WorksheetsCBT 6
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Prinsip umum yang perlu digali saat persiapan pre operasi adalah
Airway: nilai kesulitan airway, mintakan pemeriksaan radiologis cervical spine
Respiratory: nilai kemungkinan OSA, tanda dan gejala infeksi saluran nafas atas, dan premedikasi dengan atropine
Kardiovaskuler: nilai kapasitas exercise, riwayat defek kardiak. left heart strain pada EKG menunjukkan hipertensi pulmonal
Neurologi: Pertimbangkan rontgen cervikal jika dicurigai stabilitas atlantoaksial
Endokrin: Tidak perlu untuk pemeriksaan fungsi tiroid , gula darah sewaktu jika ada kemungkinan diabetes.
Seorang wanita 40 tahun dengan luka bakar derajat 2 30% dan derajat 3 10% tanpa trauma jalan nafas, dikonsulkan untuk debridement. Diketahui pasien riwayat hemodialisis berulang 1x seminggu dengan lab saat ini Hb 8.7, BUN 68, creatinin 6.4, SGOT 300, SGPT 250, Kalium 5.2. Manakah obat pelumpuh otot yang harus dihindari ?
Vecuronium
Rocurcnium
Atracurium
Pancuronium
Suksinikolin
Seorang Pasien bayi 8 bulan akan menjalani operasi laparatomi karena ileus. Satu jam setelah induksi anestesia, laju nadi cenderung makin turun. Dari monitor tampak suhu tubuhnya (nasofaring) 34°C. Pada pasien ini, untuk mencegah hipotermia perioperatif, tindakan yang paling tepat terkait mekanisme “heat loss” yang tersering adalah:
Menghangatkan ruang operasi
Menyelimuti ke-4 ekstremitas dan kepala pasien
Membungkus bayi dengan plastik (space blanket)
Memasang blower udara hangat
Menghangatkan cairan infus
Pria 56 tahun datang ke klinik nyeri dengan keluhan nyeri , rasa tidak nyaman dan kesemutan di pantat kanan sampai tungkai kanan. Pasien didiagnosis sindroma piriformis akibat penjepitan saraf :
Femoralis
Saphenous
Inguinalis
Sciatic
Obturator
Anda melakukan blok saraf perifer plexus brachialis pendekatan axillaris dengan bantuan USG dan nerve stimulator. Ujung jarum tampak di posterior arteri axillaris, jika dilakukan stimulasi Nampak pergerakan tangan supinasi. Berarti ujung jarum berada di cabang saraf dari plexus brachialis :
N. infraclavicularis
N. ulnaris
N. intercostalis
N. radialis
N. musculocutaneus
Pria 81 tahun direncanakan pembedahan fraktur radius dan ulna distal kanan. Penyakit penyerta COPD tergantung pada oksigen 2 liter/menit, hipertensi , diabetes dan pernah dipasang stent untuk penyakit jantung koroner setahun yang lalu. Anestesi direncanakan blok saraf perifer. Pilihan yang tepat untuk anestesi blok saraf perifer adalah :
Interscalene brachial plexus block + intercostal brachial nerve block
Supraclavicular brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Infraclavicular brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Axillary brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Superficial cervical plexus block + intercostal brachial nerve block
Prinsip umum yang perlu digali saat persiapan pre operasi adalah
Endokrin: Tidak perlu untuk pemeriksaan fungsi tiroid , gula darah sewaktu jika ada kemungkinan diabetes.
Neurologi: Pertimbangkan rontgen cervikal jika dicurigai stabilitas atlantoaksial
Kardiovaskuler: nilai kapasitas exercise, riwayat defek kardiak. left heart strain pada EKG menunjukkan hipertensi pulmonal
Respiratory: nilai kemungkinan OSA, tanda dan gejala infeksi saluran nafas atas, dan premedikasi dengan atropine
Airway: nilai kesulitan airway, mintakan pemeriksaan radiologis cervical spine
Apa pertimbangan perioperatif spesifik pada bayi ni,
Komplikasi prolonged intubation: trakeomalasia atau stenosis subglotic. risiko kesulitan intubasi atau memerlukan diameter tube yang lebih kecil
Displasia bronkopulmoner; perkembangan alveoli dan surfaktan masih berlangsung, dan tidak memerlukan support ventilasi
apneu; risiko obstruksi, apneu sentral. faktor perioperative seperti obat anestesi, opioid dan hipoksia tidak meningkatkan risiko
respiratory fatique; bayi muda hanya dapat meningkatkan ventilasi semenit dengan menurunkan respiratory rate.
semua bayi berisiko tinggi terhadap hipertermia.
Elemen apa yang termasuk dalam sistem skoring child-pugh
Trombosit, bilirubin, albumin, ensefalopati, ascites
Prothrombin time, bilirubin, albumin, ensefalopati, ascites
INR, bilirubin, albumin, ensefalopati, ascites
Trombosit, Creatinine, albumin, ensefalopati, ascites
Trombosit, Ureum, albumin, ensefalopati, ascites
Sendi mana yang mungkin terkena pada RhA dan mempunyai relevansi dengan
anestesi
Small joints of hand: tidak membatasi penggunaan patient controlled analgesia (PCA)
Costovertebral dan costotransverse joints: defek paru obstruktif
Temporomandibular joint: tidak mempengaruhi mouth opening dan kemudahan intubasi, sehingga memerlukan fibreoptic intubation.
Cervical ankylosis: menyebablan limited neck flexion, dan difficult airway.
RhA dikarakteristikkan dengan chronic symmetrical polyarthritis (terutama) peripheral joints, terutama pada fingers, elbows, ankles, juga proximal joints, shoulders, neck, knees, hips. keterlibatan dari beberapa sendi membuat posisi untuk anestesi regional menjadi problematik.
Pasien dengan end-stage chronic liver disease dijadwalkan pembedahan elektif dengan anestesi umum. Gambaran sistemik chronic liver disease yang penting bagi seorang anestesi adalah
Airway: Risiko refluks dikarenakan penurunan tekanan intra abdomen karena ascites. Rapid sequece induction dan premedikasi dengan PPI diperlukan.
Cardiac: Hyperdynamic circulation dengan high cardiac output, low blood pressure dan low systemic vascular resistance (SVR) (portal hypertension mentrigger aksi mediator vasodiltasi berlebihan pada sirkulasi peripheral dan splanchnic).
Neurologi: Hepatic encephalopathy. dapat dipresipitasi oleh perdarahan gastrointestinal, infeksi, obat-obatan sedatif, hyperglycaemia, protein intake yang berlebihan, hypertension, dan hypoxia.
Neurologi: Hepatic encephalopathy. dapat dipresipitasi oleh perdarahan gastrointestinal, infeksi, obat-obatan sedatif, hyperglycaemia, protein intake yang berlebihan, hypertension, dan hypoxia.
Hematologi: Coagulopathy dikarenakan kegagalan sintesis clotting factors. Regional anaesthesia tidak merupakan kontraindikasi. Clotting factor supplementation mungkin diperlukan
Laki-laki 78 tahun dengan diagnosa closed fraktur collum femoris. Dilaksanakan operasi AMP oleh sejawat orthopedi. Pasien dengan status fisik ASA 3 kelainan penyerta kondisi geriatrik dan CHF gr 2 kausa hipertensi kronis. Dilakukan pembiusan menggunakan regional anestesia. Hal yang wajib kita antisipasi selama prosedur operasi pada tehnik operasi AMP tersebut adalah:
Permisive Hypotension
Tredelenburg Position
Massive Bleeding
Bone cement Implantation Syndrome
Aortocaval Compression
Seorang pasien wanita 50 tahun dilaporkan mengalami sesak, penurunan kesadaran dan adanya petechiae dikulit an konjuctiva. Pasien tersebut 3 hari yang lalu dilakukan operasi debridemant internal fiksasi tulang femur karena kecelakaan. Kenmungkinan penyebab kondisi tersebut adalah:
Gagal Ginjal Akut
Fat Embolism
Reaksi Anafilaksis
Sepsis
Bone Cement Syndrome
Seorang pasien wanita 50 tahun dilaporkan mengalami sesak, penurunan kesadaran dan adanya petechiae dikulit dan konjuctiva. Pasien tersebut 3 hari yang lalu dilakukan operasi debridemant internal fiksasi tulang femur karena kecelakaan. Pemeriksaan tambahan dalam menegakkan diagnosa penyebab kondisi tersebut:
Faal koagulasi dan serum lipase
Faal ginjal
ECG
Faal Hepar
Echocardiografi
Laki-laki 45 terjatuh dari bangunan lantai 3 dan mengalami multiple trauma yang meliputi amputasi parsial tungkai kiri yang mengakibatkan perdarahan substansial. Pasien dibawa untuk perawatan di ICU setelah mendapatkan 4 unit PRC dan 2 unit FFP. Setelah resusitasi lanjut dan operasi repair tungkai, pada evaluasi post op didapatkan serum kreatinin 2.13 mg/dl dengan urine output 0.3 cc/kg/jam. Etiologi paling mungkin dari AKI ini adalah
Pre-renal failure dari hipotensi
Pre-renal failure dari gangguan tromboemboli
Intrinsic renal failure dari rhabdomyolisis
Post renal failure dari obstruksi ureter
Pada ventilasi assist control (ACV)
Napas yang dipicu oleh ventilator menghasilkan kiriman tidal volume penuh sesuai setting yang dilakukan, sedangkan napas yang dipicu oleh pasien tidak didukung oleh ventilator
Semua napas menghasilkan kiriman tidal volume sesuai setting tanpa memperdulikan pemicunya apakah dari pasien atau ventilator
Semua napas pemicunya harus dari pasien
Pasien tidak mampu memicu napas
Seorang laki-laki berusia 40 tahun akan direncanakan operasi bedah mata dengan menggunakan anestesi umum. Sesaat stelah pemberian relaksan otot tampak tekanan bola mata meningkat melalui pemeriksaan tonometry.
Apakah obat relaksan otot yang diberikan pada pasien tersebut ?
Vecuronium
Suksinilkolin
Rocuronium
Atracurium
Cisatracurium
Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani pembedahan mata vitreus dengan anestesi umum menggunakan gas anestesi inhalasi. Sesaat setelah operator menginjeksi gelembung udara pada bagian posterior bola mata , nampak gelembung udara semakin membesar
Apakah agen inhalasi yang dapat menyebabkan kondisi tersebut?
Halotan
Desflurane
N2O
Sevoflurane
Isoflurane
Seorang laki-laki berusia 48 tahun menjalani operasi pembedahan mata. Dokter anestesi menggunakan teknik regional anestesi dengan menyuntikkan anestesi lokal di daerah episklera bola mata pasien
Apakah nama Teknik anestesi regional tersebut?
Retrobulbar blok
Peribulabar blok
Subtenon blok
Fasial blok
Optalmic blok
Seorang anak laki-laki 2 tahun, berat badan 12 kg dengan diagnosa tumor abdomen akan dilakukan tindakan MRI untuk diagnostik. Pasien tidak kooperatif, kemudian dikonsulkan ke anestesi untuk pemberian sedasi. Setelah puasa cukup, pasien diberikan midazolam dan ketamin untuk fasilitas sedasi. Beberapa menit kemudian pasien terjadi desaturasi (saturasi 97% menjadi 84%) tidak terlihat gerakan nafas.Tindakan yang segera dilakukan adalah?
Stop tindakan, berikan oksigen 100%
Ventilasi dengan tambahan ketamin untuk mendalamkan anestesi
Intubasi segera dengan fasilitas pelumpuh otot atracurium
Suctioning rongga mulut pasien kemungkinan terjadi obstruksi muntahan pasien
Ventilasi dengan pemberian propofol dosis kecil
Seorang Wanita 54 tahun dengan diagnosa Ca Servix stadium akhir, saat ini telah mendapatkan terapi kemoterapi dan Sinar dalam datang ke Poliklinik nyeri tempat anda bekerja. Pasien mengeluhkan nyeri di daerah panggulnya saat ditanya mengenai nyeri yang dirasakan jika 0 tidak nyeri dan 10 nyeri hebat pasien mengatakan nyeri yang dirasa skornya 8-9 dan mengganggu aktifitas sehari hari.
Fentany
Paracetamol
Kodein
Oksikodon
Morphine sustained-release
Seorang Laki-laki 24 tahun mengeluhkan pergelangan kaki kirinya keseleo setelah bermain futsal. Pemeriksaan radiologis tidak menunjukan tanda-tanda fraktur. 1 minggu setelahnya pasien mengeluhkan pergelangan kakinya bengkak, beberapa bagian kulitnya berubah warna menjadi biru, rasa sakit seperti sensasi terbakar, dan rasa sakitnya semakin hebat jika diberikan sesuatu yang dingin (es batu). Pasien didiagnosa dokter mengalami CRPS (Complex Regional Pain Syndrome)
Pernyataan di bawah ini benar mengenai CRPS, kecuali ?
Patofisiologi nya multifaktorial, tetapi melibatkan sistem saraf simpatis dan susunan saraf pusat
Lebih sering terjadi pada wanita
Terapi blok saraf simpatis lebih efektif dibandingkan terapi intravena simpatolitik blokade
Nyeri yang masih bisa di tahan secara saraf simpatis, obat adrenergik antagonis seperti phenoxybenzamine bisa bermanfaat
Dibagi menjadi 2 varian, dilihat dari apakah ada cedera saraf yang bisa diidentifikasi atau tidak
Seorang PPDS Anestesiologi , dr. X, akan melakukan penelitian karya akhir. Ia akan meneliti tentang perbandingan pemberian fentanyl dan paracetamol sebagai analgetik post operasi. Dokter X memberikan instruksi kepada perawat ruangan tanpa memberi tahu jenis obat apa yang diberikan pada tiap pasien. Jenis penelitian ini adalah…..
Double blind study
Triple blind study
Single blind study
Tidak dapat diteliti karena fentanil dan parasetamol dari golongan analgetik yang berbeda
Cohort retrospektif
Bagian inti tesis terdiri atas beberapa bab yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan dan saran. Bab yang berisi penjelasan rincian secara teori, fakta maupun hasil penelitian terkait yang berhubungan dengan masalah penelitian, adalah
Tinjauan pustaka
Pendahuluan
Metode penelitian
Hasil penelitian
Pembahasan
Seorang PPDS Anestesiologi , dr. X, akan melakukan penelitian karya akhir .Cara pemilihan sampling digolongkan menjadi probability sampling dan non probability sampling. Yang termasuk probability sampling
Stratified random sampling
Consecutive sampling
Convenient sampling
Judgmental sampling
Purposive sampling
