Font size
WorksheetsUjian PKL Tahun 2021
Total questions: 90
Worksheet time: 2hrs 30mins
Sekat bakar adalah suatu jalur pencegahan menjalarnya api pada peristiwa kebakaran hutan yang dibuat :
Sesudah kebakaran terjadi
Sebelum kebakaran terjadi
Pada saat kebakaran terjadi
a dan c benar
Tujuan pembuatan sekat bakar adalah untuk :
Mencegah atau menghalangi api agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya
Memperlambat api agar tidak dapat menjalar lebih luas kebahan bakar lainnya atau ke kawasan lainnya
Mematikan api agar tidak dapat menjalar lebih luas ke bahan bakar lainnya atau kekawasan lain
a dan b benar
Yang termasuk sekat bakar buatan adalah :
Sekat bakar dengan pembakaran
Sekat bakar dengan jalur hijau
Sekat bakar dengan jalur kuning
a,b dan c benar
Sekat bakar yang dibuat dengan meggunakan alat manual atau mekanis disebut :
Sekat bakar kimia
Sekat bakar jalur kuning
Sekat bakar jalur hijau
a, b dan c benar
Lokasi pembuatan sekat bakar sebaiknya dilakukan ditempat yang rawan yaitu :
Banyaknya bahan bakar / padang alang-alang
Adanya aksesibilitas jalan
Kering pada musim kemarau
a dan b benar
Untuk membuat l sekat bakar jalur kuning pada praktek kerja lapang ini sebaiknya dengan lebar adalah :
1 x tinggi bahan bakar
2 x tinggi bahan bakar
4 x tinggi bahan bakar
a, b dan c benar
Sekat bakar yang dibuat pada prektek kerja lapang 2021 dengan lebar jalur :
2 m
3 m
4 m
5 m
Kemampuan membuat sekat bakar yang dapat dikerjakan setiap kelompok dalam sehari sepanjang :
Antara 40 m sampai dengan 100 m
Antara 50 m sampai dengan 120 m
Antara 50 m sampai dengan 100 m
Antara 40 m sampai dengan 120 m
Peralatan manual yang biasa digunakan dalam pembuatan sekat bakar jalur kuning antara lain adalah :
Cangkul, palu dan garu
Garu, cangkul dan parang
Palu, cangkul dan parang
a,b dan c benar
Dalam pembuatan sekat bakar jalu kuning agar berfungsi dengan baik sebaiknya :
Alang-alang yang ada dijalur dibersihkan semua
Pohon-pohon yang ada ditebang semua
Akar alang-alang dibalik dan dibuang
a dan c benar
Perhatikan siklus hidrologi berikut.
Proses adveksi dan infiltrasi pada gambar siklus hidrologi ditunjukkan oleh huruf...
A dan B
B dan E
C dan D
D dan E
E dan A
Perhatikan gambar dibawah ini!
Nomor yang menunjukkan proses infiltrasi pada gambar adalah...
1
2
3
4
5
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi di suatu daerah yaitu...
Kedalaman dan permeabilitas tanah
Kemiringan lereng dan permeabilitas tanah
Sudut datang sinar Matahari dan kemiringan lereng
Kemiringan lereng dan sedimentasi
Kemiringan lereng dan kedalaman
Pernyataan:
1) morfologi
2) jenis tanah/batuan
3) jumlah vegetasi penutup
4) permeabilitas topsoil
5) jenis vegetasi
Faktor yang tidak langsung mempengaruhi infiltrasi adalah nomor...
1, 2, dan 3
1, 2, dan 4
1, 3, dan 5
2, 4, dan 5
3, 4, dan 5
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah...
tingkat resistensi batuan dan luas permukaan tanah
luas permukaan tanah dan besarnya suhu udara
kemiringan permukaan tanah dan vegetasi
vegetasi dan besarnya suhu udara
permukaan tanah dan vegetasi
Peranan vegetasi hutan dalam siklus hidrologi adalah...
membantu penyerapan air dalam tanah
mendukung terjadinya kondensasi
mempercepat penjenuhan uap air
mempercepat proses penguapan
meningkatkan daya ilfiltrasi
Kegiatan reboisasi dengan menanami pohon pada hutan gundul mempengaruhi proses siklus hidrologi dan berdampak positif bagi pencegahan banjir. Fungsi pepohonan hutan dalam siklus hidrologi adalah...
mempercepat aliran permukaan
memperlambat turunnya hujan
mengurangi curah hujan
meningkatkan infiltrasi
mengurangi penguapan
Setelah tanah jenuh air, hujan akan menjadi limpasan dan mengalir ke sungai. Faktor penyebab banyaknya limpasan di suatu wilayah adalah...
lamanya proses evapotranspirasi
rendahnya intensitas curah hujan
rendahnya kerapatan vegetasi
rendahnya kemiringan lereng
tingginya laju infiltrasi
Infiltrasi air:
(1) Ketinggian muka air tanah
(2) Porositas tanah
(3) Kemiringan lereng
(4) Unsur kimia tanah
(5) Sifat biologis tanah
(6) Vegetasi penutup tanah
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya infiltrasi adalah nomor...
1, 2, dan 3
1, 4, dan 5
2, 3, dan 6
3, 4, dan 5
4, 5, dan 6
Perhatikan gambar siklus hidrologi berikut.
Pada gambar siklus hidrologi tersebut, huruf D dan C menunjukkan proses...
infiltrasi dan transpirasi
transpirasi dan perkolasi
evaporasi dan transpirasi
presipitasi dan evaporasi
perkolasi dan kondensasi
Pada kegiatan identifikasi tumbuhan hutan, yang pertama kali dilihat adalah perawakan dari tumbuhan tersebut yang dikenal dengan istilah:
habitat
habitus
potongan
arsitektur
Sehubungan dengan pertanyaan nomor 1, yang termasuk kriteria pohon adalah tumbuhan yang mempunyai ciri:
berukuran besar
berbatang besar
berdaun rimbun
berbatang berkayu
Pola percabangan batang pokok dimana cabang dan batang pokoknya sulit dibedakan disebut percabangan
monopodial
simpodial
plagiotrop
ortotrop
Bila pada satu buku batang terdapat satu daun dan daun hanya duduk di sisi kanan dan kiri batang, maka duduk daun tersebut disebut:
berseling
bersilang
berhadapan
bersilang berhadapan
Bila pada satu buku batang terdapat dua helai daun yang hanya duduk pada dua sisi yang sama, maka duduk daun tersebut disebut:
berseling
bersilang
berhadapan
berhadapan bersilang
Pada daun majemuk dimana anak-anak daun duduk pada ibu tulang daun, maka disebut daun majemuk menyirip:
ganjil
genap
rangkap satu
rangkap dua
Pada daun majemuk dimana pada bagian ujung ibu tulang daun diduduki oleh satu anak daun, maka disebut daun majemuk menyirip:
ganjil
genap
rangkap satu
rangkap dua
Selain pola percabangan batang pokok, ada sifat arah pertumbuhan cabang yang harus dicatat. Bila antara cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 900, maka cabang tersebut bersifat:
filantropi
ortotropi
plagiotropi
autotropi
Alat tambahan pada daun yang terdapat pada pangkal tangkai daun dan akan gugur bersama berkembangnya daun tersebut disebut dengan:
stipula
pelepah
trikoma
ligula
Akar tambahan yang muncul dari dahan atau cabang pohon, disebut dengan akar:
banir
tunjang
lutut
gantung
Tinggi alat (TA) diukur dari:
Ujung patok sampai tengah teropong
Permukaan tanah sampai tengah teropong
Permukaan tanah sampai visier
Ujung patok sampai visier
Jika arah jalur polygon P1PA terbaca azimuth 110o, maka arah balik PAP1 azimuthnya adalah:
200o
280o
290o
300o
Jendela pandang berbentuk segitiga di atas teropong berguna untuk mengarahkan teropong secara kasar ke obyek dinamakan:
Skrup Micrometer
Niveau (Nivo)
Center point
Visier
Komponen alat theodolit yang berguna untuk mengetahui theodolit pada posisi datar adalah:
Kompas
Bandul unting-unting
Niveau (Nivo)
Tripod
Besarnya sudut Vertikal terbaca 85o30’00”, maka hitungan helling (slope) sebesar:
a) 05o30’00”
b) 04o30’00”
c) 03o30’00”
d) 02o30’00”
05o30’00”
04o30’00”
03o30’00”
02o30’00”
Titik polygon P1 mempunyai tinggi tempat 37 m dpl. dan titik polygon berikutnya P2 mempunyai beda tinggi -2,5 m, maka tinggi titik P2 adalah:
39,5 m
34,5 m
35,5 m
36,5 m
jika bacaan rambu ukur ba sebesar 1600, bb sebesar 1300, maka jarak optis (jarak miring) sebesar:
30 m
35 m
40 m
60 m
Jumlah sudut dalam untuk bangun polygon segi 6 adalah:
630o
620o
720o
720o
jika bacaan rambu ukur ba sebesar 1600, bb sebesar 1800, maka besarnya benang tengah bt dapat dihitung sebesar:
1600
1650
1700
1750
Teropong theodolit terbaca sudut Vertikal 97o30’0” berarti teropong mengarah:
Menanjak /naik
Menukik/turun
Mendatar
Vertikal
1. Berikut ini, yang bukan merupakan maksud atau tujuan dari kegiatan ITSP adalah:
Mengetahui potensi tegakan
Mengetahui penyebaran pohon
Mendata jumlah anakan pohon
Mendata kondisi medan
Mendata pohon yang dilindungi
Di dalam kegiatan ITSP, pohon muda dari jenis niagawi yang akan membentuk tegakan utama untuk ditebang pada rotasi tebang berikutnya, disebut dengan istilah:
Pohon yang ditebang
Pohon yang dilindungi
Pohon komersial
Pohon indukan
Pohon inti
Menurut ketentuan standar TPTI, berikut ini jenis tumbuhan yang tidak didata dalam kegiatan ITSP adalah:
Tumbuhan berdiameter 20 – 39 cm
Tumbuhan berdiameter 40 cm ke atas
Tumbuhan berdiameter 200 cm ke atas
Tumbuhan berdiameter 10 – 19 cm
Tumbuhan yang tinggi banirnya lebih dari 2 meter
Berikut adalah teknik pengukuran diameter pohon yang tidak benar dalam kegiatan ITSP:
Diameter pohon diukur pada ketinggian setinggi dada
Diameter pohon berbanir diukur tepat di ujung banirnya
Diameter pohon diukur dengan menggunakan Phiband
Diameter pohon diukur dengan menggunakan Biltmore Stick
Diameter tidak diukur langsung, melainkan dengan cara mengukur keliling batangnya
Dalam kegiatan ITSP yang sesungguhnya, ITSP dilaksanakan per petak tebangan. Dimana ukuran 1 (satu) petak tebangan di hutan alam menurut standar TPTI adalah:
10.000 m2
1.000.000 m2
1 hektar
10 hektar
500 hektar
Berikut ini yang bukan kategori jenis pohon yang dilindungi dalam kegiatan ITSP adalah:
Pohon yang harganya maha
Pohon yang ada sarang lebah madu
Pohon yang buahnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar
Pohon yang di atasnya tumbuh anggrek langka
Pohon dari jenis langka
Berikut adalah beberapa pernyataan tentang kegiatan ITSP. Satu-satunya pernyataan yang tidak benar yang terkait dengan kegiatan ITSP adalah:
Penandaan pohon inti di dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan pemberian label berwarna merah
Pelaksanaan inventarisasi pohon dalam kegiatan ITSP dilakukan dengan intensitas sampling 100%
Kegiatan inventarisasi di dalam ITSP dilaksanakan dengan sistem jalur, dimana lebar setiap jalur adalah 20 meter
Salah satu tujuan dari kegiatan ITSP adalah untuk mengestimasi jumlah dan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang harus disiapkan
ITSP tidak dilaksanakan di hutan tanaman
Berikut ini yang tidak termasuk dalam salah satu tugas dari tim atau regu ITSP adalah:
Perintis jalur
Pemegang kompas
Pendata tumbuhan bawah
Pengenal jenis pohon
Pengukur pohon
Di dalam kegiatan ITSP, data penyebaran pohon wajib diplotkan ke atas peta dengan skala 1 : 1.000. Dengan demikian, setiap jalur dalam kegiatan ITSP ketika digambarkan di atas peta dengan skala tersebut, lebarnya akan menjadi:
2 mm
2 inch
20 cm
2 cm
2 m
Berikut ini yang tidak termasuk fungsi dari peta pohon sebagai salah satu hasil dari kegiatan ITSP adalah:
Memudahkan penebang pohon dalam mencari pohon yang akan ditebang
Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menetapkan kawasan lindung
Mengarahkan kegiatan pemeliharaan tegakan yang tersisa pasca pemanenan
Sebagai panduan dalam membuat arah trace jalan angkut dan jalan sarad
Sebagai bahan masukan dalam kalkulasi jumlah bibit dalam pengayaan tanaman pasca pemanenan
Praktik silvikultur dilapangan meliputi kegiatan :
Penanaman dan persemaian
Persemaian dan pemupukan
Penanaman dan pemeliharaan
Pemeliharaan dan persemaian
Persemaian dan pendangiran
Bibit tanaman yang digunakan pada saat praktik harian sebanyak :
20
40
60
30
50
Salah satu kegiataan pemeliharaan adalah pemupukan. Pupuk yang digunakan adalah :
Urea
KCL
Pupuk kandang
Pupuk organic
NPK
Ukuran lubang yang digunakan sebaiknya mengikuti tinggi anakan yang akan ditanam. Pada saat praktik pembuatan lubang berukuran :
20 x 20 dan 20 x 30
20 x 20 dan 30 x 30
20 x 20 dan 25 x 25
20 x 25 dan 30 x 35
10 x 10 dan 30 x 30
Asisten silvikultur yang mendampingi pada saat praktik adalah :
Ka Ayu dan Ka Bima
Ka Sidik dan Ka Wilda
Ka Nurul dan Ka Dion
Ka Sidik dan Ka Ayu
Ka Nurul dan Ka Bima
Beberapa jenis tanaman yang ditanam pada saat praktik adalah :
Kayu putih dan Kaliandra
Kayu putih dan Petai
Kaliandra dan Karet
Bungur dan Alpukat
Sengon dan Akasia
Tingkat pertumbuhan tanaman yang sudah mempunyai ukuran diameter adalah :
Semai dan pohon
Pohon dan sapihan
Sapihan dan tiang
Tiang dan pohon
Semai dan sapihan
Keperluan jumlah bibit yang akan ditanam pada luasan satu hektar dengan jarak tanam 2m x 2m dengan toleransi kematian 10% berjumlah :
2500 bibit
2750 bibit
3000 bibit
3250 bibit
4000 bibit
Pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan pada saat praktik adalah :
Pendangiran dan pembumbunan
Pendangiran dan pemupukan
Pemulsaan dan pemupukan
Penebasan dan penebangan
Penyiraman dan pelubangan
Kegiatan yang bertujuan untuk melembabkan tanah dan menekan pertumbuhan gulma sementara dikenal dengan istilah :
Pemupukan
Pendangiran
Penyiraman
Pengasapan
Pemulsaan
Kurva Speies Area adalah grafik yang menggambarkan luas petak minimum yang dapat digunakan sebagai petak contoh penelitian vegetasi hutan. Grafik ini terbentuk dari hasil hubungan antara :
Faktor luas petak minimum dengan persentase penambahan jenis tumbuhan
Faktor luas petak minimum dengan persentase penambahan jumlah individu jenis
Absis dan Ordinat
Analisis Vegetasi adalah :
Cara mempelajari komposisi dan struktur vegetasi hutan
Cara mempelajari flora dan fauna di ekosistem hutan
Cara membuat petak contoh yang diperlukan untuk mempelajari hutan
Cara mempelajari tumbuhan langka
Dalam melakukan Analisis Vegetasi, kita mengenal
Dua tingkat pertumbuhan
Tiga tingkat pertumbuhan
Empat tingkat pertumbuhan
Lima tingkat pertumbuhan
Ukuran petak pengamatan tingkat pertumbuhan semai pada PKL ini adalah :
2 x 2 m
2 m x 2
2 m x 2 m
2 x 2
Semai adalah :
Tumbuhan yang berada di bawah pohon-pohon hutan
Permudaan pohon-pohon hutan yang dari 0 – 1,5 m
Perkecambahan permudaan pohon-pohon hutan
Tumbuhan bawah di dalam hutan
Tiang adalah :
Permudaan yang tingginya lebih dari 3 m
Pohon dewasa yang tingginya lebih dari 20 m
Permudaan pohon yang berdiameter 10 cm sampai dengan lebih kecil dari 20 cm
Pohon yang diameternya lebih dari 20 cm
Alat yang penting untuk menentukan arah jalur pengamatan agar lurus adalah :
Hagameter
kompas
meteran
tali
Pitameter dalam kegiatan Analisis Vegetasi digunakan untuk :
Mengukur diameter pohon
Mengukur keliling batang pohon
Mengukur keliling batang pohon setinggi dada
Mengukur basal area
Rumus untuk menentukan besaran diameter pohon adalah :
keliling pohon dibagi Phi
Keliling batang pohon setinggi dada dibagi Phi
. Keliling pohon dibagi 3,14
Keliling pohon setinggi dada dibagi Phi
Indeks Nilai Penting (INP %) adalah :
Indeks yang menunjukkan dominannya suatu jenis terhadap jenis yang lainnya
Indeks yang menunjukkan kelimpahan suatu jenis
Indeks yang menunjukkan dimensi pohon
Indeks yang menunjukkan penyebaran jenis pohon
Lapisan tanah yang menyusun suatu profil tanah disebut...
Solum tanah
Jeluk tanah
Horison tanah
Struktur tanah
Warna tanah ditentukan berdasarkan 3 kriteria yaitu ....
Soil-colour-munchell
Hue-value-chroma
7,5 YR-2,5 R-10 G
Merah Kuning- Merah-Abu-abu
Profil Tanah umumnya dibuat dengan ukuran
2 x 2 m
1 x 3 m
1 x 1 m
2 x 3 m
Horison Tanah yang merupakan daerah pencucian (leaching) adalah horison ...
Horison A
Horison B
Horison C
Horison A dan B
Horison Tanah yang merupakan daerah penimbunan ialah horison
Horison A
Horison B
Horison C
Horison A dan B
Selain warna tanah untuk membedakan horison A dan B dalam profil tanah ialah dengan
Kedalaman profil tanah
Kedalaman efektif perakaran
Kepadatan tanah
Dengan kebatinan
Solum Tanah ialah kedalaman tanah pada horison
A-B-C-R
A-B-C
A-B
Semua Jawaban Benar
Tanah berasal dari bahan induk tanah yang terbesar berasal dari
Pelapukan bahan oragnik yang berasal dari vegetasi
Disintegrasi bahan induk tanah
Perakaran yang merajai profil tanah
Pelapukan batuan
Warna tanah yang mengindikasikan tanah yang subur ialah
Tanah yang berwarna gelap
Tanah yang berwarna merah
Tanah yang berwarna merah-kuning
Tanah yang berwarna pink
Besarnya persentase batuan di dalam horison A dan B dapat menyebabkan
Perakaran menjadi kuat akibat tekanan dari batuan tersebut
Pohon diatasnya efektif memecah batuan untuk mendapatkan nutrisi
Akar efektif menjangkau tanah diluar batuan
Rintangan mekanis bagi perkembangan perakaran
Jumlah plot yang dibuat pada saat melaksanakan identifikasi kesehatan
1, ukuran 20mx20m
2,ukuran 20m x 20 m
1,ukuran 10 mx10
2,ukuran 20 mx20 m
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur. Persentasi (%) tanaman sehat pada plot tersebut
100%
20%
35%
65%
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur, tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan penyakit.
20 tanaman
30 tanaman
15 tanaman
45 tanaman
Dalam satu plot tanaman yang berjumlah 100 tanaman, terdapat 20 tanaman yang berlubang karena belalang, 30 tanaman yang melepuh pada bagian daun karena bakteri dan 15 tanaman pada bagian batang menggelembung akibat serangan jamur, tentukan jumlah tanaman yang terkena serangan hama....
20 tanaman
50 tanaman
30 tanaman
15 tanaman
Salah satu bentuk ketidaknormalan pada pohon adalah..........
Batang bengkok
Daun berlubang
Daun berair
a,b. dan c benar
Yang menjadi bagian GEJALA tanaman sakit adalah.................
Pada bagian akar terdapat tubuh buah jamur
Pada bagian bawah daun terdapat benang halus berwarna putih
Pada bagian bawah batang terdapat gelembung seperti tumor
Ada gumpalan keras miselium
Gumosis merupakan tipe gejala nekrotik, yaitu.....
keluarnya substansi cairan berupa gom
kematian jaringan kulit tumbuhan
perubahan warna daun karena rusaknya kloroplast
pembengkakan setempat (tumor)
Tanaman endemik Kalimantan yang memerlukan naungan untuk pertumbuhannya dan berada di lokasi praktik adalah
akasia
Ulin
Jabon
Sengon
Jika diketahui keliling tumbuhan jabon adalah 110 cm,maka diameter jabon tersebut adalah..............
30 cm
35 cm
40 cm
45 cm
Asisten yang mendampingi kegiatan identifikasi kesehatan adalah......
Dio Reza dan Ira
Dimas dan Ira
Angel dan Dio Reza
Ira dan Juni
