Font size
S
M
L
XL
WorksheetsAudit 2- Ch 6 Pengujian Substantive Hutang Usaha
Total questions: 13
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Audit terhadap siklus pengeluaran mencakup dua pendekatan yaitu :
a)
pengujian kepatuhan
b)
Pengujian awal
c)
pengujian substantive
d)
Pengujian akhir
2.
untuk memahami struktur pengendalian intern terhadap siklus penjualan yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pengujian substantif.
a)
Pengujian kepatuhan
b)
pengujian substantif
c)
Pengujian lain
d)
Pengujian awal
e)
Pengujian Akhir
3.
untuk melakukan verifikasi terhadap kelayakan jumlah rupiah serta kesesuaian penyajiannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan di Indonesia
a)
Pengujian kepatuhan
b)
pengujian substantif
c)
Pengujian lain
d)
Pengujian awal
e)
Pengujian Akhir
4.
semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan).
a)
Hutang Lancar
b)
Hutang Jangka Panjang
c)
Kewajiban Yang akan datang
d)
Kewajiban yang masih harus dibayar
5.
Perbedaan Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar dengan Aktiva Lancar:<br />
a)
untuk menemukan adanya penyajian utang lancar yang lebih rendah dari jumlah yang seharusnya
b)
ditujukan untuk menemukan adanya utang yang belum dicatat (unrecord liabilities) pada tanggal neraca.
c)
klasifikasi dan pisah batas
d)
nilai yang dapat di relaisasi dan Hak
e)
Penyajian dan disclosure
6.
Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar :<br />
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha.
b)
Membuktikan keberadaan utang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang usaha yang dicantumkan di neraca.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo utang usaha yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca.
e)
Membuktikan kewajiban penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca.
7.
Prosedur Awal dalam pengujian substantive atas hutang usaha
a)
Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri serta menentukan Signifikasi pembelian dan hutang usaha bagi perusahaan
b)
Melaksanakan prosedur awal atas saldo hutang usaha dan catatan yang akan diuji lebih lanjut
c)
Menelusuri saldo awal hutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
d)
Menelusuri saldo awal Piutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
e)
Mereview aktivitas dalam akun buku besar hutang usaha dan menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah atau sumbernya
8.
Prosedur Analitis dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Mengembangkan akspektasi atau hutang usaha dengan perusahaan, termin perdagangan normal dan sejarah perputaran hutang usaha
b)
Menghitung rasio-rasio: Perputaran hutang usaha (pembelian + hutang usaha) dan Hutang usaha terhadap total kewajiban lancar
c)
Menganalisis hasil rasio dibandingkan dengan ekspektasi berdasarkan data tahun sebelumnya, data industri, jumlah yang dianggarkan, dan data lainnya
d)
Membandingkan saldo beban dengan tahun sebelumnya atau jumlah yang dianggarkan untuk menyelidiki kemungkinan kurang saji yang berkaitan dengan hutang yang tidak dicatat.
9.
Pengujian Rincian Transaksi dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Menelusuri kredit ke voucher pendukung faktur penjual laporan penerimaan, pesanan pembelian, serta invormasi pendukung lainnya.
b)
Menelusuri debet ke pengeluaran kas atau memo retur pembelian
c)
Memilih sampel transaksi pembelian yang dicatat dalam beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun serta memeriksa voucher pendukung faktur penjual dan laporan penerimaan untuk menentukan bahwa pembelian telah dicatat pada periode yang tepat.
d)
Mengobservasi nomor laporan penerimaan terakhir yang diterbitkan pada hari terakhir bisnis selama periode audit dan menelusuri sampel laporan penerimaan bernomor lebih kecil dan lebih besar ke dokumen pembelian terkait serta menentukan bahwa transaksi telah dicatat pada periode yang tepat.
e)
Melakukan tanya jawab dengan personil bagian akuntansi dan pembelian mengenai hutang yang belum dicatat.
10.
Pengujian Rincian Saldo dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Mengkonfirmasi hutang usaha
b)
Mengidentifikasi pemasok utama dengan mereview register voucher atau buku pembantu atau file induk hutang usaha dan mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pemasok dengan saldo yang besar, aktivitas yang tidak biasa, bersaldo kecil atau nol, dan bersaldo debet.
c)
Menyelidiki dan merekonsiliasi persamaan.
d)
Menyelidiki dan merekonsiliasi perbedaan.
e)
Merekonsiliasi hutang yang belum dikonfirmasi dengan laporan bulanan yang diterima klien dari pemasok
11.
Penyajian dan Pengungkapan dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP.
b)
Menentukan bahwa hutang telah diidentifikasi dan diklasifikasikan secara tepat menurut jenis serta periode pembayaran yang diperkirakan.
c)
Menentukan apakah ada saldo debet yang signifikan secara keseluruhan sehingga harus diidentifikasi.
d)
Menentukan ketetapan pengungkapan yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau hutang yang dijamin.
e)
Mengajukan pembayaran kepada manajemen tentang ekstensi komitmen yang belum diungkapkan atau kewajiban kontinjensi.
12.
Prosedur awal lainnya untuk pengujian substantif atas hutang usaha adalah
a)
menelusuri saldo awal kertas kerja tahun sebelumnya,
b)
menggunakan perangkat lunak audit tergeneralisasi dalam memeriksa akun buku besar untuk melihat setiap ayat jurnal yang tidak biasa
c)
untuk mengembangkan daftar jumlah yang terutang pada tanggal neraca.
d)
Menentukan ketetapan pengungkapan yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau hutang yang dijamin.
e)
Mengajukan pembayaran kepada manajemen tentang ekstensi komitmen yang belum diungkapkan atau kewajiban kontinjensi.
13.
Tujuan pengujian saldo akun utang rinci adalah untuk memverifikasi:
a)
Keberadaan dan keterjadian
b)
Kelengkapan
c)
Kewajiban
d)
Penyajian dan pengungkapan
e)
pendeteksian kurang saji hutang yang dicatat serta hutang yang belum tercatat.
Reset
