NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Harian "Fabel dan Legenda"
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Di suatu kampung yang damai, hidup sepasang suami istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia di pinggir hutan. Sebagian atapnya sudah berlubang. Jika hujan datang, suami istri itu sibuk menambal atap tersebut dengan daun-daun kayu yang besar. Berdasarkan kutipan tersebut, latar tempat ceritanya adalah ....
Pinggir hutan
Tengah kota
Tengah hutan
Pinggir danau
Edo sangat menghormati orang tuanya. Dia juga sayang kepada keduanya, meskipun hanya sebagai pedagang sate. Sepulang sekolah, Edo selalu membantu orang tuanya melayani pembeli. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....
Pantang menyerah dalam mencapai cita-cita
Berbakti kepada orang tua
Bersabar dalam menjalani hidup
Berusaha menjadi pelayan yang baik
Setelah belajar Sasmita selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Sasmita menggunakan air secukupnya. Tema dari cerita tersebut adalah ....
Pemborosan
Hidup sederhana
Hidup hemat
Pendidikan
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah ….
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Fabel merupakan jenis cerita lama yang mengajarkan nilai-nilai moral kepada pembaca/pendengar melalui tokoh yang berupa binatang. Berdasarkan pengertian tersebut, berikut ini yang termasuk cerita fabel adalah....
Rubah dan Burung Gagak
Terjadinya Danau Toba
Si Kabayan Saba Kota
Utri Sabah Nan Aluih
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut disebut...
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah penggalan fabel berikut!
Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.
“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.
Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.
Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya
Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain
Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan
Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu ….
orientasi – komplikasi – klimaks – koda
orientasi – klimaks – resolusi – koda
orientasi – komplikasi – resolusi – koda
orientasi – resolusi – koda – komplikasi
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah ….
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak" Si Semut.
Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak Si Semut."
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
Fabel yang menggunakan watak tokoh binatang aslinya seperti pada kondisi nyata disebut fabel....
Fabel adaptasi
Fabel dengan koda
Fabel tanpa koda
Fabel alami
Berikut ini pengungkapan komplikasi yang diawali dengan konflik batin adalah ….
Semakin lama Kuda merasa hidupnya tak berguna lagi. Dia merasa hanya merepotkan teman-temannya. Dia sangat terpuruk dengan kepergian ibunya
Ketika Banteng sedang berada di tepi sungai untuk minum, Buaya langsung menyergapnya
Ketika Gajah memasuki perkampungan Semut Merah, tanpa diduga pasukan Semut Merah langsung menyerangnya
Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Bahkan, tahun pun silih berganti. Akan tetapi, kabar Ajisaka tidak kunjung diterima Sembada
Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya. Permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Prabu Surwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai keturunan sehingga mereka merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan tersebut. Mereka khawatir tidak ada yang meneruskan tahta kerajaan tersebut.
Paragraf tersebut dalam cerita legenda merupakan bagian ....
Orientasi
Koda
Komplikasi
Resolusi
Unsur yang pasti terdapat dalam legenda adalah ...
Tokoh yang berupa manusia, dewa, dan binatang
Kalimat yang ditulis menggunakan bahasa layaknya pantun
Nama pengarang atau penulis cerita terdapat dalam cerita
Keajaiban dalam cerita dan sejarah yang dianggap nyata oleh masyarakat
Dalam legenda seringkali terdapat perbedaan versi cerita karena ....
Cerita legenda dibuat dan ditulis oleh banyak orang
Legenda umumnya ditulis dalam bahasa asing
Cerita dalam legenda sulit dimengerti masyarakat
Legenda tersebar dari mulut ke mulut
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.
Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan
Diawali dengan deskripsi latar
Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
Diawali dengan latar masa lalu
Diawali dengan perubahan latar
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah
Ibu Domba melirik jam dinding. Ia gelisah anaknya Doug belum pulang.
Jam alarm Bear berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Kelinci membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Jenis fabel yang memiliki semua unsur fabel tetapi dalam penyampaian cerita nya menggunakan latar tempat dan kegiatan seperti manusia disebut jenis fabel
hiburan
adaptasi
alami
fiksi ilmiah
(1) Agar burung penyanyi masuk lagi ke dalam mulutnya, (2) buaya selalu memberitahu dulu sebelum membuka mulutnya. (3) “Wow, rukun ya mereka...!”
Bagian cerita yang menggunakan kosakata percakapan ditandai dengan nomor....
(1)
(2)
(3)
(1) dan (3)
Tetapi buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada biri-biri itu. Dia naik ke titian itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang buaya dengan kukunya. Kena mata buaya. Dia kesakitan. Lalu, ditanduknya perut buaya itu hingga berdarah. Buaya menjerit kesakitan dan menjatuhkan dirinya ke air.
Yang dimaksud kata sandang dalam cuplikan tersebut adalah....
pada
si
oleh
agak
Raja Kuripan mempunyai dua orang putra, yaitu Raden Panji dan Raden Anom. Raden Anom lebih cerdas daripada Raden Panji. Raden Panji menjadi iri hati melihat kecerdasan Raden Anom. Oleh karena itu, ia ingin mencelakai saudaranya.
Perbedaan watak Raden Anom dan Raden Panji adalah....
Raden Anom cerdas dan Raden Panji kurang cerdas
Raden Anom disayang Raja dan Raden Panji dibenci Raja
Raden Anom tampan dan Raden Panji tidak tampan
Raden Anom adil kepada rakyatnya dan Raden Panji zalim
"Wah, usul yang bagus sekali Bu Kucing Putih...". Ibu Kucing Belang sangat bergembira. Ia pulang ke rumah dengan wajah cerah, secerah cuaca hari itu.
Peristiwa yang diceritakan itu terjadi pada waktu....
malam hari
dini hari
pagi hari
siang hari
Dahulu kala, di Kerajaan Kahyangan, ada tujuh puteri yang sangat jelita. Nama-nama mereka diambil dari nama bunga yaitu Mawar, Dahlia, Cempaka, Tanjung, Kenanga, Melati, dan Cendana. Mereka masing-masing mempunyai kesukaan yang berbeda. Diantar mereka yang paling baik adalah si bungsu, Cendana.
Legenda mempunyai kekhasan dengan adanya urutan waktu, yakni....
dahulu kala
Kerajaan Kahyangan
tujuh puteri
si bungsu
(1) Akhirnya, Ja'ran memasuki goa dan ribuan tikus mengikutinya dari belakang dan terus masuk, sehingga hampir menutupi seluruh pintu goa. (2) Tikus-tikus itu bersembunyi di dalam goa. (3) Sejak saat itu, orang-orang tidak lagi melihat tikus satu pun, juga tidak pernah melihat Ja'ran. (4) Demikianlah, sejak saat itu gunung itu disebut Gunung Tikus.
Bukti bahwa cuplikan itu merupakan bagaian dari legenda tampak pada kalimat nomor....
(1)
(2)
(3)
(4)
