NEW
Font size
WorksheetsEKSI4414 Lab Auditing with Fadly Alwahdy, CPA. - Sesi 2
Total questions: 15
Worksheet time: 3mins
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menggolongkan piutang, menurut sumber terjadinya, dalam dua kategori, yaitu piutang usaha dan piutang pemegang saham.
Benar
Salah
Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dagangan secara tunai.
Benar
Salah
Di laporan posisi keuangan (neraca), perkiraan piutang pemegang saham dan piutang perusahaan afiliasi dilaporkan sebagai piutang lain-lain.
Benar
Salah
Salah satu tujuan pemeriksaan piutang adalah untuk memeriksa validity (kemungkinan tertagihnya piutang) dan authenticity daripada piutang.
Benar
Salah
Salah satu ciri dari adanya internal control yang baik atas piutang dan penerimaan kas/bank adalah uang kas, check atau giro yang diterima dari pelanggan harus disetor dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya.
Benar
Salah
Jika allowance for debt yang dibuat perusahaan terlalu besar, maka akibatnya laba menjadi terlalu besar (overstated).
Benar
Salah
Ada dua jenis konfirmasi piutang, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi negatif.
Benar
Salah
Konfirmasi piutang positif biasanya digunakan untuk klien yang jumlah saldo piutangnya relatif kecil, tetapi jumlah pelanggannya (debiturnya) banyak dan internal control-nya lemah.
Benar
Salah
Saldo piutang dari pelanggan yang menunjukkan “zero balance” atau yang sudah dihapuskan, tidak perlu lagi dikirimkan konfirmasi piutang.
Benar
Salah
Validity, authenticity dan collectability dari piutang usaha bisa diperiksa dengan mengirimkan surat konfirmasi piutang positif.
Benar
Salah
Pemeriksaan aging schedule dari piutang usaha dilakukan dengan memeriksa sub buku besar piutang usaha dan subsequent collection-nya.
Benar
Salah
Pemeriksaan subsequent collection dilakukan dengan memeriksa seluruh penerimaan kas/bank sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca) sampai dengan tanggal selesainya pemeriksaan lapangan.
Benar
Salah
Dalam melakukan compliance test atas penjualan yang biasa diambil sebagai sampel adalah faktur penjualan.
Benar
Salah
Contingent liability bisa timbul jika ada wesel tagih, yang jatuh temponya sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca), didiskontokan sebelum tanggal laporan posisi keuangan (neraca).
Benar
Salah
Jika ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan dari kredit yang diperoleh perusahaan dari bank, hal tersebut harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Benar
Salah
