NEW
Font size
WorksheetsMenelisik Jiwa Kepemimpinan Rasulullah
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Untuk apa Rasulullah Muhammad SAW diutus?
Untuk mempersatukan bangsa arab
Untuk memperkuat persatuan manusia
Untuk mendamaikan manusia
Untuk menyempurnakan akhlak
Sebutkan hadis tentang Akhlak!
Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya.
Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan).
Bagaimana kisah Sayyidina Ali dalam beraklak pada orang yahudi?
Sayyidina Ali mendahului langkah orang tua yang berjalan di depannya dengan memohon izin terlebih dahulu.
Sayyidina Ali tidak mendahului langkah orang tua yang berjalan di depannya, akan tetapi beliau berbalik arah untuk mencari jalan yang lebih cepat.
Sayyidina Ali tidak mendahului langkah orang tua yang berjalan di depannya walaupun dia dalam keadaan tergesa gesa.
Sayyidina Ali membersamai langkah orang tua yang berjalan di depannya agar cepat sampai ke masjid.
Bagaimana karakteristik manajemen organisasi Rasulullah SAW?
Berdasarkan petunjuk Allah dan dengan hati nurani Rasul sendiri.
Berdasar petunjuk Allah dan musyawarah dengan sahabat.
Berdasarkan musyarawah dengan sahabat.
Berdasarkan hati nurani Rasul sendiri.
Bagaimana cara Rasulullah SAW dalam mengevaluasi sahabatnya?
Ditegur tidak didepan khalayak umum
Ditegur didepan khalayak umum
Ditegur saat bermusyawarah bersama sahabat lain
Ditegur didepan keluarga Rasulullah
Sebuatkan 3 macam orang dalam bermusyawarah!
Orang yang cerdas lagi suka musyawarah, orang yang malas tapi suka bermusyawarah, dan orang yang malas dan tidak suka musyawarah
Orang yang malas lagi suka musyawarah, orang yang tidak malas tapi suka musyawarah dan orang yang tidak malas dan tidak suka musyawarah
Orang yang cerdas lagi suka musyawarah, orang yang rajin dan suka musyawarah, dan orang yang tidak rajin dan tidak suka musyawarah
Orang yang cerdas lagi suka musyawarah, orang yang tidak cerdas tapi suka musyawarah dan orang yg tidak cerdas dan tidak suka musyawarah
Sebutkan dawuh KH Ahmad Fatih supaya kita bisa saling menghormati walau berbeda!
Gunakan standar hukum paling berat dan toleran dalam memandang orang lain, gunakan standar yang paling ringan dalam memandang diri sendiri
Gunakan standar hukum paling ringan dan toleran dalam memandang orang lain, gunakan standar yang paling hati-hati dalam memandang diri sendir
Gunakan standar hukum paling ringan dan tidak toleran dalam memandang orang lain
Gunakan standar hukum yang paling ringan dalam memandang diri sendiri
Apakah ancaman dari Allah jika kita menyakiti hati saudara sesama muslim?
Dosanya lebih besar dari pada menghancurkan kakbah
Dosanya lebih besar dari pada menghancurkan masjidil haram
Dosanya lebih besar dari pada menyakiti tetangga
Dosanya lebih besar dari pada membunuh orang
Sebutkan ciri khas dakwah wali songo dalam mengislamkan nusantara!
Memiliki prinsip dakwah yang ortodoks
Menggunakan kearifan lokal dan ajaran nenek moyang
Memiliki ruh khidmah tanpa meninggalkan ajaran nenek moyang
Memiliki ruh khidmah dan menggunakan kearifan lokal
Sebutkan ayat Al Qur'an tentang akhlak luhur!
لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia” (QS. Al-Baqarah [2]: 83)
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi! Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 11)
ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
"Kemudian, Kami memaafkan kamu setelah itu agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 52)
وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نُّؤْمِنَ لَـكَ حَتّٰى نَرَى اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْكُمُ الصّٰعِقَةُ وَاَ نْتُمْ تَنْظُرُوْنَ
"Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas, maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikan." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 55)
