WorksheetsCerita Fiksi
Total questions: 25
Worksheet time: 14mins
Cerita yang ditulis berdasarkan khayalan penulisnya disebut ...
cerita fiksi
cerita nonfiksi
cerita misteri
cerita imajinasi
Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan …..
Imajinasi atau karangan penulisnya
Kisah nyata yang telah terjadi pasti
Cerita misteri yang menakutkan
Mitos dan kejadian aneh di dunia
Tokoh yang berperan penting dalam sebuah cerita dinamakan tokoh ….
Tokoh figuran
Tokoh utama
Tokoh antagonis
Tokoh protagonis
Siang hari, malam hari, di tepi pantai, merupakan contoh dari . . .
alur
setting atau latar
tema
cerita
Rangkaian peristiwa yang membentuk cerita disebut juga...
Jalur
Urutan
Alur
Rencana
Pokok pikiran yang menjadi dasar sebuah cerita adalah ....
tokoh
tema
alur
amanat
Berikut ini unsur instrinsik yang terdapat dalam cerita adalah ....
biografi pengarang
agama yang dianut pengarang
tokoh
pendidikan pengarang
Berikut ini contoh cerita fiksi adalah ....
Pertempuran 10 November di Surabaya
Biografi B.J.Habibie
Buaya Ajaib
Pendudukan Jepang
Sebuah cerita memiliki beberapa unsur antara lain …
tokoh, watak, alur dan latar belakang
tokoh, watak, sikap dan latar belakang
tokoh, warna, alur dan latar belakang
tokoh, watak, alur dan waktu
Arya senang sekali hari ini. Ayah akan mengajaknya menonton film tentang makhluk luar angkasa. Ia sudah lama menantikan kesempatan ini. Kebetulan, kali ini ayah dapat menemaninya.
“Wah, antreannya sudah panjang, Ayah!” kata Arya agak murung ketika telah sampai di bioskop. Penjualan tiket ternyata sudah dibuka setengah jam yang lalu, dan sekarang antreannya cukup panjang. Seandainya saja tadi Ayah tidak membantu Mbak Ita membetulkan sepedanya, pasti kita tidak akan mengantri sepanjang ini.
“Tidak apa, Arya. Kita masih punya waktu. Pemutaran filmya masih 45 menit lagi, kok. Yuk, segera mengantre!” ajak Ayah sambil berjalan menuju antrean.
Siapakah tokoh utama dalam cerita di atas …
Ayah
Mbak Ita
Arya
Tidak ada
Arya senang sekali hari ini. Ayah akan mengajaknya menonton film tentang makhluk luar angkasa. Ia sudah lama menantikan kesempatan ini. Kebetulan, kali ini ayah dapat menemaninya.
“Wah, antreannya sudah panjang, Ayah!” kata Arya agak murung ketika telah sampai di bioskop. Penjualan tiket ternyata sudah dibuka setengah jam yang lalu, dan sekarang antreannya cukup panjang. Seandainya saja tadi Ayah tidak membantu Mbak Ita membetulkan sepedanya, pasti kita tidak akan mengantri sepanjang ini.
“Tidak apa, Arya. Kita masih punya waktu. Pemutaran filmya masih 45 menit lagi, kok. Yuk, segera mengantre!” ajak Ayah sambil berjalan menuju antrean.
Bagaimana watak Arya dalam cerita tersebut .…
sabar
pemarah
penolong
baik hati
Firman masih terjaga. Ditemani jam weker dan segelas susu hangat yang baru diantar ibunya. Mulutnya komat-kamit menghafal rumus metematika. Kadang matanya terpejam, berharap rumus yang dihafal dapat melekat di otak. Namun tasa kantuk yang kuat, sering menghapus hafalannya.
Harus bisa! Tekadnya dalam hati. Firman tak rela gelar juara pertamanya direbut oleh Andi untuk yang kedua kali. Apalagi ayahnya sudah berjanji akan membelikan sepeda baru kalau ia berhasil merebut kembali juara pertama. "Luas kerucut adalah...., adalah...aahhh...! Lupa lagi!" Keluhnya kesal.
Tokoh tambahan pada teks di atas adalah...
Firman
ibu
ibu guru
ayah
Perhatikan teks berikut ini!
Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. Ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragamnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.
Ibu segera menyambut Deo dengan membukakan pintu pagar. Ibu pun membantu.
Deo memasukkan sepedanya di halaman rumah. Ibu mengambil tas Deo yang ikut kotor dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Setelah ibu memberikan minum, ibu memeriksa luka-luka gores di lutut dan siku Deo. Deo meringis kesakitan ketika luka-luka itu dibersihkan dan diberikan obat. Setelah Deo mulai terlihat tenang, ibu meminta Deo bercerita.
Latar dari cerita pada teks di atas adalah...
jalan raya
rumah
sekolahan
sepeda
Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling membuatkan masakan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, dia aib dikarenakan telah kehilangan sebuah kakinya.
Kebiasaan tokoh belalang yang tergambar pada kutipan dongeng tersebut ialah ….
setiap malam berpesta
membagi makanan
hidup menyendiri
absurd dan pemalu
Di sebuah desa di Payakumbuh, Sumatra barat, hiduplah seorang laki-laki yang bernama Mak Isun. Dia bekerja sebagai kusir bendi milik majikannya.
Setiap hari ia mendapat upah dari hasil menarik bendi. Ia rajin merawat bendi dan kudanya agar selalu terlihat bersih dan kudanya selalu sehat. Ia juga rajin menabung.
Yang bukan termasuk sifat tokoh dalam cerita tersebut adalah
Rajin membersihkan kuda
Rajin bekerja
Suka menolong
Suka menabung
Terjadinya Selat Bali
Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.
Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu ....
Naga Besukih dan Manik Angkeran
Naga Besukih dan Sidhimantra
Manik Angkeran dan Sidhimantra
Manik Angkeran dan Ki Sapa Wira
Setelah belajar Hani selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Hani tidak suka berlama-lama. Dia menggunakan air secukupnya.
Tema dari cerita di atas adalah ….
Pemborosan
hidup sederhana
hidup hemat
pendidikan
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya.
Perbedaan watak Ajeng Ayu dan Ajeng Rara adalah ….
Ajeng Ayu sangat cantik jelita, sebaliknya Ajeng Rara sangat buruk.
Ajeng Ayu sangat baik hati dan Ajeng Rara sangat jahat.
Ajeng Ayu sangat ramah dan Ajeng Rara pendengki.
Ajeng ayu sangat cantik dan Ajeng Rara juga cantik.
Tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat ....
jahat
sabar
baik
tidak bertanggungjawab
Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat ....
Jahat
Baik
Tidak Sombong
Bekerja keras
“Ah, Kak Argi, aku sedang berpikir, bukan cemberut.” sangkal Rino. “Aku sedang memikirkan tentang proyek sekolah, Kak. Kami harus membuat sesuatu yang bisa dijual di Hari Pasar dua minggu lagi. Barang tersebut harus hasil buatan sendiri dan tidak boleh menggunakan bahan yang mahal. Kata bu guru, supaya bisa dibeli oleh teman-teman lain di sekolah. Nah, aku sedang berpikir, kira-kira aku akan membuat apa.” jelas Rino.
Tema cerita di atas adalah...
Kak Argi yang baik hati
Rino yang bingung
Proyek sekolah Rino
Kak Argi yang perhatian
Suatu hari ada kupu-kupu bersayap hitam yang terbang melintas. Tuvi dengan sombongnya mengejek kupu-kupu tersebut karena memiliki sayap hitam yang jelek. Kupu-kupu tersebut kemudian menangis, dia merasa sangat sedih dan malu. Bahkan dia tidak berani lagi terbang dan bermain di sekitar taman bunga.
Watak tokoh Tuvi adalah ....
pemberani
penyayang
sombong
pembohong
Alangkah pedih hati Salamah. Marni sebenarnya ingin meminta sesuatu kepadanya. Tapi takut. Takut mengundang amarahnya. Tapi tidak sayangku, bisik Salamah dalam hati. Kau terlalu baik anakku. Kau tidak melawan jika aku tidak memberimu uang.... Kau tidak minta apa-apa karena kau tahu betul betapa ibumu ini melarat. Melarat sekali. Kau tidak pernah merengek minta dibelikan mainan. Anakku, ini yang membuat aku begitu terenyuh kepadamu. Kau begitu tabah menghadapi hidup kita yang sengsara ini, Marni...
Watak tokoh Marni pada penggelan cerpen di atas adalah ...
sabar dan tabah
setia dan taat
taat penuh perhatian
baik dan mulia
“Nadia...Nadia!!” Hampir lima menit Nina memanggil-manggil nama Nadia, tapi tak ada sahutan sama sekali. Nina semakin penasaran dibuatnya.
Dengan langkah layu. Nina pun kembali melaju di atas sepedanya yang berwarna kuning tersebut. Sekilas tampak Nina menghapus cairan bening yang menetes di sela-sela matanya. Hanya dalam hitungan menit, Nina pun terlihat dengan senyum cerianya lagi.
Berdasarkan kutipan cerpen di atas, Nina memiliki sifat
cepat marah
cepat mengeluh
mudah ceria
cepat putus asa
Di sebuah desa hiduplah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani. Keduanya hidup tenteram dan bahagia. Suatu hari mereka menemukan seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Bayi tersebut sekarang sudah besar. Dia diberi nama si Jebul.
Latar tempat cerita secara utuh adalah ...
desa
dusun
kota
hutan
