WorksheetsUnsur Intrinsik dan Struktur Cerpen
Total questions: 15
Worksheet time: 27mins
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
alur
latar
sudut pandang
Struktur yang berisi pengenalan tokoh atau latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ….
rangkaian peristiwa
komplikasi
orientasi
resolusi
Struktur teks cerpen yang lengkap yaitu ....
orientasi - rangkaian peristiwa - komplikasi - resolusi
orientasi - komplikasi - resolusi - koda
abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi
orientasi - insiden – interpretasi- resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandnag orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang ketiga
"Saya ingin lagu gending Jawa."
"Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa."
"Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa."
Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
sombong
egois
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Banyak bangsal yang kosong
Susahnya menjadi orang miskin
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memalukan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, mengenaskan
"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"
(Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S)
Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?
nilai sosial
nilai agama
nilai budaya
nilai moral
Ketukan di pintu membuat Marwan bangkit dan ia mendapati Beningnya berdiri sayu menenteng kotak kayu. Itu kotak kayu pemberian Ren. Kotak kayu yang dulu juga dipakai Ren menyimpan kartu pos dari Ayahnya. Marwan melirik jam dinding kamarnya. Pukul 11.20.
Sudut pandang pengarang pada kutipan cerpen tersebut....
A. sudut pandang orang ketiga
B. sudut pandang orang pertama
C. sudut pandang orang kedua
D. sudut pandang orang jamak
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
Mata Beningnya berkaca-kaca, diakhiri dengan kemunculan cahaya yang terang keperakan di kamar Beningnya dan cahaya tersebut menjadi penanda sebagai kedatangan mama Beningnya ke hadapan anaknya. Ironisnya Beningnya belum mengetahui tentang kematian ibunya. Arwah Ren datang menemui Beningnya.
Latar suasana pada kutipan cerpen "Kartu Pos dari Surga" yaitu....
A. sedih
B. gembira
C. sepi
D. ketakutan
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
A. penakut
B. pemberani
C. ragu-ragu
D. tidak percaya diri
