wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Praktikum Teknologi Sediaan Steril Kelas C

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

Pemanasan basah

b)

Pemanasan kering

c)

Pemanasan gas

d)

Radiasi

2.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

uap panas

b)

tekanan

c)

suhu tinggi

d)

kecepatan

3.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

10

b)

20

c)

30

d)

40

4.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

uap air

b)

uap kering

c)

tekanan

d)

uap jenuh

5.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

120

b)

121

c)

123

d)

124

6.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

114

b)

115

c)

116

d)

117

7.

Sterilisasi dengan autoclave merupakan sterilisasi dengan ……………………….(1) Yang pada umumnya mempergunakan………………(2) yang dihasilkan dari pemanasan air yang berada di dalam alat sterilisasi. Selama proses sterilisasi berlangsung tidak ada sel hidup yang tahan lebih dari ………(3) menit bila dipanasi langsung dengan …….. (4) pada suhu …….(5) 0C (USP) atau 30 menit pada suhu (6) ……..0C tergantung pada faktor …………………….(7) Sediaan yang disterilkan.

a)

Sterilisasi

b)

Radiasi

c)

Konduksi

d)

Stabilitas

8.

Autoclave termasuk dikategorikan sebagai peralatan yang murah jika dibandingkan dengan menggunakan sterilisasi …………

a)

Ozon

b)

Panas Kering

c)

Gas

d)

Filtrasi

9.

Bahan yang tidak dapat disterilkan dengan autoclave adalah……………………………

a)

Air

b)

Medium agar

c)

Sediaan berminyak

d)

Sediaan cair

10.

……………………………. adalah akumulasi abnormal cairan dalam rongga pleura yang disebabkan oleh transudasi yang berlebihan atau eksudadi dari permukaan pleura.

a)

Efusi pleura

b)

Pleurodosis

c)

Sirosis

d)

Torakosisntesis

11.

……………………………… adalah penyatuan pleura viselaris dengan parietalis baik secara kimiawi, mineral maupun mekanik, secara permanen untuk mencegah akumulasi cairan maupun udara dalam rongga pleura.

a)

Efusi pleura

b)

Pleurodosis

c)

Sirosis

d)

Torakosisntesis

12.

Pertanyaan untuk nomer 12 - 15

Talk steril merupakan salah satu agen ………………….. (12) yang diinjeksikan ke dalam rongga pleura melalui prosedur ……………….. (13) dan berkhasiat untuk melekatkan lapisan …………………… (14) dan ………………… (15) agar efusi pleura atau pneumothorax spontan tidak terjadi lagi.

a)

Pleura viselaris

b)

Pleurodosis

c)

Sklerosis

d)

Parietalis

13.

Talk steril merupakan salah satu agen ………………….. (12) yang diinjeksikan ke dalam rongga pleura melalui prosedur ……………….. (13) dan berkhasiat untuk melekatkan lapisan …………………… (14) dan ………………… (15) agar efusi pleura atau pneumothorax spontan tidak terjadi lagi.

a)

Pleura viselaris

b)

Pleurodosis

c)

Sklerosis

d)

Parietalis

14.

Pertanyaan untuk nomer 12 - 15

Talk steril merupakan salah satu agen ………………….. (12) yang diinjeksikan ke dalam rongga pleura melalui prosedur ……………….. (13) dan berkhasiat untuk melekatkan lapisan …………………… (14) dan ………………… (15) agar efusi pleura atau pneumothorax spontan tidak terjadi lagi.

a)

Pleura viselaris

b)

Pleurodosis

c)

Sklerosis

d)

Parietalis

15.

Pertanyaan untuk nomer 12 - 15

Talk steril merupakan salah satu agen ………………….. (12) yang diinjeksikan ke dalam rongga pleura melalui prosedur ……………….. (13) dan berkhasiat untuk melekatkan lapisan …………………… (14) dan ………………… (15) agar efusi pleura atau pneumothorax spontan tidak terjadi lagi.

a)

Pleura viselaris

b)

Pleurodosis

c)

Sklerosis

d)

Parietalis

16.

Dosis talk yang diperlukan bagi penderita pneumothorax ……… gram

a)

1

b)

2

c)

3

d)

5

17.

Dosis talk yag diperlukan untuk efusi pleura ………… gram

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

18.

Pertanyaan nomer 18 - 20

Cara penggunaan Talkum steril adalam dengan melarutkan ………….. gram bubuk talk dalam larutan ………….. 0,9% sebanyak ………. mL.

a)

5 - 7

b)

6 - 8

c)

2 - 7

d)

3 - 10

19.

Pertanyaan nomer 18 - 20

Cara penggunaan Talkum steril adalam dengan melarutkan ………….. gram bubuk talk dalam larutan ………….. 0,9% sebanyak ………. mL.

a)

NaCl

b)

NaOH

c)

NH4OH

d)

FeCl

20.

Pertanyaan nomer 18 - 20

Cara penggunaan Talkum steril adalam dengan melarutkan ………….. gram bubuk talk dalam larutan ………….. 0,9% sebanyak ………. mL.

a)

500

b)

150

c)

200

d)

100

21.

Berapa % kehilangan talk steril yang dibuat jika berat bobot vial kosong 17,23 gram, bobot vial + talk setelah disterilkan 22,77 gram dan bobot awal talk 5 gram?

a)

1.1%

b)

1.2%

c)

1.3%

d)

1.4%

22.

Berapa % kehilangan talk steril yang dibuat jika berat bobot vial kosong 18.40 gram, bobot vial + talk setelah disterilkan 23,37 gram dan bobot awal talk 5 gram?

a)

0,3%

b)

0,6%

c)

0,4%

d)

0,5%

23.

Pertanyaan nomer 23- 26

Susut pengeringan terjadi karena sifat talk yang dapat menyerap ………….(23) Dalam jumlah tidak signifikan pada suhu ………. 0C(24) dan kelembapan relative hingga ………% (25) pada saat penyimpanan karena pemanasan air yang berada dalam talk ……………..(26) dan mengurangi bobot sediaan.

a)

Air

b)

Panas

c)

Alkohol

d)

Lemak

24.

Pertanyaan nomer 23 - 26

Susut pengeringan terjadi karena sifat talk yang dapat menyerap ………….(23) Dalam jumlah tidak signifikan pada suhu ………. 0C(24) dan kelembapan relative hingga ………% (25) pada saat penyimpanan karena pemanasan air yang berada dalam talk ……………..(26) dan mengurangi bobot sediaan.

a)

25

b)

30

c)

35

d)

40

25.

Pertanyaan nomer 23 - 26

Susut pengeringan terjadi karena sifat talk yang dapat menyerap ………….(23) Dalam jumlah tidak signifikan pada suhu ………. 0C(24) dan kelembapan relative hingga ………% (25) pada saat penyimpanan karena pemanasan air yang berada dalam talk ……………..(26) dan mengurangi bobot sediaan.

a)

80

b)

85

c)

90

d)

95

26.

Pertanyaan nomer 23 - 26

Susut pengeringan terjadi karena sifat talk yang dapat menyerap ………….(23) Dalam jumlah tidak signifikan pada suhu ………. 0C(24) dan kelembapan relative hingga ………% (25) pada saat penyimpanan karena pemanasan air yang berada dalam talk ……………..(26) dan mengurangi bobot sediaan.

a)

melebur

b)

mendididih

c)

memuai

d)

menguap

27.

……………….. adalah larutan steril yang dicampur dan dikemas untuk dimasukkan ke dalam mata.

a)

Tetes mata

b)

Salep mata

c)

Infus

d)

Talk

28.

Pertanyaan nomer 28 - 30

Syarat yang harus dipenuhi suatu tetes mata dalam aspek formasinya adalah kebutuhan akan bahan ………………(28)., ……………………….(29), ………………….(30), viskositas dan pengemasan yang cocok.

a)

Antimikroba

b)

Antioksidan

c)

Antinflamasi

d)

Antimitosis

29.

Pertanyaan nomer 28 - 30

Syarat yang harus dipenuhi suatu tetes mata dalam aspek formasinya adalah kebutuhan akan bahan ………………(28)., ……………………….(29), ………………….(30), viskositas dan pengemasan yang cocok.

a)

Isotonisitas

b)

Isodiametris

c)

Viskositas

d)

Asam

30.

Pertanyaan nomer 28 - 30

Syarat yang harus dipenuhi suatu tetes mata dalam aspek formasinya adalah kebutuhan akan bahan ………………(28)., ……………………….(29), ………………….(30), viskositas dan pengemasan yang cocok.

a)

Hipotonis

b)

Isofisiologis

c)

Viskositas

d)

Buffer

31.

Sifat dari asam borat adalah mudah larut dalam………………..

a)

Etanol dan air

b)

minyak nabati dan protein

c)

larutan garam

d)

EtOH

32.

Benzyl alcohol berfungsi sebagai ………………. dalam formulasi bahan tetes mata.

a)

Pendapar

b)

Pengawet

c)

Pemutih

d)

Pelarut

33.

Berapa rentang Na2CO3 yang diperlukan dalam pembuatan sediaan tetes mata steril?

a)

0,003 – 1 %

b)

0,03 – 1%

c)

0,05 – 0,8%

d)

0,8 – 1 %

34.

Bahan yang digunakan sebagai pelarut pada pembuatan tetes mata steril adalah……..

a)

Alkohol

b)

Aquadest

c)

Parafin

d)

Eter

35.

Hitung berapa gram Tetrahidrozolin 0,3% untuk membuat sediaan tetes mata steril sebanyak 20 mL!

a)

0,004

b)

0,005

c)

0,06

d)

0,07

36.

Berapa gram asam boraks 1% yang diperlukan untuk membuat 10 mL sediaan tetes mata steril?

a)

0,4

b)

0,3

c)

0,2

d)

0,1

37.

Berapa gram borak 0,5% yang diperlukan untuk membuat 20 mL sediaan tetes mata steril?

a)

0,4

b)

0,3

c)

0,2

d)

0,1

38.

Berapa mL benzyl alcohol 0,5% yang diperlukan untuk membuat 15 mL mL sediaan tetes mata steril?

a)

0,025

b)

0,05

c)

0,075

d)

0,08

39.

pH yang diperlukan untuk membuat tetes mata steril harus isohidris. Rentang pH isohidris berkisar antara………………..

a)

7 - 8

b)

6 - 7

c)

7 - 7,4

d)

7,1 - 8

40.

Dasar salep berlemak, hanya sedikit dapat ditembus oleh air, sukar dicuci, tidak mongering dan tahan lama di kulit. Sifat diatas termasuk dasar salep……..

a)

Dasar salep hidrokarbon

b)

Dasar salep absorpsi

c)

Dasar salep dapat dicuci dengan air

d)

Dasar salep yang larut dalam air

41.

Dasar salep bersifat seperti emulsi dan tidak mudah hilang dari permukaan kulit, merupakan dasar salep………

a)

Dasar salep hidrokarbon

b)

Dasar salep dapat dicuci dengan air

c)

Dasar salep absorpsi

d)

Dasar salep yang larut dalam air

42.

Fungsi alfa tokoferol dalam pembuatan sediaan salep steril……………….

a)

Antiinflamasi

b)

Antiaging

c)

Antibakteri

d)

Antioksidan

43.

Berikut soal nomer 43 - 47

Berikut formulasi dan perhitungan berat dan volume pembuatan salep mata steril:

- Berat salep yang akan dibuat 10 g

- Antisipasi bobot kehilangan + 10%

- Perhitungan

Chloramphenicol 1%

Paraffin liquid 10%

Vaselin flavum 10%

Alpha tocopherol 0,5%

Lanolin Anhidrat ad 5 g


Berapa Chloramphenicol yang dibutuhkan………gram

a)

0,055

b)

0,55

c)

0,0275

d)

9,758

44.

Berikut soal nomer 43 - 47

Berikut formulasi dan perhitungan berat dan volume pembuatan salep mata steril:

- Berat salep yang akan dibuat 10 g

- Antisipasi bobot kehilangan + 10%

- Perhitungan

Chloramphenicol 1%

Paraffin liquid 10%

Vaselin flavum 10%

Alpha tocopherol 0,5%

Lanolin Anhidrat ad 5 g


Berapa paraffin liquid yang dibutuhkan……….. gram

a)

0,055

b)

0,55

c)

0,0275

d)

9,758

45.

Berikut soal nomer 43 - 47

Berikut formulasi dan perhitungan berat dan volume pembuatan salep mata steril:

- Berat salep yang akan dibuat 10 g

- Antisipasi bobot kehilangan + 10%

- Perhitungan

Chloramphenicol 1%

Paraffin liquid 10%

Vaselin flavum 10%

Alpha tocopherol 0,5%

Lanolin Anhidrat ad 5 g


Berapa Vaselin flavum yang dibutuhkan………. gram

a)

0,055

b)

0,55

c)

0,0275

d)

9,758

46.

Berikut soal nomer 43 - 47

Berikut formulasi dan perhitungan berat dan volume pembuatan salep mata steril:

- Berat salep yang akan dibuat 10 g

- Antisipasi bobot kehilangan + 10%

- Perhitungan

Chloramphenicol 1%

Paraffin liquid 10%

Vaselin flavum 10%

Alpha tocopherol 0,5%

Lanolin Anhidrat ad 5 g


Berapa Alpa tocopherol yang dibutuhkan ……. gram

a)

0,055

b)

0,55

c)

0,0275

d)

9,758

47.

Berikut soal nomer 43 - 47

Berikut formulasi dan perhitungan berat dan volume pembuatan salep mata steril:

- Berat salep yang akan dibuat 10 g

- Antisipasi bobot kehilangan + 10%

- Perhitungan

Chloramphenicol 1%

Paraffin liquid 10%

Vaselin flavum 10%

Alpha tocopherol 0,5%

Lanolin Anhidrat ad 5 g

Lanolin anhidrat yang dibutuhkan ………… gram

a)

0,055

b)

0,55

c)

0,0275

d)

9,758

48.

Berapa banyak NA yang diperlukan untuk membuat 250 mL medium padat NA?

a)

6. 75

b)

5.75

c)

4.75

d)

3.75

49.

Berapa banyak NaCl yang diperlukan untuk membuat medium cair NaCl 0,85% sebanyak 150 mL?

a)

0.275

b)

0.75

c)

1.275

d)

2.75

50.

Pemanasan media NA pada hotplate dilakukan hingga kondisi media menjadi…………..

a)

Berwarn

b)

Mendidih

c)

Berbusa

d)

Jernih