WorksheetsPaket 4
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
Pria 55tahun dengan diagnose myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendapat terapi Cholinesterase inhibitor. Faktor yang tidak termasuk prediktor terhadap kebutuhan ventilasi mekanik pasca bedah adalah
Adanya masalah respiratorik
Durasi Penyakit lebih 2 tahun
Peek Inspiratory pressure kurang dari -25cmH20
Dosis Pyridostigmine lebih dari 750mg/Hari
Kapasitas Vital kurang dari 4ml/Kg berat badan
Anda memeriksa anak usia 10tahun dengan kelainan penyerta Down’s Syndrome yang akan dilakukan pembedahan appendectomy. Pemeriksaan menunjukkan ada bising pansistolik, lekositosis dan tanda-tanda sepsis. Pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi tersebut adalah
Potensial terjadi emboli udara paradoksial akibat Eisenmenger’S Syndrome
Resiko dislokasi sendi atlanto-occipital
Sering terjadi penyulit pasca bedah stridor karena kesalahan pemilihan ukuran pipa entotarakeal
Endocardial cuhion defect dan ventricular septal defect merupakan kelainan jantung bawaan yang tersering
Sering disertai kelainan berupa leher pendek, retardasi mental dan macroglossia
Jika indicator tekanan pada silinder N20 ukuran E mulai menunukkan penurunan dari tekanan awal yang stabil pada 750750psi (berisi penuh), maka kira-kira tinggal berapa liter gas N2) yang tersisa dalam tabung tersebut
400 liter
200 liter
750 liter
600 liter
Tidak dapat diperkirakan
Pria 59 tahun telah menjalani pembedahan Austin Moore prosthesis akibat fraktur collum Femur kanan. Riwayat Penyakit: pasien menderita cirrhosis hepatis akibat konsumsi alcohol kronis. Selama pembedahan terjadi perdarahan sebanyak 1200mL, pasien mendapat kristaloid 1000mL dan PRC 2unit. Pascabedah dini prothrombin time 10detik diatas nilai control, trombosit 146.000/cmm, haemoglobin 9g/dl. Kateter luka operasi tertampung 500ml/darah. Terapi yang sesuai untuk kondisi terakhir ini adalah
Vitamin K
Cryoprecipitate
Packed Red Blood Cells
Platetlet Concetrate
Fresh Frozen Plasma
Keuntungan “Laryngeal mask Airway dibanding intubasi trachea
Mengurangi kemungkinan aspirasi
Jarang terjadi spasme bronchus tapi sering terjadi spasme larynx
Perlindungan terhadap jalan nafas lebih baik
Mengurangi kemungkinan distensi lambung
Tidak diperlukan gerak leher yang bebas
Pria 45tahun berat badan 60 kg riwayat perokok berat dan penderita asma bronchiale, diantar keluarga ke IRD karena serangan asma. Dokter IRD yang merawat akan memberikan obat aminofilin dengan mempertimbangkan berbagai hal termasuk dalam asap rokok terkandung polycyclic hydrocarbon yang berpengaruh terhadap metabolism berbagai obat dihepar. Apakah pengaruh rokok terhadap aminofilin pada pasien diatas
Menyebabkan lakifilaksis terhadap aminofilin
Meningkatkan kebutuhan dosis aminofilin
Menyebabkan toleransi terhadap aminofilin
Tidak merubah kebutuhan dosis aminofilin
Menurunkan kebutuhan dosis aminofilin
Koagulopati pada TUR Prostat :
DIC diperkirakan akibat pelepasan tromboplastin dari kelenjar prostat
DIC merupakan penyulit yang sering terjadi pada TUR prostat
Trombositopeni terjadi karena dilusi akibat infus yang mengandung dextrose
Alpa-aminocaproic acid merupakan kontraindikasi pada primary fibrinolysis
Pemberian heparin merupakan kontraindikasi pada DIC
Larutan thiopental 2.5% mempunyai pH :
2
6
>10
4
8
P50 untuk individu dewasa dengan haemoglobin normal adalah
46 mmHg
36mmHg
56mmHg
26mmHg
16mmHg
Seorang wanita 70tahun akan dilakukan pembedahan “knee arthroplasty”. Anestesi blok Nerves femoralis menggunakan bupivacaine 0.5% sebanyak 20mL. Setelah penyuntikan bupivacaine, pasien tidak memberikan respons terhadap rangsangan dan nadi carotis tidak teraba. Segera dilakukan resusitasi, dan diberikan obat yang spesifik terhadap kondisi tersebut, yaitu
1.5mL/Kg emulsi lipid 20% dalam wakt 5menit
1ml/Kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1menit
1ml/Kg emulsi lipid 10% dalam waktu 5menit
1.5ml/kg emulsi lipid 10% dalam waktu 1menit
1.5ml/Kg emulsi lipid 20% dalam waktu 1menit
Pria Usia 60tahun ASA PS1 dilakukan pembedahan radical prostatectomy dengan anestesi umum. Perdarahan 2liter diberikan transfuse 4unit darah dan 4unit FFP dalam waktu 30menit. Dua jam kemudian pasien takikardi, hipotensi yang memerlukan pemberian inotropik epinephrine infus. Tekanan puncak inspirasi dari 15cmH20 naik menjadi 35 cmH20. Pemeriksaan klinis didapatkan krepitasi paru bilateral. Penyebab dari penurunan kondisi pasien tersebut adalah ;
Sepsis
Shock Kardiogenik
Infark Miokard
Transfusion-related acute lung injury (TRALI)
Volume overload
Seorang anak berusia 13 tahun akan direncanakan untuk dilakukan tindakan operasi appendektomi melalui laparotomi. Berdasarkan anamnesis didapatkan riwayat epilepsy dengan frekuensi kejang 1 bulan 1 kali. Hingga saat ini pasien rutin meminum luminal. Pemeriksaan fisik dan laboratorium didapatkan dalam batas normal. Obat anestesi inhalasi apakah yang sebaiknya dihindari pada kondisi pasien diatas?
Enflurane
Halotane
Isoflurane
Sevoflurane
Desflurane
Seorang pasien laki2 65 tahun menjalankan prosedur Hartmann karena kanker colon. Pengelolaan nyeri pasca bedah dilakukan dengan pemberian bupivacaine 0,1% dan fentanyl 2mcg/ml kontinu melalui kateter epidural. 4 hari pasca bedah pasien febris 39.5C, nyeri hebat punggung dan kelemahan kaki kanan sejak kemarin. Langkah-langkah yang tepat untuk kasus ini adalah
Tarik kateter epidural sekitar 1 cm, sambal observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Lepas kateter epidural dan potong ujung kateter untuk dilakukan kultur kuman, dan tegakkan diagnosis untuk segera dilakukan pembedahan dekompresi
Mintakan pemeriksaan MRI urgen dan konsultasikan untuk tindakan fisioterapi
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl sambl observasi pemulihan kelemahan kaki kanan
Hentikan pemberian bupivacaine dan fentanyl, ambil contoh darah untuk dilakukan kultur kuman dan pemberian antibiotic sesuai hasil kultur
Minimal alveolar concentration berkurang pada keadaan dibawah ini:
Keracunan alcohol akut
Heipernatremia
Usia Remaja
Kecanduan alcohol kronis
Pengguna cocain
Wanita 37 tahun dirawat di ICU dengan gejala sesak nafas dan hipotensi. Hipotensi menetap meski telah diresusitasi dan terapi intensif. Frekuensi nadi 110kali/menit dan tekanan darah 92/50 mmHg. Pemasangan kateter arteri pulmonalis menunjukkan RV pressure 65/12mmHg, PA pressure 80/30 mmHg, PA wedge pressure 36mmHg. Kombinasi terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah:
Furosemid dan dobutamine
Nitroglicerin dan dobutamine
Noradrenaline dan propranolol
Noradrenaline dan nitroglicerine
Noradrenaline dan dobutamine
Wanita 43 tahun pasca bedah mastektomi akan dilakukan operasi ulang diseksi nodul aksilla, pasien mendapat obat kemoterapi kombinasi dengan cyclophosphamide dalam 2 minggu terakhir. Kondisi umum pasien baik, keluhan saat ini mual muntah yang dialami selama pemberian obat kemoterapi. Efek samping mual muntah pasien ini timbul karena
Iritasi mukosa gaster yang disebabkan metabolic acrolein
Epitel gastrointestinal mengalami deskuamasi
Mukosa gastrointestinal menjadi lebih sensitive
Terjadinya hipertrofi pada sel gastrointestinal
Stimulasi yang kuat pada system saraf pusat
Pasien usia 20 tahun dilakukan laparoscopic appendektomi darurat. Induksi dengan Teknik RSI, rumatan anestesi inhalasi isoflurane suplemen fentanyl. Saat pembedahan berlangsung, frekuensi denyut jantung naik dari 80 menjadi 130x/menit. Tekanan darah meningkat dari 120/70mmHg menjadi 150/90 dan etCO2 naik dari 41 menjadi 59. Pasien berkeringat banyak dan suhu 39.5C. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah
Beri dantrolene intravena sesuai dosis standar untuk hipertermi maligna
Hentikan pembedahan dan pasien dibawa ke ICU
Periksa terhadap potensi terjadinya tanda-tanda compartment syndrome
Diskoneksi vaporizer dan ventilasi dengan Oksigen 100%
Ganti mesin anestesi yang tidak dilengkapi vaporizer
Mekanisme dantrolene sebagai terapi malignant hipertermia yang disebabkan oleh pemberian succinilcolin adalah
Meningkatkan derajat metabolisme suksinilkolin
Menghambat pelepasan ion calcium dan sarcoplasmic reticulum
Secara central menurunkan suhu tubuh
Pengaruh tidak langsung terhadap relaksasi otot bergaris
Antagonis dari ikatan suksinilkoline pada reseptor nicotinic
Wanita 67 tahun telah dilakukan pembedahan total knee replacement. Analgesic pasca bedah menggunakan PCA dan saat ini telah masuk morphin total sebanyak 40mg di ruang pulih sadar. Petugas ruang pulih sadar mencemaskan dosis morphine kebanyakan. Apakah yang harus ditentukan petugas kesehatan sebagai tanda awal overdosis morphine?
Frekuensi nafas kurang dari 8 kali/menit
Muntah yang tidak bias diatasi
Derajat sedasi meningkat secara progresif
Nafas cepat dan dangkal
Penurunan dari SpO2
Wanita umur 65 tahun dirawat di ICU setelah menjalani operasi evakuasi hematoma intracranial. Pasien belum dapat bernafas dengan adekuat sehingga pernafasan dibantu dengan ventilator. Dua jam setelah tersambung ke ventilator didapatkan hasil analisa gas darah sebagai berikut : pH 7.59, PCO2 15mmHg, PaO2 253mmHg, TCO2 15.30 mmol/L, HCO3 14.80 mmol/L, BEecf-7,8, SpO2 99%. Pasien diberikan cairan NaCL 0,9% 30cc/kgBB habis dalam 24 jam. Pada pasien ini jika fungsi ginjalnya masih baik, bagaimanakah respon ginjal untuk mengkompensasi keadaan di atas?
Pada awalnya ginjal akan mengekskresi natrium selanjutnya diikuti oleh pengabsorpsian ion bikarbonat
Reabsorpsi ion kalsium meningkat
Mengekskresi ion bikarbonat
Tidak melakukan kompensasi apapun karena kompensasi akan dilakukan oleh paru
Mengabsorpsi ion bikarbonat
Tentang sirkulasi darah pada hepar
Aliran darah terbanyak melalui sistem porta hepatis
Jika vena hepatica konstriksi akan menambah darah di sirkulasi hingga 1 liter
Hepar bisa menyimpan kelebihan sirkulasi hingga 2 liter
Aliran darah arteri hepatica tidak berpengaruh terhadap oksigenisasi hepar
Autoregulasinya diatur sistim parasimpatis
Pria 70 tahun dengan komorbid diabetes mellitus tipe 2, hipertensi dan penyakit jantung iskemia direncanakan pembedahan laparotomi karena carcinoma colon sigmoid. Pemantauan yang paling sensitive mendeteksi adanya iskemia miokard selama pembedahan adalah
Pemantauan menggunakan transosesophageal echocardiography
Dypiridamole-thalium scaning
Konfigurasi CM% dari pemantauan elektrokardiografi
Pemantauan elektrokardiografi dengan melihat perubahan segmen ST
Pemasangan kateter arteri pulmonal untuk memantau pulmonary capillary wedge pressure
Protein plasma yang mempunyai peran terbesar pada tekanan osmotic koloid plasma adalah:
A-globulin
A-2 globulin
Beta globulin
Albumin
Gamma globulin
Seorang pasien mendapat terapi oksigen dari silinder ukuran E dengan aliran 3 liter/menit. Pengukur tekanan silinder menunjukkan angka 1000psi yang menunjukkan kapasitas oksigen dalam silinder tinggal separuh. Dengan terapi oksigen pada pasien tersebut maka isi silinder akan habis dalam waktu:
90 menit
60 menit
75 menit
110 menit
30 menit
Pria 55 tahun dengan diagnosis myasthenia gravis direncanakan pembedahan thymectomy. Pasien mendapat terapi kolinesterase inhibitor dan prednisolone. Pemeriksaan penunjang normal. Pengelolaan anestesi yang dianjurkan untuk pasien ini adalah
harus diberikan obat reversal kolinesterase inhibitor
Dosis obat pelumpuh otot non depolirizing untuk intubasi harus dikurangi
Pasca bedah masukkan ke ICU
Ventilasi mekanis pasca bedah
RSI menggunakan suxamethonium
Anda mendapat konsultasi dari sejawat bedah, seorang wanita 22 tahun akan dilakukan operasi laparotomy eksplorasi karena adanya batu empedu. Dari anamnesa didapatkan pasien rutin mengkonsumsi obat fluoxetine tablet 10mg pagi hari dan amitryptiline tablet 10 mg pada malam hari. Riawayat asma, hipertensi, alergi disangkal. Pemeriksaan fisik dan penunjang dalam batas normal. Bagaimana jawaban/keputusan anda untuk kondisi pasien seperti di atas?
pasien ditunda tujuh hari setelah berhenti setelah minum fluoxetine
operasi dikelola sebagaimana biasa
pasien dikonsulkan dokter spesialis jiwa
pasien ditunda tiga hari setelah berhenti minum fluoxetine
operasi dilakukan dengan pendampingan dokter spesialis jiwa
Pasien dengan nyeri kronis daerah leher akan dilakukan pengelolaan nyeri dengan pendekatan farmakologis, antara lain dengan obat golongan glukokortikoid. Pilihan terbaik jika obat golongan glukokortikoid akan diberikan secara injeksi adalah :
Prednisolone
Prednisone
Betamethasone
Hydrocortisone
Dexamethasone
Primipara usia 35 tahum dengan komorbid cardiomyopathy idiopathic. Waktu paling potensial wanita ini mengalami gagal jantung kongestif akibat peningkatan CO adalah :
pada saat usia gestasi antara 30 dan 32 minggu
pada persalinan kala 3 saat bayi baru dilahirkan
selama proses persalinan kala 1
pada puncak kontraksi uterus persalinan kala 2
pada waktu usia gestasi aterm yaitu usia gestasi 40 minggu
Obat antagonis adrenergic dengan efek alpha dan beta adalah
propanolol
labetalol
atenolol
metoprolol
esmolol
Pria 60 kg, dengan komorbid hipertensi dimasukkan ICU setelah pembedahan darurat laparotomy karena kebocoran pembedahan oesophagectomy sebelumnya. Di ruang pulih sadar pasien cenderung hipertensi dan hipotermi, namun dengan penghangatan menggunakan matras dan selimut udara sekarang normotermi. Pemeriksaan lain, tekanan darah 95/40 mmHg, frekuensi denyut jantung 110x/menit. Cardiac index 3.2(2.6- 4.2)L/m2 , PAOP 4mmHg(6-18), SVR 550(800-12000) dynes/cm/sec, base excess -7 mmol/L , 2 jam terakhir produksi urine 30ml. Tindakan apakah yang tepat?
pemberian dobutamine
. pemberian mannitol 0.5g/kg iv
pemberian cairan kristaloid untuk fluid challenge
pemberian norepinephrine
pemberian furosemide 40mg iv
Wanita 62 tahun direncanakan “knee arthroscopy” kanan. Pasien mempunyai riwayat angina, hipertensi dan COPD. Rutin mendapat fisioterapi nafas dan nebulizer rawat jalan sejak 6 bulan terakhir. Apakah kontraindikasi absolut untuk tehnik anestesi subarachnoid block pada pasien ini?
pasien keberatan disuntik punggungnya
anamnesa ada riwayat multiple sclerosis
anamnesa pernah operasi dekompresi vertebra L5-S1
anamnesa pernah ada riwayat spina bifida occulta
ada infeksi tractus urinarius
Laki laki berat badan 80 kg, pasca bedah jantung terbuka dilakukan pemasangan ventilator. Kriteria mekanik tambahan yang meningkatkan keberhasilan menyapih pasien dari ventilator adalah
vital capacity lebih dari 20ml/kg berat badan
minute ventilation lebih dari 5 liter
tidal volume lebih dari 10ml/kg berat badan
maximum inspiratory pressure kurang dari -15 cmH2O
rapid shallow breathing index kurang dari 100
Pria 63 tahun mengalami penyulit fistel bronchopleural setelah pneumonectomy. Pasien diberikan ventilasi mekanik di ICU dan sulit mendapatkan tidal volume yang cukup karena kebocoran melalui fistel. Tindakan yang efektif untuk mencukupi ventilasi pada saat dilakukan pembedahan ulang pasien tersebut adalah :
menurunkan tekanan inflasi dari ventilator
menaikkan PEEP diatas 7cm H20
meningkatkan flow rate sebesar kebocoran
pemasangan double lumen tube
menurunkan frekuensi nafas dari ventilator
Reseptor dalam membran sel bersifat dinamis, bias mengalami peningkatan maupun penurunan respon terhadap stimuli spesifik. Manakah diantara pernyataan berikut yang paling benar berkaitan dengan reseptor?
pasien asma bronkiale yang mendapatkan terapi agonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan potensi obat
pasien asma bronkiale yang mendapatkan terapi agonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi up regulation reseptor
pasien asma bronkiale yang mendapatkan terapi agonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi peningkatan afinitas reseptor
pasien asma bronkiale yang mendapatkan terapi agonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi toleransi
pasien asma bronkiale yang mendapatkan terapi agonis β dalam jangka waktu lama akan terjadi anafilaksis
pria 62 tahun dengan diagnosis pheochromocytoma direncanakan reseksi kelenjar suprarenal. Pasien telah mendapat terapi phenoxybenzamine 2 x 40 mg selama 10 hari. Pemeriksaan pasien 3 hari yang lalu frekuensi denyut jantung sekitar 110-120x/menit, TD 140/90 mmHg telentang dan 110-65 mmHg jika duduk. Terapi yang perlu diberikan berdasarkan data pemeriksaan terakhir adalah
tambahkan enalapril
pembedahan bias dilakukan
stop phenoxybenzamine ganti dengan phentolamine
tingkatkan dosis phenoxybenzamine
tambahkan propranolol
Berikut ini manakah yang merupakan cara untuk menilai fungsi klinis sistem saraf simpatis?
menilai laju nadi dengan meminta pasien untuk meniup kedalam mouthpiece dengan tekanan 40 mmHg selama 15 detik
menilai TD dengan meminta pasien untuk meniup kedalam mouthpiece dengan tekanan 40 mmHg selama 15 detik
menilai TD dengan meminta pasien merubah posisi dari supine jadi berdiri
menilai HR dengan meminta pasien merubah posisi dari supine jadi berdiri
menilai laju nadi dengan meminta pasien untuk tarik nafas dalam 6 kali dalam 1 menit
penggunaan nitroglycerin dapat mengakibatkan
anemia megaloblastic
acute myeloid leukemia
sickle cell anemia
methemoglobinemia
pansitopenia
Seorang anak remaja jatuh dari sepeda dan mengalami fraktur tibia. Dilakukan pembedahan fiksasi tulang yang patah, ASA PS 1. Saat pembedahan berlangsung mendadak monitor etCO2 tidak keluar grafiknya, desaturasi dan tekanan darah turun, diagnosisnya adalah
pneumothorax
emboli lemak
hiponatremia
iskemia miokard
perdarahan
Wanita usia 36 tahun G2P1A0 hamil usia 39 minggu dating atas rujukan dari puskesmas karena mengalami partus lama. TD 122/73 mmHg, HR 90x/menit, RR 24x/menit, Suhu 37oC. pasien kemudian direncanakan operasi SC cito. Perubahan fisiologi pasien tersebut Antara lain penurunan Functional residual capacity rata-rata sebesar
10 %
40%
20%
30%
50 %
Termasuk non-catecholamine sintetik kerja tak langsung adalah
dobutamin
dopamine
ephedrine
phenylephrine
isoproterenol
wanita 25 tahun dengan BB 60 kg kecelakaan lalulintas, diantar keluarga ke rumah sakit. Pemeriksaan fisik ditemukan GCS : E=2, V=2, M=4 , RR 24x/menit, terdapat suara nafas tambahan berupa ‘snoring’,perfusi dingin,basah,pucat dengan nadi 140x/menit dan TD 80/30 mmHg. Di rumah sakit langsung diberi pertolongan dengan membebaskan jalan nafas dan diberikan oksigen 100% dan dilakukan resusitasi cairan. Pada saat melakukan resusutasi cairan , dokter ingin memberikan yang mempunyai efek peningkatan tekanan darah sistemik dan menurunkan tekanan intracranial. Manakah diantara cairan tersebut dibawah ini yang mempunyai efek meningkatkan tekanan darah sistemik dan menurunkan tekanan intracranial apabila digunakan untuk resusitasi pada pasien syok perdarahan maupun syok septik?
NaCl 7,5 %
NaCl 0.9%
RL
D5
RD5
transmisi rangsang proprioseptif melalui :
serabut A Beta
serabut C
serabut B
serabut A alpha
serabut A gamma
Anak usia 3 tahun menjalani operasi tonsilektomi. Stelah operasi selesai dan pasien sudah bernafas secara spontan, dilakukan ekstubasi pipa ET. Beberapa saat paska ekstubasi pasien Nampak sesak, retraksi sela iga, disertai suara batuk ‘croupy’. Saturasi turun hingga 90%. Pernyataan yang tepat dari keadaan tersebut adalah:
situasi tersebut disebabkan stimulasi sensorik n glossopharyngeal
saat intubasi pipa mudah masuk glottis tapi sesak setelah lewat glottis
terjadi edema pada jalan nafas level cartilage thyroid
intubasi trakea mengguanakan pipa endotrakea ID 4.5
merupakan gejala yang spesifik dari spasme larynx
Hypoxic pulmonary vasoconstriction merupakan mekanisme fisiologis. Pernyataan yang benar tentang reflex fisiologis tersebut adalah:
reflex fisiologis tersebut dapat meningkatkan shunt
reflex fisiologis tersebut dipicu oleh peningkatan PaCO2 karena hipoventilasi
reflex fisiologis tersebut bersifat sistemik
reflex fisiologis tersebut dipicu oleh hipoksia alveolar < 70 mmHg
reflex fisiologis dipicu oleh turunnya saturasi oksigen hemoglobin di vena pulmonalis < 70 mmHg
Seorang pria 45 tahun, perokok berat mengeluh nyeri dada dan batuk selama dua bulan terakhir pada pemeriksaan fisik terdapat pembesaran limfessupraclvikular kir. Foto x-ray thorax terdapat lesi 2cm di lobussuperior kiri. Pemeriksaan kimia darah natrium 123 mmol/L. Kalium 3,8 mmol/L, BUN dan kreatinin serum dalam batas normal. Penyebab hiponatremi dari pasien tersebut adalah :
Adrenal insufisiensy
Sindroma cerebral salt wasting.
Small cell carcinoma paru
Tuberculosis paru
Hipotiroid
Pria dengan diagnose ablation retina direncakan vitrektomi. Dari pemeriksaan fisik pasien termasuk ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Anestesi umum induksi propofol 100mh. Fentanyl 100mcg, rocuronium 30mg dan rumatan anestesi dengan sevofluran 2% dan N2O. Pasca bedah dokter mata mengeluhkan adanya peningkatan tekanan intraokuler. Penyebab peningkatan tekanan intraokuler dari kasus ini adalah :
N2O karena dapat meningkatkan aliran darah kedalam bola mata
N2O karena mengisi rongga sekitar dinding bola mata.
N2O karena lebih sulit terserap dalam darah dibandingkan dengan gas nitrogen diudara.
N2O karena dapat meningkatkan ukuran gelembung gas yang dimasukan dalam mata.
N2O karena dapat mengakibatkan kekakuan pada bola mata
Sistem pernafasan bayi kurang efisien jika dibandingkan dengan dewasa karena :
Diagfragma berbentuk kubah (dome shape)
Otot intercostalis belum berfungsi
Otot diafragma banyak sel tipe 1
Otot pernafasan kekurangan sel tipa1
Posisi costae vertikal
Wanita 29 tahun G2P1, melahirkan bayi laki2 4kg per vaginam dengan bantuan ekstraksi vakum. Setelah bayi lahir diberikan syntocinon dan 30 menit setelah plasenta dilahirkan, ibu mengalami perdarahan sekitar 400 ml. Penyebab tersering dari perdarahan postpartum adalah
trauma perineum
atonia uteri
retensi jaringan plasenta
trauma vagina
coagulopathy
Pria 50 tahun dirawat di ICU, pada pemeriksaan analisa gas darah didapatkan hasil pH 7.13, PaO2 82 mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCO3 13 mmol/L, pada pemeriksaan elektrolit didapatkan kalium 5,3 mmol/L, natrium 125 mmol/L, klorida 82 mmol/L. Berdasarkan hasil pemeriksaan analisa gas darah dan perhitungan anion gap nya, diantara diagnosis di bawah ini, manakah yang paling mungkin diderita oleh pasien?
Intoksikasi acetazolamide
Ketoacidosis
Diarrhea (kehilangan bicarbonate kronis)
Renal tubular acidosis
Pancreatic fistula
Primigravida 27 tahun, hamil usia gestasi 37 minggu masuk VK dengan keluhan pusing, mata kabur, confuse. TD 190/110 reflex2 meningkat, clonus, proteinuria 3+. Terapi?
Methyldopa tablet
Kehamilan segera di terminasi
Observasi ketat, terapi segera diberikan jika kondisi memburuk
Hydralazine dan magnesium
Labetalol tablet
Sensitivitas serabut saraf terhadap efek obat lokal anestesi pada diameter axonal, myelinasi dan faktor fisioanatomi. Urutan di saraf spinal berdasarkan sensitivitas adalah :
Sensoris>autonomic>motoric
Autonomik>motoric>sensoris
Autonomik>sensoris>motoric
Motorik >autonomic>sensoris
Motorik >sensoris>autonomic
Seorang remaja kecelakaan lalu lintas dibawa ke instalasi rawat darurat. Kesadaran baik, mengeluh nyeri di bagian belakang leher. CT Scan terdapat “non-displaced” fraktur vertebra cervical 4 dan 5. Pemeriksaan fisik, tidak ada reflex otot biceps bilateral dan rasa raba bahu berkurang 8 jam kemudian SpO2 turun menjadi 90%. Analisa gas darah PaO2 60, PaCO2 51. Penyebab dari kondisi pasien tersebut adalah :
Paralisa otot intercostal bilateral
Overdosis morphine
Aspirasi isi lambung ke paru
Depresi pusat nafas
Paralisa otot diaphragm
Primigravida umur 26 tahun melahirkan dengan analgesia epidural tanpa kesulitan dan deipertahankan untuk analgesia selama 12 jam. Tujuh hari postpartum pasien dibawa ke UGD dengan keluhan subfebris, nyeri punggung dan kelemahan kedua kakinya. Pemeriksaan darah lengkap normal. Diagnosis dari masalah pasien tersebut adalah :
Prolaps intervertebral disc
Hematoma subdural
Abses epidural
Spinal arachnoiditis
Obstetric palsy
Pria 60 tahun berat badan 60 kg, dengan diagnosis carcinoma rectum dilakukan hemicolectomy dengan anestesi umum. Pemeriksaan prabedah disimpulkan ASA 2. Beberapa bulan sebelum operasi pasien mengkonsumsi obat butorphanol secara rutin untuk mengatasi nyerinya. Induksi menggunakan propofol, pelumpuh otot dan rumatan menggunakan sevoflurane dengan dosis cukup. Analgesik selama pembedahan menggunakan fentanyl dosis maksimal. Akan tetapi efek analgesi pada pasien tersebut masih kurang dan berdasarkan monitoring, pasien masih menunjukkan tanda nyeri. Apakah penyebab pasien tersebut masih nyeri?
Dosis pelumpuh otot masih kurang
Sebelum operasi tidak mendapatkan premedikasi
Terjadi down regulation reseptor gamma
Dosis fentanyl masih kurang
Sebelum operasi rutin menggunakan obat butorphanol
Seorang pria 72 tahun dengan riwayat perokok berat mengeluh nyeri kronis tungkai bawah. Pada pemeriksaan klinis didapatkan ulkus iskemik di kedua tungkainya. Oleh ahli bedah vaskuler dikonsulkan ke klinik nyeri untuk pengelolaan nyerinya. Terapi yang paling efektif untuk pasien tersebut :
Blok plexus hipogastrik superior
Blok serabut saraf
Simpatektomi kimiawi lumbar
Morphin regular
Steroid epidural lumbal
Wanita 52 tahun direncanakan pembedahan karena fraktur femur. Riwayat sakit liver karena konsumsi kronis alcohol. Pada pemeriksaan pasien sadar baik, jaundice tapi tidak ada tanda encefalopati, tidak ada ascites. Pemeriksaan kimia darah: serum bilirubin 1,5mg/dL, serum albumin 3,6g/dL. Status nutrisi baik. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan perkiraan mortalitas perioperative?
Berdasarkan kriteria Child’s, kondisi klasifikasi A dengan mortalitas < 10%
Berdasarkan kriteri Child’s , kondisi klasifikasi C dengan mortalitas <i 1%
Berdasarkan kriteri Child’s, kondisi klasifikasi A dengan mortalitas < 1%
Berdasarkan kriteria Child’s, kondisi klasifikasi A dengan mortalitas < 3%
Berdasarkan kriteria Child’s, kondisi pasien klasifikasi C dengan mortalitas 2,5%
Pria 45 tahun berat badan 60 kg dengan cedera otak berat akan dilakukan intubasi control ventilasi dengan target normokarbi. Untuk mencegah terjadinya gejolak hemodinamik saat intubasi dberikan fentanyl kombinasi obat anestesi intravena. Diketahui target konsentrasi fentanyl 2 mcg/L, volume distribusi pada kondisi steady state 360L dan volume pada compartment sentral sebesar 13L, olume distribusi pada peak effect 75L. Berapa dosis bolus fentanyl pada pasien tersebut yang paling optimal agar tidak terjadi gejolak hemodinamik?
50mcg
26 mcg
150mcg
720 mcg
75 mcg
Bayi 8 bulan direncanakan pembedahan bibir sumbing elektif, pasien reda dari batuk pileknya sejak 3 hari yang lalu. Berdasarkan potensi risiko pada bayi tersebut, maka:
Potensial mengalami bronkospasme perioperative
Potensial terjadi edema jalan nafas akibat intubasi
Bayi tersebut telah sembuh dari infeksi jalan nafas atas sehingga cukup aman untuk dilakukan pembedahan elektif bibir sumbing
Potensi penyulit perioperative bias dicegah asal diberi antibiotic profilaksis
Potensial terjadi pneumoni pasca bedah operasi jalan nafas
agar tidak terjadi rebreathing, aliran oksigen pada penderita nafas spontan dengan sirkuit Mapleson A adalah
sama dengan volume nafas semenit
40ml/Kg berat badan /menit
2 kali volume nafas semenit
0,5 kali volume nafas semenit
sangat tinggi dan sulit diramalkan
Primigravida usia 27 tahun dengan usia gestasi 38 minggu akan dilakukan pembedahan sectiosecar dengan Teknik anestesi umum. Sebelum induksi dilakukan preoksigenasi. Perubahan fisiologis apakah yang mengharuskan dilakukan preoksigenasi pasien tersebut?
Peningkatan closing capacity sebesar 15%
Peningkatan produksi CO2
Peningkatan atomical dead space sebesar 20%
Penurunan functional residual capacity rata-rata sebesar 20%
Peningkatan minute volume sebesar 20%
Wanita 36 tahun dibawa ke UGD karena diduga intoksikasi amytriptilline. Kesadaran menurun dengan GCS 8 dan tekanan darah 90/45. Pada perekaman jantung 12 sadapan kemungkinan menunjukkan:
Takiaritmi dengan prolonged QRS
Bradikardi dengan prolonged QRS
Atrial Fibrilasi
Atrial Flutter
Ventrkel takikardi
Pria 62 tahun dilakukan laparotomy karena ileus obstruktif. Riwayat penyakit : hipertensi dan depresi terkontrol dengan ACE inhibitor enalapril dan MAO inhibitor phenelzine. Selama pembedahan tekanan darah turun 65/30 dari 140/90, frekuensi denyut jantung 120x/menit. Dilakukan pemberian cairan namun tekanan darah hanya meningkat 70/40. Tindakan lain yang paling tepat untuk memperbaiki tekanan darah adalah :
infus vasopressin dengan pemantauan tekanan arterial
bolus intravena ephedrine 10mg
pemberian phenylephrine secara titrasi
infus noradrenaline dengan pemantauan tekanan arterial
bolus intravena metaraminol 500 mcg
Pria 70 tahun direncanakan esophagectomy approach thoracoabdominal, memerlukan Teknik ventilasi one lung menggunakan double lumen endotracheal tube. Perubahan fisiologis akibat Teknik ventilasi one lung dengan double lumen endotrakeal tube adalah:
Terjadi left to right intrapulmonry shunt
Mempersempit perbedaan PO2 di arterial dan alveoli
Hipoksia disebabkan atelectasis paru yang tidak dilakukan pembedahan
HPV menurunkan aliran darah pada dependent lung
Hipokapnia mengurangi intrapulmonary shunting melalui inhibisi hypoxic pulmonary vasoconstriction
Sugammadex merupakan relaxant-binding agent yang bersifat selektif dan ada yang menyebut “injectable receptor”. Obat tersebut efektif untuk mengikat pelumpuh otot :
cisatracurium
pancuronium
rocuronium
semua pelumpuh non-depolarising bias di “reverse” oleh sugammadex
atracurium
tentang fungsi fisiologis dari sel endothel yang mengatur tonus vaskuler
vasoconstrictor, vasoactive mediatornya prostacycline
vasoconstrictor, vasoactive mediatornya angiotensin converting enzyme
vasodilator, vasoactive mediatornya leukotriene
vasodilator, vasoactive mediatornya thromboxane A2
vasoconstrictor, vasoactive mediatornya nitric oxide
Seorang pasien laki-laki PS ASA 1 dilakukan pembedahan laparotomy, diberikan nafas ventilator dengan mode volume control. Gelombang etCO2 yang semula normal berangsur dalam waktu 20 menit berubah seperti gambar di bawah ini. Penyebab perubahan gelombang etCO2 tersebut adalah:
Malfungsi dari inspiratory valve
Hipoventilasi
CO2 absorber tidak efektif
Pasien mulai bernafas spontan
Malfungsi dari ekspiratory valve
Pria 50 tahun dirawat di ICU, pada pemeriksaan analisa gas darah didapatkan hasil pH 7.13, PaO2 82 mmHg, PaCO2 42 mmHg, HCO3 13mmol/L. Pada pemeriksaan elektrolit didapatkan kalium 5.3mmol/L, natrium 125mmol/L, klorida 82mmol/L. Berdasarkan perhitungan anion gap dari hasil laboratorium ini, maka pasien tersebut mengalami:
Penurunan yang berat dari anion gap
Peningkatan anion gap
Penurunan edang anion gap
Normal anion gap
Penurunan ringan anion gap
Pemberian obat golongan anticholinesterase akan berakibat
selalu diikuti efek reversal dari obat golongan nondepolarisasi
blok neuromuskuler memanjang
reversal efek obat golongan nondepolarisasi, asal kadar cukup rendah
reversal efek obat golongan depolarisasi jika blok neuromuskuler tidak total
efek blok neuromuskuler obat golongan depolarisasi memendek
Wanita usia 25 tahun berat badan 50kg, dengan riwayat abortus inkomplet sedang dilakukan kuretase dengan anestesi umum menggunakan midazolam iv 10mg, kombinasi propofol 50mg iv dan fentanyl 100mcg. Pasien mempunyai riwayat kejang grandmal dan secara rutin menggunakan obat fenitoin. Kuretase berlangsung selama 15 menit. Setelah tindakan kuretase selesai pasien belum sadar dan cenderung hipoventilasi, dokter anestesi melakukan bantuan ventilasi sampai 30 menit tetapi kondisi pasien tetap. Manakah obat berikut ini yang merupakan antagonis kompetitif terhadap reseptor benzodiazepine yang dapat mengatasi kondisi pasien tersebut?
prostigmin
nalokson
RO19-4063
bretazenil
flumazenil
Factor pembekuan yang sintesanya tergantung pada vitamin K :
faktor III
faktor I
factor VIII
factor X
factor V
Berkaitan dengan prosentase perolehan sirkulasi dara per satuan waktu, maka organ yang paling banyak mendapat aliran darah per menit:
Kulit
Ginjal
Otak
Hepar
Jantung
Anak usia 11 tahun obese telah dilakukan pembedahan tosilektomi. Pada waktu petang tampak pucat dan hipotensi, nampak cemas. Diagnosis perdarahan pasca tonsilektomi, direncanakan eksplorasi perdarahan. Setelah resusitasi cairan, metode induksi yang disarankan untuk kasus tersebut adalah:
Induksi inhalasi dengan desflurane posisi head down
Rapid sequence intubation dengan etomidate dan succinylcholine
Rapid sequence intubation dengan thiopental dan rocuronium
Rapid sequence intubation dengan propofol dan rocuronium
induksi inhalasi dengan sevoflurane posisi head down
Peningkatan nadi dan tekanan darah pada gangguan ketamine melalui mekanisme :
percepatan metabolism katekolamin darah
inhibisi saraf simpatik
reuptake adrenalin pada saraf preganglionic
inhibisi reuptake asetilkolin pada saraf terminal
inhibisi reuptake norepinefrin pada saraf terminal
Pria 70 tahun berat badan 60 kg dengan diagnosis hidronefrosis dectra akan direncanakan tindakan URS. Dari pemeriksaan ditemukan kadar serum kreatinin 6mg%, pemeriksaan lain-lain dalam batas normal. Sebelum dilakukan tindakan anestesi, dokter yang merawat ingin tahu besarnya creatinine clearance. Berapakah creatinine clearance pada pasien ini?
9.72ml/menit
0.872 ml/menit
19.72 ml/menit
97.2 ml/menit
72 ml/menit
Tracheobronchial tree pada orang dewasa
trachea dilindungi oleh 16-20 cincin cartilage sirkuler
paru kanan terdiri dari 2 lobus paru kiri 3 lobus
Bronchus kiri lebih panjang dan sempit
Bronchus utama terpisah pada sudut yang berbeda sehingga benda asing cenderung ke paru kiri
diliputi sel epitel squamous
Eliminasi dan clearance melalui degradasi non enzimatik (hofmann elimination) :
pancuronium
rocuronium
cisatracurium
vecuronium
doxacurium
Pasien 50 tahun dilakukan craniotomy tumor fossa posterior dengan posisi duduk. Anestesi dan pembedahan berlangsung lancer sampai 2 jam, kemudian mendadak etCO turun, nadi sedikit meningkat, tekanan darah turun. DIduga penyebab kondisi pasien tersebut adalah emboli udara pulmoner. Pemantaun yang membantu diagnosis emboli tersebut adalah:
Pulse oximeter
Transeopahgeal echocardiography
Precordial stethoscope
Kateter vena sentral
etCO2 monitor
Efek terhadap system kardiovaskular dari isoflurane ditandai oleh :
frekuensi jantung menjadi lambat
cardiac output menurun
sensitisasi jantung terhadap pemberian epinephrine
system coroner menyempit
frekuensi jantung meningkat
Pria 58 th dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan otot kaki yang cepat menjalar ke atas, namun fungsi kandung kencing tidak tergganggu. Pada pemeriksaan didapatkan kelumpuhan flaccid dan neuropati perifer tungkai bawah. Pemeriksaan cairan cerebrospinal: hitung sel normal tapi protein meningkat. Diagnosisnya adalah ?
transverse myelitis
gangguan keseimbangan elektrolit berat
penyakit menyangkut motor neuron
guillian barre syndrome
myasthenia gravis
Organ tutbuh yang paling banyak mendapat aliran darah persatuan berat persatuan waktu adalah
kulit
jantung
ginjal
tulang
hepar
Wanita usia 29 tahun dengan komorbid porphyria direncanakan laparotomy darurat karena kehamilan ektopik terganggu. Frekuensi denyut jantung 92x/menit tekanan darah 110/60 mmHg. Obat induksi apakah yang paling tidak aman untuk pasien tersebut?
thyopentone
isoflurane
ketamine
suxamethonium
propofol
wanita usia 35 tahun BB 60 kg, direncanakan pembedahan rekonstruksi tumor lengan, pemeriksaan darah lengkap Hb 15 g/dL, hematocrit 40%, trombosit 392.000/cmm. Dokter bedah plastik mengusulkan hematocrit sekitar 30% dalam waktu 24-48 jam pertama pasca bedah. Jika perkiraan volume darah wanita 65 ml/kg berat badan, berapakah perkiraan perdarahan untuk mencapai hematocrit 30%? Jawab 975
1000 ml
600 ml
1200 ml
800 ml
1400 ml
primipara usia 26 tahun, dilakukan analgesia persalianan dengan teknik epidural kontinyu, kardiovaskular ibu stabil dan ibu diberi oxytocin iv kontinyu. Dua jam setelah pemberian obat anesthesia terjadi bradikardi fetal. Tindakan yang paling tidak efektif untuk resusitasi fetus tersebut adalah ?
menghentikan pemberian oxytocin
ibu diposisikan ke lateral kiri
diberikan terbutalin subkutan
ibu diberikan terapi oksigen
menghentikan pemberian obat epidural kontinyu
pria berusia 24 tahun dateng kerumah sakit dibawa oleh temanya karena tidak sadarkan diri di depan rumah temanya, riwayat obat-obatan yang diminum sebelumnya tidak diketahui. Pemeriksaan fisik, kesadaran somnolen, tekanan darah 105/52 mmHg, HR 52 x/menit, RR 10-12x/menit, SpO2 96% binasal kanul 3 liter/menit. Kedua pupil mata miosis. Terapinya adalah?
dilakukan intubasi dan ventilasi mekanik
terapi bilas lambung
dilakukan pemberian obat acetylcystein
dilakukan pemberian obat naloxone
dilakukan renal dialysis
pria 57 tahun direncanakan pembedahan ‘abdominal phaeochromocytoma’. Anamnesa terdapat keluhan pusing, berdebar, keringat banyak dan pemeriksaan fisik ditemukan hipertensi. Pemeriksaan biokimia yang sangat sensitive untuk menegakan diagnosis phaeochromocytoma adalah :
free metanephrine di serum
catecholamines urine
vanilymandelic acid urine
catecholamines plasma
metanephrine di urine
pasien usia 45 tahun dilakukan craniotomy karena trauma untuk evakuasi hematoma intracranial. Anestesi menggunakan isoflurane dan fentanyl. Pemeriksaan gas darah sebelum pembedahan PaCO2 34 mmHg, PaO2 135 mmHg (dengan oksigen 30%). Pada waktu membuka cranium, ahli bedah mengatakan adanya peningkatan tekanan intracranial. Tindakan apakah yang perlu untuk mengurangi tekanan intra kranial dengan cepat?
meningkatkan minute volume agar PaCO2 mencapai 25 mmHg
infus NaCl 0,9% agar hematocrit menjadi 30%
infus vasopressor untuk meningkatkan MAP 90 mmHg
dexamethasone 8 mg IV
infus mannitol 0,25 – 0,5 g/kg IV
seorang wanita 66 th direncanakan pembedahan AMP, dengan komorbid parkinsons disease. Pasien tersebut mendapatkan terapi levodopa, dari anamnesa sering mengalami PONV. Terapi antiemetic yang sesuai untuk pasien tersebut adalah?
domperidone dan ondansetron
prochlorperazine dan metoclopramide
ondansetron dan prochlorperazine
metoclopramide dan ondansetron
droperidol dan prochlorperazine
pria 60 th mengalami penyulit laryngospasme pada hari pertama pasca bedah thyroidectomy total karena carcinoma thyroid. Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis penyebab laryngospasme dan terapi yang paling tepat untuk pasien
serum TSH
nasendoscopy untuk menilai fungsi plica vocalis
elektrokardiogram
serum magnesium
serum calcium
wanita 85 th dengan riiwayat penyakit jantung menjalani pembedahan laparotomy karena perforasi caecum yang berakibat shock septik. Resusitasi cairan telah dianggap cukup, pasien dilakukan induksi anesthesia dan pernafasan dengan respirator. Indicator terbaik apakah yang mendukung perkiraan kecukupan resusitasi cairan pada situasi tersebut?
tekanan darah sistolik 120 mmHg
analisis variasi stroke volume
capillary refil time < 3 detik
CVP telah mencapai 12 mmHg
frekuensi denyut jantung < 100x/menit
Pria 80 tahun obese tapi secara umum sehat. Anestesi inhalasi nafas s[pontan dengan LMA, sevoflurane + oksigen 30%. 10 menit kemudian pasien mengalami desaturasi dari 99% kemudian 96%. Penyebab desaturasi yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut adalah:
Penurunan FRC akibat posisi supine dan anestesi umum
. Hilangnya auto-PEEP akibat pemasangan LMA
Absorption atelectasis
Sensitivitas yang meningkat terhadap hipoksia dan hiperkarbia pada geriatric
Peningkatan residual volume pada geriatric
Obat pelumpuh otot yang mengalami hidrolisa diplasma adalah
Vecuronium
Doxacurium
Rocuronium
Pancuronium
Cisatracurium
Posis larynx bayi
Lebih anterior dan caudad
Lebih anterior dan cephalad
Lebih posterior dan caudad
Lebih posterior dan cephalad
Sama dengan posisi dewasa
Pria 59 tahun dilakukan lobectomy paru karena keganasan. Pasien perokok dengan gejala COPD. Pasien mendapat terapi ventolin inhaler dan aminophylline. Pada hari kedua pasca bedah mendadak tekanan darah turun 140/90 menjadi 80/30 dengan nadi 140- 170kali/menit. Gambaran EKG irama tidak teratur, tanpa ada gelombang P (tanda 2 fibrilasi atrial). Pengelolaan yang harus dilakukan adalah:
Terapi oksigen dengan aliran 6L/menit menggunakan NRM
Segera periksa serum K+ dan Mg+
Bolus amiodarone 5mg/kg dalam waktu 30menit
Bolus digoxin intravena
Synchronized DC Shock
Pria 64 tahun ke Ruang ICU pasca bedah laminektomi tumor myelum. Intraoperasi terjadi perdarahan massif hingga 3L, hingga sempat terjadi kondisi syok hipovolemik. Operasi berlangsung selama 12 jam, sehingga pasca bedah dilakukan pemanjangan ventilasi mekanik. Pasien dilakukan ekstubasi pipa endotrakeal keesokan harinya dan pasien mengeluh gangguan penglihatan. Berdasarkan riwayat penyakit tidak didapatkan gangguan penglihatan sebelumnya, pada pemeriksaan funduskopi tidak didapatkan kelainan. Berdasarkan data diatas, kondisi apa yang mungkin terjadi pada pasien tersebut?
Anterior ischemic optic neurophaty
Retinal detachment
Ophtalmic venous obstruction
Cortical blindness
Posterior Ischemic Opric Neurophaty
Wanita di diagnosis tumo orbita direncanakan eksenterasi bulbi. Status fisik ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Dilakukan anestesi umum menggunakan propofol 100mg, fentanyl 100mcg, rocuronium 30mg, rumatan sevofluran 2%. Beberapa saat setelah dimulai tindakan frekuensi denyut jantung mendadak turun dari 90x/menit menjadi 40x/menit. Tindakan apakah yang akan anda pilih sebagai langkah awal penatalaksanaan kasus ini?
Injeksi lidocain topical untuk menghambat persarafan nervus trigeminus sehingga dapat menurunkan rangsnag vagal
Memastikan ventilasi oksigenasi dan kedalaman anestesi yang adekuat
Injeksi epinephrine subcutan untuk meningkatkan frekuensi denyut jantung dan mempertahankan tekanan darah agar tidak turun
Meminta operator untuk menghentikan stimulasi pada mata
Injeksi sulfas atropine, utuk meningkatkan frekuensi denyut jantung
Tiga kurva dari gambar dibawah sesuai urutannya (1-2-3) adalah:
MAP-PaCO2-CPP
PaCO2-ICP-CPP
CPP-ICP-MAP
PaO2-PaCO2-MAP
ICP-MAP-CPP
Pria usia 24 tahun berat badan 64kg direncanakan pembedahan tonsilektomj. Pasien alergi ikan dan udang. Induksi propofol dan rocuronium setelah preoksigenasi, rumatan sevoflurane, suplemen analgetik fentanyl. Cairan rumatan RL 1000mL. Operasi berlangsung selama 90 menit. Pasca ekstubas pasien mengalami laringospasme,. Saat dirawat di ruang pemulihan, pasien mengeluh sesak nafas dan auskultasi paru menunjukkan rhonki halus di kedua lapangan paru. Penyebab kondisi ini adalah:
Pemasangan ETT dengan ukuran yang terlalu besar
Perdarahan ulang dari luka operasi intraoral
Pelepasan histamine yang hebat karena pengguaan rocuronium
Edema paru pasca laringospasme
Overhidrasi cairan rumatan ringers laktat
Stimulasi medullary chemoreceptors untuk meningkatkan ventilasi
Merupakan reflex dan aktifitas diaphragm
Rangsangan dan penurunan pH darah arterial
Rangsang terkuat oleh peningkatan PaCO2
Diakibatkan oleh rendahnya PaO2
Reaksi dari peningkatan ion hydrogen dicairan cerebrospinalis
Salah satu parameter untuk menilai hepatic reserve menurut Child’s :
Bilirubin < 2 termasuk kelompok resiko C
Nutrisi yang cukup termasuk kelompok resiko C
Serum albumin 3.3 termasuk kelompok resiko B
Adanya ascites termasuk kelompok resiko A
Penderita koma termasuk kelompok resiko A
Pada diagram di atas, titik X mewakili pasien dengan disfungsi ventrikel kiri yang berat. Poin berlabel 1, 2, dan 3 masing-masing mewakili hasil dari intervensi terapi yang berbeda. Dari beberapa pilihan di bawah ini, manakah yang mewakili intervensi pada tiap titik tersebut?
Poin 1: furosemide, poin 2: Dopamine, Poin 3: nitroprusside
Poin 1: Nitroprusside, Poin 2: Dopamine, Poin 3: Furosemide
Poin 1: Dopamine, Poin 2: Nitroprusside, Poin 3: Furosemide
Poin 1: Nitroprusside, Poin 2: Furosemide, Poin 3: Dopamine
Poin 1: Dopamine, Poin 2: Furosemide, Poin 3: Nitroprusside
