Font size
WorksheetsPRE & POST TEST SAFETY PRE-WORK
Total questions: 35
Worksheet time: 20mins
Berikut yang tidak termasuk dalam jenis rapat atau pertemuan K3 adalah :
Rapat pimpinan atau komite
Safety talk
Rapat emergency
P5M
Briefing yang dilakukan setiap awal shift yang dilaksanakan secara terkoordinir disebut :
P5M
P2H
P2BK
Safety talk
Berikut adalah manfaat dari briefing atau P5M, kecuali :
Menyatukan persepsi dan tujuan kerja sama dalam tim
Mengumpulkan karyawan dalam satu momen
Memperkuat persatuan dan kerjasama semua karyawan
Melatih kemapuan berkomunikasi dan leadership (bagi leader)
Faktor yang bukan merupakan factor dalam merencanakan aktivitas P5M adalah :
Waktu
Lokasi
Manusia
Alat support
Metode penyampian materi P5M secara lisan kepada peserta P5M disebut :
Ceramah
Tanya jawab
Grup diskusi
Games
Faktor yang mempengaruhi penentuan layout pelaksanaan P5M adalah sebagi berikut :
Jumlah peserta
Waktu pelaksanaan
Materi P5M
Jabatan peserta
Berikut merupakan factor yang harus dikuasai dalam penyampaian P5M, kecuali :
Menguasai materi
Menguasai area
Menguasai diri sendiri
Menguasai audiens
Berikut adalah posture atau gesture yang boleh dilakukan saat mengisi P5M :
Bersandar pada sesuatu contoh meja
Berdiri dengan tangan memegang paha
Memasukan tangan ke saku
Badan sedikit condong ke depan yaitu ke arah audiens
Berikut adalah tindakan pengawas ketika menemukan pekerja dengan temuan jam tidur kurang dari 6 jam (< 6 jam), kecuali :
Menginstruksikan pekerja untuk tidur di tempat istirahat
Melakukan fatigue tes kepada pekerja sebelum Kembali beraktivitas
Mencatat data pekerja fatigue
Memberikan teguran atau peringatan
Pengawas wajib melakukan coaching terhadap pekerja dengan ketentuan sbb :
Dalam 1 minggu mengalami kurang tidur atau kelelahan sebanyak 1 kali
Dalam 1 minggu mengalami kurang tidur atau kelelahan sebanyak 2 kali atau lebih
Tidak lulus dalam fatigue tes
Tidur di dalam unit
Suatu kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh operator pada saat sebelum dan setelah mengoperasikan alat adalah :
P5M
P2H
Inspeksi
Observasi
Tujuan P2H adalah
Melakukan kegiatan awal sebelum bekerja
Menyiapkan operator dalam melakukan pekerjaan produksi
Mengetahui kondisi unit sebelum dioperasikan dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah
Memberikan gambaran yang baik mengenai ketercapaian produksi yang di dapat oleh alat
Tindak lanjut hasil P2H dengan temuan kode bahaya AA adalah :
Unit harus diperbaiki sebelum dioperasikan (STOP OPERASI)
Kerusakan yang harus diperbaiki dalam waktu 1 x 12 jam
Kerusakan yang harus diperbaiki dalam waktu 1 x 6 jam
Alat beroperasi normal
Tindak lanjut hasil P2H dengan temuan kode bahaya A adalah :
Unit harus diperbaiki sebelum dioperasikan (STOP OPERASI)
Kerusakan yang harus diperbaiki dalam waktu 1 x 12 jam
Kerusakan yang harus diperbaiki dalam waktu 1 x 6 jam
Alat beroperasi normal
Oli engine pada point P2H memiliki kode bahaya ?
A
AA
B
Normal
Pelaksanaan P2H dapat dilakukan di area berikut, kecuali
Area change shift
Area HSSC
Area di bawah tebing menggantung
Area disposal
Setelah pengawas melakukan validasi atau menandatangani dokumen P2H, tahapan apa yang selanjutnya dilakukan ?
Pelaksanaan P2H
Hasil validasi & penginformasian status unit
Operasi produksi
Mekanisme ketercapaian produksi
Radio pada point P2H memiliki kode bahaya ?
A
AA
B
Normal
Temuan ketidaknormalan pada alat produksi di informasikan kepada ?
Section produksi & logistic
PIC maintenance (PLANT) dan MCC/dispatch
Atasan terkait
Project manager
Berikut adalah wewenang pengawas dalam proses P2H, kecuali
Pengawas bertanggung jawab atas kesiapan unit yang akan dioperasikan oleh pekerja
Pengawas berwenang menentukan beroperasi/tidaknya suatu alat
Sebelum pekerja mengoperasikan alat, formulir P2H wajib divalidasi oleh pengawas.
Pengawas dapat mengoperasikan alat berat setelah proses validasi selesai
Suatu teknik yang dipakai untuk menganalisa suatu pekerjaan secara sistematis untuk bisa mengenali bahaya setiap langkahnya sehingga bisa dikembangkan solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan adalah :
Identifikasi bahaya dan resiko
Risk asesmen
Analisis keselematan kerja atau JSA
Problem identification & corrective action (PICA)
Berikut adalah metode untuk menganalisa keselamatan pekerjaan adalah ?
Praktek langsung
Portofolio
Asesmen
Observasi dan diskusi
Metode analisa keselamatan kerja dengan melibatkan orang yang berpengalaman atau expertise adalah ?
Praktek langsung
Diskusi
Observasi dan diskusi
Asesmen
Langkah pertama dalam membuat JSA adalah ?
Memilih pekerjaan yang dianalisa
Menguraikan lagkah tugas
Identifikasi setiap langkah tugas
Mengendalikan bahaya
Berikut adalah parameter untuk menentukan prioritas pekerjaan yang dianalisa, kecuali
Nilai resiko AA
Pekerjaan baru
Tingkat keparahan tinggi
Berdasarkan area
Hasil pengkombinasian antara keparahan (severity) dengan kekerapan (likelihood) adalah ?
Peluang (probability)
Identifikasi bahaya dan resiko
Resiko bahaya
JSA
Tahapan dalam membuat JSA yaitu dengan melakukan observasi atau diskusi untuk melihat langkah kerja dari awal hingga akhir yang dilakukan secara sistematis atau berurutan merupakan aktivitas dari ?
Menguraikan langkah pekerjaan atau tugas
Identifikasi bahaya dari langkah tugas
Mengendalikan bahaya
PICA
Berikut aspek kerugian yang dapat ditimbulkan dalam mengindentifikasi potensi kerugian adalah, kecuali
Manusia
Material
Lingkungan
Korban
Hirarki pengendalian resiko yang paling pertama adalah :
Subtitusi
Eliminasi
Administratif
APD
Pengendalian resiko dengan mengganti dengan yang lebih sedikit bahaya disebut
Subtitusi
Eliminasi
Administratif
APD
Sebutkan 3 topik materi yang disampaikan saat briefing arau P5M?
(a)
Jelaskan 3 treatment atau penanganan pekerja dengan temuan jam tidur kurang dari 6 jam?
(a)
Sebutkan 5 point cek list P2H alat produksi beserta kode bahayanya?
(a)
Sebutkan 4 tahapan proses pembuatan JSA?
(a)
Jelaskan 3 pengendalian resiko?
(a)
