wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Compliance Quiz for NSC

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Suatu keadaan dimana perusahaan farmasi dilarang untuk memberikan atau menawarkan apapun sebagai imbalan atas pemberian resep yang dilakukan oleh tenaga kesehatan ("HCP"), disebut sebagai?

a)

Off-lable presentation

b)

Management fraud triangle

c)

Status Quo

d)

No quid pro quo

2.

PT. EFG memperjual-belikan data pasien sebagai sampel kepada suatu website HaluYaDoc. Atas insiden tersebut, dalam 24 jam PT. EFG melapor kepada PIC PTEI. Langkah apa yang harus dilakukan oleh PIC PTEI atas laporan yang didapatkannya?

a)

Membentuk tim ahli yang terdiri dari tim forensik data, penasehat hukum dan/atau ahli privasi, serta melakukan wawancara terhadap orang yang menemukan pelanggaran tersebut.

b)

PIC PTEI melalui Ica & Associates Counsellor at Law mengeluarkan somasi kepada PT. EFG dan HaluYaDoc dengan dalil bahwa jual beli data pasien dilakukan atas unsur kesengajaan demi mendapatkan keuntungan.

c)

PIC PTEI melaporkan insiden tersebut dalam waktu 24 jam kepada Sistem Perlindungan Data Pribadi, yang terdiri dari : Legal and Compliance Specialist, dan Legal and Compliance Dept. Head (Compliance Counter).

d)

Menarik semua data pasien yang disimpan oleh PT. EFG agar disimpan dan dikelola secara langsung oleh PTEI supaya lebih aman dengan pertimbangan PTEI memilik struktur Sistem Perlindungan Data Pribadi.

3.

PTEI ingin memberikan sponsorship kepada dr. X untuk menjadi pembicara dalam sebuah symposium yang diadakan di kota Manado. Istri dr. X ternyata juga berasal dari Manado dan pada saat yang bersamaan istri dr X memiliki urusan keluarga yang mendesak, sehingga dr. X meminta agar PTEI dapat membayarkan terlebih dahulu biaya transportasi istrinya dan mengatakan akan mengganti biaya tersebut segera setelah acara symposium yang dihadirinya selesai dilaksanakan. Apa tindakan yang dapat dilakukan oleh PTEI selaku pemberi sponsorship terhadap permintaan dr. X tersebut?

a)

PTEI dapat membayarkan biaya transportasi istri dr. X, karena dr. X mengatakan akan mengganti biaya akomodasi istrinya segera setelah symposium selesai dilaksanakan. Sehingga hal ini dirasa manusiawi untuk dilakukan oleh PTEI.

b)

Setiap sponsorship yang diberikan oleh PTEI kepada HCP harus dilakukan berdasarkan kode etik IPMG, dimana hanya terbatas pada pembayaran transportasi dan akomodasi yang dibayarkan secara langsung kepada pihak penerima yang sah.

c)

PTEI tidak dapat membayarkan biaya transportasi istri dr. X tersebut. Namun demikian dengan mempertimbangkan kondisi hubungan baik dengan dr. X, karyawan disarankan memberikan hutang pribadi ke dr tersebut.

d)

PTEI dapat memasukkan rincian biaya transportasi istri dr. X ke dalam rincian biaya transportasi dr. X, dengan ketentuan dr. X harus memberikan uangnya terlebih dahulu kepada PTEI.

4.

D seorang karyawan PTEI merasa bahwa produk kompetitor memiliki kualitas di bawah produk PTEI, sehingga D membuat semacam testimoni di Facebook dengan melampirkan journal dari profesor ternama untuk mendukung testimoninya tersebut. Apakah hal ini boleh untuk dilakukan oleh D?

a)

Boleh, karena perbandingan produk tersebut dilakukan D dengan menyertakan journal dari profesor ternama. Sehingga testimoni tersebut valid.

b)

Boleh, karena D adalah karyawan PTEI yang sangat mengetahui khasiat serta manfaat produk yang diproduksi PTEI.

c)

Boleh, dengan ketentuan D harus mencantumkan data pribadi PM produk terkait. Sehingga teman-teman di Facebook D menjadi lebih mudah untuk memiliki akses dan mendapatkan produk PTEI tersebut.

d)

Karyawan harus memperhatikan apa yang disampaikan secara pribadi di media sosial. Oleh karena itu, D tidak diperkenankan untuk membuat testimoni yang dapat dianggap sebagai 'hidden promotion'.

5.

Pada waktu liburan ke Yogyakarta, salah satu MR PTEI membeli 8 boks bakpia yang rencananya akan diberikan kepada dr. O yang berdomisili di Jakarta karena hubungan baik yang sudah terjalin di antara mereka selama bertahun-tahun. Alih-alih sebagai oleh-oleh, MR tersebut kemudian mengklaimnya sebagai meals RTD. Apakah hal tersebut diperbolehkan?

a)

Pemberian makanan khas daerah dalam acara scientific disscusion sangat diperbolehkan. Dengan ketentuan, nominalnya tidak melebihi batasan meal yang ditetapkan oleh IPMG yaitu IDR 500.000 per pax per sekali makan.

b)

Pemberian food dropping dan oleh-oleh baik makanan khas daerah atau souvenir untuk HCP sangat dilarang dalam Kode Etik IPMG. Pemberian 8 box bakpia kepada dr. O tersebut, walaupun diberikan dalam aktivitas RTD, tetap dianggap sebagai oleh-oleh.

c)

Pemberian food dropping dan oleh-oleh sebaiknya ditambahkan dengan souvenir khas Yogyakarta lainnya agar semakin meningkatkan hubungan baik yang terjalin antara MR dan dr. O tersebut.

d)

Pemberian 8 box bakpia kepada dr. O tersebut,merupakan bentuk apresiasi MR ke dr. O atas kerjasama selama ini. Sehingga pemberian food dropping dan oleh-oleh baik makanan khas daerah atau souvenir untuk HCP sangat diperbolehkan apalagi jika dibungkus dengan program product detailing.

6.

Karena memiliki perbedaan pendapat yang cukup alot saat meeting, V merasa kesal dengan W, sehingga pada saat di pantry V melontarkan gurauan mengenai kehidupan pribadi dan juga mengeluarkan komentar bernada seksual tentang penampilan, pakaian dan bagian tubuh W. W pun merasa tidak nyaman dan tersinggung atas ucapan V tersebut. Lantas tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh W?

a)

W dapat merekam ucapan V, menguploadnya di TikTok agar menjadi viral, sehingga V mendapat kecaman dari publik dan W dapat empati dari para pengguna TikTok sehingga mendongkrak followers W.

b)

W harus melaporkan hal tersebut kepada PCC Dept dan direktur serta meminta PCC Dept untuk memberhentikan V dari perusahaan, karena menganggap tindakan V tersebut sangat amoral dan mengganggu kenyamanan dalam bekerja.

c)

W harus memberitahu V bahwa perilaku tersebut sangat menyinggungnya dan meminta V untuk berhenti. Apabila V tidak dapat menghentikan perbuatannya, maka W dapat berkonsultasi dengan manajer V, Compliance Counter, dan/atau PCC Dept. untuk arahan lebih lanjut

d)

W harus mengumpulkan semua bukti - butki atas ucapan V yang menyinggung kemudian melaporkannya ke kepolisian terdekat.

7.

Seorang direktur keuangan merekayasa dokumen laporan keuangan perusahaanya. Salah satu staff direktur tersebut mengetahui semua perbuatan curang yang dilakukan oleh atasannya. Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh staff tersebut?

a)

Merasa ikut bertanggungjawab, Ia melakukan pembinaan terhadap direktur keuangan tersebut agar memiliki attitude yang lebih baik demi memperkecil resiko terulangnya perbuatan curang yang ia lakukan.

b)

Mengabaikannya, karena ia tidak ikut serta dalam perbuatan curang yang dilakukan oleh atasannya.

c)

Melaporkan perbuatan curang yang dilakukan oleh direktur keuangan tersebut secara diam-diam kepada pihak kepolisian dengan membawa serta semua dokumen terkait.

d)

Melaporkannya kepada Compliance Counter agar dapat segera dilakukan deteksi jenis penyimpangan atau kecurangan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut.

8.

Q merasa namanya dijelek-jelekkan oleh Y yang menyerbarkan rumor bahwa Q merupakan simpanan salah satu karyawan yang sudah memiliki istri. Q sangat marah dan ingin melaporkan hal ini kepada Compliance Counter. Apakah bisa hal tersebut dilaporkan kepada Compliance Counter?

a)

Pelaporan kepada Compliance Counter bisa dilakukan walaupun untuk permasalahan pribadi, asalkan pelaporan dilakukan selama jam kerja.

b)

Pelaporan kepada Compliance Counter tidak bisa dilakukan untuk permasalahan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan performa terkait pekerjaan dan reputasi PTEI, walaupun pelaporan tersebut dilakukan selama jam kerja.

c)

Q dapat melaporkan hal ini kepada Compliance Counter, karena merasa rumor yang disebarkan oleh Y tersebut dapat mempengaruhi performanya dalam bekerja.

d)

Tidak bisa, karena laporan terkait masalah pribadi hanya dapat dilakukan kepada team PCC Dept saja, dan bukan kepada Compliance Counter.

9.

PTKI baru saja launching produk gastro membagikan sampel produk kepada peserta awam yang mengikuti seminar. Apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan?

a)

Penyebutan nama produk dalam acara seminar awam, tidak menjadi masalah, asalkan masih dalam jam seminar.

b)

Penyebutan nama produk dalam acara seminar awam, dapat menjadi masalah, karena dapat dianggap promosi ethical produk kepada publik.

c)

Selama dapat dibuktikan bahwa tindakan tersebut telah mendapatkan ijin dari GP Farmasi, hal itu tidak menjadi masalah.

d)

Pemberian contoh produk farmasi lebih dari 3 sample dilarang, namun 5 sample maka seharusnya berbayar.

10.

Sebagai karyawan PTEI, kita memiliki kewajiban untuk melaporkan dugaan pelanggaran compliance. Salah satu contoh yang tepat yang dapat kita laporkan adalah……

a)

Saya tidak menyukai sifat angkuh dan congkak serta hobi memamerkan barang mewah miliknya salah satu karyawan yang membuat saya tidak nyaman untuk bekerjasama dengan karyawan tersebut.

b)

Saya mengetahui seorang MR mencetak sendiri satu bundle bon rumah makan bernama Bebek Kekeyi di kios percetakan, untuk mengajukan reimbursement kepada PTEI dengan alih-alih telah melakukan scientific discussion dengan HCP.

c)

Saya mengetahui bahwa seringkali SM menegur salah satu DM di bawahnya karena DM tersebut sering terlambat dan tidak fokus bekerja sehingga targetnya tidak pernah tercapai.

d)

Saya mendengar bahwa X memiliki banyak hutang akibat perilaku hedonisme dan saya sering dihutangi sehingga upah bulanan saya tidak cukup untuk keperluan saya.