Font size
S
M
L
XL
WorksheetsAUDITING 2- UAS
Total questions: 118
Worksheet time: 2hrs 35mins
Name
Class
Date
1.
untuk memahami struktur pengendalian intern terhadap siklus penjualan yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pengujian substantif.
a)
Pengujian kepatuhan
b)
pengujian substantif
c)
Pengujian lain
d)
Pengujian awal
e)
Pengujian Akhir
2.
untuk melakukan verifikasi terhadap kelayakan jumlah rupiah serta kesesuaian penyajiannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan di Indonesia
a)
Pengujian kepatuhan
b)
pengujian substantif
c)
Pengujian lain
d)
Pengujian awal
e)
Pengujian Akhir
3.
semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan).
a)
Hutang Lancar
b)
Hutang Jangka Panjang
c)
Kewajiban Yang akan datang
d)
Kewajiban yang masih harus dibayar
4.
Perbedaan Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar dengan Aktiva Lancar:<br />
a)
untuk menemukan adanya penyajian utang lancar yang lebih rendah dari jumlah yang seharusnya
b)
ditujukan untuk menemukan adanya utang yang belum dicatat (unrecord liabilities) pada tanggal neraca.
c)
klasifikasi dan pisah batas
d)
nilai yang dapat di relaisasi dan Hak
e)
Penyajian dan disclosure
5.
Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar :<br />
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha.
b)
Membuktikan keberadaan utang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang usaha yang dicantumkan di neraca.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo utang usaha yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca.
e)
Membuktikan kewajiban penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca.
6.
Prosedur Awal dalam pengujian substantive atas hutang usaha
a)
Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri serta menentukan Signifikasi pembelian dan hutang usaha bagi perusahaan
b)
Melaksanakan prosedur awal atas saldo hutang usaha dan catatan yang akan diuji lebih lanjut
c)
Menelusuri saldo awal hutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
d)
Menelusuri saldo awal Piutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
e)
Mereview aktivitas dalam akun buku besar hutang usaha dan menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah atau sumbernya
7.
Prosedur Analitis dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Mengembangkan akspektasi atau hutang usaha dengan perusahaan, termin perdagangan normal dan sejarah perputaran hutang usaha
b)
Menghitung rasio-rasio: Perputaran hutang usaha (pembelian + hutang usaha) dan Hutang usaha terhadap total kewajiban lancar
c)
Menganalisis hasil rasio dibandingkan dengan ekspektasi berdasarkan data tahun sebelumnya, data industri, jumlah yang dianggarkan, dan data lainnya
d)
Membandingkan saldo beban dengan tahun sebelumnya atau jumlah yang dianggarkan untuk menyelidiki kemungkinan kurang saji yang berkaitan dengan hutang yang tidak dicatat.
8.
Pengujian Rincian Transaksi dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Menelusuri kredit ke voucher pendukung faktur penjual laporan penerimaan, pesanan pembelian, serta invormasi pendukung lainnya.
b)
Menelusuri debet ke pengeluaran kas atau memo retur pembelian
c)
Memilih sampel transaksi pembelian yang dicatat dalam beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun serta memeriksa voucher pendukung faktur penjual dan laporan penerimaan untuk menentukan bahwa pembelian telah dicatat pada periode yang tepat.
d)
Mengobservasi nomor laporan penerimaan terakhir yang diterbitkan pada hari terakhir bisnis selama periode audit dan menelusuri sampel laporan penerimaan bernomor lebih kecil dan lebih besar ke dokumen pembelian terkait serta menentukan bahwa transaksi telah dicatat pada periode yang tepat.
e)
Melakukan tanya jawab dengan personil bagian akuntansi dan pembelian mengenai hutang yang belum dicatat.
9.
Pengujian Rincian Saldo dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Mengkonfirmasi hutang usaha
b)
Mengidentifikasi pemasok utama dengan mereview register voucher atau buku pembantu atau file induk hutang usaha dan mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pemasok dengan saldo yang besar, aktivitas yang tidak biasa, bersaldo kecil atau nol, dan bersaldo debet.
c)
Menyelidiki dan merekonsiliasi persamaan.
d)
Menyelidiki dan merekonsiliasi perbedaan.
e)
Merekonsiliasi hutang yang belum dikonfirmasi dengan laporan bulanan yang diterima klien dari pemasok
10.
Penyajian dan Pengungkapan dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP.
b)
Menentukan bahwa hutang telah diidentifikasi dan diklasifikasikan secara tepat menurut jenis serta periode pembayaran yang diperkirakan.
c)
Menentukan apakah ada saldo debet yang signifikan secara keseluruhan sehingga harus diidentifikasi.
d)
Menentukan ketetapan pengungkapan yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau hutang yang dijamin.
e)
Mengajukan pembayaran kepada manajemen tentang ekstensi komitmen yang belum diungkapkan atau kewajiban kontinjensi.
11.
Prosedur awal lainnya untuk pengujian substantif atas hutang usaha adalah
a)
menelusuri saldo awal kertas kerja tahun sebelumnya,
b)
menggunakan perangkat lunak audit tergeneralisasi dalam memeriksa akun buku besar untuk melihat setiap ayat jurnal yang tidak biasa
c)
untuk mengembangkan daftar jumlah yang terutang pada tanggal neraca.
d)
Menentukan ketetapan pengungkapan yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau hutang yang dijamin.
e)
Mengajukan pembayaran kepada manajemen tentang ekstensi komitmen yang belum diungkapkan atau kewajiban kontinjensi.
12.
Tujuan pengujian saldo akun utang rinci adalah untuk memverifikasi:
a)
Keberadaan dan keterjadian
b)
Kelengkapan
c)
Kewajiban
d)
Penyajian dan pengungkapan
e)
pendeteksian kurang saji hutang yang dicatat serta hutang yang belum tercatat.
13.
mempunyai nilai guna ekonomis jangka panjang, dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi guna menunjang perusahaan dalam mencapai tujuan dan dimiliki perusahaan tidak untuk dijual kembali agar diperoleh laba atas penjualan tersebut.
a)
Aktiva Tetap
b)
Aktiva Lancar
c)
Aktiva Tak Berwujud
d)
Penyusutan Aktiva
14.
Menurut Harahap (2002:22) : “Penggolongan aktiva tetap dibagi menjadi berbagai sudut, antara lain :
a)
Sudut Substansi
b)
Sudut Disusutkan atau Tidak
c)
Berdasarkan jenis
d)
Berdasarkan nilai residu
15.
Perbedaan karakteristik aktiva tetap dibanding dengan aktiva lancar adalah:
a)
Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar di dalam neraca; transaksi perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jujmlah rupiah yang besar.
b)
Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mempunyai pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva lancar berpengaruh langsung terhadap perhitungan rugi laba tahun yang di audit.
c)
Aktiva tetap disajikan di neraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi akumulasian, sedangkan aktiva lancar disajikan di neraca pada nilai bersih yang dapat direalisasikan pada tanggal neraca.
d)
Aktiva tetap disajikan di neraca pada harga pasar , sedangkan aktiva lancar disajikan di neraca pada nilai bersih yang dapat direalisasikan pada tanggal neraca.
16.
Berikut ini ada beberapa risiko bawaan pada aktiva tetap.
a)
Impairment, dimana manajemen memperlakukan porsi yg signifikan dari aset tidak lagi produktif sebagaimana diharapkan
b)
Potensi pengaturan laba melalui aset tetap:Merubah estimasi umur aset dan nilai residu, sehingga beban penyusutan menjadi lebih rendah dan nilai.
c)
Potensi pengaturan laba melalui aset tetap : Kapitalisasi kos semestinya menjadi beban, misalnya beban pemeriharaan dan perbaikan
d)
Potensi pengaturan laba melalui aset tetap : Penyesuaian Impairment yang tidak tepat
e)
Potensi pengaturan laba melalui aset tetap : – Akuntansi leasing dengan capital atau operating
17.
Beberapa bentuk pengendalian intern aktiva tetap adalah:
a)
Adanya kebijaksanaan kapitalisasi secara tertulis, yakni yang membedakan antara pengeluaran yang dianggap sebagai aktiva tetap dan pengeluaran bukan aktiva tetap
b)
Adanya kartu-kartu aktiva tetap dan inventarisasi atas aktiva tetap secara berkala.
c)
Adanya pengendalain dan pengawasan atas aktiva-aktiva kecil di bawah tanggungjawab pejabat tertentu
d)
Dapat diklasifikasi sesuai dengan masa manfaat
e)
Tidak perlu diklasifikasi sesuai dengan masa manfaat
18.
Pengujian Pengendalian aktiva tetap :
a)
Proses pembelian aset telah dianggarkan secara formal
b)
Kebijakan tertulis pembelian dan pelepasan aset, termasuk proses persetujuannya.
c)
Akses fisik terhadap aset tetap dan Perbandingan secara periodik atas fisik aset terhadap catatan anak
d)
Rekonsiliasi secara periodik atas catatan anak dengan jurnal umum
e)
Tidak perlu Rekonsiliasi secara periodik atas catatan anak dengan jurnal umum
19.
Prosedur Analitik-menghitung rasio meliputi :
a)
Tingkat perputaran aktiva tetap
b)
Laba bersih dengan aktiva tetap
c)
Aktiva tetap ke modal saham
d)
Biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
e)
Semua jawaban salah
20.
Pengujian susbstantif terhadap Transaksi Rinci atas aktiva tetap meliputi :
a)
Periksa Tambahan Aktiva Tetap ke Dokumen yang Mendukung Transaksi Pemerolehan Aktiva Tetap Tersebut
b)
Periksa Berkurangnya Aktiva Tetap ke Dokumen yang Mendukung Transaksi Tersebut
c)
Periksa Ketetapan Pisah Batas Transaksi Aktiva Tetap
d)
Lakukan Review terhadap Akun Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
e)
Tidak perlu melakukan cut off/pisah batas
21.
Pengujian susbstantif terhadap saldo akun Rinci atas aktiva tetap meliputi :
a)
Lakukan Inspeksi terhadap Tambahan Aktiva Tetap dalam Tahun yang Diaudit
b)
Periksa Dokumen Kontrak dan Dokumen Hak Kepemilikan Klien atas Aktiva Tetap
c)
Lakukan Review terhadap Perhitungan Depresiasi dan Deplesi Aktiva Tetap
d)
Lakukan Review terhadap Akun Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
e)
Tidak perlu melakukan cut off/pisah batas
22.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan terhadap aktiva tetap meliputi
a)
Periksa Klasifikasi Aktiva Tetap didalam Neraca.
b)
Periksa Pengungkapan yang Bersangkutan dengan Aktiva Tetap
c)
Lakukan Inspeksi terhadap Tambahan Aktiva Tetap dalam Tahun yang Diaudit
d)
Periksa Dokumen Kontrak dan Dokumen Hak Kepemilikan Klien atas Aktiva Tetap
e)
Lakukan Review terhadap Perhitungan Depresiasi dan Deplesi Aktiva Tetap
23.
Resiko fraud dalam aktiva tetap :
a)
Penilaian terlalu tinggi pada aset yang ada dan Penjualan aset tidak dicatat, dan hasil penualan disalahgunakan
b)
Aset yang telah terjual tidak dihapus
c)
Nilai residu yang ditetapkan terhadap aset tidak tepat, mengakibatkan kesalahan penghitungan penyusutan
d)
Biaya yang seharusnya dibebankan tetapi dikapitalisasikian
e)
Kerugian penurunan pada aset tidak diakui dan Perkiraan nilai wajar tidak masuk akal
24.
Jurnal yang biasanya dibuat oleh klien hanyalah jurnal penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap yang telah dihentikan pemakaiannya tersebut, yaitu:
a)
(Dr) Kas xx (Cr) Pendapatan Luar Usaha xx
b)
(Dr) Pendapatan Luar Usaha xx (Cr) Kas xx
25.
Prosedur Audit Awal-Program Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud dibuku besar
c)
Lakukan review terhadap mutasi luat biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun .aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasi
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
26.
Prosedur Analitik-Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
27.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci atas Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Periksa dokumen yng mendukung pemerolehan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi amortisasi aktiva tidak berwujud
e)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
28.
Pengujian terhadap Akun Rinci Aktiva Tidak Berwujud
a)
Pelajari notulen rapat direksi,perjanjian , surat izin dari pemerintah, dan dokumen lain yang membuktikan eksitensi aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
c)
Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva berwujud bagi klien di masa yang akan datang
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
e)
Lakukan inspeksi danpemeriksa terhadap surat perjanjian,surat izin dari pemerintah,dokumen yang menunjukan hak pemilikan klien atas aktuva tidak berwujud.
29.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan Aktiva Tidak Berwujud
a)
Bandingan penyajian aktiva tidak berwujud dengan prinsip akuntansi berterima umum.
b)
Periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat ekonomisnya.
c)
Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva berwujud bagi klien di masa yang akan datang
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
e)
Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud
30.
Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Aktifa Tidak Berwujud
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan aktifa tidak berwujud
b)
Membuktikan keberadaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva berwujud yang dicantumkan di neraca
c)
Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
31.
Prinsip Akuntansi Berterima Umum Dalam Penyajian Aktiva Tidak Berwujud Di Dalam Neraca
a)
Aktiva tidak berwujud harus disajikan secara terpisah dalam neraca
b)
Jika mungkin,aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus disajikanterpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas
c)
Dasar penilaian tidak berwujud harus disebutkan dan metode amortisasinya harus dijelaskan dalam laporan kauangan
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
32.
Aktiva tidak berwujud dapat digolongkan menjadi dua kelompok :
a)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensinya dibatasi oleh hukum,peraturan,perjanjian atau karena sifat aaktiva tidak berwujud itu sendiri.
b)
Jika mungkin,aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus disajikanterpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas
c)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensi tidak terbatas, yang saat pemerolehanya tidak menunjukkan adanya keterbatsan eksitensinya.
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
33.
Pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud diarahkan untuk
a)
Mencapai salah satu tujuan membuktikan apakah unsur aktiva tidak berwujud telah disajikan dan diungkapkan oleh klien dineracanya sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum
b)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
34.
Dalam prosedur analitik, auditor menghitung aneka macam ratio, Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan:
a)
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa
b)
Perubahan akuntansi
c)
Perubahan usaha
d)
Fluktuasi acak
e)
Salah Saji
35.
Untuk membuktikan hak kepemilkan klien atas aktiva tidak berwujud di neraca , auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
b)
Periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat ekonomisnya.
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujudc. Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
d)
Fluktuasi acak
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
36.
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akumulasi amortisasi aktiva tidak berwujud yang di cantumkan di nerca,auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Prosedur audit awal dan Pengujian Anlitik
b)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
d)
Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak
e)
Review terhadap pembuktian akumulasi amortisasi
37.
membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum adalah
a)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva tidak berwujud
b)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva berwujud
c)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Piutang
d)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Hutang
e)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Persediaan
38.
Prosedur Audit Awal-Program Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud dibuku besar
c)
Lakukan review terhadap mutasi luat biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun .aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasi
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
39.
Prosedur Analitik-Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
40.
membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum adalah
a)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva tidak berwujud
b)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva berwujud
c)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Piutang
d)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Hutang
e)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Persediaan
41.
unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiata bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengelolaan produk yang akan dijual
a)
Perlengkapan
b)
Peralatan
c)
Persediaan
d)
Aset tetap
e)
Piutang
42.
Dalam perusahaan manufaktur, Persediaan terdiri dari persediaan
a)
Persediaan Bahan Baku
b)
Persediaan Barang 1/2 jadi
c)
Persediaan Barang Jadi
d)
Peralatan
e)
Perlengkapan
43.
Persediaan umumnya mendapat perhatiaan yang lebih besar dari auditor di dalam auditnya karena berbagai alasan:
a)
Umumnya persediaan merupakan komponen aktiva lancer yang jumlahnya cukup material dan merupakan objek manipulasi serta secara tempat terjadi nya kesalahan-kesalahan besar
b)
Adanya berbagai macam persediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya.
c)
Verifikasi kuantitas, kondisi, dan nilai persediaan merupakan tugas yang lebih komplexs dan sulit dibandingkan dengan verifikasi sebagian besar unsure laporan keuangan lain.
d)
Seringkali persediaan di simpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan pengwasan penghitungan fisiknya.
e)
Adanya berbagai macam persediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya.
44.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN PERSEDIAAN DALAM NERACA
a)
Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa persediaan dinilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos persediaan dan Jika persediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya pada tanggal neraca harus dicantumkan dalam tanda kurung. menentukan kos persediaan.
b)
Perjanjian pembeliaan harus dijelaskan dalam laporaan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa dan Jika jumlahnya material, persediaan dalam perusahaan manufaktur harus dikelompokan dan persediaan bahan baku. Penyajian kelompok persediaan tersebut dalam neraca berdasarkan urutan likuiditasnya.
c)
Akibat perubahan metode penilaiaan persediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan uditor harus menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.
d)
Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa dan Cadangan unutuk menghadapi kemungkinan turunnya harga persediaan setelah tanggal neraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari persediaan, namun harus disajikan sebagai pengurang akun laba ditahan.
e)
Semua jawaban salah
45.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP PERSEDIAAN
a)
Memperoleh keyakinan catatan akuntansi yang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan persediaan
b)
Membuktikan asersi keberadaan persediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan persediaan
c)
Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas persediaan yang dicantumkan di neraca dan Membuktikan sersi kelengkapan ttransaksi yang berkaitan dengan persediaan yang dicatat akuntansi dan kelengkapan saldo persediaan yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan asersi penilaian persediaan dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan persediaan di neraca
46.
Ada 5 prosedur audit yang harus dilakukan audtir dalam melakukan rekonsiliasi informasi persediaan di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan:
a)
Usut saldo persediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun persediaan yang bersangkutan dalam buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun persediaan di buku besar
c)
Usut saldo awal akun persediaan ke kertas kerja tahun yang lalu
d)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun persediaan ke jurnal yang bersangkutan
e)
Lakukan rekonsiliasi buku pembantu persediaan dengan akun control persediaan di buku besar
47.
Prosedur analitik ini merupakan pengecekan secara menyeluruh mengenai kewajaran persedian yang disajikan di neraca.
a)
Dalam prosedur ini, auditor menghitung berbagai ratio yang bersangkutan dengan persediaan
b)
misalnya tingkat perputaran berbagai kelompok persediaan
c)
jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dari ratio tahun sebelumnya, auditor berkewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut
d)
jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dari ratio tahun sebelumnya, auditortidak ada kewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut
48.
Pengujian terhadap saldo akun rinci
a)
Pengamatan terhadap pengujian fisik persediaan
b)
Periksa instruksi tertulis mengenai perhitungan fisik persediaan
c)
Lakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik persediaan yang dilakukan oleh klien
d)
Kirimkan surat konfirmasi persediaan yang disimpan di gudang pihak luar
e)
tidak perlu konfirmasi karena data pasti sama<br />
49.
Kelima kelompok pengujian substantive tersebut ditunjukan untuk memverifikasi lima Verifikasi terhadap pengujian dan pengungkapan asersi manajemen yang terkandung dalam akun modal saham dan akun penilaiannya:
a)
Keberadaan dan keterjadian
b)
Kelengkapan
c)
Hak dan kepemilikan
d)
Penilaian
e)
Penyajian dan pengungkapan
50.
Pemeriksaan penyajian dan pengungkapan persediaan di neraca
a)
Periksa klasifikasi persediaan di neraca
b)
Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan persediaan
c)
Lakukan analitik review terhadap persedian
d)
Tidak perlu lakukan analitik review terhadap persedian
e)
Tidak Perlu Pemeriksaan pengungkapan yang bersangkutan dengan persediaan
51.
Penanaman uang di luar perusahaan, yang dapat berupa surat berharga atau aktiva lain yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan produktif perusahaan
a)
Investasi
b)
Liquidasi
c)
Akuisisi
d)
Deviasi
e)
Explorasi
52.
Menurut tujuannya, investasi dapat dibagi menjadi dua kelompok :
a)
Investasi jangka pendek (temporary investment).
b)
Investasi jangka Menengah (temporary investment).
c)
Investasi jangka panjang (long-term investment)
d)
Investasi Selamanya (Forever investment)
e)
Investasi Semaunya(Permanen investment).
53.
Tujuan pokok pembelian surat berharga ini Investasi jangka pendek (temporary investment):
a)
untuk menanamkan kas yang untuk sementara waktu tidak terpakai dalam kegiatan bisnis perusahaan
b)
untuk menanamkan kas jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
c)
untuk menanamkan Piutang jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
d)
untuk menanamkan Hutang jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
e)
untuk menanamkan persediaan jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
54.
Tujuan pokok pembelian surat berharga dalam Investasi jangka panjang :
a)
untuk menanamkan kas yang untuk sementara waktu tidak terpakai dalam kegiatan bisnis perusahaan
b)
untuk memperoleh pendapatan bunga atau deviden dalam jangka panjang
c)
untuk membentuk dana khusus
d)
untuk mengendalikan perusahaan lain melalui pemilikan saham
e)
untuk menanamkan kas jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
55.
Prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian investasi di neraca adalah sebagai berikut :
a)
Investasi harus disajikan secara terpisah di neraca sesuai dengan tujuan investasi tersebut.
b)
Investasi yang tidak akan dijual dalam jangka pendek disajikan dalam kelompok aktiva tidak lancar.
c)
Investasi jangka pendek disajikan nilainya dineraca, nilai yang lebih tinggi harus dicantumkan di dalam tanda kurung
d)
Investasi jangka panjang disajikan di neraca sesuai nilai perolehannya.
e)
untuk menanamkan persediaan jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
56.
Tujuan pengujian substantif terhadap investasi adalah :
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan investasi
b)
Membuktikan bahwa saldo investasi mencerminkan kepentingan klien yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan investasi selama tahun yang diaudit.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo investasi yang disajikan di neraca
d)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo investasi yang disajikan di neraca
e)
untuk menanamkan Piutang jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
57.
Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang Pengujian Substantif yang digolongkan kedalam lima kelompok :
a)
Prosedur audit awal.
b)
Prosedur Analitik.
c)
Pengujian terhadap transaksi rinci
d)
Pengujian terhadap saldo akun rinci
e)
Tidak Perlu Verifikasi terhadap penyajian dan pengungkapan
58.
Prosedur Audit Awal dalam PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP INVESTASI
a)
Usut saldo utang usaha yang tercantum di neraca ke saldo akun investasi yang bersangkutan di dalam buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun investasi di buku besar.
c)
Usut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu.
d)
Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun investasi.
e)
Tidak perlu Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun utang usaha ke jurnal yang bersangkutan.
59.
Pada tahap awal pengujian substantif terhadap investasi, pengujian analitik dimaksudkan :
a)
untuk menbantu auditor dalam memahami bisnis klien
b)
Untuk menemukan bidang yang memerlukan audit lebih intensif.
c)
Agar auditor melakukan perhitungan berbagai ratio berkaitan dengan investasi
d)
Untuk menguji saldo awal
e)
Untuk menguji saldo akhir
60.
ratio tahun yang lalu, ratio industri, atau ratio yang dianggarkan. Perbandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan :
a)
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa,
b)
Perubahan akuntansi,
c)
Perubahan usaha,
d)
fluktuasi acak
e)
salah saji
61.
pemeriksaan terhadap dokumen yang mendukung pemerolehan surat berharga tersebut bertujuan
a)
untuk membuktikan hak milik klien atas surat berharga yang berada di tangan klien atau di tangan pihak lain pada tanggal neraca
b)
Untuk menemukan bidang yang memerlukan audit lebih intensif.
c)
Agar auditor melakukan perhitungan berbagai ratio berkaitan dengan investasi
d)
Untuk menguji saldo awal
e)
Untuk menguji saldo akhir
62.
investasi dalam surat berharga menimbulkan dua macam pendapatan :
a)
Pendapatan bunga
b)
Capital gain/loss
c)
Pendapatan usaha
d)
Pendapatan jasa giro
e)
Pendapatan lain
63.
langkah Pengujian Terhadap Transaksi Rinci atas investasi meliputi :
a)
Hitung kembali laba atau rugi yang timbul dari transaksi penjualan investasi
b)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga dalam priode sekitar tanggal neraca
c)
Verifikasi ketepatan pisah batas yang digunakan oleh klien dalam mencatat transaksi yang bersangkutan dengan investasi di lakukan oleh auditor dengan memeriksa buku pembantu invesatasi dan mengusut transaksi pembelian surat berharga dalam priode sekitar tanggal neraca ke dokumen pendukungnya (bukti kas keluar dan faktur dari makelar surat berharga).
d)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam priode sekitar tanggal neraca
e)
Verifikasi ketepatan pisa batas yang digunakan oleh klien dalam mencatat transaksi yang bersangkutan dengan investasi dilakukan pula oleh auditor dengan memeriksa buku pembantu investasi dan mengusut transaksi penjualan surat berharga dalam priode sekitar tanggal ke dokumen pendukungnya (bukti kas masuk).
64.
jika daftar investasi tersebut dibuat oleh klien untuk auditor, maka auditor harus menguji ketelitian informasi yang tercantum di dalamnya dengan melakukan prosedur audit berikut ini :
a)
Melakukan rekonsiliasi jumlah kos investasi yang tercantum di dalam daftar tersebut dengan akun control investasi yang bersangkutan di dalam buku besar
b)
Mengusut kos setiap jenis surat berharga yang tercantum di dalam daftar tersebut ke dalam buku pembantu investasi.
c)
Kirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain
d)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam priode sekitar tanggal neraca
65.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
a)
Pelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi.
b)
Minta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut.
c)
Bandingkan metode penilaian investasi yang di gunakan klien dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia
d)
Bandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.
e)
Kirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain
66.
Verifikasi penyajian dan pengungkapan
a)
Periksa klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan investasi jangka panjang
b)
Minta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut.
c)
Periksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain.
d)
Bandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.
e)
Kirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain
67.
akun yang digunakan untuk mencatat nilai nominal yang beredar dan pengurangan saham yang beredar karena perlunasan saham dan transaksi treasury stock
a)
Ekuitas Saham
b)
Treasury stock
c)
Saldo Laba
d)
Cadangan (reserve)
e)
Laba rugi
68.
akun yang digunakan untuk menampung kelebihan atau kekurangan setoran pemegang saham dari nilai nominal saham
a)
Ekuitas Saham
b)
Treasury stock
c)
Saldo Laba
d)
Cadangan (reserve)
e)
Laba rugi
69.
Merupakan akun yang digunakan mencatat laba rugi kegiatan perusahaan dalam adjustment perhitungan rugi laba dalam periode akuntansi yang lalu.
a)
Ekuitas Saham
b)
Treasury stock
c)
Saldo Laba
d)
Cadangan (reserve)
e)
Laba rugi
70.
Merupakan akun yang digunakan untuk menyisihkan saldo laba untuk tujuan tertentu.
a)
Ekuitas Saham
b)
Treasury stock
c)
Saldo Laba
d)
Cadangan (reserve)
e)
Laba rugi
71.
Tujuan pengujian subtantif terhadap ekuitas pemegang saham adalah:
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham.
b)
Membuktikan bahwa saldo ekuitas saham mencerminkan kepentingan pemegang saham yang ada pada tanggal neraca yang mencerminkan keterjadian transakasi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun yang diaudit
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo pemegang saham yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik terhadap aktiva entitas
e)
Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca dan Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang sahamdi neraca.
72.
Untuk membuktikan apakah saldo ekuitas saham mencerminkan kepentingan kepemilikan saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun yang diaudit.
a)
Pengujian analitik.
b)
Pemeriksaaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham
c)
Pemeriksaan pencataatan transaksi pengumuman dividen dan pembayrannya
d)
Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontran underwriting dan persyaratan emisi saham serta Konfirmasi dari independetn registrar dan transfer agen
e)
Analisis terhadap akun Ekuitas Saham, Treasury stock, saldo laba serta pemeriksaan terhdap sertifikat saham yang dibatalkan
73.
Untuk membuktikan bahwa ekuitas pemegang saham yang dicnttumkan di neraca mencakup semua kepentingan pemegang saham (stackholders interest) terhadap aktiva entitas pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berakitan dengan ekuitas pemegang saham dalam tahun yang diaudit, auditor melakukan pengujian subtantif berikut ini:
a)
Pengujian analitik.
b)
Konfirmasi dari independent regitrar dan transfer agent.
c)
Pemrikasaan atas pertanggungjawaban nomor urut sertifikat saham.
d)
Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan
e)
salah semua
74.
Untuk membuktikan klaim pemegang saham atas aktiva entitas pada tanggal neraca, auditor melakiukan pengujian subtantif berikut ini:
a)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksiyang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham.
b)
Pemeriksaan pencatatan transaksi pengumuman dividen dan pembayarannya.
c)
Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontrak underwriting dan persyaratan emisi saham.
d)
Konfirmasi dari independent registrar dan transfer agent.
e)
Analisa terhadap akun ekuitas saham, treasury stock, saldo laba serta Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan.
75.
untuk membuktikan asersi penilaian ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca auditor melakukan pengujian subtantif:
a)
Prosedur audit awal
b)
Pengujian analitik
c)
Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontrak underwriting dan persyaratan emisi
d)
Konfirmasi dari independent registrar dan transfer agent.
e)
Analisa terhadap akun ekuitas saham, treasury stock, saldo laba serta Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan.
76.
Untuk membuktikan asersi pengujian dan pengungkapan ekuitas pemegang saham di neraca yang diaudit dengan akuntansi berterima umum melalui berbagai prosedur berikut ini:
a)
Pemeriksaan atas transaksi emisi saham untuk menentukan pemisahan jumlah ekuitas saham dengan paid in-capital.
b)
Pemisahan atas penyajian treasury stock.
c)
Pemeriksaan atas penyisihan saldo laba dalam tahun yang diaudit.
d)
Pemerikaan atas penjelasan yang bersangkutan dengan unsur ekuitas saham.
e)
Analisa terhadap akun ekuitas saham, treasury stock, saldo laba serta Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan.
77.
Rekonsiliasi ini perlu dilakuakan agar auditor memperoleh keyakinan bahwa informasi ekuitas pemgang saham yang dicantumkan di dalam neraca didukung oleh catatan akuntansi yang dapat dipercaya. Oleh karena itu, auditor melakukan prosedur audit awal yang terdiri dai 6 prosedur audit berikut ini:
a)
Usut saldo ekuitas pemegang saham yang tercantum dalam neraca ke saldo akun ekuitas pemegang saham yang bersangkutan ke dalam buku besar.
b)
Hitung kembali saldo akun ekuitas pemegang saham di dalam buku besar.
c)
Lakukan review terhadap mutasi luar dalam jumlah dan sumber posting dalam akun ekuitas pemegang saham.
d)
Usut saldo awal akun ekuitas pemegang saham ke kertas kerja tahun yang lalu.
e)
Usut posting pengkreditan dan pendebitan akun ekuitas pemegang saham ke dalam jurnal yang bersangkutan dan Lakukan rekonsiliasi buku pembantu pemegang saham, buku sertifikat saham dengan akun kontrol Ekuitas saham di dalam buku besar.
78.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP LIABILITAS JANGKA PANJANG :
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang.
b)
Membuktikan bahwa saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang selama tahun yang diaudit.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo hutang jangka panjang yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktivitas entitas.
e)
Membuktikan kewajaran penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca DAN Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca.
79.
Kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transaksi yang lalu, yang jatuh tempunya lebih satu tahun ditinjau dari tanggal neraca
a)
Hutang Jangka Panjang
b)
Piutang Usaha
c)
Persediaan
d)
Aktiva Tetap
e)
Aktiva Lancar
80.
Contoh kewajiban yang termasuk dalam kelompok utang jangka panjang adalah :
a)
Hutang Bank Jangka Panjang
b)
Hutang Obligasi
c)
Hutang kepada Induk Perusahaan
d)
Hutang Lancar
e)
Piutang
81.
Prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian utang jangka panjang di neraca
a)
Utang jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca. Setiap jenis utang jangka panjang harus disajikan secara terpisah di dalam neraca
b)
Umumnya utang jangka panjang dipisah menjadi dua kelompok: utang jangka panjang <br />yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan utang jangka panjang yang tidak disertai <br />dengan perjanjian tertulis
c)
Utang obligasi dapat disajikan dalam neraca pada nilai nominalnya, dan dicantumkan <br />pula tanggal jatuh tempo srta tarif bunganya
d)
Obligasi yang dilunasi, yang dibeli sebagai treasury bond, dan yang belum dikeluarkan <br />lagi harus disajikan dalam neraca sebagai pengurangan jumlah obligasi yang diizinkan <br />untuk dikeluarkan sebesar nilai nominalnya
e)
Utang obligasi dapat disajikan dalam neraca bukan sesuai dengan nilai nominalnya, dan Tidak dicantumkan <br />pula tanggal jatuh tempo serta tarif bunganya
82.
Prosedur pemeriksaan Hutang Jangka Panjang:
a)
Membandingkan hutang dan biaya yang berkaitan dengan tahun tahun yang terdahulu, melakukan investigasi perubahan yang signifikan dan Melakukan konfirmasi hutang obligasi (bond payable) dan pension plan liability dengan trustee yang bersangkutan
b)
Memerksa perjanjian sewa guna usaha (lease agreement) mengenai sewa kontingen (contingens rentals) dan Memeriksa loan agreement
c)
Melakukan vouching dengan dasar perjanjian: pembayaran bunga, pembayaran sewa guna usaha,
d)
Menghitung ulang yang berikut dengan dasar pengujian: amortisasi sewa guna usaha dll
e)
Tidak perlu memeriksa loan agreement<br />
83.
Pengujian Terhadap Transaksi Rinci Hutang Jangka Panjang:
a)
Usut penerimaan uang dari penarikan hutang jangka panjang<br />dan Mintalah konfirmasi mengenai hutang jangka panjang dari bank dan trust company
b)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran bunga dan<br />Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran pokok pinjaman
c)
Periksa aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang<br />dan Periksa polis asuransi aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang
d)
Periksa kepatuhan klien terhadap batasan - batasan yang dikenakan oleh kreditur<br />dan Periksa dokumen yang mendukung transaksi treasury bond
e)
Verifikasi perhitungan bunga, amortisasi premi dan diskonto obligasi, dan hutang bunga obligasi
84.
Pengujian Terhadap Akun Rinci Hutang Jangka Panjang
a)
Minta atau buatlah daftar hutang jangka panjang
b)
Minta atau pelajari copy trust indenture dan surat perjanjian penarikan kredit jangka panjang
c)
Periksalah kesesuaian penilaian hutang jangka panjang dengan PABU
d)
Hitung kembali amortisasi premi obligasi dan diskonto obligasi
e)
Semua jawaban benar
85.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan
a)
Periksa klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca
b)
Mintalah perjanjian hutang jangka panjang dan pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya
c)
Periksa penjelasan yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang
d)
Tidak perlu pemeriksaan klasifikasi hutang jangka panjang<br />
e)
Tidak Perlu Perjanjian hutang jangka panjang<br />
86.
Jurnal untuk mencatat penerimaan Hutang Bank Jangka Panjang
a)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Pendek
b)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Panjang
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
87.
Jurnal untuk mencatat pembelian aktiva secara leasing
a)
(Dr) Aktiva tetap (Cr) Hutang Bank Jangka Pendek
b)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Hutang Leasing
c)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
88.
Jurnal untuk mencatat penerbitan hutang obligasi dengan premi
a)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Obligasi (Cr) Premi Obligasi
b)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Panjang
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
89.
Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga obligasi dengan premi
a)
(Dr) Biaya Bunga (Dr) Amortisasi Premi Obligasi (Cr) Kas
b)
(Dr) Biaya Bunga (Dr) Amortisasi Premi Obligasi (Cr) Kas (Cr) Premi Obligasi
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
90.
Kas di tangan perusahaan, yang terdiri dari:
a)
Penerimaan kas yang belum disetor ke bank, yang berupa uang tunai, pos wesel,certified check, cashier’ check, cek pribadi, dan bank draft.
b)
Saldo dana kas kecil, yang berupa uang tunai yang ada di tangan pemegang dana kas kecil.
c)
Kas yang berupa simpanan di bank berbentuk rekening giro
d)
Kas Ditangan Orang lain
e)
Semua jawaban benar
91.
TUJUAN PEMERIKSAAN (audit objectivities) KAS DAN SETARA KAS
a)
Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
b)
Untuk memeriksa apakah terdapat piutang
c)
Untuk memeriksa apakah terdapat persediaan
d)
Tidak perlu memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan kas dan setara kas.
92.
PROSEDUR PEMERIKSAAN KAS DAN SETARA KAS
a)
Pahami dan evaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank
b)
Buat Top Schedule kas dan setara kas per tanggal neraca (missal: 31 Desember 20XX), atau kalau belum selesai, boleh per 31 Oktober 20XX atau 30 November 20XX, penambahan mutasi akan diperiksa kemudian, apakah ada hal-hal yang unusual (diluar kebiasaan)atau tidak
c)
Lakukan Cash Count (perhitungan fisik uang kas) per tanggal neraca, bias juga sebelum atau sesudah tanggal neraca.
d)
Kirim Konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname.
e)
Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan.
93.
TUJUAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
a)
Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan. Opini yang diberikan harus sesuai dengan pemeriksaan yang dicantumkan dalam kertas kerja di perusahaan
b)
Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanaan pemeriksaan sesuai dengan standar professor akuntan public. Dalam kertas kerja pemeriksaan harus terlihat bahwa apa yang diatur dalam SPAP sudah diikuti dengan baik oleh auditor
c)
Sebagai salah satu dasar penilaian asisten sehingga dapat dibuat evaluasi mengenai kemampuan asisten sampai dengan partner sesudah selesai suatu penugasan
d)
Sebagai pegangan untuk audit tahun berikunya. Untuk persiapan audit tahun berikunya kertas kerja tersebut dapat dimanfaatkan antara lain: Untuk mengecek saldo awal, untuk dipelajari oleh audit staf yang baru ditugaskan untuk memeriksa klien tersebut, untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi di tahun lalu dan berguna untuk penyusunan audit plan tahun berikutnya.
e)
Semua jawaban salah
94.
Yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank dalam neraca adalah
a)
Deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari 3 bln (time deposit)
b)
Check kosong dan check mundur
c)
Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund)
d)
Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan
e)
semua jawaban salah
95.
Beberapa ciri-ciri implementasi internal control pada perusahaan :
a)
Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan yang mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otoritas atas pengeluaran dan penerimaan kas dan bank
b)
Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah oleh kepala bagian akuntansi
c)
Digunakannya impress fund system untuk mengelola kas kecil
d)
Penerimaan kas, cek & giro harus di setor ke bank dalam jumlah seutuhnya
e)
Uang kas disimpan di tempat yang aman dan dikelola dengan baik
96.
Mengapa auditor perlu memperoleh pemahaman tentang SPI klien ?
a)
Untuk mengetahui kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan
b)
Untuk mengetahui Salah saji material yang potensial dapat terjadi
c)
Untuk mengetahui atau Resiko deteksi
d)
Untuk Perancangan pengujian substantive.
e)
semua jawaban salah
97.
Langkah compliance test dalam uji substatif Kas dan setara kas
a)
Pengujian ketaatan atas transaksi Penerimaan Kas/Bank,
b)
Pengujian ketaatan atas transaksi Pengeluaran Kas/Bank dan Melakukan penghitungan cash count.
c)
Kirim Informasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal ini tidak dilakukan kas opname,
d)
Kirim Konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan, dan Minta rekonsiliasi bank.
e)
semua jawaban salah
98.
Tujuan Pengujian Substantive Terhadap Kas
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan kas
b)
Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan kas yang dicantumkan di neraca
c)
Membuktikan asersi kelengkapan kas yang dicantumkan di neraca
d)
Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas kas yang dicantumkan dineraca
e)
Membuktikan asersi penilaian kas yang dicantumkan di neraca dan membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan kas di neraca
99.
Prosedur Audit Awal Pengujian Substantive Terhadap Kas
a)
Usut saldo kas yang tercantum di neraca ke saldo akun Kas yang bersangkutan di dalam buku besar.
b)
Hitung kembali saldo akun Kas di buku besar (dengan menambah saldo awal dengan jumlah pendebitan dan menguranginya dengan jumlah pengkerditan akun tersebut).
c)
Usut saldo awal akun Kas ke kertas kerja tahun yang lalu.
d)
Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun Kas.
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun Kas ke jurnal yang bersangkutan
100.
Prosedur yang dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan bidang yang memerluka audit lebih intensif.
a)
Prosedur awal
b)
Prosedur akhir
c)
Program audit
d)
Prosedur analitik
e)
prosedur transaksi akun rinci
101.
Pengujian Terhadap Transaksi Rinci atas saldo kas
a)
Buatlah rekonsiliasi saldo kas menurut cutoff bank statement dengan saldo kas menurut catatan klien.
b)
Usut setoran dalam perjalanan (deposit in transit) pada tanggal neraca ke dalam cutoff bank statement.
c)
Periksa tanggal yang tercantum di dalam cek yang beredar pada tanggal neraca.
d)
Periksa adanya cek kosong yang tercantum di dalam cutoff bank statement.
e)
Periksa semua cek di dalam cutoff bank statement mengenai kemungkinan hilangnya cek yang tercantum sebagai cek yang beredar pada tanggal neraca.
102.
Pengujian Terhadap akun Rinci atas saldo kas
a)
Hitung kas yang ada di tangan klien
b)
Rekonsiliasi catatan kas klien dengan rekening koran bank yang bersangkutan.
c)
Lakukan konfirmasi saldo kas di bank.
d)
Periksa cek yang beredar pada tanggal neraca ke dalam rekening koran bank.
e)
Semua jawaban salah
103.
Verifikasi penyajian kas di neraca
a)
Periksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan terhadap pemakaian rekening tertentu klien di bank
b)
Periksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan terhadap pemakaian rekening tertenu klien di bank
c)
Tidak perlu disajikan secara transparan<br />
d)
Perlu penyajian akun akun pada neraca
e)
semua jawaban benar
104.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN KAS DI NERACA
a)
Kas yang dicantumkan di neraca adalah saldo kas yang ada di tangan perusahaan pada tanggal tersebut dan saldo rekening giro di bank, yang pengembaliannya tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian yang lain.
b)
Kas dalam bentuk valuta asing harus dicantumkan di neraca sebesar nilai kurs yang berlaku pada tanggal neraca
c)
Unsur-unsur berikut ini harus disajikan secara terpisah dari unsur kas di neraca jika jumlahnya material: Tabungan di bank
d)
Unsur-unsur berikut ini harus disajikan secara terpisah dari unsur kas di neraca jika jumlahnya material: Dana untuk perluasan pabrik, dana pelunasan utang, atau dana lain yang tidak digunakan untuk keperluan modal kerja
e)
Unsur-unsur berikut ini harus disajikan secara terpisah dari unsur kas di neraca jika jumlahnya material: • Saldo bank minimum yang disyaratkan oleh bank dalam suatu perjanjian penarikan kredit.
105.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP KAS
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan kas. Auditor melakukan rekonsiliasi saldo kas yang dicantumkan di neraca dengan akun kas yang bersangkutan di dalam buku besar dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas dan junal penerimaan kas.
b)
Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan kas yang dicantumkan di neraca.
c)
Membuktikan hak kepemilikan klien atas kas yang dicantumkan di neraca
d)
Membuktikan kewajaran penilaian kas yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca.
106.
PRINSIP DASAR PENYELESAIAN AUDIT
a)
PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN
b)
EVALUASI TEMUAN
c)
KOMUNIKASI DENGAN KLIEN
d)
tidak perlu komunikasi dengan klien untuk menjaga independensi
e)
Komunikasi dengan bagian yang memberi MAKAN
107.
Hal hal yang berkaitan dengan PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN
a)
Review peristiwa kemudian
b)
Review notulen rapat komisaris dan
c)
Review bukti persamasalahan hukum, tuntutan, dan kebijakan (LCA)
d)
Meminta surat representasi klien.
e)
Melakukan prosedur analitis
108.
Hal hal yang berkaitan dengan EVALUASI TEMUAN<br />
a)
Menentukan prakiraan akhir materialitas dan risiko audit.
b)
Review teknis penyajian laporan keuangan.
c)
Merumuskan pendapat audit dan menyusun draft laporan audit.
d)
Melakukan review akhir kertas kerja.
e)
Semua jawaban salah
109.
Hal hal yang berkaitan dengan <br />KOMUNIKASI DENGAN KLIEN<br />
a)
Komunikasi tertulis tentang pengendalian interen.
b)
Komunikasi tertulis tentang pelaksanaan audit.<br />
c)
Membuat management letter.
d)
Melakukan review akhir kertas kerja.
e)
Semua jawaban salah
110.
PERISTIWA KEMUDIAN
a)
Peristwa kemudian adalah peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca sampai dengan tanggal penerbitan laporan audit.
b)
Periode peristiwa kemudian adalah periode setelah tanggal neraca sampai dengan tanggal akhir pekerjaan lapangan.
c)
Tanggungjawab utama auditor adalah untuk peristiwa yang terjadi pada “periode peristiwa kemudian”.
d)
Peristiwa yang akan datang
e)
Semua jawaban Benar
111.
Kategori Peristiwa Kemudian
a)
Peristiwa kemudian yang memberikan informasi tentang kondisi yang ada pada tanggal neraca dan berpengaruh terhadap ketepatan estimasi akuntansi saldo akun dalam neraca
b)
Peristiwa kemudian yang memberikan informasi tentang kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca tetapi berpengaruh terhadap kegiatan organisasi ke depan.
c)
Peristiwa kemudian yang Tidak memberikan informasi tentang kondisi yang ada pada tanggal neraca tetapi tdak berpengaruh terhadap kegiatan organisasi ke depan.
d)
Peristiwa yang akan datang yang Tidak memberikan informasi tentang kondisi yang ada pada tanggal neraca tetapi tdak berpengaruh terhadap kegiatan organisasi ke depan.
e)
Semua jawaban BENAR
112.
Contoh Peristiwa kemudian yang memberikan informasi tentang kondisi yang ada pada tanggal neraca dan berpengaruh terhadap ketepatan estimasi akuntansi saldo akun dalam neraca.
a)
Estimasi biaya garansi dan biaya hadiah.
b)
Estimasi biaya denda perkara pengadilan.
c)
Estimasi penghapusan piutang.
d)
Estimasi Penghapusan management letter
e)
Estimasi Penghapusan Pemilik Saham
113.
Contoh Peristiwa kemudian yang memberikan informasi tentang kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca tetapi berpengaruh terhadap kegiatan organisasi ke depan
a)
Kebijakan pengembangan bisnis
b)
Kebijakan penghentian produk
c)
Kebijakan penutupan cabang
d)
Bencana alam (kebakaran, banjir dst.)
e)
Estimasi Penghapusan Pemilik Saham
114.
Prosedur Audit Peristiwa Kemudian
a)
Mereview laporan interim dan membandingkannya dengan data laporan keuangan yang diaudit.
b)
Wawancara dengan penanggungjawab laporan keuangan tentang: (1) Status utang bersyarat atau komitmen lain per tanggal laporan keuangan, (2).Perubahan signifikan pada modal saham, utang jangka panjang, atau modal kerja, (3) Status akun akun yang dilaporkan berdasarkan data tentatif/estimasi
c)
Mereview notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite tertentu yang relevan.
d)
Wawancara/konfirmasi dengan bagian legal perusahaan tentang LCA (litigation, claims, and assessments) atau permasalahan hukum, klaim/tuntutan fihak ketiga, serta estimasi konsekuensi ekonomi dari permasalahan legal yang dihadapi oleh perusahaan.
e)
Meminta surat representasi dari manajemen tentang peristiwa kemudian yang memerlukan penyesuaian atau pengungkapan.
115.
Fungsi dari Surat Representasi Manajemen
a)
Untuk mengkonfirmasi pernyataan lisan manajemen.
b)
Untuk mendokumentasikan pernyataan manajemen
c)
Untuk mengurangi potensi salah faham tentang pernyataan manajemen.
d)
Untuk memberikan informasi tentang kegiatan bisnis orang lain
e)
Semua jawaban benar
116.
Isi dari Surat Representasi Manajemen
a)
Pernyataan tentang tingkat tanggungjawab manajemen terhadap laporan keuangan dan Pernyataan tentang tingkat kelengkapan informasi dan bukti yang diserahkan kepada auditor.
b)
Penjelasan tentang masalah pengakuan pendapatan, estimasi akuntansi, dan pengungkapan serta Penjelasan tentang peristiwa kemudian (subsequent events).
c)
Pernyataan tentang tingkat tanggungjawab manajemen terhadap laporan keuangan dan Pernyataan tentang tingkat kelengkapan informasi dan bukti yang diserahkan kepada auditor.
d)
Penjelasan tentang masalah pengakuan pendapatan, estimasi akuntansi, dan pengungkapan.
e)
Penjelasan tentang peristiwa sebelumnya
117.
Tujuan Review oleh Partner
a)
Menguji keakuratan dan kelengkapan kertas kerja.
b)
Menguji ketepatan pertimbangan profesional pembuat kertas kerja
c)
Menguji kesesuaian pelaksanaan audit dengan ketentuan audit yang tertera dalam surat penugasan audit
d)
Menguji ketepatan penyelesaian seluruh pertanyaan penting tentang akuntansi, audit, dan pelaporan, yang telah muncul dalam proses audit.
e)
Menguji kesesuaian pendapat auditor dengan kertas kerja yang mendukungnya dan Menguji kesesuaian pelaksanaan audit dengan SPAP dan kebijakan kontrol kualitas KAP.
118.
Hal-hal yang perlu diungkapkan peristiwa setelah tanggal neraca
a)
Kondisi dan peristiwa yang menyebabkan munculnya keraguan substansial kelangsungan hidup perusahaan.
b)
Kemungkinan-kemungkinan akibat dari kondisi dan keadaan sulit yang dihadapi perusahaan
c)
Hasil evaluasi manajemen dan upaya pencegahannya.
d)
Potensi penghentian kegiatan operasional.
e)
Semua jawaban salah
Reset
