NEW
Font size
WorksheetsQUIZ 4 ANESTESI
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
1. Seorang laki laki berusia 70 tahun dengan diagnosis soft tissue tumor di lengan kanan. Dokter bedah meminta anda untuk melakukan pengelolaan anestesi pada pasien tersebut, karena akan di rencanakan dilakukan eksisi tumor dan skin graft. Saat dilakukan pemeriksaan pra anestesi, pasien mengaku memiliki riwayat darah tinggi, namun minum obat hanya bila dirasa kepala pusing saja. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 140/90 mmHg, dengan denyut nadi 90 kali/menit regular. Pemeriksaan penunjang menunjukkan nilai Hb 11 gr% dan EKG Sinus Ritme dengan old miokard infarct anterior. Induksi anestesi dilakukan dengan propofol dan atrakurium, dilanjutkan dengan rumatan menggunakan anestesi inhalasi isoflurane dan fentanyl sebagai analgetik. Rumatan cairan mengunakan ringer’s laktat. Pada suatu waktu operator bedah memberitahukan akan melakukan proses tourniquet dan injeksi pehacain di daerah operasi. Beberapa saat kemudian monitor pasien menunjukkan denyut jantung ireguler 90 kali/menit, tekanan darah menunjukkan 130/80 mmHg dan EKG menunjukkan adanya premature ventricular contraction sebanyak 34 kali/menit. Apakah yang menyebabkan perubahan kondisi kardiovaskuler pada pasien diatas?
Penggunaan atrakurium pada pasien dengan riwayat kelainan jantung
Pemakaian propofol bersamaan dengan atrakurium pada pasien geriatrik.
Efek depresi miokard karena penggunaan fentanyl
Hasil interaksi isoflurane dengan epinefrin
Tersebarnya faktor inflamasi ke sistemik karena perlakuan tourniquet
Wanita usia 35 tahun G2P1A0 hamil usia kandungan 39 minggu datang atas rujukan dari puksesmas karena mengalami partus laama. Tekanan darah 122/78 mmHg, frekwesni denyut nadi 90x/m frekwensi nafas 24x/m, suhu 37oC. Pasien kemudian direncanakan operasi SC cito. Perubahan fisiologi pasien tersebut antara lain penurunan functional residual capacity rata2 sebesar :
30%
40%
20%
50%
10%
Larutan tiopenthal 2,5% mempunyai pH:
8
4
6
>10, Morgan p.176
2
Seorang wanita 22 tahun, akan menjalani operasi simple mastektomi. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit lain sebelumnya. Tanda vital preop : TD 110/70, N 80 x/m, RR 16 x/m. Setelah induksi dan dilakukan pemberian obat anestesi inhalasi, heart rate pasien naik menjadi 110 x/m. Keadaan tersebut bisa diakibatkan oleh suatu obat anestesi inhalasi. Apakah sifat farmakologi lain dari obat anestesi yang digunakan pada kasus tersebut ?
Meningkatkan tekanan darah
Meningkatkan tidal volume
Meningkatkan respiratory rate
Meningkatkan glomeruar filtration rate
Meningkatkan renal blood flow
Seorang wanita 36 tahun, TB 150 cm, BB 80 kg menjalani operasi simple mastektomi. Paska operasi pasien mengeluh sakit kepala, tampak kuning. TD 110/70, N 105 x/m, RR 20 x/m, suhu 37,3o C. Dari pemeriksaan laborat didapatkan SGOT 200 u/l , SGPT 200 u/L, Bilirubin total 3 mg%. Sebelum operasi tidak didapatkan tanda – tanda seperti ini. Komplikasi pada pasien tersebut sangat jarang terjadi dan diduga diakibatkan oleh penggunaan obat anestesi inhalasi tertentu. Di manakah terjadinya gangguan pada kasus tersebut ?
Prehepatic
Hepatic
Post hepatic
Bile duct
Intravasculer hemolytic
Primipara usia 26 tahun , dilakukan analgesia persalinan dengan teknik epidural kontinyu. Kardiovaskular ibu stabil dan ibu diberi oxytocin iv kontinyu. Dua jam setelah pemberian obat anestesi terjadi bradikardi fetal. Tindakan yang paling tidak efektif untuk resusitasi fetus tersebut adalah :
Diberikan terbutaline subkutan
Menghentikan pemberian obat epidural kontinyu
Ibu diposisikan ke lateral kiri
Menghentikan pemberian oxytocin
Ibu diberikan terapi oksigen
Wanita 35 tahun dibawa ke UGD karena diduga intoksikasi amitriptyline. Kesadaran menurun dengan GCS 6 dan tekanan darah 90/45. Pada perekaman jantung 12 sandapan kemungkinaan menunjukkan :
Complete heart block
Atrial fibrillation atau tall T
Sinus tachycardia dan prolonged QRS complex
Sinus bradycardia dan prolonged QRS complex
Ventricular tachycardia
Seorang pria 38 tahun mengalami sesak nafas 5 hari sebelumnya mengalami batuk berdahak, badan tampak lemas, dengan laju nafas 32x/menit, pasien tampak gelisah dengan SpO2 85% dengan masker NRM 10 lpm, laju nadi 120x/menit, tekanan darah 90/50 mmHg. Indikasi pasien ini untuk memulai dilakukannya ventilasi mekanik adalah:
Takikardia
Hipotensi
Takipnea
Rasio PaO2/FiO2 <300
Pasien gelisah
Seorang laki-laki, usia 40 tahun dengan diagnosa tumor fossa posterior. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik ASA 3 dengan peningkatan tekanan intrakranial kronis. Pada pemeriksaanfisikdidapatkantekanandarah140/90mmHg,lajunadi60x/menit,lajunafas 12x/menit, dan suhu 37oC. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostasis dalam batas normal. Direncanakan dilakukan kraniotomi trepanasi dengan posisi prone. Pernyataan yang benar mengenai manajemen hipertensi intrakranial adalah:
Target osmolaritas serum adalah 280-290mOsm/L à 300-315
Hiperventilasi dengan target PaCO2 20-25mmHg à 30-33
Edema vasogenik akibat tumor membaik dengan terapi kortikosteroid
Pemberian mannitol pada pasien dengan aneurisma intrakranial dan malformasi arteriovenosus (AVM) biasanya diberikan sebelum craniumdibuka à buka dl
Pemberian mannitol dengan dosis 5-10 g/kg beratbadan à0,25-0,5
Obat-obatan yang mempotensiasi blokade muskular KECUALI adalah
Furosemide
Lidocaine
Verapamil
Dantrolene
Metronidazole
Obat anticholinergic yang mempunyai onset of action yang paling cepat adalah
Neostigmine
Pyridostigmine
Edrophonium
Physostigmine
Sugammadex
Dosis dari cholinesterase inhibitor neostigmine adalah
0.04-0.08 mg/kg
0.1-0.25 mg/kg
0.5-1 mg/kg
0.01-0.03 mg/kg
0.08-0.1 mg/kg
Pria usia 60 tahun ASA PS1 dilakukan pembedahan radikal prostatectomi dengan anestesi umum. Pendarahan 2 liter, diberikan transfuse 4 unit darah dan 4 unit FFP dalam waktu 30 menit. Dua jam kemudan pasien takikardi, hipotensi yang memerlukan pemberian inotropic epinephrine infus. Tekanan puncak inspirasi dari 15 cmH2O naik menjadi 35 cmH2O. Pemeriksaan klinis didapatkan krepitasi paru bilateral. Penyebab dari penurunan kondisi pasien tersebut adalah
Shock kardiogenik
Volume overload
Infark miokard
Sepsis
Tranfusion-related acute lung injury (TRALI)
Efek terhadap system kardiovaskuler dari isoflurane ditandai oleh
Frekwensi jantung meningkat
Frekwensi jantung menjadi lambat
Cardiac output menurun
Sistem coroner menyempit
Sensitisasi jantung terhadap pemberian epinephrine
Hypoxic pulmonary vasoconstriction merupakan mekanisme fisiologis. Pernyataan yang benar tentang reflek fisiologis tersebut adalah :
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh peningkatan PaCO2 karena hipoventilasi
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh hipoksia alveolar < 70 mmHg
Refleks fisiologis tersebut dipicu oleh turunnya saturasi oksigen hemoglobin di vena pulmonalis < 70 mmHg
Refleks fisiologis tersebut bersifat sistemik
Refleks fisiologis tersebut dapat meningkatkan ‘shunt’
Primipara usia 25 tahun dilakukan epidural untuk persalinan bebas nyeri. Saat dilakukan pencarian ruang epidural dengan jarum 16G terjadi accidental dural puncture. Yang tidak termasuk dalam pengobatan pada dural puncture headache adalah:
Tirah baring profilaksis
Analgesia paracetamol dan/atau NSAID
Pemberian cairan
Epidural blood patch
Pemberian caffein sodium benzoate
Salah satu penyebab Peak Inspriratory Pressure ( PIP ) tanpa ada perubahan plateu pressure adalah
Bronkospasme
Pulmonary Edema
Posisi Trendelenberg
Endobrokial intubasi
Efusi Pleura
Pernyataan yang paling benar mengenai mesin anestesi adalah:
Oksigen yang disambungkan pada mesin anestesi mempunyai tekanan 100 psig
Penurunan airway pressure merupakan sinyal terjadinya perburukan pulmonary compliance, peningkatan volume tidal, atau obstruksi pada breathing circuit
Penggunaan oxygen flush valve pada pasien yang tersambung dengan sirkuit dapat menyebabkan barotrauma
Udara yang dialirkan perlu dilembabkan untuk mencegah rehidrasi mukosa
Oxygen flowmeter terletak paling jauh dari outlet gass
Bagaimana tahap mekanisme aliran gas dan zat-zat anestesi didalam sirkuit anestesi sehingga pasien menjadi tidak sadar?
Uap obat anestesi dihisap masuk lewat paru-paru à menembus aliran darah kapiler à menuju membran alveoli kapiler à menuju sirkulasi oleh jantung bagian kiri à kapiler di jaringan otak à menuju sel-sel otak
Uap obat anestesi dihisap masuk lewat paru-paru à menembus membran alveoli kapiler à aliran darah kapiler à menuju sirkulasi oleh jantung bagian kanan à kapiler di jaringan otak à menuju sel-sel otak
Uap obat anestesi dihisap masuk lewat paru-paru à menembus membran alveoli kapiler à aliran darah kapiler à menuju sirkulasi oleh jantung bagian kiri à sel-sel otak à menuju kapiler di jaringan otak
Uap obat anestesi dihisap masuk lewat paru-paru à menembus membran alveoli kapiler à aliran darah kapiler à menuju sirkulasi oleh jantung bagian kiri à kapiler di jaringan otak à menuju sel-sel otak
Uap obat anestesi dihisap masuk lewat paru-paru kiri à menembus membran alveoli kapiler à aliran darah kapiler à menuju sirkulasi oleh jantung bagian kiri à kapiler di jaringan otak à menuju sel-sel otak
Pria 55 tahun dengan diagnose myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendapat terapi cholinesterase inhibitor. Faktor yang tidak termasuk predictor terhadap kebutuhan ventilasi mekanik pasca bedah adalah : (Morgan, CHAPTER 35 Anesthesia for Patients with Neuromuscular Disease 747)
Peak inspiratory pressure kurang dari – 25 cmH2O
Durasi penyakit lebih dari 2 tahun
Adanya masalah respiratorik
Dosis pyridostigmine lebih dari 750mg/hari
Kapasitas vital kurang dari 4 ml/kg berat badan
