. Pak Bani, guru bahasa Indonesia sekaligus sutradara kami tiba-tiba menghilang. “Kata istrinya, Pak Bani menghilang saat membeli sesuatu ke warung. Katanya sih, dia tidak kunjung kembali setelah berjam-jam meninggalkan rumah. Padahal warungnya cukup dekat dengan rumah. Bahkan, sampai menjelang pagi ini pun dia belum kembali,” kata Pak Rudi.
“Pak Bani menghilang tadi malam?” tanyaku pada Farid yang kebetulan berada di sampingku.
“Mungkin,” jawabnya.
“Tadi malam itu, hujan sangat lebat dan banyak petir. Apa mungkin dia mengalami kecelakaan?”
“Kalau memang benar kecelakaan, pasti jasadnya sudah ditemukan.”
“Benar juga.”
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Latar kutipan cerpen tersebut adalah ….
di rumah, pagi hari, gelisah
di rumah, siang hari santai
di sekolah, pagi hari, cemas
di sekolah, siang hari, senang
di sekolah, sore hari, gelisah
Aku segera bersiap memakai seragam setelah mandi. Listrik di rumah masih belum menyala akibat petir semalam. Tapi untungnya rumahku memiliki penampungan air sehingga aku tetap bisa mandi walaupun tidak ada listrik. Aku cukup bersemangat untuk memulai latihan pertama ini. Namun, aku mendapat berita yang mengejutkan di sekolah. Pak Bani, guru bahasa Indonesia sekaligus sutradara kami tiba-tiba menghilang. “Kata istrinya, Pak Bani menghilang saat membeli sesuatu ke warung. Katanya sih, dia tidak kunjung kembali setelah berjam-jam meninggalkan rumah. Padahal warungnya cukup dekat dengan rumah. Bahkan, sampai menjelang pagi ini pun dia belum kembali,” kata Pak Rudi.
“Pak Bani menghilang tadi malam?” tanyaku pada Farid yang kebetulan berada di sampingku.
“Mungkin,” jawabnya.
“Tadi malam itu, hujan sangat lebat dan banyak petir. Apa mungkin dia mengalami kecelakaan?”
“Kalau memang benar kecelakaan, pasti jasadnya sudah ditemukan.”
“Benar juga.”
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Nilai kehidupan yang sesuai dengan cepen tersebut adalah …
Berilah bantuan saat orang di sekitar kita terkena musibah.
Pedulilah dengan nasib orang-orang yang ada di sekitar kita.
Taat dan patuhi nasihat yang disampaikan orang tua atau guru kita.
Bertanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan yang kita terima.
Jagalah hubungan baik dengan semua yang ada di sekitar kita.
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Tokoh Sabang dalam kutipan tersebut memiliki watak adalah ….
pemurah
penyabar
pemarah
pendiam
penyayang
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Subuh, di kebun, suasana sedih dan kecewa
Subuh, di depan rumah, suasana sepi dan bahagia
Subuh, di depan rumah, suasana sedih dan kecewa
pagi hari, di kebun, suasana sedih dan kecewa
pagi hari, di depan rumah, suasana terharu dan senang
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Kutipan cerpen tersebut menceritakan ….
Kebahagiaan seorang kakek karena sudah berhasil merenovasi rumah panggungnya menjadi rumah batu yang lebih modern.
Kekesalan seorang tokoh Darman kepada tokoh Sabang karena telah meninggalkan kedua orang tuanya.
Kesedihan seorang istri karena tidak disetujui suaminya untuk pulang ke kampung halamannya.
Kekecewaan seorang ibu karena anak yang selama ini ia besarkan dengan kasih sayang justru meninggalkannya.
Kekecewaan tokoh Sabang karena rumah panggung yang penuh kenangan bersama keluarganya diubah menjadi rumah batu.
Urutan kalimat yang tepat adalah ….
1)-2)-3)-4)-5)-6)
1)-2)-4)-3)-5)-6)
1)-2)-5)-4)-3)-6)
1)-3)-2)-4)-5)-6)
1)-3)-2)-5)-4)-6)
Malam gelap dan sunyi. Udara yang basah memantulkan cahaya lemah sisa-sisa lampu jalanan. Tidak semua tiang listrik ada lampunya, karena kami, anak-anak yang gagah perkasa, sering menjadikannya sasaran untuk menguji kemahiran menggunakan ketapel. Tentu, kami semua ingin menjadi Wiro Tarzan Indonesia.
(dikutip dari Cerpen Setan Becak)
Pertanyaan:
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian ….
pengenalan situasi
pengungkapan peristiwa
menuju konflik
puncak konflik
penyelesaian
