NEW
Font size
WorksheetsTeori Kejuruan TOI #1
Total questions: 24
Worksheet time: 52mins
Pada rangkain pengendali motor dibawah ini, apabila terjadi hubung singkat pada rangkaian kontrol. Pernyataan yang benar adalah ....
F1 Trip
F0 Trip
F2 Trip
Kontak 97-98 close
Kontak 95-96 open
Perhatikan rangkaian berbasis rele berikut ini. T1 mati setelah ....
K1 nyala
lampu indikator menyala
K2 nyala
PB1 ditekan
PB2 ditekan
Pada rangkaian pengasutan motor 3 fasa berikut ini, pernyataan yang benar adalah ....
K3 dan K4 tidak memerlukan interlock
Kontaktor K3 berfungsi saat delta
Kontaktor K4 berfungsi saat star
K1 dan K2 tidak memerlukan interlock
K1 dan K2 digunakan untuk pembalik putar
Pada gambar berikut ini merupakan sistem kendali untuk mengendalikan putaran motor 2 kecepatan, K1 untuk motor putar lambat kanan dan K2,K3 untuk putar cepat kiri. Pernyataan yang benar adalah ....
Setelah timer seting (tercapai) motor langsung balik putar
K1 dan K2 tidak memerlukan interlock
Timer digunakan untuk menghentikan putaran lambat
K2 dan K3 memerlukan interlock
K1 dan K2 memungkinkan untuk hidup bersamaan
Pada rangkaian pengasutan motor 3 fasa berikut ini. Setelah PB1 ditekan rangkaian langsung menjalankan putaran delta, kemungkinan kegagalan fungsi terdapat pada ....
kontak bantu NO C1 rusak
kontak bantu NC C2 rusak
kontak bantu NO T1 short
kontak bantu NO C3 rusak
kontaktor C2 rusak
Pada sistem pengendalian motor menggunakan VFD berikut ini, pengendalian kecepatan motor dari PLC ke VFD menggunakan ....
digital output
RJ-45/LAN
frekuensi
PWM
tegangan Analog
Sumber tenaga sistem pneumatik adalah udara bertekanan, syarat dan ketentuan udara bertekanan yang dibutuhkan oleh sistem pneumatik adalah Udara bertekanan yang konstan, kering dan bersih. Komponen yang digunakan untuk membuat udara bertekanan menjadi bersih serta pengatur tekanan sesuai kebutuhan sistem pneumatik adalah ….
kompressor
tangki udara
sistem absorbsi
sistem adsorbsi
unit pelayanan udara
Perhatikan gambar berikut, komponen masukan dari gambar rangkaian pneumatik adalah
silinder
katub 3/2 NC tombol
katub 5/2 single pneumatic
compressor dan unit pelayanan udara
unit pelayanan udara
Perhatikan gambar berikut, katub S1 ditekan sesaat maka ….
silinder 1A maju sesaat kemudian mundur dan berhenti
silinder 1A maju sampai maksimum kemudian mundur dan berhenti
silinder 1A maju sampai maksimum kemudian mundur dan maju terus menerus
silinder 1A maju sampai maksimum kemudian diam
silinder 1A diam tidak bergerak
Rangkaian pneumatik menggunakan katub 5/2 operasi pneumatik untuk mengendalikan silinder, jenis silinder yang dipasang pada katub tersebut adalah ….
silinder kerja normally in
silinder kerja normally out
silinder kerja ganda
vacuum suction nozzle
sucker
Perhatikan gambar system kendali elektropneumatik berikut, komponen yang berfungsi sebagai input pada rangkaian berikut adalah ….
push button
silinder
solenoid
relay
power supply 24V
Perhatikan gambar berikut, jika tombol tekan S1 ditekan sesaat maka ….
silinder 1A maju perlahan, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju perlahan, setelah sampai posisi maksimum silinder 1A mundur, setelah sampai posisi minimum silinder 2A mundur, setelah silinder sampai posisi minimum berhenti
silinder 1A maju perlahan, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju perlahan, setelah sampai posisi maksimum silinder 1A mundur, setelah sampai posisi minimum silinder 2A mundur, setelah silinder sampai posisi minimum silinder 1A maju perlahan kembali dan siklus berjalan terus menerus
silinder 1A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 1A mundur perlahan, setelah sampai posisi minimum silinder 2A mundur perlahan, setelah silinder sampai posisi minimum berhenti
silinder 1A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 1A mundur perlahan, setelah sampai posisi minimum silinder 2A mundur perlahan, setelah silinder sampai posisi minimum silinder 1A maju kembali dan siklus berjalan terus menerus
silinder 1A maju perlahan, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 1A mundur, setelah sampai posisi minimum silinder 2A mundur perlahan, setelah silinder sampai posisi minimum silinder 1A maju perlahan kembali dan siklus berjalan terus menerus
Perhatikan gambar berikut, jika tombol tekan S0 dan S1 ditekan sesaat maka ….
Silinder A Maju => Silinder B Maju => Silinder B Mudur => Silinder A Mundur
Silinder A Maju => Silinder B Maju => Silinder A Mudur => Silinder B Mundur
Silinder A Maju => Silinder A Mundur => Silinder B Maju => Silinder B Mundur
Silinder A Mundur => Silinder B Maju => Silinder B Mudur => Silinder A Maju
Silinder A Mundur => Silinder B Mundur => Silinder B Maju => Silinder A Maju
Terdapat gambar rangkaian elektro pneumatik berikut, apabila tombol tekan S1 ditekan sesaat silinder 1A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A maju, setelah sampai posisi maksimum silinder 2A mundur, setelah sampai posisi minimum silinder 1A mundur, setelah silinder sampai posisi minimum silinder 1A maju kembali dan siklus berjalan terus menerus. Apabila S2 ditekan sesaat sistem akan berhenti setelah siklus selesai. Akan tetapi sistem mengalami gangguan pada saat silinder 1A maju setelah sampai posisi maksimum sistem berhenti. Hal ini disebabkan kerusakan pada ….
limit switch A1 mengalami kerusakan
rangkaian pengunci rele K1 tidak bekerja
rangkaian pengunci rele K2 tidak bekerja
limit switch B0 mengalami kerusakan
solenoid Z1 mengalami kerusakan putus lilitan
Perhatikan gambar berikut, gambar berikut merupakan gambar pengendali elektro pneumatik menggunakan PLC pada mesin stempel sederhana. Dimana apabila tombol tekan S0 ditekan sesaat maka silinder A akan menjepit benda kerja, kemudian silinder B menstempel benda kerja tersebut. Proses stempel selesai silinder B mundur, setelah sampai posisi minimal dilanjutkan silinder A mundur. Akan tetapi mesin tersebut mengalami kerusakan yaitu pada saat S0 ditekan indikator output alamat 0 menyala, tetapi sistem tidak berjalan. Hal ini disebabkan oleh ….
limit switch A0 mengalami kerusakan
silinder kerja ganda A mengalami kerusakan
solenoid Z1 mengalami kerusakan
limit switch A1 mengalami kerusakan
limit switch B1 mengalami kerusakan
Berikut merupakan blok diagram sistem PLC, bagian dari PLC yang berfungsi menghubungkan beban adalah ....
programming port
digital input
digital output
processor
catu daya
Gambar berikut merupakan rangakain pengendali untuk sistem otomasi, Dari komponen No 1,2,10 secara urut adalah :
push button, proximity capasitive switch, motor DC
detent switch, proximity induktif switch, valve solenoid
push button, proximity magnetic switch, valve solenoid
detent switch, proximity induktif switch, motor DC
push button, proximity optical switch, motor DC
Statement List dari ladder diagram di bawah ini adalah….
LD A – AND B - LD NOT C - AND D - OR LD – AND E – OUTQ
LDNOT A - AND B - OR C - OR D - ANDNOT E - OUT Q
LDNOT A - AND B - OR C - OR D - ORLD - ANDNOT E - OUT Q
LDNOT A - OR C - LD B - OR D - ANDNOT E - OUT Q
LDNOT A - OR C - LD B - OR D - AND LD - ANDNOT E - OUT Q
Pada rangkaian pengendali menggunakan PLC berikut ini, untuk memastikan sambungan PB2 dalam kondisi baik, saat pengecekan tanpa tegangan ukur titik ....
220V dengan L1 = 0Ω, 0V dengan L2 = 0Ω
COM output dengan 220V = 0Ω, Output 00 dengan titik C, C1 dengan 0V = 0Ω
COM input dengan sumber DC + = 0Ω, DC – dengan titik A = 0Ω, PB1 dengan input 00 = 0Ω
COM output dengan 220V = 0Ω, Output 01 dengan titik D, C2 dengan 0V = 0Ω
COM input dengan sumber DC + = 0Ω, DC – dengan titik B = 0Ω, PB2 dengan input 01 = 0Ω
Dalam sistem SCADA dasar mempunyai 4 bagian utama. PLC merupakan bagian dari ….
MTU
RTU
field device
sistem komunikasi
sistem back up
Perhatikan sistem SCADA dasar berikut ini, komunikasi antara Control Panel dan Control Room melalui kabel ....
USB
RS-485
VGA
HDMI
COAXIAL
Pada sistem kendali PLC untuk mengendalikan motor 3 fasa star delta auto, pada saat dijalankan saat star mati tetapi saat delta normal, kemungkinan kerusakan terdapat pada ....
MCB 3 fasa belum dinyalakan
C3 rusak
interlock C2 dan C3 tidak berfungsi
lupa memasang sambungan z – x – y pada star
PB2 rusak
Pada gambar berikut ini merupakan sistem kendali pada industri menggunakan PLC untuk mesin pengaduk cat menggunakan 1 motor 3 fasa dengan cara kerja sebagai berikut :
Pada saat PB1 ditekan rangkaian tidak berfungsi sama sekali, dengan kondisi semua MCB nyala, PLC nyala, namun lampu indikator input tidak menyala saat PB1 ditekan, maka kemungkinan kegagalan fungsi disebabkan ....
salah satu kontaktor mati
counter tidak berfungsi
salah satu timer salah seting
COM input +24V kabel putus
sumber 3 fasa hilang satu
Pada saat membuat program HMI dan PLC untuk aplikasi gedung parkir dikontrol dengan menggunakan PLC-HMI, dimana HMI digunakan untuk monitoring sistem parkir tersebut. Pada saat dioperasikan, HMI dapat bekerja normal akan tetapi terjadi sedikit permasalahan HMI tidak dapat menampilkan jumlah mobil yang ada dalam parkir, maka kerusakan terdapat pada….
kabel sumber HMI mengalami kerusakan
alamat output PLC salah
jumlah mobil masuk melebihi kapasitas
alamat counter di PLC dan di HMI tidak sama
kabel komunikasi HMI dan PLC mengalami kerusakan
