WorksheetsKeperawatan KMB #1
Total questions: 58
Worksheet time: 58mins
Seorang perempuan berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam karena PPOK. Hasil pengkajiann pasien tampak sesak, TD 110/70 mmHg, RR 28x/ menit, N 100x/menit, tampak retraksi dada, dan tampak penggunaan otot pernafasan. Hasil pemeriksaan AGD didaparkan PH 7,30, PaCO2 49 mmHg, PaO2 85 mmHg, HCO3 22 mEq/L, saturasi oksigen 97% .
Apakah interpretasi hasil AGD pada pasien ?
Asidosis metabolik terkompensasi
Alkalosis respiratorik
Asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik
Seorang laki-laki berusia 40 tahun di rawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas. Hasil pengkajian TD 130/80 mmHg, N 88x/menit, RR 24x/menit, x-ray toraks menunjukkan adanya pleuritis dextra. Saat ini perawat sedang melakukan pemeriksaan fisik paru pada tahapan auskultasi.
Apakah hasil pemeriksaan pada kasus tersebut ?
Ronchi
Vesikuler
Wheezing
Bronchial
Friction rub
Seorang laki-laki berusia 64 tahun dirawat diruang penyakit dalam keluahn nyeri dada sejak 2 jam sebelum MRS. Hasil pengkajian pasien mengatakan dadanya terasa panas, skala nyeri 7, akral dingin, lemah dan cemas. TD 140/80 mmHg, N 72x/menit, RR 20x/menit. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi pada lead V3 dan V4.
Dimanakah lokais infark yang dialami pasien tersebut ?
Posterior jantung
Inferior jantung
Anterior jantung
Lateral jantung
Septal jantung
Seorang laki-laki berusia 46 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosis peritonitis dan mengeluh nyeri perut. Hasil pengkajian skala nyeri 6, tampak wajah menyeringai, TD 140/90 mmHg, N 100x/menit, RR 24x/menit, suhu 380C.
Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut ?
Mual
Muntah
Bising usus
Distensi perut
Intake dan output cairan
Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosis suspect apendisitis. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri perut kanan bawah, nyeri skala 7, maual, muntah, serta tidak nafsu makan, TD 130/80 mmHg, N 80x/menit, RR 26x/menit.
Apakah pengkajian lanjut pada kasus tersebut ?
Auskultasi bising usus
Observasi status nutrisi
Pemeriksaan laboratorium
Observasi tanda-tanda dehidrasi
Palpasi pada titik mc. Burney
Seseorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat diruang neurologi dengan keluhan penurunan kesadaran. Hasil pengkajian saat diberi rangsang nyeri kedua lengan tampak fleksi abnormal, membuka mata dan suara mengerang, pupul anisokor kanan, refleks cahaya lambat, TD 160/90 mmHg, N 92x/ menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,80C.
Berapakah nilai GCS pada kasus tersebut ?
5
6
7
8
9
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat diruang bedah syaraf dengan pasca craniotomi. Hasil pengkajian, pasien tampak hemiparese kanan, lemah dan tidak mampu menggerakkan tubuhnya, refleks fisiologi lambat. Saat dilakukan pemeriksaan otot ektermitas kanana didapat hasil sebagai berikut tidak mampu mengangkat lengan dan kaki namun masih bisa menggerakkannya.
Berapakah nilai kekuatan otot pada pasien tersebut ?
1
2
3
4
5
Seorang perempuan berusia 56 tahun, dirawat diruang neurologi dengan keluhan sakit kepala. Hasil pengkajian didapatkan penglihatan kabur, kelemahan kaki dan tangan pada sisi kanan serta bicara tidak jelas. Untuk memastikan perawat akan melakukan pengkajian pada nervus kranial XII.
Apakah yang harus diperintahkan dalam pengkajian tersebut ?
Minta pasien mengucapkan suara “A”
Meletakkan garam pada lidah bagian depan
Meletakkan gula pada lidah bagian belakang
Minta pasien untuk memocongkan mulutnya
Minta psien menggerakkan lidah kesatu sisi dan kesisi lainnya
Seorang laki-laki berusia 18 tahun, dirawat diruang bedah dnegan fraktur tibia 1/3 proksimal tertutup 12 jam yang lalu. Perawat melakukan pengkajian neurtovaskuler untuk mengidentifikasi adanya sindrom kompartemen.
Apakah data fokus pada kasus tersebut ?
Eritema pada area fraktur
Edema pada area sekitar fraktur
Edema pada area sekitar fraktur
Nyeri progresif tidak hilang dengan analgetik
Daerah disekitar lokasi fraktur terasa lebih hangat
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian : edema di ektermitas bawah, intake cairan 1000cc/24 jam, urin output 100cc/24 jam, TD 150/90 mmHg, N 88x/menit, RR 28x/menit, dan suhu 370C. Pasien direncanakan hemodialisa.
Apakah pengkajian selanjutnya pada pasien tersebut ?
Kaji adanya bunyi nafas tambahan
Kaji adanya kenaikan berat badan
Kaji nilai ureum dan kreatinin
Kaji kadar hemoglobin
Kaji kecemasan
Seorang perempuan berusia 34 tahun dirawat dirawat diruangbedah dengan luka bakar derajat II. Pasien mengaluh nyeri, lemas dan haus. Hasil pengkajian luka bakar di daerah dada, tangan kanan, dan paha kanan.
Berapakah persentase luka bakar pada kasus tersebut ?
44%
42%
34%
32%
27%
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan gangguan pendengaran. Pearwat melakukan pemeriksaan pendengaran pada pasien dengan cara menempelkan garputala pada planum mastoid pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan setelah perawat tidak mendengar, sedangkan pasien masih dapat mendengarkan getaran garputala.
Apakah interpretasi pemeriksaan pada kasus tersebut?
Tuli kombinasi
Tuli kombinasi
Tuli kombinasi
Tuli saraf
Normal
Seorang laki-laki berusia 43 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengn TB Paru. Hasil pengkajian keluhan sesak napas, tampak cemas, batuk berdahak dan retraksi dinding dada. TD 130/80 mmHg, N 100x/menit, RR 27x/menit, suhu 380C. PH 7,47 PaCO2 32 mmHg, PaO2 90 mmHg, saturasi oksigen 92%, HCO3 22 mEq/dL, BE +3.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien ?
Hipertermia
Keletihan
Kerusakan pertukaran gas
Ketidakefektifan pola napas
Ketidakefektifan jalan napas
Seorang laki-laki berusia 48 tahun dirawat hari ke-3 dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Pasien mengeluh sesak bertambah, saat berjalan ke kamar mandi. Hasil pemeriksaan fisik N 90x/menit, TD 150/90 mmHg, RR 28x/menit, urine 40cc/jam, dan hasil EKG sinus rhytme.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut ?
Intoleransi aktivitas
Pola napas tidak efektif
Gangguan eliminasi urine
Kelebihan volume cairan
Gangguan perfusi jaringan
Seorang laki-laki berusia 64 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien beraktivitas. Hasil pengkajian pasien terlihat pucat dan sianosis, lemah tidak berdaya, JVP meningkat, TD 100/70 mmHg, N 100x/menit, RR 24x/menit dan dangkal, serta photo toraks menunjukkan CTR 65%.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Intoleransi aktivitas
Gangguan perfusi jaringan
Penurunan curah jantung
Pola napas tidak efektif
Kelebihan volume cairan
Seorang perempuan berusia 22 tahun dirawat diruang bedah dengan pasca operasi apendektomi hari ke-2. Pasien mengeluh nyeri pada luka bekas operasi, skala nyeri 6, wajah menyeringai, pasien susah tidur dan mengeluhkan mual serta nafsu makan berkurang. TD 130/80 mmHg, N 98x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,50C, tampak lemah dan gelisah.
Apakah masalah keperawatan pasa kasus tersebut ?
Nyeri akut
Resiko infeksi
Defisit nutrisi
Intoleransi aktivitas
Gangguan pola tidur
Seorang perempuan berusia 58 tahun dirawat diruang neurologi dengan stroke hemoragik. Hasil pengkajian kesadaran stupor dengan GCS 9, refleks pupil lambat, kesan hemiparese dextra. TD 190/100 mmHg, N 100x/menit, RR 28x/menit, dan suhu 380C. CT-scan menunjukkan adanya gambaran hiperdens pada daerah frontotemporal kanan.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Gangguan perfusi jaringan serebral
Ketidakefektifan pola napas
Hambatan mobilitas fisik
Resiko cendera
Hipertermia
Seorang perempuan berusia 58 tahun dirawat diruang neurologi dengan stroke hemoragik. Hasil pengkajian kesadaran stupor dengan GCS 9, reflek pupil lambat, kesan hemiparese dextra. TD 190/100 mmHg, N 100x/menit, RR 28x/menit, suhu 380C, CT-scan menunjukkan adanya gambaran hiperdens pada daerah frontotemporal kanan.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Gangguan perfusi jaringan serebral
Ketidakefektifan pola napas
Hambatan mobilitas fisik
Resiko cedera
Hipertermia
Seorang laki-laki berusia 65 tahun, dirawat di ruang neurologi dengan keluhan mengalami kelemahan pada sisi sebelah kiri tubuh sejak semalam. Hasil pengkajian didapatkan waajah asimetris, bicara pelo, diberi minum tersedak, lidah terlihat mencong ke kanan. CT scan menunjukkan infark lobus parietal dextra.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
Hambatan komunikasi verbal
Hambatan mobilitas fisik
Resiko aspirasi
Seorang laki-laki berusia 52 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DM . hasil pengkajian, mudah lelah, aktivitas dibantu orang lain, sering merasa haus, BB turun, kulit kering, TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit , dan hasil laboratorium gula darah sewaktu578 mg/dl.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Defisit nutrisi
Intoleransi aktifitas
Kekurangan volume cairan
Kerusakan integritas kulit
Ketidakstabilan kadar glukosa darah
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan nyeri dada dan kaku pada bagian persendian kaki. Hasil pengakajian skal nyeri 3 bertambah saat pagi, lemas, kesulitan saat bergerak dan rentang gerak menurun, pasien juga mengeluh penyakitnya tidak sembuh-sembuh.
Apakah masalah utama pada kasus tersebut ?
Kerusakan mobilitas fisik
Resiko cedera
Kelemahan
Nyeri akut
Ansietas
Seorang perempuan berudsia 46 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan DHF. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemah, terdapat patekie pada kedua lengan dan kedua ektermitas terasa dingin, dan suhu 360C. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 18 mg/dl, Hematokrit 50%, trombosit 45.000/mm3.
Apakah masalah keperawatan yang utama pada kasus tersebut ?
Resiko syok
Hipertermia
Resiko pendarahan
Intoleransi aktivitas
Gangguan integritas kulit
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan diare kronik sejak sebulan yang lalu, pasien mempunyai riwayat HIV, mengalami penurunan BB 18 kg dalam 4 bulan terakhir. Hasil pengkajian turgor kulit tidak elastis, membran mukosa kering, urin output menurun, konsentrasi menurun.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut ?
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kerusakan integritas kulit
Defisit volume cairan
Hambatan memori
Diare
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, datang ke poliklinik mata dengan keluhan pandangan mata sebelah kanan kabur. Hasil pengkajian : visus 4/6, TIO 27 mmHg, lensa tampak keruh, tampak gelisah, pasien tampak berhati-hati jika berjalan, TD 150/100 mmHg, N 80x/menit, RR 20x/menit, suhu 370C.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Cemas
Nyeri akut
Resiko cedera
Hambatan mobilitas fisik
Gangguan persepsi sensori
Seorang laki-laki berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan pneumonia. Hasil pengkajian fisik, pasien tampak sesak, suara napas ronkhi pada paru kanan dan kiri, ireguler dan terlihat penggunaan otot bantu pernapasan. Perawat sudah melakukan tindakan nebukisasi menggunakan ekspektoran, namun sekretnya masih sulit dikeluarkan, terpasang oksigen nasal 3 liter/menit.
Apakah tindakan perawat selanjutnya ?
Mengatur posisi semi fowler
Melakukan fisioterapi dada
Melakukan auskultasi paru
Menganjurkan batuk efektif
Menganjurkan untuk tarik napas dalam
Seorang laki-laki berusia 56 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan PPOK. Hasil pengkajian pasien mengeluhn sesak dan kelelahan, batuk berdahak, terdapat ronkhi dibagian medial dan basal paru kanan dan pasien sulit mengeluarkan dahak. TD 130/80 mmHg, N 90x/menit, RR 30x/menit, suhu 37,50C , saturasi oksigen 96%. Saat ini pasien mendapatkan terapi oksigen 3 liter/menit.
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Beri oksigen dengan masker 6 liter/menit
Kolaborasi pemberian bronkodilator
Lakukan fisioterapi dada
Posisikan semi fowler
Ajarkan batuk efektif
Seorang perempuan berusia 55 tahun terpasang Chest Tube yang disambungkan ke water seal drainage (WSD) dengan sistem 2 botol. Saat pasien bergerak, tiba-tiba selang tertarik sehingga botol ke-2 tergelincir dan menyebabkan botol tersebut pecah.
Apakah tindakan awal yang harus dilakukan perawat ?
Sambungkan kembali ke botol yang utuh
Klem selang yang dekat dada
Lepaskan selang dari dada
Bersihkan pecahan botol
Ganti dengan botol baru
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik paru. Saat ini sedang menjalani program pemngobatan TB. Pasien memiliki riwayat buruk perokok aktif dan suka meludah sembarangan. Sebagai upaya preventif perawat memotivasi pasie untuk berhenti merokok dan membuang ludah pada tempat yang sudah disediakan di rumah mengingat pasien saat ini tinggal bersama dengan anak perempuannya yang sedang hamil dan memiliki anak balita.
Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut ?
Non-maleficence
Confidentiality
Beneficence
Autonomy
Fidelity
Seorang laki-laki berusia 63 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan nyeri daerah leher menyebar ke punggung kiri dengan skala 6. Hasil pengkajian ditemukan sesak, gelisah, dan sulit tidur di malam hari. TD 130/85 mmHg, N 99x/menit, RR 28x/menit, saturasi oksigen 94 %. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Membatasi aktivitas
Membantasi retensi cairan
Menganjurkan pasien rileks
Mengajarkan latihan napas dalam
Kolaborasi pemberian nitrogliserin
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dlam mengeluh nyeri dada kiri seperti ditekan benda berat. Nyeri berkurang dengan istirahat dan bertambah dengan naktifitas, skala nyeri 6. Perawat akan melakukan tindakan perekaman EKG pada pasien, perawat telah memasang sandapan di V2.
Dimanakah lokasi pemasangan elektrode berikutnya ?
Sela iga ke 2 garis sternal kanan
Sela iga ke 2 garis sternal kiri
Sela iga ke 4 garis sternal kanan
Sela iga ke 4 garis sternal kiri
Sela iga 5 garis sternal kiri
Pasien laki-laki berusia 80 tahun dirawat di penyakit dalam dengan gagal jantung grade IV. Pasien menyatakan telah siap meninggal dan lebih berbahagia bisa bertemu Tuhannya dan menolak untuk dilkakukan tindakan apapun. Kondisi pasien menurun kesadaran sopor koma dan mengalami henti jantung. Perawat tetap melakukan tindakan RJP.
Manakah prinsip etik yang dilanggar perawat pada kasus tersebut ?
Justice
Fidelity
Otonomi
Beneficience
Non malaficience
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri dada. Hasil pengkajian ditemukan nyeri seperti diremas dengan skala 7. TD 140/90 mmHg, N 94x/menit, RR 24x/menit, suhu 360C. Pasien direncanakan diberi obat isosorbid dinitrat (ISDN).
Bagaimanakah cara pemberian obat yang tepat pada kasus tersebut ?
Minum obat setelah makan
Letakkan obat dibawah lidah
Obat diminum dengan cara dihisap
Obat diminum dengan cara di kunyah
Minum air putih sebelum obat di kunyah
Seorang laki-laki usia 60 tahun dilakukan perawatan kolostomi yang telah penuh dengan feses. Saat ini sedang melepas kantung secara perlahan mulai dari bagian atas sambil mengencangkan kulit perut pasien. Perawat menggunakan tissue untuk mengusap sisa feses dari stoma dan menutup stoma dengan kasa lembab. Perawat mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril.
Apakah tindakan selanjtnya yang etpat pada kasus tersebut ?
Mengukur stoma
Mengoleskan salep
Menilai kondisi stoma
Membersihkan stoma
Memasang kantong kolostomi
Seorang perempuan berusia 44 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa sirosis hapatis. Hasil pengkajian edema tungkai +3 dan shifting dulness, mual, TD 100/60 mmHg, N 110x/menit, RR 24x/menit, suhu 370C, kalium 7,3 mEq/dl, Albumin 1.5 gr/dL.
Apakah intervensi prioritas pada kasus tersebut ?
Memberikan posisi nyaman buat pasien
Monitoring intake dan output cairan
Monitoring tanda-tanda vital
Memberikan terapi diet
Manajemen aktifitas
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat diruang perawatan bedah dengan ileus paralitik paska operasi pembuatan kolostomi hari ke-3. Saat ini, perawat akan melakukan perawatan kolostomi. Perawat telah menjelaskan prosedurenya kepada apsien, lalu perawat mengenakan handscoon dan membuka kantong kolostomi.
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut ?
Kaji stoma dan kulit sekitar stoma
Bersihkan stoma dengan NACL 0,9 %
Pasang kantong kolostomi baru
Ukur diameter kantong stoma
Cuci tangan dan dokumentasi
Seseorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang neurologi dengan diagnosis meningitis. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, kulit disekitar area penonjolan tulang tampak kemerahan dan ada bullae. Pasien tampak lemas, TD 150/90 mmHg, N 88x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,70C.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan lotion pada area menonjol
Memberi kompres hangat
Mobilisasi setiap 2 jam
Melakukan massage
Melatih ROM
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang neurologi dengan pasca stroke hari ke-2. Saat dilakukan pengkajian tiba-tiba pasien mengalami kejang. Pasien terlihat kaku seluruh tubuh selama 1 menit, wajah menoleh ke kiri, mulut mencong, mata mendelik.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Berikan posisi semi fowler
Observasi tanda vital
Jauhkan benda tajam
Miringkan pasien
Pasang spatel
Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa DM. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, berkeringat dingin, pucat, dan gelisah, GDS : 58 mg/dl. Pasien mendapat terapi insulin 10 iu namun tidak menghabiskan makanannya.
Apakah intervensi yang tepat dilakukan pada kasus tersebut ?
Memberikan dextrose 40%
Memonitor glukosa darah
Memberikan minuman manis
Menganjurkan untuk segera makan nasi
Menganjurkan menghentikan sementara obat diabetes
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat dirumah sakit dengan diagnosis DM. Hasil pengkajian, sensasi pada telapak kaki berkurang, luka lecet pada kaki, terdapat kalus, dan penurunan refleks sensorik pada telapak kaki. Pasien terkadang suka minum-minuman manis dan jarang berolahraga.
Apakah pendidikan kesehatan utama pada kasus tersebut?
Menganjurkan berolahraga
Memeberikan edukasi tentang diet
Memberikan edukasi perawatan kaki
Memeberikan informasi tentang komplikasi diabetes
Menganjurkan pasien untuk memantau gula darah secara rutin
Seorang laki-laki 19 tahun, dirawat di ruang bedah post ORIF seminggu yang lalu, akibat fraktur tertutup femur sinistra. Pasien memulai fase rehabilitasi dengan latihan berjalan menggunakan kruk aksila dengan 3 titik. Tampak perawat sedang melatih berjalan melalui tangga.
Bagaimanakah cara yang tepat penggunaan alat bantu pada kasus tersebut?
Kruk sisi kanan turun terlebih dahulu
Kruk sisi kiri turun terlebih dahulu
Kaki kanan turun terlebih dahulu
Kedua kruk turun bersamaan
Kaki kiri turun terlebih dahulu
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dirawat diruang bedah dengan fraktur kruris, pasien mengeluh nyeri. TD 140/90 mmHg, N 100x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,20C. Pasien mengungkapkan kecemasannya dnegan rencana operasi yang akan dilakukan, tampak gelisah dan murung, dan mengungkapkan rasa takutnya.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut ?
Mengelola nyeri
Melibatkan keluarga
Mengelola kecemasan pasien
Memeberikan penjelasan manfaat operasi
Memberikan motivasi untuk menyetujui operasi
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang bedah akibat fraktur. Pasien mengeluh nyeri di kaki kanannya. Hasil pengkajian kaki tampak bengkak, nyeri skala 7, gelisah, terpasang traksi, tampak lemah, sering teriak-teriak. TD 140/90 mmHg, N 100x/menit, RR 26x/menit.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut ?
Observasi CRT
Lakukan massage
Observasi kekuatan otot
Lakukan relaksasi napas dalam
Kolaborasi pemberian analgesic
Seorang laki-lai berusia 24 tahun dirawat diruang bedah akibat fraktur femur tertutup 1/3 distal. Hasil pengkajian, tampak bengkak, nyeri skala 6. Pasien direncanakan pemasangan gips, persiapan alat dan pasien sudah dilakukan. Pasien telah mendapatkan penjelasan tentang pemasangan gips yang akan dilakukan.
Apakah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut ?
Pasang stockinete
Pembersihan kulit
Berikan bantalan tambahan
Pasang penyangga tungkai
Tekan bagian distal daerah femur
Seorang perempuan berusia 21 tahun dirawat diruang bedah karena fraktur terbuka femur sebelah kiri grade IIIC. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri skala 8, karena fraktur tidak memungkinkan untuk di lakukan perbaikan pasien direncanakan tindakan amputasi untuk menghindari infeksi, pasien dan keluarga menolak tindakan tersebut, perawat diminta menjelaskan kembali pada pasien dan keluarga, tetapi keluarga tetap menolak.
Bagaimanakah seharusnya respon perawat tersebut ?
“ini adalah keputusan anda”
“anda akan sembuh setelah operasi“
“mengapa anda tidak mau melakukanoperasi ini
“tindakan ini satu-satunya yang menyelamatkan kaki”
“apakah ibu sudah yakin memahami informasi yang sudah dijelaskan?”
Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dan sedang dilakukan pemberian tranfusi darah jenis whoolw blood 500 ml. Tiba-tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat, dan terlihat gelisah.
Manakah tindakan pertama yang tepat dilakukan pada kasus tersebut ?
Berikan oksigen dengan nasal kanul
Posisikan tidur semi fowler
Observasi tanda-tanda vital
Hentikan aliran transfusi
Ajarkan teknik napas dalam
Seorang perempuan 44 tahun dirawat diruang penyakit dalam mengeluh lemah. Hasil pengkajian edema tungkai +3 dan shifting dullness pada abdomen, mual, TD 100/60 mmHg, N 110x/menit, RR 24x/menit, suhu 370C, kalium 7,3 mEq/dl, albumin 1.5 gr/dL.
Apakah intervensi prioritas pada pasien tersebut ?
Memberikan posisi nyaman buat pasien
Monitoring intake dan output cairan
Monitoring tanda-tanda vital
Memberikan terapi diet
Manajemen aktifitas
Seorang laki-laki berusia 45 tahub dirawat diruang bedah karena kesulitan berkemih. Pasien akan dilakukan pemasangan kateter urine (foley chateter). Setelah pelumasan kateter dengan jelly, kateter dimasukkan dengan mudah dan tanpa hambatan, segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok.
Apakah tindakan selanjutnya pada pasien tersebut ?
Menyambungkan kateter dengan kantong urin
Memasang kantong urin di bawah tempat tidur
Memasukkan kateter sampai percabangan
Mengisi balon dengan NaCl 0,9%
Memfiksasi selang kateter
Seorang perempuan berusia 38 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian, pasien tampak sesak, mual, muntah, terdapat edema ektermitas dan periorbital, urine output 150 cc/24 jam, Hb 7,8 mg/dl, ureum 120 mg/dl, kreatinin 5,8 mg/dl. TD 150/90 mmHg, N 90x/menit, RR 23x/menit. Saat ini pasien diberikan intervensi pembatasan cairan dan kolaborasi tindakan hemodiallisis.
Apakah kriteria hasil yang diharapkan pada kasus tersebut?
Nilai albumin normal
Urin output meningkat
Edema berkurang/hilang
Tekanan darah meningkat
Nilai hemoglobin mneingkat
Seorang perempuan berusia 36 tahun dirawat di unit luka bakar. Hasil pengkajian luka bakar derajat II dengan luas 25%, BB 50kg, TB 160 cm, TD 100/60 mmHg, N 60x/menit, dan RR 20x/menit.
Berapakah cairan yang harus diberikan pada 16 jam berikutnya dengan formula baxter ?
2500 ml
2000 ml
1875 ml
1250 ml
1500 ml
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang rawat luka bakar akibat tersiram air panas. Hasil pengkajian terdapat luka bakar pada lengan kanan dan kiri serta punggung, TD 110/70 mmHg, N 100x/menit, RR 24x/menit, BB 60kg dan TB 160 cm.
Berapakah cairan yang diperlukan dalam 24 jam menurut rumus parkland ?
4.320 ml
6.480 ml
7.200 ml
8.640 ml
9.600 ml
Seorang perempuan berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus diabetikum pada kaki kanan. Perawatan sedang melakukan perawatan luka, setelah membuka balutan kemudian mengkaji karakteristik luka, tampak kemerahan pada luka dan sebagian warna hitam. Kemudian perawat membersihkan luka dengan NaCL 0,9 %.
Apakah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut ?
Mengeringkan luka
Melakukan nekrotomi
Memberikan obat pada luka
Memberikan kompres basah
Menutup luka dengan kassa steril
Seorang laki-laki berusia 34 tahun di rawat diruang penyakit dalam karena diduga terinfeksi HIV. Hasil pengkajian nyeri menelan, terdapat candidiasis oral, pemeriksaan HIV (+), kondisi pasien hanya diketahui oleh istrinya. Perawat menolak menyampaikan kondisi pasien sebenarnya kepada anggota keluarga yang lain.
Apakah prinsip etik pada kasus tersebut?
Fidelity
Veracity
Otonomi
Benificience
Confidentiality
Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Voluntary Counselling And Testing (VCT) untuk melakukan konsultasi pengobatan antiretroviral (ARV) setelah dinyatakan positif HIV dari hasil pemeriksaan rapid-test. Pasien diberikan informasi dasar tentang pengobatan ARV, rencana terapi, kemungkinan timbulnya efek samping dan konsekuensi ketidakpatuhan. Edukasi tentang kontinuitas mengkonsumsi ARV sangat ditekankan oleh konselor.
Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut ?
Menentukan pengawas minum ARV
Membuat jadwal mengkonsumsi ARV
Memastikan tempat penyimpanan ARV
Mengingatkan waktu kunjungan dan pengambilan ARV
Menyarankan pasien menggunakan pengingat minum ARV
Seorang perempuan berusia 34 tahun dirawat dengan asma bronchiale. Hasil pengkajian mengeluh sesak, batuk produktif dengan dahak kental, dan lemas TD 110/80 mmHg, N 88x/menit, RR 26x/menit suhu 37,50C , auskultasi paru terdengar wheezing dan ronchi, saturasi oksigen 93% perawat telah memberikan terapi nebulizer ventolin.
Apakah evaluasi utama setelah dilakukan tindakan tersebut ?
Suara napas
Kemampuan batuk
Kenyamanan pasien
Nilai saturasi oksigen
Jumlah dan karakteristik sputum
Seorang perempuan berusia 52 tahun di ruang penyakit dalam dengan diare. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, BAB sudah 8x, konsistensi encer, terdapat lendir, TD 100/60 mmHg, N 100x/menit, RR 24x/menit, suhu 38,30C, keseimbangan cairan minus 600 cc/24 jam. Pasien mendapat infuse NaCl 30 tetes per menit.
Apakah evaluasi pada kasus tersebut?
Tidak mengalami diare
Frekuensi BAB berkurang
Toleransi terhadap aktivitas
Kebutuhan cairan terpenuhi
Tanda vital dalam batas normal
Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di ruang di ruang bedah dengan post laparotomi. Hasil pengkajian pasca operasi hari ke-7 mengeluh nyeri pada daerah operasi saat batuk, tampak cairan berwarna kemerahan pada balutan luka, suhu 37,50C. Ketika perawat melakukan luka, didapatkan jahitan luka yang tidak rapat.
Apakah komplekasi yang terjadi pada kasus tersebut?
Dehisens
Edema
Infeksi
Sepsis
Escar
Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat di unit luka bakar. Hasil pengkajian luka bakar grade II dengan luas 35%, BB 50kg, TB 156cm, TD 100/60 mmHg, N 60x/menit, RR 20x/menit. Pasien telah diberikan terapi cairan RL sebanyak 2000 cc.
Apakah yang menjadi kriteria keberhasilan terapi cairan tersebut?
Urin output 12,5 - 25 ml/jam
Urin output 25 – 50 ml/jam
Urin output 50-75 ml/jam
Urin output 75-100 ml/jam
Urin output 100-125 ml/jam
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis DM. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak lemah, gemetar, keluar keringat dingin. TD 100/60 mmHg, N 100x/menit, RR 22x/menit, suhu 360C. Pasien telah disuntik dengan actrapid 30 menit yang lalu.
Apakah evaluasi tindakan pada kasus tersebut?
Monitor tingkat kesadaran
Monitor glukosa darah
Monitor balance cairan
Monitor tetesan infus
Monitor tanda vital
