WorksheetsQUIZ 007 ANESTESI
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid hemorrhage. Terapi yang dianjurkan untuk mencegah defisit neurologik iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid haemorrhage adalah
Amlodipine
Verapamil
Nifedipine
Nicardipine
Nimodipine
Pria 59 tahun telah menjalani pembedahan pemasangan prosthesis akibat fraktur collum femur kanan. Riwayat penyakit: pasien menderita cirrhosis hepatis akibat konsumsi alkohol kronis. Selama pembedahan terjadi perdarahan sebanyak 1200 ml, paslen mendapat kristaloid 1000 ml dan PRC 2 unit Pasca bedah dini prothrombin time 10 detik diatas nilai kontrol, trombosit 146.000/cmm, hemoglobin 9 g/dL. Kateter luka operasi tertampung 500 ml darah. Terapi yang sesuai untuk kondisi terakhir ini adalah
Cryoprecipitate
Vitamin K
Packed red blood cells
Platelet concentrate
Fresh frozen plasma
Seorang perempuan 30 tahun dengan diagnose kista ovarii telah dilakukan tindakan laparaskopi kistektomi, pasien berada di ruang pemulihan. Saat ini pasien dapat menggerakkan 2 ekstremitas dengan perintah, dapat bernafas dengan adekuat, tekanan darah saat ini 120/80 mmHg (sebelum tindakan anestesi Tekanan darah 130/80). Pasien sadar penuh, saturasi O2 98% tanpa bantuan nasal kanul. Berapakan Aldrete Score pasien tersebut?
6
7
5
10
18
Kesalahan injeksi Intraarterlal obat di bawah ini dapat berakibat iskemia tungkai distal lokasi injeksi yang berbahaya
Sodium nitroprusside
Bupivacaine
Verapamil
Methohexital
Papaverine
Pria 40 tahun akan menjalani pembedahan rekonstruksi maxilla. Saat induksi terjadi kesalahan, thiopental yang seharusnya disuntik ke jalur intravena disuntikkan ke jalur arterial. Kesalahan segera disadari tapi sempat masuk 3 ml thiopental 2.5%. Tindakan yang perlu segera dilakukan adalah
Pertahankan jalur intraartenal, berikan lidocaine topical
Berikan heparin ke jalur intraarteial kemudian segera dicabut
Pertahankan jalur intraarternal, berikan lidocaine intraarterial
Berikan saline ke jalur intraarterial kemudian segera dicabut
Pertahankan jalur intraarterial, berikan heparin intraarterial
Wanita 27 tahun dengan komorbid Von Willebrand disease tipe 1 mengalami fraktur femur terbuka. Pasien akan dilakukan pembedahan fiksasi internal dari fraktur femurnya. Prothrombin time, partial thromboplastin time dan platelet counts normal. Selama pembedahan terjadi perdarahan merembes (0ozing) yang banyak dan kualitas bekuan darah (clot) jelek. Untuk mengatasi situasi demikian, yang paling tepat adalah pemberlan
Desmopressin
Fresh frozen plasma
Plalelets
Cryoprecipitate
Lyophilized factor VII concentrate
Pria 59 tahun dilakukan lobectomy paru karena keganasan. Pasien perokok dengan gejala COPD. Pasien mendapat terapi ventolin inhaler dan aminophylline. Pada hari kedua pasca bedah mendadak tekanan darah turun dari 140/90 menjadi 80/30 dengan nadi 140-170 kali/menit Gambaran EKG Irama tidak teratur, tanpa ada gelombang P (tanda tanda fibrilasi atrial). Pengelolaan yang harus dilakukan adalah
Terapi oksigen dengan aliran 6L/menit menggunakan NRM
Bolus digoxin intravena
Bolus amiodarone 5 mg/kg dalam waktu 30 menit
Synchronised DC shock
Segera periksa serum K+ dan Mg+
Pria 55 tahun dilakukan pembedahan laparotomy reseksi colon karena kanker. Rumatan pelumpuh otot menggunakan atracurium. Pada akhir pembedahan direncanakan ekstubasi dikamar bedah. Untuk mengembalikan fungsi neuromuskuler digunakan metode train of four (TOF) sebagal berikut
Stimulasi TOF memberikan 4 rangsang berurutan 50 Hz dalam 2 detik
Sugammadex bisa diberikan dengan dosis 1 mg/kg berat badan tanpa menunggu TOF ratio ideal.
Sensitivitas TOF lebih baik daripada double burst untuk menilai respon motorik otot bergaris
Şebagai prediktor adanya sısa relaksan pascabedah, TOF lebih baik daripada acceleromyography
Rasio respons stimuli I dan ke IV dan TOF imerupakan indikator sensitif dan kelumpuhan otot karena obat nondepolarisasi
Wanita umur 65 tahun dirawat di ICU setelah menjalani operasi evakuasi hematome intrakranial. Pasien belum dapat bernafas dengan adekuat sehingga pernafasan pasien dibantu dengan ventilator. Dua Jam setelah tersambung ke ventilator didapatkan hasll analisa gas darah sebagal berlkut: pH 7.59 PCO2 15 mmHg, PaO2 253 mmHg, TCO2 16.30 mmol/L, HCO3 14.80 mmol/L, BEecf -7.8, SpO2 99%. Paslen diberikan calran NaCl 0,9% 30 cc/kgBB habls dalam 24 Jam. Pada pasien Ini jika fungsl ginjalnya masih baik, bagaimanakah respon ginjal untuk mengkompensasi keadaan di atas?
Tidak melakukan kompensasi apapun karena kompensasi akan dilakukan oleh paru-paru
Pada awalnya ginjal akan mengekskresi natrium selanjutnya diikuti oleh pengabsorbsian ion bikarbonat
Mengekskresi ion bikarbonat
Reabsorbsi ion kalium meningkat
Mengabsorbsi ion bikarbonat
Pria 45 tahun berat badan 60 kg dengan cedera otak berat akan dilakukan intubasi control ventilasi dengan target normokarbi, Untuk mencegah terjadinya gejolak hemodinamik saat intubasi diberikan fentanil kombinasi obat anestėsi intravena. Diketahui target konsentrasi fentanil 2ug/L, volume distribusi pada kondisi steady state 360 L dan volume pada kompartemen septral sebesar 13L. Volume distribusi pada peak effect 75 L. Berapa dosis bolus fentanil pada pasien tersebut yang paling optimal agar tidak terjadi gejolak hemodinamik?
720 ug
75 ug
26 ug
150 ug
50 ug
Wanita 21 tahun dilakukan extraksi gigi molar ke 3 karena impaksi dengan anestesi umum. Pasca bedah mengalami perdarahan yang tidak bisa dihentikan dari luka pembedahan. Pemeriksaan faal koagulasi menunjukkan pemanjangan bleeding time dan activated partial thromboplastine time (APTT), prothrombine time (PT) dan hitung trombosit normal. Pasien menjelaskan bahwa ayahnya mudah mengalami memar. Pasien selama menstruasi tidak ada masalah perdarahan. Diagnosis yang paling mendekati kasus ini adalah
Hemolytic uremic syndrome
Dilutional thrombocytopenia
Von Willebrand
Hemolytic reaction
Hemophilia B
Anda merencanakan Induksi anestesi secara inhalasi dengan insuflasi sevoflrrane pada seorang pasien dengan berat badan 65 kg. Breathing system yang paling efisien untuk tujuan tersebut adalah
Bain circuit
Mapleson A
Mapleson B
Mapleson C
Mapleson D
Bayi laki-laki usia 4 bulan dengan berat badan 5 kg dirawat untuk tindakan uretroplasti. Dari pengakuan ibu pasien, pasien terakhir kali minum air putih 4 jam yang lalu sebelum dilakukan pembedahan. Pasien tidak ada keluhan BAB calr. Tatalaksana pemberlan calran yang tepat pada pasien ini adalah
Normal saline lebih dianjurkan dari ringer laktat karena mencegah asidosis hiperkloremik
Penggantian puasa tidak terlalu penting karena jumlahnya sedikit dan puasa sudah diatur lebih longgar
Penggantian cairan puasa diberikan secara bolus karena jumlahnya sedikit
Untuk kasus ini, dianjurkan memberikan cairan pengganti puasa sebanyak 60 ml dalam waktu 1 jam menggunakan ringer laktat atau D5
Puasa 4 jam perlu diperhitungkan penggantiannya sebanyak 80 ml dengan D5
Seorang wanita berusla 54 tahun dengan berat badan 74 kg menjalani operasi laparoskopi cholesistectomy. Dua jam pertama produksi urine 80 mL pada jam ketiga operasi produksi urine 30 mL dalam satu jam. Salah satu kemungkinan penyebab kondisi tersebut adalah
Pneumoperitoneum akan meningkatkan tekanan darah
Pneumoperitoneum akan meningkatkan kadar aldosterone dalam plasma
Pneumoperitoneum akan menurunkan kadar aldosterone dalam plasma
Pneumoperitoneum akan menurunkan kadar ADH dalam plasma
Pneumoperitoneum akan menurunkan kadar renin dalam plasma
Seorang wanita 30 tahun riwayat kehamilan G3P2 perdarahan ante partum. Usia kehamilan 32 minggu. Estimasi perdarahan 800 ml. Tekanan darah 110 / 60 mmHg, nadi 105x / mnt, laju nafas 24x/mnt dengan berat badan 50 kg. Paslen tersebut akan dilakukan sectlo caesarea dengan tehnik general anestesi. Penyulit yang potensial akan dihadapi adalah:
Mudah teradi penurunan SpO2 yang cepat karena peningkatan konsumsi oksigen dan penurunan FRC
Mudah terjadi shock karena cardiac output menurun
Mudah terjadı desaturasi karena volume.tidal menurun
Membutuhkan agent inhalasi yang cukup besar, karena MAC meningkat pada ibu hamil.
Mudah terjadi perdarahan karena terjadi hipocoagulable state
Neonatus dengan usia kehamilan 30 minggu dirujuk dengan keluhan ibunya muntah kehijauan, riwayat lahir SC atas indikasi oligohydramnion. Pasien belum ada riwayat keluar mekonium. Neonatus telah dilakukan pemasangan NGT dan ditemukan residu. Pada pemeriksäan babygram ditemukan NGT tidak dapat melewati gaster. Pengelolaan selama pembedahan, hal yang harus diperhatikan adalah
Pasien tidak boleh diberikan ventilası tekanan positif meskipun sudah terintubası
Penempatan precordial stethoscope di dependent hemithorax dekat axilla
Intubasi dilakukan dengan tehnik rapid sequence intubation untuk encegah aspirası
Yang terbanyak adalah tipe IlIC di mana ada hubungan upper esophageal pouch dengan trakea
Posisi perbedahan dengan miring kiri atas atau left extrapleural thoracotomy
Wanita 40 tahun dilakukan arthroscopy sendi bahu dengan anestesi blok interscalenus. Untuk mencegah potensi penyulit dari pemberian obat anestesi lokal kita harus memahami metabolisme obat anestesi lokal sebagai berikut
Penurunan hepatic blood flow meningkatkan risiko intoksikasi obat anestesi lokal golongan amida
Alkalosis meningkatkan potensi intoksikasi obat anestesi local
Bupivacaine dimetabolisme lebih cepat daripada lidocaine,
Kecepatan distribusi obat anestesi lokal ke jaringan tidak mempengaruhi kadar plasma setelah penyuntikan
Setelah obat anestesi lokal disuntikkan segera dikuti absorpsi ke jaringan lemak dengan cepat
Wanita 35 tahun dibawa ke UGD karena diduga Intoksikasi amitriptyline. Kesadaran menurun dengan GCS 6 dan tekanan darah 90/45 mmHg. Pada perekaman jantung 12 sandaban kemungkinan didapatkan:
Atrial fibrillation atau tall T
Sinus bradycardia dan prolonged QRS complex
Sinus tachycardia dan prolonged QRS complex
Ventricular tachycardia
Complete heart block
Urutan faktor yang mempengaruhi besamya myocardial oxygen demand, mulai dari yang paling besar pengaruhnya, adalah
Afterload > preload > heart rate
Heart rate > afterload > preload
Preload > afterload> heart rate
Afterload > heart rate > preload
Preload > heart rate > afterload
Seorang wanita didiagnosis severe preeclampsla dan dilakukan pembedahan sectio caesarea. Pasca bedah mengalami penyulit HELLP syndrome. Yang tidak termasuk gejala HELLP syndrome adalah
Trombositopeni
Hipotensi
Hemolysis
Liver enzyme meningkat
Proteinuria
Potensi penyulit yang paling sering terjadi pada blok saraf interscalene adalah :
Pneumothorax
Hemidiaphragmatic paralysis
Terjadi blok yang mirip cervical epidural block
Kejang
Paralisa pita suara
Seorang laki-laki, usia 50 tahun dengan dengan diagnosa menigioma. Dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 3 dengan peningkatan tekanan intrakranial kronis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan Darah 150/90 mmHg, laju Nadi 60 kali per menit, laju nafas 12 kali per menit, dan suhu 37 derajat C. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostasis dalam batas normal. Direncanakan dilakukan kraniotomi trepanasi. Hal yang tidak mempengaruhi tekanan intracranial adalah
Carian limfe
Massa otak
Aliran darah vena
Aliran darah ke serebral
Cairan serebro spinal
Seorang pasien menjalani operasi ekstremitas bawah dalam anestesi epidural. Selama prosedur digunakan prneumatic tourniquet Satu jam paska inflasi, dengan tekanan mendekati 100 mmHg di atas sistolik, paslen mengeluh terasa nyeri seperti terbakar di daerah operasi. Apa tindakan yang tepaf untuk kejadian tersebut?
Deflasi tourniquet
Memberikan suplemen analgetik intravena
Menghentikan stimulus tindakan operasi
Meminta spool cairan normal saline dingin pada area operasi
Menambah suplemen obat epidural
Seorang perempuan datang dengan penurunan kesadaran pasca kecelakaan 4 jam sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan Primary Survey di dapatkan jalan napas bebas, frekwensi nafas 24x/mnt, tekanan darah 70/30 mmHg, dari disability tampak kesadaran somnolen, dari exposure tampak hematom dan bengkak di paha kanan dan kiri serta keluar darah dari organ genital. Tindakan apa yang akan anda lakukan pertama kali?
Lakukan resusitası cairan
Intubası endotrakeal
Lakukan pemeriksaan penunjang
Memberikan bantuan napas
Memberikan vasopressor
Anak usia 11 tahun obese telah dilakukan pembedahan tonsilektomi. Pada waktu petang tampak pucat dan hipotensi, nampak cemas. Diagnosis perdarahan pasca tonsilektomi, direncanakan eksplorasi perdarahan. Setelah resusitasi calran, metode induksi yang disarankan untuk kasus tersebut adalah:
Rapid sequence intubation dengan propofol dan rocuronium
Induksi inhalasi dengan desflurane posisi head down
Rapid sequence intubation dengan etomidate dan succinylcholine
Rapid sequence intubation dengan thiopental dan rocuronium
Induksi inhalasi dengan sevoflurane posisi head down
