wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Farmako kinetik

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Ketersediaan hayati pada pemberian per oral antibiotika di atas dapat diabaikan.

a)

Benar

b)

Salah

2.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Obat tersebut dapat menurunkan potensi nefrotoksisitas vankomisin.

a)

Benar

b)

Salah

3.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Tingkatan gangguan fungsi ginjal pasien di atas:

a)

Normal

b)

Stage 2

c)

Stage 3

d)

Stage 4

e)

Stage 5

4.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


CrCL pada pasien di atas adalah:

a)

1,4 mL/menit.

b)

5,4 mL/menit.

c)

9,4 mL/menit.

d)

16,4 mL/menit.

e)

26,4 mL/menit.

5.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Antibiotik di atas termasuk golongan:

a)

Macrolida

b)

Quinolon,

c)

Betalaktam,

d)

Aminoglikosida,

e)

Vankomisin.

6.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Efek samping gentamisin adalah:

a)

Neurotoksik

b)

Nefrotoksik,

c)

Kardiotoksik,

d)

Ototoksik.

7.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Obat di atas mudah diserap di saluran cerna


SEBAB


mudah terion dan bobot molekulnya besar.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

8.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Vd obat di atas besar


SEBAB


obat tersebut terdistribusi terutama dalam cairan ekstraseluler sampai ke jaringan lemak.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

9.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Injeksi obat di atas secara IV bolus biasanya dihindari


SEBAB


dapat menyebabkan nekrosis jaringan di tempat injeksi.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

10.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Infeksi sistemik dapat diobati dengan gentamisin p.o,


SEBAB


gentamisin mudah diserap di usus.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

11.

Seorang pasien perempuan RM 1347, 60 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm menderita MRSA pneumonia. SCr 4,5 mg/dL, stabil selama 3 hari terakhir sejak masuk RS. Ia diterapi dengan injeksi gentamisin IV.


Obat tersebut tidak dimetabolisme


SEBAB


bobot molekulnya besar.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

12.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Pasien di atas mengalami gangguan hati ringan.

a)

Benar

b)

Salah

13.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


AUC fenitoin dapat berubah tidak proporsional dengan perubahan dosis besar. AB.

a)

Benar

b)

Salah

14.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Pada dosis normal, interval fenitoin untuk PM dapat dikurangi menjadi 1/2 dari interval normal.

a)

Benar

b)

Salah

15.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Pada dosis normal, interval fenitoin untuk PM dapat dikurangi menjadi 1/2 dari interval normal.

a)

Benar

b)

Salah

16.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Fenitoin termasuk obat penghambat enzim metabolism obat lain.

a)

Benar

b)

Salah

17.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Luminal termasuk obat penginduksi enzim yang memetabolisme obat lain.

a)

Benar

b)

Salah

18.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Fenitoin dapat diekskresikan oleh ginjal dengan mudah.

a)

Benar

b)

Salah

19.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


LD fenitoin harus dikurangi pada pasien gagal hati.

a)

Benar

b)

Salah

20.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Semakin tinggi tingkat gangguan fungsi hati, semakin lambat eliminasi fenitoin.

a)

Benar

b)

Salah

21.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Eliminasi fenitoin akan berkurang oleh luminal

a)

Benar

b)

Salah

22.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Semakin tinggi tingkat keparahan gangguan fungsi hati, semakin pendek waktu prothrombine

a)

Benar

b)

Salah

23.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Ikatan protein suatu obat akan menurun pada pasien yang:

a)

Malnutrisi

b)

Salah

c)

Hipoalbuminemia

d)

Luka bakar.

24.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Nilai Child Pugh Score pasien di atas adalah:

a)

10,

b)

11,

c)

12,

d)

13,

e)

14.

25.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Maintenance Dose fenitoin dari dosis normal guna mencapai terapi optimal untuk PM adalah:

a)

1/2,

b)

1/3,

c)

1/4,

d)

2/3,

e)

3/4.

26.

PM seorang pria 56 tahun, BB 50 kg, status pasien epileptikus memiliki total albumin 2,60 mg/dL, bilirubine 3,0 mg/dL, waktu prothrombine 6 detik dan memiliki pengalaman asites sedang dan ensefalohepatik parah. Dia dirawat dengan fenitoin LD IV 10 mg/kg BB dan dilanjutkan MD cap 100 mg t.i.d dan tab luminal 50mg t.i.d.


Fenitoin mengikuti farmakokinetika non-linear


SEBAB


terjadi penjenuhan enzim.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

27.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Aminofilin adalah bentuk garam teofilin

a)

Benar

b)

Salah

28.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Cl of teofilin akan lebih lambat pada perokok berat.

a)

Benar

b)

Salah

29.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Semakin tinggi tingkat keparahan gagal hati, semakin tinggi konsentrasi albumin dalam darah.

a)

Benar

b)

Salah

30.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Semakin berat kebiasaan merokok pasien, semakin lambat Cl aminofilin.

a)

Benar

b)

Salah

31.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Loading Dose aminofilin harus diturunkan pada pasien gangguan fungsi hati

a)

Benar

b)

Salah

32.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Efek samping aminofilin akan meningkat bila bersamaan dengan mengkonsumsi makanan/minuman berikut.

a)

Coklat,

b)

Kopi,

c)

Teh,

d)

Keju.

33.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Teofilin dapat diformulasikan dalam bentuk:

a)

Kapsul,

b)

Tablet,

c)

Suspensi,

d)

Injeksi IV.

34.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


T1/2 el teofilin 8 jam. Css pada pemberian p.o akan dicapai setelah (jam) adalah:

a)

20,

b)

25,

c)

32,

d)

35.

e)

45.

35.

AM adalah pasien laki-laki 60 tahun, BB 55 kg (normal) dengan status asmatikus yang membutuhkan terapi dengan IV bolus aminofilin dan dilanjutkan dengan teofilin oral. Dia merokok 2 bungkus rokok setiap hari, dan mengalami gagal hati dan fungsi jantung normal.


Senyawaan dalam asap rokok yang dapat menginduksi metabolisme teofilin adalah

a)

Benzocain,

b)

Benzoe zuur

c)

Benzodiazepin

d)

Benzopiren.

36.

MM, 40 kg, dirawat dengan 500 mg obat X yang disuntikkan ke dalam 500 mL larutan infus yang sesuai. 1 mL larutan akhir setara 22 tetes. Cl obat, Vd, dan Cpss masing-masing diketahui 3 L.h-1, 0,5 L/kg, dan 10 ug/mL.


Vd adalah salah satu parameter farmakokinetika yang dapat digunakan untuk estimasi LD yang diperlukan untuk mencapai Css segera setelah injeksi bolus IV.

a)

Benar

b)

Salah

37.

MM, 40 kg, dirawat dengan 500 mg obat X yang disuntikkan ke dalam 500 mL larutan infus yang sesuai. 1 mL larutan akhir setara 22 tetes. Cl obat, Vd, dan Cpss masing-masing diketahui 3 L.h-1, 0,5 L/kg, dan 10 ug/mL.


Maintenance Dose obat di atas dalam mg.h-1 untuk mencapai Cpss adalah:

a)

10,

b)

20,

c)

30,

d)

40,

e)

50.

38.

MM, 40 kg, dirawat dengan 500 mg obat X yang disuntikkan ke dalam 500 mL larutan infus yang sesuai. 1 mL larutan akhir setara 22 tetes. Cl obat, Vd, dan Cpss masing-masing diketahui 3 L.h-1, 0,5 L/kg, dan 10 ug/mL.


Loading Dose dalam mg untuk pasien di atas adalah:

a)

100,

b)

150

c)

200

d)

250

e)

300

39.

MM, 40 kg, dirawat dengan 500 mg obat X yang disuntikkan ke dalam 500 mL larutan infus yang sesuai. 1 mL larutan akhir setara 22 tetes. Cl obat, Vd, dan Cpss masing-masing diketahui 3 L.h-1, 0,5 L/kg, dan 10 ug/mL.


Jumlah tetesan/menit larutan obat di atas disuntikkan secara infus IV untuk mencapai Css setelah LD untuk pasien di atas adalah:

a)

8,

b)

9

c)

10

d)

11

e)

12

40.

MM, 40 kg, dirawat dengan 500 mg obat X yang disuntikkan ke dalam 500 mL larutan infus yang sesuai. 1 mL larutan akhir setara 22 tetes. Cl obat, Vd, dan Cpss masing-masing diketahui 3 L.h-1, 0,5 L/kg, dan 10 ug/mL.


Infus obat di atas dimulai pada pukul 7 pagi. Akan selesai pada pukul:

a)

8.40,

b)

9.40,

c)

10.40,

d)

11.40,

e)

12.40.

41.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


CrCl dari pasien di atas (mL.min-1).

a)

7

b)

8

c)

9

d)

10

e)

11

42.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


Loading Dose dalam mg obat di atas adalah:

a)

85,

b)

95,

c)

105,

d)

115,

e)

125.

43.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


Satu dan 4 hari setelah injeksi bolus IV, Cp masing-masing obat adalah 12,6 dan 7,5 mg/L. T1/2el obat tersebut adalah.

a)

4 jam,

b)

24 jam,

c)

36 jam,

d)

4 hari,

e)

14 hari.

44.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


Ikatan protein suatu obat adalah 99%. Berapa kali lipatkah obat yang tidak terikat dalam darah bila albumin pasien 10% kurang dari pasien normal?.

a)

2x,

b)

3x,

c)

5x,

d)

10x,

e)

11x.

45.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


Untuk pasien malnutrisi, dosis obat dengan indeks terapi sempit yang terikat protein sebanyak 95 %,

a)

Ditingkatkan,

b)

Diturunkan,

c)

Tidak berubah,

d)

Dapat ditingkatkan atau diturunkan,

e)

Tidak berbeda dengan normal.

46.

Seorang pasien 50 tahun, pria, BB 50kg, TB 155 cm dengan sepsis gram (+). Scr saat ini adalah 4,0 mg/dL, dan stabil sejak masuk RS. Vd 20L/kg. Cp dibutuhkan 100 ng/mL. Obat antibiotik aminoglikosida disuntikkan bolus IV-ly.


Cl obat X adalah 3L/jam, Vd adalah 60L dan Css yang diinginkan adalah 10 μg/mL.

Maintenance Dose obat di atas dalam mg.h-1 adalah:

a)

0,03.

b)

0.3,

c)

3,

d)

30.

e)

300.

47.

Seorang pasien laki-laki mendapat tindakan transplantasi ginjal. Pasien diberi terapi siklosporin.


Dosis siklosporin pada pasien di atas harus diturunkan


SEBAB


Ginjal pasien belum berfungsi normal setelah transplantasi.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

48.

Seorang pasien laki-laki mendapat terapi Digoksin, dan injeksi furosemide 40 mg.


Efek samping digoksin meningkat pada pemberian furosemide


SEBAB


pasien akan mengalami hypokalemia.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

49.

Untuk mengoreksi keadaan hypokalemia dapat diberikan:

a)

Natrium klorida

b)

Lithium klorida

c)

Sodium klorida

d)

Kalsium klorida

e)

Potasium klorida

50.

Metabolit digoksin, digitoksin, masih memberikan efek terapi

a)

Benar

b)

Salah