wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Try Out AK3U

Total questions: 155

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.
1. Pengertian Pengertian Keselamatan dan<br />Kesehatan Kerja secara etimologis ialah:
a)
a. Suatu perlindungan kerja
b)
b. Ilmu pengetahuan dan penerapannya<br />dalam upaya mencegah dan<br />mengurangi kecelakaan serta<br />penyakit akibat kerja
c)
c. Suatu upaya agar tenaga kerja bekerja<br />sehat dan selamat
d)
d. Upaya agar produksi tidak terganggu
2.
2. Tujuan Pokok K3 adalah
a)
a. Mendapat perlindungan keselamatan
b)
b. Meningkatkan produksi dan<br />produktivitas nasional
c)
c. Mencegah terjadinya kecelakaan, bahaya kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja, pencemaran
d)
d. A dan B tidak benar
3.

3. Yang dimaksud tempat kerja dalam UU No.1 Tahun 1970 adalah memenuhi kriteria:

a)

a. Adanya kegiatan usaha, adanya tenaga kerja dan sumber bahaya sebagaimana Bab II pasal 2

b)

b. Adanya pengurus perusahaan, adanya serikat pekerja dan adanya potensi bahaya, penyakit akibat kerja

c)

c. Adanya proses produksi, tenaga kerja, dan pengusaha

d)

d. Adanya unsur bahaya tersembunyi maupun nyata setiap proses pekerjaan

4.

4. Ruang lingkup obyek pengawasan keselamatan kerja menurut Undang Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja ialah:

a)

a. Perusahaan swasta dan perusahaan negara

b)

b. Semua tempat kerja

c)

c. Perusahaan negara dan BUMN

d)

d. Semua tempat usaha

5.

5. Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat:

a)

a. Adanya korban cidera, luka luka atau meninggal dunia

b)

b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia

c)

c. Terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun kerusakan peralatan

d)

d. Jawaban a, b, dan c benar

6.

6. Dasar hukum Undang Undang No.1 Tahun 1970 adalah

a)

a. UUD 1945 Pasal 5, Pasal 20, dan Pasal 27 (2)

b)

b. Undang Undang No.13 tahun 2000 pasal 87

c)

c. Undang Undang No.14 tahun 1969 pasal 9 dan pasal 10

d)

d. Undang Undang No.25 tahun pasal 13

7.

7. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara filosofis ialah:

a)

a. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara efisien

b)

b. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

c)

c. Pemikiran dan upaya penerapan untuk menjamin keutuhan jasmani maupun rohani, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera

d)

d. Upaya untuk menekan biaya dan berupaya menghasilkan produktivitas tinggi

8.

8. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja UU No. 1/70 tentang Keselamatan Kerja, pengurus perusahaan diwajibkan antara lain:

a)

a. Mengadakan pemantauan lingkungan

b)

b. Mengadakan penyuluhan pada masyarakat sekitar mengenai kemungkinan bahaya yang akan timbul

c)

c. Menunjukkan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja kepada tenaga kerja baru

d)

d. Melakukan audit

9.

9. Salah satu kewajiban pengurus perusahaan sesuai dengan pasal 14 UU No.1 Tahun 1970 adalah:

a)

a. Menempatkan semua syarat keselamatan kerja dan UU No.1 tahun 1970 secara tertulis di tempat kerja

b)

b. Memasang gambar/poster K3 di tempat kerja

c)

c. Menyediakan alat pelindung diri secara gratis kepada tenaga kerja

d)

d. Jawaban a, b, dan c benar semua

10.
10. Berikut ini termasuk kedalam prinsip pengawasan ketenagakerjaan, kecuali….
a)
a. Pengawasan Ketenagakerjaan merupakan Fungsi Negara
b)
b. Bekerjasama secara erat dengan pengusaha dan pekerja/buruh serta institusi lain seperti lembaga riset, perguruan tinggi
c)
c. Berorientasi pada pendekatan pencegahan
d)
d. Evalausi
11.
11. Tujuan K3 adalah:
a)
a. Menetapkan kondisi kerja yang sehat
b)
b. Menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan sejahtera
c)
c. Mencipatakan kondisi aman
d)
d. Menciptakan lingkungan sehat
12.
12.  Manfaat K3 adalah, kecuali:
a)
a. Menghindari risiko (avoiding risk)
b)
b. Mencegah kecelakaan
c)
c. Mencegah kemiskinan
d)
d. Mengurangi konsekuensi/akibat yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja
13.
13. Hipotesa penyebab kecelakaan kerja tinggi karena, kecuali: :
a)
a. Budaya K3 rendah
b)
b. Tingkat kesehatan rendah
c)
c. Obyek pengawasan K3 semakin komplek
d)
d. Ketaatan penerapan norma K3 rendah
14.
14. Dalam kebijakan nasional K3, upaya pencapaian sasaran dibidang K3 meliputi, kecuali...
a)
a. Kesehatan kerja
b)
b. Implementasi SMK3
c)
c. Meningkatkan kuantitas dan kualitas personil dan lembaga K3
d)
d. Menyusun, menetapkan, dan menerapkan Strategi Nasional Pelaksanaan K3
15.
15. Kewajiban pengurus menurut UU No 1 Tahun 1970 adalah:
a)
a. Menyediakan makanan
b)
b. Menyediakan tim pengawas
c)
c. Menyediakan peralatan kerja
d)
d. Memasang poster dan petunjuk K3
16.
16. Berikut adalah perencanaan yang dapat dilakukan untuk mendukung K3 di tempat kerja, kecuali :
a)
a. Pembebanan dan pengangkutan material yang minimal
b)
b. Mempunyai ruang gerak yang aman dan tidak licin
c)
c. Tersedia fasilitas untuk evakuasi
d)
d. Penaikan gaji dan tunjangan karyawan
17.
17. Pelaksana K3 dapat dipandang dari sudut, kecuali..
a)
a.Ekonomi
b)
b. Moralitas
c)
c. Legalitas
d)
d. Tempat usaha
18.
18. Berikut ini termasuk kedalam prinsip-prinsip K3, kecuali…
a)
a. Semua kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat dicegah
b)
b. K3 adalah bagian integral dari budaya, nilai dan operasi perusahaan
c)
c. Cara kerja
d)
d. K3 adalah bagian integral dari perilaku, tanggung jawab dan peran setiap tenaga kerja
19.
19. Pengawasan K3 yang bersifat preventif dan reprensif meliputi :
a)
a. Perencanaan, pembuatan dan pemakaian
b)
b. Perencanaan dan modifikasi
c)
c. Perencanaan
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
20.
20. Berikut ini adalah strategi yang tidak disiapkan Indonesia dalam menghdapi kompetisi perdagangan bebas, Kecuali<br /><br />
a)
a. Hilirisasi industri belum berjalan
b)
b. Lambat mengadopsi teknologi utk industri
c)
c. Tidak mempersiapkan SDM yg ahli dan memiliki kompetensi
d)
d. Identifikasi, Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian
21.
21. Badan atau lembaga ditingkat perusahaan yang bertugas memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan serta dapat memberikan penerangan efektif pada para pekerja, adalah:
a)
a. PanitiaPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
b)
b. Forum komunikasi serikat pekerja perusahaan
c)
c. Forum bipartit
d)
d. Forum tripartit
22.
22. Berikut ini termasuk kedalam program kerja P2K3, kecuali
a)
a.Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
b)
b. Menentukan tindakan koreksi dengan alternatid terbaik
c)
c. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap K3
d)
d. Pendidikan dan pelatihan
23.
23.  Menurut ketentuan yang berlaku, bahwa sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:
a)
a. Ahli K3
b)
b. Salah satu manajer teknis
c)
c. Supervisor senior
d)
d. Manajer HRD
24.
24. P2K3 yang dibentuk di suatu perusahaan terdiri dari unsur:
a)
a. Bipartite
b)
b. Tripartite
c)
c. Organisasi pekerja
d)
d. Organisasi independen
25.
25.  Ahli keselamatan dan kesehatan kerja merupakan seseorang yang memiliki kemampuan/keahlian khusus yang ditunjukoleh Menteridalammengawasi peraturanperundang-undangan K3.Ahli K3 tersebut dapat berasal dari:
a)
a. Instalasi terkait
b)
b. Instalasi di luar Depnaker
c)
c. Depnaker
d)
d. Pemda
26.
26. Perusahaan jasa pemeriksaan dan pengujian teknik K3 (PJK3) di dalam melakukan kegiatan riska ujinya berkoordinasi dengan Pegawai Pengawas Spesialis. Bagaimanapendapatsaudara:
a)
a. Benar
b)
b. Tidak Benar
c)
c. Tidak Tahu
d)
d. Ragu-ragu
27.
27. Ruang lingkup pengawasan objek keselamatan kerja menurut UU keselamatan kerja:
a)
a. Perusahaan swasta
b)
b. Tempat kerja
c)
c. Perusahaan negara
d)
d. Tempat usaha
28.
28. Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja secara etimologis:
a)
a. Suatu upaya perlindungan kerja
b)
b. Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja
c)
c. Suatu upaya agar tenaga kerja bekerja dengan sehat dan selamat
d)
d. Upaya agar produksi tidak terganggu
29.
29. Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat:
a)
a. Adanya korban yang cidera luka-luka atau meninggal dunia
b)
b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia
c)
c. Terganggunya [roses pekerjaan walaupuntidakterjadikorban yang cidera maupun kerusakan peralatan
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
30.
30.  Sesuai dengan Permenaker Nomor: Per. 04/Men/1987, pengusaha atau pengurus wajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di:
a)
a. Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 oranga tau lebih
b)
b. Setiap perusahaan
c)
c. Kantor pusat group perusahaan
d)
d. Setiap unit kerja terkecildi perusahaan
31.
31. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara filosofis ialah :
a)
a. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara efisien
b)
b. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
c)
c. Pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan khususnya tenaga kerja baik jasmani maupun rohani, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera.
d)
d. Jawaban a dan b benar
32.

32. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara etimologis ialah :

a)

a. Suatu upaya perlindungan kerja

b)

b. Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja

c)

c. Suatu upaya agar tenaga kerja bekerja sehat dan selamat

d)

d. Upaya agar produksi tidak terganggu

33.
33. Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat :
a)
a. Adanya korban yang cidera luka-luka atau meninggal dunia
b)
b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia
c)
c. Terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun kerusakan peralatan
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
34.
34. Faktor penyebab kecelakaan kerja :
a)
a. Perbuatan manusia yang tidak aman
b)
b. Kondisi yang berbahaya
c)
c. Kombinasi a dan b
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
35.
35. Kejadian kecelakaan yang disebabkan perbuatan tidak aman dari pekerja merupakan :
a)
a. Sebab dasar
b)
b. Sebab tidak langsung
c)
c. Sebab langsung
d)
d. Jawaban a dan b benar
36.
36. Ruang lingkup obyek pengawasan keselamatan kerja menurut undang-undang keselamatan kerja ialah :
a)
a. Perusahaan Swasta
b)
b. Tempat kerja
c)
c. Perusahaan Negara
d)
d. Tempat usaha
37.
37. Sikap perbuatan manusia dalam bekerja antara lain dilatar belakangi oleh :
a)
a. Usia
b)
b. Sifat seseorang
c)
c. Pendidikan dan pengalaman
d)
d. Kondisi fisik
38.
38. Kondisi tempat kerja yang berbahaya bertalian dengan :
a)
a. Mesin, pesawat, alat
b)
b. Proses produksi
c)
c. Cara kerja
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
39.
39. Usaha pencegahan kecelakaan kerja antara lain melalui :
a)
a. Inspeksi
b)
b. Riset
c)
c. Asuransi
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
40.
40. Sumber bahaya yang termasuk dalam lingkungan kerja adalah :
a)
a. Kebisingan
b)
b. Cara penanganan bahan yang salah
c)
c. Tempat kerja yang kotor
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
41.
41. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara filosofis ialah :
a)
a. Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara efisien
b)
b. Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
c)
c. Pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan khususnya tenaga kerja baik jasmani maupun rohani, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera.
d)
d. Jawaban a dan b benar
42.

42. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara etimologis ialah :

a)

a. Suatu upaya perlindungan kerja

b)

b. Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja

c)

c. Suatu upaya agar tenaga kerja bekerja sehat dan selamat

d)

d. Upaya agar produksi tidak terganggu

43.
43. Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat :
a)
a. Adanya korban yang cidera luka-luka atau meninggal dunia
b)
b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia
c)
c. Terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun kerusakan peralatan
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
44.
44. Faktor penyebab kecelakaan kerja :
a)
a. Perbuatan manusia yang tidak aman
b)
b. Kondisi yang berbahaya
c)
c. Kombinasi a dan b
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
45.
45. Kejadian kecelakaan yang disebabkan perbuatan tidak aman dari pekerja merupakan :
a)
a. Sebab dasar
b)
b. Sebab tidak langsung
c)
c. Sebab langsung
d)
d. Jawaban a dan b benar
46.
46. Ruang lingkup obyek pengawasan keselamatan kerja menurut undang-undang keselamatan kerja ialah :
a)
a. Perusahaan Swasta
b)
b. Tempat kerja
c)
c. Perusahaan Negara
d)
d. Tempat usaha
47.
47. Sikap perbuatan manusia dalam bekerja antara lain dilatar belakangi oleh :
a)
a. Usia
b)
b. Sifat seseorang
c)
c. Pendidikan dan pengalaman
d)
d. Kondisi fisik
48.
48. Kondisi tempat kerja yang berbahaya bertalian dengan :
a)
a. Mesin, pesawat, alat
b)
b. Proses produksi
c)
c. Cara kerja
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
49.
49. Usaha pencegahan kecelakaan kerja antara lain melalui :
a)
a. Inspeksi
b)
b. Riset
c)
c. Asuransi
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
50.
50. Sumber bahaya yang termasuk dalam lingkungan kerja adalah :
a)
a. Kebisingan
b)
b. Cara penanganan bahan yang salah
c)
c. Tempat kerja yang kotor
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
51.
51. Sumber bahaya potensial yang dapat menyebabkan kerusakan merupakan pengertian dari:
a)
a.      Hazard
b)
b.      Risk/resiko
c)
c.      Indentifikasi bahaya
d)
d.      Pengendalian resiko
52.
52. Siapa yang dapat melakukan penilaian resiko:
a)
a.      Manager/supervisor/ahli K3 di perusahaan yang bersangkutan
b)
b.      Pihak ketiga
c)
c.      Orang yang memahami MDS/ label/ informasi tempat kerja
d)
a.      Jawaban a,b, dan c benar
53.
53. Suatu kondisi dimana atau kapan munculnya sumberbahaya telahdapat dikendalikan tingkat yang memadai, merupakan pengertian dari
a)
a.      Hazard
b)
b.     Risk/resiko
c)
c.      Safe/amana
d)
d.     Pengendalian resiko
54.
54. Sumber bahaya ditempatkerjadapat berasal dari, kecuali:
a)
a.      Bahan/ material
b)
b.     Gangguan alam
c)
c.      Metode kerja
d)
d.      Alat Mesin
55.
55. Target yang mungkin terkena/ terpengaruh sumber bahaya adalah:
a)
a.      Manusia
b)
b.     Peralatan/ fasilitas
c)
c.      Lingkungan dan proses
d)
d.     Jawaban a,b, dan c benar
56.
56. Checklist Analyst, Brainstorming, Job Safety Analyst, Hazard and Operability Study merupakan alat bantu dalam teknik:
a)
a.      Penilaian resiko
b)
b.     Identifikasi bahaya
c)
c.      Pengendalian resiko
d)
d.     Analisa resiko
57.
57. Tujuan dari penilaian resiko adalah:
a)
a.      Mengetahui, memahami dan mengukurresikoyangterdapat di tempat kerja
b)
b.     Mengidentifikasi potensial bahaya terkait aktivitas kerja
c)
c.      Mengurangi resiko
d)
d.     Jawaban a,b, dan c benar
58.
58. Ada tiga cara dalam penilaian resiko, yaitu:
a)
a.      Kualitatif, semi kuantitatif, kuantitatif
b)
b.     Kualitatif, semi kualitatif, kuantitatif
c)
c.      Kualitatif, semi kualitatif, semi kuantitatif
d)
d.      Jawaban a,b, dan c benar
59.
59. Menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-datayangrepresentatifmerupakan penilaian resiko secara:
a)
a.      Kualitatif
b)
b.      Semi kualitatif
c)
c.      Kuantitatif
d)
d.      Semi kuantitatif
60.
60. Didalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempatkerja, upaya pengendalianresikodilakukandengan urutan:
a)
a.      Identifikasi, evaluasi, pengendalian dan monitoring
b)
b.      Monitoring, evaluasi, dan pengendalian
c)
c.      Identifikasi, monitoring, dan pengendalian
d)
d.      Identifikasi, monitoring, evaluasi dan pengendalian
61.
6. Dasar hukum pengawasan K3 Konstruksi Bangunan antara lain:
a)
a.      UU No.1 Tahun 1970
b)
b.      Permen No.1 Tahun 1980
c)
c.      SKB Menaker dan Menteri PU No. Kep. 174/Men/1986 / No. 104/Kepts/1986
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
62.
62. Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan yaitu:
a)
a.      Perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan
b)
b.      Pengadilan, pembetonan
c)
c.      Pemasangan tiang-tiangbangunan
d)
d.      Permenaker No.50/Men/2012
63.

63. Yang bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang terjadi pada pelaksanaan pembangunan gedung adalah:

a)

a. Konsultan perencana

b)

b. Pemberi tugas

c)

c. Kontraktor

d)

d. Supplier material

64.
64. Setiap pekerjaan konstruksi bangunan akandimulaipengurusmembentukunit K3 yang berfungsi untuk:
a)
a.      Usaha-usaha pencegahan kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja
b)
b.      Usaha-usaha pertolongan pertama pada kecelakaan
c)
c.      Usaha-usaha penyelamatan
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
65.
65. Pengawasan K3 Sarana Bangunan meliputi:
a)
a.      Semua instansi dari tahapan kegiatan pembangunan konstruksi bangunan mulai dari kegiatan pelaksanaan, serah terimapekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan/perawatan.
b)
b.     Semua peralatan dari tahapan kegiatan pembangunan konstruksi bangunan mulai dari kegiatan pelaksanaan, serah terima pekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan/perawatan.
c)
c.      Semua saran pendukung mulai dari kegiatan pelaksanaan, serah terima pekerjaan sampai dengan masa pemeliharaan/perawatan
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
66.
66. Tahapan pelakasanaan konstruksi bangunan terdiri dari:
a)
a.      Rancangan teknis pelaksanaan dan pasca konstruksi
b)
b.      Rancangan teknis pelasanaan
c)
c.      Rancangan pasca konstruksi
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
67.
67. Salah satu bentuk pengawasan K3 konstruksi bangunan yaitu:
a)
a.      AktePengawasan Tempat Kerja Kegiatan Konstruksi Bangunan
b)
b.     Wajib lapor Pekerjaan / Proyek Konstruksi Bangunan
c)
c.      Daftar Periksa / Checklist K3 Bangunan Tinggi
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
68.
68. Langkah-langkah dalam melakukan tahapan kegiatan konstruksi bangunan yaitu:
a)
a.      AktePengawasan Tempat Kerja Kegiatan Konstruksi Bangunan
b)
b.      Standar Operation Procedure
c)
c.      Daftar Periksa / Checklist K3 Bangunan Tinggi
d)
d.      Wajib Lapor Pekerjaan / Proyek Konstruksi Bangunan
69.
69. Petugas teknis K3 yang mengkoordinir pelaksanaan K3 terhadapseluruhtahapan pekerjaan konstruksi bangunan adalah:
a)
a.      Construction Safety Engineer
b)
b.      Construction Safety Inspector
c)
c.      Construction Safety Officer
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
70.
70. Lantai kerja yang aman adalah lantai kerja yang memiliki resistensi isolasi sekurang- kurangnya sebesar:
a)
a.      10 kilo – ohm
b)
b.      25 kilo – ohm
c)
c.      50 kilo – ohm
d)
d.      75 kilo – ohm
71.
71. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini berpedomankepada:
a)
a.      Peraturan Umum InstalansiListrik 1987 (PUIL 1987)
b)
b.      Peraturan Umum InstalansiListrik 2000 (PUIL 2000)
c)
c.      Peraturan Umum InstalansiListrik 2001 (PUIL 2001)
d)
d.      a, b, c salah
72.
72. Alat untuk mengukur tahapan isolasi kabel listrik adalah:
a)
a.      Multi tester
b)
b.      Ohm meter
c)
c.      Insulation resisten tester
d)
d.      Volt meter
73.

73. Apa yang dimaksud dengan bahaya sentuh langsung?

a)

a. Sentuh pada bagian konduktif yang merupakan bagian dari listriknya, yang dalam keadaan kerja normal

b)

b. umumnya bertegangan dan atau dialiri arus

c)

c. Sentuh pada bagian konduktifterbuka perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan isolasi

d)

d. Sentuh pada bagian yang tidak konduktif dalam perlengkapan atau instalasi listrik

74.

74. Standar Nasional Indonesia No. SNI 0225:2011 tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 2011 (PUIL 2011) diberlakukan melalui keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor:

a)

a. Permenaker No. 12 tahun 2015

b)

b. Kepmenakertrans No. Kep.75/Men/2000

c)

c. Kepmenakertrans No. Kep.75/Men/2002

d)

d. Kepmenakertrans No. Kep.75/Men/2002

75.
75. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusaha Listrik, antara lain disyaratkan:
a)
a.      Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3 dibidang listrik yang disahkan oleh Kemenakertrans RI
b)
b.     Harusmemilikiahli K3 umum
c)
c.      Tidak harus memiliki teknisi
d)
d.     Semua jawaban a, b, dan c benar
76.
76. Kegagalan isolasi dari suatu instalasi listrik harus dicegah terutama dengan cara:
a)
a.      Perlengkapan listrik harus dirancangandan dibuat dengan baik
b)
b.      Bagian aktif harus diisolasi dengan bahan yang tepat
c)
c.      Instalasi listrik harus dipasang dengan baik
d)
d.      Semua jawaban a, b, dan c benar
77.
77. Syarat-syarat keselamatan kerjaditetapkan melalui peraturan perundangan salah satunya persyaratan untuk mencegah terkena aliran listrik berbahaya tertuang dalam
a)
a.      UU No.1 Tahun 1970 pasal 2 ayat 1 huruf q
b)
b.     Wajib lapor Pekerjaan / Proyek Konstruksi Bangunan
c)
c.      Kepmenakertrans No. Kep. 75/2002
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
78.
78. Instansi yang berwenangmenurut PUIL 2011 adalah:
a)
a.      Lembaga yang memuat PUIL
b)
b.      Instansi yang memberlakukan PUIL
c)
c.      Badan Standar Indonesia
d)
d.      Badan pengusaha listrik
79.
79. Pengawasan Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:
a)
a.      Peraturan MenteriTenaga Kerja No.Per.02/Men/1989
b)
b.      Peraturan MenteriTenaga Kerja No.Per.04/Men/1987
c)
c.      Peraturan MenteriTenaga Kerja No.Per.04/Men/1985
d)
d.      Peraturan MenteriTenaga Kerja No.Per.01/Men/1979
80.
80. Instalasi penyalur petir secara umum harus memenuhi persyaratan:
a)
a.      Kemampuan perlindungan secara teknis
b)
b.      Ketahanan mekanis
c)
c.      Ketahanan terhadap korosi
d)
d.      Semua jawaban benar
81.
81. Dalam sistem jaminan keamanan pada jalur tangga darurat dari pengaruh gas atau asap akibat kebakaran, diperlukan perlengkapan:
a)
a.      Fan sistem penyedot
b)
b.     Fan sistem tekanan udara
c)
c.      Semuanya benar
d)
d.     Semuanya salah
82.
82. Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam rangka memadamkan kebakaran antara lain:
a)
a.      Mengetahui arah angin
b)
b.     Mengetahuijenisbenda yangterbakar
c)
c.      Mengetahui kondisi bangunan
d)
d.     Jawaban a, b, dan c benar
83.

83. Penggunaan media pemadam Halon Total Flooding System dibatasi penggunaannya di Indonesia, disebabkan:

a)

a. Kualitas pemadam buruk

b)

b. Harga satuan mahal

c)

c. Merusak lingkungan (lapisan ozon)

d)

d. Jawaban a, b, dan c benar

84.
84. Untuk mendeteksi kebakaran pada ruangan yang cenderung memiliki suhu yang berubah-ubah sebaiknya dipasang detector:
a)
a.      Asap type ionisasi
b)
b.      Panas type suhu tetap
c)
c.      Panas typw kenaikan suhu
d)
d.      Jawaban a, b, dan c benar
85.
85. Ada 3 jenis pompa hydrant/sprinkler yaitu:
a)
a.      Pompa listrik, pompa air, pompa bensin
b)
b.      Pompa listrik, pompa diesel dan pompa jocky
c)
c.      Pompa utama, pompa jockydan pompa cadangan
d)
d.      Jawaban salah
86.
86. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain
a)
a.      Kualitas bahan bangunan
b)
b.      Alat pemadaman api ringan kecelakaan
c)
c.      Sarana evakuasi
d)
d.      Hidran
87.
87. Pelaksanaan K3 listrik dan penanggulangan kebakaran dilaksanakan dengan pola preventif, apakah yang dimaksud dengan pola tersebut?
a)
a.      Dimulai dari saat perencanaan
b)
b.      Dilaksanakan setelah ada kejadian kecelakaan
c)
c.      Dilakukan perawatan rutin
d)
d. Dimulai saat pelaksanaan
88.
88. Intalasi penangkal petir radio aktif, saat ini telah diizinkan untuk dipasang di Indonesia, sebab mengundang bahaya potensial berupa:
a)
a.      Exposure radio aktif
b)
b.      Kurangefektifmenyalurkan aruspetir
c)
c.      Sulit cara pemasangannya
d)
d.      Panas
89.
89. Sistem kebakaranaktif, merupakan langkah penting dalam system penanggulangan kebakaran, jenisnya diantaranya adalah
a)
a.      Keadaan kualitas gedung dan perlengkapannya
b)
b.     Instalasi penganggulangan kebakaran permanen maupun temporer
c)
c.      Jawaban a dan b benar
d)
d.      Jawaban a dan b salah
90.
90. Pengujian kualitas alat pemadam api ringan (APAR) antara lain berupa
a)
a.      Kondisi bejana APAR nyasaja
b)
b.     Kondisibejana APAR dankualitas obat pengisinya
c)
c.      Cara penempatan dan peralatan
d)
d.      Jawaban a, b, dan c salah
91.

91. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering disebut sebagai:

a)

a. Nilai Ambang Batas (NAB)

b)

b. Nilai Ambang Kuantitas (NAK)

c)

c. Nilai Baku Mutu Lingkungan

d)

d. Jawaban a, b, dan c benar

92.

92. Untuk menjamin kemampuan fisik dan kesehatan kerja yang sebaik-baiknya perlu diadakan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja yang terarah. Pemeriksaan tersebut meliputi:

a)

a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan kesehatan khusus

b)

b. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan kesehatan khusus

c)

c. Pemeriksaan kesehatan berkala dan pemeriksaan kesehatan khusus

d)

d. Jawaban a, b, dan c benar

93.
93. Permenaker No. 03/Men/1982 mengatur tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. Tujuan dari Pelayanan Kesehatan Kerja antara lain:
a)
a. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik, mental terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja
b)
b. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderi sakit
c)
c. Jawaban a, b, dan c benar
d)
d. Jawaban a, b, dan c salah
94.
94. Dokter yang bertanggungjawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di Perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes. Hal ini diatur dalam:
a)
a. Permenaker No. Per. 01/Men/1976
b)
b. Permenaker No. 02/Men/1992
c)
c. Permenaker No. 03/Men/1982
d)
d. Permenaker No. Per. 05/Men/1985
95.
95. Berdasarkan Permenaker No. Per. 01/Men/1981 pengurus perusahaan wajib melaporkan secara tertulis, bila ditemukan penyakit akibat kerja yang diderita oleh tenaga kerja kepada Dinas Tenaga Kerja setempat, selambat-lambatnya:
a)
a. 1 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya
b)
b. 2 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya
c)
c. 3 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya
d)
d. Segera setelah laporan secara lisan disampaikan
96.
96. Peraturan perundangan mengenai keselamatan kerja yang berkaitan dengan kesehatan kerja adalah:
a)
a. UU No. 1 tahun 1970, pasal 3
b)
b. UU No. 1 tahun 1970, pasal 8
c)
c. UU No. 1 tahun 1970, pasal 9
d)
d. UU No. 1 tahun 1970, pasal 15
97.
97. Saat ini banyak perusahaan yang menyelenggarakan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerjanya dengan manfaat yang lebih baik dari paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang dilaksanakan oleh PT. Jamsostek. Pelaksanaan hal tersebut telah diatur dalam:
a)
a. Kepmenaker No.51/Men/1999
b)
b. Permenaker No. Per 01/Men/1998
c)
c.Kepmenaker No.147/Men/1998
d)
d. Permenaker No. Per 04/Men/1998
98.
98. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan adalah salah satu kelompok penyakit dari 31 kelompok penyakit yang timbul dalam hubungan kerja, berdasarkan:
a)
a. Kepres No. 22 tahun 1993
b)
b. UU No. 3 tahun 1969
c)
c. UU No. 23 tahun 1992
d)
d. PP No. 19 tahun 1973
99.
99. Upaya pencegahan adalah lebih baik daripada upaya pengobatan terhadap kecelakaan atau akibat kerja, sebagai alternatif terakhir dari pencegahan tersebut adalah:
a)
a. Ventilasi
b)
b. APD (Alat Pelindung Diri)
c)
c. Eliminasi
d)
d. Pengendalian administratif
100.
100. Nilai Ambang Batas kebisingan untuk pemajaran 8 jam perhari, sesuai Permenaker No. 05 tahun 2018 adalah:
a)
a. 90 dBA
b)
b. 85 dBA
c)
c. 80 dBA
d)
d. 95 dBA
101.
101. Berikut ini merupakan Undang-undang yang memuat tentang KeselamatanKerja :
a)
a. UU No.1 Thn 1971
b)
b. UU No.2 Thn 1977
c)
c. UU No.1 hn 1977
d)
d. UU No.1 Thn 1970
102.
102. Keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial dan mental yang memungkinkan setiaporang hidup produktif secara sosial dan ekonomis merupakan pengertian dari :
a)
a. Kecelakaan
b)
b. Kesehatan
c)
c. Keselamatan
d)
d. Kesehatan Kerja
103.
103. Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah sebagai berikut, kecuali :
a)
a. adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja
b)
b. Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
c)
c. Mendapatkan Gaji yang Besar<br />
d)
d. Melaksanakan prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatankerja
104.
104. Beberapa faktor yang dapat mendukung K3, kecuali :
a)
a. Penyediaan tempat kerja aman
b)
b. Pematuhan standard yang sudah ada
c)
c. Penetapan insentif kerja
d)
d .Evaluasi keadaan tempat kerja
105.
105. Beberapa faktor umum yang menghambat tingkat produktifitasan di tempat kerja,kecuali :
a)
a. Pengoperasian peralatan yang cacat
b)
b. Kurangnya peralatan keselamatan
c)
c. Pekerjaan berabahaya
d)
d. Perbaharuan mesin dan peralatan
106.
106. Berikut merupakan jenis-jenis kelelahan yang terdapat pada manusia, kecuali :
a)
a. Kelelahan visual
b)
b. Kelelahan monoton
c)
c. Kelelahan materi
d)
d. Kelelahan fisik
107.
107. Berikut adalah perencanaan yang dapat dilakukan untuk mendukung K3 di tempatkerja, kecuali :
a)
a. Pembebanan dan pengangkutan material yang minimal
b)
b. Mempunyai ruang gerak yang aman dan tidak licin
c)
c. Tersedia fasilitas untuk evakuasi
d)
d. Penaikan gaji dan tunjangan karyawan
108.

108. suatu usaha untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan sertameningkatkan derajat kesehatan manusia, sehingga tidak mudah terganggu atau terpengaruh dari segala gangguan kesehatan adalah pengertian dari :

a)

a. Sanitasi

b)

b. Kesehatan

c)

c. Hidup bersih

d)

d. Kebersihan

109.
109. Yang termasuk ruang lingkup hygiene dan sanitasi, kecuali :
a)
d. building house
b)
b. food hygiene
c)
c. Sawage disposal
d)
d. water supply
110.

110. mencegah timbulnya penyakit dan gangguan kesehatan lain sebagai akibat adanyainteraksi faktor- faktor lingkungan hidup merupakan :

a)

a. Saran Hygiene

b)

b. Tujuan Hygiene

c)

c. Sasaran Hygiene

d)

d. Target Hygiene

111.
111. Pengujian unit tenaga dan produksi dilakuakan selambat-lambatnya:
a)
a. 5 (lima) tahun sekali
b)
b. 3 (tiga) tahun sekali
c)
c. 2 (dua) tahun sekali
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
112.
112. Alat pengaman adalah suatu alat perlengkapan yang digunakan untuk pengamanan:
a)
a. Tenaga kerja dari ancaman bahaya yang mungkin terjadi
b)
b. Pesawat tenaga dan produksi untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan
c)
c. Pesawat tenaga dan produksi agar tidak cepat rusak
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
113.
113. Kualifikasi dan syarat-syarat operator pesawat uap terdapat dalam:
a)
a. Permenaker No.01/Men/1988
b)
b. Permenaker No.04/Men/1985
c)
c. Permenaker No.05/Men/1985
d)
d. Permenaker No.09/Men/2010
114.
114. Tujuan dari pemeriksaan visual pada setiap pesawat uap yang baru adalah untuk mengetahui:
a)
a. Kondisi seluruh alat perlengkapan pengamanannya
b)
b. Kondisi seluruh bagian konstruksi dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya
c)
c. Kondisi sisi luar dan seluruh alat perlengkapan pengamanannya
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
115.
115. Akte izin pemakaian pesawat uap diberikan kepada pemakaian apabila:
a)
a. Hasil pemeriksaan dan pengujian alat- alat perlengkapan pengaman dan alat- alat pembakarannya memenuhi syarat
b)
b. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan otomatisya memenuhi syarat
c)
c. Hasil pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan alat-alat perlengkapan pengamannya memenuhi syarat
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
116.
116. Yang dimaksud dengan ketel uap adalah:
a)
a. Pesawat menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya dan harus ada ruang bakar
b)
b. Pesawat menghasilkan uap yang dipergunakan diluat pesawatnya dan harus ada cerobong asap
c)
c. Pesawat menghasilkan uap yang dipergunakan diluar pesawatnya
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
117.
117. Pengujian pertama pada pesawat uap darat tetap dilakukan:
a)
a. Setelah pesawat uap itu diberi izin
b)
b. Sebelum pesawat uap itu ditembok
c)
c. Setelah pesawat uap itu diopersikan selama 1 tahun
d)
d. Setelah pesawat uap itu dioperasikan selama 2 tahun
118.
118. Sesuai Pemenaker No. Per. 01/Men/1982, setiap bahan dari bagian konstruksi bejana tekan harus memiliki:
a)
a. Surat tanda hasil pengujian
b)
b. Sertifikat bahan yang diakui
c)
c. Jawaban a dan b benar
d)
d. Jawaban a dan b salah
119.
119. Pengawasan K3 Mekanik dilakukan mulai dari:
a)
a. Perencanaan, pembuatan, pemasangan, peredaran
b)
b. Pemakaian dan atau perbaikan
c)
c. Pemeliharaan
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
120.
120. Dasar teknik K3 bidang mekanik pada prinsipnya ditujukan untuk pengaman terhadap
a)
a. Tenaga kerja dari ancaman bahaya / kecelakan
b)
b. Pesawat tenaga dan produksi untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan
c)
c. a dan b benar
d)
d. a dan b salah
121.
121. Pembinaan K3 bidang mekanik merupakan mitra efektif dalam rangka usaha mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan ditempat kerja. Hasil tersebut merupakan:
a)
a. Kewajiban Disnakartrans
b)
b. Kewajiban tenaga kerja
c)
c. Kewajiban pengusaha / pengurus
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
122.
122. Pengawasan K3 bidang mekanik yang bersifat preventif meliputi:
a)
a. Perencanaan dan pemakaian
b)
b. Perencanaan, reparasi dan modifikasi
c)
c. Perencanaan, pembuatan, prosedur pemakaian dan perawatan
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
123.
123. Untuk menjamin pengoperasian peralatan mekanik dapat aman maka peralatan- peralatan tersebut harus:
a)
a. Peralatan mekanik harus baru
b)
b. Dioperasikan oleh operator yang memiliki sertifikat
c)
c. Diperiksa dan diuji sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
124.
124. Berdasarkan peraturan perundangan K3 bidang mekanik bahwa setiap pesawat harus memiliki pengesahan pemakaian dengan maksud dan tujuan:
a)
a. Memenuhi peraturan perundangan
b)
b. Efektif, efisien dan aman dalam pemakaian
c)
c. Memperpanjang umur pemakaian
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
125.
125. Dasar hukum yang berkaitan dengan K3 mekanik diantaranya, kecuali:
a)
a. Permenaker No. 04/Men/1985
b)
b.Permenaker No. 05/Men/1985
c)
c. Permenakertrans No. 09/Men/1985
d)
d. Permenaker No.04/Men/1987
126.
126. Pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau alat yang digunakan untuk:
a)
a. Memindahkan, mengangkat muatan vertical dan horizontal
b)
b. Memindahkan muatan pada jarak tertentu
c)
c. Memindahkan, mengangkat, muatan vertical dan horizontal dalam jarak yang ditentukan
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
127.
127. Ruang lingkup Permen No. Per.05/Men/1985 meliputi:
a)
a. Pesawat tenaga dan produksi
b)
b. Pesawat lift
c)
c. Peralatan angkat, pita transport, pesawat angkutan diatas landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan ril
d)
d. Jawaban a, b dan c benar
128.
128. Dalam mengoperasikan pesawat angkat dan angkut harus dilakukan oleh:
a)
a. Operator yang memiliki pengalaman
b)
b. Operator yang memiliki kemampuan dan keterampilan
c)
c. Operator yang memiliki SIOP (Surat izin Operasi)
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
129.
129. Tindakan-tindakan penting dalam P3K:
a)
a. Memberikan pengobatan luar
b)
b. Tidak boleh panik
c)
c. Pindahkan korban secara cepat
d)
d. Mengamankan korban
130.
130. APD sebagai sarana perlindungan harus memenuhi syarat-syarat antara lain:
a)
a. Mampu memberikan perlindungan efektif
b)
b. Model yang tepat dan baik
c)
c. Harga murah dan kuat
d)
d. Meningkatkan rasa percaya diri pemakai
131.
131. “Pekerja berhak menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat K3 serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya...” Pernyataan ini terdapat dalam UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja:
a)
a. Pasal 8
b)
b. Pasal 12
c)
c. Pasal 3
d)
d. Pasal 14
132.
132. Tujuan utama P3K adalah:
a)
a. Menyediakan obat-obatan
b)
b. Membawa korban ker Rumah Sakit
c)
c. Mencegah cidera/penyakit menjadi tidak lebih parah
d)
d. Memberikan pengobatan umum
133.
133. Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada perusahaan, sesuai Surat Edaran Dirjen Binawas SE 86/BW/1989 harus terlebih dahulu mendapatkan:
a)
a. Surat Keputusan Penunjukan dari Dirjen Binawas
b)
b. Rekomendasi dari Disnaker setempat
c)
c. Surat Ijin Operator
d)
d. Surat Ijin Usaha Catering di tempat kerja
134.
134. Manfaat penilaian lingkungan kerja:
a)
a. Sebagai dasar untuk menentukan dana perbaikan dan rencana selanjutnya
b)
b. Sebagai dasar untuk menyatakan kondisi lingkungan kerja membahayakan atau tidak
c)
c. Sebagai dasar untuk menentukan tingkat kecelakaan yang terjadi
d)
d. Tenaga kerja mendapat informasi kondisi lingkungan
135.
135. Penyesuaian pekerjaan, sikap dengan peralatan disebut:
a)
a. Ilmu ergonomi
b)
b. Ilmu biologi
c)
c. Ilmu fisika
d)
d. Ilmu psikomotorik
136.
136. Program pokok higiene industri adalah:
a)
a. Mengumpulkan data untuk mengidentifikasi ancaman kesehatan di tempat kerja
b)
b. Penilaian secara akumulatif tingkat pemaparan pekerja
c)
c. Partisipasi dalam penelitian fisiologi dan psikologi
d)
d. Pengukuran lingkungan kerja
137.
137. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja adalah:
a)
a. Faktor fisiologi
b)
b. Faktor psikologi
c)
c. Faktor kimia
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
138.
138. Pengaliran udara bersih untuk menggantikan udara kotor dalam lingkungan kerja dapat dilakukan dengan cara:
a)
a. Ventilasi alamiah
b)
b. Ventilasi mekanik
c)
c. Jawaban a dan b salah
d)
d. Jawaban a dan b benar
139.
139. Masuknya bahan kimia ke dalam tubuh manusia sebagian besar melalui:
a)
a. Makanan atau tertelan
b)
b. Pernafasan
c)
c. Jawaban a dan b salah
d)
d. Jawaban a dan b benar
140.
140. Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah jenis bahan yang mempunyai sifat antara lain:
a)
a. Oksidator, mudah meledak, mudah menyala atau terbakar
b)
b. Memancarkan radiasi
c)
c. Korosif, iritasi, karsiogenik
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
141.
141. Jalan terakhir untuk menghindari keracunan akibat polusi udara ruangan kerja adalah:
a)
a. Mengganti bahan tersebut dengan bahan yang lebih baik
b)
b. Memakai respirator
c)
c. Memasang ventilasi lebih banyak
d)
d. Mengeluarkan udara kotor dalam ruangan
142.
142. Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan tergantung kepada konsentrasi dan lamanya paparan terjadi, pengaruh tersebut dapat dikategorikan antara lain:
a)
a. Menyebabkan iritasi, korosif, sulit bernafas, menimbulkan alergi, keracunan sistematik
b)
b. Menyebabkan kanker, kerusakan/ kelainan janin
c)
c. Pneumokoniosis dan menyebabkan efek bius
d)
d. Jawaban a, b, dan c benar
143.
143. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan usaha-usaha preventif yang berupa Jaminan Pelayanan Kesehatan yang merupakan salah satu dari 4 program Jamsostek. Peraturan yang mengatur hal tersebut adalah:
a)
a. UU No.1 Tahun 1970
b)
b. Permenaker No.3/Men/1982
c)
c. UU No.3 Tahun 1992
d)
d. Permenaker No.3/Men/1985
144.
144. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusu merupakan kewajiban daripada pengusaha terhadap tenaga kerjanya. Peraturan yang mengatur adalah:
a)
a. Permenaker No.02/Men/1980
b)
b. Permenaker No.03/Men/1982
c)
c. Permenaker No.51/Men/1997
d)
d. Permenaker No.04/Men/1998
145.
145. Dalam lingkungan kerja, faktor bahaya yang berpengaruh terhadap kesehatan tenaga kerja adalah faktor fisik, kimia, biologi, fisiologi dan psikologi. Agar lingkungan kerja aman dari polusi bahan kimia berbahaya yang timbul dan untuk menjaga lingkungan kerja tersebut aman di batasi dengan Nilai Ambang Batas (NAB). Dasar hukum darai NAB faktor kimia ditempat kerja diatur pada:
a)
a. Kepmenaker No.51/Men/1999
b)
b. SE No. 01 tahun 1997
c)
c. SE No. 86 tahun 1989
d)
d. Kepmenaker No.187/Men/1999
146.
146. Pengendalian bahan kimia berbahaya ditempat kerja merupakan suatu usaha untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukumnya adalah:
a)
a. Kepmenaker No.187/Men/1999
b)
b. SE No. 01 tahun 1999
c)
c. Kepmenaker No.51/Men/1999
d)
d. Permenaker No.03/Men/1986
147.
147. Berdasarkan Peraturan Menteri, Permenaker No. 07 Tahun 1964 tentang syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja, maka dalam suatu tempat kerja dengan tenaga kerja sejumlah 60 orang, jumlah kasus minimal yang harus disediakan:
a)
a. 4
b)
b. 3
c)
c. 2
d)
d. 1
148.
148. Salah satu bentuk pengendalian bahan kimia berbahaya sesuai Kepmenakertrans No.Kep.187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja adalah:
a)
a. Penetapan Nilai Ambang kuantitas
b)
b. Penyediaan lembar data keselamatan bahan dan label
c)
c. Penetapan kategori potensi bahaya perusahaan
d)
d. Penetapan Nilai Ambang Batas
149.

149. Yang masuk dalam ruang lingkup obyek pengawasan K3 bedasarkan UU No.01 Tahun 1970 tentang kesehatan keselelamatan kerja adalah :

a)

a. Perusahaan Swasta

b)

b. Tempat kerja

c)

c. Tempat kerja milik negara

d)

d. Tempat kerja apa saja

150.

150. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, kecuali :

a)

a. Kondisi area

b)

b. Sistem insentif

c)

c. Kesehatan

d)

d. Kondisi tempat kerja

151.

151. Ruang Lingkup Ergonomi adalah :

a)

a. Ergonomi Fisik

b)

b. Ergonomi Kognitif

c)

c. Ergonomi Lingkungan

d)

d. Jawaban a, b dan c benar

152.

152. Tujuan penerapan Ergonomi, kecuali :

a)

a. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental

b)

b.Meningkatkan kesejahteraan sosial dengan jalan meningkatkan kualitas kontak sesama pekerja

c)

c. Berkontribusi di dalam keseimbangan rasional antara aspek-aspek teknik

d)

d. Biaya pengobatan dan kompensasi berkurang

153.

153. Apa keuntungan dari kerja dengan posisi berdiri :

a)

a. Mengurangi kelelahan pada kaki

b)

b. Melembekan Otot perut

c)

c. Mempercepat pekerjaan

d)

d. Otot perut tidak kendur

154.
154. Dalam office ergonomicuntuk kenyamanan visual dalam pekerjaan berbasis layar, jarak pandang minimum absolut yang ditentukan adalah :
a)
a. 550 mm
b)
b. 500 mm
c)
c. 600mm
d)
d. 750 mm
155.
155. Berdasarkan Standar Inggris untukoffice furniture(BS 5940, tahun1980) standar ketinggian untukmeja kantor secara umumadalah :
a)
a. a.735 ± 10 mm
b)
b.705 ± 10 mm
c)
c.720 ± 10 mm
d)
d.710 ± 10 mm