Font size
S
M
L
XL
WorksheetsAuditing 2: UAS-Remedial
Total questions: 68
Worksheet time: 1hrs 8mins
Name
Class
Date
1.
semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan).
a)
Hutang Lancar
b)
Hutang Jangka Panjang
c)
Kewajiban Yang akan datang
d)
Kewajiban yang masih harus dibayar
2.
Perbedaan Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar dengan Aktiva Lancar:<br />
a)
untuk menemukan adanya penyajian utang lancar yang lebih rendah dari jumlah yang seharusnya
b)
ditujukan untuk menemukan adanya utang yang belum dicatat (unrecord liabilities) pada tanggal neraca.
c)
klasifikasi dan pisah batas
d)
nilai yang dapat di relaisasi dan Hak
e)
Penyajian dan disclosure
3.
Tujuan Pengujian substantif terhadap utang lancar :<br />
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha.
b)
Membuktikan keberadaan utang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan utang usaha yang dicantumkan di neraca.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo utang usaha yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca.
e)
Membuktikan kewajiban penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca.
4.
Prosedur Awal dalam pengujian substantive atas hutang usaha
a)
Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri serta menentukan Signifikasi pembelian dan hutang usaha bagi perusahaan
b)
Melaksanakan prosedur awal atas saldo hutang usaha dan catatan yang akan diuji lebih lanjut
c)
Menelusuri saldo awal hutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
d)
Menelusuri saldo awal Piutang usaha ke kertas kerja tahun sebelumnya
e)
Mereview aktivitas dalam akun buku besar hutang usaha dan menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah atau sumbernya
5.
Prosedur Analitis dalam pengujian substantive atas hutang usaha :
a)
Mengembangkan akspektasi atau hutang usaha dengan perusahaan, termin perdagangan normal dan sejarah perputaran hutang usaha
b)
Menghitung rasio-rasio: Perputaran hutang usaha (pembelian + hutang usaha) dan Hutang usaha terhadap total kewajiban lancar
c)
Menganalisis hasil rasio dibandingkan dengan ekspektasi berdasarkan data tahun sebelumnya, data industri, jumlah yang dianggarkan, dan data lainnya
d)
Membandingkan saldo beban dengan tahun sebelumnya atau jumlah yang dianggarkan untuk menyelidiki kemungkinan kurang saji yang berkaitan dengan hutang yang tidak dicatat.
6.
Prosedur awal lainnya untuk pengujian substantif atas hutang usaha adalah
a)
menelusuri saldo awal kertas kerja tahun sebelumnya,
b)
menggunakan perangkat lunak audit tergeneralisasi dalam memeriksa akun buku besar untuk melihat setiap ayat jurnal yang tidak biasa
c)
untuk mengembangkan daftar jumlah yang terutang pada tanggal neraca.
d)
Menentukan ketetapan pengungkapan yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau hutang yang dijamin.
e)
Mengajukan pembayaran kepada manajemen tentang ekstensi komitmen yang belum diungkapkan atau kewajiban kontinjensi.
7.
Tujuan pengujian saldo akun utang rinci adalah untuk memverifikasi:
a)
Keberadaan dan keterjadian
b)
Kelengkapan
c)
Kewajiban
d)
Penyajian dan pengungkapan
e)
pendeteksian kurang saji hutang yang dicatat serta hutang yang belum tercatat.
8.
mempunyai nilai guna ekonomis jangka panjang, dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi guna menunjang perusahaan dalam mencapai tujuan dan dimiliki perusahaan tidak untuk dijual kembali agar diperoleh laba atas penjualan tersebut.
a)
Aktiva Tetap
b)
Aktiva Lancar
c)
Aktiva Tak Berwujud
d)
Penyusutan Aktiva
9.
Beberapa bentuk pengendalian intern aktiva tetap adalah:
a)
Adanya kebijaksanaan kapitalisasi secara tertulis, yakni yang membedakan antara pengeluaran yang dianggap sebagai aktiva tetap dan pengeluaran bukan aktiva tetap
b)
Adanya kartu-kartu aktiva tetap dan inventarisasi atas aktiva tetap secara berkala.
c)
Adanya pengendalain dan pengawasan atas aktiva-aktiva kecil di bawah tanggungjawab pejabat tertentu
d)
Dapat diklasifikasi sesuai dengan masa manfaat
e)
Tidak perlu diklasifikasi sesuai dengan masa manfaat
10.
Pengujian Pengendalian aktiva tetap :
a)
Proses pembelian aset telah dianggarkan secara formal
b)
Kebijakan tertulis pembelian dan pelepasan aset, termasuk proses persetujuannya.
c)
Akses fisik terhadap aset tetap dan Perbandingan secara periodik atas fisik aset terhadap catatan anak
d)
Rekonsiliasi secara periodik atas catatan anak dengan jurnal umum
e)
Tidak perlu Rekonsiliasi secara periodik atas catatan anak dengan jurnal umum
11.
Prosedur Analitik-menghitung rasio meliputi :
a)
Tingkat perputaran aktiva tetap
b)
Laba bersih dengan aktiva tetap
c)
Aktiva tetap ke modal saham
d)
Biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
e)
Semua jawaban salah
12.
Pengujian susbstantif terhadap Transaksi Rinci atas aktiva tetap meliputi :
a)
Periksa Tambahan Aktiva Tetap ke Dokumen yang Mendukung Transaksi Pemerolehan Aktiva Tetap Tersebut
b)
Periksa Berkurangnya Aktiva Tetap ke Dokumen yang Mendukung Transaksi Tersebut
c)
Periksa Ketetapan Pisah Batas Transaksi Aktiva Tetap
d)
Lakukan Review terhadap Akun Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
e)
Tidak perlu melakukan cut off/pisah batas
13.
Pengujian susbstantif terhadap saldo akun Rinci atas aktiva tetap meliputi :
a)
Lakukan Inspeksi terhadap Tambahan Aktiva Tetap dalam Tahun yang Diaudit
b)
Periksa Dokumen Kontrak dan Dokumen Hak Kepemilikan Klien atas Aktiva Tetap
c)
Lakukan Review terhadap Perhitungan Depresiasi dan Deplesi Aktiva Tetap
d)
Lakukan Review terhadap Akun Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap
e)
Tidak perlu melakukan cut off/pisah batas
14.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan terhadap aktiva tetap meliputi
a)
Periksa Klasifikasi Aktiva Tetap didalam Neraca.
b)
Periksa Pengungkapan yang Bersangkutan dengan Aktiva Tetap
c)
Lakukan Inspeksi terhadap Tambahan Aktiva Tetap dalam Tahun yang Diaudit
d)
Periksa Dokumen Kontrak dan Dokumen Hak Kepemilikan Klien atas Aktiva Tetap
e)
Lakukan Review terhadap Perhitungan Depresiasi dan Deplesi Aktiva Tetap
15.
Resiko fraud dalam aktiva tetap :
a)
Penilaian terlalu tinggi pada aset yang ada dan Penjualan aset tidak dicatat, dan hasil penualan disalahgunakan
b)
Aset yang telah terjual tidak dihapus
c)
Nilai residu yang ditetapkan terhadap aset tidak tepat, mengakibatkan kesalahan penghitungan penyusutan
d)
Biaya yang seharusnya dibebankan tetapi dikapitalisasikian
e)
Kerugian penurunan pada aset tidak diakui dan Perkiraan nilai wajar tidak masuk akal
16.
Jurnal yang biasanya dibuat oleh klien hanyalah jurnal penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap yang telah dihentikan pemakaiannya tersebut, yaitu:
a)
(Dr) Kas xx (Cr) Pendapatan Luar Usaha xx
b)
(Dr) Pendapatan Luar Usaha xx (Cr) Kas xx
17.
Prosedur Audit Awal-Program Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud dibuku besar
c)
Lakukan review terhadap mutasi luat biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun .aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasi
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
18.
Prosedur Analitik-Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
19.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci atas Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Periksa dokumen yng mendukung pemerolehan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi amortisasi aktiva tidak berwujud
e)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
20.
Aktiva tidak berwujud dapat digolongkan menjadi dua kelompok :
a)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensinya dibatasi oleh hukum,peraturan,perjanjian atau karena sifat aaktiva tidak berwujud itu sendiri.
b)
Jika mungkin,aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus disajikanterpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas
c)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensi tidak terbatas, yang saat pemerolehanya tidak menunjukkan adanya keterbatsan eksitensinya.
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
21.
Pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud diarahkan untuk
a)
Mencapai salah satu tujuan membuktikan apakah unsur aktiva tidak berwujud telah disajikan dan diungkapkan oleh klien dineracanya sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum
b)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
22.
Dalam prosedur analitik, auditor menghitung aneka macam ratio, Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan:
a)
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa
b)
Perubahan akuntansi
c)
Perubahan usaha
d)
Fluktuasi acak
e)
Salah Saji
23.
Untuk membuktikan hak kepemilkan klien atas aktiva tidak berwujud di neraca , auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
b)
Periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat ekonomisnya.
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujudc. Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
d)
Fluktuasi acak
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
24.
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akumulasi amortisasi aktiva tidak berwujud yang di cantumkan di nerca,auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Prosedur audit awal dan Pengujian Anlitik
b)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
d)
Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak
e)
Review terhadap pembuktian akumulasi amortisasi
25.
membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum adalah
a)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva tidak berwujud
b)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva berwujud
c)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Piutang
d)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Hutang
e)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Persediaan
26.
Prosedur Audit Awal-Program Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud dibuku besar
c)
Lakukan review terhadap mutasi luat biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun .aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasi
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
27.
Prosedur Analitik-Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
28.
membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum adalah
a)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva tidak berwujud
b)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva berwujud
c)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Piutang
d)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Hutang
e)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Persediaan
29.
unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiata bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengelolaan produk yang akan dijual
a)
Perlengkapan
b)
Peralatan
c)
Persediaan
d)
Aset tetap
e)
Piutang
30.
Dalam perusahaan manufaktur, Persediaan terdiri dari persediaan
a)
Persediaan Bahan Baku
b)
Persediaan Barang 1/2 jadi
c)
Persediaan Barang Jadi
d)
Peralatan
e)
Perlengkapan
31.
Persediaan umumnya mendapat perhatiaan yang lebih besar dari auditor di dalam auditnya karena berbagai alasan:
a)
Umumnya persediaan merupakan komponen aktiva lancer yang jumlahnya cukup material dan merupakan objek manipulasi serta secara tempat terjadi nya kesalahan-kesalahan besar
b)
Adanya berbagai macam persediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya.
c)
Verifikasi kuantitas, kondisi, dan nilai persediaan merupakan tugas yang lebih komplexs dan sulit dibandingkan dengan verifikasi sebagian besar unsure laporan keuangan lain.
d)
Seringkali persediaan di simpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan pengwasan penghitungan fisiknya.
e)
Adanya berbagai macam persediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya.
32.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN PERSEDIAAN DALAM NERACA
a)
Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa persediaan dinilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos persediaan dan Jika persediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya pada tanggal neraca harus dicantumkan dalam tanda kurung. menentukan kos persediaan.
b)
Perjanjian pembeliaan harus dijelaskan dalam laporaan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa dan Jika jumlahnya material, persediaan dalam perusahaan manufaktur harus dikelompokan dan persediaan bahan baku. Penyajian kelompok persediaan tersebut dalam neraca berdasarkan urutan likuiditasnya.
c)
Akibat perubahan metode penilaiaan persediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan uditor harus menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.
d)
Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa dan Cadangan unutuk menghadapi kemungkinan turunnya harga persediaan setelah tanggal neraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari persediaan, namun harus disajikan sebagai pengurang akun laba ditahan.
e)
Semua jawaban salah
33.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP PERSEDIAAN
a)
Memperoleh keyakinan catatan akuntansi yang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan persediaan
b)
Membuktikan asersi keberadaan persediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan persediaan
c)
Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas persediaan yang dicantumkan di neraca dan Membuktikan sersi kelengkapan ttransaksi yang berkaitan dengan persediaan yang dicatat akuntansi dan kelengkapan saldo persediaan yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan asersi penilaian persediaan dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan persediaan di neraca
34.
Ada 5 prosedur audit yang harus dilakukan audtir dalam melakukan rekonsiliasi informasi persediaan di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan:
a)
Usut saldo persediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun persediaan yang bersangkutan dalam buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun persediaan di buku besar
c)
Usut saldo awal akun persediaan ke kertas kerja tahun yang lalu
d)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun persediaan ke jurnal yang bersangkutan
e)
Lakukan rekonsiliasi buku pembantu persediaan dengan akun control persediaan di buku besar
35.
Prosedur analitik ini merupakan pengecekan secara menyeluruh mengenai kewajaran persedian yang disajikan di neraca.
a)
Dalam prosedur ini, auditor menghitung berbagai ratio yang bersangkutan dengan persediaan
b)
misalnya tingkat perputaran berbagai kelompok persediaan
c)
jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dari ratio tahun sebelumnya, auditor berkewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut
d)
jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dari ratio tahun sebelumnya, auditortidak ada kewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut
36.
Penanaman uang di luar perusahaan, yang dapat berupa surat berharga atau aktiva lain yang tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan produktif perusahaan
a)
Investasi
b)
Liquidasi
c)
Akuisisi
d)
Deviasi
e)
Explorasi
37.
Tujuan pokok pembelian surat berharga ini Investasi jangka pendek (temporary investment):
a)
untuk menanamkan kas yang untuk sementara waktu tidak terpakai dalam kegiatan bisnis perusahaan
b)
untuk menanamkan kas jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
c)
untuk menanamkan Piutang jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
d)
untuk menanamkan Hutang jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
e)
untuk menanamkan persediaan jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
38.
Tujuan pokok pembelian surat berharga dalam Investasi jangka panjang :
a)
untuk menanamkan kas yang untuk sementara waktu tidak terpakai dalam kegiatan bisnis perusahaan
b)
untuk memperoleh pendapatan bunga atau deviden dalam jangka panjang
c)
untuk membentuk dana khusus
d)
untuk mengendalikan perusahaan lain melalui pemilikan saham
e)
untuk menanamkan kas jangka waktu lama untuk kegiatan bisnis perusahaan
39.
Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang Pengujian Substantif yang digolongkan kedalam lima kelompok :
a)
Prosedur audit awal.
b)
Prosedur Analitik.
c)
Pengujian terhadap transaksi rinci
d)
Pengujian terhadap saldo akun rinci
e)
Tidak Perlu Verifikasi terhadap penyajian dan pengungkapan
40.
Pada tahap awal pengujian substantif terhadap investasi, pengujian analitik dimaksudkan :
a)
untuk menbantu auditor dalam memahami bisnis klien
b)
Untuk menemukan bidang yang memerlukan audit lebih intensif.
c)
Agar auditor melakukan perhitungan berbagai ratio berkaitan dengan investasi
d)
Untuk menguji saldo awal
e)
Untuk menguji saldo akhir
41.
investasi dalam surat berharga menimbulkan dua macam pendapatan :
a)
Pendapatan bunga
b)
Capital gain/loss
c)
Pendapatan usaha
d)
Pendapatan jasa giro
e)
Pendapatan lain
42.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
a)
Pelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi.
b)
Minta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut.
c)
Bandingkan metode penilaian investasi yang di gunakan klien dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia
d)
Bandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.
e)
Kirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain
43.
Verifikasi penyajian dan pengungkapan
a)
Periksa klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan investasi jangka panjang
b)
Minta daftar surat berharga yang ada di tangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut.
c)
Periksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain.
d)
Bandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga.
e)
Kirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada di tangan pihak lain
44.
akun yang digunakan untuk mencatat nilai nominal yang beredar dan pengurangan saham yang beredar karena perlunasan saham dan transaksi treasury stock
a)
Ekuitas Saham
b)
Treasury stock
c)
Saldo Laba
d)
Cadangan (reserve)
e)
Laba rugi
45.
Tujuan pengujian subtantif terhadap ekuitas pemegang saham adalah:
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham.
b)
Membuktikan bahwa saldo ekuitas saham mencerminkan kepentingan pemegang saham yang ada pada tanggal neraca yang mencerminkan keterjadian transakasi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun yang diaudit
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo pemegang saham yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan bahwa saldo ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca merupakan klaim pemilik terhadap aktiva entitas
e)
Membuktikan kewajaran penilaian ekuitas pemegang saham yang dicantumkan di neraca dan Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan ekuitas pemegang sahamdi neraca.
46.
Untuk membuktikan apakah saldo ekuitas saham mencerminkan kepentingan kepemilikan saham yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham selama tahun yang diaudit.
a)
Pengujian analitik.
b)
Pemeriksaaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham
c)
Pemeriksaan pencataatan transaksi pengumuman dividen dan pembayrannya
d)
Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontran underwriting dan persyaratan emisi saham serta Konfirmasi dari independetn registrar dan transfer agen
e)
Analisis terhadap akun Ekuitas Saham, Treasury stock, saldo laba serta pemeriksaan terhdap sertifikat saham yang dibatalkan
47.
Untuk membuktikan klaim pemegang saham atas aktiva entitas pada tanggal neraca, auditor melakiukan pengujian subtantif berikut ini:
a)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksiyang berkaitan dengan ekuitas pemegang saham.
b)
Pemeriksaan pencatatan transaksi pengumuman dividen dan pembayarannya.
c)
Pelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan klien, notulen rapat pemegang saham dan dewan komisaris, dan kontrak underwriting dan persyaratan emisi saham.
d)
Konfirmasi dari independent registrar dan transfer agent.
e)
Analisa terhadap akun ekuitas saham, treasury stock, saldo laba serta Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan.
48.
Untuk membuktikan asersi pengujian dan pengungkapan ekuitas pemegang saham di neraca yang diaudit dengan akuntansi berterima umum melalui berbagai prosedur berikut ini:
a)
Pemeriksaan atas transaksi emisi saham untuk menentukan pemisahan jumlah ekuitas saham dengan paid in-capital.
b)
Pemisahan atas penyajian treasury stock.
c)
Pemeriksaan atas penyisihan saldo laba dalam tahun yang diaudit.
d)
Pemerikaan atas penjelasan yang bersangkutan dengan unsur ekuitas saham.
e)
Analisa terhadap akun ekuitas saham, treasury stock, saldo laba serta Pemeriksaan terhadap sertifikat saham yang dibatalkan.
49.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP LIABILITAS JANGKA PANJANG :
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang.
b)
Membuktikan bahwa saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang selama tahun yang diaudit.
c)
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo hutang jangka panjang yang disajikan di neraca.
d)
Membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktivitas entitas.
e)
Membuktikan kewajaran penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca DAN Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca.
50.
Kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transaksi yang lalu, yang jatuh tempunya lebih satu tahun ditinjau dari tanggal neraca
a)
Hutang Jangka Panjang
b)
Piutang Usaha
c)
Persediaan
d)
Aktiva Tetap
e)
Aktiva Lancar
51.
Contoh kewajiban yang termasuk dalam kelompok utang jangka panjang adalah :
a)
Hutang Bank Jangka Panjang
b)
Hutang Obligasi
c)
Hutang kepada Induk Perusahaan
d)
Hutang Lancar
e)
Piutang
52.
Pengujian Terhadap Transaksi Rinci Hutang Jangka Panjang:
a)
Usut penerimaan uang dari penarikan hutang jangka panjang<br />dan Mintalah konfirmasi mengenai hutang jangka panjang dari bank dan trust company
b)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran bunga dan<br />Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran pokok pinjaman
c)
Periksa aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang<br />dan Periksa polis asuransi aktiva yang dijaminkan dalam penarikan hutang jangka panjang
d)
Periksa kepatuhan klien terhadap batasan - batasan yang dikenakan oleh kreditur<br />dan Periksa dokumen yang mendukung transaksi treasury bond
e)
Verifikasi perhitungan bunga, amortisasi premi dan diskonto obligasi, dan hutang bunga obligasi
53.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan
a)
Periksa klasifikasi hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo di dalam neraca
b)
Mintalah perjanjian hutang jangka panjang dan pelajari pasal - pasal yang terdapat di dalamnya
c)
Periksa penjelasan yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang
d)
Tidak perlu pemeriksaan klasifikasi hutang jangka panjang<br />
e)
Tidak Perlu Perjanjian hutang jangka panjang<br />
54.
Jurnal untuk mencatat penerimaan Hutang Bank Jangka Panjang
a)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Pendek
b)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Panjang
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
55.
Jurnal untuk mencatat pembelian aktiva secara leasing
a)
(Dr) Aktiva tetap (Cr) Hutang Bank Jangka Pendek
b)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Hutang Leasing
c)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Aktiva Tetap (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
56.
Jurnal untuk mencatat penerbitan hutang obligasi dengan premi
a)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Obligasi (Cr) Premi Obligasi
b)
(Dr) Kas (Cr) Hutang Bank Jangka Panjang
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
57.
Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga obligasi dengan premi
a)
(Dr) Biaya Bunga (Dr) Amortisasi Premi Obligasi (Cr) Kas
b)
(Dr) Biaya Bunga (Dr) Amortisasi Premi Obligasi (Cr) Kas (Cr) Premi Obligasi
c)
(Dr) Kas (Cr) Piutang Jangka Panjang
d)
(Dr) Kas (Cr) Persediaan
e)
Semua jawaban benar
58.
TUJUAN PEMERIKSAAN (audit objectivities) KAS DAN SETARA KAS
a)
Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
b)
Untuk memeriksa apakah terdapat piutang
c)
Untuk memeriksa apakah terdapat persediaan
d)
Tidak perlu memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan kas dan setara kas.
59.
Beberapa ciri-ciri implementasi internal control pada perusahaan :
a)
Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan yang mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otoritas atas pengeluaran dan penerimaan kas dan bank
b)
Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah oleh kepala bagian akuntansi
c)
Digunakannya impress fund system untuk mengelola kas kecil
d)
Penerimaan kas, cek & giro harus di setor ke bank dalam jumlah seutuhnya
e)
Uang kas disimpan di tempat yang aman dan dikelola dengan baik
60.
Pengujian Terhadap Transaksi Rinci atas saldo kas
a)
Buatlah rekonsiliasi saldo kas menurut cutoff bank statement dengan saldo kas menurut catatan klien.
b)
Usut setoran dalam perjalanan (deposit in transit) pada tanggal neraca ke dalam cutoff bank statement.
c)
Periksa tanggal yang tercantum di dalam cek yang beredar pada tanggal neraca.
d)
Periksa adanya cek kosong yang tercantum di dalam cutoff bank statement.
e)
Periksa semua cek di dalam cutoff bank statement mengenai kemungkinan hilangnya cek yang tercantum sebagai cek yang beredar pada tanggal neraca.
61.
Pengujian Terhadap akun Rinci atas saldo kas
a)
Hitung kas yang ada di tangan klien
b)
Rekonsiliasi catatan kas klien dengan rekening koran bank yang bersangkutan.
c)
Lakukan konfirmasi saldo kas di bank.
d)
Periksa cek yang beredar pada tanggal neraca ke dalam rekening koran bank.
e)
Semua jawaban salah
62.
Verifikasi penyajian kas di neraca
a)
Periksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan terhadap pemakaian rekening tertentu klien di bank
b)
Periksa jawaban konfirmasi dari bank mengenai batasan yang dikenakan terhadap pemakaian rekening tertenu klien di bank
c)
Tidak perlu disajikan secara transparan<br />
d)
Perlu penyajian akun akun pada neraca
e)
semua jawaban benar
63.
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP KAS
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan kas. Auditor melakukan rekonsiliasi saldo kas yang dicantumkan di neraca dengan akun kas yang bersangkutan di dalam buku besar dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas dan junal penerimaan kas.
b)
Membuktikan keberadaan kas dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan kas yang dicantumkan di neraca.
c)
Membuktikan hak kepemilikan klien atas kas yang dicantumkan di neraca
d)
Membuktikan kewajaran penilaian kas yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca.
64.
PRINSIP DASAR PENYELESAIAN AUDIT
a)
PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN
b)
EVALUASI TEMUAN
c)
KOMUNIKASI DENGAN KLIEN
d)
tidak perlu komunikasi dengan klien untuk menjaga independensi
e)
Komunikasi dengan bagian yang memberi MAKAN
65.
Hal hal yang berkaitan dengan PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN
a)
Review peristiwa kemudian
b)
Review notulen rapat komisaris dan
c)
Review bukti persamasalahan hukum, tuntutan, dan kebijakan (LCA)
d)
Meminta surat representasi klien.
e)
Melakukan prosedur analitis
66.
Contoh Peristiwa kemudian yang memberikan informasi tentang kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca tetapi berpengaruh terhadap kegiatan organisasi ke depan
a)
Kebijakan pengembangan bisnis
b)
Kebijakan penghentian produk
c)
Kebijakan penutupan cabang
d)
Bencana alam (kebakaran, banjir dst.)
e)
Estimasi Penghapusan Pemilik Saham
67.
Prosedur Audit Peristiwa Kemudian
a)
Mereview laporan interim dan membandingkannya dengan data laporan keuangan yang diaudit.
b)
Wawancara dengan penanggungjawab laporan keuangan tentang: (1) Status utang bersyarat atau komitmen lain per tanggal laporan keuangan, (2).Perubahan signifikan pada modal saham, utang jangka panjang, atau modal kerja, (3) Status akun akun yang dilaporkan berdasarkan data tentatif/estimasi
c)
Mereview notulen rapat direksi, pemegang saham, dan komite-komite tertentu yang relevan.
d)
Wawancara/konfirmasi dengan bagian legal perusahaan tentang LCA (litigation, claims, and assessments) atau permasalahan hukum, klaim/tuntutan fihak ketiga, serta estimasi konsekuensi ekonomi dari permasalahan legal yang dihadapi oleh perusahaan.
e)
Meminta surat representasi dari manajemen tentang peristiwa kemudian yang memerlukan penyesuaian atau pengungkapan.
68.
Hal-hal yang perlu diungkapkan peristiwa setelah tanggal neraca
a)
Kondisi dan peristiwa yang menyebabkan munculnya keraguan substansial kelangsungan hidup perusahaan.
b)
Kemungkinan-kemungkinan akibat dari kondisi dan keadaan sulit yang dihadapi perusahaan
c)
Hasil evaluasi manajemen dan upaya pencegahannya.
d)
Potensi penghentian kegiatan operasional.
e)
Semua jawaban salah
Reset
