WorksheetsTKO Stakeholder Quiz
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Tujuan dibuatnya Pedoman Stakeholder Manajemen yang meliputi pengelolaan kegiatan hubungan Perusahaan secara strategi dengan stakeholder 3 M yaitu:
Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak
Mengatur, Menata, dan Mengelola
Mengelola, Melaksanakan dan Memonitor
a. Mengatur, Mengelola dan Menata
Berikut adalah cara untuk menaikkan citra Perusahaan di mata stakeholder dan para pihak yang berkepentingan dan kelancaran operasional dalam rangka mewujudkan keberlangsungan Perusahaan kecuali
Membangun komitmen antara Perusahaan dengan stakeholder;
Mendapatkan kesamaan pemahaman dan sinergi dari stakeholder;
Memberikan bantuan kepada stakeholder
Mengoptimalkan peran para stakeholder dalam rangka operasional Perusahaan.
Berikut adalah salah satu Referensi dari TKO Stakeholder Management :
Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Perseroan Terbatas
Undang-Undang No.41 Tahun 2008 tentang Perseroan Terbatas
Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Undang-Undang No.41 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Apa yang di maksud dengan Stakeholder Engagement
suatu masyarakat, kelompok, komunitas ataupun individu manusia yang memiliki hubungan dan kepentingan, serta pengaruh/impact baik langsung maupun tidak langsung terhadap suatu organisasi atau perusahaan.
proses yang digunakan oleh suatu organisasi untuk melibatkan stakeholder yang relevan dengan tujuan untuk mencapai hasil yang diterima.
suatu cara yang bertumpu pada premis bahwa organisasi akan mengatasi masalah stakeholders ketika para stakeholders percaya bahwa cara yang ditempuh akan meningkatkan kinerja keuangan organisasinya.
hubungan yang dilaksanakan oleh dan antar perusahaan keduanya memiliki intensi untuk melakukan transaksi perdagangan atau kerjasama dalam rangka mencapai tujuan ekonomi yang dikehendaki oleh perusahaan
Berapa Tahapan yang dilakukan untuk melakukan Stakeholder Manajemen :
3
4
5
Tidak ada yang benar
suatu tindakan memilah atau mengevaluasi stakeholder, baik dari internal maupun eksternal dari masing-masing unit kerja berdasarkan kegiatan/operasional masingmasing unit kerja di Perusahaan, dan kemudian didaftarkan di dalam mapping list stakeholder. Mapping list stakeholder sewaktu-waktu dapat berubah berdasarkan prioritas kegiatan di masing-masing unit kerja Perusahaan. Merupakan tahapan untuk melakukan stakeholder Manajemen yaitu:
Stakeholder Identification, Analysis, and Mapping
Stakeholder Evaluation
Stakeholder Engagement
Stakeholder Prioritizing
Melakukan stakeholder analysis dan mapping untuk prioritas korporasi dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan bagian :
Relasi dan Perizinan dipegang oleh Feri Saut
Relasi dan Perizinan dipegang oleh Ferri Saud
Relasi dan Perizinan dipegang oleh Ferry Saud
Relasi dan Perizinan dipegang oleh Ferry Saut
Untuk menjaga reputasi perusahaan dalam keadaan krisis, baik operasional maupun krisis yang disebabkan isu berskala nasional yang berdampak terhadap aktivitas Direksi, langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut kecuali :
Sekretaris Perusahaan berkoordinasi dengan Direktur Utama sebagai pimpinan/ketua Pusat Komando Pengendalian dalam krisis operasional Perusahaan.
Dalam hal terjadinya krisis operasional dan krisis isu berskala nasional yang berdampak terhadap aktivitas Direksi, maka Sekretaris Perusahaan selaku juru bicara perusahaan, melakukan komunikasi secara kontinyu agar informasi yang dapat merusak citra dan menurunkan reputasi perusahaan dapat diredam dan diatasi.
Membentuk strategi komunikasi yang efesien untuk menangani krisis yang terjadi agar tidak merusak citra dan menurunkan reputasi perusahaan.
Bekerja sama dengan fungsi bisnis dan unit operasi terkait dalam mengelola informasi yang akan disampaikan kepada publik.
Kunjungan stakeholder eksternal ke unit/daerah operasi maupun mengikuti event perusahaan yang dilaksanakan di unit/daerah operasi mengikuti prosedur pelaksanaan sebagai berikut kecuali :
Lokasi maupun agenda kunjungan disesuaikan dengan maksud dan tujuan kunjungan stakeholders tersebut, yang dikoordinasikan dengan Sekretaris Perusahaan dan mendapat persetujuan Direktur Utama.
Sekretaris Perusahaan berkoordinasi dengan fungsi Operasi dan HSSE minimal 3 minggu sebelum kunjungan, namun tidak terbatas pada kunjungan yang sifatnya insidensial ataupun bencana.
Pejabat yang ditunjuk sebagai naras umber adalah pimpinan tertinggi operasional setempat atau pejabat lain yang menguasai masalah operasional.
Dalam kegiatan kunjungan,wajib mematuhi aturan HSSE yang diterapkan oleh perusahaan.
Menganalisa pengaruh serta support yang diberikan oleh para stakeholder didalam kegiatan yang dilakukan oleh :
Sekretaris Perusahaan
Seluruh Komisaris dan Direktur
Seluruh Divisi atau Departemen di Perusahaan
Relasi dan perijinan
