WorksheetsTRYOUT SOSHUM Bag. 2
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Polusi Sampah Mikroplastik Bikin Kelomang Kesulitan Cari 'Rumah' Terbaik
(1) Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka. (2) Sayangnya polusi sampah mikroplastik di laut membuat kelomang kesulitan untuk memilih cangkang terbaik. (3) Kelomang atau kepiting hermit biasanya mengambil cangkang siput yang sudah tak tempat untuk melindungi tubuhnya yang lunak. (4) Saat kelomang tumbuh semakin besar, mereka juga akan mencari cangkang yang lebih besar lagi. (5) Bahkan, mereka bisa bersaing untuk memperebutkan cangkang yang mereka anggap bagus.
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menempatkan 35 kelomang betina dalam satu tangki berisi air laut, rumput laut, serta manik-manik plastik selama lima hari. Sementara di tangki lain, ilmuwan menempatkan 29 kelomang tanpa plastik. Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka. Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang. Dampak ini sangat merugikan karena perilaku mengganti cangkang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi kelomang.
Namun, memang diperlukan penelitian lanjutan mengenai mengapa plastik mengubah perilaku kelomang. Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya. Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan makhluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk. Hasil penemuan ini setidaknya menunjukkan dampak polusi sampah mikroplastik yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Khususnya, hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup kelomang yang pada akhirnya berdampak buruk pada ekosistem laut.
(adaptasi dari: kompas.com)
Kata tempat pada paragraf (1) harus diperbaiki menjadi ....
penempatan
menempati
ditempatkan
menempatkan
ditempati
Polusi Sampah Mikroplastik Bikin Kelomang Kesulitan Cari 'Rumah' Terbaik
(1) Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka. (2) Sayangnya polusi sampah mikroplastik di laut membuat kelomang kesulitan untuk memilih cangkang terbaik. (3) Kelomang atau kepiting hermit biasanya mengambil cangkang siput yang sudah tak tempat untuk melindungi tubuhnya yang lunak. (4) Saat kelomang tumbuh semakin besar, mereka juga akan mencari cangkang yang lebih besar lagi. (5) Bahkan, mereka bisa bersaing untuk memperebutkan cangkang yang mereka anggap bagus.
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menempatkan 35 kelomang betina dalam satu tangki berisi air laut, rumput laut, serta manik-manik plastik selama lima hari. Sementara di tangki lain, ilmuwan menempatkan 29 kelomang tanpa plastik. Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka. Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang. Dampak ini sangat merugikan karena perilaku mengganti cangkang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi kelomang.
Namun, memang diperlukan penelitian lanjutan mengenai mengapa plastik mengubah perilaku kelomang. Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya. Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan makhluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk. Hasil penemuan ini setidaknya menunjukkan dampak polusi sampah mikroplastik yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Khususnya, hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup kelomang yang pada akhirnya berdampak buruk pada ekosistem laut.
(adaptasi dari: kompas.com)
Hubungan antara paragraf (1) dan (2) adalah ….
paragraf (1) adalah definisi untuk dijelaskan lebih lanjut di paragraf (2)
paragraf (1) adalah sebab dari peristiwa di paragraf (2)
paragraf (2) adalah kesimpulan dari paragraf (1)
paragraf (2) adalah akibat dari situasi di paragraf (1)
paragraf (2) adalah penjelasan pendukung dari gagasan di paragraf (1)
Polusi Sampah Mikroplastik Bikin Kelomang Kesulitan Cari 'Rumah' Terbaik
(1) Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka. (2) Sayangnya polusi sampah mikroplastik di laut membuat kelomang kesulitan untuk memilih cangkang terbaik. (3) Kelomang atau kepiting hermit biasanya mengambil cangkang siput yang sudah tak tempat untuk melindungi tubuhnya yang lunak. (4) Saat kelomang tumbuh semakin besar, mereka juga akan mencari cangkang yang lebih besar lagi. (5) Bahkan, mereka bisa bersaing untuk memperebutkan cangkang yang mereka anggap bagus.
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menempatkan 35 kelomang betina dalam satu tangki berisi air laut, rumput laut, serta manik-manik plastik selama lima hari. Sementara di tangki lain, ilmuwan menempatkan 29 kelomang tanpa plastik. Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka. Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang. Dampak ini sangat merugikan karena perilaku mengganti cangkang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi kelomang.
Namun, memang diperlukan penelitian lanjutan mengenai mengapa plastik mengubah perilaku kelomang. Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya. Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan makhluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk. Hasil penemuan ini setidaknya menunjukkan dampak polusi sampah mikroplastik yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Khususnya, hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup kelomang yang pada akhirnya berdampak buruk pada ekosistem laut.
(adaptasi dari: kompas.com)
Kalimat berikut yang bukan kalimat efektif adalah ….
Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka
Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka
Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang
Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya
Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan mahluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk
Polusi Sampah Mikroplastik Bikin Kelomang Kesulitan Cari 'Rumah' Terbaik
(1) Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka. (2) Sayangnya polusi sampah mikroplastik di laut membuat kelomang kesulitan untuk memilih cangkang terbaik. (3) Kelomang atau kepiting hermit biasanya mengambil cangkang siput yang sudah tak tempat untuk melindungi tubuhnya yang lunak. (4) Saat kelomang tumbuh semakin besar, mereka juga akan mencari cangkang yang lebih besar lagi. (5) Bahkan, mereka bisa bersaing untuk memperebutkan cangkang yang mereka anggap bagus.
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menempatkan 35 kelomang betina dalam satu tangki berisi air laut, rumput laut, serta manik-manik plastik selama lima hari. Sementara di tangki lain, ilmuwan menempatkan 29 kelomang tanpa plastik. Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka. Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang. Dampak ini sangat merugikan karena perilaku mengganti cangkang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi kelomang.
Namun, memang diperlukan penelitian lanjutan mengenai mengapa plastik mengubah perilaku kelomang. Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya. Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan makhluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk. Hasil penemuan ini setidaknya menunjukkan dampak polusi sampah mikroplastik yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Khususnya, hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup kelomang yang pada akhirnya berdampak buruk pada ekosistem laut.
(adaptasi dari: kompas.com)
Gagasan utama pada paragraf (1) terletak pada ....
kalimat (1)
kalimat (2)
kalimat (3)
kalimat (4)
kalimat (5)
Polusi Sampah Mikroplastik Bikin Kelomang Kesulitan Cari 'Rumah' Terbaik
(1) Saat tak lagi merasa cocok, seekor kelomang akan mencari cangkang baru sebagai rumah mereka. (2) Sayangnya polusi sampah mikroplastik di laut membuat kelomang kesulitan untuk memilih cangkang terbaik. (3) Kelomang atau kepiting hermit biasanya mengambil cangkang siput yang sudah tak tempat untuk melindungi tubuhnya yang lunak. (4) Saat kelomang tumbuh semakin besar, mereka juga akan mencari cangkang yang lebih besar lagi. (5) Bahkan, mereka bisa bersaing untuk memperebutkan cangkang yang mereka anggap bagus.
Dalam sebuah penelitian, ilmuwan menempatkan 35 kelomang betina dalam satu tangki berisi air laut, rumput laut, serta manik-manik plastik selama lima hari. Sementara di tangki lain, ilmuwan menempatkan 29 kelomang tanpa plastik. Hasilnya adalah kelomang yang terpapar mikroplastik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menemukan cangkang baru yang lebih cocok dengan tubuh mereka. Hal ini menunjukan bahwa paparan sampah mikroplastik merusak kognisi kelomang. Dampak ini sangat merugikan karena perilaku mengganti cangkang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan reproduksi kelomang.
Namun, memang diperlukan penelitian lanjutan mengenai mengapa plastik mengubah perilaku kelomang. Termasuk apakah pengaruh buruk ini juga terjadi pada spesies lainnya. Kelomang memiliki peran penting bagi lautan yaitu membersihkan laut dengan cara memakan makhluk laut yang sudah mati serta bakteri yang telah membusuk. Hasil penemuan ini setidaknya menunjukkan dampak polusi sampah mikroplastik yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Khususnya, hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup kelomang yang pada akhirnya berdampak buruk pada ekosistem laut.
(adaptasi dari: kompas.com)
Kata yang tidak baku pada paragraf (2) adalah ….
menempatkan
memiliki
menemukan
menunjukan
merusak
Awas! Bahaya Radiasi Mengintai Anak
Manusia dimudahkan dengan kehadiran beragam gadget semisal smartphone, tablet, hingga router Wi-Fi. Namun, bukan berarti perangkat-perangkat tersebut tak mendatangkan risiko kesehatan. Hal ini khususnya merujuk pada perkembangan otak anak-anak.
(1) Menurut Martin Blank, Doktor dari universitas Colombia, AS, otak anak-anak menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan orang dewasa. (2) Sebab, tulang tengkorak anak lebih tipis dan lunak dibandingkan orang dewasa. (3) Maka radiasi lebih mulus masuk ke elemen organ otak yang terdalam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Collective Evolution. (4) Diketahui, radiasi elektromagnetik memancar dari antena smartphone, tablet, Wi-Fi, dan perangkat elektronik lainnya.
Studi gabungan selama ini mengemukakan bahwa radiasi smartphone memicu pertumbuhan kanker. Informasi itu tersebar luas pada 2011 silam, tepatnya ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan studi-studi tersebut. Pernyataan WHO didasarkan pada hasil kajian tim peneliti khusus dari 14 negara berbeda.
Salah satu peneliti paling dihormati, Devra Davis, mengatakan bahwa industri teknologi berupaya keras menutup bahaya radiasi dari produk yang mereka pasarkan. Ia menjelaskan, "Smartphone sebenarnya menggunakan transmisi radio microwave dua arah (two-way microwave radio). Industri selama ini sukses menggunakan frasa lain, yakni energi frekuensi radio (radiofrequency energy), karena terdengar lebih aman,". "Keduanya sebenarnya sama saja. Jika khalayak memahami bahwa gelombang radiasi dua arah terus-menerus masuk ke otak dan organ reproduksi, mereka akan berpikir berbeda tentang smartphone dan perangkat elektronik lainnya," kata dia. Selain kanker, paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa memengaruhi sistem reproduksi manusia. Risiko lainnya juga mencakup kehilangan memori dan ketidakmampuan belajar.
(Sumber: tekno.kompas.com)
Tanggapan yang paling logis terhadap bahaya radiasi smartphone adalah ….
radiasi smartphone memang terbukti berbahaya untuk kesehatan masyarakat, maka kita harus berpikir ulang dalam menggunakan smartphone
saya setuju dengan penelitian tersebut karena smartphone memang sangat berbahaya bagi anak, terutama permainan digital yang tidak mendidik
jika smartphone memiliki radiasi berbahaya, sebaiknya kita menggunakan alat komunikasi lain
oleh karena itu, kita perlu mencari solusi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bahaya radiasi smartphone terhadap anak-anak
durasi penggunaan smartphone anak-anak seharusnya dikurangi untuk mengurangi dampak negatifnya
Awas! Bahaya Radiasi Mengintai Anak
Manusia dimudahkan dengan kehadiran beragam gadget semisal smartphone, tablet, hingga router Wi-Fi. Namun, bukan berarti perangkat-perangkat tersebut tak mendatangkan risiko kesehatan. Hal ini khususnya merujuk pada perkembangan otak anak-anak.
(1) Menurut Martin Blank, Doktor dari universitas Colombia, AS, otak anak-anak menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan orang dewasa. (2) Sebab, tulang tengkorak anak lebih tipis dan lunak dibandingkan orang dewasa. (3) Maka radiasi lebih mulus masuk ke elemen organ otak yang terdalam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Collective Evolution. (4) Diketahui, radiasi elektromagnetik memancar dari antena smartphone, tablet, Wi-Fi, dan perangkat elektronik lainnya.
Studi gabungan selama ini mengemukakan bahwa radiasi smartphone memicu pertumbuhan kanker. Informasi itu tersebar luas pada 2011 silam, tepatnya ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan studi-studi tersebut. Pernyataan WHO didasarkan pada hasil kajian tim peneliti khusus dari 14 negara berbeda.
Salah satu peneliti paling dihormati, Devra Davis, mengatakan bahwa industri teknologi berupaya keras menutup bahaya radiasi dari produk yang mereka pasarkan. Ia menjelaskan, "Smartphone sebenarnya menggunakan transmisi radio microwave dua arah (two-way microwave radio). Industri selama ini sukses menggunakan frasa lain, yakni energi frekuensi radio (radiofrequency energy), karena terdengar lebih aman,". "Keduanya sebenarnya sama saja. Jika khalayak memahami bahwa gelombang radiasi dua arah terus-menerus masuk ke otak dan organ reproduksi, mereka akan berpikir berbeda tentang smartphone dan perangkat elektronik lainnya," kata dia. Selain kanker, paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa memengaruhi sistem reproduksi manusia. Risiko lainnya juga mencakup kehilangan memori dan ketidakmampuan belajar.
(Sumber: tekno.kompas.com)
Gagasan utama paragraf dua adalah ….
tulang tengkorak anak lebih tipis dibanding orang dewasa
kemampuan otak anak dalam menyerap radiasi lebih lambat dibanding orang dewasa
pendapat Doktor Martin Blank mengenai otak anak yang lebih cepat menyerap radiasi dibanding orang dewasa
radiasi elektromagnetik memancar dari perangkat elektronik
radiasi lebih mulus masuk ke otak anak
Awas! Bahaya Radiasi Mengintai Anak
Manusia dimudahkan dengan kehadiran beragam gadget semisal smartphone, tablet, hingga router Wi-Fi. Namun, bukan berarti perangkat-perangkat tersebut tak mendatangkan risiko kesehatan. Hal ini khususnya merujuk pada perkembangan otak anak-anak.
(1) Menurut Martin Blank, Doktor dari universitas Colombia, AS, otak anak-anak menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan orang dewasa. (2) Sebab, tulang tengkorak anak lebih tipis dan lunak dibandingkan orang dewasa. (3) Maka radiasi lebih mulus masuk ke elemen organ otak yang terdalam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Collective Evolution. (4) Diketahui, radiasi elektromagnetik memancar dari antena smartphone, tablet, Wi-Fi, dan perangkat elektronik lainnya.
Studi gabungan selama ini mengemukakan bahwa radiasi smartphone memicu pertumbuhan kanker. Informasi itu tersebar luas pada 2011 silam, tepatnya ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan studi-studi tersebut. Pernyataan WHO didasarkan pada hasil kajian tim peneliti khusus dari 14 negara berbeda.
Salah satu peneliti paling dihormati, Devra Davis, mengatakan bahwa industri teknologi berupaya keras menutup bahaya radiasi dari produk yang mereka pasarkan. Ia menjelaskan, "Smartphone sebenarnya menggunakan transmisi radio microwave dua arah (two-way microwave radio). Industri selama ini sukses menggunakan frasa lain, yakni energi frekuensi radio (radiofrequency energy), karena terdengar lebih aman,". "Keduanya sebenarnya sama saja. Jika khalayak memahami bahwa gelombang radiasi dua arah terus-menerus masuk ke otak dan organ reproduksi, mereka akan berpikir berbeda tentang smartphone dan perangkat elektronik lainnya," kata dia. Selain kanker, paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa memengaruhi sistem reproduksi manusia. Risiko lainnya juga mencakup kehilangan memori dan ketidakmampuan belajar.
(Sumber: tekno.kompas.com)
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi paragraf empat adalah ….
masyarakat berhasil dikelabui oleh industri teknologi mengenai bahaya radiasi produk mereka
bahaya energi frekuensi radio sama dengan bahaya transimisi gelombang radio dua arah pada smartphone
radiasi dari perangkat elektronik dapat menyebabkan gangguan reproduksi, kanker, kehilangan memori, ketidakmampuan belajar dan kanker
jika masyarakat memahami bahaya yang ditimbulkan oleh radiasi, mereka akan berpikir ulang dalam menggunakan smartphone
transmisi gelombang dua arah terus menerus masuk ke otak
Awas! Bahaya Radiasi Mengintai Anak
Manusia dimudahkan dengan kehadiran beragam gadget semisal smartphone, tablet, hingga router Wi-Fi. Namun, bukan berarti perangkat-perangkat tersebut tak mendatangkan risiko kesehatan. Hal ini khususnya merujuk pada perkembangan otak anak-anak.
(1) Menurut Martin Blank, Doktor dari universitas Colombia, AS, otak anak-anak menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan orang dewasa. (2) Sebab, tulang tengkorak anak lebih tipis dan lunak dibandingkan orang dewasa. (3) Maka radiasi lebih mulus masuk ke elemen organ otak yang terdalam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Collective Evolution. (4) Diketahui, radiasi elektromagnetik memancar dari antena smartphone, tablet, Wi-Fi, dan perangkat elektronik lainnya.
Studi gabungan selama ini mengemukakan bahwa radiasi smartphone memicu pertumbuhan kanker. Informasi itu tersebar luas pada 2011 silam, tepatnya ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan studi-studi tersebut. Pernyataan WHO didasarkan pada hasil kajian tim peneliti khusus dari 14 negara berbeda.
Salah satu peneliti paling dihormati, Devra Davis, mengatakan bahwa industri teknologi berupaya keras menutup bahaya radiasi dari produk yang mereka pasarkan. Ia menjelaskan, "Smartphone sebenarnya menggunakan transmisi radio microwave dua arah (two-way microwave radio). Industri selama ini sukses menggunakan frasa lain, yakni energi frekuensi radio (radiofrequency energy), karena terdengar lebih aman,". "Keduanya sebenarnya sama saja. Jika khalayak memahami bahwa gelombang radiasi dua arah terus-menerus masuk ke otak dan organ reproduksi, mereka akan berpikir berbeda tentang smartphone dan perangkat elektronik lainnya," kata dia. Selain kanker, paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa memengaruhi sistem reproduksi manusia. Risiko lainnya juga mencakup kehilangan memori dan ketidakmampuan belajar.
(Sumber: tekno.kompas.com)
Kata berimbuhan yang salah dalam teks di atas adalah ….
mendatangkan
menyerap
mengemukakan
menutup
memahami
Awas! Bahaya Radiasi Mengintai Anak
Manusia dimudahkan dengan kehadiran beragam gadget semisal smartphone, tablet, hingga router Wi-Fi. Namun, bukan berarti perangkat-perangkat tersebut tak mendatangkan risiko kesehatan. Hal ini khususnya merujuk pada perkembangan otak anak-anak.
(1) Menurut Martin Blank, Doktor dari universitas Colombia, AS, otak anak-anak menyerap lebih banyak radiasi dibandingkan orang dewasa. (2) Sebab, tulang tengkorak anak lebih tipis dan lunak dibandingkan orang dewasa. (3) Maka radiasi lebih mulus masuk ke elemen organ otak yang terdalam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Collective Evolution. (4) Diketahui, radiasi elektromagnetik memancar dari antena smartphone, tablet, Wi-Fi, dan perangkat elektronik lainnya.
Studi gabungan selama ini mengemukakan bahwa radiasi smartphone memicu pertumbuhan kanker. Informasi itu tersebar luas pada 2011 silam, tepatnya ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan studi-studi tersebut. Pernyataan WHO didasarkan pada hasil kajian tim peneliti khusus dari 14 negara berbeda.
Salah satu peneliti paling dihormati, Devra Davis, mengatakan bahwa industri teknologi berupaya keras menutup bahaya radiasi dari produk yang mereka pasarkan. Ia menjelaskan, "Smartphone sebenarnya menggunakan transmisi radio microwave dua arah (two-way microwave radio). Industri selama ini sukses menggunakan frasa lain, yakni energi frekuensi radio (radiofrequency energy), karena terdengar lebih aman,". "Keduanya sebenarnya sama saja. Jika khalayak memahami bahwa gelombang radiasi dua arah terus-menerus masuk ke otak dan organ reproduksi, mereka akan berpikir berbeda tentang smartphone dan perangkat elektronik lainnya," kata dia. Selain kanker, paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa memengaruhi sistem reproduksi manusia. Risiko lainnya juga mencakup kehilangan memori dan ketidakmampuan belajar.
(Sumber: tekno.kompas.com)
Penggunaan huruf kapital yang salah pada paragraf dua terdapat pada ….
kalimat (1)
kalimat (2)
kalimat (3)
kalimat (4)
tidak ada kalimat yang salah
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal diganti dengan pilihan lain yang tersedia (A, B, C atau D) atau TIDAK PERLU DIPERBAIKI (E).
Generasi Z atau Gen Z merupakan konsumen yang sangat potensial. Di usianya yang masih muda (10-19 tahun), mereka dapat mempengaruhi keputusan keluarga dalam membeli produk. Sekitar 47 persen anak-anak usia 10-14 berpengaruh terhadap keputusan keluarga untuk liburan. Tidak hanya itu, anak-anak yang lahir di jaman internet tersebut juga memengaruhi keluarga saat membeli barang elektronik, mobil hingga rumah.
Sumber: databoks.katadata.co.id
zaman
zaman
jaman
“jaman”
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Pada dasarnya, kopi susu bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul. Jika mengesampingkan sejenak budaya latte yang lahir di Italia pada abad 17, orang-orang Indonesia sudah minum kopi susu sejak puluhan tahun lalu. Di pasar kopi susu disajikan di cangkir atau gelas belimbing. Komposisinya pun standar yakni kopi hitam, seringkali yang disangrai bareng beras atau jagung, serta sedikit gula dan susu kental manis.
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
sekalian
serentak
bersama
beriringan
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Pada dasarnya, kopi susu bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul. Jika mengesampingkan sejenak budaya latte yang lahir di Italia pada abad 17, orang-orang Indonesia sudah minum kopi susu sejak puluhan tahun lalu. Di pasar kopi susu disajikan di cangkir atau gelas belimbing. Komposisinya pun standar yakni kopi hitam, seringkali yang disangrai bareng beras atau jagung, serta sedikit gula dan susu kental manis.
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Di pasar, kopi susu disajikan di cangkir atau gelas belimbing.
Di pasar kopi susu disajikan di cangkir atau di gelas belimbing.
Di pasar kopi susu di sajikan di cangkir atau gelas belimbing.
Di pasar kopi susu disajikan di cangkir, atau gelas belimbing.
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal diganti dengan pilihan lain yang tersedia (A, B, C, atau D) atau TIDAK PERLU DIPERBAIKI (E).
Belum lama ini, sebagaimana dilaporkan oleh koran El Pais, sekelompok ilmuwan dari Spanyol mengklaim telah menciptakan hibrida manusia-monyet pertama di dunia. Hibrida sendiri merupakan generasi hasil persilangan antara dua atau lebih populasi yang berbeda, baik beda secara fenotipe maupun genotipenya. Mereka melakukan eksperimen ini di sebuah laboratorium di China. Menurut para ilmuwan tersebut, hibrida ini merupakan langkah penting demi selamat jiwa manusia. Mereka pun berkomitmen untuk terus mengembangkan riset ini khususnya pada primata.
(Sumber: kumparan.com)
eksper
ekspirasi
eksperiment
eksperimental
tidak perlu diperbaiki
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal diganti dengan pilihan lain yang tersedia (A, B, C atau D) atau TIDAK PERLU DIPERBAIKI (E).
Selama empat tahun melakukan korespondensi seputar feminisme dan pergerakan perempuan di Eropa dengan sahabat-sahabat penanya, pemikiran Kartini tentang emansipasi orang Jawa pun semakin matang. Ia percaya untuk perang adat feodal yang kolot harus dimulai dengan jalan memberikan pendidikan kepada perempuan Jawa. Bercermin kepada ke-dua ibunya, Kartini menganggap pengaruh psikologis ibu kepada anak sangat penting dalam mendidik jiwa seseorang.
ke dua
ke-2
kedua
ke2
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal diganti dengan pilihan lain yang tersedia (A, B, C, atau D) atau TIDAK PERLU DIPERBAIKI (E).
Keraguan laporan jumlah kasus positif corona, yang dikeluarkan pemerintah bermunculan. Kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyebut jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sebenarnya 4,25 kali lebih besar dari data pemerintah. Pusat pemodelan yang berbasis di London, Centre for Mathematical Modelling of Infectious Diseases (CMMID), menilai total kasus virus ini yang dilaporkan baru 4,5%. Rasio tes hingga awal April lalu, yaitu 102 orang persatu juta penduduk. Bandingkan dengan negara Asia lain seperti India (147 orang) dan Filipina (353 orang).
(Diadaptasi dari: katadata.co.id)
Corona,
corona
corona,
korona
tidak perlu diperbaiki
Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es Seperti di Aceh
(1) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh sebagai proses alamiah yang kerap terjadi saat musim pancaroba. (2) Hary Tirto Djatmiko, Kabid Diseminasi Informasi Iklim & Kualitas Udara BMKG mengatakan fenomena hujan es terjadi bukan hanya di negara subtropis, tetapi juga daerah ekuator.
(3) Salah satu proses terjadinya hujan es yakni melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. (4) Proses kondensasi uap air yang mendadak biasanya menghasilkan es dalam ukuran besar. (5) Mengingatkan ukurannya yang besar, tidak semua es mencair saat turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat.
(6) Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah terjadinya pembekuan saat uap air dengan suhu dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. (7) Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.
(8) Sementara itu, hujan es yang disertai angin kencang berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis berada di dekat permukaan bumi disebut awan Cumulo Nimbus (CB). (9) Hujan es pada proses ini kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga lima menit hingga maksimal 10 menit. (10) Hujan es yang terbentuk melalui cara ini bersifat lokal dan tidak merata. (11) Hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh Tengah, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning. (12) Hujan yang berukuran kelereng ini turun sekitar 10 menit mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.
Sumber: www.cnnindonesia.com
Kata berimbuhan yang tidak tepat terdapat pada…
menjelaskan pada kalimat (1)
mengatakan pada kalimat (2)
menghasilkan pada kalimat (4)
mengingatkan pada kalimat (5)
menyebabkan pada kalimat (6)
Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es Seperti di Aceh
(1) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh sebagai proses alamiah yang kerap terjadi saat musim pancaroba. (2) Hary Tirto Djatmiko, Kabid Diseminasi Informasi Iklim & Kualitas Udara BMKG mengatakan fenomena hujan es terjadi bukan hanya di negara subtropis, tetapi juga daerah ekuator.
(3) Salah satu proses terjadinya hujan es yakni melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. (4) Proses kondensasi uap air yang mendadak biasanya menghasilkan es dalam ukuran besar. (5) Mengingatkan ukurannya yang besar, tidak semua es mencair saat turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat.
(6) Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah terjadinya pembekuan saat uap air dengan suhu dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. (7) Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.
(8) Sementara itu, hujan es yang disertai angin kencang berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis berada di dekat permukaan bumi disebut awan Cumulo Nimbus (CB). (9) Hujan es pada proses ini kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga lima menit hingga maksimal 10 menit. (10) Hujan es yang terbentuk melalui cara ini bersifat lokal dan tidak merata. (11) Hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh Tengah, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning. (12) Hujan yang berukuran kelereng ini turun sekitar 10 menit mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.
Sumber: www.cnnindonesia.com
Pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan di atas adalah…
hujan es yang terjadi di Aceh merupakan proses alamiah yang kerap terjadi tidak hanya saat musim hujan tetapi juga musim pancaroba
hujan es kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga maksimal lima menit
fenomena hujan es bisa terjadi di negara subtropis dan juga daerah ekuator
awan Cumulo Nimbus (CB) merupakan awan bersel yang berlapis-lapis berada di lapisan atas bumi
hujan es terjadi di lima desa di Aceh Tengah berukuran kelereng turun sekitar 14 menit
Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es Seperti di Aceh
(1) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh sebagai proses alamiah yang kerap terjadi saat musim pancaroba. (2) Hary Tirto Djatmiko, Kabid Diseminasi Informasi Iklim & Kualitas Udara BMKG mengatakan fenomena hujan es terjadi bukan hanya di negara subtropis, tetapi juga daerah ekuator.
(3) Salah satu proses terjadinya hujan es yakni melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. (4) Proses kondensasi uap air yang mendadak biasanya menghasilkan es dalam ukuran besar. (5) Mengingatkan ukurannya yang besar, tidak semua es mencair saat turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat.
(6) Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah terjadinya pembekuan saat uap air dengan suhu dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. (7) Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.
(8) Sementara itu, hujan es yang disertai angin kencang berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis berada di dekat permukaan bumi disebut awan Cumulo Nimbus (CB). (9) Hujan es pada proses ini kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga lima menit hingga maksimal 10 menit. (10) Hujan es yang terbentuk melalui cara ini bersifat lokal dan tidak merata. (11) Hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh Tengah, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning. (12) Hujan yang berukuran kelereng ini turun sekitar 10 menit mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.
Sumber: www.cnnindonesia.com
Kalimat yang tidak efektif dari paragraf empat bacaan di atas adalah…
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es Seperti di Aceh
(1) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh sebagai proses alamiah yang kerap terjadi saat musim pancaroba. (2) Hary Tirto Djatmiko, Kabid Diseminasi Informasi Iklim & Kualitas Udara BMKG mengatakan fenomena hujan es terjadi bukan hanya di negara subtropis, tetapi juga daerah ekuator.
(3) Salah satu proses terjadinya hujan es yakni melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. (4) Proses kondensasi uap air yang mendadak biasanya menghasilkan es dalam ukuran besar. (5) Mengingatkan ukurannya yang besar, tidak semua es mencair saat turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat.
(6) Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah terjadinya pembekuan saat uap air dengan suhu dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. (7) Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.
(8) Sementara itu, hujan es yang disertai angin kencang berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis berada di dekat permukaan bumi disebut awan Cumulo Nimbus (CB). (9) Hujan es pada proses ini kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga lima menit hingga maksimal 10 menit. (10) Hujan es yang terbentuk melalui cara ini bersifat lokal dan tidak merata. (11) Hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh Tengah, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning. (12) Hujan yang berukuran kelereng ini turun sekitar 10 menit mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.
Sumber: www.cnnindonesia.com
Gagasan utama dari bacaan di atas adalah ....
fenomena hujan es terjadi bukan hanya di negara subtropis, tetapi juga daerah ekuator
hujan es terjadi karena proses kondensasi uap air yang mendadak lalu menghasilkan es dalam ukuran besar
hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh bersifat lokal dan tidak merata
hujan es yang terjadi di Aceh merupakan fenomena alamiah yang sering terjadi di masa pancaroba
hujan es atau dalam ilmu meteorologi disebut hail merupakan presipitasi yang terdiri dari bola-bola es
Riset Terbaru Ungkap Kehebatan Tersembunyi Komodo
Sebuah riset terbaru mengungkap kehebatan lain dari komodo, reptil terbesar di dunia, yang ternyata memiliki lapisan tulang pelindung ekstra yang tersembunyi di bawah kulit bersisiknya. Temuan ini menambah daftar kehebatan komodo yang mampu berlari dengan sangat cepat, meski memiliki tubuh besar, lengkap dengan bisa beracun di mulutnya. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Texas. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal The Anatomical Record pada 8 Juni 2019. Sebenarnya, keberadaan lapisan pelindung atau yang dikenal dengan osteoderm ini telah diketahui sejak tahun 1920-an. Tapi, baru sekarang para peneliti mempelajari bentuk dan letak dari lapisan itu.
Menurut riset, keberadaan pelindung ini untuk membantu pertahanan komodo saat bertarung dengan komodo lainnya. Dalam penelitiannya, para ilmuwan memindai dua spesimen komodo yang sudah mati, satu kepala komodo dewasa dan satu kepala bayi komodo. Mereka menemukan bahwa osteoderm terlihat jelas menutupi bagian kepala pada komodo dewasa. Tapi, untuk bayi komodo, mereka tidak berhasil menemukan lapisan itu. Karena lapisan itu tidak ada di bayi komodo, maka tim peneliti menyimpulkan bahwa osteoderm muncul pada komodo dewasa. Selain itu, karena komodo tidak memiliki pemangsa atau predator alami, para ilmuwan menduga osteoderm untuk melindungi komodo dari sesamanya. "Komodo muda lebih banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Ketika mereka sudah berukuran lumayan besar, mereka akan keluar dari pohon itu. Ketika itulah mereka akan mulai bertarung dengan komodo lain," ujar anggota tim peneliti, Christopher Bell. "Itu waktu di mana lapisan pelindung ekstra akan sangat membantu," lanjut dia.
Spesimen komodo yang para peneliti pelajari sudah berusia 19 tahun dan berasal dari sumbangan Fort Worth Zoo, kebun binatang di Texas, AS. Mereka meyakini usia si komodo berpengaruh pada perkembangan lapisan osteoderm itu. Tim ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak spesimen komodo dari rentang usia yang berbeda. Ini untuk mengetahui bagaimana hewan unik ini bersiap bertarung melawan sesamanya.
Pernyataan yang sesuai dengan bacaan di atas adalah…
kepala bayi komodo tertutupi lapisan osteoderm yang tipis dan terlihat jelas menutupi bagian kepala
bayi komodo tidak bertarung dengan sesamanya dan lebih sering berada di atas pohon
para peneliti telah meneliti bentuk dan letak lapisan osteoderm sejak tahun 1920-an
lapisan tulang pelindung ekstra ini menyatu dengan sisik kulit komodo dewasa
selain dapat berlari dengan cepat dan memiliki racun di mulutnya, komodo dikenal sebagai hewan yang tidak banyak bergerak
Riset Terbaru Ungkap Kehebatan Tersembunyi Komodo
Sebuah riset terbaru mengungkap kehebatan lain dari komodo, reptil terbesar di dunia, yang ternyata memiliki lapisan tulang pelindung ekstra yang tersembunyi di bawah kulit bersisiknya. Temuan ini menambah daftar kehebatan komodo yang mampu berlari dengan sangat cepat, meski memiliki tubuh besar, lengkap dengan bisa beracun di mulutnya. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Texas. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal The Anatomical Record pada 8 Juni 2019. Sebenarnya, keberadaan lapisan pelindung atau yang dikenal dengan osteoderm ini telah diketahui sejak tahun 1920-an. Tapi, baru sekarang para peneliti mempelajari bentuk dan letak dari lapisan itu.
Menurut riset, keberadaan pelindung ini untuk membantu pertahanan komodo saat bertarung dengan komodo lainnya. Dalam penelitiannya, para ilmuwan memindai dua spesimen komodo yang sudah mati, satu kepala komodo dewasa dan satu kepala bayi komodo. Mereka menemukan bahwa osteoderm terlihat jelas menutupi bagian kepala pada komodo dewasa. Tapi, untuk bayi komodo, mereka tidak berhasil menemukan lapisan itu. Karena lapisan itu tidak ada di bayi komodo, maka tim peneliti menyimpulkan bahwa osteoderm muncul pada komodo dewasa. Selain itu, karena komodo tidak memiliki pemangsa atau predator alami, para ilmuwan menduga osteoderm untuk melindungi komodo dari sesamanya. "Komodo muda lebih banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Ketika mereka sudah berukuran lumayan besar, mereka akan keluar dari pohon itu. Ketika itulah mereka akan mulai bertarung dengan komodo lain," ujar anggota tim peneliti, Christopher Bell. "Itu waktu di mana lapisan pelindung ekstra akan sangat membantu," lanjut dia.
Spesimen komodo yang para peneliti pelajari sudah berusia 19 tahun dan berasal dari sumbangan Fort Worth Zoo, kebun binatang di Texas, AS. Mereka meyakini usia si komodo berpengaruh pada perkembangan lapisan osteoderm itu. Tim ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak spesimen komodo dari rentang usia yang berbeda. Ini untuk mengetahui bagaimana hewan unik ini bersiap bertarung melawan sesamanya.
Penelitian lanjutan yang paling sesuai dari penemuan di atas adalah ....
kandungan nutrisi dari makanan bayi komodo
strategi pertarungan antarkomodo
ukuran dan warna lapisan osteoderm
pola perkembangan osteoderm pada komodo
perbandingan bentuk dan letak osteoderm pada reptil
Riset Terbaru Ungkap Kehebatan Tersembunyi Komodo
Sebuah riset terbaru mengungkap kehebatan lain dari komodo, reptil terbesar di dunia, yang ternyata memiliki lapisan tulang pelindung ekstra yang tersembunyi di bawah kulit bersisiknya. Temuan ini menambah daftar kehebatan komodo yang mampu berlari dengan sangat cepat, meski memiliki tubuh besar, lengkap dengan bisa beracun di mulutnya. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Texas. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal The Anatomical Record pada 8 Juni 2019. Sebenarnya, keberadaan lapisan pelindung atau yang dikenal dengan osteoderm ini telah diketahui sejak tahun 1920-an. Tapi, baru sekarang para peneliti mempelajari bentuk dan letak dari lapisan itu.
Menurut riset, keberadaan pelindung ini untuk membantu pertahanan komodo saat bertarung dengan komodo lainnya. Dalam penelitiannya, para ilmuwan memindai dua spesimen komodo yang sudah mati, satu kepala komodo dewasa dan satu kepala bayi komodo. Mereka menemukan bahwa osteoderm terlihat jelas menutupi bagian kepala pada komodo dewasa. Tapi, untuk bayi komodo, mereka tidak berhasil menemukan lapisan itu. Karena lapisan itu tidak ada di bayi komodo, maka tim peneliti menyimpulkan bahwa osteoderm muncul pada komodo dewasa. Selain itu, karena komodo tidak memiliki pemangsa atau predator alami, para ilmuwan menduga osteoderm untuk melindungi komodo dari sesamanya. "Komodo muda lebih banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Ketika mereka sudah berukuran lumayan besar, mereka akan keluar dari pohon itu. Ketika itulah mereka akan mulai bertarung dengan komodo lain," ujar anggota tim peneliti, Christopher Bell. "Itu waktu di mana lapisan pelindung ekstra akan sangat membantu," lanjut dia.
Spesimen komodo yang para peneliti pelajari sudah berusia 19 tahun dan berasal dari sumbangan Fort Worth Zoo, kebun binatang di Texas, AS. Mereka meyakini usia si komodo berpengaruh pada perkembangan lapisan osteoderm itu. Tim ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak spesimen komodo dari rentang usia yang berbeda. Ini untuk mengetahui bagaimana hewan unik ini bersiap bertarung melawan sesamanya.
Inti dari bacaan di atas terdapat pada …
paragraf (1) dan (2)
paragraf (1) dan (3)
paragraf (2)
paragraf (3)
paragraf (2) dan (3)
Riset Terbaru Ungkap Kehebatan Tersembunyi Komodo
Sebuah riset terbaru mengungkap kehebatan lain dari komodo, reptil terbesar di dunia, yang ternyata memiliki lapisan tulang pelindung ekstra yang tersembunyi di bawah kulit bersisiknya. Temuan ini menambah daftar kehebatan komodo yang mampu berlari dengan sangat cepat, meski memiliki tubuh besar, lengkap dengan bisa beracun di mulutnya. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Texas. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal The Anatomical Record pada 8 Juni 2019. Sebenarnya, keberadaan lapisan pelindung atau yang dikenal dengan osteoderm ini telah diketahui sejak tahun 1920-an. Tapi, baru sekarang para peneliti mempelajari bentuk dan letak dari lapisan itu.
Menurut riset, keberadaan pelindung ini untuk membantu pertahanan komodo saat bertarung dengan komodo lainnya. Dalam penelitiannya, para ilmuwan memindai dua spesimen komodo yang sudah mati, satu kepala komodo dewasa dan satu kepala bayi komodo. Mereka menemukan bahwa osteoderm terlihat jelas menutupi bagian kepala pada komodo dewasa. Tapi, untuk bayi komodo, mereka tidak berhasil menemukan lapisan itu. Karena lapisan itu tidak ada di bayi komodo, maka tim peneliti menyimpulkan bahwa osteoderm muncul pada komodo dewasa. Selain itu, karena komodo tidak memiliki pemangsa atau predator alami, para ilmuwan menduga osteoderm untuk melindungi komodo dari sesamanya. "Komodo muda lebih banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Ketika mereka sudah berukuran lumayan besar, mereka akan keluar dari pohon itu. Ketika itulah mereka akan mulai bertarung dengan komodo lain," ujar anggota tim peneliti, Christopher Bell. "Itu waktu di mana lapisan pelindung ekstra akan sangat membantu," lanjut dia.
Spesimen komodo yang para peneliti pelajari sudah berusia 19 tahun dan berasal dari sumbangan Fort Worth Zoo, kebun binatang di Texas, AS. Mereka meyakini usia si komodo berpengaruh pada perkembangan lapisan osteoderm itu. Tim ilmuwan berharap bisa mempelajari lebih banyak spesimen komodo dari rentang usia yang berbeda. Ini untuk mengetahui bagaimana hewan unik ini bersiap bertarung melawan sesamanya.
Makna kata dari memindai pada paragraf dua adalah…
memandangi dengan saksama
melihat dengan cermat
mengopi ke dalam bentuk digital
memeriksa dengan alat
memperhatikan secara detail
Mengapa banyak orang menyukai cerita horor? Para ahli memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dilansir dari catatan Allegra Ringo untuk The Atlantic (2013), Margee Kerr, seorang staf sosiolog di Scare House, sebuah objek wisata berhantu yang terletak di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kesukaan orang terhadap hiburan horor muncul karena proses kimiawi dalam otak manusia.
Glenn Sparks, seorang profesor dari Brian Lamb School of Communication, Purdue University, mengatakan bahwa ketika orang menonton film-film yang menakutkan, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan meningkat. Sensasi itu bertahan setelah film usai serta memengaruhi emosi setelah menonton. Namun, biasanya orang tanpa sadar akan berfokus pada pengalaman menontonnya, bukan filmnya.
Terlepas dari rasa percaya-tidak percaya yang muncul, kita tak bisa memungkiri bahwa manusia sering dihantui rasa penasaran. Misalnya saat teman Anda bercerita tentang kejadian menakutkan yang ia alami di sebuah tempat, terkadang secara tak sadar Anda akan menghujaninya dengan pertanyaan. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin tahu Anda akan meningkat, setelah itu mendorong Anda untuk “menguji” diri sendiri, misalnya dengan mendatangi tempat itu. Namun, sekali lagi, penerimaan masing-masing individu terhadap cerita horor berbeda-beda. Selain perbedaan proses biologis, keadaan sosial-budaya juga berpengaruh.
sumber: tirto.id (dengan modifikasi)
Pernyataan yang tidak benar sesuai dengan teks di atas adalah ....
terdapat dua orang ahli yang disebutkan pada teks
orang menyukai cerita horor karena menikmati sensasi menegangkan
setiap orang menghasilkan respon yang berbeda terhadap cerita horor
manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap cerita horor
orang menyukai cerita horor karena menganggap cerita tersebut sebagai kewajaran dalam kehidupan sehari-hari
Mengapa banyak orang menyukai cerita horor? Para ahli memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dilansir dari catatan Allegra Ringo untuk The Atlantic (2013), Margee Kerr, seorang staf sosiolog di Scare House, sebuah objek wisata berhantu yang terletak di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kesukaan orang terhadap hiburan horor muncul karena proses kimiawi dalam otak manusia.
Glenn Sparks, seorang profesor dari Brian Lamb School of Communication, Purdue University, mengatakan bahwa ketika orang menonton film-film yang menakutkan, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan meningkat. Sensasi itu bertahan setelah film usai serta memengaruhi emosi setelah menonton. Namun, biasanya orang tanpa sadar akan berfokus pada pengalaman menontonnya, bukan filmnya.
Terlepas dari rasa percaya-tidak percaya yang muncul, kita tak bisa memungkiri bahwa manusia sering dihantui rasa penasaran. Misalnya saat teman Anda bercerita tentang kejadian menakutkan yang ia alami di sebuah tempat, terkadang secara tak sadar Anda akan menghujaninya dengan pertanyaan. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin tahu Anda akan meningkat, setelah itu mendorong Anda untuk “menguji” diri sendiri, misalnya dengan mendatangi tempat itu. Namun, sekali lagi, penerimaan masing-masing individu terhadap cerita horor berbeda-beda. Selain perbedaan proses biologis, keadaan sosial-budaya juga berpengaruh.
sumber: tirto.id (dengan modifikasi)
Makna menguji pada paragraf terakhir adalah ….
mengetes keberanian
keinginan mengetahui mutu
memeriksa suatu tempat
seperti melakukan ujian tertulis
mengecek kebenaran sebuah cerita
Mengapa banyak orang menyukai cerita horor? Para ahli memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dilansir dari catatan Allegra Ringo untuk The Atlantic (2013), Margee Kerr, seorang staf sosiolog di Scare House, sebuah objek wisata berhantu yang terletak di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kesukaan orang terhadap hiburan horor muncul karena proses kimiawi dalam otak manusia.
Glenn Sparks, seorang profesor dari Brian Lamb School of Communication, Purdue University, mengatakan bahwa ketika orang menonton film-film yang menakutkan, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan meningkat. Sensasi itu bertahan setelah film usai serta memengaruhi emosi setelah menonton. Namun, biasanya orang tanpa sadar akan berfokus pada pengalaman menontonnya, bukan filmnya.
Terlepas dari rasa percaya-tidak percaya yang muncul, kita tak bisa memungkiri bahwa manusia sering dihantui rasa penasaran. Misalnya saat teman Anda bercerita tentang kejadian menakutkan yang ia alami di sebuah tempat, terkadang secara tak sadar Anda akan menghujaninya dengan pertanyaan. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin tahu Anda akan meningkat, setelah itu mendorong Anda untuk “menguji” diri sendiri, misalnya dengan mendatangi tempat itu. Namun, sekali lagi, penerimaan masing-masing individu terhadap cerita horor berbeda-beda. Selain perbedaan proses biologis, keadaan sosial-budaya juga berpengaruh.
sumber: tirto.id (dengan modifikasi)
Komentar yang paling logis sesuai dengan teks di atas adalah ….
kita perlu mengetahui kehebatan diri kita sebelum menguji diri sendiri hanya untuk memenuhi hasrat ingin tahu
kita tidak perlu takut dengan cerita hantu karena terdapat beberapa alasan ilmiah di balik ketakutan tersebut. Namun, kita tetap harus menghargai respon berbeda dari setiap orang
kita tidak perlu takut dengan cerita hantu karena itu semua kebohongan belaka. Alangkah baiknya jika kita mendekatkan diri kepada Tuhan
mengapa masih ada orang membeli tiket film horor hanya untuk merasakan sensasi rasa takut. Seharusnya, kita membeli tiket film kartun saja
menguji diri sendiri dengan pergi ke tempat angker hanya membuang waktu. Padahal, banyak hal yang lebih berguna untuk dilakukan
Mengapa banyak orang menyukai cerita horor? Para ahli memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dilansir dari catatan Allegra Ringo untuk The Atlantic (2013), Margee Kerr, seorang staf sosiolog di Scare House, sebuah objek wisata berhantu yang terletak di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kesukaan orang terhadap hiburan horor muncul karena proses kimiawi dalam otak manusia.
Glenn Sparks, seorang profesor dari Brian Lamb School of Communication, Purdue University, mengatakan bahwa ketika orang menonton film-film yang menakutkan, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan meningkat. Sensasi itu bertahan setelah film usai serta memengaruhi emosi setelah menonton. Namun, biasanya orang tanpa sadar akan berfokus pada pengalaman menontonnya, bukan filmnya.
Terlepas dari rasa percaya-tidak percaya yang muncul, kita tak bisa memungkiri bahwa manusia sering dihantui rasa penasaran. Misalnya saat teman Anda bercerita tentang kejadian menakutkan yang ia alami di sebuah tempat, terkadang secara tak sadar Anda akan menghujaninya dengan pertanyaan. Dalam situasi seperti ini, rasa ingin tahu Anda akan meningkat, setelah itu mendorong Anda untuk “menguji” diri sendiri, misalnya dengan mendatangi tempat itu. Namun, sekali lagi, penerimaan masing-masing individu terhadap cerita horor berbeda-beda. Selain perbedaan proses biologis, keadaan sosial-budaya juga berpengaruh.
sumber: tirto.id (dengan modifikasi)
Kelemahan paragraf pertama adalah ....
tidak memiliki kepaduan antarkalimat
tidak dapat disambung dengan paragraf selanjutnya
tidak menjelaskan proses kimiawi yang terjadi di otak manusia
kalimat tidak efektif
informasi yang diberikan terlalu detail sehingga membingungkan pembaca
Apel Mengandung 100 Juta Bakteri tapi Sehatkan Tubuh
1) Mungkin banyak di antara kita yang menjadikan apel sebagai cemilan. 2) Apel memang memiliki banyak manfaat, seperti mengenyangkan dan mencegah kita untuk mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula. 3) Tapi, tahukah kamu bahwa apel juga mengandung bakteri?
4) Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, para peneliti menganalisis bakteri pada apel, kemudian membandingkan sampel organik dan nonorganik untuk melihat perbedaannya. 5) Pada apel organik, bakterinya lebih banyak. Para peneliti menemukan, apel mengandung 100 juta bakteri. 6) Jika dirinci, ada 1.755 tipe bakteri berbeda, yang terletak pada bagian ujung batang sebanyak 9,5 juta, kulit 1,6 juta, daging buah 19,7 juta, biji 37,7 juta, dan ujung kelopak sebanyak 22 juta.
7) Meski terdengar jorok dan tidak sehat, bakteri tersebut justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus. 8) Penulis studi Birgit Wassermann, Ph.D dari Graz University of Technology di Austria memperjelas bahwa mengonsumsi apel secara keseluruhan sama dengan mengonsumsi hingga 100 juta bakteri. 9) Sementara jika hanya mengkonsumsi kulit dan dagingnya, angkanya berkurang 10 kali. 10) Selain itu, keberagaman bakteri juga akan berkurang. ..., kita disarankan untuk mengonsumsi satu buah penuh.
11) Bakteri yang ditemukan pada apel berbeda dengan bakteri penyakit. 12) Sebab, untuk memutuskan bakteri tersebut adalah bakteri penyakit, peneliti harus menemukan angka patogen yang tinggi, namun itu tidak ditemukan di sini. 13) Mengonsumsi bakteri beragam dalam apel juga bisa menyediakan mikroba yang beragam untuk usus. 14) Ini sangat penting untuk kesehatan usus. 15) Mikroflora yang beragam dalam usus bisa membawa banyak manfaat, seperti menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular, serta meningkatkan sistem imun.
Sumber: lifestyle.kompas.com
Konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian rumpang dalam teks tersebut adalah ....
Meskipun
Adapun
Bahkan
Oleh karena itu
Akan tetapi
Apel Mengandung 100 Juta Bakteri tapi Sehatkan Tubuh
1) Mungkin banyak di antara kita yang menjadikan apel sebagai cemilan. 2) Apel memang memiliki banyak manfaat, seperti mengenyangkan dan mencegah kita untuk mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula. 3) Tapi, tahukah kamu bahwa apel juga mengandung bakteri?
4) Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, para peneliti menganalisis bakteri pada apel, kemudian membandingkan sampel organik dan nonorganik untuk melihat perbedaannya. 5) Pada apel organik, bakterinya lebih banyak. Para peneliti menemukan, apel mengandung 100 juta bakteri. 6) Jika dirinci, ada 1.755 tipe bakteri berbeda, yang terletak pada bagian ujung batang sebanyak 9,5 juta, kulit 1,6 juta, daging buah 19,7 juta, biji 37,7 juta, dan ujung kelopak sebanyak 22 juta.
7) Meski terdengar jorok dan tidak sehat, bakteri tersebut justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus. 8) Penulis studi Birgit Wassermann, Ph.D dari Graz University of Technology di Austria memperjelas bahwa mengonsumsi apel secara keseluruhan sama dengan mengonsumsi hingga 100 juta bakteri. 9) Sementara jika hanya mengkonsumsi kulit dan dagingnya, angkanya berkurang 10 kali. 10) Selain itu, keberagaman bakteri juga akan berkurang. ..., kita disarankan untuk mengonsumsi satu buah penuh.
11) Bakteri yang ditemukan pada apel berbeda dengan bakteri penyakit. 12) Sebab, untuk memutuskan bakteri tersebut adalah bakteri penyakit, peneliti harus menemukan angka patogen yang tinggi, namun itu tidak ditemukan di sini. 13) Mengonsumsi bakteri beragam dalam apel juga bisa menyediakan mikroba yang beragam untuk usus. 14) Ini sangat penting untuk kesehatan usus. 15) Mikroflora yang beragam dalam usus bisa membawa banyak manfaat, seperti menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular, serta meningkatkan sistem imun.
Sumber: lifestyle.kompas.com
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi bacaan di atas adalah ....
Mengonsumsi bakteri yang terkandung dalam buah apel dapat menyediakan beragam mikroba untuk usus
Kita disarankan mengonsumsi dua atau tiga buah apel sekaligus dalam satu kali makan agar nutrisi terpenuhi
Terdapat 1.755 tipe bakteri berbeda, yang terletak pada bagian ujung batang sebanyak 9,5 juta, kulit 1,6 juta, daging buah 19,7 juta, biji 37,7 juta, dan ujung kelopak sebanyak 22 juta
Menurunkan risiko tekanan darah tinggi, dan meningkatkan sistem imun merupakan manfaat konkret dari adanya beragam mikroflora yang diperoleh dari buah apel
Manfaat buah apel akan turun 10 kali jika kita mengonsumsi sebagian buahnya
Apel Mengandung 100 Juta Bakteri tapi Sehatkan Tubuh
1) Mungkin banyak di antara kita yang menjadikan apel sebagai cemilan. 2) Apel memang memiliki banyak manfaat, seperti mengenyangkan dan mencegah kita untuk mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula. 3) Tapi, tahukah kamu bahwa apel juga mengandung bakteri?
4) Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, para peneliti menganalisis bakteri pada apel, kemudian membandingkan sampel organik dan nonorganik untuk melihat perbedaannya. 5) Pada apel organik, bakterinya lebih banyak. Para peneliti menemukan, apel mengandung 100 juta bakteri. 6) Jika dirinci, ada 1.755 tipe bakteri berbeda, yang terletak pada bagian ujung batang sebanyak 9,5 juta, kulit 1,6 juta, daging buah 19,7 juta, biji 37,7 juta, dan ujung kelopak sebanyak 22 juta.
7) Meski terdengar jorok dan tidak sehat, bakteri tersebut justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus. 8) Penulis studi Birgit Wassermann, Ph.D dari Graz University of Technology di Austria memperjelas bahwa mengonsumsi apel secara keseluruhan sama dengan mengonsumsi hingga 100 juta bakteri. 9) Sementara jika hanya mengkonsumsi kulit dan dagingnya, angkanya berkurang 10 kali. 10) Selain itu, keberagaman bakteri juga akan berkurang. ..., kita disarankan untuk mengonsumsi satu buah penuh.
11) Bakteri yang ditemukan pada apel berbeda dengan bakteri penyakit. 12) Sebab, untuk memutuskan bakteri tersebut adalah bakteri penyakit, peneliti harus menemukan angka patogen yang tinggi, namun itu tidak ditemukan di sini. 13) Mengonsumsi bakteri beragam dalam apel juga bisa menyediakan mikroba yang beragam untuk usus. 14) Ini sangat penting untuk kesehatan usus. 15) Mikroflora yang beragam dalam usus bisa membawa banyak manfaat, seperti menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular, serta meningkatkan sistem imun.
Sumber: lifestyle.kompas.com
Kalimat yang tidak padu pada bacaan di atas terdapat pada ....
kalimat (2)
kalimat (7)
kalimat (8)
kalimat (4)
kalimat (5)
Apel Mengandung 100 Juta Bakteri tapi Sehatkan Tubuh
1) Mungkin banyak di antara kita yang menjadikan apel sebagai cemilan. 2) Apel memang memiliki banyak manfaat, seperti mengenyangkan dan mencegah kita untuk mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula. 3) Tapi, tahukah kamu bahwa apel juga mengandung bakteri?
4) Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology, para peneliti menganalisis bakteri pada apel, kemudian membandingkan sampel organik dan nonorganik untuk melihat perbedaannya. 5) Pada apel organik, bakterinya lebih banyak. Para peneliti menemukan, apel mengandung 100 juta bakteri. 6) Jika dirinci, ada 1.755 tipe bakteri berbeda, yang terletak pada bagian ujung batang sebanyak 9,5 juta, kulit 1,6 juta, daging buah 19,7 juta, biji 37,7 juta, dan ujung kelopak sebanyak 22 juta.
7) Meski terdengar jorok dan tidak sehat, bakteri tersebut justru memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus. 8) Penulis studi Birgit Wassermann, Ph.D dari Graz University of Technology di Austria memperjelas bahwa mengonsumsi apel secara keseluruhan sama dengan mengonsumsi hingga 100 juta bakteri. 9) Sementara jika hanya mengkonsumsi kulit dan dagingnya, angkanya berkurang 10 kali. 10) Selain itu, keberagaman bakteri juga akan berkurang. ..., kita disarankan untuk mengonsumsi satu buah penuh.
11) Bakteri yang ditemukan pada apel berbeda dengan bakteri penyakit. 12) Sebab, untuk memutuskan bakteri tersebut adalah bakteri penyakit, peneliti harus menemukan angka patogen yang tinggi, namun itu tidak ditemukan di sini. 13) Mengonsumsi bakteri beragam dalam apel juga bisa menyediakan mikroba yang beragam untuk usus. 14) Ini sangat penting untuk kesehatan usus. 15) Mikroflora yang beragam dalam usus bisa membawa banyak manfaat, seperti menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular, serta meningkatkan sistem imun.
Sumber: lifestyle.kompas.com
Penggunaan kata berimbuhan yang salah terdapat pada ....
mengonsumsi pada kalimat (2)
menganalisis pada kalimat (4)
memperjelas pada kalimat (8)
memutuskan pada kalimat (12)
menurunkan pada kalimat (15)
For its next mission in our solar system, NASA plans to fly a drone copter to Saturn's largest moon Titan in search of the building blocks of life. The Dragonfly mission, which will launch in 2026 and land in 2034, will send a rotorcraft to fly to dozens of locations across the icy moon, which has a substantial atmosphere and is viewed by scientists as an equivalent of very early-era Earth. It is the only celestial body besides our planet known to have liquid rivers, lakes and seas on its surface, though these contain hydrocarbons like methane and ethane, not water.
"Visiting this mysterious ocean world could revolutionize what we know about life in the universe, " said NASA administrator Jim Bridenstine. NASA said the vehicle would have eight rotors and fly like a large drone. Dragonfly will explore diverse environments from organic dunes to the floor of an impact crater where liquid water and complex organic materials key to life once existed together for possibly tens of thousands of years. "Its instruments will study how far prebiotic chemistry may have progressed. They will also investigate the moon’s atmospheric and surface properties and its subsurface ocean and liquid reservoirs. Additionally, instruments will search for chemical evidence of past and extant life."
Titan's atmosphere is made mostly of nitrogen, like Earth's, but is four times denser. Its clouds and rains are methane. The second-largest moon in the solar system, Titan has a thick water ice crust, beneath which is an ocean made primarily of water. The underground ocean could harbor life as we know it, while the hydrocarbon lakes and seas on the moon's surface could contain life forms.
Source: thejakartapost.com
From the text, Titan is described as below, except ....
one of the largest moons in our planetary system
it lacks ice crust layers
has a thick atmosphere
contains a lot of methane gas
covered with many kinds of water
For its next mission in our solar system, NASA plans to fly a drone copter to Saturn's largest moon Titan in search of the building blocks of life. The Dragonfly mission, which will launch in 2026 and land in 2034, will send a rotorcraft to fly to dozens of locations across the icy moon, which has a substantial atmosphere and is viewed by scientists as an equivalent of very early-era Earth. It is the only celestial body besides our planet known to have liquid rivers, lakes and seas on its surface, though these contain hydrocarbons like methane and ethane, not water.
"Visiting this mysterious ocean world could revolutionize what we know about life in the universe, " said NASA administrator Jim Bridenstine. NASA said the vehicle would have eight rotors and fly like a large drone. Dragonfly will explore diverse environments from organic dunes to the floor of an impact crater where liquid water and complex organic materials key to life once existed together for possibly tens of thousands of years. "Its instruments will study how far prebiotic chemistry may have progressed. They will also investigate the moon’s atmospheric and surface properties and its subsurface ocean and liquid reservoirs. Additionally, instruments will search for chemical evidence of past and extant life."
Titan's atmosphere is made mostly of nitrogen, like Earth's, but is four times denser. Its clouds and rains are methane. The second-largest moon in the solar system, Titan has a thick water ice crust, beneath which is an ocean made primarily of water. The underground ocean could harbor life as we know it, while the hydrocarbon lakes and seas on the moon's surface could contain life forms.
Source: thejakartapost.com
“...will search for chemical evidence of past and extant life."
The word extant is closest in meaning to ….
new
former
future
present
hidden
For its next mission in our solar system, NASA plans to fly a drone copter to Saturn's largest moon Titan in search of the building blocks of life. The Dragonfly mission, which will launch in 2026 and land in 2034, will send a rotorcraft to fly to dozens of locations across the icy moon, which has a substantial atmosphere and is viewed by scientists as an equivalent of very early-era Earth. It is the only celestial body besides our planet known to have liquid rivers, lakes and seas on its surface, though these contain hydrocarbons like methane and ethane, not water.
"Visiting this mysterious ocean world could revolutionize what we know about life in the universe, " said NASA administrator Jim Bridenstine. NASA said the vehicle would have eight rotors and fly like a large drone. Dragonfly will explore diverse environments from organic dunes to the floor of an impact crater where liquid water and complex organic materials key to life once existed together for possibly tens of thousands of years. "Its instruments will study how far prebiotic chemistry may have progressed. They will also investigate the moon’s atmospheric and surface properties and its subsurface ocean and liquid reservoirs. Additionally, instruments will search for chemical evidence of past and extant life."
Titan's atmosphere is made mostly of nitrogen, like Earth's, but is four times denser. Its clouds and rains are methane. The second-largest moon in the solar system, Titan has a thick water ice crust, beneath which is an ocean made primarily of water. The underground ocean could harbor life as we know it, while the hydrocarbon lakes and seas on the moon's surface could contain life forms.
Source: thejakartapost.com
Why does NASA suspect life on Titan?
Titan's surface properties contain high enough methane for living things
Titan's atmosphere contains nitrogen which is similar to Earth
We can find ice crust that contains a lot of water on Titan
There is liquid water on rivers, lakes, and seas on Titan
Titan looks like the earth in the early prehistoric era
For its next mission in our solar system, NASA plans to fly a drone copter to Saturn's largest moon Titan in search of the building blocks of life. The Dragonfly mission, which will launch in 2026 and land in 2034, will send a rotorcraft to fly to dozens of locations across the icy moon, which has a substantial atmosphere and is viewed by scientists as an equivalent of very early-era Earth. It is the only celestial body besides our planet known to have liquid rivers, lakes and seas on its surface, though these contain hydrocarbons like methane and ethane, not water.
"Visiting this mysterious ocean world could revolutionize what we know about life in the universe, " said NASA administrator Jim Bridenstine. NASA said the vehicle would have eight rotors and fly like a large drone. Dragonfly will explore diverse environments from organic dunes to the floor of an impact crater where liquid water and complex organic materials key to life once existed together for possibly tens of thousands of years. "Its instruments will study how far prebiotic chemistry may have progressed. They will also investigate the moon’s atmospheric and surface properties and its subsurface ocean and liquid reservoirs. Additionally, instruments will search for chemical evidence of past and extant life."
Titan's atmosphere is made mostly of nitrogen, like Earth's, but is four times denser. Its clouds and rains are methane. The second-largest moon in the solar system, Titan has a thick water ice crust, beneath which is an ocean made primarily of water. The underground ocean could harbor life as we know it, while the hydrocarbon lakes and seas on the moon's surface could contain life forms.
Source: thejakartapost.com
Based on the text, which one of the following is not an objective of The Dragonfly mission?
sampling the environmental evidence of life contained in Titan
observing the existence of living beings in Titan
studying the atmospheric conditions that Titan has
understanding the composition of chemical compounds that exist in Titan
looking for any possibility to live on Titan
More than two billion cups of coffee are drunk every day and for many, working life would feel impossible without it. As traditionally tea-drinking countries like China are seduced by coffee’s charms, it may soon become the world’s favourite drink. What is driving this insatiable thirst, and how has the beverage come to conquer the world? Coffee’s story starts in the lush highlands of Ethiopia, the natural homeland of the delicate Coffee arabica plant. Although they are called “coffee beans”, the plant is not a legume, and the fruits of the coffee tree look more like cherries when they are first picked. The seeds inside are extracted and dried before the process of roasting turns them into the hard, nutty nodules we feed into our grinders.
The Oromo people from Ethiopia are thought to have been the first to have noticed the stimulating effects of these “beans”, and coffee still remains an important element of their traditional cuisine. Exactly how and when it spread beyond Ethiopia is still the subject of many legends, but the available historic records suggest that the Sufis of Yemen were the first truly devoted drinkers outside Africa in the Middle Ages. Its caffeine helped them to continue their practices late into the night, while the roasting of the bean was apparently taken as an analogy for the transcendence of the human soul.
Coffee houses soon spread across the Middle East and the Ottoman Empire, where they caught the attention of Western traders, who took the beguiling drink back to their home countries in the 17th Century. ..... One newspaper advert in 1657 described the drink as “having many excellent virtues, closes the orifice of the stomach, fortifies the heart within, helps digestion, brights up the spirit.”
Some studies suggest that coffee can offer some protection from certain common diseases. A recent review of the evidence by Susanna Larsson at the Karolinska Institute in Sweden found that each cup of coffee per day is associated with a 6% reduction in the risk of type 2 diabetes. Laura Van Dongen at Wageningen University, meanwhile, has found that regular coffee drinkers were at least 20% less likely to die from heart disease.
source: bbc.com
What aspect of coffee is mostly discussed in the text?
the origin of coffee and its plant characteristics
the coffee processing and the types of coffee
the evolution of coffee plantations around the world
the consumption of coffee around the world and its benefits
the benefits for humans and the varieties of coffee processing
More than two billion cups of coffee are drunk every day and for many, working life would feel impossible without it. As traditionally tea-drinking countries like China are seduced by coffee’s charms, it may soon become the world’s favourite drink. What is driving this insatiable thirst, and how has the beverage come to conquer the world? Coffee’s story starts in the lush highlands of Ethiopia, the natural homeland of the delicate Coffee arabica plant. Although they are called “coffee beans”, the plant is not a legume, and the fruits of the coffee tree look more like cherries when they are first picked. The seeds inside are extracted and dried before the process of roasting turns them into the hard, nutty nodules we feed into our grinders.
The Oromo people from Ethiopia are thought to have been the first to have noticed the stimulating effects of these “beans”, and coffee still remains an important element of their traditional cuisine. Exactly how and when it spread beyond Ethiopia is still the subject of many legends, but the available historic records suggest that the Sufis of Yemen were the first truly devoted drinkers outside Africa in the Middle Ages. Its caffeine helped them to continue their practices late into the night, while the roasting of the bean was apparently taken as an analogy for the transcendence of the human soul.
Coffee houses soon spread across the Middle East and the Ottoman Empire, where they caught the attention of Western traders, who took the beguiling drink back to their home countries in the 17th Century. ..... One newspaper advert in 1657 described the drink as “having many excellent virtues, closes the orifice of the stomach, fortifies the heart within, helps digestion, brights up the spirit.”
Some studies suggest that coffee can offer some protection from certain common diseases. A recent review of the evidence by Susanna Larsson at the Karolinska Institute in Sweden found that each cup of coffee per day is associated with a 6% reduction in the risk of type 2 diabetes. Laura Van Dongen at Wageningen University, meanwhile, has found that regular coffee drinkers were at least 20% less likely to die from heart disease.
source: bbc.com
Which of the following statements is incorrect about coffee based on the text?
China is gradually becoming an emerging market for coffee
coffee became more popular in the western world thanks to the Yemeni sufis that drank coffee outside Africa
how coffee first got produced and consumed outside Ethiopia is still a question yet to be answered
coffee can prevent us from getting some dangerous diseases such as diabetes
coffee had come out of Africa even before the westerners found out about it
More than two billion cups of coffee are drunk every day and for many, working life would feel impossible without it. As traditionally tea-drinking countries like China are seduced by coffee’s charms, it may soon become the world’s favourite drink. What is driving this insatiable thirst, and how has the beverage come to conquer the world? Coffee’s story starts in the lush highlands of Ethiopia, the natural homeland of the delicate Coffee arabica plant. Although they are called “coffee beans”, the plant is not a legume, and the fruits of the coffee tree look more like cherries when they are first picked. The seeds inside are extracted and dried before the process of roasting turns them into the hard, nutty nodules we feed into our grinders.
The Oromo people from Ethiopia are thought to have been the first to have noticed the stimulating effects of these “beans”, and coffee still remains an important element of their traditional cuisine. Exactly how and when it spread beyond Ethiopia is still the subject of many legends, but the available historic records suggest that the Sufis of Yemen were the first truly devoted drinkers outside Africa in the Middle Ages. Its caffeine helped them to continue their practices late into the night, while the roasting of the bean was apparently taken as an analogy for the transcendence of the human soul.
Coffee houses soon spread across the Middle East and the Ottoman Empire, where they caught the attention of Western traders, who took the beguiling drink back to their home countries in the 17th Century. ..... One newspaper advert in 1657 described the drink as “having many excellent virtues, closes the orifice of the stomach, fortifies the heart within, helps digestion, brights up the spirit.”
Some studies suggest that coffee can offer some protection from certain common diseases. A recent review of the evidence by Susanna Larsson at the Karolinska Institute in Sweden found that each cup of coffee per day is associated with a 6% reduction in the risk of type 2 diabetes. Laura Van Dongen at Wageningen University, meanwhile, has found that regular coffee drinkers were at least 20% less likely to die from heart disease.
source: bbc.com
Which sentence below is the best fit for the blank in paragraph three?
Many businesses grew out of these specialized coffee houses.
The early drinkers were firm believers in its medicinal properties.
Not only did the patrons drink coffee and engage in conversation, but they also listened to music, watched performers, played chess and kept current on the news.
Coffee began to replace the common breakfast drink beverages of the time — beer and wine.
Missionaries and travelers, traders and colonists continued to carry coffee seeds to new lands, and coffee trees were planted worldwide.
More than two billion cups of coffee are drunk every day and for many, working life would feel impossible without it. As traditionally tea-drinking countries like China are seduced by coffee’s charms, it may soon become the world’s favourite drink. What is driving this insatiable thirst, and how has the beverage come to conquer the world? Coffee’s story starts in the lush highlands of Ethiopia, the natural homeland of the delicate Coffee arabica plant. Although they are called “coffee beans”, the plant is not a legume, and the fruits of the coffee tree look more like cherries when they are first picked. The seeds inside are extracted and dried before the process of roasting turns them into the hard, nutty nodules we feed into our grinders.
The Oromo people from Ethiopia are thought to have been the first to have noticed the stimulating effects of these “beans”, and coffee still remains an important element of their traditional cuisine. Exactly how and when it spread beyond Ethiopia is still the subject of many legends, but the available historic records suggest that the Sufis of Yemen were the first truly devoted drinkers outside Africa in the Middle Ages. Its caffeine helped them to continue their practices late into the night, while the roasting of the bean was apparently taken as an analogy for the transcendence of the human soul.
Coffee houses soon spread across the Middle East and the Ottoman Empire, where they caught the attention of Western traders, who took the beguiling drink back to their home countries in the 17th Century. ..... One newspaper advert in 1657 described the drink as “having many excellent virtues, closes the orifice of the stomach, fortifies the heart within, helps digestion, brights up the spirit.”
Some studies suggest that coffee can offer some protection from certain common diseases. A recent review of the evidence by Susanna Larsson at the Karolinska Institute in Sweden found that each cup of coffee per day is associated with a 6% reduction in the risk of type 2 diabetes. Laura Van Dongen at Wageningen University, meanwhile, has found that regular coffee drinkers were at least 20% less likely to die from heart disease.
source: bbc.com
“...are thought to have been the first to have noticed the stimulating effects of these “beans”...” (paragraph two)
Which word below has the closest meaning to the underlined word in the sentence?
prodding
quickening
galvanizing
fostering
energizing
