Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pra UAS Farmakologi

Total questions: 25

Worksheet time: 2mins

Name
Class
Date
1.

Simplisia, dan Ekstrak adalah contoh dari

a)

Imunodefisiensi

b)

Imunostronger

c)

Imunostimulan

d)

Chemical Theraphy

2.

Getah Pepaya dapat digunakan sebagai obat herbal farmasi untuk anti bakteri. Getah Pepaya ini tergolong dalam golongan obat herbal jenis ....

a)

MIxtura Herbal

b)

Simplisia

c)

Ekstrak

d)

Sari Herbal

3.

Suhu Oven yang bagus (optimum) untuk pengeringan Simplisia atau Bahan ynag akan diekstraksi adalah

a)

40 derajat Celcius

b)

80 derajat Celcius

c)

25 derajat Celcius

d)

60 derajat Celcius

4.

Simplisia sebagai bahan kefarmasian seharusnya memenuhi parameter berikut (Depkes,2000), kecuali

a)

•Mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi (jenis dan kadar ) senyawa kandungan

b)

•Aturan penstabilan (wadah, penyimpanan dan transportasi).

c)

•Kemurnian (bebas dari kontaminasi kimia dan biologis)

d)

•Quantity–Cheap-Efficacy (kuantitas- ekonimis-bermanfaat).

5.

Serbuk dari simplisia memiliki beberapa persyaratan yaitu:

a)

Kadar air optimum > 10 %.

b)

Wadah harus terbuka dan kering

c)

Angka kapang dan khamir < 20 <15

d)

Aflatoksin harus 0 bpj

6.

Berikut ini Pernyataan yang salah adalah

a)

IC50, yaitu bilangan yang menunjukkan konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas suatu radikal sebesar 50%.

b)

LD50 adalah jumlah dosis optimum dari obat yang bisa menyebabkan kematian patogen sebesar 50%.

c)

nilai antioksidan suatu senyawa berbanding lurus dengan IC50 yang dihasilkan

d)

semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu senyawa, maka semakin rendah nilai IC50 yang dihasilkan

7.

PROSES PENGAMBILAN SEMUA ZAT AKTIF DARI SAMPEL MENGGUNAKAN PELARUT, KEMUDIAN PELARUT DIUAPKAN KEMBALI HINGGA ZAT AKTIF MENJADI PEKAT disebut

a)

FreezeDry

b)

Rendemen

c)

Ekstraksi

d)

Accumulation Abration

8.

Ekstraksi dengan air sebagai pelarut saat dipanaskan. Dekok adalah proses ekstraksi infuse pada periode yang lama karena zat aktif yang mudah menguap disebut

a)

Perlokasi

b)

Infusi

c)

Soxhletasi

d)

Maserasi

9.

Metode dengan menambahkan pelarut perlahan lahan sehingga bisa menembus sampel bahan yang biasanya ditampung dlm suatu bahan kertas yang agak tebal dan berpori adalah

a)

Perlokasi

b)

Reflux

c)

Maserasi

d)

Infusi

10.

Etanol dapat melarutkan zat aktif berikut ini kecuali

a)

Tannin

b)

Terpenoid

c)

Xantolin

d)

Alkaloid

11.

Vaksin masuk melalui kulit dan insang biasanya menggunakan metode aplikasi vaksin

a)

Spray

b)

Intraperitonral

c)

Depping

d)

Subcutan Injection

12.

Aplikasi vaksin yang dianggap paling aman namun kurang efektif dari segi pemerataan intake terhadap individu ikan adalah aplikasi melalui....

a)

Injection Peritoneal

b)

Depping

c)

PerOral

d)

Injection Intramuscular

13.

vaksin yang berisi dua atau lebih strain atau serotipe dari antigen yang sama , disebut dengan vaksin

a)

Vaksin Life Rekombinan

b)

Vaksin Polivalen

c)

Vaksin Monovalen

d)

Vaksin Subunit

14.

Syarat vaksin yang bail, kecuali :

a)

Menstimulasi pembentukan shedding virus

b)

Protektif dan Masa kekebalan cukup lama

c)

Imunogenik, Antigenik, Stabil saat penyimpanan dan Aman

d)

Tidak menimbulkan dampak samping pasca vaksinasi

15.

Pada suatu kolam nila terisi oleh 100 ekor ikan lele dengan berat 300 gram, akan dilakukan vaksinasi Aeromonas dengan metode rendemen. Volume air yang akan digunakan untuk rendemen adalah 15 Liter. Dosis yang tertera pada label vaksin adalah 22 ml/100 Liter air. Berapakah dosis vaksin yang di perlukan untuk vaksinasi Aeromonas pada nila adalah ?

a)

1,75 ml vaksin dalam 15 liter air

b)

6,8 ml vaksin dalam 15 liter air

c)

0,33 ml vaksin dalam 15 liter air

d)

3,29 ml vaksin dalam 15 liter air

16.

Pada suatu kolam lele terisi oleh 50 ekor ikan lele dengan berat 280 gram biasa diberikan pakan sebanyak (total 500 gram pelet ), akan dilakukan vaksinasi Aeromonas dengan metode oral. Dosis yang tertera pada label vaksin adalah 2,3 ml/kg bobot Ikan/500 gram pakan. Berapakah dosis vaksin yang di perlukan untuk vaksinasi Aeromonas pada lele adalah ?

a)

32,2 ml vaksin yg dicampur pada pakan ikan

b)

1, 3 ml vaksin yang dicampur pada pakan ikan

c)

12,88 ml vaksin yang dicampur pada pakan ikan

d)

3,22 ml vaksin yang dicampur pada pakan ikan

17.

Vaksin ynag berisi antigen yang telah dimatikan disebut vaksin

a)

Aktive Vaccine

b)

Monovalen Vaccine

c)

Inactived Vaccine

d)

Subunit Vaccine

18.

Pada suatu kolam ikan koi terisi oleh 30 ekor ikan koi berbobot rata–rata 350 gram, akan dilakukan vaksinasi KHV (Koi Herpes Virus) dengan metode injeksi (IM). Dosis yang tertera pada label vaksin adalah 1,5 ml/kg bobot ikan. Berapakah dosis vaksin ya ng di perlukan untuk vaksinasi KHV 1 ekor ikan koi ?

a)

0,05 ml vaksin

b)

7,8 ml vaksin

c)

1,5 ml vaksin

d)

0,5 ml vaksin

19.

Bahan yang dapat mengembalikan dan memperbaiki sistem imun yang fungsinya terganggu atau untuk menekan yang fungsinya berlebihan disebut

a)

Imunodefisiensi

b)

Imunostimulant

c)

Imunomodulator

d)

Imunotransiluminator

20.

Bahan yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non spesifik dan terjadi induksi non spesifik baik mekanisme pertahanan humoral maupun selular disebut

a)

Imunodefiensi

b)

Imunomodulator

c)

Imuloregulator

d)

Imunostimulan

21.

Berikut adalah "FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMUNODEFIENSI:, kecuali

a)

•Genetik

b)

•Kualitas dan Kuantitas pakan

c)

•Efek samping dari obat” yang diberikan

d)

•Gender

22.

Diferensial Leukosit dapat diketahui dengan cara berikut ini ...

a)

mengamati apusan darah secara makroskopis

b)

PCR molekuler serum darah

c)

menghitung sel-sel darah limfosit, monosit, dan neutrofil.

d)

Elektroforesis darah

23.

Pengamatan Indeks Fagositosis optimalnya dilakukan berapa kali dan pada saat kapan

a)

2 kali setelah pada 2x24 jam setelah vaksinasi

b)

sekali dalam seminggu sebelum dan dua kali sesudah vaksinasi

c)

2 kali pada 2x24 jam sebelum dan setelah vaksinasi

d)

4 kali dalam seminggu sebelum dan sesudah vaksinasi

24.

Bilamana kelangsungan hidup relatif (KHR) > 50%, maka apakah vaksin ini dikatakan aman digunakan

a)

Tidak Efektif dan Tidak Aman

b)

Kurang aman

c)

Aman dan efekstif

d)

Efektif , namun kurang aman

25.

Pengujian aktivitas fagositosis yang optimum menurut Anderson dan Siwicki (1993) , untuk menguji efektivitas vaksin dilakukan dilakukan dengan pengamatan aktivitas fagosit pada waktu kapan

a)

dilakukan dalam seminggu sekali, dua kali setelah vaksinasi (ikan sudah divaksin) dan tiga kali setelah uji tantang patogen (ikan tidak divaksin).

b)

dilakukan dalam seminggu sekali, empat kali setelah vaksinasi (ikan sudah divaksin) dan tiga kali setelah uji tantang patogen (ikan tidak divaksin).

c)

dilakukan dalam seminggu sekali, lima kali setelah vaksinasi (ikan sudah divaksin) dan tiga kali setelah uji tantang patogen (ikan tidak divaksin).

d)

dilakukan dalam seminggu sekali, tiga kali setelah vaksinasi (ikan sudah divaksin) dan tiga kali setelah uji tantang patogen (ikan tidak divaksin).