Worksheetsfabel, puisi rakyat, surat pribadi dan surat dinas
Total questions: 50
Worksheet time: 4hrs 10mins
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....
“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."
Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!
Lebah dan Semut
Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.
Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.
Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....
Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.
Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat
baik.
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.
Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!
Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.
Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....
diawali dengan konflik fisik
diawali dengan konflik batin
diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
diawali dengan deskripsi latar
Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....
pesan eksplisit
pesan implisit
pesan moral
pesan tersirat
Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!
Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....
fabel alami
fabel dengan koda
fabel tanpa koda
fabel adaptasi
Bacalah kutipan fabel berikut!
“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.
Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang
karena ia berjalan.
Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....
deskripsi fisik tokoh
kegiatan tokoh
dialog tokoh dengan diri sendiri
dialog dengan tokoh lain
Bacalah kutipan fabel berikut!
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....
dihutan, di saat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, disaat
di hutan, di tubuhnya, di saat
dihutan, disaat, di ajak
Bacalah kutipan fabel berikut!
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....
Landak, Landa
landak, landa
Landak, landa
landak, Landa
Bacalah kutipan fabel berikut!
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....
deskripsi latar
latar dan kegiatan tokoh
latar di masa lalu
perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah dengan saksama teks berikut!
(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.
(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.
(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.
(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.
Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....
1
2
3
4
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut!
1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....
4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6
4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5
4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6
4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5
Bacalah teks berikut!
Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi
Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....
waktu
tempat
suasana
sosial
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Perkenalan
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Bacalah kutipan teks berikut!
Paman Belalang
“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
Tokoh
Alur
Tema
Latar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.
Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan
Diawali dengan deskripsi latar
Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
Diawali dengan latar masa lalu
Diawali dengan perubahan latar
Berikut penggunaan keterangan tempat yang tepat adalah
Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan.
Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum.
Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang
Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringkan menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....
pantun
syair
gurindam
bidal
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Puisi di atas menjelaskan ....
kehidupan petani
cara memelihara puyuh
kehidupan seseorang
pentingnya taat kepada Tuhan
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Kata lalai bermakna ....
lengah
santai
malas
lemah
Mengenal orang yang baik perangai
Lihat ketika dengan orang ramai
Dalam pantun, bagian ini disebut ....
larik
bait
isi
sampiran
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Rima akhir puisi di atas berpola ....
a - b - a - b
a - a - a - a
b - b - b - b
a - b - c - d
(1) Jalan-jalan ke Pasar Lempayung
(2) [...]
(3) Jika ingin selalu sayang
(4) [...]
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Rajin mengaji dan sembahyang
(2) Membeli kain barang sehelai
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa membeli nanas
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Salat mengaji janganlah lalai
Aduh-aduh si bunga 1 [...]
Daunnya lebat seperti 2 [...]
Aku sering mendengar 3 [...]
Abang punya sahabat 4 [...]
Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(1) melati, (2) duri, (3) cerita, (4) hati
(1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4) baru
(1) mawar, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan
(1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu, (4) dayang
Dari Jakarta, menuju Semarang
Jangan lupa beli sutra
Engkau senang, aku senang
Karena kita memang Saudara
Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah ....
Buah lengkung enak rasanya
Beli murah di Temanggung
Kita memang bersaudara
Susah senang kita tanggung
Makan gulai di atas batu
Kerasnya batu tak terasakan
Jika boleh aku bertamu
Datang bertamu sambil berjalan
Jika kenyang karena makan
Janganlah lupa akan minumnya
Jika datang dengan ancaman
Akan kuterima dengan gembira
Jika engkau pergi ke Pati
Belikan aku sekilo duku
Jika engkau berbaik hati
Bantulah aku bawakan buku
Yth. Bapak Direktur PT Angin Topan
di Jakarta Timur
Perbaikan penulisan alamat surat tersebut yang tepat adalah…
Di Jakarta Timur
Di Jakarta Timur
di Jakarta Timur
di Jakarta Timur
